KIMIA ANORGANIK
KIMIA ANORGANIK
NAMA
NAMA
:
: Ria
Ria Riona
Riona Syarif
Syarif
NIM
NIM
:
: 442416042
442416042
KELOMPOK
KELOMPOK :
: 3
3
JUDUL
JUDUL
:
: Sintesis
Sintesis Urea-Hidro
Urea-Hidrogen
gen
Peroksida (UHP)
Peroksida (UHP)
PRODI/KELAS : KIMIA/B
PRODI/KELAS : KIMIA/B
PROGRAM STUDI KIMIA
PROGRAM STUDI KIMIA
JURUSAN KIMIA
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN IPA
A. Judul : Sintesis Urea-Hidrogen Peroksida (UHP)
B. Tujuan Percobaan : Melakukan sintesis Kristal urea-hidrogen peroksida (UHP),
melakukan analisis kualitatif, serta analisa kuantitatif kadar H2O2
dalam UHP dengan metode titrasi permanganometri C. Tinjauan Pustaka
Hidrogen peroksida (H2O2) merupakan oksidator yang biasa digunakan sebagai
pemutih suatu. Ini adalah sederhana peroksida (senyawa dengan ikatan-ikatan oksigen tunggal). Hidrogen peroksida adalah cairan bening,sedikit lebih kental daripada air, yang muncul dalam larutan encer. Hal ini digunakan sebagai desinfektan,antiseptic,oxidizer, dan dalam peroketan sebagai propelan. Kapasitas oksidasi peroksida hydrogen begitu kuat sehingga dianggap sebagai spesies oksigen yang reaktif.
Hidrogen peroksida secara alami diproduksi dalam organisme sebagai produk sampingan dari metabolism oksidatif. Hampir semua makhluk hidup (khususnya, semua aerob obligat dan fakultatif) memiliki enzim yang dikenal sebagai peroksidasi mengkatalisis, yang tidak berbahaya dan katalitik terurai konsentrasi rendah peroksida hydrogen terhadap air dan oksigen.
Gambar Struktur Hidrogen Peroksida
H2O2 mengadopsi struktur nonpolar simetri. Meskipun kiral, molekul mengalami
rezemization cepat. Bentuk datar dari conformer anti akan meminimalkan tolakan sterik 90oC
torsi sudut conformer syn akan mengoptimalakan pencampuran anatara tipe-p orbital diisi oksigen (salah satu pasangan mandiri) dan LUMO ikatan OH berdampingan. Anticlinal diamati “miring” bentuk adalah kopromi antara dua conformers[1].
Hidrogen peroksida pertama kali diisolasi pada tahun1818 oleh Louis Jacques Thenard. Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang indusri, teknologi yang digunakan untuk Hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone. Dengan cirri khasanya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air, dalam kondisi normal(ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang 1% per tahun. Salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida dengan oksidator yang lain adalah sifatnya ynag ramah lingkungan kerna tidak menggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sifat larutan berair dari hydrogen peroksida berbeda dari bahan rapi, mencerminkan efek dari ikatan hydrogen antara molekul air dan hydrogen peroksida. Hidrogen peroksida membentuk campura eutektik, menunjujan titik beku depresi. Sedangkan air murni meleh dan membeku sekitar 273 k, dan peroksida hydrogen murni hanya 0,4 k di bawah itu, solusi 505 (volume) mencair dan membeku pada 221 K. Hidrogen peroksida murni memiliki pH 6,2, membuatnya menjadi asam lemah[2].
Untuk menstabilkan H2O2 adalah mereaksikan H2O2 dengan urea, yang akan
larutan H2O2.Padatan UHP terbentuk dengan adanya ikatan hidrogen antara urea dan H2O2.
Reaksi pembuatan padatan UHP relatih mudah dan murah dan kemampuan sebagai oksidator mirip dengan H2O2. Kadar H2O2 dalam sampel UHP hasil sintesis dapat ditentukan
dengan menggunakan metoda titrasi permanganometri[3].
Hidrogen peroksida mereduksi KMnO4 menjadi Mn2+ dalam suasana asam, dengam
persamaan berikut:
2 MnO4- + 5 H2O2+ 6 H+ 2 Mn2+ + 8 H2O + 5 O2 (Eᵒsel = 0,81 V)
Berdasarkan perbandingan mol antara KMnO4 dan H2O2 pada persamaan reaksi di
atas, kadar H2O2 dalam sampel padatan UHP dapat ditentukan. Dalam titrasi, larutan KMnO4
digunakan sebagai titran. Perubahan warna larutan yang diamati pada titik ekivalen adalah dari tidak berwarna menjadi merah muda, yang menandakan bahwa MnO4- tereduksi menjadi Mn2+.
Tujuan percobaan ini adalah melakukan sintesis kristal urea-hidrogen peroksida (UHP), menentukaan hasil analisis kualitatif dan analisa kuantitatif kadar H2O2 dalam UHP hasil sintesis
dengan metode titrasi permanganometri[4]. D. Metode Percobaan
Metode percobaan yang dilakukan pada percobaan ini adalah metode kristalisasi, kuantitatif dan kualitatif pada Sintesis Urea-Hidrogen Peroksida.
1. Alat dan Bahan Tabel Alat
No Nama Alat Gambar Kategori Fungsi
1 Gelas Kimia 1 Digunakan sebagai wadah
dari lumpur yang akan di dilarutkan
2 Gelas Ukur 1 Digunakan untuk
mengukur volume KOH dan HCl yang akan dipakai
3 Erlenmyer 1
Digunakan sebagai wadah atau tempat untuk
menampung hasil penyaringan (Filtrat)
4
Batang Pengaduk
1 Digunakan untuk
mengaduk lumpur yang ditambahkan KOH atau HCl
5 Spatula 1 Digunakan untuk
mengambil zat yang akan digunakan dalam bentuk padatan
6 Corong Kaca 1 Digunakan pada saat
menyaring campuran lumpur yang sudah
ditambahkan KOH dan HCl
7 Kaca Arloji 1 Digunaka sebagai wadah
atau tempat dari lumpur yang akan ditimbang
8 Penangas 2 Digunakan untuk
memanaskan larutan
9 Labu Takar 1 Digunakan untuk
10 Tabung reaksi 1 Didunakan untuk mereaksikan zat
11 Neraca Analitik 2 Digunakan untuk
menimbang bahan yang akan digunakan
12 Rak Tabung reaksi 1 Digunakan untuk
meletakan tabung reaksi
13 Kertas Saring 1 Digunakan pada saat
memisahkan residu dan filtrat dari lumpur
14 Pipet tetes 1 Sebagai alat untuk
mengabil larutan dalam jumlah sedikit
15 Statif dan klem 1 Sebagai alat untuk titrasi
16 Termometer 1 Digunkan sebagai alat
Bahan
No Nama Bahan Kategori Sifat Fisik Sifat Kimia
1. Aquades Umum - titik didih 1000C
- titik beku 00C - massa jenis 1 gr/mL - bersifat ionik - bersifat polar - pelarut universal 2. Hidrogen peroksida (H2O2)
Khusus - tidak berwarna
- berbau khas
keasaman
- larut baik dalam air - dalam kondisi normal H2O2 stabil 3. Mangan dioksida (MnO2) khusus - padatan - berbau - berwarna hitam kecoklatan
- larut dalam air dingin dan air panas
4. Urea (CON2H4)
Khusus - Titik leleh 132 o C
- Berat Molekul : 60,056 - mudah larut dalam air - tidak dapat terbakar
5. KmnO4 Khusus - Berbentuk padatan
- Berbau
- Berwarna ungu
- Larut dalam air, aseton, metanol, asam sulfat
6. Kertas saring Umum - Berwarna putih - Tekstur kasar
- Dapat menyerap air
2. Skema kerja
Metode 1 : Sintetis urea-hidrogen peroksida (UHP) Mulai
- Mengukur larutan H2O230 % sebanyak 3,4 mL dan
memasukkan ke dalam erlenmeyer 10 mL
- Menimbang padatan urea sebanyak 1,2 gr dan memaksukkan
ke dalam erlenmeyer yang berisi larutan H2O230 % kemudian
diaduk sampai padatan urea larut seluruhnya.
- Mengisi gelas kimia 250 mL dengan air kran sebanyak 150 mL
dan memanaskan sampai suhu 600C menggunakan penangas
air
- Mencelupkan erlenmeyer yang berisi larutan H2O230 % dan
padatan urea ke dalam gelas kimia yang dipanaskan di atas penangas air sampai larutan menjadi jernih
- Memindahkan larutan pada kaca arloji agar pelarut dapat
menguap secara perlahan-lahan sampai adanya kristal yang berbentuk jarum
- Meletakkan kristal yang terbentuk pada kertas saring dan
dikeringkan kemudian kemudian ditimbang
- Mengamati bentuk kristal UHP hasil sintetis menggunakan
Metode 2 : Analisis Kualitatif
E.Hasil pengamatan dan Pembahasan 1. H asil pengamatan
NO PERLAKUAN HASIL PENGAMATAN
1. Sintesis urea-hidrogenperoksida - Masukan larutan H2O2 3%
sebanyak 3,4 ml kedalam labu Erlenmeyer
- Menambahkan 1,2 gr urea kedalam larutan H2O2 dan di aduk sampai urea larut
- Mencelupkan labu
Erlenmeyer yang berisi campuran urea dan H2O2 kedalam gelas kimia yang berisi air panas 60 0C
- Memindahkan larutan jernih tersebut kedalam kaca arloji sampai larutan menguap secara perlahan-lahan sampai terbentuk Kristal dan di bantu dengan pemanasan
- Kristal yang terbentuk
- Larutan bening
- Urea larut dalam H2O2 dan larutan agak keruh
- Larutan urea dan H2O2 menjadi jernih
- Pelarut menguap dan Kristal terbentuk secara perlahan-lahan - Kristal berbentuk jarum dan
berwarna putih
- Berat Krista: 0,7238 - Menimbang kristal hasil sintetis sebanyak 0,1 gr dan
memasukkan kedalam tabung reaksi
- Melarutkan kristal hasil sintetis dengan aquades 2 mL
- Menambahkan sedikit padatan MnO2 kedalam tabung reaksi
- Mengamati gelembung gas O2 yang terbentuk
Gelembung gas O2
yang terbentuk
Selesai
melarutkan 2-3 ml air kemudian menambahkan padatan Mno2 kedalam tabung reaksi
3. Analisi kuantitatif
- Memasukan kmno4
kedalam buret
- Melarukan 0,26 padatan UHP hasil sintesis dengan
50 ml aquadws
menambahakn H2So4 2 M
- Memindahkan larutan
tersebut kedalam labu takar 10 ml dan mengencerkan
sampai tanda batas
kemudian menitrasi 10 ml larutan tersebut dengan
KMnO4 0,02 m dan
melakukan duplo
- Menitrasi larutan blanko: 10
ml aquades dan di
pindahkan kelabu
Erlenmeyer. Kemudian melakukan duplo
- Warna larutan kmo4 ungu tua - Larutan bening
- Titrasi 1: larutan sampel berwarna merah muda pada saat volume titran 0,05 ml
- Titrasi 2: larutan sampel berwarna merah muda pada saat volume titran 0,05 ml
- Titrasi 1: larutan sampel berwarna merah muda pada saat volume titran 0,05 ml
- Titrasi 2: larutan sampel berwarna merah muda pada saat volume titran 0,05 ml
Perhitungan.
Dik : gr urea = 1,2 gr mr H2O2 = 34,01 g/mol
V H2O2 = 3,4 ml = 0,0043 mr urea = 60 g/mol
Mr UHP = 94 g/mol
Penyelesian : mol urea =
= 1,2 60 / = 0.02 mol Mol H2O2 = M x V M = x % H2O2 M =1,45 1000 34,01 / x 30 % = 12, 7904 M Mol H2O2 =12,7904 = 0,4349 mol CO N2H4 + H2O2 CH6N2O3 M 0,02 mol 0,049 mol
R 0,02 mol 0,02 mol 0,02 mol
S 0 0,02 mol
mol UHP = 0,02 mol massa UHP = mol x mr
= 0.02 mol x 94 g/mol =1,88 gr % rendemen = x 100% = 0,7238 1,88 x 100 % = 38,5%
2. Pembahasan
Urea merupakan senyawa yang terdiri dari atom Hidrogen, Carbon dan Nitrogen yang memili rumus (CONH4).
Pada praktikum kali ini mensintesintesis Urea-Hidrogen Peroksida (UHP), kemudian menganalisis kristal UHP yang terbentuk secara kualitatif maupun kuantitatif.
Langkah awal yang dilakukan adalah melarutkan 1,2 gram urea dengan H2O2 30%
sebanyak 3,4 mL. Setelah padatan urea larut sempurna, Kemudian dipanaskan hingga suhu 60oC hingga campuran larutan menjadi jernih, laulu diletakan dalam kaca arloji dan
dipanaskan kembali fungsi pemanasan agar larutan menguap dan bias terbentuk Kristal.
Gambar 1. Hasil Kristal Urea-Hidrogen Peroksida Reaksinya :
CON2H4 + H2O2(l) CO2(g)+ NH3 + ½ O2(g)
Pada kristal UHP disintesis dari H2O2 dan urea. Reaksi yang terjadi adalah akan
terbentuk ikatan hidrogen antara H2O2 dan urea. Ikatan hidrogen yang terbentuk seperti
di bawah ini:
Kristal UHP memiliki kelebihan dibandingkan dengan H2O2. Dimana kristal H2O2
memiliki sifat oksidator yang mirip dengan urea dan UHP lebih stabil dibandingkan H2O2,
hal ini dikarenakan pada senyawa UHP terdapat ikatan hidrogen dengan adanya ikatan hidrogen ini mengakibatkan energi ikat masing-masing atom di dalam UHP meningkat yang membuat senyawa UHP menjadi stabil. Sedangkan senyawa H2O2 tidak terdapat
Pada analisis kualitatif, kristal 0,1 g hasil sintesis larut sempurna di dalam air. Hal ini karena senyawa urea dan senyawa H2O2 larut baik di dalam air dan akan terjadi ikatan
hidrogen. Ketika dilakukan penambahan MnO2(berwarna kehitaman) adanya gelembung
gas yang terbentuk pada tabung reaksi. Tujuan penambahan MnO2 untuk mengkatalisis
penguraian H2O2 menjadi H2O dan O2. Sehingga akan terbentuk gas O2 pada tabung
reaksi dan dapat dengan mudah untuk diamati. Larutan pada tabung reaksi berwarna abu-abu kehitaman, dan adanya gelembung-gelombung gas O2. Reaksi yang terjadi:
MnO2 + H2O2 MnO3- + H2O
MnO3-+ H2O2 MnO2 + O2 + H2O
Gambar 2. Hasil penambahan MnO2
Pada kuantitatif, kadar H2O2 didapatkan dengan melakukan titrasi redoks dengan
KMnO4. Sebelum menitrasi, padatan UHP hasil sintesis ditimbang sebanyak 0,62 gr dan
dilarutkan dengan 50 mL aquades kemudian ditambahkan 5 mL H2SO4 2 M.Selanjutnya
diambil sebanyak 10 mL dan dimasukkan ke dalam erlenmeyer 50 mL dan dititrasi dengan KMnO4 0,02 M.Ketika dilakukan titrasi dengan larutan standar KMnO4 pada labu
erlenmeyer larutan berwarna merah muda pada 2 tetes penambahan larutan KMnO4.
Padahal belum mencapai titik ekivalen. Keadaan ekivalen artinya secara stoikiometri titran dan titer tepat habis bereaksi yang biasanya ditandai dengan perubahan warna indikator. Titrasi ini dilakukan duplo.
Gambar 3. Hasil titrasi kristal UHP dengan KMnO4 0,02 M
Reaksinya :
Selanjutnya untuk titrasi larutan blanko dimana larutan blanko itu adalah campuran dari 5 mL H2O2 yang diencerkan sebanyak 50 mL. Kemudian larutan blanko tersebut di
titrasi dengan KMnO4 0,02 M sampai larutan berwarna merah muda dan diperoleh hasil
volume KMnO4 0,02 M sebesar 0,1 mL.
Gambar 4 .Hasil titrasi larutan blanko dengan KMnO4 0,02 M
Jadi, pada percobaan ini diperoleh persen kadar H2O2 dalam UHP adalah 38,5%.
F. Penutup 1. Kesimpulan
Dari percobaan Sintesis Urea-Hidrogen Peroksida diperoleh massa kristal UHP adalah 09,7238 g gram. Pada analisis kualitatif diperoleh hasil dimana larutan berwarna abu-abu kehitaman, dan terbentuk gelembung-gelombung gas O2. Pada analisis kualitatif UHP %
rendemen kristal UHP adalah 38,5 %. 2. Saran
Pada praktikum ini mahasiswa diharapkan thati-hati dan teliti ketika melarutkan H2O2
dengan urea agar tidak tercampur dengan unsure lain (contohnya air) karena itu biasa berpengaruh pada saat pembetukan kristal.
G. Daftar Pustaka
[1] Canham, Geoff Rayner. Descriptive Inorganic Chemistry . 2nd ed. W. H. Freeman and Company: new York. 1999. p. 273.
[2] Housecroft, C.E., Sharpe, A.G. (2005). Inorganic Chemistry, 3nd ed. Pearson- prentice.
[3] Vogel. Analisis Anorganik Kualitatif. Edisi Kelima. PT. Kalman Media Pustaka: Jakarta. 1979. Hal 207-211.