PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP SUB STRUKTUR BANGUNAN Analisis :
SUB STRUKTUR
Tanah pada site merupakan tanah berpasir dan pada jangka panjang akan timbul masalah penurunan tanah
Tanah keras terdapat pada kedalaman ± meter
Tanah labil dan relatif sulit untuk dipadatkan
Dibutuhkan sistem sub struktur yang sesuai dengan tuntutan kegiatan, serta kuat dan kokoh dalam menerima beban, baik beban mati maupun beban hidup sehingga memberikan rasa aman dan nyaman bagi pelaku kegiatan dalam beraktivitas.
Kuat dan kokoh dalam menerima beban merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam pemilihan sistem sub struktur. Beban yang ditimbulkan (beban sendiri dan lainnya) didistribusikan secara merata melalui titik-titik pondasi kemudian disalurkan ke pondasi tiang pancang/bor pile.
Aktivitas pemancangan dapat mengganggu lingkungan disekitarnya.
Beberapa pertimbangan sub – struktur :
Substruktur yang digunakan kuat dan kokoh sehingga bisa menerima beban dari struktur lainnya
Distribusi beban harus merata sehingga keamanan bangunan bisa dioptimalkan
Daya dukung tanah harus diperhatikan. Tanah pada site kategori tanah organik sehingga pertimbangan pondasi harus diperhatikan
Substruktur yang dipakai biasanya menggunakan tiang pancang dan pondasi tapak sehingga dapat menerima beban dengan stabil di kondisi tanah pasir
TUJUAN
Menentukan sub struktur yang akan digunakan dalam rancangan
DASAR PERTIMBANGAN
1. Kestabilan atau keadaan tanah 2. Jenis bangunan
3. Kekuatan dan keamanan bangunan 4. Praktis dalam pelaksanaan
5. Efisien dan efektif
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi geologi pada tapak 2. Jumlah lantai bangunan
3. Jenis teknik pelaksanaan pekerjaan 4. Bentuk massa
STUDI ALTERNATIF (PROSES)
PONDASI TELAPAK ALTERNATIF 1
Kondisi atau karakteristik tanah labil, sehingga kemungkinan tanah akan merosot jika menggunakan galian pondasi seperti diatas.
PONDASI TIANG PANCANG ALTERNATIF 2
Tipe galian ini dapat memperlambat jatuhnya pasir (cocok digunakan pada tanah site yang berpasir)
Pondasi telapak
Pondasi dipasang dibawah kolom-kolom utama pendukung bangunan yang menerima seluruh beban bangunan.Pondasi telapak mempunyai kedalaman 1,50 – 4,00 m. Tanah digali dalam hanya dibawah kolom-kolom portal pendukung utama bangunan, sedang dibawah balok sloof cukup digali sampai kedalaman 0,60 - 0,80 m.
Pondasi tiang pancang
Tiang kolom sebagai penumpu bangunan
Pile caps sebagai pemerata beban dari tiang kolom ke
seluruh tiang pancang
Tiang pancang sebagai sub
STUDI ALTERNATIF (PROSES) KESIMPULAN
PONDASI TIANG BOR
Pondasi dapat menahan beban bila penumpu sampai menancap pada tanah keras
Cocok digunakan pada jenis tanah yang mempunyai kedalaman tanah keras yang dalam
Diameter tiang dapat disesuaikan dengan beban yang diatasnya besar diameter fleksibel.
1. Pada mall pondasi yang digunakan adalah pondasi tiang pancang dengan pertimbangan bagian mall hanya berlantai 5 sehingga penanganan beban masih bisa difasilitasi oleh tiang pancang
2. Pada bagian yang menjulang ( High Rise ) yaitu pada bagian apartment menggunakan pondasi tiang bor karena daya beban dari arah vertikal sangat besar guna menghindari penurunan tanah pasir
3. Pada pengerjaan basement substruktur terpilih dikombinasikan dengan penggunaan retaining wall yaitu dengan pemasangan pile beruntun untuk membentuk guideline basement
PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP SUPER STRUKTUR BANGUNAN
Analisis :
Dapat menyalurkan beban ke sub – struktur dengan baik
Dapat menahan beban vertical maupun horizontal
Beberapa pertimbangan sub – struktur :
Sistem super struktur harus bisa mewadahi dan melindungi aktivitas pada bagian dalam bangunan.
Struktur harus memenuhi segi keamanan, fleksibel, nyaman saat mewadahi aktifitas.
TUJUAN
Menentukan super struktur yang akan digunakan dalam rancangan
DASAR PERTIMBANGAN
1. Kestabilan atau keadaan tanah 2. Jenis bangunan
3. Kekuatan dan keamanan bangunan 4. Praktis dalam pelaksanaan
5. Efisien dan efektif
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi geologi pada tapak 2. Jumlah lantai bangunan
3. Jenis teknik pelaksanaan pekerjaan 4. Bentuk massa
STUDI ALTERNATIF (PROSES)
STRUKTUR RANGKA
Kelebihan :
Penataan kolom mudah dan dapat mengikuti grid pada sub – struktur
Penataan kolom dapat memberikan fleksibilitas penggunaan tembok pada lantai – lantai berikutnya
Bentang yang di sesuaikan dengan diameter kolom Kekurangan :
Kolom yang besar kadang mengganggu estetika bila tidak di olah secara mendetail
ILUSTRASI
STRUKTUR DINDING PEMIKUL
Kelebihan :
Penataan kolom utama mudah
Bentang yang di sesuaikan dengan lebar dan panjang pada kolom dinding pemikul
Kolom tidak terlihat ( dapat disamarkan dengan tembok ) Kekurangan :
Bila rancangan memiliki lantai tipikal baik digunakan namun bila adanya
perubahan dalam bentuk denah maka harus ada penyesuaian ulang agar dinding pemikul tidak mengganggu estetika
STUDI ALTERNATIF (PROSES) KESIMPULAN
STRUKTUR PEMBALOKKAN
Pada basement jenis pembalokan yang digunakan adalah flat slab, merupakan system pembalokan yang pelatnya di buat sedikit lebih tebal agar mendapatkan pengakuan yang optimal, sedangkan pada lantai berikutnya terhitung dari lantai dasar digunakan system pembalokan konvensional.
Dasar pertimbangan flatslab pada basement :
1. Basement sebagai lantai penerima beban gravitasi
2. Flatslab konstruksi yang dapat menahan beban vertical bangunan dengan dibantu dengan penebalan plat lantai sehingga beban merata kebawah
PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP UPPER STRUKTUR BANGUNAN
Analisis :
Mall membutuhkan sisi yang atraktif untuk menarik minat pengunjung.
Pada bagian high rise yaitu apartment tidak terlalu membutuhkan atraktif karena lantai atas difungsikan.
Beberapa pertimbangan upper – struktur :
Upper struktur dapat melindungi civitas didalamnya
Dapat memberikan estetika sebagai unsur atraktif pada bangunan
TUJUAN
Menentukan upper struktur yang akan digunakan dalam rancangan
DASAR PERTIMBANGAN
1. Kestabilan atau keadaan tanah 2. Jenis bangunan
3. Kekuatan dan keamanan bangunan 4. Praktis dalam pelaksanaan
5. Efisien dan efektif
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi geologi pada tapak 2. Jumlah lantai bangunan
3. Jenis teknik pelaksanaan pekerjaan 4. Bentuk massa
STUDI ALTERNATIF (PROSES)
Pada Upper Structure untuk mengoptimalkan estetika upper structure yang digunakan pada rancangan mempertimbangkan konsep penampilan bangunan.
RANGKA RUANG
Kelebihan :
Fleksibel dalam pembuatan bentuk.
Bisa didesain sedemikian rupa agar menciptakan estetika bentuk. Kekurangan :
Relatif sulit diterapkan pada bangunan tinggi
ILUSTRASI
STRUKTUR MEMBRAN
Kelebihan :
Bahan yang ringan namun tetap bisa melindungi aktivitas di bawahnya
Memiliki estetika tersendiri dalam pembentukannya
Bisa dijadikan seni yang atraktif Kekurangan :
Relatif sulit diterapkan pada bangunan tinggi
STUDI ALTERNATIF (PROSES) KESIMPULAN
STRUKTUR PLAT BAJA
Kelebihan :
Mudah diterapkan pada bangunan tinggi
Ruang bagian atas struktur baja ini dapat difungsikan Kekurangan :
Bila tidak dibarengi dengan penataan lebih lanjut, estetika pada struktur ini lebih minim dari 2 alternatif diatas.
Alternatif 2 dan 3 terpilih, atas dasar beberapa pertimbangan seperti :
1. Mall yang butuh fasad yang atraktif sehingga menarik minat pengunjung.
2. Apartment yang memprioritaskan diharapkan melindung aktivitas yang ada
didalamnya.
Dari pertimbangan di atas maka dipilih dua jenis upper struktur yang akan dipilih diterapkan pada mall dan apartmentnya :
1. Pada mall ditentukan dengan pemilihan struktur tenda sebagai upper strukturnya dengan pertimbangan menarik perhatian pengunjung pada mall
2. Pada apartment ditentukan dengan pemilihan struktur plat baja agar lantai paling
PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP SISTEM STRUKTUR DAN MODUL STRUKTUR
ANALISA:
1. Gedung rancangan merupakan bangunan tinggi 2. Pemerataan beban perlu dilakukan
3. Pada mall perencanaan system struktur berkisar sampai 5 lantai 4. Apartment direncanakan system struktur untuk ±25 lantai
5. Bentang antara mall dan apartment kemungkinan akan berbeda
KONSEP SISTEM STRUKTUR DAN MODUL STRUKTUR
Modul struktur merupakan system struktur yang terintegrasi untuk meratakan pembebanan pada suatu bangunan. Dasar pertimbangan pada pemilihan konsep system struktur dan modul struktur :
Mall membutuhkan bentuk yang atraktif ( Kemungkinan berbentuk dinamis )
Apartment memiliki ketinggian lantai hingga 25 lantai
TUJUAN
Menentukan system struktur dan modul struktur yang akan digunakan dalam rancangan
DASAR PERTIMBANGAN
1. Kestabilan atau keadaan tanah 2. Jenis bangunan
3. Kekuatan dan keamanan bangunan 4. Praktis dalam pelaksanaan
5. Efisien dan efektif
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi geologi pada tapak 2. Jumlah lantai bangunan
3. Jenis teknik pelaksanaan pekerjaan 4. Bentuk massa
STUDI ALTERNATIF (PROSES)
STRUKTUR RANGKA
Struktur kerangka atau skeleton terdiri atas komposisi dari kolom – kolom dan balok – balok. Kolom sebagai unsur vertikal berfungsi sebagai penyalur beban dan gaya menuju tanah, sedangkan balok adalah unsur horizontal yang berfungsi
sebagai pemegang dan media pembagian beban dan gaya ke kolom. Kedua unsur ini harus tahan terhadap tekuk dan lentur. Hasil dari substrukturnya akan
menghasilkan pola grid. Kelebihan :
Baik untuk bangunan high rise
Pengolahan grid dapat dilakukan dengan mudah Kekurangan :
Bila tidak ada pengolahan dengan baik maka fasad bangunan akan kaku
STRUKTUR RANGKA RUANG
Sistem rangka ruang dikembangkan dari sistem struktur rangka batang dengan penambahan rangka batang kearah tiga dimensinya (gambar 4.21). Struktur rangka ruang adalah komposisi dari batang-batang yang masing-masing berdiri sendiri, memikul gaya tekan atau gaya tarik yang sentris dan dikaitkan satu sama lain dengan sistem tiga dimensi atau ruang.
Kelebihan :
Fleksibilitas dalam pendesainan bentuk
Bisa dipadukan dengan system grid Kekurangan :
KESIMPULAN
Dari pertimbangan kedua alternative diatas dan pencocokan dari kebutuhan system dari kedua fungsi mall yang membutuhkan fasad yang atraktif sedangkan apartment yang membutuhkan struktur untuk high rise maka untuk pemilihan system dan modul kedua alternatif diatas digunakan menjadi 1 namun dengan mencocokan antara bangunan yang memakai struktur rangka maupun rangka ruang.
PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP CORE (INTI BANGUNAN) Analisis :
- Dibutuhkannya system inti bangunan yang sesuai dengan tuntutan kegiatan - Perlunya pemilihan Bentuk Inti Bangunan
- Perlunya mengatur Tata Letak Inti Bangunan
Sistem inti bangunan yang sesuai dengan tuntutan kegiatan, yaitu :
Dinding penduduk sejajar(parallel bearing walls)
Sistem ini terdiri dari unsur-unsur bidang vertikal yang dipratekan oleh berat sendiri, sehingga menyerap gaya aksi lateral secara efisien. Sistem dinding sejajar ini terutama digunakan untuk bangunan apartemen yang tidak memerlukan ruang bebas yang luas dan sistem –sistem mekanisnya tidak memerlukan struktur inti.
Inti dan dinding pendukung fasade(core and facade bearing walls)
Unsur bidang vertikal membentuk dinding luar yang mengelilingi sebuah struktur inti. Hal ini memungkinkan ruang interior yang terbuka. Yang bergantung pada kemampuan bentangan dari struktur lantai. Inti ini memuat sistem-sistem transportasi meakanis vertikal serta menambah kekakuan bangunan.
TUJUAN
Menentukan system inti bangunan yang akan digunakan pada bangunan ini yang disesuaikan dengan konsep dasar dan tema
DASAR PERTIMBANGAN
1.Sistem Transportasi Vertikal 2.Sirkulasi Bangunan
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi geologi Site
2. Kondisi topografi pada tapak. 3. Jumlah Lantai Bangunan
ANALISIS
Pemilihan Bentuk Inti Bangunan bangunan gedung mall dan apartemen ini,
yaitu:
1. Inti pada bangunan bentuk lingkaran
Menara berbentuk lingkaran biasanya digunakan pada fungsi hunian (apartement dan hotel) dengan koridor berada disekeliling inti bangunan sebagai akses ke unit-unit hunian
2. Inti pada bangunan dengan bentuk memanjang
Bangunan dengan bentuk memanjang biasanya digunakan untuk fungsi hotel,apartemen atau perkantoran.
3. Inti pada bangunan dengan bentuk silang
Bangunan dengan bentuk ‘silang’ dan Y,T,H atau V, merupakan variasi dari bangunan bentuk memanjang.Bentuk Ini dimaksudkan untuk mendapatkan luas lantai tipikal yang cukup luas tetapi bangunan tetap padat memanfaatkan pencahayaan alamiah
STUDI ALTERNATIF (PROSES) KESIMPULAN
Sistem inti bangunan digunakan 2 sistem inti bangunan:
1 Dinding penduduk sejajar(parallel bearing walls)
Sistem ini menyerap gaya aksi lateral secara efisien dan dari tekanan angin mengangkat diterapkan pada permukaan atap.
Dasar Konstruksi : Sebuah dinding bantalan harus selalu memiliki double top "piring", yang terdiri dari dua panjang horizontal yang memberikan kekuatan dan kekakuan yang
diperlukan untuk beban (dari atas) yang diterapkan antara dinding kancing.
Beban pada Bearing Wall : dinding bantalan mendukung balok lantai atau anggota framing atap yang tegak lurus terhadap dinding bantalan. Dinding juga dapat mendukung
terkonsentrasi ("titik") beban dari balok. Dalam hal ini, dua atau bahkan tiga kali lipat dinding kancing mungkin diperlukan di bawah balok mana yang disandangnya di dinding.
2. Inti dan dinding pendukung fasade(core and facade bearing walls)
Unsur bidang vertikal membentuk dinding luar yang mengelilingi sebuah struktur inti. Sistem ini memuat sistem-sistem transportasi meakanis vertikal serta menambah
kekakuan bangunan.
System parallel bearing walls dan core and façade bearing walls yang digunakan pada bangunan mall dan apartemen ini digunakan pada bangunan komersial dan bangunan tinggi serta juga disesuaikan dengan konsep dan tema bangunan yang akan dibuat.
PEMBAHASAN STUDI ALTERNATIF (PROSES)
KONSEP CORE (INTI BANGUNAN) Analisis :
- Perlunya pemilihan material yang akan diterapkan pada struktur sesuai dengan keadaan toporafi tapak - Membuat struktur yang memberikan kesan keamanan
- Dapat menjamin keselamatan penghuninya - Mempengaruhi tampilan estetika
Adapun jenis material struktur yang akan diterapkan pada bangunan apartement dan mall ini ada 2 yaitu :
Material Beton adalah suatu bahan material yang terbuat dari beton dan baja tulangan. Kombinasi dari kedua
material tersebut menghasilkan bahan bangunan yang mempunyai sifat-sifat yang baik dari masing-masing bahan bangunan tersebut
Material baja merupakan bahan structural yang paling efisien. Penggunaan baja sebagai bahan struktur utama
dimulai pada akhir abad kesembilan belas ketika metode pengolahan baja yang murah dikembangkan dengan skala yang luas.
TUJUAN
Menentukan system inti bangunan yang akan digunakan pada bangunan ini yang disesuaikan dengan konsep dasar dan tema
DASAR PERTIMBANGAN
1. Menentukan kualitas struktur 2. Mempertegas penggunaan material 3. Menentukan nilai Estetika.
FAKTOR PENENTU
1. Kondisi iklim pada tapak 2. Jenis bangunan
3. Bentuk bangunan 4. Tampilan bangunan
ANALISIS
Adapun pemilihan material struktur yang akan diterapkan pada bangunan apartement dan mall ini adalah :
1. Material Beton
- Beton mempunyai kapasitas tekan yang tinggi
- Kekuatan tekan beton yang digunakan untuk perencanaan ditentukan berdasarkan kekuatan tekan beton pada umur 28 hari
- kekuatan tekan beton yang umum digunakan dalam perencanaan berkisar antara 20 – 40 MPa
- mempunyai kekuatan tarik yang rendah, hanya berkisar antara 8% sampai 15% dari kekuatan tekannya.
- Matrial-material penyusun beton
Semen : bahan pengikat hidolik
Agregat campuran : bahan batu-batuan yang netral, dan merupakan bentuk sebagian dari beton (sepeti : pasir, kerikil, batu-pecah, basalt)
Air
Bahan kimia tambahan yang di tambahkan kedalam spesi-beton untuk mengubah sifat beton yang dihasilkan (seperti: accelerator, retarder)
2. Material Baja
- Bahan structural yang paling efisien - Memliki sifat struktur yang baik
- mempunyai kekuatan yang tinggi dan sama kuat pada kekuatan tarik maupun tekan
- Sifat mekanis baja structural yang digunakan dalam
perencanaan harus memenuhi persyaratan minimum yang diberikan pada tabel sifat mekanis baja.
- Tegangan leleh untuk perencanaan (f y) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan.
- Tegangan putus untuk perencanaan (fu) tidak boleh diambil melebihi nilai yang diberikan
STUDI ALTERNATIF (PROSES) KESIMPULAN
Adapun gambaran contoh gambaran kolom beton dan kolom baja :
Bahan-bahan ini diaplikasikan pada struktur sesuai dengan kebutuhan dan beban yang diterima baik horizontal maupun vertical.