• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N NOMOR 458/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "P U T U S A N NOMOR 458/PDT/2017/PT.BDG. DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Halaman 1 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG

P U T U S A N

NOMOR 458/PDT/2017/PT.BDG.

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Jawa Barat di Bandung, yang memeriksa dan mengadili perkara-perkara perdata dalam tingkat banding, telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dibawah ini dalam perkara antara :

Hendra Armala, yang beralamat di Dusun Pahing RT/RW : 011/004, Desa/Kelurahan Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat, dalam hal ini memberikan kuasa kepada Gios Adhyaksa, S.H., M.H. dan Shindu Arief Suhartono, S.H,. CRA., CLI. para Advokat yang berkantor pada Law Office Arief & Partners, beralamat di Eighty Eighty @ Kasablanca Tower A. 10E Floor Jln. Raya Casablanca Kav. 88 Jakarta 12870, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 3 Agustus 2017, terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 14 Agustus 2017 Nomor: 56/Pdt/SRT.KS/PN.Kng., selanjutnya disebut sebagai Pembanding semula Penggugat;

Lawan:

1. PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. Kantor Cabang Kuningan, beralamat di Jl. Siliwangi Cigembang Kuningan 45511, selanjutnya disebut sebagai Terbanding I semulaTergugat I;

2. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), beralamat di Jl. DR Wahidin Sudirohusodo No. 48 Cirebon, selanjutnya disebut sebagai Terbanding II Tergugat II;

3. Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kuningan, beralamat di Jl. RE Martadinata, No. 84 Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, selanjutnya disebut sebagai Terbanding III semulaTurut Tergugat;

(2)

Halaman 2 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Telah membaca :

1. Surat Penetapan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 458/PEN/PDT/2017/PT.BDG tanggal 12 Oktober 2017 tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara antara kedua belah pihak tersebut diatas;

2. Surat Penunjukan Panitera Pengganti oleh Panitera Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG. tanggal 12 Oktober 2017 tentang Panitera Pengganti dalam perkara tersebut diatas;

3. Surat Penetapan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat Nomor 458/PEN/PDT/2017/PT.BDG. tanggal 14 November 2017 tentang Penetapan hari sidang dalam perkara tersebut diatas; 4. Berkas perkara dan salinan resmi putusan Pengadilan Negeri

Kuningan Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng. tanggal 1 Agustus 2017 berikut surat-surat lainnya yang terkait dengan perkara tersebut; TENTANG DUDUK PERKARA

Mengutip dan memperhatikan tentang hal-hal yang tercantum dalam salinan resmi putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng. tanggal 1 Agustus 2017;

Menimbang, bahwa Penggugat dengan Surat Gugatan tertanggal 18 Oktober 2016 yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuningan pada tanggal 19 Oktober 2016 dalam Register Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng, telah mengajukan gugatan sebagai berikut :

1. Bahwa Penggugat adalah seorang wiraswasta yang bergerak di bidang pengangkutan barang, pada tanggal 01 Desember 2011 mengajukan permohonan fasilitas kredit kepada Tergugat I, dan berdasarkan Surat Nomor 002/SP3K/Kng-Kon/KPR/2012 pada tanggal 17 Desember 2012 Tergugat I menyetujui dengan pinjaman Rp 1.150.000.000,- (satu milyar seratus lima puluh juta rupiah);

2. Bahwa berdasarkan Akta Perjanjian Kredit tertanggal 09 April 2012 dengan Nomor 05 yang dibuat oleh Yayan Sopyan, SH.,M.Kn Notaris yang berkedudukan di Kabupaten Kuningan (Lampiran 1) fasilitas yang diberikan Tergugat I dapat digunakan Penggugat untuk Pembelian Unit Hunian dan Non Hunian Secondary, dengan bentuk kredit Non Revolving dengan jangka waktu kredit adalah 10 (sepuluh) tahun / 120 (seratus dua puluh) bulan yaitu

(3)

Halaman 3 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit yaitu tanggal 09 April 2012 dan berakhir/harus dibayar lunas pada tanggal 09 April 2022;

3. Bahwa untuk menjamin pelunasan kredit di atas Penggugat telah menyerahkan 1 (satu) bidang tanah berikut bangunan kepada Tergugat I berupa : SHM No. 32 tanggal 19-09-1966 dengan luas 1530 meter (seribu lima ratus tiga puluh) tercatat atas nama Abdul Hakim yang terletak di desa Bodjong, Kecamatan Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat, bahwa jaminan tersebut tercatat atas nama Abdul Hakim yang terletak di desa Bodjong, Kecamatan Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat, bahwa jaminan tersebut tercatat atas nama Abdul Hakim yang terletak di desa Bodjong, Kecamatan Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat, bahwa jaminan tersebut sedang dalam proses balik nama sertifikat ke atas nama Penggugat, berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 09-04-2012 Nomor 150/2012. Kemudian setelah proses balik nama menjadi atas nama Penggugat yakni Hendra Armala dengan SHM No. 32 seluas 1.173 meter (seribu seratus tujuh puluh tiga) yang terletak di desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat;

4. Bahwa 1 (satu) bidang tanah dan bangunan yang dijadikan jaminan tersebut di atas pada tahun 2012 dengan nilai limit Rp 1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta rupiah), selanjutnya asset jaminan Penggugat tersebut di atas mohon disebut sebagai Objek Sengketa;

5. Bahwa dari fasilitas kredit yang diberikan oleh Tergugat I kepada Penggugat yaitu Rekening Koran dimana tiap bulannya sejak April 2012 sampai dengan Mei 2016 telah dibayar oleh Penggugat dengan lancar dan lunas;

6. Bahwa oleh karena kondisi usaha Penggugat mulai tidak stabil dan tidak lancar seperti sebelumnya maka Penggugat mulai tidak rutin dalam membayar angsuran kepada Tergugat I dengan maksud untuk meminta keringanan dan permohonan penundaan pengembalian pembayaran pinjaman kredit Pembelian Unit Hunian dan Non Hunian Secondary sebesar Rp 1.150.000.000,- (satu milyar seratus lima puluh juta rupiah) sampai dengan kondisi usahanya bisa normal seperti sediakala dan memohon kepada Tergugat I untuk menjual sendiri asset/jaminan tersebut maupun aseet-asset lain dari Penggugat;

7. Bahwa dengan menjual asset yang menjadi jaminan atau asset lain dari Penggugat tersebut dengan tujuan agar untuk melunasi hutang Penggugat, namun Tergugat I menolak dan pada tanggal 26 Juli 2016 mendapat surat

(4)

Halaman 4 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG pemberitahuan lelang eksekusi hak tanggungan dengan Nomor 0165/Kon-Kng/2016 perihal Pelimpahan Penyelesaian Kredit kepada Balai Lelang Swasta (Lampiran 2), yang pelaksanaan lelangnya akan dilakukan tanpa menyebutkan hari dan tanggal lelang, padahal setelah mendapat surat peringatan dari Tergugat I kemudian melakukan angsuran/cicilan;

8. Bahwa iktikad baik dari Penggugat tersebut dibuktikan dengan kehadiran Penggugat setiap ada pemanggilan dari Tergugat I untuk membicarakan lebih lanjut mengenai kewajiban-kewajiban Penggugat kepada Tergugat I dan menjual dan menawarkan asset yang akan dijadikan jaminan atau asset lain untuk melunasi/mengurangi pinjamannya Penggugat kepada Tergugat I (Lampiran 3);

9. Bahwa Penggugat sampai sekarang tidak pernah diberi surat peringatan ke- 3 sebagaimana tercantum dalam surat teguran pertama dengan nomor 160/KON-KNG/KPR&MORTGAGE/2014 tertanggal 23 September 2014 dan surat peringatan kedua dengan nomor 054/KPR&MORTGAGE/2015 tertanggal 10 Maret 2015, surat peringatan ketiga dengan nomor 075/KON-KNG/KPR&MORTGAGE/2015 tertanggal 09 April 2015 yang pada intinya memperingatkan Penggugat untuk melunasi pinjamannya tersebut;

10. Bahwa Penggugat belum pernah diberi atau surat peringatan 3 dari Tergugat I sebagaimana tercantum dalam posita angka 9 dengan demikian tindakan Tergugat I tersebut tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 11. Bahwa tanggal 16 September 2016 Penggugat menerima surat

pemberitahuan tanggal pelaksanaan lelang agunan dengan nomor : 951/PPK-KNG/2016 dari Tergugat I (Lampiran 4), yang tanpa persetujuan dengan Penggugat telah menyerahkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Cirebon untuk melakukan lelang pada tanggal 20 Oktober 2016 yaitu agunan kredit Penggugat yang berupa : SHM No. 32 seluas 1.173 meter (seribu seratus tujuh puluh tiga) atas nama Hendra Armala yang terletak di desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat;

12. Bahwa asset / jaminan yang akan dilelang tersebut di atas harga limit nya dinilai tahun 2012 dengan harga limit Rp 1.400.000.000,- (satu milyar empat ratus juta rupiah) sampai dengan sekarang nilai harga limitnya masih tetap dan belum pernah dilakukan penilaian ulang dari lembaga Appraisal yang independen;

13. Bahwa pelaksanaan lelang yang akan dilaksanakan Tergugat II pada tanggal 20 Oktober 2016 adalah tidak sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam

(5)

Halaman 5 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan 93/PMK.06/2010 karena tidak memberikan Surat Peringatan III kepada Penggugat dan Pemberitahuan harga asset / jaminan milik Penggugat maka pelelangan tersebut adalah tidak sah;

14. Bahwa harga limit yang dipergunakan sebagai dasar lelang Tergugat I adalah harga limit yang penilaiannya dilakukan pada tahun 2012, sehingga harga limit atas jaminan Penggugat tersebut sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan harga sekarang karena tanpa adanya penilaian ulang yang dilakukan oleh lembaga Appraisal yang independen hal tersebut sangat merugikan Penggugat;

15. Bahwa perbuatan Tergugat I tanpa melakukan persetujuan terlebih dahulu kepada Penggugat telah menunjuk Tergugat II oleh Tergugat I adalah perbuatan melawan hukum;

16. Bahwa tanpa pemberitahuan penetapan harga lelang, Surat Peringatan III kepada Penggugat serta penetapan harga limit yang sudah tidak sesuai dengan keadaan sekarang dan tanpa adanya penilaian harga limit yang dilakukan lembaga Appraisal yang independen terhadap barang jaminan milik Penggugat tidak dapat dijual atau di lelang sebelum ada kepastian hukum yaitu berdasarkan Putusan Pengadilan yang berkekuatan hukum tetap;

17. Bahwa dalam hal ini Penggugat mengikutsertakan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Cirebon sebagai Tergugat II dengan maksud Tergugat II tidak melaksanakan proses lelang dikarenakan objek tersebut dalam keadaan sengketa;

18. Bahwa dalam hal ini Penggugat juga menyertakan kepada Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kuningan sebagai pihak yaitu Turut Tergugat dengan maksud Turut Tergugat tidak menindaklanjuti dan/atau menghentikan segala proses hukum yang berhubungan dengan pemindahan hak atas sebidang tanah dan bangunan kepada pihak lain sampai dengan perkara ini memperoleh keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap, berupa :

Berdasarkan uraian dan alasan-alasan hukum tersebut di atas, maka dengan ini PENGGUGAT mohon kepada Majelis Hakim Yang Terhormat yang memeriksa perkara ini kiranya berkenan memberikan putusan yang amarnya sebagai berikut :

(6)

Halaman 6 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG 1. Mengabulkan gugatan PENGGUGAT untuk seluruhnya;

2. Menyatakan Penggugat adalah Debitur yang beritikad baik;

3. Memerintahkan kepada Tergugat I untuk memberikan jangka waktu pelunasan pembayaran hutang/pinjaman kepada Penggugat sampai terjualnya asset/jaminan oleh penggugat yang berupa : tanah dan bangunan SHM No. 32 seluas 1.173 meter (seribu seratus tujuh puluh tiga) atas nama Hendra Armala yang terletak di desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat;

Selanjutnya asset jaminan Penggugat tersebut di atas mohon disebut sebagai objek sengketa.

4. Memerintahkan kepada Tergugat I untuk tidak menghitung bunga dan denda bank kepada Penggugat terhitung sejak pembayaran angsuran terakhir yang dibayar oleh Penggugat sampai dengan perkara ini memperoleh kekuatan hukum tetap;

5. Menyatakan pelelangan yang dilakukan oleh Tergugat II atas permintaan Tergugat I adalah tidak sah karena tidak sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 93/PMK.06/2010 yaitu dengan tidak memberikan surat peringatan III kepada Penggugat dan pemberitahuan harga asset/jaminan milik Penggugat;

6. Menyatakan pelelangan yang dilakukan Tergugat I adalah tidak sah dan batal demi hukum karena harga limit yang dijadikan dasar lelang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan harga sekarang dan tidak dilakukan penilaian ulang oleh lembaga Appraisal yang independen;

7. Menyatakan perbuatan Tergugat I tanpa melakukan persetujuan terlebih dahulu kepada Penggugat telah menunjuk Tergugat II adalah perbuatan melawan hukum;

8. Memerintahkan kepada Tergugat I untuk tidak memproses secara hukum penyelesaian kredit antara Penggugat dan Tergugat I sampai dengan perkara ini memperoleh keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap;

9. Memerintahkan kepada Turut Tergugat untuk tidak menindak lanjuti dan/atau menghentikan segala proses hukum yang berhubungan dengan pemindahan hak kepada pihak lain sampai

(7)

Halaman 7 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG dengan perkara ini memperoleh keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap;

10. Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Turut Tergugat untuk memenuhi semua isi putusan dalam perkara ini;

11. Menghukum Tergugat I untuk membayar biaya perkara; SUBSIDAIR :

Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa terhadap gugatan Penggugat tersebut, Tergugat I memberikan jawaban pada pokoknya sebagai berikut:

I. DALAM EKSEPSI .

A. EKSEPSI TENTANG KURANG PIHAK (AZAS PLURUM LITIS CONSORSIUM).

a. Bahwa berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor: 05 Tanggal 9 April 2015 yang dibuat dihadapan Yayan Sopyan, S.H., MKn. Notaris di Kuningan oleh Tergugat I selaku Bank/kreditur dengan Penggugat selaku nasabah/debitur bersama-sama dengan istri Penggugat yaitu Nyonya Punny Lestari Handayani telah menggabungkan diri dengan memberikan persetujuan sehingga secara tanggung renteng menanggung segala hutang (hoofdelijke) yang dalam Perjanjian Kredit Nomor: 05 Tanggal 9 April 2015 tersebut bertindak selaku nasabah/ debitur dan pada Surat Pemberitahuan Persetujuan Pemberian Kredit (SP3K) bjb KPR Nomor : 002/SP3K/Kng-Kon/KPR/2012 tanggal 17 Februari 2012 secara fakta menandatangani, membaca, mengetahui dan menyetujui isi SP3K tersebut;

b. Bahwa selain itu perjanjian pengikatan jaminan atas tanah bangunan obyek sengketa (Sertifikat Hak Milik No. 32) yang didasarkan pada Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor: 379/2013 Tanggal 23 September 2013 yang dibuat dihadapan Yayan Sopyan, S.H., MKn. PPAT di Kuningan.

Bahwa di dalam melakukan tindakan pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan tersebut, Hendra Armala telah memperoleh persetujuan dari Istrinya yaitu Nyonya Punny Lestari Handayani (incasu Pelawan), karena merupakan harta bersama;

(8)

Halaman 8 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG c. Bahwa dengan demikian kedudukan hukum Pelawan sebagai

nasabah/ debitur dalam Perjanjian Kredit maupun dalam perjanjian pengikatan jaminan tidak berdiri sendiri, tetapi bersama-sama dengan Nyonya Punny Lestari Handayani. Dengan demikian menurut hukum, dalam melakukan tuntutan hukum atas obyek sengketa yang merupakan harta bersama juga harus dilakukan bersama-sama dengan istrinya Nyonya Punny Lestari Handayani tersebut;

d. Bahwa maka seharusnya istri Penggugat tersebut adalah salah satu pihak yang harus disertakan selaku pihak adalam perkara aquo hal mana adalah untuk lebih memperjelas kedudukan penggugat dan seseorang yang bernama Nyonya Punny Lestari Handayani tersebut , hal tersebut sesuai dengan azas Plurum Litis Consorsium yang menyatakan bahwa semua pihak yang memiliki keterkaitan dengan objek perkara harus disertakan sebagai pihak;

e. Bahwa ternyata Penggugat di dalam mengajukan Perlawanan a quo terbukti tidak menyertakan istrinya sebagai pihak dalam perkara a quo, maka gugatan a quo nyata-nyata dikualifikasikan sebagai gugatan yang tidak memenuhi syarat formil (mengandung cacat formil) sehingga kurang pihak (plurium litis consortium) dan oleh karenanya Perlawanan a quo harus dinyatakan tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard).

B. GUGATAN PENGGUGAT KABUR .

Bahwa bila mempelajari substansi gugatan penggugat dimana gugatan aquo bermuara pada keberatan penggugat atas upaya lelang yang belum terlaksana oleh Tergugat I, namun kenyatannya materi gugatan Penggugat adalah menyangkut Perbuatan Melawan Hukum.

Bahwa suatu keberatan atas lelang yang belum terjadi hanya dimungkinkan dengan cara mengajukan Bantahan / Perlawanan ke Pengadilan dan bukan dengan cara mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum sebagaimana upaya hukum yang ditempuh oleh Penggugat. Upaya hukum dengan cara pengajuan Gugatan perbuatan melawan hukum hanya dapat dimungkinkan terhadap lelang yang sudah selesai dilakukan, hal ini sesuai dengan Yurisprudensi MARI No. 697 K/Sip/1974 Tanggal 31 Agustus 1977 yang kaedah hukunya menyatakan sebagai berikut :

(9)

Halaman 9 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG “ Keberatan mengenai pelelangan seharusnya diajukan sebagai perlawanan terhadap eksekusi, sebelum pelelangan dilaksanakan”.

Bahwa berdasarkan uraian di atas jelas bahwa Penggugat telah salah dalam mengajukan upaya hukum, maka untuk menjaga tertib beracara, sangatlah beralasan apabila Tergugat mohon agar gugatan Penggugat dinyatakan tidak dapat diterima NO (Niet Onvankelijk Veklaard).

II. DALAM POKOK PERKARA.

Bahwa memohon apa yang didalilkan oleh Tergugat I dalam Eksepsi sepanjang masih relevan dianggap merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pokok perkara ini ( mutatis mutandis ).

Bahwa Tergugat I menolak dengan tegas semua dalil-dalil yang dikemukakan oleh Penggugat tersebut kecuali apa yang diakui secara tegas dalam jawaban ini dengan alasan - alasan sebagai berikut:

1. Bahwa sebagaimana dalil Pengugat dalam gugatannya pada posita angka 6 dan 7 yang pada intinya menyatakan bahwa Penggugat telah melakukan permohonan kepada Tergugat I guna meminta keringanan dan permohonan penundaan pengembalian pembayaran pinjaman kredit dan atas permohonan tersebut Tergugat I menolak atas permohonan tersebut, dimana dalil Penggugat tersebut adalah dalil keliru dan tidak berdasar sama sekali karenanya dalil sedemikian harus dikesampingkan / ditolak.

Bahwa berdasarkan surat permohonan yang diajukan Penggugat pada tanggal 10 Oktober 2016 Tergugat I telah menjawab permohonan Penggugat dengan Surat Nomor : 1066/Kon-Kng/2016 tanggal 17 Oktober 2016, Bahwa Kredit atas nama Penggugat tergolong dalam kredit macet dan Pengajuan penundaan lelang agunan yang Penggugat ajukan merupakan pengajuan lelang yang kedua kalinya dimana pengajuan sebelumnya Tergugat I telah penuhi dengan komitmen Penggugat membayar semua tunggakan dan angsuran setiap bulannya akan dibayar secara rutin sebagaimana dinyatakan Penggugat dalam Surat Pernyataan Sanggup Bayar yang ditandatangani di atas materai tanggal 14 Desember 2015 dan 22 Oktober 2015 akan tetapi Penggugat tidak memegang komitmen tersebut sehingga toleransi yang telah diberikan oleh Tergugat I lebih dari cukup.

Bahwa berdasarkan fakta-fakta yang diuraikan di atas Penggugat tidak mempunyai itikad baik menyelesaikan tunggakan atas kredit yang diberikan oleh Tergugat I dan toleransi yang diberikan sejak tahun 2015 kepada Penggugat merupakan sebagai bentuk itikad baik Tergugat I

(10)

Halaman 10 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG memberikan kesempatan kepada Penggugat untuk menjual asset pribadi yang diluar jaminan dan menjual jaminan secara sukarela akan tetapi Penggugat hanya memberikan janji-janji yang tidak pernah terealisasikan. Bahwa demikian pula dalil Penggugat yang menyatakan bahwa Penggugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dimana dalil tersebut dalil yang keliru dan tidak berdasar sama sekali dan karenanya harus dikesampingkan/ditolak.

2. Bahwa sebagaimana dalil Penggugat dalam gugatannya pada posita angka 7 tidak sesuai dengan faktanya untuk menuju proses lelang tersebut dimana Tergugat I mengirimkan surat Pemberitahuan kepada Penggugat dengan surat nomor; 951/PPK-KNG/2016, perihal : Pemberitahuan Tanggal Pelaksanaan Lelang Agunan, tanggal 16 September 2016 yang didalam surat tersebut disampaikan secara tertulis hari, tanggal, jam dan tempat akan dilaksanakan lelang agunan dicantumkan secara jelas, hal tersebut dilakukan oleh Tergugat I dengan maksud pemberitahuan dimaksud adalah untuk dapat mengikuti proses lelang, agar transparan dan akuntabel dan pada akhirnya dilakukan lelang pada tanggal 20 Oktober 2016 dengan hasil Tidak Ada Peminat / belum terlelang.

Bahwa berdasarkan fakta tersebut Penggugat memutarbalikan fakta dimana dalil Penggugat keliru dan tidak berdasar sama sekali karenanya dalil sedemikian harus dikesampingkan / ditolak.

3. Bahwa sebagaimana dalil Pengugat dalam gugatannya pada posita angka 8, 9 dan 10 yang pada intinya menyatakan bahwa Penggugat tidak pernah menerima Surat Peringatan Ketiga, dimana dalil Penggugat tersebut adalah dalil keliru dan tidak berdasar sama sekali karenanya dalil sedemikian harus dikesampingkan / ditolak.

Bahwa sebelum permohonan diajukan Tergugat I telah diberikan Surat Peringatan Pertama tanggal 23 September 2014 Nomor : 160/Kon-Kng/KPR&Mortgage/2014, Surat Peringatan Kedua tanggal 10 Maret 2015 054/KPR&Mortgage/2015 dan Surat Peringatan Ketiga tanggal 10 Maret 2015 Nomor : 075/KPR&Mortgage/2015, semua surat peringatan tersebut telah dikirim dan disampaikan kepada Penggugat.

Bahwa faktanya Tergugat I telah mengirimkan Surat Peringatan Ketiga melalui Kantor Pos dan email Pengugat, Tergugat I telah melakukan berbagai upaya dengan menghubungi Pengugat. Selanjutnya sebelum Surat Peringatan Pertama, Kedua dan Ketiga dikirimkanTergugat I telah melakukan beberapa kali kunjungan langsung ke alamat jaminan yang

(11)

Halaman 11 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG dituangkan dalam Tanda Bukti Kunjungan dan bertemu langsung dengan istri Pengugat yaitu Nyonya Punny Lestari guna memberikan kesempatan kepada Pengugat untuk menyelesaikan tunggakan atas kredit.

4. Bahwa sebagaimana dalil Pengugat dalam posita angka 11 sampai dengan 16 dimana dalil Penggugat tersebut adalah dalil keliru dan tidak berdasar sama sekali karenanya dalil sedemikian harus dikesampingkan / ditolak.

Bahwa dimohonkannya eksekusi lelang oleh Tergugat I atas barang jaminan SHM No. 32 Desa Bodjong Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan milik Penggugat tidaklah dapat dikwalifikasi sebagai perbuatan Melawan Hukum, akan tetapi perbuatan Tergugat I untuk mengajukan permohonan lelang tersebut adalah yang sesuai dengan sesuai dengan ketentuan hukum dan peraturan perundang undangan yang berlaku tentang Hak Tanggungan yaitu UU No. 4 Tahun 1996 Pasal 6 menyatakan bahwa "Apabila debitur cidera janji, pemegang hak tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut;

Selanjutnya dasar permohonan Tergugat I untuk mengajukan lelang tersebut adalah karena telah terjadi wanprestasi yang dilakukan oleh Penggugat , dan atas wanprestasi tersebut telah diakuinya terus terang sebagaimana dalam gugatannya posita angka 6 dan 7 yang menyatakan bahwa : “ oleh karena usaha / ekonomi penggugat tidak stabil sehingga tidak mampu melanjutkan cicilan selanjutnya. Karenanya dengan terbuktinya adanya wanprestasi yang dilakukan oleh Penggugat tersebut dan guna demi memulihkan kerugian Tergugat I maka satu satunya jalan adalah dengan cara mengajukan lelang hak tanggungan.

Dalam hal jaminan dengan Hak Tanggungan, kreditur (incasu Tergugat I) menurut hukum diberikan hak dan wewenang untuk mengeksekusi sendiri/langsung objek jaminan atas kekuasaan sendiri. Hal ini ditegaskan dalam ketentuan Pasal 6 jo pasal 20 ayat (1) Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-benda yang Berkaitan Dengan Tanah (“UUHT”) yang menyatakan sebagai berikut : Pasal 6 :

“Apabila debitor cidera janji, pemegang Hak Tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual obyek Hak Tanggungan atas

(12)

Halaman 12 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut”.

Pasal 20 ayat (1) huruf a :

“Apabila debitor cidera janji, maka berdasarkan: hak pemegang Hak Tanggungan pertama untuk menjual obyek Hak Tanggungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6,”

Bahwa eksekusi ini adalah yang dikenal sebagai eksekusi langsung atau parate executie.

Bahwa berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut diatas, maka menurut hukum Tergugat I selaku Kreditur diberikan hak untuk mengeksekusi sendiri dan/atau langsung objek sengketa atas kekuasaan sendiri dan bukan didasarkan pada Fiat Eksekusi atas titel eksekutorial yang tercantum dalam Sertifikat Hak Tanggungan yang harus melalui Penetapan Pengadilan, mengingat gugatan perlawanan a quo tidak didasarkan pada dasar hukumnya yang benar (rechts grond) dan peristiwa hukum yang sebenarnya terjadi (fetelljke grond), maka gugatan perlawanan a quo tidak memenuhi syarat formil sehingga harus dinyatakan tidak jelas dan tidak tertentu (een duidelljkenen, bepaalde conclusie). Bahwa disamping ketentuan Pasal 6 UUHT tersebut, sesuai Klausula dalam Akta Pemberian Hak tanggungan No.379/2013, yang menjadi kesepakatan antara penggugat selaku pemberian hak tanggungan dengan Tergugat selaku Penerima Hak Tanggungan, telah disepakati yakni yang pada intinya dalam hal debitur tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi hutangnya, berdasarkan perjanjian utang piutang, Tergugat I selaku pemegang hak Tanggungan peringkat I dengan akta ini diberi hak dan kewenangan tanpa persetujuan dari penggungat/ pemberi Hak Tanggungan untuk menjual atau seluruh menjual dihadapan umum secara lelang Obyek Hak Tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian besar; Bahwa tidak ada sama sekali dasar bagi Penggugat yang disampaikan dalam posita angka 11 gugatannya yang menyatakan bahwa tatacara pelelangan tidak sesuai dengan prosedur, oleh karena dalil-dalil Pengugat tersebut hanya merupakan akal-akalan belaka guna menghindar dari kewajibannya selaku debitur;

5. Bahwa terkait dalil Penggugat pada posita angka 15 yang intinya Tergugat I melakukan Pelelangan tanpa persetejuan Pengugat merupakan perbuatan melawan hukum, tanpa mampu merinci secara tegas dan jelas di dalam posita gugatannya, perbuatan dan/atau tindakan yang mana dari

(13)

Halaman 13 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Tergugat I yang dianggap oleh Penggugat telah memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana telah ditentukan dalam Pasal 1365 KUHPerdata;

Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1365 KUHPerdata, untuk dapat dinyatakan seseorang melakukan perbuatan melawan hukum, maka haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

a. harus ada Perbuatan;

b. perbuatan itu harus melawan hukum; c. ada kerugian;

d. ada hubungan sebab akibat antara perbuatan; e. melawan hukum itu dengan kerugian;

f. ada kesalahan (schuld);

Bahwa ternyata Penggugat di dalam gugatannya tidak menjelaskan bagaimana terjadinya perbuatan melawan hukum tersebut dan terhadap dan/ atau peristiwa apa perbuatan melawan hukum dilakukan, tidak adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian, sehingga tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana telah ditentukan dalam Pasal 1365 KUHPerdata dan sama sekali gugatan a quo tidak mempunyai dasar hukum sesuai yang disyaratkan dalam hukum acara perdata yang mengakibatkan gugatan Penggugat menjadi tidak jelas dan kabur (obscuur libel).

Bahwa berdasarkan alasan-alasan tersebut, terbukti gugatan yang diajukan oleh Pengugat sebagaimana dimaksud di dalam surat Gugatan Perbuatan Melawan Hukum tertanggal 18 Oktober 2016 sebagimana dimaksud dalam register perkara No. 16/Pdt.G/2016/PA.KNG, adalah tidak beralasan dan tidak jelas dalil-dalil gugatannya.

6. Bahwa Tergugat I dengan tegas menolak dalil-dalil Penggugat pada petitum angka 3 gugatan aquo tentang permohonan objek sengketa atas jaminan Pengugat dengan tanah dan bangunan SHM No.32 seluas 1.173 meter terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, oleh karena tuntutan a quo telah berkaitan dengan pokok perkara dan tuntutan Penggugat a quo tidak memenuhi syarat-syarat Pasal 180 HIR, bahkan bertentangan dengan Pasal 180 ayat (1) HIR jo. Rv Pasal 54 dan 57 jo. SEMA No. 3 tahun 2000 jo. SEMA No. 4 tahun 2001.

Bahwa permohonan Objek Sengketa yang diajukan oleh Penggugat pun sangat patut ditolak dan dikesampingkan, oleh karena Penggugat tidak dapat membuktikan dalil-dalil dalam gugatannya dan terlebih lagi dalil-dalil

(14)

Halaman 14 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Penggugat tersebut sangat tidak berdasar hukum serta telah mengingkari kenyataan sebenarnya dan telah memutarbalikkan fakta.

Bahwa Tergugat I tidak mungkin melakukan tindakan sebagaimana yang dikhawatirkan dalam Pasal 227 HIR, dan gugatan Penggugat tersebut hanya didasarkan pada itikad tidak baik dan penyalahgunaan hukum acara (abuse of legal procedure), maka demi menjunjung tinggi rasa keadilan dan kepastian hukum, permohonan Objek Sengketa harus ditolak seluruhnya.

7. Bahwa Tergugat I dengan tegas menolak dalil-dalil Penggugat pada petitum angka 4 gugatan aquo sebagaimana dalam perjanjian Kredit No. 5, tanggal 9 April 2012 sebagaimana disebut akta , telah diatur secara tegas segala sesuatu mengenai jumlah hutang , besar bunga, denda serta jangka waktu pelunasan .

Jumlah bunga serta denda adalah hasil kesepakatan yang terjadi antara penggugat dan Tergugat I yang dituangkan dalam akta perjanjian krredit sehingga dengan demikian berdasarkan ketentuan pasal 1338 dan Pasal 1339 BW kesepakatan yang terjadi antara dua pihak akan mengikat sebagai Undang – Undang.

Bahwa dalil-dalil Penggugat tersebut sangat tidak berdasar hukum serta telah mengingkari kenyataan sebenarnya dan dalil tersebut dalil yang keliru dan tidak berdasar sama sekali dan karananya harus dikesampingkan / ditolak.

8. Bahwa Tergugat I dengan tegas menolak dalil-dalil Penggugat pada petitum angka 5, 6, 7 dan 8 oleh karena dalil-dalil Penggugat a quo mengada-ada dan wujud ketidak pahaman Penggugat atas ketentuan Undang-Undang R.I. Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan Atas Tanah Beserta Benda-Benda Yang Berkaitan Dengan Tanah (untuk selanjutnya disebut UUHT), sehingga sudah sepatutnya untuk ditolak dan dikesampingkan berdasarkan alasan-alasan sebagai berikut :

a. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 UUHT menyatakan bahwa : “apabila debitur cidera janji, Pemegang Hak Tanggungan peringkat I mempunyai hak untuk menjual obyek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut”. Bahwa Pasal 6 UUHT tersebut telah memberikan hak bagi Pemegang Hak Tanggungan (incasu Tergugat I) Peringkat Pertama untuk melakukan Parate Eksekusi, artinya Pemegang Hak Tanggungan tidak perlu

(15)

Halaman 15 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG bukan saja memperoleh persetujuan dari Pemberi Hak Tanggungan, tetapi juga tidak perlu meminta penetapan dari Pengadilan Negeri setempat apabila akan melakukan eksekusi atas Hak Tanggungan yang menjadi jaminan hutang debitur dalam hal debitur cidera janji. Pemegang Hak Tanggungan dapat langsung datang dan meminta kepada kepala Kantor Lelang Negara untuk melakukan pelelangan atas obyek Hak Tanggungan;

b. Bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 UUHT tersebut, Tergugat I selaku Pemegang Hak Tanggungan Peringkat I atas Sertifikat Hak Milik No. 32/Desa Bojong mempunyai hak untuk melakukan eksekusi/ penjualan atas tanah agunan tersebut melalui pelelangan umum karena Penggugat selaku debitur telah melakukan Wanprestasi/cidera janji terhadap Akta Perjanjian Kredit No. 5, Tanggal 9 April 2012 dan Akta Pemberian Hak Tanggungan No. 379/2013 Tanggal 23 September 2013. Bahwa pelelangan tersebut dilakukan tanpa perlu ijin terlebih dahulu dari Pelawan selaku nasabah/ debitur;

c. Bahwa dengan perkataan lain berdasarkan Pasal 6 UUHT tersebut maka Tergugat I selaku Pemegang hak Tanggungan Peringkat I untuk melakukan penjualan atas objek agunan yang telah dibebani dengan Hak Tanggungan dapat dilakukan langsung tanpa melalui Pengadilan Negeri Kuningan sebagaimana yang didalikan oleh Penggugat;

d. Bahwa disamping ketentuan Pasal 6 UUHT tersebut, sesuai Klausula dalam Pasal 2 Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor: 379/2013 tanggal 23 September 2013 yang menyatakan jika debitur tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi utangnya, berdasarkan perjanjian utang piutang tersebut diatas, oleh Penggugat, pihak Tergugat I selaku Pemegang Hak Tanggungan peringkat I dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Penggugat : a) Menjual atau suruh menjual di hadapan umum secara lelang obyek

hak tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian-sebagian; b) Mengatur dan menetapkan waktu, tempat, cara dan syarat-syarat

penjualan;

c) Menerima uang penjualan, menandatangani dan menyerahkan kwitansi;

(16)

Halaman 16 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG d) Menyerahkan apa yang dijual itu kepada pembeli yang

bersangkutan;

e) Mengambil dari uang hasil penjualan itu seluruhnya atau sebagian untuk melunasi utang debitor tersebut diatas;

f) Melakukan hal-hal lain yang menurut Undang-Undang dan peraturan hukum yang berlaku diharuskan atau menurut pendapat Tergugat I perlu dilakukan dalam rangka melaksanakan kuasa tersebut. Bahwa pengikatan atas jaminan telah sempurna dengan adanya Sertifikat Hak Tanggungan No. 1642/2013 Peringkat Pertama.

g) Bahwa berdasarkan ketentuan UUHT dan klausula dalam APHT diatas maka tindakan Tergugat I yang akan melakukan pelelangan atas obyek agunan melalui Tergugat II adalah tindakan yang sah dan bukan sebagai perbuatan yang melawan hukum;

Bahwa berdasarkan apa yang didalilkan oleh Tergugat I baik dalam Eksepsi dan Jawaban maka mohon dengan ini Majelis Hakim memutuskan sebagai berikut : I. Dalam Eksepsi.

- Menerima Eksepsi Tergugat I.

- Menyatakan bahwa gugatan Penggugat a qou tersebut tidak dapat diterima.

- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini. II. Dalam Pokok Perkara.

- Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya ;

- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara ini ;

Apabila Majelis Hakim pemeriksa perkara No. 16/PDT.G/2016/.PN.KNG berpendapat lain, mohon dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya berdasarkan hukum dan keadilan (ex a quo et bono).

Menimbang, bahwa Tergugat II telah memberikan Jawaban sebagai berikut:

DALAM EKSEPSI.

1. Bahwa Tergugat II menolak seluruh dalil-dalil Penggugat, kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas kebenarannya.

2. Eksepsi Error Persona Standi In Yudicio

a. Gugatan Penggugat terhadap Tergugat II mohon dinyatakan salah dan dinyatakan tidak dapat diterima, karena Penggugat dalam menyebutkan person Tergugat II kurang sempurna.

(17)

Halaman 17 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG dikemukakan oleh Penggugat dalam Surat Gugatannya adalah salah, karena tidak mengaitkan organisasi atasannya, yaitu Pemerintah Republik Indonesia cq Kementrian Keuangan Republik Indonesia cq Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) cq. Kantor Wilayah Jawa

Barat yang merupakan Badan Hukum Induk dari Tergugat II Oleh karena itu, Penulisan harus menyebutkan dan tertulis “Pemerintah Republik Indonesia cq. Kementerian Keuangan cq. Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) cq. Kanwil Jawa Barat cq. Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Cirebon, beralamat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No.48 Cirebon”, maka jika terjadi tuntutan juga harus dikaitkan dengan unit atasannya tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 95 tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Lingkungan Kementerian Keuangan dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal di Kementerian Keuangan jo. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 149/PMK.01/2008 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 100/PMK.01/2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, dan perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 170/PMK.01/2012 jo PMK 263/PMK.01/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal DJKN Oleh karena itu Tergugat II tidak berkualitas untuk dapat dituntut dalam perkara perdata di muka peradilan umum jika tidak dikaitkan dengan Badan Hukum Induknya atau Instansi atasannya

c. Bahwa meskipun Penggugat diberi kebebasan dalam menarik pihak-pihak yang berperkara, namun dengan melihat fakta hukum sebagaimana diuraikan Tergugat II tersebut di atas, maka sudah sepatutnya Majelis Hakim memutuskan untuk mengeluarkan Tergugat II sebagai pihak dalam perkara a quo mengingat Tergugat I menjamin membebaskan Tergugat II dari segala gugatan dan tuntutan pidana dari manapun.

3. Eksepsi Gugatan Kabur / Obscuur LibelObjek Gugatan tidak jelas.

Bahwa gugatan Penggugat tidak dengan tegas menyebutkan Identitas objek dari gugatan Penggugat, Penggugat sama sekali tidak menyebutkan Identitas lokasi dan batas-batas objek sengketa yang dimaksud.

3.1. Bahwa berdasarkan Yurisprudensi MARI NO. 1149 K/SIP/1975 tanggal 17 April 1979 disebutkan bahwa “ apabila di dalam surat

(18)

Halaman 18 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG gugatan tidak disebutkan dengan jelas batas-batas tanah sengketa maka gugatan tidak dapat diterima.

3.2. Bahwa Tergugat II menegaskan penyebutan objek gugatan tidak lengkap sehingga cukup beralasan untuk menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima secara bulat dan keseluruhan sesuai dengan ketentuan hukum yang dituangkan dalam beberapa putusan tetap Mahkamah Agung RI antara lain:

- Putusan tanggal 20 Oktober 1976 Nomor. 447 K/SIP/1976 berbunyi: “gugatan yang tidak sempurna menurut ketentuan hukum beracara karena adanya kekeliruan harus dinyatakan tidak dapat diterima”.

- Putusan 2 mei 1984 Nomor : 2832 K/Sip/1982 berbunyi “ setiap gugatan harus sempurna baik subjek maupun objek dalam perkara harus lengkap Identitasnya” maka sudah sepatutnya Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo menyatakan gugatan kabur dan Tergugat II mempunyai alasan yang tepat dan dasar yang jelas sehingga eksepsi tersebut cukup beralasan untuk diterima, maka jelas gugatan dari Penggugat runtuh ditempatnya sendiri tanpa diruntuhkan pihak lawannya.

4. Eksepsi Gugatan Kurang Pihak

4.1. Bahwa setelah dicermati, bahwa selain pihak-pihak yang diikutsertakan Penggugat dalam gugatannya juga masih ada pihak-pihak yang seharusnya dilibatkan dalam permasalahan tersebut namun belum diikutsertakan dalam gugatan a quo, karena merupakan pihak yang terkait dengan objek sengketa yang diperkarakan yaitu Notaris dan PPAT Yayan Sopyan, SH.,Mkn

4.2. Bahwa untuk mencari kebenaran fakta hukum dalam perkara tersebut, maka sudah sepatutnya Notaris dan PPAT Yayan Sopyan, SH.,Mkn Notaris di Kabupaten Kuningan diikutsertakan dalam perkara a quo. karena Notaris dan PPAT Yayan Sopyan,S.H,.MKn yang juga berperan aktif dalam keikutsertaannya.

4.3. Bahwa oleh karena Notaris dan PPAT Yayan Sopyan,S.H,. MKn tidak ditarik atau diikutsertakan sebagai pihak dalam perkara a quo yang benar-benar sudah jelas bahwa penggugat mengetahuinya, maka menjadikan proses pemeriksaan gugatan a quo tidak sempurna, sehingga sudah sepantasnya gugatan a quo oleh Majelis Hakim dinyatakan tidak dapat diterima seluruhnya (Niet Otvankelijk

(19)

Halaman 19 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Verklaard).

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka sudah sepatutnya Majelis Hakim yang memeriksa perkara a quo menyatakan gugatan tidak dapat diterima (niet onvankelijk verklraad).

DALAM POKOK PERKARA.

1. Bahwa apa yang diuraikan dalam eksepsi tersebut di atas, mohon juga dianggap telah termasuk dalam pokok perkara ini, serta Tergugat II menolak seluruh dalil-dalil Penggugat, kecuali terhadap apa yang diakui secara tegas kebenarannya.

2. Bahwa Tergugat II tidak akan menjawab dalil-dalil yang dikemukakan Penggugat yang tidak berkaitan dengan tugas dan wewenang Tergugat II. 3. Bahwa karena Penggugat nyata-nyata wanprestasi dengan tidak

mengindahkan surat-surat tagihan atau teguran, berdasarkan ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan Nomor 4 Tahun 1996 : “Apabila debitur cedera janji, pemegang hak tanggungan pertama mempunyai hak untuk menjual objek hak tanggungan atas kekuasaan sendiri melalui pelelangan umum serta mengambil pelunasan piutangnya dari hasil penjualan tersebut.” Hal tersebut telah disepakati dalam akta-akta perikatan dan akta hak tanggungan, yang merupakan undang-undang bagi kedua belah pihak (Pasal 1338 KUHPerdata).

4. Bahwa dapat Tergugat II tegaskan, pelelangan atas objek a quo

dimohonkan oleh Tergugat I (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.Tbk. Kantor Cabang Kuningan) selaku pemegang Hak Tanggungan sebagaimana dalam Suratnya Nomor: 896/Kon-Kng/2016 tanggal 30 Agustus 2016, sebagai akibat dari wanprestasi atau cidera janji yang telah dilakukan oleh debitur (penggugat) dari Tergugat I (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.Tbk. Kantor Cabang Kuningan) dalam hal pemenuhan kewajiban kredit sebagaimana Perjanjian Kredit Nomor: 05 tanggal 9 April 2012.

5. Bahwa karena dokumen telah lengkap secara administratif dan benar secara formal sehingga telah memenuhi syarat untuk dilaksanakan lelang, dan sesuai Pasal 13 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang dengan tegas menyatakan bahwa “Kepala KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II tidak boleh menolak permohonan lelang yang diajukan kepadanya sepanjang dokumen persyaratan lelang sudah lengkap dan telah memenuhi legalitas formal subjek dan objek lelang”, maka Tergugat II menerbitkan Surat Penetapan

(20)

Halaman 20 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Hari dan Tanggal pelaksanaan Lelang atas permohonan lelang dari Tergugat I (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten.Tbk. Kantor Cabang Kuningan)

6. Bahwa terhadap surat permohonan penjualan lelang eksekusi Hak Tanggungan a quo, maka Tergugat II kemudian melakukan analisa kebenaran berkas secara formal dan kelengkapan secara administratif dengan dokumen berupa:

a. salinan/fotocopy perjanjian kredit;

b. salinan/fotocopy Sertifikat Hak Tanggungan dan Akta Pemberian Hak Tanggungan;

c. salinan/fotocopy Sertifikat Hak atas Tanah;

d. salinan/fotocopy perincian tunggakan/kewajiban utang debitur;

e. salinan/fotocopy bukti bahwa debitur wanprestasi, berupa peringatan atau pernyataan dari Debitor;

f. salinan/fotocopy surat pernyataan dari Kreditur selaku pemohon lelang yang isinya akan bertanggungjawab apabila ada gugatan;

g. salinan/fotocopy surat pemberitahuan rencana lelang kepada debitur. 7. Bahwa untuk sahnya pelelangan, pihak penjual telah melengkapi dengan

Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Kuningan yang menerangkan bahwa atas objek sengketa berupa tanah seluas 1.173 m2 dengan Sertifikat Hak Milik Nomor: 32 atas nama Hendra Armala, terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus Kab. Kuningan untuk keperluan lelang.

8. Bahwa dengan demikian, berdasarkan uraian pada dalil-dalil sebelumnya menunjukkan sekaligus membuktikan dan tidak terbantahkan lagi bahwa pelelangan atas objek sengketa telah sesuai dengan prosedur yang berlaku dan tidak dapat dibatalkan, sesuai dengan ketentuan Pasal 4 PMK Nomor: 27PMK.06/2016 yang mengatur: “lelang yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak dapat dibatalkan.”

9. Bahwa dalil penggugat pada angka 13 posita yang pada pokoknya menyatakan

‘ ... karena tidak memberikan Surat Peringatan III kepada Penggugat dan pemberitahuan harga asset /jaminan milik Penggugat maka pelelangan adalah tidak syah" adalah tidak benar dan bisa dibuktikan dalam fakta persidangan apakah debitur menerima surat peringatan III dari Tergugat I. Tergugat II dalam melaksanakan telah sesuai dengan ketentuan dalam

(21)

Halaman 21 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG bidang lelang karena Tergugat II merupakan Instansi Pemerintah yang diberikan kewenangan untuk melaksanakan pelelangan.

10. Bahwa selain itu, Penggugat telah diberitahukan oleh Tergugat I terkait pinjaman yang harus segera diselesaikan dengan Nomor: 138/Kon-Kng/KPR/2014 tanggal 01 Agustus 2014.

11. Bahwa Tergugat II dengan tegas menolak dalil Penggugat pada angka 15 posita yang pada pokoknya menyatakan bahwa pelelangan atas barang jaminan milik Penggugat merupakan perbuatan melawan hukum karena tidak memberitahu dan tidak melibatkan Penggugat selaku pemilik dan penjamin utang.

12. Bahwa dalil Penggugat tersebut sangat tidak dapat dibenarkan sama sekali dan harus ditolak oleh Majelis Hakim karena Penggugat selaku pemilik telah memberikan kuasa penuh kepada kreditor (Tergugat I) untuk mengambil segala tindakan hukum atas barang jaminan tersebut apabila debitur yang dijamin utangnya oleh Penggugat mengalami kredit macet, sebagaimana dalam Akta Pemberian Hak Tanggungan Nomor: 379/2013 tanggal 23 September 2013.

13. Bahwa dengan adanya kuasa penuh tersebut, maka Tergugat I selaku pemegang hak tanggungan dapat bertindak tanpa keterlibatan dan persetujuan dari Penggugat selaku pemilik barang jaminan, termasuk didalamnya untuk menjual lelang barang jaminan tersebut. Hal tersebut secara tegas dituangkan dalam ketentuan Pasal 2 APHT Nomor: 379/2013 tanggal 23 September 2013.

Pasal 2 APHT No. 379/2013

“Hak Tanggungan tersebut di atas diberikan oleh Pihak Pertama (Penggugat) dan diterima oleh Pihak Kedua (Tergugat I) dengan janji-janji yang telah disepakati oleh kedua belah pihak sebagaimana diuraikan di bawah ini : Jika Debitor/Peminjam tidak memenuhi kewajiban untuk melunasi utangnya berdasarkan perjanjian kredit tersebut di atas, oleh Pihak Pertama, Pihak Kedua selaku Pemegang Hak Tanggungan Peringkat Pertama dengan akta ini diberi dan menyatakan menerima kewenangan, dan untuk itu kuasa, untuk tanpa persetujuan terlebih dahulu dari Pihak Pertama : untuk menjual atas suruh menjual di hadapan umum secara lelang objek hak tanggungan baik seluruhnya maupun sebagian”.

14. Bahwa untuk dalil Penggugat yang mengaku tidak diberitahu pelaksanaan lelang adalah tidak ada kewajiban hukum KPKNL Cirebon, melainkan Penggugatlah yang harus mencaritau atau dapat membaca pengumuman,

(22)

Halaman 22 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG karena Tergugat I selaku pihak penjual telah melakukan pengumuman kepada khalayak melalui surat kabar harian Rakyat Cirebon yang terbit di Cirebon tanggal 6 Oktober 2016 dan Pengumuman Ralat pada Koran Harian Rakyat Cirebon tanggal 7 Oktober 2016, namun Penggugat tidak ada reaksi sehingga dapat disimpulkan pelelangan tersebut telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku. Oleh karenanya, pengumuman lelang yang dilakukan oleh pihak penjual telah memenuhi persyaratan lelang dan memenuhi asas publisitas dan dianggap telah diketahui oleh masyarakat luas termasuk Penggugat dan tentunya pihak Penjamin/Penggugat. Terhadap debitur telah diberitahukan adanya pelaksanaan lelang,

15. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut di atas jelas tidak ada satupun tindakan Tergugat II yang merupakan suatu perbuatan melawan hukum yang merugikan Penggugat karena objek belum berpindah tangan hanya mengulur-ulur waktu dari penggugat, maka sudah sepantasnya dalil dan alasan Penggugat ditolak oleh Majelis Hakim yang memeriksa perkara a

quo.

Maka berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Tergugat II mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk menjatuhkan putusan dengan amar yang menyatakan:

Dalam Eksepsi:

• Menyatakan Eksepsi Tergugat II cukup beralasan dan patut diterima; • Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima.

Dalam Pokok Perkara:

• Menolak gugatan Penggugat seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan Perbuatan Melawan Hukum tidak dapat diterima (Niet Ontvankelijk Verklaard).

• Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang timbul.

Menimbang, bahwa Turut Tergugat telah memberikan Jawaban sebagai berikut:

A. EKSEPSI

1. Bahwa Turut Tergugat menolak dalil-dalil Penggugat yang ditujukan kepada Turut Tergugat kecuali terhadap hal-hal yang diakui secara tegas.

2. Bahwa berdasarkan Data Administrasi Buku Tanah yang ada pada Turut Tergugat saat ini, Riwayat tanah Sertipikat tanah obyek sengketa adalah sebagai berikut::

(23)

Halaman 23 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG H. M. Noordin tanggal 19-09-1966 yang berasal dari Tanah Milik Adat Persil 86 kelas d.l Kohir/Letter C No. No. 589 luas 1173 M2; ' 2.2 Bahwa berdasarkan Akta Jual beli No. 25//D/1966 tanggal

03-08-1966 di buat oleh dan di hadapan PPAT wilayah Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan terjadi Peralihan Hak atau Balik Nama kepada Atas Nama Abdul Hakim;

2.3 Bahwa pada tanggal 12-07-2013 beralih hak karena waris Atas Nama Abbas Abdul hakim, dkk 9 orang berdasarkan Surat Keterangan Warisan Tanggal 17-04-2012 No. 594/248/EK dibuat oleh Kepala Desa Bojong dan dikuatkan oleh Camat Cilimus;

2.4 Bahwa pada tanggal 12-07-2013 dijual kepada Hendra Armala berdasarkan Akta Jual Beli Tanggal 09-04-2012 No. 150/2012 yang dibuat oleh Ydyan Sopyan, SH.,MKn selaku PPAT di Kuningan; 2.5 Bahwa pada tanggal 18-09-2013 diterbitkan sertipikat kedua

penggantian blanko baru dengan nomor hak yang sama berdasarkan SK.Meneg Kep.BPN Tanggal 17-06-1993 No. 10 Tahun 1993;

2.6 Bahwa pada tanggal 16-10-2013 dipasang Hak Tanggungan No. 1642/2013 Peringkat Pertama APHT Yayan Sopyan, SH.,Mkn Tanggal 23-09-2013 No. 379/2013 Atas Nama Bank BJB, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa barat, dan Banten Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung Kantor Cabang Kuningan;

2.7 Bahwa Pada tanggal 22-06-2016 diterbitkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) No. 263 berdasarkan permohonan Sdr. Siswanto Kepala KPKNL Cirebon untuk keperluan lelang;

B. POKOK PERKARA

1. Bahwa Turut Tergugat terlebih dahulu mohon agar segala sesuatu yang dikemukakan dalam jawaban Eksepsi sudah dianggap masuk dan tercantum dalam jawaban Pokok Perkara;

2. Bahwa berdasarkan hal tersebut diatas, maka terhadap apa yang telah dilakukan Turut Tergugat mengenai Penerbitan Sertipikat, Peralihan Hak/ Balik Nama dan Menerbitkan Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT) terhadap Sertipikat Hak Milik No. 32/Bojong sudah diproses berdasarkan Peraturan Perundang - undangan yang berlaku maka secara formal adalah sah dan benar berdasarkan:

Peraturan pemerintah No. 24 tahun 1997,Jo Peraturan Menteri Negara Peraturan Menteri Negara Agraria / Kepala Badan Pertanahan Nasional No. 3 tahun 1997.

(24)

Halaman 24 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG 3. Bahwa Sertipikat Hak Milik No. 32/Bojong Atas Nama Hendra Armala

dibebani Hak Tanggungan No. 1642/2013 berdasarkan Akta Pembebanan Hak Tanggungan yang dibuat oleh dan dihadapan PPAT Yayan Sopyan, S.H., M.Kn., peringkat pertama Atas Nama Bank Bjb , PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, berkedudukan dan berkantor pusat di Bandung. Kantor Cabang Kuningan, sudah diproses berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka secara formal adalah sah dan benar berdasarkan:

Undang-Undang No. 4 tahun 1996, Jo. Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1997.

Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas, maka Turut Tergugat mohon kepada Yang Terhormat Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini berkenan untuk memutus sebagai berikut:

MENGADILI DALAM EKSEPSI.

1. Menerima Eksepsi Turut Tergugat seluruhnya;

2. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul karena gugatan;

DALAM POKOK PERKARA.

1. Menyatakan menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya atau setidak-tidaknya menyatakan gugatan tidak dapat diterima.

2. Menyatakan sah secara hukum Peralihan Hak atau Balik Nama Atas Nama Hendra Armala berdasarkan Akta Jual Beli tanggal 09-04-2012 yang dibuat oleh dan dihadapan Yayan Sopyan, S.H., M.Kn., selaku PPAT di Kuningan; 3. Menyatakan sah dan benar menurut hukum Sertipikat Hak Tanggungan No.

1642/2013 Atas Nama Pemegang Hak Tanggungan Bank Bjb, PT. Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk, berkedudukan dan berkantor Pusat di Bandung, Kantor Cabang Kuningan;

4. Menghukum Penggugat untuk membayar seluruh biaya yang timbul akibat gugatannya.

Atau apabila Majelis Hakim berpendapat lain, kami mohon diputus yang seadil - adilnya.

Menimbang, bahwa atas gugatan tersebut Pengadilan Negeri Kuningan telah menjatuhkan putusan tanggal 1 Agustus 2017 Nomor 16/Pdt.G/ 2016/PN.Kng. yang amarnya sebagai berikut :

I. DALAM EKSEPSI .

(25)

Halaman 25 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG II. DALAM POKOK PERKARA.

- Menyatakan Gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke verklaard);

- Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara yang sampai hari ini ditetapkan sejumlah Rp 1.556.000,00 (satu juta lima ratus lima puluh enam ribu rupiah);

Menimbang, bahwa pada saat putusan diucapkan pihak Tergugat II tidak hadir di persidangan, maka sesuai dengan relaas pemberitahuan isi putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 16/Pdt.G/2016PN.kng. Jo. Nomor 238/Pdt.Del/2017/PN.Cbn. telah diberitahukan isi Putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng. tanggal 1 Agustus 2017 kepada Tergugat II pada tanggal 22 Agustus 2017, dengan seksama;

Menimbang, bahwa sesuai dengan Akta Pernyataan Banding Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng. Jo. Nomor: 2/Pdt.HB/2017/PN.Kng. yang ditanda tangani oleh Panitera Pengadilan Negeri Kuningan, pada hari Selasa tanggal 14 Agustus 2017, Pembanding semula Penggugat melalui kuasa hukumnya telah mengajukan permohonan banding terhadap putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 16/Pdt.G/ 2016/PN.Kng. tanggal 1 Agustus 2017;

Menimbang, bahwa berdasarkan Relaas Pemberitahuan Pernyataan Banding Nomor: 16/Pdt.G/2016/PN.Kng. Jo. Nomor: 2/Pdt.HB/2017/PN.Kng. permohonan banding tersebut telah diberitahukan kepada pihak Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semulaTergugat II dan Terbanding III semula Turut Tergugat masing-masing pada tanggal 16 Agustus 2017 dan tanggal 22 Agustus 2017, dengan seksama;

Menimbang, bahwa Pembanding semula Penggugat melalui kuasa hukumnya telah mengajukan surat memori banding tanggal 21 Agustus 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuningan pada tanggal 24 Agustus 2017, surat memori banding tersebut telah diberitahukan dan diserahkan kepada pihak lawannya Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semulaTergugat II dan Terbanding III semula Turut Tergugat masing-masing pada tanggal 25 Agustus 2017 dan tanggal 30 Agustus 2017, dengan seksama; Menimbang, bahwa atas memori banding yang diajukan oleh Pembanding semula Penggugat tersebut Terbanding II semula Tergugat II telah mengajukan kontra memori banding tanggal 8 September 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 8 September 2017, kontra memori banding tersebut telah diserahkan kepada pihak Pembanding semula

(26)

Halaman 26 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Penggugat delegasi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan surat Nomor W. 11.U 16/1505/HT. 01.10/IX/2017 tanggal 11 September 2017;

Menimbang, bahwa atas memori banding yang diajukan oleh Pembanding semula Penggugat tersebut Terbanding I semula Tergugat I telah mengajukan kontra memori banding tanggal 14 September 2017 yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 14 September 2017, kontra memori banding tersebut telah diserahkan kepada pihak Pembanding semula Penggugat delegasi melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan surat Nomor W. 11.U 16/1541/HT.01.10/IX/2017 tanggal 14 September 2017;

Menimbang, bahwa kepada para pihak yang berperkara telah diberitahukan untuk memeriksa berkas (Inzage), sebelum berkas perkara dikirim ke Pengadilan Tinggi, kepada pihak Pembanding semula Penggugat pemberitahuan memeriksa berkas perkara (Inzage) didelegasikan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan surat Nomor: W11. U16/142/HT.01.10/VIII/2017 tanggal 29 Agustus 2017, sedangkan kepada pihak Terbanding I semula Tergugat I, Terbanding II semula Tergugat II dan Terbanding III semula Turut Tergugat masing-masing telah diberitahukan pada tanggal 29 Agustus 2017 dan tanggal 4 September 2017, dengan seksama;

Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Keterangan Panitera yang dibuat oleh Wakil Panitera Pengadilan Negeri Kuningan Nomor:16/Pdt.G/2016/PN.Kng. Jo. Nomor: 2/Pdt.HB/2017/PN.Kng. tanggal 3 Oktober 2017 yang menerangkan bahwa pihak Pembanding dan Para Terbanding tidak menggunakan haknya untuk memeriksa berkas perkara ;

Menimbang, bahwa bahwa atas memori banding yang diajukan oleh Pembanding semula Penggugat tersebut Terbanding III semula Turut Tergugat tidak mengajukan kontra memori banding;

TENTANG PERTIMBANGAN HUKUM

Menimbang, bahwa permohonan banding dari Pembanding semula Penggugat telah diajukan dalam tenggang waktu dan menurut tata cara serta memenuhi yang ditentukan Undang-undang, oleh karena itu permohonan banding tersebut secara formal dapat diterima ;

Menimbang, bahwa Pembanding semula Penggugat telah mengajukan memori banding yang pada pokoknya, antara lain sebagai berikut:

- Bahwa dengan menjual asset yang menjadi jaminan atau asset lain dari Penggugat tersebut dengan tujuan agar untuk melunasi hutang Penggugat, namun Tergugat I menolak dan pada tanggal 26 Juli 2016 mendapat surat pemberitahuan lelang eksekusi hak tanggungan dengan Nomor:

(27)

0165/Kon-Halaman 27 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Kng/2016 perihal Pelimpahan Penyelesaian Kredit kepada Balai Lelang Swasta, yang pelaksanaan lelangnya akan dilakukan tanpa menyebutkan hari dan tanggal lelang, padahal setelah mendapat surat peringatan dari Tergugat I kemudian melakukan angsuran/cicilan;

- Bahwa itikad baik dari Penggugat tersebut dibuktikan dengan kehadiran Penggugat setiap ada pemanggilan dari Tergugat I untuk membicarakan lebih lanjut mengenai kewajiban-kewajiban Penggugat kepada Tergugat I dan menjual dan menawarkan asset yang akan dijadikan jaminan atau asset lain untuk melunasi/mengurangi pinjaman Penggugat kepada Tergugat I;

- Bahwa pelaksanaan lelang yang akan dilaksanakan Tergugat II pada tanggal 20 Oktober 2016 adalah tidak sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 93/PMK.06/2010 karena tidak memberikan Surat Peringatan III kepada Penggugat dan Pemberitahuan harga asset/jaminan milik Penggugat maka pelelangan tersebut adalah tidak sah;

- Bahwa dalam memori banding ini, Pembanding/Penggugat hendak mengajukan risalah/memori banding sebagai keberatan-keberatan atas putusan Pengadilan Negeri Kuningan Nomor 16/Pdt.G/2017/PN.Kng. tertanggal 1 Agustus 2017;

- Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

- Menyatakan Penggugat adalah Debitur yang berfitikad baik;

- Memerintahkan kepada Tergugat I untuk memberikan jangka waktu pelunasan pembayaran hutang/pinjaman kepada Penggugat sampai terjualnya asset/jaminan oleh Penggugat berupa: tanah dan bangunan SHM No. 32 seluas 1.173 meter (seribu seratus tujuh puluh tiga) atas nama Hendra Armala yang terletak di Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat, selanjutnya asset jaminan Penggugat tersebut diatas mohon disebut sebagai objek sengketa;

- Memerintahkan kepadaTergugat I untuk tidak menghitung sejak pembayaran angsuran terakhir yang dibayar oleh Penggugat sampai dengan perkara ini memperoleh kekuatan tetap;

- Menyatakan pelelangan yang dilakukan oleh Tergugat II atas permintaan Tergugat I adalah tidak sah karena tidak sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 106/PMK.06/2013 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan No.

(28)

Halaman 28 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG 93/PMK.06/2010 yaitu dengan tidak memberikan surat peringatan III kepada Penggugat dan pemberitahuan harga asset/jaminan milik Penggugat;

- Menyatakan pelelangan yang dilakukan Tergugat I adalah tidak sah dan batal demi hukum karena harga limit yang dijadikan dasar lelang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan harga sekarang dan tidak dilakukan penilaian ulang oleh lembaga Appraisal yang independen;

- Menyatakan perbuatan Tergugat I tanpa melakukan persetujuan terlebih dahulu kepada Penggugat telah menunjuk Tergugat II adalah perbuatan melawan hukum;

- Memerintahkan kepada Tergugat I untuk tidak memproses secara hukum penyelesaian kredit antara Penggugat dan Tergugat I sampai dengan perkara ini memperoleh keputusan yang mempunyai kekuatan hukum tetap; - Memerintahkan kepada Turut Tergugat untuk tidak menindaklanjuti dan/atau

menghentikan segala proses hukum yang berhubungan dengan pemindahan hak kepada pihak lain sampai dengan perkara ini memperoleh keputusan yang mempunyai kekuatan hukum yang tetap;

- Menghukum Tergugat I, Tergugat II dan Turut Tergugat untuk memenuhi semua isi putusan dalam perkara ini;

- Menghukum Tergugat I untuk membayar biaya perkara;

Subsidair : Apabila Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono).

Menimbang, bahwa Terbanding II semula Tergugat II telah mengajukan kontra memori banding yang pada pokoknya, antara lain sebagai berikut:

- Bahwa Terbanding II dahulu Tergugat II sangat sependapat dengan pertimbangan hukum dan putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuningan dalam perkara Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng tanggal 1 Agustus 2017 . Oleh karenanya, mohon agar pertimbangan hukum dan putusan tersebut dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi Bandung yang memeriksa dan mengadili perkara a quo pada tingkat banding;

- Bahwa Terbanding II dahulu Tergugat II tetap berpegang pada dalil-dalil semula pada saat pemeriksaan perkara dan dengan tegas menyatakan menolak seluruh keberatan-keberatan yang dikemukakan oleh Pembanding dahulu Penggugat dalam memori bandingnya, kecuali terhadap hal-hal yang secara tegas diakui kebenarannya;

- Bahwa Terbanding II dahulu Tergugat II tetap pada Jawaban dan dalil-dalilnya semula serta menolak dengan tegas dalil Pembanding dahulu

(29)

Halaman 29 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG Penggugat baik dalam gugatan maupun memori bandingnya yang menyebutkan bahwa Terbanding II dahulu Tegugat II telah melakukan lelang yang tidak sesuai dengan prosedur sebagaimana terdapat Petunjuk Pelaksanaan Lelang oleh karena Pembanding menyatakan dirinya tidak mendapatkan surat peringatan ke III (tiga) yang dituangkan dalam memori bandingnya pada point 4 (empat) itu hanya alasan yang tidak berdasar, dalam pembuktian sudah dijelaskan Bukti T II -4.

- Bahwa perlu Terbanding II dahulu Tergugat II jelaskan kembali sesuai dengan PMK Nomor 27/PMK.06/2016 :

- Pasal 43 yang mengatakan “Penetapan limit menjadi tangung jawab penjual”

- Dan Pasal 44 yang mengatakan “Penetapan Nilai Limit sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak menjadi tanggung jawab KPKNL atau Pejabat Lelang Kelas II”, Terbanding II dahulu Tergugat II telah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku, bagaimana bisa dikatakan perbuatan melawan hukum ;

- Bahwa perlu Pembanding dahulu Penggugat ketahui , pelaksanaan lelang telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No. 27/PMK.06/2016 tentang Petunjuk Pelaksanaan Lelang disebutkan dalam pasal 4 yang menyatakan bahwa “ Lelang yang telah dilaksanakan sesuai dengan yang berlaku, tidak dapat dibatalkan;

- Bahwa Terbanding II (KPKNL Cirebon) dahulu Tergugat II dalam melaksanakan lelang a quo tidak memiliki kewenangan untuk membatalkan pelaksanaan lelang jika tidak ada surat permohonan pembatalan lelang dari pemohon lelang (Terbanding I dahulu Tergugat I) PT. Bank Pembangunan Daerah Cab. Kuningan;

- Bahwa oleh karena Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kuningan telah tepat dan benar dalam memberikan pertimbang-pertimbangan hukumnya berdasarkan fakta-fakta dan bukti-bukti yang diajukan oleh pihak-pihak selama pemeriksaan perkara dalam persidangan, Terbanding II (KPKNL Cirebon) dahulu Tergugat II dengan ini secara tegas menolak seluruh dalil-dalil Pembanding (Penggugat) dalam memori bandingnya;

- Maka berdasarkan hal-hal tersebut diatas, Terbanding II (KPKNL Cirebon) dahulu Tergugat II mohon dengan hormat agar Ketua Pengadilan Tinggi Bandung berkenan memberikan putusan dengan amar sebagai berikut: 1. Menolak permohonan Banding Pembanding;

(30)

Halaman 30 dari 32 halaman Putusan Nomor 458/PDT/2017/PT.BDG /PN.Kng tanggal 1 Agustus 2017;

3. Menghukum Pembanding untuk membayar seluruh biaya perkara;

Menimbang, bahwa Terbanding I semula Tergugat I telah mengajukan kontra memori banding yang pada pokoknya, antara lain sebagai berikut:

- Bahwa dengan menyimak serta mempelajari memori banding yang diajukan oleh Pembanding/dahulu Penggugat menunjuk bahwa Pembanding/dahulu Penggugat tidak mengajukan keberatan terhadap pertimbangan putusan Majelis Hakim tingkat pertama, yang seyogianya suatu putusan yang diajukan banding tentunya harus mengacu pada apa saja yang menjadi keberatan atas putusan yang telah ada;

- Bahwa dengan tidak diajukannya keberatan terhadap pertimbangan/serta putusan hakim tingkat pertama aquo menunjukkan bahwa sesungguhnya Pembanding/dahulu Penggugat telah dapat menerima putusan aquo, karenanya memori banding yang diajukan oleh Pembanding tersebut haruslah dikesampingkan;

- Bahwa Judex Factie Pengadilan Negeri Kuningan telah dengan tepat dan benar memeriksa dan memutus atas eksepsi yang diajukan oleh Terbanding/dahulu Tergugat I yakni dengan menyatakan gugatan Penggugat kabur (Obscuur Libel);

- Bahwa Judex Factie Pengadilan Negeri Kuningan telah tepat dan benar memutus Eksepsi Obscuur Libel yang telah diputuskan bersamaan dengan Perkara Pokok;

- Bahwa untuk lain dan selebihnya, Terbanding/dahulu Tergugat I tidak akan menanggapi dalil-dalil memori bandingPembanding karena yang dalil-dalil yang dikemukakan oleh Pembanding/dahulu Penggugat tidak berdasar hukum sama sekali dan tidak sesuai dengan fakta dalam persidangan, untuk itu Terbanding I/dahulu Tergugat I menolak dalil-dalil Pembanding/dahulu Penggugat untuk lain dan selebihnya;

- Bahwa berdasarkan alasa-alasan dan uraian-uraian yang telah dijelaskan oleh Terbanding I/dahuluTergugat I tersebut diatas, maka mohon perkenan Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat c.q. Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara, berkenan memberikan putusan seagai berikut:

- Menolak permohonan banding Pembanding/dahulu Penggugat;

- Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Kuningan tanggal 1 Agustus 2017 Nomor 16/Pdt.G/2016/PN.Kng;

- Menghukum Pembanding/dahulu Penggugat asal membayar biaya perkara;

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan kegiatan operasional yang mempergunakan peralatan produksi yang disusun dan diatus sedemikian rupa, yang dapat dimanfaatkan untuk secara fleksible untuk

Hasil Implementasi Sistem Keamanan WDS (Wireless Distribution Sistem) Menggunakan mikrotik ialah dapat membuat jaringan local menggunakan tanpa kabel dan bisa memberikan

monomernya 1:1, pada Buna-N perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 3:1, sedangkan Buna-S perbandingan antara 1,3-butadiena dan stirena adalah 7:3. polimer tersebutb

1 Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong- Gorong Wilayah Kecamatan Prabumulih Timur. Rehabilitasi Sedang/ Berat Saluran Drainase/Gorong-Gorong Wilayah Kecamatan

Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan melakukan tanya jawab secara langsung kepada guru BK atau psikolog dan guru agama untuk mendapatkan keterangan

[r]

The students’ success in mathematics exam, in the Linear function unit, was evaluated in two groups of 7 th grade students of the primary school Josip Juraj Strossmayer in

Muhammadiyah agar masyarakat bisa masuk dan bisa mengikuti ajaranya tetapi ajaran yang di pakai sudah seperti Muhammadiyah Tokoh yang membawa saat itu Kyai Muhammad