• Tidak ada hasil yang ditemukan

Satuan Acara Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Satuan Acara Penyuluhan Tanda Bahaya Kehamilan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

SATUAN ACARA PENYULUHAN SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok

Pokok Bahasan Bahasan : : Tanda Tanda Bahaya Bahaya Pada Pada KehamilanKehamilan Hari/Tanggal

Hari/Tanggal : 14 : 14 Maret Maret 20182018 Pukul

Pukul : : 08.00-08.30 08.00-08.30 WIBWIB Tempat

Tempat : : Poli Poli Klinik Klinik Obgyn/Kebidanan Obgyn/Kebidanan RSUD RSUD CengkarengCengkareng Sasaran

Sasaran : : Ibu Ibu Hamil Hamil dan dan KeluargaKeluarga Penyuluh

Penyuluh : : Mahasiswa Mahasiswa Profesi Profesi Ners Ners Universitas Universitas Mh.Thamrin Mh.Thamrin JakartaJakarta

A.

A. Latar BelakangLatar Belakang

Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda Tanda bahaya kehamilan adalah suatu kehamilan yang memiliki suatu tanda  bahaya atau risiko lebih besar

 bahaya atau risiko lebih besar dari biasanya (baik bagi ibu dari biasanya (baik bagi ibu maupun bayinya), akanmaupun bayinya), akan terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan. terjadinya penyakit atau kematian sebelum maupun sesudah persalinan. Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis atau alamiah. Namun setiap Kehamilan merupakan suatu hal yang fisiologis atau alamiah. Namun setiap kehamilan berpotensi menjadi patologis. Tenaga Kesehatan seperti dr, kehamilan berpotensi menjadi patologis. Tenaga Kesehatan seperti dr,  bidan/perawat

 bidan/perawat harus harus dapat dapat melakukan melakukan upaya upaya promotif promotif dan dan preventif preventif untukuntuk mengantisipasi terjadinya komplikasi dan kelainan dalam kehamilan mengantisipasi terjadinya komplikasi dan kelainan dalam kehamilan (Indrayani,2011). Seorang ibu hamil kemungkinan akan mengalami (Indrayani,2011). Seorang ibu hamil kemungkinan akan mengalami  penyimpangan

 penyimpangan kehamilannya, kehamilannya, komplikasi komplikasi yang yang dapat dapat dialami dialami ibu ibu hamil hamil dibagidibagi sesuai masa kehamilannya (Manuaba, 2009).

sesuai masa kehamilannya (Manuaba, 2009).

Diperkirakan setiap tahunnya 300.000 ibu di dunia meninggal ketika melahirkan. Diperkirakan setiap tahunnya 300.000 ibu di dunia meninggal ketika melahirkan. Sebanyak 99% kasus kematian ibu terjadi di negara berkembang. Hal ini Sebanyak 99% kasus kematian ibu terjadi di negara berkembang. Hal ini terungkap berdasarkan laporan terbaru yang dirilis United Nations Population terungkap berdasarkan laporan terbaru yang dirilis United Nations Population Fund (UNFPA). Sampel dari studi ini dilakukan di 58 negara di dunia, termasuk Fund (UNFPA). Sampel dari studi ini dilakukan di 58 negara di dunia, termasuk Indonesia (Pudiastuti,2011). Tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia Indonesia (Pudiastuti,2011). Tahun 2011 Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 228 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Diperkirakan 10.500 ibu di mencapai 228 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Diperkirakan 10.500 ibu di

(2)

menjadi 102 kasus per 100.000 kelahiran untuk mencapai tujuan pembangunan menjadi 102 kasus per 100.000 kelahiran untuk mencapai tujuan pembangunan Millenium Development Goals (MDGs) (Pudiastuti, 2011).

Millenium Development Goals (MDGs) (Pudiastuti, 2011).

Banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya hal tersebut. Diantaranya wanita Banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya hal tersebut. Diantaranya wanita tidak mengetahui mengenai jenis komplikasi dalam masa kehamilan, serta tidak mengetahui mengenai jenis komplikasi dalam masa kehamilan, serta cakupan wanita hamil yang memeriksakan dirinya di fasilitas kesehatan lebih cakupan wanita hamil yang memeriksakan dirinya di fasilitas kesehatan lebih rendah dari target PWS-KIA (Sulistyawati, 2011).

rendah dari target PWS-KIA (Sulistyawati, 2011).

Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan secara Pemeriksaan dan pengawasan terhadap ibu hamil sangat perlu dilakukan secara teratur. Hal ini bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan teratur. Hal ini bertujuan menyiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak selama dalam kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. Selain itu juga untuk mendeteksi dini adanya kelainan, anak yang sehat. Selain itu juga untuk mendeteksi dini adanya kelainan, komplikasi dan penyakit yang biasanya dialami oleh ibu hamil sehingga hal komplikasi dan penyakit yang biasanya dialami oleh ibu hamil sehingga hal tersebut dapat dicegah ataupun diobati dengan demikian angka morbiditas dan tersebut dapat dicegah ataupun diobati dengan demikian angka morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi dapat berkurang (Marmi, 2009).

mortalitas ibu dan bayi dapat berkurang (Marmi, 2009).

B.

B. TujuanTujuan 1.

1. Tujuan Instruksional UmumTujuan Instruksional Umum

Setelah mendapat penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga dapat Setelah mendapat penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga dapat mengetahui apa saja tanda bahaya dalam kehamilan

mengetahui apa saja tanda bahaya dalam kehamilan 2.

2. Tujuan Instruksional KhususTujuan Instruksional Khusus

Setelah selesai mengikuti penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga Setelah selesai mengikuti penyuluhan diharapkan ibu hamil dan keluarga dapat:

dapat: a.

a. Menyebutkan tanda bahaya kehamilanMenyebutkan tanda bahaya kehamilan  b.

 b. Menjelaskan tanda bahaya kehamilanMenjelaskan tanda bahaya kehamilan c.

(3)

C. Pelaksanaan Kegiatan 1. Materi (Terlampir)

a. Definisi

 b. Tanda-tanda bahaya kehamilan c. Penyebab tanda bahaya kehamilan

d. Penanganan awal tanda bahaya kehamilan

2. Metode a. Ceramah

 b. Diskusi/Tanya Jawab 3. Media dan Alat

a. Leaflet

4. Waktu dan Tempat

Hari / Tanggal : 14 Maret 2018 Jam : 08. 00

 – 

 08.30 WIB

Tempat : Poli Klinik Obgyn/Kebidanan RSUD Cengkareng

5. Pengorganisasian

Moderator : Eneng Suhana

 Leader  : Faradilla Attamimi

Co Leader  : Ade Esti/ Ambar Puspita

Observer : Hana Melinda

Fasilitator : Cindy Nova Sely Rizky Chandra

(4)

D. Kegiatan Penyuluhan

 NO Kegiatan Penyuluhan Kegiatan

Siswa-Siswi

Waktu

I Pembukaan

- Penyuluh memberikan salam - Penyuluh memperkenalkan

anggota penyuluh

- Penyuluh menjelaskan tentang topik penyuluhan

- Penyuluh membuat kontrak - Penyuluh menjelaskan tujuan

 penyuluhan - Menjawab salam - Menyimak - Menyimak - Menyimak - Menyimak - Menyimak 5 Menit II Pelaksanaan - Menjelaskan Definisi - Menjelaskan tanda-tanda

 bahaya pada kehamilan - Menjelaskan penyebab tanda

 bahaya pada kehamilan

- Menjelaskan Penanganan awal terhadap tanda bahaya

kehamilan - Diskusi

 Ibu hamil dan keluarga

diberi kesempatan untuk  bertanya dan mengemu

kakan pendapat

 Penyuluh menjawab

 pertanyaan dari ibu hamil dan keluarga

 Melakukan evaluasi

atas materi yang telah diberikan dengan cara

- Menyimak - Menyimak - Menyimak - Menyimak - Menyimak

- Ibu hamil dan keluarga  bertanya

- Ibu hamil dan Keluarga Menyimak

- Ibu hamil dan

(5)

mengajukan pertanyaan ke ibu hamil dan

keluarga

Keluarga Menjawab .

III Penutup

- Penyuluh memberi kesimpulan atas penyuluhan yang telah dilakukan - Menutup penyuluhan - Acara selesai - Menyimak - Menyimak - Menyimak 5 Menit E. Evaluasi 1. Evaluasi Struktur

Mahasiswa penyuluh, ibu hamil dan keluarga pada posisi yang sudah direncanakan

a. Media dan alat memadai.

 b. Waktu pelaksanaan tepat waktu.

c. lingkungan yang tenang dan mendukung

2. Evaluasi Proses

a. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan tepat waktu sesuai dengan yang di rencanakan.

 b. Penyuluh menyampaikan materi menggunakan bahasa yang mudah dimengerti.

c. Ibu hamil dan Keluarga mendengarkan dengan penuh perhatian.

d. Ibu hamil dan Keluarga terbuka dan berperan aktif dalam kegiatan  penyuluhan.

(6)

3. Evaluasi Hasil

Setelah mengikuti penyuluhan Ibu hamil dan keluarga mampu a. Menyebutkan tanda bahaya kehamilan

 b. Menjelaskan tanda bahaya kehamilan

c. Menjelaskan cara penanganan awal terhadap tanda bahaya kehamilan

F. Uraian Tugas

1. Penanggung jawab

Mengkoordinir persiapan dan pelaksanaan penyuluhan

2. Moderator

a. Pada acara pembukaan 1) Membuka acara

2) Memperkenalkan mahasiswa dan dosen pembimbing lahan dan  pendidikan

3) Menjelaskan topik dan tujuan penyuluhan 4) Menjelaskan kontrak waktu ( jam)

 b. Kegiatan inti

1) Meminta ibu hamil dan keluarga memberikan pertanyaan atas penjelasan yang tidak dipahami

2) Memberikan kesempatan pada mahasiswa penyuluh atas pertanyaan yang diajukan untuk dijawab

c. Pada acara penutup

1) Menyimpulkan dan menutup diskusi 2) Mengucapkan salam

3. Leader / Co-Leader

a. Memberikan penyuluhan pada keluarga  b. Melakukan evaluasi

4. Fasilitator

a. Memotivasi keluarga agar berperan aktif  b. Membuat absensi penyuluhan

(7)

c. Mengantisipasi suasana yang dapat menganggu kegiatan pen yuluhan

5. Observer

a. Mengawasi proses pelaksanaan kegiatan dari awal sampai akhir  b. Membuat laporan penyuluhan yang telah dilaksanakan

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, I.A.C, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC Marmi, 2012. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Susilawati, L, 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang tanda  bahaya kehamilan di RB Marga Waluya Surakarta Tahun 2012. Karya Tulis

(8)

Lampiran Materi

Tinjauan Pustaka Tanda Bahaya Kehamilan

A. Definisi

Kehamilan adalah suatu proses pembuahan dalam rangka melanjutkan keturunan sehingga menghasilkan janin yang akan tumbuh di dalam rahim seorang wanita (Waryana, 2010).

Menurut Manuaba (2010), kehamilan dibagi menjadi tiga triwulan: 1. Kehamilan trimester 1 (umur kehamilan 0 sampai 12 minggu)

Kehamilan trimester pertama adalah waktu yang harus dinikmati, harapan dan  perubahan-perubahan pada seorang ibu terjadi. Meskipun setiap tahap kehamilan mempunyai karakter yang berbeda, kehamilan trimester pertama dapat merupakan saat yang sulit juga.

2. Kehamilan trimester II (umur kehamilan13 sampai 28 minggu)

Janin memiliki panjang dari kepala ke bokong sekitar 65

 – 

  78 mm dan  beratnya antara 13

 – 

 20 gram, seukuran buah pir. Memasuki trimester kedua,  plasenta sudah berkembang sempurna dan memberikan oksigen, nutrisi, serta membuang produk sisa janin. Plasenta juga memproduksi hormon  progesteron dan estrogen untuk menjaga kehamilan. Kelopak mata bayi sudah

terbentuk untuk melindungi mata janin selama perkembangan. 3. Kehamilan trimester III (umur kehamilan 29 sampai 40 minggu)

Trimester III adalah trimester terakhir dari kehamilan. Janin sedang berada di dalam tahap penyempurnaan dan akan semakin bertambah besar sampai memenuhi seluruh rongga rahim. Semakin besar janin maka akan semakin

(9)

terasa seluruh pergerakan janin. Jangan lupa untuk selalu berhati-hati dan memperhatikan tanda- tanda kegawatan seperti tanda kelahiran prematur.

Cara untuk mendeteksi dini adanya kelainan, komplikasi dan penyakit yang  biasanya dialami oleh ibu hamil sehingga hal tersebut dapat dicegah ataupun

diobati.

1. Pemeriksaan Kehamilan dini (Early ANC Detection)

Menurut Sulistyawati (2012), kunjungan antenatal care (ANC) minimal 4 kali, yaitu:

a. Satu kali pada trimester I

Informasi yang diberikan pada trimester I yaitu, menjalin hubungan saling percaya, deteksi masalah pada tahap awal pemberian asuhan, mencegah masalah, persiapan persalinan dan komplikasi, perilaku sehat meliputi gizi, latihan atau senam, kebersihan, dan istirahat).

 b. Satu kali pada trimester II

Setelah pasien sudah cukup paham dengan informasi yang harus ddiketahui pada trimester I, maka pada trimester II bidan memberikan informasi yang berkaitan denan pre eklampsi ringan.

c. Dua kali pada trimester III

Pada usia kehamilan ini informasi yang disampaikan adalah hasil  pemeriksaan kesejahteraan janin dalam kandungan, salah satunya adalah  janin tunggal atau ganda. Informasi tersebut akan mengurangi beberapa kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu dan keluarga berkaitan dengan  janin. Gambaran persalinan yang akan dilalui merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh ibu dan keluarga pada akhir masa kehamilan. Informasi mengenai kepastian letak dan posisi janin akan mengurangi kecemasan pasien.

(10)

2. Skrining Deteksi Dini

Menurut Marmi (2009), skrining deteksi dini yaitu USG, merupakan suatu media diagnostik dengan menggunakan gelombang ultrasonik untuk mempelajari struktur jaringan berdasarkan gelombang ultrasonik. Pemeriksaan USG pada kehamilan normal usia 5 minggu.

B. Tanda-Tanda Bahaya pada Kehamilan

1. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester I (0-12 Minggu)

Perdarahan Pada Kehamilan Muda Salah satu komplikasi terbanyak pada kehamilan ialah terjadinya Perdarahan. Perdarahan dapat terjadi pada setiap usia kehamilan. Pada kehamilan muda sering dikaitkan dengan kejadian abortus, misscarriage, early pregnancy loss. Perdarahan pada kehamilan muda dikenal  beberapa istilah sesuai dengan pertimbangan masing-masing, setiap terjadinya  perdarahan pada kehamilan maka harus selalu berfikir tentang akibat dari  perdarahan ini yang menyebabkan kegagalan kelangsungan kehamilan (Hadijanto,

2008).

a. Abortus Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi sebelum  janin dapat hidup di luar kandungan. Sebagai batasan ialah kehamilan kurang

dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram (Hadijanto, 2008).

 b. Kehamilan ektopik Adalah suatu kehamilan yang pertumbuhan sel telur telah dibuahi tidak menempel pada dinding endometrium kavum uteri. Lebih dari 95% kehamilan ektopik berada di saluran telur (tuba Fallopii). terjadinya kehamilan ektopik tersering karena sel telur yang telah dibuahi dalam  perjalanannya menuju endometrium tersendat sehingga embrio sudah  berkembang sebelum mencapai kavum uteri dan akibatnya akan tumbuh di luar rongga rahim. Bila kemudian tempat nidasi tersebut tidak dapat menyesuaikan diri dengan besarnya buah kehamilan, akan terjadi rupture dan menjadi kehamilan ektopik terganggu (Hadijanto, 2008).

(11)

Tanda dan gejala pada kehamilan muda, dapat atau tidak ada perdarahan  pervaginam, ada nyeri perut kanan/kiri bawah. Berat atau ringannya nyeri tergantung pada banyaknya darah yang terkumpul dalam peritoneum. Dari Pemeriksaan fisik didapatkan rahim yang juga membesar, adanya tumor didaerah adneksa. Adanya tandatanda syok hipovolemik yaitu hipotensi,  pucat dan ekstremitas dingin, adanya tanda-tanda abdomen akut yaitu perut

tegang bagian bawah, nyeri tekan dan nyeri lepas dinding abdomen. Dari Pemeriksaan dalam serviks teraba lunak, nyeri tekan, nyeri pada uterus kanan dan kiri.

c. Mola hidatidosa Adalah suatu kehamilan yang berkembang tidak wajar dimana tidak ditemukan janin dan hampir seluruh vili korialis mengalami  perubahan berupa degenerasi hidropik. Secara makroskopik, molahidatidosa mudah dikenal yaitu berupa gelembung-gelembung putih, tembus pandang,  berisi cairan jernih, dengan ukuran bervariasi dari beberapa millimeter sampai

1 atau 2 cm. Menurut Hadijanto (2008) pada permulaannya gejala mola hidatidosa tidak seberapa berbeda dengan kehamilan 19 biasa yaitu mual, muntah, pusing, dan lain-lain, hanya saja derajat keluhannya sering lebih hebat. Perdarahan merupakan gejala utama mola. Biasanya keluhan  perdarahan inilah yang menyebabkan mereka datang ke rumah sakit. Gejala  perdarahan ini biasanya terjadi antara bulan pertama sampai ketujuh dengan rata-rata 12-14 minggu. Sifat perdarahan bias intermiten, sedikit-sedikit atau sekaligus banyak sehingga menyebabkan syok atau kematian. Karena  perdarahan ini umumnya pasien mola hidatidosa masuk dalam keadaan

anemia.

d. Muntah terus dan tidak bisa makan pada kehamilan Mual dan muntah adalah gejala yang sering ditemukan pada kehamilan trimester I. Mual biasa terjadi  pada pagi hari, gejala ini biasa terjadi 6 minggu setelah HPHT dan  berlangsung selama 10 minggu. Perasaan mual ini karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan HCG dalam serum. 20 Mual dan muntah yang

(12)

e. Selaput kelopak mata pucat Merupakan salah satu tanda anemia. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan keadaan hemoglobin di bawah 11 gr% pada trimester I. Anemia dalam kehamilan disebabkan oleh defisiensi  besi dan perdarahan akut bahkan tak jarang keduanya saling berinteraksi. Anemia pada trimester I bisa disebabkan karena mual muntah pada ibu hamil dan perdarahan pada ibu hamil trimester I.

f. Demam Tinggi Ibu menderita demam dengan suhu tubuh >38ºC dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Menurut SDKI tahun 2007 penyebab kematian ibu karena infeksi (11%). Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum banyak dan mengompres untuk menurunkan suhu. Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala

 – 

gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi 21 organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan masa nifas.

2. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester II a. Sakit kepala yang hebat

Sakit kepala biasa terjadi selama kehamilan dan seringkali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut, ibu mungkin menemukan bahwa penglihatannya menjadi kabur atau berbayang. Sakit kepala yamg hebat dalam kehamilan adalah gejala pre-eklampsia.

Penanganan:

Sakit kepala yang hebat pada ibu hamil biasanya dicurigai gejala dari  preeklampsia, penanganannya dengan istirahat yang cukup apabila tidak terjadi perubahan dilakukan pengobatan secara sistematis karena etiologi

(13)

 preeklampsia, dan faktor apa dalam kehamilan yang menyebabkannya (Widyastuti, 2010).

 b. Gerakan janin berkurang

Ibu mulai merasakan gerakan bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi tidur gerakannya akan melemah. Bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam 1 jam jika ibu  berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik.

Kurangnya gerakan janin biasanya pengaruh dari kondisi ibu, nutrisi, dan tidak pernah terjadi kecelakaan yang dapat mengakibatkan benturan . Atau  pengaruh dari janin sendiri.

Penanganan:

Istirahat yang cukup, perbaiki nutrisi dan melakukan pemeriksaan yang rutin (Sastrawinata S, 2005).

c.  Nyeri perut yang hebat

 Nyeri abdomen yang tidak berhubungan dengan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah hebat, menetap dan tidak hilang setelah istirahat. Hal ini bias berarti appendiksitis, kehamilan ektopik, aborsi,penyakit kantong empedu, iritasi uterus, infeksi saluran kemih atau infeksi lainnya.

Penanganan:

Istirahat yang cukup apabila tidak terjadi perubahan, segera ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, karena kemungkinan terjadi kehamilan

(14)

d. Demam

Ibu menderita demam dengan suhu > 38 c dalam kehamilan merupakan suatu masalah. Demam tinggi dapat merupakan gejala adanya infeksi dalam kehamilan. Penanganan demam antara lain dengan istirahat baring, minum  banyak, dan mengompres untuk menurunkan suhu. Demam dapat disebabkan oleh infeksi dalam kehamilan yaitu masuknya mikroorganisme pathogen ke dalam tubuh wanita hamil yang kemudian menyebabkan timbulnya tanda atau gejala- gejala penyakit. Pada infeksi berat dapat terjadi demam dan gangguan fungsi organ vital. Infeksi dapat terjadi selama kehamilan, persalinan dan masa nifas (Saifuddin,2002).

Penanganan:

Ibu yang menderita demam dapat dicurigai terjadinya infeksi, anjurkan istirahat yang cukup dan pemberian obat.

e. Muntah yang terus menerus (Hiperemesis gravidarum)

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah berlebihan selama masa hamil. Muntah yang membahayakan ini dibedakan dari morning sickness normal yang umum dialami wanita hamil karena intensitasnya melebihi muntah normal dan berlangsung selama trimester pertama kehamilan. Sehubungan dengan adanya ketonemia, penurunan berat badan dan dehidrasi, hiperemesis gravidarum dapat terjadi disetiap trimester (Varney, 2007).

Perasaan mual ini disebabkan oleh karena meningkatnya kadar hormon estrogen dan hCG (human chorionic gonadotrophin) dalam serum. Pengaruh fisiologi kehamilan hormon ini belum jelas, mungkin karena sistem saraf  pusat atau pengosongan lambung yang berkurang. Pada umumnya wanita dapat menyesuaikan dengan keadaan ini, meskipun demikian gejala mual dan muntah dapat berlangsung sampai 4 bulan. Pekerjaan sehari- hari menjadi terganggu dan keadaan umum menjadi buruk. Keadaan inilah yang disebut

(15)

hiperemesis gravidarum, keluhan gejala dan perubahan fisiologis menentukan  berat ringannya penyakit (Prawirohardjo, 2002).

Penanganan:

Pencegahan terhadap hiperemesis gravidarum perlu dilaksanakan dengan  penerapan tentang kehamilan misalnya:

1) Makan sedikit tapi sering.

2) Hindari makanan yang sulit dicerna dan berlemak.

3) Jaga masukan cairan, karena cairan lebih mudah ditolelir daripada makanan padat.

4) Selingi makanan berkuah dengan makanan kering. Makan hanya makanan kering pada satu waktu makan, kemudian makanan berkuah  pada waktu berikutnya.

5) Jahe merupakan obat alami untuk mual. Cincang dan makan bersama sayuran serta makanan lain.

6) Isap sepotong jeruk yang segar ketika merasa mual.

7) Hindari hal

 – 

hal yang memicu mual, seperti bau, gerakan atau bunyi. 8) Istirahat cukup.

9) Hindari hal

 – 

hal yang membuat Anda berkeringat atau kepanasan, yang dapat memicu rasa mual (Muchtar R, 2002).

10) Tapi apabila muntah terus terjadi, lakukan pemberian obat seperti  pemberian antihistamin, vitamin dan segera lakukan perawatan medis.

3. Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III

Trimester III biasanya disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat itu ibu tidak sabar menunggu kehadiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. a. Prinsip mengenali Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III

(16)

kehamilan, persalinan dan nifas sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat.

 b. Jenis-jenis Tanda Bahaya Kehamilan Trimester III 1) Kehamilan dengan Hipertensi

Hipertensi adalah kondisi permanen meningkatnya tekanan darah dimana biasanya tidak ada penyebab yang nyata. Kadang- kadang keadaan ini dihubungkan dengan penyakit ginjal,  phaeochromocytoma atau penyempitan aorta dan keadaan ini lebih

sering muncul pada saat kehamilan (Marmi, 2009).

Menurut Manuaba (2008), gambaran klinis dapat dijabarkan sebagai  berikut:

a) Kenaikan tekanan darah sistolik dan diastolik 30 mmHg atau 15 mmHg. Tekanan darah absolut 140/90 atau 160/110 yang diambil selang 6 jam dalam keadaan istirahat.

 b) Edema, merupakan timbunan cairan tubuh yang tampak atau tidak tampak. Perhitungan kenaikan berat badan melebihi ¾ - 1 kg/minggu.

Penatalaksanaan kehamilan dengan hipertensi harus mendapat  penanganan yaitu dianjurkan untuk lebih banyak istirahat dan menghindari peningkatan berat badan terlalu banyak. Kesejahteraan  janin dipantau secara ketat untuk mendeteksi adanya retardasi  pertumbuhan. Jika ditemukan tekanan darah 160/100 mmHg harus dirawat di rumah sakit. Obat-obatan antihipertensi dan sedative  boleh diberikan untuk mengontrol tekanan darah (Marmi, 2011). 2) Perdarahan

Menurut Manuaba (2008) a) Perdarahan plasenta previa

(17)

Perdarahan plasenta previa adalah keadaan implantasi plasenta sedemikian rupa sehingga menutupi sebagian atau seluruh mulut rahim, sehingga pembuluh darah besar ada pada sekitar mulut rahim, dengan makin tuanya kehamilan dan terjadi pembentukan segmen bawah rahim terjari pergeseran plasenta beserta  pembuluh darah sehingga terjadi perdarahan (Manuaba, 2008).

Menurut Marmi (2011), penyebab plasenta previa tidak diketahui, tetapi faktor-faktor berikut dapat dihubungkan, yaitu:

 Multiparitas

 Kehamilan multiple

 Umur, ibu yang lebih tua berisiko dari pada ibu yang lebih

muda

 Uterus sikatrik

 Riwayat myomektomi  Merokok

 Kelainan plasenta.

3) Sakit Kepala yang hebat dan menetap

Sakit kepala selama kehamilan adalah umum dan sering kali merupakan ketidaknyamanan yang normal dalam kehamilan. Sakit kepala yang menunjukkan suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hehat yang menetap dan tidak hilang dengan beristirahat. Kadang-kadang dengan sakit kepala yang hebat tersebut ibu mungkin mengalami penglihatan yang kabur atau terbayang. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan adalah gejala dari pre eklampsia (Sulistyawati, 2009).

4) Pandangan kabur

Pandangan kabur karena pengaruh hormonal dalam kehamilan, ketajaman visual ibu dapat berubah. Perubahan kecil adalah normal.

(18)

 pandangan kabur atau terbayang dan berbintik-bintik, perubahan  penglihatan mungkin disertai dengan sakit kepala yang hebat. Perubahan pandangan mendadak mungkin merupaka tanda pre eklampsia (Yulifah, dkk, 2010).

5) Bengkak di wajah dan jari-jari tangan

Hampir seluruh ibu akan mengalami bengkak yang normal pada kaki yang biasanya muncul pada sore hari dan biasana hilang setelah  beristirahat atau meletakkannya lebih tinggi. Bengkak dapat

menunjukkan adanya masalah serius jika muncul pada permukaan muka dan tangan, tidak hilang setelah beristirahat dan diikuti dengan keluhan fisik yang lain. Hal ini bisa merupakan anemia, gagal,  jantung atau pre eklampsia (Sulistyawati, 2009).

6) Gerakan janin tidak terasa

Ibu mulai merasakan gerakan janin selama bulan ke-5 atau ke-6,  beberapa ibu dapat merasakan gerakan bayinya lebih awal. Jika bayi

tidur, gerakannya akan melemah, bayi harus bergerak paling sedikit 3 kali dalam periode 3 jam. Gerakan janin bayi akan lebih mudah terasa jika berbaring atau beristirahat dan jika ibu makan dan minum dengan baik (Yulifah, dkk, 2010).

7)  Nyeri abdomen yang hebat

 Nyeri abdomen yang tidak berhubungan denan persalinan normal adalah tidak normal. Nyeri abdomen yang mungkin menunjukkan masalah yang mengancam keselamatan jiwa adalah yang hebat, menetap dan tidak hilang setelah beristirahat. Hal ini bisa berarti apendisitis, kehamilan ektopik, penyakit radang pelvis persalinan  preterm, gastritis (Yulifah, dkk, 2010).

(19)

C. Pencegahan Tanda Bahaya kehamilan

1. Melakukan pelayanan antenatal minimal 4 kali selama kehamilan 2. Skrining Deteksi Dini

3. Istirahat yang cukup

4. Menkonsumsi makanan yang sehat utamanya makanan yang tinggi  protein dan mengurangi konsumsi makanan yang dapat menimbulkan  preeklampsia atau eklampsia.

5. Meningkatkan promosi kesehatan kesehatan dan mengusahakan agar semua ibu hamil memeriksakan kehamilannya.

6. Mencari pada tiap pemeriksaan kemungkinan tanda-tanda preeklampsia dan eklampsia serta melakukan pengobatan apabila ditemukan (Suririnah, 2011).

(20)

DAFTAR PUSTAKA

1. Bantuk, Hadijanto. 2008. Perdarah pada Kehamilan Muda. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

2. Manuaba, I.A.C, 2009. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. J akarta: EGC

3. Marmi, 2012. Asuhan Kebidanan Patologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 4. Susilawati, L, 2012. Tingkat Pengetahuan Ibu hamil primigravida tentang

tanda bahaya kehamilan di RB Marga Waluya Surakarta Tahun 2012. Karya Tulis Ilmiah

5. Manuaba, I.A.C, 2010. Kapita Selekta Penatalaksanaan Rutin Obstetri Ginekologi dan KB. Jakarta : EGC

6. Waryana, 2010. Gizi Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Rihama

7. Saifuddin, Abdul Bari. 2010. Buku Acuan Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Yogyakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 8. SDKI. 2012. Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia Tinggi. Online

(Available): http://batavise.co.id//contenct/angka-kematian-ibu-di-indonesia- tinggi.html.

9. Sembiring, Arihta. 2013. Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya kehamilan Dengan Kepatuhan Kunjungan ANC Di Klinik Dina Bromo Ujung Lingkungan XX Medan Tahun 2013. Poltekes KEMENKES Medan. Medan.

Referensi

Dokumen terkait

Pengetahuan ibu post partum tentang tanda-tanda sakit bayi baru lahir merupakan hal yang penting karena tanda-tanda bahaya bayi baru lahir dapat merupakan gejala

Adapun hambatan dari kurangnya partisipasi dalamkelas ibu hamil dikarenakan ibu hamil tidaktahu adanya kelas ibu hamil di wilayahnya,serta ibu hamil yang bekerja.Dari hasil

Pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia berdasarkan pekerjaan adalah mayoritas Ibu rumah Tangga dengan

Berdasarkan tabel 5 dari 42 responden yang diteliti mengenai gambaran pengetahuan tanda dan gejala ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan di praktek bidan

Hasil penelitian antara pekerjaan dengan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan trimester III menunjukkan bahwa mayoritas kategori cukup terdapat pada ibu

Pengetahuan ibu hamil sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media E-Modul tentang tanda bahaya kehamilan mayoritas kurang sebanyak 15 responden 53,6% dan sesudah diberikan

Kemenkes RI, 2018 Oleh karena itu dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan setiap ibu hamil mampu mengetahui dan mempunyai kemampuan dalam melakukan deteksi dini

Usia Ibu Hamil Melahirkan anak pada usia ibu yang muda atau terlalu tua mengakibatkan kualitas janin/anak yang rendah dan juga akan merugikan kesehatan ibu karena pada ibu yang