LAPORAN PRAKTIKUM
LAPORAN PRAKTIKUM FAFARMAKOLOGIRMAKOLOGI BLOK KARDIOVASKULAR
BLOK KARDIOVASKULAR OBAT KARDIO
OBAT KARDIOVVASKULAR ASKULAR
Asisten : Asisten : Irfani Ryan A Irfani Ryan A G1A010104 G1A010104 Ke!"#!$ IA : Ke!"#!$ IA : G
G11AA001111000011 II""aan n %%aa$$ii" " &&'' G
G11AA0011110000(( II""ee))a a &&' ' SSiitt**""!!rraann++ G
G11AA0011110000,, MM**ttiia a MMiiii))iiaa- -G
G11AA001111000044 GGiiaann+ + RRaarra a AA'' G
G11AA0011110000.. IIrr""a a NN**rraaeenni i %%'' G
G11AA0011110000// RaRa))iittyya a BBaa++aas s &&'' G
G11AA0011110000 IIssnniia a FF' ' KKeeiiaa** G
G11AA001111000022 LLaannnnii))aa
3URUSAN KDOKTRAN 3URUSAN KDOKTRAN FAKUL
FAKULTTAS AS KDOKTRKDOKTRAN DAN ILMU 5 ILMU KS%ATAN DAN ILMU 5 ILMU KS%ATANAN UNIVRSITA
UNIVRSITAS S 3NDRAL SODIRMAN3NDRAL SODIRMAN (01,
BAB I BAB I PNDA%ULUAN PNDA%ULUAN A' A' 3*)* 3*)* Pra$ti$*"Pra$ti$*" Obat Kardiovaskular Obat Kardiovaskular B'
B' %ari )an %ari )an TaTan++a Per6!7aann++a Per6!7aan Kamis, 18 April 2013
Kamis, 18 April 2013 8'
8' TT**9*an 9*an PerPer6!76!7aanaan 1
1.. UUmmuumm
Setelah menyelesaikan perobaan ini mahasis!a dapat men"elaskan Setelah menyelesaikan perobaan ini mahasis!a dapat men"elaskan pen#aruh di#italis pada "antun# katak.
pen#aruh di#italis pada "antun# katak. 2
2.. KKhhuussuuss Setel
Setelah ah menyemenyelesaiklesaikan an perobaperobaan an ini mahasis!a ini mahasis!a dapat men"elaskadapat men"elaskann perubahan$perubahan
perubahan$perubahan yan# yan# ter"adi ter"adi pada pada "antun# "antun# katak katak setelah setelah dilakukandilakukan pemberian di#italis.
pemberian di#italis. D'
D' BiBinatnatan+ Pan+ Perer6!6!7a7aanan %inata
%inatan# perobaan yan# n# perobaan yan# di#unadi#unakan pada kan pada praktpraktikum kali ini ikum kali ini adalah dua ekor adalah dua ekor katak.
katak. '
' TiTin9an9a*a*an n P*P*stasta$a$a 1
1.. AAnnttiiaann#i#innaa Angina
Angina pectorispectoris adaadalalah h nynyereri i "a"antntun# un# memendndadaadak k akakbabat t titidadak k ukupny
ukupnya a aliraaliran n darah karena adanya darah karena adanya sumbatsumbatan an pada arteri koroner yan#pada arteri koroner yan# menu"u "antun#. &en#an berkuran#nya aliran darah maka oksi#en yan# menu"u "antun#. &en#an berkuran#nya aliran darah maka oksi#en yan# menu"u ke miokardium "u#a berkuran# dan ini menimbulkan rasa sakit. menu"u ke miokardium "u#a berkuran# dan ini menimbulkan rasa sakit. 'yeri
'yeri an#ina an#ina serin#kali serin#kali di#ambarkan di#ambarkan oleh oleh pasien pasien seba#ai seba#ai rasa rasa kenan#,kenan#, tekanan di ten#ah$ten#ah dada, dan nyeri men"alar ke ba!ah ke len#an tekanan di ten#ah$ten#ah dada, dan nyeri men"alar ke ba!ah ke len#an kiri. 'yeri yan# men"alar menu"u leher dan len#an kiri serin#kali pada kiri. 'yeri yan# men"alar menu"u leher dan len#an kiri serin#kali pada an#
an#ina ina pepetortoris is yanyan# # berberat. at. SerSeran#aan#an n an#ian#ina na petpetorioris s dapadapat t berberlanlan"ut"ut men"adi in(ark miokardium. 'yeri an#ina biasanya hanya berlan#sun# men"adi in(ark miokardium. 'yeri an#ina biasanya hanya berlan#sun# beberapa menit.
beberapa menit. )rekuensi an#ina ter#antun# )rekuensi an#ina ter#antun# dari banyak dari banyak (aktor termasuk (aktor termasuk "enis an#ina, yaitu*
"enis an#ina, yaitu* a.
a. KlasiKlasik atau k atau stabistabil yan# l yan# ter"ater"adi paddi pada keadaa keadaan stran stress ess atau beatau beker"a.ker"a. b.
b. +idak +idak stabil stabil pra pra in(ark- in(ark- yan# yan# serin#kali serin#kali ter"adi ter"adi sepan"an# sepan"an# hari hari dandan semakin berat.
. arian /rin etal-, yan# ter"adi se!aktu istirahat Kee, 200-. Obat$obat antian#ina menin#katkan aliran darah, baik den#an menambah suplai oksi#en atau den#an men#uran#i kebutuhan miokardium akan oksi#en. +i#a "enis antian#ina adalah nitrat, pen#hambat beta dan pen#hambat rantai kalsium. (ek sitemik utama nitrat adalah penurunan tonus vena yan# menurunkan beban ker"a "antun#. /en#hambat beta dan pen#hambat rantai kalsium men#uran#i beban ker"a "antun# dan men#uran#i kebutuhan oksi#en.
a. 'itrat nitrat
or#anik- 'itrat dikemban#kan pada tahun 1840$an, merupakan a#en pertama yan# di#unakan untuk meredakan an#ina. 'itro#liserin tidak
ditelan karena akan men#alami metabolisme tin#kat pertama (first pass) oleh hati, yan# akan men#uran#i e(ektivitasnya. Oleh karena itu obat ini diberikan seara sublin#ual dan den#an epat diabsorbsi ke dalam sirkulasi melalui pembuluh darah sublin#ual. +ablet sublin#ual tersedia dalam dosis yan# berbeda$beda, tetapi dosis rata$rata yan# diresepkan adalah 0,4m# atau 15160 #ram, setelah men#alami nyeri "antun# diulan# setiap 6 menit sampai 3 dosis. 'itro#liserin "u#a tersedia dalam bentuk topikal oistment, path transdermal- dan bentuk intravena Kee, 200-.
'itrat or#anik beker"a den#an merelaksasi otot polos vaskular seperti nitroprusid dan natriuretik peptida. Obat$obat nitrat or#anik ini menin#katkan pembentukan siklik 7/ dan ini merupakan dasar e(ek selulernya. /elepasan nito#en mooksida 'O- dari nitrat or#anik pada konsentrasi terapeutik melibakan suatu reaksi enimatik dna kemun#kinan ter"adinya suatu reaksi den#an men#akti(kan sutu enim #uanilat siklase dalam sitosol otot polos vaskular den#an berinteraksi den#an suatu #u#us hem pada enim tersebut. Oleh karena itu, pembentukan 7/ siklik #uanosin mono(os(at- menin#kat akan menyebabkan perubahan dera"at (os(orilasi berba#ai protein otot polos dan akhirnya men"adi de(oso(orilasi dari myosin li#ht hain dan
ter"adilah relaksasi Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9, 200-.
1- )armakokinetik
'itrat sublin#ual den#an epat diabsorbsi dan lan#sun# menu"u vena "u#ularis interna dan atrium kanan. Sekitar 40$60: nitrat diabsorbsi melalui saluran #astonintestinal, akan dimetabolisme oleh hati. 'itro#liserin salep dan dalam path transdermal akan diabsorbsi seara perlahan melalui kulit Kee, 200-.
2- )armakodinamik
'itrat or#anik menyebabkan venorelaksasi kuat sehin##a menurunkan tekanan vena pusat preload "antun# berkuran#-. /ada individu sehat, nitrat or#anik akan men#uran#i volume sekunup. &en#an dosis keil, terdapat sedikit e(ek terhadap arterioli dan volume sekunup yan# berkuran# dikompensasi oleh re(leks takikardia sehin##a tekanan arterial tidak berubah. &en#an dosis tin##i, ter"adi dilatasi arteriol dan tekanan arterial menurun. /en#umpulan darah pada vena (venous pooling) ter"adi bila penderita berdiri te#ak dan menyebabkan hipotensi postural dan rasa pusin#. 'amun, aliran koroner menin#kat melalui vasodilatasi arter koroner.karena tekanan arterial dna urah "antun# menurun, konsumsi oksi#en miokard berkuran#. ;al ini akan men#kibatkan penin#katan aliran darah koroner menyebabkan suatu penin#katan yan# besar dalam "umlah oksi#en dalam darah koroner. &alam keadaan ini, seba#ian keuntun#an dihasilkan dari pen#uran#an kpnsumsi oksi#en miokardium, seba#ai hasil sekunder ter"adinya penurunan tekanan arteri dan tekanan vena pusat . (ek antian#ina nitrat or#anik dihasilkan oleh*
a- /en#uran#an konsumsi oksi#en "antun# seba#ai hasil sekunder pen#uran#an tekanan arteri dan pen#uran#an urah "antun#.
b- edistribusi aliran darah koroner ke daerah iskemik melalui pembuluh kolateral.
- ;ilan#nya spasme koroner pada an#ina varian Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9, 200-.
3- (ek Sampin# Obat
/emberian nitrat or#anik berulan# pada otot polos akan menyebabkan penurunan relaksasi. (ek sampin# nitrat yan# utama adalah hipotensi posrutal dan sakit kepala. ;al ini adalah penyebab Monday Morning Sickness pada peker"a pabrik bahan peledak Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9,
200-.
b. /en#hambat beta <$
bloker-%eta bloker men#hilan#kan #e"ala an#ina den#an ara menurunkan pemakaian oksi#en miokard baik pada saat istirahat maupun saat beker"a. /en#uran#an konsumsi oksi#en miokard disebabkan e(ek kronotropik ne#ati( dan e(ek inotropik ne#ati( yan# dimiliki <$bbloker terhadap "antun#. =alaupun beta bloker ini menin#katkan resistensi peri(er total, tekanan arterial turun karena menurunnya denyut "antun# dan kontraktilitas "antun#. /en#uran#an (rekuensi denyut "antun# dan kontraktiitas "antun# menyebabkan penin#katan volume diastolik akhir yan# enderun# menin#katkan pemakaian oksi#en. 'amun, e(ek akhir < bloker ini tetap berupa penurunan pemakaian oksi#en miokard terutama selama saat beker"a
Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9, 200-. 1- +abel "enis obat
N! O7at Kear*tan
)aa" Le"a$
i"inasi D!sis Antian+ina 1 Asebutolol endah ;ati 200$>00m# 2d.d
2 Atenolol endah #in"al 60$100m#
3 %isoprolol $ $ 10$20m# 1 d.d
4 ?abetalol rendah ;ati 100$>00m#5hari 6 etoprolol Sedan# ;ati 60$100m# 3d.d > 'adolol endah 7in"al 40$80m#5hari
@ /enbutolol +in##i ;ati 20m#5hari
/ropanolol tin##i hati >0m# 4d.d Ta7e 1'1' enis obat <$ bloker )armakolo#i dan +erapi )K U9,
200@-. 2- )armakokinetik
/ropanolol per oral diserap baik. &emikian "u#a hampir semua beta bloker diabsorbsi baik keuali etenolol yan# hanya 60: diabsorbsi-. /ropanolol dan metoprolol men#alami metabolisme lintas pertama yan# hebat di hepar, sedan#kan yan# lainnya diekskresikan melalui urin tanpa men#alami perubahan Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9, 200-.
3- (ek Sampin# Obat
%eta bloker menurunkan kontraksi dan konduksi "antun#, sehin##a ter"adi bradikardia dan blok A. %eta bloker dapat menetuskan bronkospasme pada pasien penyakit paru, menurunkan kadar ;&? dan menin#katkan tr#liserida )armakolo#i dan +erapi )K U9, 200@-.
. Ba Bhannel 9nhibitor /en#hambat Kanal
Ba-/en#hambat kanal Ba pertama kali ditemukan adalah verapamil. erapamil dan diltiae men#hambat konduksi nodus A. Keduanya "u#a memiliki e(ek inotropik ne#ati( dan e(ek vasodilator peri(er
Cokota, 2008-.
1- )armakodinamik
/ada otot "antun# dan otot polos vaskular terutama berperan dalam kontraksi. enin#katnya kadar Ba dalam sitosol akan menin#katkan kontraksi. /ada otot "antun# dan vaskular, masuknya Ba dan pelepasan Ba dari retikulum sarkoplasmik berperan pentin# dalam kontraksi, sebaliknya otot ran#ka tidak memerlukan Ba ekstrasel karena sistem retikulum sarkoplasma telah beker"a den#an baik. ;al ini men"elaskan men#apa kontraksi otot polos dan otot "antun# dapat dihambat oleh Ba hannel inhbitor )armakolo#i dan +erapi )K U9, 200@-.
/ada otot polos yan# dominan adalah subtipe ?. /en#hambat Ba memiliki reseptor di membran sel sehin##a
men#hambat masuknya Ba ke dalam sel, sehin##a ter"adi relaksasi otot polos vaskular, menurunnya kontraksi "antun# dan menurunnya keepatan nodus SA serta konduksi nodus A. /en#hambat kanal Ba "u#a menin#katkan suplai oksi#en otot "antun# den#an ara dilatasi koroner dan menurunkan tekanan darah dan denyut "antun# yan# men#akibatkan per(usi subendokard membaik )armakolo#i dan +erapi )K U9, 200@-. 2- (ek Sampin# Obat
/en#hambat kanal Ba dapat men#akibatkan kadar di#oksin plasma menin#kat dan verapamil tidak boleh di#unakan untuk
men#atasi keraunan di#italis, karena dapat menyebabkan #an##uan konduksi A. /en#hambat kanal Ba "u#a dikontraindikasikan untuk aritmia karena dapat menyebabkan (ibrilasi atrium atau =ol($/arkinson =hite )armakolo#i dan +erapi )K U9, 200@-.
2. Antihipertensi
;ipertensi menurut =;O adalah keadaan dimana di"umpai lebih dari 14050 mm;# atau lebih untuk usia 13$60 tahun dan tekanan darah menapai 1>056 mm;# untuk usia di atas 60 tahun, dan harus dilakukan pen#ukuran tekanan darah minimal sebanyak dua kali untuk lebih memastikan keadaan tersebut U/', 200-.
Ta7e Ta7e 1'(' Klasi(ikasi ;ipertensi 'B @ )erri, 2011-. a. &iuretik
&iuretik dipakai untuk dua tu"uan utama, yaitu menurunkan hipertensi dan untuk memperkeil edema pada payah "antun# kon#esti(. &iuretik men#hasilkan penin#katan aliran urin diuresis- den#an men#hambat reabsorbso natrium dan air dari tubulus #in"al, sehin##a menurunkan volume darah dan airan ekstraseluler. %eberapa diuretik "u#a menurunkan resistensi peri(er sehin##a menambah e(ek hipotensinya. nam kate#ori diuretik yan# e(ekti( untuk men#hilan#kan air dan natrium adalah * tiasid, diuretik kuat, diuretik hemat kalium, pen#hambat anhidrase karbonik, osmotik, dan merkurial Kee, 200-.
Kasifi$asi TDS ""%+; TDD ""%+;
'ormal D120 D80
/rahipertensi 120$13 80$8
;ipertensi &era"at 1 140$16 0$ ;ipertensi &era"at 2 E1>0 E100
&osis dan sediaan )armakolo#i dan +erapeutik )K U9, 200@- *
Ta7e 1', &osis dan sediaan )armakolo#i dan +erapeutik )K U9, 200@-. 1- )armakokinetik
+iaid diabsorbsi den#an baik dalam tratus #astrointestinal. ;idrolorotiaid ;B+- memiliki kekuatan ikat protein lebih lemah dibandin#kan (urosemid. Oleh karena itu,
O7at D!sis "+; Pe"7erian Se)iaan
Di*reti$ tia<i) ;B+ 12,6 F 26 1 d.d +ab 26 dan 60 m# Klortalidon 12,6 F 16 1 d.d +ab 60 m# 9ndapamid 1,26 $ 2,6 1 d.d +ab 2,6 m# %endro(lumetiaid 2,6 F 6 1 d.d +ab 6 m# etolaon 2,6 F 6 1 d.d +ab 2,6 G 6 G 10m# etolaid rapid ation 0,6 F 1 1 d.d +ab 0,6m# Hipamid 10 F 20 1 d.d +ab 2,6m# Di*reti$ $*at
)urosemid 20 $ 80 2$3 dd +ab 40 m#, amp 20 m# +orsemid 2,6 F 10 1$2 dd +ab 6, 10, 20,
100 m# amp 10m#5d? 2
dan 6 m?-%umetanid 0,6 F 4 2$3 dd +ab 0,6, 1 dan 2
m#
As. takrinat 26 F 100 2$3 dd +ab 26 dan 60 m#
Di*reti$ -e"at K
Amilorid 6 F 10 1$2 d.d $
Spironolakton 26 F 100 1 d.d +ab 26 dan 100 m#
tiaid harus diberikan pada pa#i hari untuk men#hindari nokturia atau berkemih pada malam hari Kee, 200-.
2- )armakodinamik
+iaid beker"a lan#sun# pada arteriol, menyebabkan vasodilatasi sehin##a dapat menurunkan tekanan darah. )urosemid adalah diuretik yan# lebih poten dari tiaid karena beker"a den#an epat dan memiliki lama ker"a yan# lebih pendek
serta diekskresi lebih epat Kee, 200-. 3- (ek Sampin# Obat
(ek sampin# taid adalah ter"adinya ketidakseimban#an elektrolit hipokalseia, hipokalemia, hipo#, dan kehilan#an bikarbonat-, hiper#lisemia, hiperurisemia kadar asam urat serum
menin#kat-, dan hiperlipidemia Kee, 200-. 4- Kontrandikasi
&ikontraindikasikan pada penderita #a#al #in"al. &en#an #e"ala berat seperti oli#ouria, penin#katan nitro#en urea darah, dan penin#katan kreatinin darah Kee, 200-.
b. /en#hambat adrener#ik
1- /en#hambat adrenoseptor beta <$
bloker-&ipakai seba#ai obat antihipertensi tahap 9 atau dikombinasikan den#an antidiuretik dalam pendekatan tahap 99 untuk men#obati hipertensi Kee, 200-. ekanisme penurunan tekanan darah oleh <$ bloker adalah den#an ti#a ara, yaitu * penurunan (rekuensi denyut "antun# dan kontraktilitas miokard sehin##a menurunkan urah "antun#, hambatan sekresi renin di sel "uksta#lomeruler #in"al den#an akibat penurunan produksi an#iotensin 99, dan e(ek sentral yan# mempen#aruhi sara( simpatis &epartemen )armakolo#i dan +erapeutik )K U9, 200@-.
8!nt!- O7at D!sis aa "+=-ari; D!sis "a> "+=-ari; Fre$*ensi #e"7erian Se)iaan Kar)i!see$tif Asebutolol 200 800 1$2 d.d Baps 200m# +ab 400m#
Atenolol 26 100 1 d.d +ab 60 dan
100m# %isoprolol 2,6 10 1d.d +ab 6m# etoprolol %iasa ?ambat 60 200 1$2 d.d +ab 60 dan 100m# 100 200 1 d.d +ab 100m# N!nsee$tif Alprenol 100 200 2 d.d. +ab 60m# Karteolol 2,6 10 2$3 d.d +ab 6m#
'adolol 20 1>0 1 d.d +ab 40 dan
80m#
/indolol 6 40 2 d.d +ab 6 dan
10m# /ropanolol 40 1>0 2$3 d.d +ab 10 dan
40m#
+imolol 26 40 2 d.d +ab 10 dan
20m#
Karvedilol 12,6 60 1 d.d +ab 26m#
?abetalol 100 300 2 d.d +ab 100m#
Ta7e 1'4' enis obat pen#hambat adrenoseptor beta &epartemen )armakolo#i dan +erapeutik )K U9, 200@-. 2- /en#hambat adrenoseptor al(a
I$bloker-7olon#an obat ini memblok reseptor adrener#ik al(a1, menyebabkan vasodilatasi dan penurunan tekanan darah. Obat ini "u#a menurunkan lipoprotein berdensitas rendah ?&?- dan ?&? yan# merupakan (aktor penyebab plak atherosklerosis. /en#hambat al(a yan# lebih kuat adalah (entolamin, (enosibenamin dan tolatoolin terutama dipakai untuk krisis hipertensi dan hipertensi berat yan# disebabkan oleh (eokromositoma Kee, 200-.
O7at Me$anis"e $er9a Se)iaan )an D!sis fe$tif fe$ "a$si"a ter6a#ai fe$ Sa"#in+ O7at etildopa enurunkan resistensi vaskular 2J126m#5har i dan maJ 3#5hari >$8"am Sedasi, hipotensi postural, pusin#, mulut kerin#, sakit kepala Klonidin %eker"a di reseptor I$2 di SS/ menurunkan simpathetic outflow 0,0@6 m# 2 d.d dan dapat ditin#katkan men"adi 0,>m#5hari =aktu paruh >$ 13"am Sedasi, mulut kerin#, e(ek sentral berupa insomnia, mimpi buruk 7uan(asin irip klonidin 0,6 F 3m#5hari a. 2$4"am irip klonidin eserpin /enurunan BO dan resistensi peri(er 0,06 m# diuretik $ Sentral berupa mimpi buruk, letar#i, depresi mental 7uanetidin dan #uanadrel enurunkan tekanan darah dan BO 10$60m# 1 d.d $ ;ipotensi ortostatik, diare +rimeta(an /en#hambat #an#lion 9v 0,3$ 6m#5manit 3$6 menit dan hilan# setelah 16 menit 9leus paralitik, paralisis kandun# kemih, mulut kerin#,
pen#lihatan kabur, hipotensi ortostatik Ta7e 1'.' enis obat /en#hambat adrenoseptor al(a &epartemen
)armakolo#i )K U9, 200@-. . asodilator O7at Far"a$!$ineti $ D!sis )an se)iaan fe$ Sa"#in+ O7at ;idralain &iabsorbsi baik
melalui saluran erna, bioavailabilitas 1>: Oral 26$100m# 2 d.d dan maJ 200m#5hari Sakit kepala, mual, hipotensi, palpitasi, an#ina petoris, takikardia, (lusshin# inoksidi l
&iserap baik per oral dan bioavailabilitas 0: Krim untuk penyubur rambut 16m# 1$2 d.d, dapat ditin#katkan men"adi 40m#5hari etensi airan dan #aram, e(ek ardiovaskuler, hipertiroksikosi s
&iaoksid %aik melalui oral 9v 60$100m# interval 6$ 10menit etensi airan dan hiper#likemia 'a nitroprusi d Absorbsi baik melalui iv 9v 0,6$ 10L#5k#5menit, dosis rata$rata 310L#5k#5meni t met;b, toksik
Ta7e 1'/ .enis obat vasodilator &epartemen )armakolo#i )K U9, 200@-.
d. AB inhibitor
ekanisme ker"a AB inhibitor adlah men#hambat konversi An#iotensin 9 At1- men"adi an#iotensin 99 At2- dan "u#a men#hambat bradikinin kee, 200-. /en#hambatan tersebut akan men#akibatkan
Akibatnya ter"adi ekskresi air dan natrium, sedan#kan kalium men#alam retensi sehin##a ada ter"adinya tendensi ter"adinya hiperkalemia terutama npada #an##uan (un#si #in"al. &i #in"al, akan men#akibatkan vasodilatasi arteri renalis sehin##a menin#katkan aliran darah #in"al dan memperbaiki la"u (iltrasi #lomerulus. (ek ini diman(aatkan untuk men#uran#i proteinuria pada ne(ropati diabetik dan sindrom ne(rotik &epartemen )armakolo#i dan +eraupetik )K U9, 200@-.
Katak A (percobaan sulfas Atrophine) Katak B (kontrol)
Tusuk foramen ovale dan rusak SSP katak BAB II
MTOD PRAKTIKUM
A' Aat )an Ba-an 1. Alat a. /apan lilin b. Spuit 3 . Spuit tuberculin 1 -d. /en#hanur SS/ katak e. 9solasi (. 7untin# #. /inset 2. %ahan a. Sul(as Atropine 0,6 - b. ?arutan rin#er laktat 3. %inatan# perobaan
2 ekor katak B' 8ara Ker9a
ekatkan katak pada papan lilin dalam keadaan terlentan# den#an men##unakan isolasi
%uka ba#ian abdomen sampai torak katak den#an #untin# hin##a tampak "antun#, kemudian bukalah perikardium
Amati kembali denyut, irama, warna dan ukuran dari masin!masin katak setiap " menit selama #
Buat ra%k
Katak A diteteskan denan &,$ cc atropine katak B hanya diteteskan '
aalah *antun tetap basah denan menyemprotkan ' a#alah "antun# tetap basah den#an menyemprotkan ?
Batatlah masin#$masin# katak *
1. denyut atrium dan ventrikel "antun# 2. 9rama atrium dan ventrikel "antun# 3. =arna dari atrium dan ventrikel 4. Ukuran atrium dan ventrikel
BAB III
%ASIL DAN PMBA%ASAN
A' %asi Per6!7aan
1. Katak A diberi Sul(as Athropine
0,6ml-=aktu 0 menit 3 menit > menit menit 12 menit 16 menit
; &enyut- >6 86 8> 81 @6 80
Ta7e ,'1' ;asil perobaan katak A /en#amatan yan# lain *
a. 9rama * 'ormal
b. Ukuran * embesar pada 16 menit terakhir . =arna * erah teran#
d. Kekuatan Kontraktil * Stabil 2. Katak % seba#ai kontrol diberi
?-=aktu 0 menit 3 menit > menit menit 12 menit 16 menit ;&enyut- @2 >2 >0 6 >4 >
Ta7e ,'(. ;asil perobaan katak % /en#amatan yan# lain *
a. 9rama * 'ormal
b. Ukuran * 'ormal
. =arna * erah +ua d. Kekuatan Kontraktil * Sedikit lemah B' Pe"7a-asan
/ada praktikum kali ini, dilakukan dua pen#amatan pada dua katak yan# diberi perlakuan yan# berbeda. /ertama Katak A diberi larutan Sul(as Athropine untuk men#etahui pen#aruh larutan tersebut pada "antun#. Kedua Katak % di#unakan seba#ai Kontrol diberi ?. ?alu diamati mulai dari denyut, ukuran, !arna, irama dan kekuatan kontraktil.
Setelah dilakukan perobaan dan pen#amatan ternyata didapatkan data bah!a Katak % yan# bertindak seba#ai kontrol denyutnya enderun# menurun, namun iramanya re#uler, ukuran tetap normal, kemudian !arnanya enderun# memuat dan kekuatannya "u#a semakin lama semakin melemah.
Sedan#kan untuk Katak A yan# telah diberi sul(as athropine denyutnya enderun# menin#kat, irama re#uler, ukuran "antun# membesar pada 16 menit terakhir, !arnanya merah teran#, kekuatan kontraktil stabil.
ekanisme Ker"a dari Sul(as Athropine yaitu inotropik positi( dan kronotropik positi(. 9notropik positi( berarti Sul(as Athropine memberikan e(ek menin#katkan kontraktilitas sel otot "antun#. Sedan#kan kronotropik positi( memberi e(ek menin#katkan keepatan atau irama denyut "antun# &e!oto, 2011 dalam Farmakologi dan Terapi, F!" -.
;asil perrobaan kali ini sesuai den#an teori diatas, karena pada Katak A yan# telah diberi Sul(as Athropine denyut "antun# katak enderun# menin#kat
, namun untuk kekuatan kontraktilnya stabil, tidak menun"ukan adanya penin#katan. ;asil perobaan bisa dipen#aruhi d ari banyak (aktor yan# pertama dosis ker"a yan# diberikan sudah menukupi atau belum dan "u#a ukuran katak yan# berbeda.
&en#an adanya penin#katan kekuatan denyut "antun# darah yan# di pompa ke ventrikel akan lebih banyak sehin##a "antun# pada katak A yan#
diberi sul(as atro(in tampak ber!arna lebih teran#.
antun# men#alami hipertro(i dalam usaha kompensasi akibat beban tekanan pressure over load- atau beban volume volume overload - yan# men#akibatkan penin#katan te#an#an dindin# otot "antun#, seperti diketahui akibat pemberian sul(as atrophine kontraktilitas otot "antun# menin#kat, sehin##a te#an#an dindin# "antun# menin#kat, kemudian ter"adi hipertro(i pada katak A ahes!ary, 18-.
BAB IV KSIMPULAN
1. Obat kardiovaskular diba#i men"adi beberapa #olon#an, yaitu * oabt anti hipertensi, obat anti an#ina, obat anti aritmia dan obat #a#al "antun#.
2. 7olon#an obat anti hipertensi ada 4, yaitu * diuretik, simpatople#ik, vasodilator dan pen#hambat an#iotensin.
3. Obat anti an#ina ada ti#a kelompok utama, yaitu * nitrat or#anik, beta bloker dan anta#onis kalsium.
4. Obat anti aritmia di#olon#kan beberapa kelas berdasarkan e(eknya, yaitu * kelas 9A, 9%, 9B, 99, 999, 9.
6. /ada obat #a#al "antun#, ada 6 yaitu * pen#hambat AB, anta#onis an#iotensin 99, diuretik, beta bloker dan anta#onis aldosteron.
VALUASI PRAKTIKUM
1. /en#aruh sul(as atropin terhadap "antun#M
/en#aruh atropine terhadap "antun# bersi(at bi(asik. &en#an dosis 0,26$ 0,6 m# yan# biasa di#unakan, (rekuensi "antun# berkuran#, mun#kin disebabkan oleh peran#san#an pusat va#us. %rakikardia biasanya bersi(at tidak nyata dan tidak disertai perubahan tekanan darah atau urah "antun#. /ada dosis lebih dari 2 m#, yan# biasanya hanya di#unakan pada keraunan insektisida or#ano(os(at, ter"adi hambatan '. va#us sehin##a ter"adi takikardia. Atropin dalam hal ini tidak see(ekti( skopolamin. Obat ini "u#a dapat men#hambat brakikardia yan# ditimbulkan oleh obat koliner#ik. Atropin tidak
mempen#aruhi pembuluh darah maupun tekanan darah seara lan#sun#, tetapi dapat men#hambat vasodilatasi oleh asetilkolin atau ester kolin yan# lain. Atropin tidak bere(ek terhadap sirkulasi darah bila diberikan sendiri, karena pembuluh darah tidak dipersara(i parasimpatik. &ilatasi kapiler ba#ian muka dan leher ter"adi pada dosis toksik atropine (lush-. asodilatasi ini merupakan kompensasi kulit untuk melepaskan panas dari naiknya suhu kulit akibat pen#hentian evaporasi. Setia!ati, 2008G ariyono dan Santoso, 200@-.
2. /erbedaan atropin dan di#italisM
Seara umum perbedaan di#italis dan atropin adalah pada (un#si dan tempat ker"a obat.
a. &i#italis
&i#italis mempunyai 2 (un#si pada otot "antun# *
1- Ker"a inotropik positi( menin#katkan kontraksi miokardium- sehin##a menin#katkan ker"a "antun# peri(er dan #in"al, urah "antun# menin#kat, men#uran#i preload, memperbaiki aliran darah ke peri(er dan #in"al, men#uran#i edema dan ekskresi airan sehin##a ter"adi retensi airan pada paru$paru dan ekstremitas berkuran# &amian, 200-.
2- Ker"a kronotropik ne#ati( yaitu memperlambat denyut "antun# &amian, 200-.
&i#oJin pada prinsipnya beker"a den#an ara men#hambat pompa 'a5K A+/$ase yan# beker"a den#an menin#katkan pertukaran natrium$ kalsium intraselular sehin##a menin#katkankadar kalsium intraseluler dan menin#katkan kontraktilitas. &i#oJin seara spesi(ik berikatanden#an subunit$α dari pompa 'a5 K A+/ase yan# terletak
di otot "antun# miokardia-,adanya ikatan ini meneyebabkan tidak ber(un#sinya pompa 'a5K A+/ase. enu"ukan mekanisme ker"a 'a5K
A+/ase. ;al ini kemudian men#akti(kan 'a5Ba eJhan#er yan# menyebabkan penin#katan konsentrasi ion natrium intraseluler, yan# kemudianmenyebabkan kenaikan tin#kat ion kalsium. ekanisme inhibisi transport enim ini "u#amen#hasilkan hilan#nya K dari sel
miokardium &amian, 200-. b. Atropin
erupakan obat yan# mempunyai e(ek antikoliner#ik kuat dan merupakan anta#onis khusus dari e(ek musakarinik Ah. Atropine memiliki daya ker"a atas SS/ antara lain sedative- dan daya bronhodilatasi rin#an berdasarkan peredaan otot polos bronhi. erupakan antikoliner#ik, beker"a menurunkan tonus va#al dan memperbaiki sistimkonduksi Atrioentrikuler. Atropin merupakan a#en preanestesi yan# di#olon#kan seba#ai antikoliner#ik atau parasimpatolitik. Atropin seba#ai prototip antimuskarinik mempunyai ker"a men#hambat e(ek asetilkolin pada syara( post#an#lionik koliner#ik dan otot polos Katun#, 2001-.
3. %a#aimana pen##unaan obat "ika disertai penyakit sistemik lainM
9ndikasi pen##unaan obat$obatan san#at terkait den#an penyakit yan# diderita oleh penderita. Kondisi$kondisi sistemik berikut merupakan kondisi berisiko tin##i yan# bias "adi merupakan sekuel dari hipertensi, yaitu #a#al "antun#, penyakit "antun# iskemik, diabetes, penyakit #in"al kronis, dan stroke. Angiotensin#converting en$yme ( AB ) inhibitor, angiotensin receptor blocker ( A% ), calcium channel blocker ( BB% ), diuretic, dan beta#blocker merupakan berba#ai terapi yan# dapat salin# dikombinasikan untuk men"adi alternati(
pen#obatan o#er, 2012-. %erikut merupakan tabel pen##unaan obat$obatan yan# sesuai "ika disertai penyakit sistemik lain *
Ta7e ,',.
/en##unaan obat den#an penyakit sistemik lain o#er, 2012-. N! Penya$it Siste"i$ Lain K!"7inasi O7at
1 ;ipertensi den#an #a#al "antun# =einber#er,
2011-diuretic, beta#blocker, A%& inhibitor, A', aldosterone antagonist
( ;ipertensi post$in(ark
miokard =einber#er,
2011-beta#blocker, A%& inhibitor, aldosterone antagonist
, ;ipertensi den#an risiko tin##i penyakit "antun# koroner Arono!,
2011-diuretic, beta#blocker, A%& inhibitor, %%
4 ;ipertensi den#an diabetes u##enenti,
2011-diuretic, beta#blocker, A%& inhibitor, A', %%
. ;ipertensi den#an penyakit #in"al kronis =einber#er,
2011- A%& inhibitor, A'
/ ;ipertensi den#an
pene#ahan kekambuhan stroke Arono!,
DAFTAR PUSTAKA
Arono! =S, )le# ?, /epine B, Artinian '+, %akris 7, %ro!n AS, et al. 2011. ABB)5A;A 2011 eJpert onsensus doument on hypertension in the elderly* a report o( the Amerian Bolle#e o( Bardiolo#y )oundation +ask )ore on Blinial Jpert Bonsensus douments developed in ollaboration !ith the Amerian Aademy o( 'eurolo#y, Amerian 7eriatris Soiety, Amerian Soiety (or /reventive Bardiolo#y, Amerian Soiety o( ;ypertension, Amerian Soiety o( 'ephrolo#y, Assoiation o( %lak Bardiolo#ists, and uropean Soiety o( ;ypertension. Am %oll %ardiol . 6@20-*203@$2114.
&amian, &odo Saputra. 200. Farmakologi *bat "notropik+ asopressor . )akultas Kedokteran ?ambun# an#kurat * %an"armasin
&epartemen )armakolo#i dan +erapeutik )K U9. 200@. )armakolo#i dan +erapi. akarta * %alai /enerbit )K U9.
)erri ). 2011. -ractical .uide to The %are of The Medical -atient . /hiladelphia* osby lsevier.
Katun#, %ertram 7. 2001. )armakolo#i &asar dan Klinik. akarta*Salemba edika.
Kee, . velyn, . 200. )armakolo#i. akarta * 7B. Available at * http*55books.#oo#le.o.id5booksM
idN%(t)+itO30ABp#N/A468dPNantian#inahlNidsaNHeiN=vQJU (yu7a;rRe+mCBR&RvedN0BB4R>A!AAvNonepa#eP(N(alse
ahes!ary &. 7irish /. 18. R++ dispersion as marker o( le(t ventriular mass in essensial hypertension. 9n * 9ndian heart "ournal. Au#. 414$@
o#er ?, 7o AS, ?loyd$ones &, et al. 2012. ;eart disease and stroke statistis$$ 2012 update* a report (rom the Amerian ;eart Assoiation. %irculation. 1261-*e2$e220.
u##enenti /, ?auria 7, 9liev 9/, )assi A, 9lieva A/, ota S, et al. 2011. ((ets o( manidipine and delapril in hypertensive patients !ith type 2 diabetes mellitus* the delapril and manidipine (or nephroprotetion in diabetes &A'&- randomied linial trial. /ypertension. 686-*@@>$@83.
Setia!ati, Arini. 2008. Farmakologi dan Terapi0 *bat .agal antung1 disi 6. akarta* &epartemen )armakol#i dan +erapeutik )akultas Kedokteran Universitas 9ndonesia. 2$311.
Sta( /en#a"ar &epartemen )armakolo#i )K U'S9. 200. Kumpulan Kuliah )armakolo#i. /alemban# * 7B. Available at * http*55books.#oo#le.o.id5booksM
idN!2BHr#Bp#N/A436dPNantian#inahlNidsaNHeiN=v QJU(yu7a;rRe+mCBR&RvedN0B&R>A!ARvNonepa#ePNanti :20an#ina(N(alse
=einber#er ;, 9o ? r, /urkayastha &, =eitman , %lak ;. 2011. Bomparative e((iay and sa(ety o( ombination aliskiren5amlodipine and amlodipine monotherapy in A(rian Amerians !ith sta#e 2 hypertension and obesity or metaboli syndrome. Am Soc /ypertens. 6>-*48$@.
Cokota, . iyahara. 9!ase. =atanabe. atsunami .Kamihara et al. 2008. ;aemodinami ehanism o( Antian#inal Ation o( Balium Bhannel %loker 'ioldipine in &ynami Jerise$9ndued An#ina. Available at http*55ir.aha"ournals.or#5ontent5815>5188@.(ull.pd(html