i SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
NURQALBI 105191105116
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1442 H / 2020 M
ii
AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBINAAN AKHLAK ANAK DESA BINAAN DI DESA TAENG KECAMATAN PALLANGGA
KABUPATEN GOWA
SKRIPSI
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.) Pada Jurusan Pendidikan Agama Islam
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar
NURQALBI 105191105116
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 1442 H / 2020 M
vii
Desa Binaan Di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Di Bimbing Oleh Rusli Malli dan Ferdinan
Penelititian ini bertujuan untuk:1) Untuk mengetahui bagaimana Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ) Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa,2)Untuk mengetahui bagaimana Bentuk Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng, Kecamatan Pallanggan Kabupaten Gowa,3)Untuk mengetahui Faktor apa yang mendukung dan menghambat Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, lokasi dan objek penelitian yang digunakan bertempat di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa, dalam penelitian ini peneliti menggunakan fokus penelitian yaitu peran pengurus himpunan mahasiswa jurusan dan pembinaan akhlak anak, instrument penelitian yang digunakan yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, catatan dokumentasi,tekhnik pengumpulan yang digunakan yakni kepustakaan melalui kutipan langsung dan kutipan tidak langsung, dan lapangan meliputi observasi ,wawancara teknik analisis data dengan cara deskripsif kualitatif
Dari hasil penelilian menunjukkan bahwa penan pengurus himpunan mahasiswa jurusan dalam pembinaan akhlak anak dapat dilakukan dengan cara membimbing,mengarahkan dan member contoh yang baik dan mampu menjadi teladan pada anak. pembinaan akhlak merupakan hal yang paling penting dan sangat mendesak untuk dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas hidup masa depannya. Pembinaan akhlak anak sangat penting karena mengingat secara psikologi usia anak 6-8 tahun adalah usia yang berada dalam goncangan dan mudah terpengaruh sebagai akibat dari keadaan dirinya yang masih belum memiliki bekal pengetahuan, mental dan pengalaman yang cukup. Akibat dari keadaan yang demikian, para anak rentan mudah terjerumus yang menghancurkan masa depannya. Sehingga peran pengurus himpunan mahasiswa jurusan pendidikan agama islam membantu dalam mengarahkan anak untuk masa depannya dalam kehidupan sehari-hari dengan memahami bagaimana cara membina akhlak
Kata Kunci: Peran Penguru HMJ PAI FAI UNISMUH MAKASSAR dan
viii
Alhamdulillahirabbil’ alamin,atas segala nikma Iman, Islam, kesempatan, serta kekuatan yang telah diberikan Allah SWT, yang telah menentukan segala sesuatu ditangannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda Muhammad saw nabi yang di utus ke muka bumi ini sebagai suru tauladan untuk umat manusia
Penulis skripsi dengan judul “Peran Pengurus Mahasiswa Jurusan(HMJ)Pendidikan Agama Islam(PAI) terhadap Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa” Di maksud untuk memenuhi salah satu persyaratan dalam menyelesaikan program Sarjana Pendidikan Agama Islam prodi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar.
Selanjutnya penulis menyampaikan Selanjutnya penulis menyampaikan ucapan terimakasih teriring doa kepada seluruh pihak yang telah membantu, mendukung dan memperlancar terselesaikannya laporan skripsi ini, khususnya penyusun sampaikan terimakasih kepada yang terhormat:
1. Kedua orangtua tercinta yaitu Bapak Sabaruddin dan Ibu Hj Nurhaenah yang selalu memberikan cinta dan kasih sayang yang tulus dari kecil hingga sampai pada detik ini yang membimbing,mendidik, mengarahkan dan memotovasi saya dalam menjalani roda kehidupan ini serta dukungan dari seluruh proses study penulis yang penulis sadari tidak akan bisa terbalas dengan hal apapun 2. Prof.Dr. H. Abo Asse , M.Ag Rektor universitas Muhammadiyah Makassar
ix
4. Amirah Mawardi,S.Ag,.M.Si., Dan Nurhidayah S.Pd.I, M.Pd,I Ketua dan Sekertaris prodi Pendidikan Agama Islam yang telah banyak membantu penulis dalam pelayanan akademik serta memberikan pengarahan, petunjuk motivasi dan doa pada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
5. Dr Rusli Malli M,Ag dan Dr Ferdinan S,Pd,I, M.Pd.I selaku Pembimbing 1 dan Pembimbing 2 yang telah membimbing dan memberikan ilmu kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan skripsi.
6. Seluruh dosen serta jajaran civitas akademik Fakultas Agama Islam Universitas muhammadiyah Makassar.
7. Bapak kepala Desa dan masyarakat desa Taeng yang telah menerima dan memberikan kesempatan kepada penulis untuk melaksanakan kegiatan penelitian ini sampai selesai.
8. Lembaga seFakultas Agama Islam, Badan Eksekutif Mahasiswa, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam.
9. Terakhir ucapan terima kasih juga di sampaikan kepada mereka yang tidak penulis sebutkan satu-persatu tetapi telah banyak membantu baik dalam bentuk moril maupun materi dalam penyelesaian skripsi ini. Semoga semua pihak yang telah membantu memperoleh balasan dari Allah SWT, Amin.
x
ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan. Untuk itu dengan kerendahan hati penyusun mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan ini serta demi meningkatkan kualitas dan profesionalitas serta integritas dalam dunia pendidikan. Akhirnya penulis berharap bahwa apa yang telah penyusun curahkan dalam skripsi ini dapat bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Aamiin.
Makassar, 1 Dzulhijjah 1441 H Peneliti
Nurqalbi
xi
HALAMAN JUDUL ...ii
PENGESAHAN SKRIPSI ...iii
BERITA ACARA MUNAQASAH ...iv
PERSETUJUAN PEMBIMBING ...v
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ...vi
ABSTRAK ...vii
KATA PENGANTAR ...viii
DAFTAR ISI ...xi
DAFTAR TABEL ...xiii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar belakang ...1
B. Rumusan masalah ...5
C. Tujuan penelitian ...6
D. Manfaat penelitian ...6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...8
A. Mahasiswa ...8
1. Pengertian Mahasiswa ...8
2. Karakteristik Mahasiswa ...9
3. Peran dan Fungsi Mahasiswa ...13
4. Statuta Universitas Muhammadiyah Makassar ...14
xii
2. Macam-Macam Akhlak ...21
3. Ruang Lingkup Akhlak ...24
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Akhak ...28
BAB III METODE PENELITIAN ...32
A. Jenis Penelitian ...32
B. Lokasi dan Objek Penelitian ...32
C. Fokus Penelitian ...33
D. Deskripsi Fokus Penelitian ...33
E. Sumber Data ...33
F. Instrumen Penelitian...34
G. Teknik Pengumpulan Data ...36
H. Teknik Analisis Data ...36
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...38
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian ...38
1. Sejarah Desa ...38
2. Kondisi Geografis ...39
3. Keadaan Sosial Budaya Desa ...39
4. Sarana dan Prasarana ...41
B. Hasil Penelitian ...46
1. Peran Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam terhadap Pembinaan Akhak ...46
xiii
3. Faktor pendukung dan Faktor Penghambat Pembinaan Akhlak Anak Binaan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten
Gowa ...54 BAB V PENUTUP ...58 A. Kesimpulan ...58 B. Saran ...59 DAFTAR PUSTAKA ...61 RIWAYAT HIDUP ...64 LAMPIRAN ...65
xiv
Tabel 1 Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin ...40
Tabel 2 Sarana dan Prasarana ...40
Tabel 3 Sarana Ibadah ...41
Tabel 4 Sarana Pendidikan ...42
Tabel 5 Sarana kesehatan ...43
Tabel 6 Sarana Bersalin ...44
Tabel 7 Sarana Olag Raga ...44
Tabel 8 Struktur Organisasi ...45
1
A. Latar Belakang
Anak merupakan faktor yang sangat penting dalam pembangunan bangsa, Karena anak adalah generasi penerus perjuangan yang akan menghadapi tantangan masa depan. Karena itu, upaya pembinaan anak harus selalu mendapatkan perhatian yang serius guna menciptakan kader masa depan bangsa yang berpotensi dan memiliki keprinaduan yang baik. Diantara unsur kepribadian yang baik tersebut adalah terbentuknya akhlak islami yang melekat dalam kepribadian anak yang akan menjadi penopang bagi terbentuknya kesehatan fisik dan mental anak.
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk sosial. Ia mempunyai serangkaian kebutuhan yang harus dipenuhi untuk menjamin kelanjutan hidupnya diantaranya kebutuhan tersebut adalah kebutuhan sosial atau disebut dengan the
sosial need. Berbeda dengan kebutuhan lain yang hanya dapat dipenuhi melalui
kerja sama dengan manusia lain. Dengan pengertian lain manusia tidak dapat memuaskan semua kebutuhan hidupnya dalam kesendirian, hal ini merupakan suatu aspek yang mendorong lahirnya berbagai bentuk kerja sama antara sesama manusia.1 Sehubungan dengan hal itu, Allah Swt telah menjelaskan dalam Al-qur’an tentang pentingnya manusia untuk saling kenal mengenal. Sehingga dengan kenal mengenal itu, manusia bisa saling tolong menolong. Allah Swt berfirman dalam surah Al-hujurat/49:13 yang berbunyi :
1
Engkoswara & Aan Komariah, Administrasi Pendidikan Cet. III, Bandung: Alfabeta, 2012 , h. 140.
ٌَِّإ ۚ اىُف َربَعَتِن َمِئبَبَق َو بًبىُعُش ْىُكبَُْهَعَج َو ًَٰثَُْأ َو ٍرَكَر ٍِْي ْىُكبَُْقَهَخ بََِّإ ُسبَُّنا بَهُّيَأ بَي
ََّاللَّ ٌَِّإ ۚ ْىُكبَقْتَأ ِ َّاللَّ َذُِْع ْىُكَي َرْكَأ
يربِبَخ يىبِهَع
Terjemahnya :
“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Seungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal.”2
Pembinaan akhlak harus menjadi pembelajaran pertama bagi anak yang dimulai dari usia dini, yang di sesuaikan dengan kemampuan dan usia mereka tanpa membiasakan menanamkan sikap yang baik bagi pertumbuhan akhlaknya, maka anak-anak akan di besarkan tanpa mengenal akhlak. Olehnya itu akhlak adalah membiasakan kehendak,akhlak bukanlah suatu pelajaran yang di capai hanya dengan membaca saja tapi juga harus di tanamkan sejak kecil dengan cara membiasakan akhlak dengan baik dalam kehidupan sehari-hari3. Pentingnya pembangunan aklak sejak usia dini tentu akan memberikan kontribisu positif positif bagi pembangunan mental anak-anak kedepan ,mereka akan mampu bersikap dewasa serta mampu memiliki prinsip yang kokoh dalam kehidupannya
Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengenal berbagai jenis organisasi yang mempengaruhi semua tingkatan kehidupan kita. Fakta menunjukkan bahwa kebanyakan di antara kita menjalani sebagian besar dari kehidupan kita dalam organisasi-organisasi (atau sedikitnya, kita dipengaruhi oleh berbagai macam
2
Departemen Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahnya, Bandung: CV Penerbit Diponegoro, 2005, h.517
3
Rahmat Djatnika,system Etika Islam (Akhlak Mulia) , Jakarta:Pusat Panjimas,1996, h.46
organisasi). Setiap manusia merupakan anggota dari organisasi yang dinamakan keluarga; menjadi anggota dari organisasi tempat kita bekerja; berpartisipasi aktif sebagai anggota organisasi pendidikan sebagai murid, sebagai mahasiswa; dan merupakan anggota organisasi yang dinamakan masyarakat. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa organisasi- organisasi dibentuk oleh manusia, untuk melaksanakan atau mencapai hal-hal tertentu, yang tidak mungkin dilaksanakan secara individual.4
Organisasi bukanlah suatu tujuan melainkan alat bagi manusia untuk mencapai tujuan. Organisasi berkaitan dengan pengembangan kerangka kerja dimana keseluruhan pekerjaan dibagi kedalam komponen-komponen yang dapat dikeloladengan tujuan untuk memfasilitasi pencapaian tujuan. Oleh karena itu, organisasi adalah struktur atau mekanisme yang memungkinkan benda hidup untuk bekerja bersama.5
Adapun menurut kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI) dalam buku karangan W.S. Winkel & M.M. Sri Hastuti, organisasi adalah kesatuan (susunan, dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang, dan sebagainya) di dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu, atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.6
Sedangkan Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah sebuah organisasi kemahasiswaan yang berada di bawah naungan suatu jurusan pada perguruan
4
J.Winardi, Teori Organisasi dan Pengorganisasian , Jakarta: PT Raja Grafindo, 2003, h. 1.
5
Wukir, Manajemen Sumber Daya Manusia dalam Organisasi Sekolah , Yogyakarta: Melti Presindo, 2013, h. 1.
6
W.S. Winkel & Sri Hastuti, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Yogyakarta:Media Abadi, 2004, h. 793.
tinggi. Jadi organisasi Himpunan Mahasiswa Jurusan adalah perkumpulan mahasiswa yang bertujuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif dan sesuai dengan kurikulum dan peraturan yang berlaku yang berada dibawah naungan suatu jurusan pada perguruan tinggi.
HMJ memiliki peran yang penting dalam setiap fakultas. Dengan adanya organisasi intra kampus maka ide-ide dalam keputusan pengurus HMJ disertai dengan tindakan nyata dalam kampus maupun masyarakat . tidak hiraukan dapat. HMJ juga bisa membantu pimpinan fakultas untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif baik dalam kampus seperti melakukan kajian dan seminar maupun di luar kampus seperti melakukan bakti sosial dan pembinaan terhadap Anak sesuai dengan Program kerja yang dicantumkan oleh pengurus HMJ. Organisasi juga berguna sebagai tempat untuk melatih keterampilan berbicara, mengemukakan pendapat dan menambah wawasan keilmuan yang tentunya sangat berguna untuk mahasiswa
Anak berhak untuk tumbuh kembang secara wajar serta memperoleh perawatan, pelayanan, asuhan, dan perlindungan yang bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraannya. Anak juga berhak atas peluang dan dukungan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri dan kemampuannya.
Anak dilahirkan di dunia dalam kondisi serba kurang lenkap, sebab semua naluri, fungsi jasmaniah, serta rohaniah belum berkembang dengan sempurna.
Oleh karena itu anak mempunyai kemungkinan panjang untuk bebas berkembang.7
Desa Taeng merupakan salah satu desa binaan HMJ PAI Unismuh Makassar yang dimana kondisi anak-anak disana membutuhkan bimbingan Pembinaan akhlak.. kehadiran lembaga HMJ PAI tersebut sangat membantu suatu kelompok di tengah lingkungan masyarakat , terutama kalangan anak-anak yang tiap harinya ikut membantu orangtua dalam mengumpulkan barang bekas atau sering kita sebut sebagai pemulung , sehingga ini menjadi perhatian khusus terhadap pembinaan akhlak Anak di Desa Taeng tersebut .
Penulis tertarik dan termotivasi untuk melakukan penelitian di Desa Binaan HMJ PAI Unismuh Makassar. Maksud penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) terhadap pembinaan Akhlak anak Desa Binaan di Desa taeng.Kecamatan Palangga, kabupaten Gowa
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ) Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa?
7 Kartini Kartono,Psikologi Anak(Psikologi Perkembangan), Bandung: Mandar Maju,
2. Bagaimana Bentuk pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng, Kecamatan Pallanggan Kabupaten Gowa?
3. Faktor apa yang mendukung dan menghambat Pembinaan Akhlak anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa?
C. Tujuan Penelitian
Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui Peran Himpunan Mahasiswa Jurusan ( HMJ) Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.
2. Untuk mengetahui Bentuk Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng, Kecamatan Pallanggan Kabupaten Gowa.
3. Untuk mengetahui Faktor mendukung dan menghambat Pembinaan Akhlak Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Palangga Kabupaten Gowa. D. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat baik sebagai kajian ilmiah maupun sebagai bentuk aplikasi langsung terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam pembinaan akhlak anak. Beberapa pihak diharapkan dapat merasakan manfaatnya baik secara langsung maupun tidak langsung, pihak-pihak teersebut adalah:
1. Bagi peneliti
Penelitian ini sangat bermanfaat bagi peneliti untuk menambah pengalaman, sekaligus dapat menambah wawasan peneliti dalam usaha melatih
diri dalam menyusun hasil pikiran secara sistematis, sekaligus mengaplikasikan ilmu yang diperoleh.
2. Bagi warga desa binaan
Penelitian ini sangat bermanfaat untuk warga desa binaan sebagai acuan untuk membangun akhlakul karimah anak dan juga pribadi muslim yang kaffah dan mengembangkan potensi religius yang dimiliki manusia yang nantinya dapat memanfaatkan generasi berikutnya.
3. Bagi pembaca
Menjadi referensi bagi pembaca terutama untuk setiap pendidik agar mampu memberikan solusi dalam meningkatkan minat siswa untuk melanjutkan pendidikan.
8
TINJAUAN TEORITIS
A. Mahasiswa
1. Pengertian Mahasiswa
Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya karena ikatannya dengan perguruan tinggi. Mahasiswa merupakan calon intelektual atau cendekiawan muda dalam suatu lapisan masyarakat yang seringkali syarat berbagai predikat. Keinginan mahasiswa untuk megenyam pendidikan tinggi adalah untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, keterampilan serta status yang tinggi di masyarakat.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat tentunya semakin menuntut mahasiswa untuk belajar mengembangkan dirinya agar tidak tertinggal jauh. Mahasiswa tidak akan mendapatkan hasil maksismal jika hanya mengandalkan ilmu yang didapat dibangku kuliah saja, karena sebagian besar dari materi yang didapat dari perkuliahan hanyalah dalam bentuk teori. Oleh karena itu diharapkan mahasiswa juga aktif diberbagai kegiatan posistif baik di dalam maupun diluar kampus misalnya mengikuti organisasi mahasiswa dalam kampus maupun diluar kampus.
Mahasiswa adalah seseorang yang sedang menimba ilmu ataupun belajar dan terdaftar sedang menjalani pendidikan pada salah satu perguruan tinggi yang terdiri dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institute, dan universitas 8
8
http:www.gunadharma.ac.id/library/articles/graduate/psychology/2009/Artikel_1050420 8.pdf. Diakses tanggal 31 Desember 2019
Menurut Siswoyo mahasiswa dapat didefinisikan individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi. Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektialitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan perencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat pada diri setiap manusia yang merupakan prinsip yang saling melengkapi. 9
Menurut Sarwono, Mahasiswa adalah setiap orang yang terdaftar untuk mengikuti pelajaran di sebuah perguruan tinggi dengan batasan umur sekitar 18 sampai 30 tahun. Mahasiswa merupakan suatu kelompok dalam masyarakat yang memperoleh statusnya, dengan adanya ikatan dengan suatu perguruan tinggi.10
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa generasi muda yang menuntut ilmu diperguruan tinggi yang mempunyai identitas. Identitas mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.
2. Karakteristik Perkembangan Mahasiswa
Seperti halnya transisi dari sekolah dasar menuju sekolah menengah pertama yang melibatkan perubahan, begitu puka masa transisi dari sekolah menengah atas menuju universitas. Dalam banyak hal terdapat perubahan yang sama dalam dua transisi itu. Transisi ini melinatkan gerakan menuju satu struktur
9
D Siswoyo,Ilmu Pendidikan , Yogyakarta: UNY Press, 2007, h. 121
10
Sarwono Prawirohardjo. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonata, Jakarta: PT Bina PustakaSarwono Prawirihardjo, 2010 , h.15
sekolah yang lebh besar dan tidak bersifat pribadi, seperti interaksi dengan kelompok sebaya dari daerah yang lebih beragam dan peningkatan perhatian pada interaksi dan penilaiannya.11
Perguruan tinggi dapat menjadi masa penemuan intelektual dan pertumbuhan kepribadian. Mahasiswa berubah saat merespon terhadap kurikulum yang menawarkan wawasan dan cara berpikir baru seperti: terhadap mahasiswa lain yang berbeda dalam soal pandangan dan nilai, terhadap kultur mahasiswa yang berbeda dengan kultur pada umumnya, dan terhadap anggota fakultas yang memberikan model baru. Pilihan perguruan tinggi dapat mewakili pengejaran terhadap hasrat yang menggebu atau awal dari karir masa depan.12
Ciri-ciri perkembangan remaja atau remaja akhir (usia 18 sampai 21 tahun) dapat dilihat dari tugas-tugas perkembangannya yaitu:
a. Menerima keadaan fisiknya; perubahan fisiologis dan organis yang sedemikian hebat pada tahun-tahun sebelumnya, pada masa remaja akhir sudah lebih tenang. Struktur dan penampilan fisik sudah menetap dan harus diterima sebagaimana adanya. Kekecewaan karena kondisi fisik tertentu tidak lagi mengganggu dan sedikit demi sedikit mulai menerima keadaanya.
b. Memperoleh kebebasan emosional; masa remaja akhir sedang pada masa proses melepaskan diri dari ketergantungan secara emosional dari orang yang dekat dalam hidupnya(orangtua). Kehidupan emosi yang sebelumnya hanya dengan fungsi-fungsi lain sehingga lebih dan lebih terkendali. Dia mampu
11
J. W. Santrock ,life span Development:Perkembangan Masa Hidup, Cet V, Jakarta: Penerbit Erlangga, 2002, h. 74
12
Diane .E Papalia Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman, Human Development: Perkembangan Manusia, Jakarta: Renada Media Group, 2008 , h.672
mengungkapkan pendapat dan perasaannya dengan sikap yang sesuai dengan lingkungan dan kebebasan emosionalnya.13
c. Mampu bergaul; dia mulai mengembangkan kemampuan mengadakan hubungan sosial baik dengan teman sebaya maupun orang lain yang berada ditingkat kematangan sosialnya. Ia mampu menyesuaikan dan memperlihatkan kemampuan bersosialisasi dalam tingkat kematingan sesuai dengan norma sosial yang ada.
d. Menemukan model untuk identifikasi; dalam proses kearah kematangan pribadi, tokoh identifikasi sering kali menjadi faktor penting, tanpa tokoh identifikasi timbul kekaburan akan model yang ditiru dan memberikan pengaruh bagaimana bertingkah laku dan bersikap sebaik-baiknya
e. Mengetahui dan menerima kemampua sendiri; pengertian dan penelitian yang objektif mengenai keadaan diri sendiri mulai terpupuk. Kekurangan dan kegagalan yang bersumber pada keadaan kemampuan tidak lagi menganggu berfungsinya kepribadian dan menghambat prestasi yang ingin dicapai.
f. Memperkuat penguasaan diri atas dasar skala nilai dan norma, nilai pribadi yang tadinya menjadi norma dalam melakukan sesuatu tindakan bergeser kearah penyesuaian terhadap norma diluar dirinya. Baik yang berhubungan dengan nilai sosial ataupun nilai moral. Nilai pribadi adakalanya harus disesuaikan dengan nilai-nilai umum(positif) yang berlaku dilingkungannya14 g. Meninggalkan reaksi dan cara penyesuaian kanak-kanakan, dunia remaja mulai
ditinggalkan dan dihadapannya terbentang dunia dewasa yang akan dimasuki.
13
Gunarsa , Y,S. D, Gunarsa S. D,Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2001, h. 129
14
Ketergantungan secara psikis mulai ditinggal dan ia mampu mengurus dan menentukan sendiri. Dapat dikatakan masa ini ialah masa persiapan ke arah tahapan pekembangan berikutnya yakni masa dewasa muda15
Apabila telah selesaimasa remaja ini, maka selanjutnya ialah jenjang kedewasaan sebagai fase perkembangan seseorang yang telah memiliki corak dan bentuk kepribadian tersendiri. Ciri-ciri kedewasaan seseorang antara lain:
1) Dapat berdiri sendiri dalam kehidupannya. Ia tidak selalu meminta pertolongan orang lain dan jika ada bantuan orang lain tetap ada pada tanggung jawabnya dan menyelesaikan tugas-tugas hidup.
2) Dapat bertanggung jawab dalam arti sebenarnya terutama moral
3) Memiliki sifat-sifat yang konstruktif terhadap masyarakat dimana ia berada16
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa karakteristik mahasiswa ialah pada penampilan fisik tidak lagi mengganggu aktifitas dikampus, mulai memiliki intelektulitas yang tinggi dan kecerdasan berpikir yang matang untuk masa depannya, memiliki kebebasan emosional untuk memiliki pergaulan dan menentukan kepribadiannya. Mahasiswa juga meningkatkan prestasi di kampus, memiliki tanggung jawab dan kemandirian dalam menyelsaikan tugas akademik maupun organisasi, serta memikirkan nilai dan norma-norma dilingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat dimanapun ia berada.
15
Ibid, h. 131.
16
M.Sholeh dan A.Ahmadi, Psikologi Perkembangan, Jakarta: PT Rineka Cipta, 1991, h .90
3. Peran dan Fungsi Mahasiswa
Masa depan suatu bangsa ditentukan oleh generasi muda yang salah satunya adalah mahasiswa. Oleh karena itu, seorang mahasiswa harus sadar akan tugas yang diembannya dan peranannya yang begitu penting bagi bangsa. Hal ini dikarenakan yang menjadi tugas mahasiswa sebenarnya adalah sebagai Agen Of
Change, Sisoal Control, Moral Force, dan Iron Stock.17 Peran dan fungsi
mahasiswa yaitu:
a. Agen Of Change, yaitu sebagai agen perubahan. Seorang mahasiswa diharapkan mampu membuat perubahan suatu negara kearah yang positif. Banyak cara untuk menjelaskan peran ini, yaitu misalnya dengan rajin mengikuti kegiatan penelitian sehingga dapat menemukan suatu alat atau metode yang baru, lalu dengan menjadi mahasiswa yaitu kritis terhadap perkembangan global saat ini serta bagaimana cara menyikapinya.
b. Sisoal Control,yaitu sebagai control atau barometer kehidupan sosial di dalam suatu masyarakat. Mahasiswa dapat mengendalikan keadaan sosial yang ada di lingkungan masyarakat , yaitu seperti mendemo kebijakan-kebijakan pemerintah yang di anggap tidak sesuai
c. Moral Force yaitu sebagai pembentuk moral dalam suatu lingkungan di dalam suatu masyarakat. Mahasiswa dapat menjadi pembentuk moral masyarakat, misalnya dengan membiasakan membuang sampah dengan mendaur ulang sampah dengan cara memberikan penyuluhan atau kegiatan-kegiatan sosial
17
lainnya. Seorang mahasiswa dapat menjadi teladan moral yang baik bagi masyarakat
d. Iron Stock adalah seorang mahasiswa diharapkan mampu menjadi pengganti orang-orang yang memimpin dalam suatu negara. Mahasiswa sebagai generasi penerus dan pejuang suatu bagsa di harapkan mempunyai mental baja, yaitu mental yang tidak mudah menyerah.18
Beradasarkan uraian di atas dapat di simpulkan bahwa peran dan tugas mahasiswa bagi masyarakat bukan hanya duduk dan mendengarkan diskusi dan mendengarkan dosen yang berbicara akan tetapi mahasiswa mempunyai berbagai perannya dalam melaksanakan perubahan untuk bangsa. Peran dan tugas tersebut adalah sebagai generasi penerus yang melanjutkan dan menyampaikan nilai-nilai kebaiakn dan juga sebagai generasi pembaharu yang memperbaiki dan memperbaharui kerusakan dan penyimpangan negatif yang ada.
4. Statuta Universitas Muhammadiyah Makassar
Perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan dengan tugas menyelenggarakan Tri Dharma perguruan tinggi yang meliputi penyelenggaraan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam Perguruan Tinggi Muhammadiyah di kenal dengan Catur Darma yaitu meliputi Pembinaan, Pengabdian Masyarakat dan pengembangan al islam Kemuhammadiyaan. Statuta Universitas sebagai pedoman dasar penyelenggaraan kegiatan yang dipakai sebagai acuan untuk merencanakan, mengembangkan program dan menyelenggaran fungsional memuat dasar yang dipakai sebagai rujukan
18
pengembangan peraturan umum, peraturan akademik dan prosedur operasional yang berlaku di perguruan tinggi. Adapun statuta Universitas Muhammadiyah Makassar yang menjadi acuan mahasiswa dan berorganisasi pada yaitu:
Bab XI Mahasiswa dan Alumni. Bagian pertama mahasiswa pasal 75 berbunyi:
a. Mahasiswa adalah peserta didik yang terdaftar pada tahun akademik berjalan dan mengikuti pendidikan di Unismuh Makassar
b. Prosedur, mekanisme, dan syarat menjadi mahasiswa ditetapkan dengan surat keputusan rector
c. Warga negara asing dapat menjadi mahasiswa setelah memenuhi persyaratan dan prosedur yang telah ditetapkan pemerintah dan Persyarikatan Muhammadiyah.
Pasal 76 berbunyi: Hak, kewajiban, penghargaan dan sanksi mahasiswa diatur dalam peraturan tersendiri.19
Bagian kedua tentang organisasi kemahasiswaan, pada tingkat Himpunan Mahasiswa Jurusan yang juga diatur dalam Statuta Universitas Muhammadiyah Makassar terdapat dipasal 79 dan 80 yang berbunyi :
a. Organisasi kemahasiswaan tingkat program studi adalah Himpunan Mahasiswa Program studi yang penamaannya disesuaikan dnegan program study masing-masing
b. Kegiatan kemahasiswaan tingkat program studi ditekankan paa pengembangan profesi keilmuan serta diselenggarakan oleh lembaga kemahasiswaan yang resmi
c. Kepengurusan organisasi kemahasiswaan tingkat program study disahkan dan dilantik oleh ketua program studi
d. Ketua program studi atas persetujuan dekan dapat membekukan organisasi kemahasiswaan tingkat program studi yang dianggap tidak sesuai dengan visi, misi, dan tujuan Unismuh Makassar dan/atau melakukan aktivitas yang bertentangan dengan visi, misi, dan tujuan Unismuh Makassar.
Pasal 80 terkait. Struktur, mekanisme, dan tata kerja organisasi kemahasiswaan secara rinci diatur dalam peraturan sendiri.20
Himpunan Mahasiswa jurusan secara praksis memiliki tujuan untuk membantu mengembangkan minat dan bakat mahasiswa jurusan diluar jam perkuliahan tanpa meninggalkan statusnya sebagai mahasiswa baik dari segi keagamaan maupun pendidikan. Organisasi khususnya Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam di setiap periode memiliki kretivitas dan inovasi masing-masing fungsionaris dalam menjalankan tugasnya.oleh karena itu disusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga(ADART)yang dipegang dengan penuh tanggungjawab dan komitmen. Dan telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar pada Bab II pasal 7,8 dan 9 tentang Sifat, Fungsi Dan Tujuan Himpunan berbunyi:
Pasal 7 tentang Sifat, lembaga intra kehasiswaan tersebut bersifat independent, demokratis, kekeluargaan dan menjunjung tinggi moralitas didalam melaksanakan tugas, fungsi, wewenang dan tanggung jawab
20
Pasal 8 tentang Fungsi, eksistensi lembaga kemahasiswaan Unismuh Makassar berfungsi sebagai wahana aktialisasi, pengembangan potensi dan proses pendewasaan diri sebagai komunitas ilmiah dan islamiah yang berwawasan luas, cakap, kritis , inovatif, kraetif dan sportif
Pasal 9 tentang Tujuan, eksistensi lembaga Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama islam Unismuh Makassar bertujuan:
a. Meningkatkan potensi kemahasiswaan yang professional, kompetitif, dan berjiwa keagamaan demi kepentingan ummat, bangssa dan persyarikatan Muhammadiyah
b. Pengembangan dan penyebar luasan ajaran islam, keterampilan ilmu pengetahuan dan teknologi demi untuk kemaslahatan bersama sesuai dengan tujuan Muhammadiyah.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa mahasiswa bukan hanya memiliki tugas pada akademik saja tetapi juga pada organisasi, sebab mahasiswa melalui organisasi di kampus baik itu tingkat jurusan , fakultas dan unit kegiatan mahasiswa, maupun organisasi eksternal kampus, mahasiswa tidak melihat perjuangan dan memperjuangkan perubahan sosial hanya sebatas dunia kampus saja, tetapi mahasiswa juga membantu memberikan pendidikan kepada masyarakat, baik itu melalui forum diskusi maupun melalui mimbar bebas di alun-alun desa atau kota. Sehingga ada hubungan yang dikatakan mesra antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjalankan amanah peran mahasiswa harus memiliki nilai-nilai yang menjadikan mahasiswa tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
B. Pembinaan Akhlak 1. Pengertian Akhlak
Akhlak sangatlah penting bagi manusia. Akhlak tidak hanya dirasakan dalam perseorangan tetapi juga dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat, bahkan juga dirasakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Akhlak sebagai musktika hidup yang membedakan antara manusia dan hewan.
Akhlak merupakan tem yang berasal dari bahasa Arab (khalaqa) yang mengandung arti perangai atau tabiat/watak tem ini di sinonimkan dengan budi pekerti, kesusilaan, sopan santun21. Selain Bahasa Arab terdapat juga dalam bahasa asing yang searti seperti dengan ,ethic(Inggris), ethos-etika (Yunani) dan sebagianya. Akhlak dalam bahasa Indonesia di pakai perkataan moral dan etika definisi akhlak seperti yang di kemukakan oleh Imam Al-Gazali ,Adalah
ُهُخْنبَف
ٍْ ِي ٍرْسُي َو ٍتَن ْىُهُسِب ُلبَعْفَ ْلْا ُرُذْصَت بَهَُْع يتَخسا َر ِسْفَُّنا يِف تَئْبَه ٍَْع ية َربَبع ُق
ٍتَي ْؤ ِر َو ٍرْكِف ًَنإ ٍتَجبَح ِرْبَغ
Artinya:
“Akhlak adalah suatu sikap yang tertanam dalam jiwa yang daripadanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan pikiran terlebih dahulu 22
Berdasarkan pengertian di atas, maka di pahami bahwa akhlak bukanlah sikap, perbuatan atau ucapan yang tampak pada diri seseorang, ia melainkan sikap, keinginan atau kondisi jiwanya yang teguh dan mantap, tidak canggung dan tidak ragu dan juga tidak mudah berubah. Sikap, keinginan dan kondisi jiwa yang
21
Abu Husayn Ahmad Ibn Faris bin Zakariyah, Juz 1:h.229
22
mantap itu merupakan sumber perbuatan yang bersumber atau didorong sikap jiwa yang terdorong secara spontan, tidak memerlukan proses pemikiran atau pertimbangan yang memakan waktu
Menurut bahasa (etimologi) perkataan akhlak adalah bentuk jamak dari
khuluq (khuluqun) yang berarti budi pekerti, perangai,tingkah laku,atau tab’iat,.
Akhalak ini disamakan dengan kesusilaan dan sopan santun23
Uraian tersenut dapat dipahami bahwa kata akhlak berasal dari bahasa Arab yang berarti perangai, adat,tabiat atau system pelaku yang dibuat oleh manusia . Akhlak yang di pakai bisa baik atau buruk tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebagai landasannya, meskipun secara sosiologis masyarakat Indonesia memaknai kata akhlak sudak mengandung konotasi baik sehingga orang yang berakhlak berarti orang yang berakhlak baik
Dengan demikian, Akhlakatau khulq(budi pekerti) ialah suatu kondisi atau sifat yang telah meresap dalam jiwa yang menjadi kepribadian hingga dari situlah muncul berbagai perbuatan dengan secara spontan dan mudah tanpa inuta-buat dan tanpa memerlukan pemikiran
Aktualisasi akhlak bukan hanya berkaitan dengan hubungan manusia dengan Tuhan manusia dengan manusia, akan tetapi mencakup pula hubungan manusia dengan alam semesta. Baik dalam bentuk kerja sama, gotong royong, saling membantu dan sebagainya. Dalam hubungan syari’an islam, akhlak sangant di tekanka sehingga ajaran islam sangat ditekankan pendidikan akhlak bagi anak sejak dari masa kecilnya hingga ia dewasa
23
M. Yatimin Abdullah,study Akhlak dalam perspektif Al-Qur’an, Jakarta: Amzah , 2007, hal.2`
Said Agil Husin Al Munawar berpendapat bahwa:dilihat dari segi bentuk perbuatan manusia, akhlak dapat di bagi kepada dua bagian. Pertama,akhlak yang terpuji seperti berlaku jujur,amanah,ikhlas,sabar,tawakkal,bersyukur memelihara diri dari dosa, berbaik sangka suka menolong,pemaaf dan sebagainya.kedua, akhlak yang tercela seperti meningkari janji, menipu, pemarah,khianat, berbuat maksiat,dan sebagainya perbuatan tercela harus dijauhi sedangkan perbuatan-perbuatan terpuji harus diamalkan. Karena itu perkataan akhlak sebenarnya lebih cenderung kepada arti perbuatan-perbuatan yang baik dan terpuji24
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy mendefinisikan akhlak yaitu perangai yang tercermin pada tutur kata, tingkah laku dan sikap Akhlak yang baik dan membuahkan amal yang baik. Sebaliknya akhlak yang buruk akan menghasilkan pekerjaan yang buruk pula 25
Abuddin Nata mengadopsi pendapat Ibn Maskawaih, bahwa “Akhlak adalah suatu perbuatan yang lahir dengan mudah dari jiwa yang tulus, tanpa memerlukan pertimbangan dan pemikiran lagi”26
Berdasarkan pada beberapa pendapat tersebut, dipahami bahwa pada dasarnya akhlak itu merupakan institusi berada di hati tempat munculnya perbuatan-perbuatan benar atau salah. Institusi tersebut siap menerima pengaruh pembinaan yang baik atau pembinaan buruk. Karena itu, ada akhlak baik atau mulia dan ada akhlak buruk atau tercela. Dalam konteks kehidupan bermasyarakat
24
Said Agil Husin Al Munawar. Aktualisasi Nilai-nilai Qur’ani dalan system pendidikan islam, Cet,II, Jakarta: Ciputat Press, 2005, h. 28-29
25
Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy Al Islam I, Ed.II, Semarang: Pustaka Rizki Putra, 1998, h, 63
26
Abuddin Nata, Manajemen pendidikan mengatasi kelemahan kelemahan pendidikan islam di Indonesia, Cet. IV, Jakarta: Kencana ,2010, h. 203
akhlak baik atau mulia misalnya sopan, santun, sabar, menghormati dan menghargai sesama , sedngkan akhlak tercela misalnya dusta, bolos, nakal,. Dalam kehidupan sehari-hari kata ahlak sering di tafsirkan dalam akhlak yang baik. Artinya kata akhlak sudah mengandung pengertian perbuatan yang baik, sehingga melakukan perbuatan yang tidak baik di anggap menyimpang.
2. Macam-Macam Akhlak
Hati nurani manusia selalu mendabakan dan merindukan kebenaran, ingin mengikuti perintah-perintah Allah dan menauladani Rasululllah. Namun Fitrah manusia tidak selalu terjamin dapat berfungsi dengan baik karena pengaruh dari luar maupun dari dalam sehingga manusia sulit membedakan antara akhlak terpuji dan akhlak tercela
Pada dasarnya akhlak dibagi menjad dua yaitu akhlak terpuji ( akhlak Mahmudah) dan akhlak tercela (akhlak Mazmumah)
a. Akhlak terpuji ( Akhlak Mahmudah)
Akhlak mahmudah dalam bahasa arab di sebut “khair” akhlak terpuji di sebut pula akhlakul karimah( akhlak mulia), menurut Iman Al Gazali. Akhlak terpuji merupakan sumber kekuatan dan kedekatan kepada Allah Swt, sehingga mempelajari dan mengamalkan merupakan keharusan setiap muslim 27
Akhlak mahmudah memiliki hubungan yang erat dengan iman dan taqwa. Akhlak mahmudah itu seperti yang wujud dalam Al-Qur’an 28. Seperti misalnya memiliki sopan santun dalam bersikap atau bertutur kata, bekata jujur meski menyakitkan, menghormati orang lain, dan masih banyak lagi.
27
Rosihon Anwar,Akhlak tasawuf , Jakarta :pustaka seti, 2010, h. 12
28
Muhamman Abdurrahman. Akhlak :Menjadi Seorang Muslim Berakhlak mulia, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2016, h. 35
Al-Gazali telah meletakkan tiga prinsip utama akhlak yang menyebabkan manusia melahirkan akhlah terpuji ( mahmudah);
1) Hikmah ( kebijaksanaan) jika seseorang memiliki hikmah maka dengan sendirinya melahirkan sikap baik, cerdas, cerdik, dan selalu khusnudzon( berprasangka baik)
2) Adil. segala sesuatu dilakukan dengan segala pertimbangan jiwa, meminemalisir keterlibatan nafsu dan perasaan marah dalam setiap aktifitas 3) Syaja’ah ( keberanian) . keberanian melawan nafsu dan amarah, berani melakukan perlawanan terhadap maksiat dengan jalan bermujahadah, menanggung penderitaan lewat kesabaran dan berlemah lembut terhadap manusia29
Banyak contoh akhlak terpuji terhadap apa yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti
a) Husnudzon , anggapan dan prasangka yang baik kepada orang lain. Apabila setiap orang telah biasa menerapkan sikap husnudzon dalam kesehariannya, maka akan tercipta suatu masyaraka yang damai, rukun, dan saling menjaga karena telah menghilangka prasangka buruk dalam dirinya
b) Thawadduh adalah seseorang yang senang tiasa merendahkan diri dan hatinya dihadapan Allah Swt, sikap ini akan menimbulkan rendah hati kepada sesama manusia.
29
c) Tasamuh, adalah sikap saling menghargai, memahami dan bertenggang rasa terhadap orang lain30
b. Akhlak Tercela ( akhlak Mazmumah )
Akhlak mazmumah adalah akhlak yang jahat dan perbuatan yang keji tanpa mengenal halal dan haram , serta tidak berperi kemanusiaan, menjauhkan mereka dengan Allah dan sebaliknya mendekatkan mereka dengan neraka atau perbuatan yang dapat mencelakakan diri ataupun orang lain. Misalnya berkhianat, bedusta, berbohong, suka marah , suka membunuh dan masih banyak lagi31
Hal-hal yang menyebabkan manusia terjerumus kepada akhlak mazmumah adalah karena memebiarkan nafsu menguasai diri, membiarkan amarah terjadi , hati tidak bergantung pada Allah Swt, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah mengatakan bahwa sumber-sumber kemaksiatan dan keburukan akhlak karena dua hal :
1) Tertambatnya hati manusia kepada selain Allah
2) Kepatuhan kepada rasa marah tidak terkontrol Karena syirik , kezaliman dan kemaksiatan 32
Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa akhlak adalah salah satu bagian dari unsur jiwa manusia yang berfungsi ntuk mengarahkan manusia tersebut kedalam bertindak dan bersikap terhadap sesama. Akhlak yang mencakup semua aspek kehidupan manusia sesuai kedudukannya sebagai makhluk individu, makhluk sosial,makhluk penghuni dan makhluk yang memperoleh kehidupannya dari alam semesta serta sebagai makhluk ciptaan Allah
30
Abudidin Nata , Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia , Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014, h.5
31
Ibid , h. 48.
32
3. Ruang Lingkup Akhlak
Akhlak merupakan hal yang sangat penting dalam islam. Seseorang dapat dikatakan berakhlak ketika menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan. Jika aktifitas itu dilakukan berulang-ulang dengan kesadaran hati maka akan menghasilkan hidup yang baik. Akhlak merupakan perpaduan antara hati,pikiran,persaan, kebiasaan yang membentuk satu kesatuan tindakan dalam kehidupan.
Ruang lingkup akhlak sama dengan ruang lingkup ajaran islami khususnya yang berrkaitan dengan pola hubungan pembinaan akhlak diniah (agama/islam) mencakup berbagai aspek, seperti :
a. Akhlak kepada Allah
Akhlak kepada Allah dapat diartikan sebagai sikap atau perbuatan yang seharusnya dilakukakan oleh manusia sebagai makhluk, kepada Tuhan sebagai Khalik.. sikap atau perbuatan tersebut memiliki cirri-ciri perbuatan yang akhlaki.33Hal yang menjadi pangkal atau titik tolak akhlak kepada Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa “laa ilaaha illallaah” tiada Tuhan selain Allah. Allah adalah Tuhan yang bersihdari segala sifat kekurangan. Dialah maha sempurna.sebagaimana dalam Al-Qur’an surah Al-Isra ayat 70
ُهَُْٰهَّضَف َو ِتَٰبِّبَّطنٱ ٍَِّي ىُهَُْٰق َز َر َو ِرْحَبْنٱ َو ِّرَبْنٱ ًِف ْىُهَُْٰهًََح َو َوَداَء ًَُِٓب بَُْي َّرَك ْذَقَن َو
ْى
ًٍَِّّْي ٍربِثَك ًَٰهَع
ًلب ِضْفَت بَُْقَهَخ
Terjemahnya :
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan
33
yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami
ciptakan. 34
Dialah Allah Swt adalah pencipta dan pemelihara alam ini. Hal tersebut perlu kita yakini dalam hati, Dialah yang memebrikan rahmat dan menurunkan azhab kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Kepada-Nya manusia berhutang budi yang besar karena berkat rahmat dan rahimnya. Dialah yang telah menganugerahkan rahmat yang dibutuhkan oleh manusia yang tak mampu di jumlahkan, maka wajiblah manusia mematuhi_Nya dan bersyukur atas apa yang telah diberikan-Nya.
b. Akhlak kepada Diri Sendiri
Keberadaan manusia ini berbeda bila dibandingkan dengan makhluk lain, totalitas dan integritasnya selalu ingin merasakan selamat dan mendapat kebahagiaan yang lebih besar.
Setiap manusia memiliki kewajiban moral terhadap dirinya sendiri, jika kewajiban tersebut tidak di penuhi maka akan mendapat kerugian dan kesulitan. Dengan demikian kewajiban manusia kepada dirinya sendiri menurut Hamzah Ya’kub di kutip oleh heri gunawan adalah sebagai berikut:
1). Memelihara kesucian diri baik jasmani maupun rohani
2). Memelihara kerapian diri disampingsebersihan jasmani dan rohani perlu diperhatikan faktor kerapian sebagai manifestasi adanya disiplin dan keharmonisan pribadi.
34 Departemen Agama RI, Al-Quran Dan Terjemahnya, Bandung: CV Penerbit
3). Berlaku tenang (tidak terburu-buru), ketenangan dalam sikap termasuk ke dalam rangkaian akhlakul karimah
4). Menambah pengetahuan. Hidup ini penh dengan pergaulan dan kesulitan. Untuk mengatasi kesulitan hidup dengan baik diperlukan ilmu pengetahuan. Adalah kewajiban manusia menuntut ilmu pengetahuan sebagai bekal untuk memperbaiki kehidupannya di dunia ini dan untuk beramal sebagai persiapan kealam baka.
5). Membina disiplin pribadi , salah stu kewajiban erhadap diri sendiri telah menempa diri sendiri, melatih diri sendiri untuk membina disiplin pribadi. Disiplin pribadi dibutuhkan sebagai sifat dan sikap yang terpuji (fadilah)yang menyertai kesabaran, ketekunan, kerajinan dan kesetiaan35
Berdasarkan uraian di atas bahwa kewajiban terhadap diri sendiri baik jasmani maupun rohani harus ditunaikan agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat, karena itulah maka setiap pribadi berkewajiban membina diri melalui latihan “ mawas diri” dan pengadilan diri
c. Akhlak kepada sesama manusia
Banyak sekali rincian yang dikemukakan Al-Qur’an berkaitan dengan perlakuan terhadap sesama manusia. Petunjuk mengenai hal ini bukan hanya dalam bentuk larangan melakukan hal-hal negatif seperti membunuh,menyakiti badan,atau mengambil harta tanpa alas an yang benar, melainkan juga sampai kepada menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya, tidak peduli aib itu benar atau salah, walaupun sambil memberikan materi kepada
35
yang disakiti hatinya itu. Allah Swt berfirman dalam surah Al baqarah/2:263 berbunyi:
ىبِهَح ٌّيَُِغ ُ َّاللَّ َو ۗ يًرَأ بَهُعَبْتَي ٍتَقَذَص ٍِْي يرْبَخ ية َرِفْغَي َو يفو ُرْعَي يل ْىَق
Terjemahannya :
“Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan. Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun 36
M. Quraish Shihab telah menguraikan beberapa hal yang menyangkut tentang akhlak terhadap sesama manusia.
1). Melarang melakukan hal-hal negatif, baik itu bentuknya membunuh, menyakiti badan atau mengambil harta tanpa alas an yang benar maupun menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang dibelakangnya tidak peduli aib itu benar atau salah.
2). Menempatkan kedudukan secara wajar. Hal ini dimisalkan Nabi Muhammad Saw, dinyatakan sebagai manusia seperti manusia yang lain, namun dinyatakan pula bahwa beliau adalah Rasul yang memperoleh wahyu dari Allah Swt, atas dasar itulah beliau berhak memperoleh kehormatan melebihi manusia lain. 3). Berkata yang baik dengan sesama manusia. Berkata baik kepada sesama
manusia artinya pembicaraan kata disesuaikan dengan keadaan dankedudukan mitra bicara serta harus berisi perkataan yang benar.
4). Pemaaf. Sifat ini hendaknya disertai dengan kesabaran bahwa yang memaafkan berpotensi pula memiliki kesalahan.37
36 Abuddin Nata , Op.cit,. h. 128
37
Berdasarkan uraian di atas bahwa kewajiban terhadap sesame manusia iu tidak boleh membunuh, menyakiti badan atau mengambil harta tanpa alas an yang benar maupun menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib seseorang di belakangnya. inan ini
d. Akhlak kepada lingkungan
Maksud dengan lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia baik binatang, tumbuh-tumbuhan, dan benda tak bernyawa yang semuanya yang memiliki ketergantungan kepadanya, kelak menghantarkan kepada sesama muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah makhluk Tuhan yang harus di perlakukan secara wajar dan baik.
Pada dasarnya akhlak yang diajarkan Al-Qur’an terhdap lingkungan menurut Quraish Shihab bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah menurut adanya interaksi antara manusia dan sesamanya dan manusia terhdap alam. Kekhalifahan mengandung arti pengeyoman,pemeliharaan , serta membimbing agar makhluk mencapai tujuan penciptaannya 38
Manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan, dan semua proses yang terjadi. Yang demikian menghantarkan manusia bertanggung jawab, sehingga iya tidak melakukan perusakan,bahkan dengan kata lain,setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri. 39 Binatang, tumbuh-tumbuhan dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan Allah Swt, serta semuanya memiliki ketergantungan kepadaNya.
38
Ibid, h. 12
39
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Akhlak
Islam adalah agama yang sangat mementingkan akhlak dari pada masalah lain karena Misi nabi Muhammad di utus untuk menyempurnakan akhlak. Hal itu dapat kita lihat pada zaman jahiliah kondisi akhlak yang sangat semrawut tidak karuan karena melakukan hal-hal yang menyimpang, haltersebut mereka lakukan dengan biasa bahkan kebiasaan itu di teruskan oleh generasi mereka
Keutamaan akhlak dan perilaku merupkan salah satu buah dari keimanan yang meresap kedalam kehidupan beragam Akhlak sebagai kualitas dan tingkah laku, ucapan dan sikap seseorang yang mempunyai nilai tinggi ataupun rendah, yang di lakukan secara lahir ataupun batin40. Namun tidak semua orang memiliki akhlak yang baik, hal ini disebabkan ada beberapa faktor yang dapat membentuk atau mempengaruhi akhlak, yakni :
a. Pembawaan Naluriah ( Gharizah atau insting)
Sebagai makhluk biologis ada faktor bawaan sejak lahir yang menjadi pendorong perbuatan setiap manusia yang disebut naluriatau tabiat. Plato menyatakan bahwa tabiat ( bawaan) baik dengan bawaan buruk dalam diri manusia sangat berdekatan. Karena itu sering muncul perbuatan baiknya dan perbuatan buruknya. Sedangkan Menurut J.J. Rousseau dari Perancis mengatakan mengatakan sesungguhnya anak yang baru lahir memiliki pembawaan baik, lalu sifat burukmya muncul karena pengaruh dari lingkungannya (pergaulannya)41Naluri tidak pernah berubah sejak manusia itu lahir tetapi pengaruh negatifnya yang tidak dapat dikendalikan oleh faktor
40
M. Ali Hasan,Aqidah Akhlak , Semarang : Toha Putra ,1996, h. 18
41
Afriantoni,Prinsip-Prinsip Pendidikan Akhlak Generasi Muda , Yogyakarta: CV. Budi Utama, 2019, h..39
pendidikan dan latihan. Karena naluri itu sangat terkait dengan nafsu ( amarah dan Muthmainna) yang sering membawa manusia kepada kehancuran moral.42 b. Sifat-sifat Keturunan
Mansur Ali Rajab mengatakan bahwa sifat-sifat keturunan adalah sifat-sifat (bawaan) tang diwariskan oleh orangtua kepada keturunannya43
c. Lingkungan dan adat istiadat
Lingkungan akhlak manusia sangat ditentukan oleh lingkungan alam dan lingkungan sosial (adat kebiasaan) yang dalam pendidikan disebut dengan faktor empiris (pengalaman hidup). Pertumbuhan dan perkembangan manusia, ditentukan juga oleh faktor dari luar dirinya, Yaitu faktor pengalaman yang disengaja (pendidikan dan pelatihan) dan yang tidak disengaja, termasuk lingkungan alam (al-biah) dan lingkungan sosial (al- adab).44
d. Agama
Agama bukan saja kepercayaan yang harus dimiliki oleh setiap manusia, tetapi ia harus berfungsi dalam dirinya untuk menuntut segala aspek kehidupan. Misalnya berfumgsi sebagai system kepercayaan, system ibadah dan system kemasyarakatan yang terkait dengan akhlak45
Menurut Teori Fakulty (Faculty Theory) bahwa tingkah laku manusia itu tidak bersumber pada suatu factor yang tunggal tetapi terdiri atas beberapa unsur, antara lain: 42 Ibid, h. 40 43 Ibid, h. 40 44 Ibid, h. 41 45 Ibid, h. 42
1) Cipta (Reason) berperan untuk menentukan benar atau tidaknya ajaran suatu agama berdasarkan pertimbangan intelek seseorang.
2) Rasa (Emotion) menimbulkan sikap batin yang seimbang dan positif dalam menghayati kebenaran ajaran agama.
3) Karsa (will) menimbulkan amalan-amalan atau praktek keagamaan yang benar dan logis 46
Baik buruknya akhlak seseorang menjadi salah satu syarat sempurna atau tidaknya keimanan seseorang, karena seseorang di katakana sempurna imannya jikalau akhlak sudah baik, antara ucapan dan perbuatan telah sesuai dengan tuntunan yang diajarkan agama.
46
32 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dipergunakan adalah kualitatif deskriptif (penelitian lapangan), yakni penelitian di mana peneliti turun langsung ke lokasi penelitian untuk memperoleh data yang konkrit yang ada hubungannya dengan judul penelitian. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakam analisis deskriptif kualitatif.
Deskripsi kualitatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan secara utuh dan mendalam tentamg realitas social dan berbagai fenomena yang terjadi di masyarakat yang menjadi subjek penelitian sehingga tergambarkan ciri, karakter, sifat dan model dari fenomena tersebut47
B. Lokasi dan Objek Penelitian
Adapun lokasi penelitian ini dilaksanakan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa dan yang menjadi objek penelitian ini adalah Pengurus HMJ PAI FAI UNISMUH MAKASSAR dan Anak-Anak Desa Binaan HMJ PAI Unismuh Makassar serta Orangtua Anak-Anak Desa Binaan di Desa Taeng Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa.
C. Fokus Penelitian
1. Peran Pengurus HMJ PAI FAI UNISMUH MAKASSAR 2. Pembinaan Akhlak
47
Wina Sanjaya, Penlitian Pendidikan, Bandung: Kencana Prenada Media Group, 2013, h. 47
D. Deskripsi Fokus Penelitian
Untuk menghindari kesalahpahaman dan untuk menyamakan persepsi, maka terlebih dahulu mengemukakan deskripsi fokus penelitian yang akan dikaji: 1. Peran Pengurus HMJ PAI yang di maksud dalam penelitian ini adalah peran
Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Makassar melakukan pembinaan kepada kelompok masyarakat Desa Binaan di Desa Taeng, Kecamatan Pallangga,, Kabupaten Gowa.
2. Pembinaan akhlak yang di maksud dalam penelitan ini adalah, kegiatan yang dilakukan oleh pengurus HMJ PAI FAI Unimuh Makassar terhadap anak-anak yang berusia 6 sampai 8 tahun yang dikhususkan pembinaan akhlak sopan santun dan belajar mengaji yang berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebuh baik.
E. Sumber Data
Adapun data yang diperlukan dalam penelitian ini antara lain: 1. Data Primer
Data primer menurut Sugiyono adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data”.48. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa data primer merupakan data utama yang didapatkan langsung dari apa yang diteliti. Adapun data primer dalam penelitian ini yaitu melakukan wawancara dengan tujuan untuk memperoleh data dari informan yaitu anak desa binaan.
48
2. Data Sekunder
Data sekunder menurut Sugiyono adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada peneliti, misalnya peneliti harus melalui orang lain atau mencari melalui dokumen data itu diperoleh dengan menggunakan literature yang dilakukan terhadap banyak buku dan diperoleh berdasarkan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian. Adapun data sekunder dalam penelitian ini adalah penelitian yang dihasilkan dari hasil objek yang mendukung statement data primer yaitu Pengurus HMJ PAI FAI Unismuh Makassar.
F. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri sebagai pengumpul data utama, hal ini dilakukan karena peneliti memahami kaitan kenyataan-kenyataan di lapangan seperti interaksi antar objek dan subjek. Peneliti sebagai perencana,pelaksana, menganalisis, menafsirkan hingga pelaporan hasil penelitiaan. Penelitian juga menggunakan instrument bantuan seperti kamera, daftar catatan dan alat tulis.
1. Pedoman observasi
Pedoman observasi adalah pengamatan yang dilakukan dengan sengaja, sistematis mengenai gejala-gejala yang terjadi untuk kemudian dilakukan pencatatan.49 Observasi diartikan sebagai usaha mengamati fenomena-fenomena yang akan diselidiki baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung dengan mengfungsikan secara latin dari pengamatan untuk mendapatkan informasi dan data akan diperlukan tanpa bantuan dan alat lain. Sedangkan
49
observasi tidak langsung adalah pengamatan yang dilakukan tidak pada saat berlangsungnya peristiwa yang akan diselidiki, misalnya peristiwa tersbut diamati melalui film, rangkaian slide, atau rangkaian photo. Dalam menggunakan teknik observasi baik langsung maupun tidak langsung diharapkan mengfungsikan setiap alat indera untuk mendapatkan data yang lengkap.
2. Pedoman Wawancara
Pedoman wawancara merupakan proses interaksi antara respon untuk menemukan informasi atau keterangan dengan cara langsung bertatap muka dan bercakap-cakap secara lisan dengan cara mengajukan beberapa pertanyaan yang menghubungkan dengan informasi yang diperlukan dengan jarak yang dibutuhkan secara lisan pula, memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara Tanya jawab sambil bertatap muka antara sipenanya atau pewawancara dengan sipengaruh atau responden yang menggunakan alat panduan wawancara.
3. Catatan Dokumentasi
Catatan okumentasi yaitu, peninggalan tertulis dalam berbagai kegiatan atau kejadian yang dari segi waktu relative, belum terlalu lama dan teknik pengumpulan data dengan hal-hal atau variable yang berupa catatan, transkip, buku, suratkabar, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya. Dalam hal ini penulis menggunakan catatan dokumentasi untuk memperkuat data agar hasil penelitian yang lebih akurat dan dapat di pertanggung jawabkan.
G. Teknik Pengumpulan Data
Tenik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara: Riset lapangan, yaitu cara perhitungan data dengan penulis langsung turun kelapangan
guna mengumpulkan data yang diperlukan dalam penyusunan proposal ini. Oleh karena itu data yang dikumpulkan ini bersifat empiris. Kemudian dalam penelitian lapangan ini peneliti menggunakan teknik-teknik pengumpulan data, sebagai berikut;
1. Observasi adalah pengamatan dan pencatatan dengan sistematik fenomena-fenomena yang diselidiki.50
2. Wawancara adalah suatu bentuk komunikasi verbal yaitu semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi.51
3. Dokumentasi adalah mencatat semua data secara langsung dari referensi yang membahas tentang objek penelitian.52
H. Teknik Analisis Data
Analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikannya kedalam suatu pola, kategori dan satuan uraian dasar. Analisis data merupakan rangkaian kegiatan penelaahan, pengelonmpokan, sistematisasi, penafsiran dan ferifikasi data agar sebuah fenomena memiliki nilai sosial, akademis dan ilmiah. Analisis data ini dilakukan setelah data yang diperoleh dari sample melalui instrumen yang dipilih dan akan digunakan untuk menjawab masalah dalam penelitian atau untuk menguji hipotesa yang diajukan melalui penyajian data.53
Data yang diperoleh dari observasi, wawancara dan dokumentasi disusun dengan berkelompok dengan berkelompok sesuai dengan rumusan masalah, baru
50
Nana Syaohdin Sukmadinata, MetodePenelitianPendidikan, Bandung : RemajaRosdakarya, , 2010, h 220
51
AndiPrastowo. Metode Penelitian Kualitatif dalam Perspektif Rancangan Penelitian. Jogjakarta: Ar-ruz Media, 201,h. 330
52
BurhanBungin. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik dan Ilmu sosial lainnya. KencanaPrenada Media Group, Jakarta,2007,h, 121
53
kemudian dilakukan analisis dengan pendekatan kualitatif. Analisa ini dilakukan dengan tehnik analisis induktif.
Analisis induktif adalah pengambilan kesimpulan dimulai dari analisis berbagai data yang terhimpun dari suatu penelitian, kemudian bergerak kearah pembentukan kesimpulan kategoris atau ciri-ciri umum tertentu. 54 Oleh karena itu, teknik analisis induktif ini dimulai dari pekerjaan klasifikasi data. Dalam konteks ini penulis berusaha menggali data-data dari lapangan yang selanjutnya dipaparkan dalam suatu paparan data kemudian dianalisi dengan teknik induktif ini.
54
Burhan Bungin , Metodologi Penelitian Sosial, Surabaya: Airlangga Universitas Press, ,2001, 290
38 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kabupaten Gowa adalah salah satu kabupaten yang terletak di Sulawesi selatan yang memiliki beberapa Kecamatan dan Desa. Kecamatan tersebut diantaranya Kecamatan Pallangga dan Desa tersebut diantaranya Desa Taeng
1. Sejarah Desa
Pada awalnya Desa Taeng merupakan sebuah dusun dalam wilayah Bontoala yang terletak disebuah utara terbatas dengan sungai je’neberang. Pada saat itu desa Bontoala adalah sebuah desa yang cukup luas, walaupun telah mengalami beberapa pemekaran. Dusun Taeng pada saat itu merupakan pusat pemerintah desa karena kantor desa berada di dusun Taeng
Namun setelah kepemimpinana Abd.Rahim Alauddin Kr. Kulle berakhir dan dilanjutkan oleh Sangkala Dg Ngawing sebagai kepala Desa terpilih pada saat itu, maka pusat pemerintahan desa Bontoala berpindah ke Bontomajannang dengan membangun kantor desa baru. Setelah kepemimpinan Sangkala Dg Ngawing berjalan beberapa tahun muncullah gagasan dari para tokoh pemida dan tokoh masyarakat untuk membentuk desa tersendiri.
Setelah melalui bebebrapa proses maka pada tahun 1999 berdirilah sebuah desa baru dari hasil pemekaran Desa Bontoala dan disepakatilah Taeng sebagai nama desa baru tersebut.
2. Kondisi Geografis
Desa Taeng adalah salah satu desa di Kecamatan Pallangga Kabupaten Gowa. Orbitasi dan waktu tempuh dari ibukota Kecamatan ± 3 km dengan waktu tempuh 5 menit dan dari ibukota kabupaten 4 km dengan waktu tempuh 7 menit.
Batas-batas administratif pemerintahan Desa Taeng Kecamatan Pallangga sebagai berikut :
Batas Wilayah :
a. Utara : Sungai Je’neberang
b. Selatan : Desa Kanjilo Kec. Barombong
c. Barat : Desa Tamannyeleng Kec. Barombong d. Timur : Desa Bontoala
3. Keadaan Sosial Budaya Desa a. Jumlah Penduduk
Desa Taeng mempunyai Jumlah Penduduk 9.137 Jiwa, dengan KK 2.086 yang tersebar dalam 2 wilayah dusun yakni Dusun Taeng dan Dusun Gantarang. Di mana jumlah penduduk laki-laki sebesar 4.508 jiwa dan jumlah penduduk perempuan sebesar 4.629 jiwa. Selengkapnya dapat dilihat seperti tabel berikut:
Tabel 1. Jumlah Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin
Dusun Jenis Kelamin Jumlah Laki-Laki Perempuan Taeng 2.467 2.487 4.954 Gantarang 2.041 2.142 4.183 JUMLAH 4.508 4.629 9.137
Dari tabel tersebut di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk perempuan lebih besar dari jumlah penduduk laki-laki atau atau ada sekitar 50.66 % dari total penduduk.
b. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama
Berdasarkan jumlah penduduk berdasarkan agama dapat dilihat tabel berikut:
Tabel 2. Tabel Agama Di Desa Taeng
No A G A M A J U M L A H PERSENTASE (%) L P Jml 1 Islam 4.150 4.191 8.424 92,20 2 Kristen Katolik 5 8 13 0,14 3 Kristen Protestan 36 49 85 0,93 4 Budha 2 2 4 0,04 5 Hindu 4 5 9 0,10 6 Atheis 0 0 0 0,00 JUMLAH 4.197 4.255 9.137 100
Sebelum pengembangan perumahan di Desa Taeng, agama yang dianut oleh warga desa Teang 100% beragama Islam, namun karena pembangunan perumahan tiap tahun bertambah menyebabkan banyak warga dari luar yang beragama lain menetap dan menjadi bagian penduduk desa Taeng. Dari table di atas penduduk yang beragama Islam sebesar 92,20 % , yang beragama Kristen sebesar 1,07 %, yang beragama Budha sebesar 0.04 % dan Hindu sebesar 0.01 %. Walaupun agama Islam yang mayoritas di Desa Taeng, namun sangat menghormati agama yang lain.