Badan Kepegawaian Daerah
LAPORAN
KEUANGAN
Tahun Anggaran 2017
Jl. Soekarno Hatta No. 9 Telp. (0286) 321221 Fax (0286) 321221
website https://bkd.wonosobokab.go.id email : [email protected]
WONOSOBO
Ir. Lutfi Amin, M.Si. NIP. 19581015 198510 1 003
Wonosobo, 15 Februari 2018 Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.
Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/ pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Badan Kepegawaian Daerah.
Di samping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) .
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, KATA PENGANTAR
Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pajabat Pengguna Anggaran/Barang Daerah mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya. Badan Kepegawaian Daerah sebagai SKPD adalah salah satu entitas Pelaporan di bawah Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.
Penyusunan Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan.
I. II. III. IV. V. BAB. I BAB.II
BAB.III Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan
3.1. Laporan Realisasi Anggaran 3.2. Neraca 3.3. 3.4. BAB.IV BAB. V Lampiran-Lampiran Penutup 79
Iktisar Pencapaian Kinerja Keuangan
Laporan Operasional
78
Penjelasan Atas Informasi Non Keuangan
17 10 10 9
Catatan Atas Laporan Keuangan Pendahuluan 14 Ringkasan 8 Kata Pengantar Daftar Isi
Pernyataan Tanggung Jawab
Neraca 7
Laporan Perubahan Ekuitas
17 27 63 1 2 3 4 6
Laporan Realisasi Anggaran Laporan Operasional
Hal
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran, posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
Jl. Soekarno Hatta No. 09
Telepon : (0286) 321221, Faximile : (0286) 321221
(e) Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)
sebagaimana terlampir adalah tanggung jawab kami. (b) Neraca
(c) Laporan Operasional (LO)
Badan Kepegawaian Daerah
(d) Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) (a) Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB
Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Wonosobo, 15 Februari 2018 Laporan Keuangan SKPD Unit Badan Kepegawaian Daerah Tahun Anggaran 2017 yang terdiri dari :
Pemerintah Kabupaten Wonosobo
NIP. 19581015 198510 1 003 Ir. Lutfi Amin, M.Si.
1. Laporan Realisasi Anggaran
2. Neraca
3. Laporan Operasional
4. Laporan Perubahan Ekuitas
RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN
Nilai Aset per 31 Desember 2017 dicatat dan disajikan sebesar Rp.
1.593.708.857,00 yang terdiri dari : Aset Lancar sebesar Rp. 0,00; Aset Tetap sebesar Rp. 1.593.708.857,00;dan Aset Lainnya sebesar Rp. 0,00.
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit operasional, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.
Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2017.
Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2017 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.
Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017 adalah
sebesar Rp. 0,00, sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp.
5.650.815.282,00 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan Operasional senilai Rp. -5.650.815.282,00.
Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp. 2.352.000,00 dan Rp. 1.591.356.857,00.
Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal 31 Desember 2017.
Realisasi Belanja Badan Kepegawaian Daerah pada TA 2017 adalah sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau mencapai 79,24 % dari alokasi anggaran sebesar Rp. 7.003.871.163,00.
Dalam struktur APBD, Anggaran Pendapatan Badan Kepegawaian Daerah TA 2017 merupakan komponen dari Pendapatan Asli Daerah yaitu pada Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah, realisasi pendapatan TA 2017 sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp. 0
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.
Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2017 adalah sebesar Rp.1.299.103.759,00 dikurangi Defisit-LO sebesar Rp.-5.650.815.282,00 kemudian ditambah dengan RK-PPKD senilai Rp. 5.549.597.630,00 dan ditambah Dampak Komulatif sebesar Rp. 393.470.750,00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2017 adalah senilai Rp. 1.591.356.857,00.
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas.
Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2017 disusun dan disajikan dengan basis akrual.
TA 2016
Anggaran Realisasi Realisasi
PENDAPATAN - - -
-PENDAPATAN ASLI DAERAH - - -
-PENDAPATAN TRANSFER - - - -LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH - - - -BELANJA 7.003.871.163,00 5.549.597.630,00 79 3.182.757.168,00 BELANJA OPERASI 6.811.091.163,00 5.357.438.630,00 79 2.743.033.668,00 Belanja Pegawai 3.449.757.163,00 2.736.768.844,00 79 59.845.000,00 Belanja Barang 3.361.334.000,00 2.620.669.786,00 78 2.683.188.668,00 Belanja Hibah - - -
-Belanja Bantuan Sosial - - -
-BELANJA MODAL 192.780.000,00 192.159.000,00 100 439.723.500,00
Belanja Tanah - - -
-Belanja Peralatan dan Mesin 192.780.000,00 192.159.000,00 100 439.723.500,00
Belanja Gedung dan Bangunan - - - -Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan - - -
-Belanja Aset Tetap Lainnya - - -
-Belanja Aset Lainnya - - -
-BELANJA TAK TERDUGA - - - -TRANSFER - - -
-PEMBIAYAAN
-SILPA (7.003.871.163,00) (5.549.597.630,00) 79 (3.182.757.168,00)
Kepala Badan Kepegawaian Daerah,
Ir. Lutfi Amin, M.Si.
NIP. 19581015 198510 1 003
Uraian TA 2017 % thd Angg
I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Badan Kepegawaian Daerah Laporan Realisasi Anggaran
Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016
Uraian 2017 2016
ASET 1.593.708.857,00 1.300.295.601,00
ASET LANCAR - 132.400,00
Persediaan - 132.400,00
INVESTASI JANGKA PANJANG -
-ASET TETAP 1.593.708.857,00 1.300.163.201,00
Tanah 495.412.000,00 495.412.000,00
Peralatan dan Mesin 2.559.054.380,00 1.996.372.237,00
Gedung dan Bangunan 652.050.000,00
-Jalan, Irigasi, dan Jaringan -
-Aset Tetap Lainnya 2.500.000,00 2.500.000,00
Konstruksi Dalam Pengerjaan -
-Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (2.115.307.523,00) (1.194.121.036,00)
ASET LAINNYA -
-Aset Tidak Berwujud Lainnya -
-Aset Lain-lain -
-Amortisasi Aset Lainnya -
-KEWAJIBAN 2.352.000,00 1.191.842,00
Kewajiban Jangka Pendek 2.352.000,00 1.191.842,00
Kewajiban Jangka Panjang -
-EKUITAS 1.591.356.857,00 1.299.103.759,00
TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.593.708.857,00 1.300.295.601,00
Wonosobo, 15 Februari 2018 Kepala Badan Kepegawaian Daerah,
Ir. Lutfi Amin, M.Si.
NIP. 19581015 198510 1 003
II. NERACA
Badan Kepegawaian Daerah
NERACA
Per 31 Desember 2017 dan 2016
Uraian 2017 2016
KEGIATAN OPERASIONAL
PENDAPATAN - -PENDAPATAN ASLI DAERAH - -PENDAPATAN TRANSFER - -LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG
SAH - -BEBAN 5.650.815.282,00 2.918.991.344,00 Beban Pegawai 3.175.238.844,00 348.480.000,00 Beban Persediaan 176.359.895,00 127.661.620,00 Beban Jasa 1.528.345.083,00 1.773.639.151,00 Beban Pemeliharaan 46.787.534,00 35.026.423,00
Beban Perjalanan Dinas 431.999.832,00 459.495.916,00
Beban Bunga -
-Beban Subsidi -
-Beban Hibah -
-Beban Bantuan Sosial -
-Beban Penyusutan dan amortisasi 292.084.094,00 174.688.234,00
Beban Transfer -
-Beban Lain-lain -
-SURPLUS/DEFISIT-LO DARI OPERASI (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00)
SURPLUS/DEFISIT-LO DARI KEGIATAN NON
OPERASIONAL - -POS LUAR BIASA -
-SURPLUS/DEFISIT-LO (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00) Wonosobo, 15 Februari 2018
Ir. Lutfi Amin, M.Si.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah,
NIP. 19581015 198510 1 003
III. LAPORAN OPERASIONAL
Badan Kepegawaian Daerah
LAPORAN OPERASIONAL
Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016
Uraian 2017 2016
EKUITAS AWAL 1.299.103.759,00 -SURPLUS/ DEFISIT - LO (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00)
RK-PPKD 5.549.597.630,00
-DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN
KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR: 393.470.750,00 4.218.095.103,00
Koreksi utang belanja pegawai -
Kapitalisasi aset tetap -
Koreksi akumulasi penyusutan/amortisasi -
Serah terima skpd -
Koreksi persediaan -
Penghapusan aset tetap -
Kurang catat aset -
Pengurangan piutang tidak tertagih -
penyesuaian pendapatan diterima dimuka -
Koreksi ekuitas lainnya 393.470.750,00 4.218.095.103,00
KEWAJIBAN UNTUK DIKONSOLIDASIKAN -
-EKUITAS AKHIR 1.591.356.857,00 1.299.103.759,00
Wonosobo, 15 Februari 2018
Ir. Lutfi Amin, M.Si.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah,
NIP. 19581015 198510 1 003
IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Badan Kepegawaian Daerah
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016
1.1 Maksud Dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan a. b.
-- menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi
kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.
Tujuan
Tujuan spesifik laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas entitas akuntansi atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD.
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, dan kinerja keuangan suatu entitas akuntansi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya, dengan :
menyediakan informasi mengenai sumber daya ekonomi,
kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
menyedikan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi. kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;
menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi dan
penggunaan sumber ekonomi;
menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;
menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan
mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;
menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan;
Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah selama satu periode pelaporan.
Laporan keuangan digunakan untuk membandingkan realisasi
pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan. Badan Kepegawaian Daerah selaku entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah berstruktur pada suatu periode pelaporan.
Maksud Penyusunan Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonosobo adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan target pencapaian realisasi keuangan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan.
Untuk mewujudkannya akan dilakukan beberapa langkah-langkah strategis sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
1.2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2. Neraca 3. Laporan Operasional
4. Laporan Perubahan Ekuitas 5. Catatan Atas Laporan Keuangan 1. Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Keuangan Badan Kepegawaian DaerahKabupaten Wonosobo terdiri dari :
Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009, tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
Landasan Hukum
Suatu entitas pelaporan mengungkapkan hal – hal berikut ini apabila belum diungkapkan dalam bagian manapun dari laporan keuangan, antara lain :
Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;
Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;
Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain;
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
Sebagaimana halnya dengan proses Penyusunan APBD dan
Perubahan APBD, maka dalam penyusunan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2017 ini tetap berpedoman pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;
Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;
Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;
13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1.3
Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 19 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kab. Wonosobo ;
1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Wonosobo (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 2);
Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo;
Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 30 Tahun 2016 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Wonosobo;
1.3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 ;
Bab. I Pendahuluan
Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 17 Tahun 2016 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.
Catatan Atas Laporan Keuangan Badan Kepegawaian
DaerahKabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2017 disusun agar
dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan
membandingkannya dengan laporan keuangan entitas lainnya, Catatan atas Laporan Keuangan sekurang – kurangnya disajikan dengan susunan sebagai berikut :
Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan RI Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Keugian Negara;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah;
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah;
Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 13 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 ;
2.1. 2.2.
3.1. Laporan Realisasi Anggaran
3.2.1. Aset
Hambatan dan Kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan
3.3.1. Pendapatan LO 3.3.2. Beban LO 3.2. Neraca 3.3. Laporan Operasional 3.2.2. Kewajiban 3.2.3. Ekuitas
Bab. III Penjelasan pos-pos laporan keuangan
3.1.1. Pendapatan LRA 3.1.2. Belanja LRA
Bab. IV Penjelasan Atas Informasi Non Keuangan
3.3.3. Surplus / Defisit
Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan
Bab. II Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan
Bab. V Penutup
3.4. Laporan Perubahan ekuitas
2.1
2.1.1. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2017
Pendapatan
Jumlah Pendapatan Belanja
Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Belanja Transfer
Jumlah Belanja Surplus /Defisit
Pendapatan dan Belanja Pendapatan Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto SILPA
Ikhtisar Anggaran dan Realisasi TA 2017
- 1.454.273.533,00 (21) Realisasi TA 2017 Uraian (7.003.871.163,00) (5.549.597.630,00) 7.003.871.163,00 Iktisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan.
BAB II
9.696.163,00
Realisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebagaimana tabel dibawah ini :
IKHTISAR PENCAPIAN KINERJA KEUANGAN
Selama periode berjalan, Badan Kepegawaian Daerah telah
mengadakan revisi Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan
(DPAP) dari DPA awal.
Hal ini disebabkan oleh adanya program penghematan belanja pemerintah dan adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja adalah sebagai berikut:
6.811.091.163,00
Uraian Naik/ (Turun)
192.780.000,00 - - - (21) (21) 5.549.597.630,00
Anggaran Setelah Perubahan
(5.549.597.630,00) 6.801.395.000,00 192.780.000,00 - (7.003.871.163,00) 9.696.163,00 % - -Anggaran Penetapan Anggaran Perubahan
- (9.696.163,00) (7.003.871.163,00) (1.454.273.533,00) 1.454.273.533,00 6.994.175.000,00 7.003.871.163,00 (6.994.175.000,00)
Lebih/(Kurang) dari Anggaran
Dari Tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa : 1. 2. 3. 4. 5.
2.1.2. Realisasi TA 2017 Dibandingkan Dengan Realisasi TA 2016
Pendapatan dan Belanja Pendapatan Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto SILPA 1. 2. 3 4.
Pembiayaan Netto Tahun Anggaran 2017 tidak mengalami peningkatan/penurunan sebesar 0 % dari Pembiayaan Netto Tahun Anggaran .
SILPA Tahun Anggaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 42,65% dibandingkan SILPA Tahun Anggaran 2016.
Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 42,65% dari Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2016.
(2.366.840.462,00) 3.182.757.168,00 2.366.840.462,00
Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2017 mengalami
peningkatan sebesar 0 % dari Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2016. (5.549.597.630,00) (3.182.757.168,00) 5.549.597.630,00 (5.549.597.630,00) (3.182.757.168,00) - -(2.366.840.462,00) 42,65 Pembiayaan Netto untuk periode yang berakhir pada 31 Desember
2016 adalah sebesar Rp. 0,00 atau mencapai 0,00% dari
anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 0,00.
Uraian
SILPA untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 mencapai sebesar Rp. -5.549.597.630,00 naik sebesar Rp. 1.454.273.533,00 dari tahun anggaran 2016 atau -20,76%.
Surplus/(defisit) anggaran untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp. -5.549.597.630,00 yang diperoleh dari realisasi pendapatan dikurangi realisasi belanja. Pendapatan Tahun Anggaran 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 0,00 atau 0,00% dari anggaran pendapatan yang telah ditetapkan sebesar Rp. 0,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp.0,00. Belanja Tahun Anggaran 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau -20,76% dari anggaran belanja yang telah ditetapkan sebesar Rp. 7.003.871.163,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp.-1.454.273.533,00. Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017 42,65 Perbandingan realisasi Tahun Anggaran 2017 dengan realisasi Tahun Anggaran 2016 sebagaimana pada tabel berikut :
Naik/(Turun) % 42,65
2.1.3. Hambatan Dan Kendala Yang Dihadapi.
1.
2.
Berdasarkan ketentuan pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dalam
meyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,
penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup. Hal ini berarti bahwa APBD disusun tidak saja berdasarkan kebutuhan penyelenggara pemerintahan daerah, melainkan juga harus disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah. Secara umum permasalahan belanja daerah adalah adanya
ketidakseimbangan kebutuhan belanja daerah dengan
kemampuan pendapatan daerah yang direncanakan. kemudian diisi lain tingkat penyerapan belanja dari tahun ketahun tetap sekitar 80 % sehingga berakibat sisa anggaran yang besar, hal ini disebabkan berbagai masalah antara lain jumlah paket pekerjaan yang banyak tetapi tidak sebanding dengan jumlah SDM yang
menangani paket pekerjaan tersebut, waktu pelaksanaan
pekerjaan tidak cukup disebabkan banyak kegiatan dalam proses lelang gagal, ataupun ketentuan peraturan yang turun terlambat pada beberapa jeni kegiatan yang dananya dibiayai dari pusat. Pengelola barang daerah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan daerah sehingga menjadi sangat penting barang daerah atau aset tetap dapat dikelola dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Tetapi beberapa hal menjadi hambatan antara lain karena jumlah fisik aset tetap yang banyak sehingga membutuhkan ketelitian dan ketekunan, kapasitas SDM pada SKPD kurang memadai terkait dengan kemampuan dan kemauan serta permasalahan teknis lainnya yang membutuhkan komitmen kita bersama agar pengelolaan barang menjadi semakin baik.
Hambatan Pencapaian Target Belanja
3.1. A. Pendapatan-LRA - - - - - -Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Lain-lain PAD yang sah
- - - - Transfer Pemerintah Profinsi - -
Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan Transfer Transfer Pemerintah Pusat ( Dana Perimbangan) Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Pendapatan Hibah Pendapatan Dana darurat Pendapatan Lainnya - - - - -2016 -
Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2017 menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan.
Realisasi Pendapatan TA 2017 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0 % dibandingkan TA 2016 atau sebesar Rp. 0,00
Anggaran Realisasi
BAB III
Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember
2017 adalah sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari estimasi
pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 0 kurang dari anggaran sebesar Rp. 0. Uraian 2017 - Pajak Daerah Jumlah - -
Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan Tahun 2017
- Realisasi % -
Pendapatan Badan Kepegawaian Daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya adalah sebagai berikut:
- PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
1.
a.
Realisasi Pendapatan Asli Daerah TA 2017 sebesar Rp. 0 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0 % bila dibandingkan tahun anggaran 2016.
Realisasi masing-masing pendapatan secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : - Anggaran Pajak Hiburan % - 2017 - Pendapatan Asli Daerah
Realisasi Pendapatan Asli Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp.
0,00 atau mencapai 0,00% dari estimasi pendapatan yang
ditetapkan sebesar Rp. 0,00 kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00.
Adapun rincian masing-masing pendapatan asli daerah adalah sebagai berikut : No 1 2 3 - - Pajak Daerah Pajak Daerah Pajak Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Uraian - Realisasi 2016 Pajak Hotel -Retribusi Daerah - Realisasi - Realisasi
Lain-lain PAD yang sah - - -
-Realisasi Pajak Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00, adapun rincian Pajak Daerah sebagai berikut :
- Pendapatan BLUD
Pajak Bumi dan Bangunan 9 Pajak Reklame Pajak Restoran - -
Pajak Air Tanah
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
Jumlah
Pajak Penerangan Jalan Pajak Parkir 6 7 4 5 8
10 Bea Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunan
b.
c.
c. Lain-lain PAD Yang Sah
Retribusi Daerah Jumlah No
Retribusi Pelayanan Kesehatan
-Realisasi Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Daerah TA adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :
2
Realisasi
Retribusi Daerah
Realisasi Retrubis Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :
No
1
Retribusi Pelayanan Pasar
3 Retribusi Pemakaian Kekayaan
Daerah
-4 Retribusi Terminal
5 Retribusi Tempat Khusus Parkir
-6 Retribusi Tempat Rekreasi dan
Olah Raga
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Jumlah
-Hasil Pengelolaan Kekayaan
Daerah Yang Dipisahkan Realisasi
1 2
2 Penerimaan Jasa Giro
-Bagian Laba Penyertaan Modal
pada Swasta
-Bagian Laba Penyertaan Modal pada BUMD
3 Pendapatan Bunga
Realisasi Lain-lain PAD Yang Sah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :
No Lain-lain PAD Yang Sah Realisasi
1
Hasil Penjualan Aset Daerah
Yang Dipisahkan
4 Tuntutan Ganti Kerugian Daerah
5 Pendapatan Dari Pengembalian
6 Lain-lain PAD Yang Sah Lainnya
2. 3. B. Belanja Realisasi 2017
Adapun rincian masing-masing pendapatan transfer adalah sebagai berikut : - 2016 Realisasi Anggaran
Komposisi anggaran dan realisasi belanja TA 2017 dapat dilihat dalam grafik berikut ini:
-
Belanja adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. Belanja Daerah meliputi Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tak Terduga dan Transfer.
Lain-lain Pendapatan Yang Sah
- - Realisasi Realisasi - - 2016 2017 -
Pendapatan Transfer per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00
Pendapatan Transfer Transfer Pemerintah Pusat-Dana Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya - - - - - Transfer Pemerintah Provinsi Lain-lain Pendapatan Yang Sah Pendapatan Hibah Pendapatan Dana darurat JUMLAH Anggaran Pendapatan Lainnya
Adapun rincian lain-lain pendapatan yang sah adalah sebagai berikut :
Lain-lain pendapatan yang sah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 Jumlah - -Pendapatan Transfer - - % - % 1.000.000.000 2.000.000.000 3.000.000.000 4.000.000.000 5.000.000.000 6.000.000.000 7.000.000.000 8.000.000.000 BELANJA OPERASI BELANJA MODAL BELANJA TAK TERDUGA TRANSFER Anggaran Realisasi
1. 2. a. Belanja Operasi Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 +\-% 2.620.669.786 Rp TRANSFER BELANJA MODAL Uraian
Secara garis besar anggaran dan realisasi belanja Badan Kepegawaian Daerah TA 2017 serta realisasi TA 2016 dapat disajikan sebagai berikut :
Berikut uraian lebih lanjut realisasi belanja Badan Kepegawaian
Daerah TA 2017.
95,3 Rp 2.683.188.668 - Jumlah Rp 6.811.091.163 4.473,1 Belanja Pegawai (2,3) Belanja Barang Rp 3.449.757.163Belanja Operasi TA 2017 dapat direalisasi sebesar Rp.
5.357.438.630,00 atau mencapai 77,97% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 6.811.091.163,00, kurang dari anggaran sebesar Rp. 740.664.214,00.
Rp 2.743.033.668 Belanja Operasi
Rp 3.361.334.000
Anggaran dan Realisasi Belanja Operasi TA 2017 serta TA 2016 sebagai berikut :
Realisasi TA 2016 +\-%
Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Operasi TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.614.404.962,00 atau 95,31%.
Jumlah Anggaran 95,3 Realisasi TA 2017 - 5.357.438.630 Rp - 3.182.757.168,00 Anggaran 5.357.438.630,00 - 7.003.871.163,00 74,4 2.743.033.668,00
Realisasi Belanja TA 2017 sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau
mencapai 79,24% dari anggaran belanja yang telah ditetapkan sebesar
Rp.
7.003.871.163,00
kurang
dari
anggaran
sebesar
Rp.
1.454.273.533,00.
439.723.500,00 192.159.000,00 5.549.597.630,00Berkurangnya Realisasi Belanja Modal pada Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 247.564.500,00
2.736.768.844
Rp Rp 59.845.000
Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja TA 2017
mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.366.840.462,00 atau 74,36%. Hal
ini disebabkan antara lain:
192.780.000,00
BELANJA OPERASI
Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2017
6.811.091.163,00
(56,3)
BELANJA TAK TERDUGA
Meningkatnya Realisasi Belanja Operasional TA 2017 sebesar Rp. 2.614.404.962,00
2. Belanja Barang Jumlah 1.150.200.000,00 - - - 2.736.768.844,00 59.845.000,00 -
Perbandingan Belanja Pegawai TA 2017 dan 2016
Realisasi TA 2016 86.000.000,00 1.032.334.375,00 Anggaran 34,7 80.592.000,00 +\-% 1.623.842.469,00
Adapun rincian masing-masing belanja operasi sebagai berikut:
- 100,0
-
Belanja Pegawai pada pos Belanja Operasi TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp. 2.736.768.844,00 atau 79,33% dari anggaran sebesar Rp. 3.449.757.163,00 kurang dari anggaran sebesar Rp. 712.988.319,00 - Tambahan Penghasilan PNS 1. Belanja Pegawai 2.213.557.163,00 - 100,0 Realisasi TA 2017 Belanja Pegawai
Gaji dan Tunjangan Pegawai
Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi belanja barang dan jasa TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. -62.518.882,00 atau -2,33%. Realisai belanja barang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 3.449.757.163,00 Uang Lembur Honor Non PNS 59.845.000,00
Belanja Pegawai adalah belanja atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.
Belanja Pegawai BLUD Insentif Pemungutan Pajak
-
Insentif Pemungutan
Retribusi -
Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Pegawai TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.676.923.844,00 atau 4.473,10%. Belanja pegawai ini digunakan antara lain untuk honor, gaji tenaga kontrak maupun gaji pegawai bukan PNS.
Belanja barang TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp.
2.620.669.786,00 atau mencapai 77,97% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 3.361.334.000,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 740.664.214,00
4.473,1
Belanja kursus pelatihan, sosialisasi dan Bintek PNS
- 151,1 - - - 43,0
Belanja Barang dan Jasa BLUD 288.635.000,00 459.495.916,00 (6,0) (83,7) 297,3 52.384.600,00 - 70.853.500,00 - - 46.787.534,00 - 431.999.832,00 - (73,7) Belanaja Beasiswa Pendidikan PNS (16,8) 7.678.000,00 - JUMLAH 47.000.000,00 - 460.865.058,00
Belanja Barang dan Jasa
2.683.188.668,00 (2,3) 9.000.000,00 2.620.669.786,00 108.525.000,00
Perbandingan Belanja Barang TA 2017 dan 2016
86.776.520,00
-
Belanja Sewa Sarana Mobilitas Belanja Bahan/Material Belanja Sewa Rumah/Gedung/ Gudang/Parkir 412.670.000,00 - 1.157.364.476,00 1.409.185.000,00 479.940.000,00
Belanja barang dan jasa TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp. 2.620.669.786,00 atau mencapai -2,33% dari TA 2016 sebesar Rp. 2.683.188.668,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 77,97
Belanja Bahan Pakai Habis
Belanja Jasa Kantor
256,0
549.725.000,00
7.678.000,00 -
Belanja Honorarium Non Pegawai
Honorarium PNS
3.361.334.000,00
Honorarium Non PNS Belanja Stimulan, uang saku,hadiah penghargaan, penggantian biaya
Belanja Barang yang Diserahkan kepada Masyarakat
Belanja Cetak dan
Penggandaan 67.028.000,00
Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor
Belanja Pemeliharaan Belanja Premi Asuransi
60.000.000,00
75.172.895,00
Belanja Makanan dan Minuman 35.026.423,00 5.960.000,00 1.110.841.251,00 1.500.000,00 33,6 - 120.086.000,00 90.344.000,00 291.638.449,00 Anggaran 13.670.000,00 Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor +\-% (13,4) 48.670.000,00 80.746.000,00 48.670.000,00 529.276.000,00 Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017 (26,1) - -
Belanja Perjalanan Dinas
3. Belanja Hibah (Nihil)
4. Belanja Bantuan Sosial (Nihil)
5. Belanja Modal
a. Belanja Modal Tanah
Rp 439.723.500
-Rp Rp -
Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2017 dan 2016
Rp 192.780.000 Rp 439.723.500 192.159.000 Rp
Belanja Modal Tanah TA 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 0, kurang dari anggaran sebesar Rp. 0. Bila dibandingkan dengan TA 2016 tidak mengalami kenaikan/ penurunan sebesar Rp. 0 atau 0% . (56,3) Rp 192.780.000 (56,3) 192.159.000 Rp +\-% Rp -
Perbandingan Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2017 dan 2016
Rp -
Rp -
Belanja Modal Tanah
Rp -
Jumlah
Rp -
Belanja Modal Tanah Bangunan Bukan Gedung
Realisasi TA 2017
-Rp
Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 Anggaran
Belanja Modal Tanah Bangunan Gedung -Rp Rp - Jumlah +\-%
Adapun perbandingan Belanja Modal pada TA 2017 TA 2016 sebagaimana tabel berikut.
-Rp -Rp - Rp - Rp -
Belanja Peralatan dan Mesin
Belanja Gedung dan Bangunan
Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Anggaran Realisasi TA 2016
Belanja Aset Lainnya Rp -
-Rp
Belanja Tanah
Belanja Aset Tetap Lainnya
Belanja Modal TA 2017 dapat terealisasi sebesar
Rp.192.159.000,00 atau mencapai 99,68% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 192.780.000,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 621.000,00.Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Modal TA 2017 mengalami penurunan sebesar Rp. -247.564.500,00 atau -56,30%. Rp - Belanja Modal Rp - -Rp -Rp - -Rp Rp - Rp - -Rp
Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.
1.
2.
b. Belanja Modal Peralatan dan Mesin
1
2
3 Nihil
Anggaran Belanja Modal Peralatan
dan Mesin +\-%
Nihil
Nihil
Belanja Modal Tanah Bangunan Gedung
Realisasi TA 2016
Rp 439.723.500
Belanja Modal Pengadaan Alat Bantu.
(56,3) -Rp -Rp - -Rp
Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2017 sebesar Rp. 192.159.000,00, atau mencapai sebesar 99,68% dari
anggaran sebesar Rp. 192.780.000,00. Bila dibandingkan
dengan realisasi TA 2016 sebesar 439.723.500,00 turun sebesar Rp. -247.564.500,00 atau -56,30%. Rp - Rp 192.780.000 Rp 192.780.000
Belanja Modal Tanah Bangunan Bukan Gedung
Perbandingan Realisasi Belanja Modal Perlatan dan Mesin TA 2017 dan 2016
Belanja Modal Pengadaan Alat Kantor.
(53,1)
Pengadaan Alat Bantu Rp -
-Rp -Rp Rp 409.723.500 Rp - 192.159.000 Rp
Belanja Modal Pengadaan Alat Angkutan.
(100,0)
Realisasi Belanja Modal Alat Kantor TA 2017 sebesar Rp. 192.159.000,00, atau mencapai sebesar 0,00% dari anggaran sebesar Rp. 192.159.000,00, tidak lebih/kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2016 turun sebesar Rp. -217.564.500,00 atau 0,00%.
Rp - Rp - Nihil Jumlah
Pengadaan Alat komunikasi Rp - Rp Rp - Rp -
Pengadaan Komputer
Pengadaan alat Kesehatan Pengadaan Alat Kantor Lainnya
Pengadaan alat Kedokteran Rp -
-Rp -Rp 30.000.000 192.159.000
Rp
Pengadaan Alat Studio Rp -
Pengadaan Alat Rumah Tangga Rp - Rp -Rp Rp - Rp -
Pengadaan Alat Angkutan Rp -
4 5 6 7 8 9
c. Belanja Modal Gedung dan Bangunan d. Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan e. Belanja Modal Aset Tetap Lainnya
NIHIL
Jumlah Rp 192.159.000 Rp 192.159.000 Rp 409.723.500
Komputer Rp - Rp Rp - -
-Finger Print Rp 192.159.000 Rp 192.159.000 Rp 409.723.500 (53,1)
Alat Kantor Lainnya Anggaran Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 +\-%
NIHIL
Realisasi Belanja Modal Komputer TA 2017 sebesar Rp. 0, atau mencapai sebesar 0 % dari anggaran sebesar Rp. 0, tidak
lebih/kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00. Bila
dibandingkan dengan realisasi TA 2016 turun sebesar Rp. -30.000.000,00 atau -100,00%.
Rp - Rp Rp 30.000.000 - (100,0) (100,0) Rincian belaja modal pengadaan komputer sebagaimana tabel dibawah ini :
Rp 30.000.000
Realisasi TA 2017
- Personal Komputer Rp -
NIHIL
Pengadaan Komputer Anggaran +\-%
Belanja Modal Pengadaan Alat Komunikasi
Jumlah
Realisasi TA 2016
Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran NIHIL
-Rp
Belanja Modal Pengadaan Alat Rumah Tangga.
Belanja Modal Pengadaan Alat Kesehatan
NIHIL
Belaja modal pengadaan alat kantor dirinci sebagaimana tabel dibawah ini :
Belanja Modal Pengadaan Alat Studio Nihil
Belanja Modal Pengadaan Komputer
NIHIL NIHIL
3.2. 3.2.1 A. ASET LANCAR Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 1. No 1 2 3 4 Kas di Bendahara Penerimaan -Rp Rp - -Rp Rp 1.591.356.857
Kas dan Setara Kas TA 2017
Jumlah Kewajiban & Ekuitas
JUMLAH
-Rp Kas dan setara kas
18,41 URAIAN TA 2017 Rp - Rp 3.187.417.714 Aset Kewajiban Ekuitas 5. - +\-% TA 2016 Rp 1.300.295.601 Rp 1.191.842
Neraca 2017 Per 31 Desember 2017 menunjukkan posisi Aset sebesar
Rp. 1.593.708.857,00, Kewajiban sebesar Rp. 2.352.000,00 dan
Ekuitas sebesar Rp. 1.591.356.857,00, sebagaimana tabel berikut :
NERACA Rp 1.593.708.857 Rp 2.352.000 Kas di Bendahara Pengeluaran ASET
Kas dan Setara Kas Piutang Pendapatan Rp 2.600.591.202 18,41 49,33 Rp 1.299.103.759 18,37 Kas Lainnya Rp - Aset Lancar per 31 Desember 2017 sebesar Rp.0,00 terdiri atas:
JUMLAH
1. 3. 2.
-
Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2017 dan TA 2016 adalah
sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami
kenaikan/penurunan sebesar 0,00% dengan rincian sebagai berikut:
TA 2016
Rp - Investasi Jangka Pendek
- Penyisihan Piutang % 6. 4. Kas di BLUD
Beban di Bayar di Muka
- - -Rp Persediaan - Aset Badan Kepegawaian Daerah per 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp. 1.593.708.857,00 dengan penjelasan masing-masing akun sebagai berikut:
-
a.
b.
c.
Rp -
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran TA 2017 dan 2016 adalah masing-masing sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 yang merupakan kas yang dikuasai, dikelola dan berada di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UP/TUP yang
belum dipertanggung-jawabkan atau belum disetorkan ke
Rekening Kas Daerah per tanggal neraca.
Rp - -Rp -Rp - Rp - Jumlah Jumlah
Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran
Keterangan %
Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sebagai berikut:
Bank… -Rp TA 2016 TA 2017 Rp - Keterangan Keterangan TA 2017 -Rp 0 -Rp 0
Saldo Kas Blud per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0%. -Rp TA 2017 Bank Rp - TA 2016 0 TA 2016 Rp -
Rincian Kas di Bendahara Penerimaan
-Rp
Kas di Bendahara Penerimaan
Rp - -Rp % Tunai Jumlah
-Kas di Bendahara Pengeluaran
Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar masing-masing Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0,00%.
Kas BLUD
Kas di Bendahara Penerimaan meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening di bank yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Daerah.
Rincian Kas Blud
Kas Rekening Giro
-Rp
Kas BLUD merupakan kas yang ada di rekening giro maupun deposito BLUD yang merupakan kas dan setara kas. Rincian sumber Kas Blud pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
Deposito Rek...
-a. 1 2 3 4 5 6 7 NIHIL -Rp -Rp -
Saldo Piutang Pendapatan per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 atau tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0%.
-Rp -Rp -Rp Rp - Hotel Rp - Rp -Jumlah PPJU Rp - Rp - Rp - Rp -Rincian Piutang Pendapatan
Rp -
-Rp Piutang Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
0 0
Keterangan TA 2017 TA 2016
Piutang Pendapatan merupakan hak atau pengakuan pemerintah atas uang atau jasa terhadap pelayanan yang telah diberikan namun belum diselesaikan pembayarannya. Rincian Piutang Pendapatan sebagai berikut:
2. Investasi Jangka Pendek
Rp - Piutang Lain-lain PAD yang
Sah Piutang Pajak Piutang Retribusi -Rp -Rp
Piutang Pendapatan Lainnya
Rp - Rp -Pajak Air Tanah Restoran -Rp Rp - PBB Rp - -Rp Rp - Reklame SALDO AWAL BPHTB Rp - Rp - Rp -
Penjelasan masing-masing piutang sebagai berikut :
-Rp SALDO AKHIR 2017 -Rp Jumlah Rp - -Rp Rp - NO URAIAN Rp - Rp - Rp -MUTASI TA 2017 DEBIT Rp - -Rp -Rp 2016
Piutang Pajak Daerah
-Rp 0 -Rp -Rp - -Rp -Rp - 0 % 0 0 KREDIT -Rp Piutang Pajak Daerah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah hak Pemerintah daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan, yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) Namun sampai tanggal belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan dengan rincian mutasi sebagai berikut :
b. 1 2 3 c. d. 1 2 1 2 -Rp Rp Rp - URAIAN Piutang Transfer Pemerintah Daerah Lainnya 2016 Rp - Rp Rp - Rp - Rp - NIHIL Piutang Retribusi Pelayanan Persampaha n Rp - KREDIT -Rp
Piutang Lain-lain PAD Yang Sah
Rp - -Rp -Rp DEBIT
Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Rp - -Rp -Rp URAIAN -Rp Jumlah Rp - Rp - SALDO AWAL Jumlah -Rp Rp - -Rp MUTASI TA 2017 2017
Piutang Retribusi per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah
hak Pemerintah daerah atas pendapatan retribusi tahun
berkenaan, yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan namun
sampai tanggal belum dibayar oleh pihak yang menikmati
pelayanan, dengan rincian mutasi sebagai berikut :
Piutang..
NO
Mutasi kredit sebesar Rp. 0,00 berasal dari penerimaan piutang tahun lalu klaim BPJS.
SALDO AWAL MUTASI TA 2017
Piutang BLUD
Rp -
NO
Rp -
Piutang Lain-lain PAD Yang Sah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah hak Pemerintah daerah dalam hal ini BLUD Puskesmas selain pajak dan retribusi namun sampai tanggal tersebut belum dibayar oleh pihak yang menikmati pelayanan, dengan rincian mutasi sebagai berikut :
2017
Piutang BLUD adalah piutang yang dicatat, diakui dan dikuasi oleh BLUD, yang bersumber dari Jasa Layanan, Hibah, Hasil Kerjasama maupun Lain-Lain Pendapatan BLUD Yang Sah, penjelasan mutasi sebagai berikut :
SALDO AKHIR 2016 DEBIT Rp - -Rp Piutang Retribusi SALDO AKHIR Piutang Retribusi Pelayanan Kesehatan -Rp KREDIT -Rp
Mutasi debet sebesar Rp. 0,00 berasal dari jasa layanan kesehatan yaitu klaim BPJS yang belum diterima.
4.
1
2
Lancar Rp - 0,00% Rp
-Macet
Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih
Rp -
Rp -
Nilai Piutang Jk Pendek
Piutang Bukan Pajak :
5. Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Rp -Rp -Rp -Rp - Rp -10,00% 100,00% -Rp Rp -Rp -Rp 100,00% -Rp -Rp 0,00% -Rp Diragukan Rp -50,00% -Rp -Rp 50,00% -Rp Jumlah Bagian Lancar Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kurang Lancar -Rp Jumlah -Rp Rp - -Rp Bagian Lancar TP/TGR : Kurang Lancar
Bagian Lancar TPA :
Diragukan Jumlah -Rp Lancar -Rp -Rp Rp -% PenyisihanNilai Penyisihan -Rp 10,00% Rp - Macet -Rp Piutang.. Kualitas Piutang 2016 2017
Piutang Lainnya per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 dengan mutasi sebagai berikut :
NO URAIAN
SALDO AWAL MUTASI TA 2017
DEBIT KREDIT
Piutang Pendapatan Lainnya
Penyisihan Piutang Tak Tertagih adalah merupakan estimasi atas ketidak tertagihan piutang lancar yang ditentukan oleh kualitas piutang masing-masing debitur. Perhitungan penyisihan piutang tidak tertagih berdasarkan Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 30 Tahun 2016 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
SALDO AKHIR
1 Rp 2 Rp 3 Rp 4 Rp Jumlah Beban Lainnya - - Beban Barang Dibayar
Dimuka
%
Rincian Beban Di Bayar di Muka
Keterangan Beban Pemeliharaan Dibayar Dimuka 0 - -Rp 0,00% -Rp Rp - Beban Jasa Dibayar
Dimuka Jumlah -Rp Diragukan Kurang Lancar Lancar Macet Rp - 100,00%
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah penyisihan piutang tidak tertagih sebesar Rp. 0,00 dikategorikan menjadi 4, yaitu : -Rp -Rp -Rp -Rp 0 0 50,00% -Rp -Rp 10,00%
Jumlah Penyisihan Piutang Tak Tertagih
6. Beban Di Bayar Di Muka
-Rp Kurang Lancar Macet - Lancar
Saldo Beban Dibayar di Muka per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 atau mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0,00% dari tahun 2016.
Beban Pegawai Dibayar Dimuka
TA 2017
-
0 Beban dibayar di muka merupakan hak yang masih harus diterima setelah tanggal neraca sebagai akibat dari pengadaan barang/jasa yang telah dibayarkan secara penuh namun barang atau jasa tersebut belum diterima seluruhnya. Rincian Beban Dibayar di Muka adalah sebagai berikut:
Diragukan - - 0 - - TA 2016 - - - - - - 0
1 2 3 4 5 6 -Rp Persediaan Barang Lainnya - - - - 132.400,00 Persediaan Bahan/Material - % 2016 Jenis TA 2017 Rp - 132.400,00 (100,00) Rp - 2017 SALDO AKHIR -Rp Rp -Rp Rp - -Rp -Rp -Rp Jumlah Rp - Pakaian Kerja Lapangan Tabung Gas
Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan
yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional
pemerintah, dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Persediaan per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:
URAIAN SALDO AWAL
-Rp -Rp - 127.557.495 Rp TA 2016 MUTASI TA 2017 Rp - Rp 127.689.895 Persediaan Bahan Pakai
Habis - Rp - 127.557.495 Rp Rp 132.400 Rp - NO
Adapun rincian dari masing-masing persediaan adalah sebagai berikut :
Alat Tulis
Kantor Rp
-Nilai Persediaan Bahan Pakai Habis sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut:
-Rp
Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik. -Rp Rp 132.400 Rp - DEBIT Rp - Bahan dan Alat Rumah KREDIT -Rp Jumlah
a. Persediaan Bahan Pakai Habis
Cetak Kebersihan
Rp 127.689.895
Rincian Persediaan
7. Persediaan
Nilai Persediaan per 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 132.400,00 mengalami penurunan sebesar Rp. -132.400,00 atau sebesar -100,00% dari tahun 2016.
(100,00)
1 2 3 4 1 2
B. INVESTASI JANGKA PANJANG
C. ASET TETAP DAN AKUMULASI PENYUSUTAN
2016 -Rp Rp 2.500.000 Rp (1.194.121.036) Rp 2.559.054.380 Rp 1.996.372.237 Rp - c. Persediaan Barang Lainnya
Tanah Rp 2.500.000 Rp - Rp 495.412.000 % +/-28,19 100,00 DEBIT 2017 Rp -
Peralatan dan Mesin Jumlah SALDO AKHIR Rp - Barang akan diserahkan ke P3
Rincian Aset Tetap -Rp SALDO AWAL Aset Tetap URAIAN -Rp Rp - Rp - -Rp -Rp - -Rp Rp - Rp - NO -Rp Kimia Radiologi -Rp SALDO AWAL MUTASI TA 2017 URAIAN Obat Rp - Bahan Makanan Pasien Rp - Rp -Dll Rp - KREDIT 2017 -Rp Rp - Rp -2016 DEBIT -Rp Rp
-Nilai Persediaan Barang Lainnya sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut: Rp - Rp - -Rp -Rp -Rp - Rp - Rp - b. Persediaan Bahan/Material
MUTASI TA 2017 SALDO AKHIR
Nilai Persediaan Bahan/Material sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut:
Aset Tetap Lainnya
Akumulasi Penyusutan Aset Tetap NO
2016
KREDIT
Gedung dan Bangunan Jumlah -Rp -Rp 2017 Rp 495.412.000
Aset Tetap per 31 Desember 2017 senilai Rp 1.593.708.857,00 merupakan aset tetap yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Daerah dengan saldo akhir Tahun 2016 sebesar Rp 1.300.163.406,33 mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 293.545.450,67 atau 22,58% dari tahun 2016. Adapun rincian asset tetap selama Tahun 2017 adalah sebagai berikut:
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Rp 652.050.000 Rp -
Rp (2.115.307.523) 77,14
a. Tanah Jumlah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 b.
Tanah Untuk Bangunan Gedung Kebun Campuran
Kolam ilan Danau/Rawa
Tanah Tandus/Rusak
Alang-alang dan Padang Rumput Tanah Pengguna Lain
Tanah Pertambangan
Tanah Untuk Bangunan Bukan Gedung
Peralatan dan Mesin
1. Penambahan Aset
Rp - Rp Rp - - Rp 495.412.000 Rp 495.412.000 Rp -
Rincian saldo Tanah per 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:
Jumlah Uraian -Rp -Rp - 2. Pengurangan Aset NIHIL Tanah Perkampungan NIHIL Nilai 495.412.000 Rp Penjelasan Mutasi : Rp - Rp - Keterangan
Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin yang dimiliki Badan Kepegawaian Daerah per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 2.559.054.380,00 dan Rp. 1.996.372.237,00 naik sebesar Rp.
495.412.000,00 Tanah Pertanian K 495.412.000,00 2016 Tanah Mutasi Saldo Awal D
Adapun penjelasan mutasi penambahan dan pengurangan aset tetap sebagai berikut :
Koreksi
Mutasi nilai tanah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Saldo aset tetap berupa tanah yang dimiliki Badan Kepegawaian
Daerah per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp.
495.412.000,00 dan Rp. 495.412.000,00 tidak naik/turun sebesar Rp. 0,00 atau 0,00% dari tahun 2016.
2017 D K Rp 495.412.000 Saldo Akhir Hutan Tanah Perkebunan
Peralatan dan Mesin 1. Alat-alat Besar Darat 2. Alat-alat Bantu 3.
Alat Angkutan Darat Bermotor
Penjelasan Mutasi :
Saldo Awal
Saldo Awal Koreksi Mutasi
2016 D D 753.282.962 Rp K Rp - Rp - 2016 D K Koreksi 2.559.054.380 Rp K Rp 1.996.372.237 Rp - Rp - Rp 190.600.819 D
Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :
K 2017
b. Pengurangan Aset
Rp -
Mutasi nilai Peralatan dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Uraian Uraian Uraian Uraian Mutasi
Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :
Saldo Akhir
Nilai aset tetap berupa Alat-alat Bantu per 31 Desember 2017 dan 31
Desember 2016 adalah sebesar Rp. 10.725.000,00 dan Rp.
10.725.000,00.
Saldo aset tetap berupa Alat-alat Besar Darat per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00.
Saldo Akhir
Rp - Rp
-Alat Angkutan Darat Bermotor
Tidak terdapat pengurangan Nilai Aset Tetap berupa Alat-alat bantu
2017
D
Alat-alat Bantu
2017
Saldo aset tetap berupa alat angkutan darat bermotor per 31
Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 770.782.088,00 dan Rp. 400.258.945,00.
-Rp
Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut : a. Penambahan Aset
Tidak terdapat penambahan Nilai Aset Tetap berupa Alat-alat bantu per 31 Desember 2017 10.725.000 Rp Rp - Rp Rp 10.725.000 Rp - Saldo Awal
Alat-alat Besar Darat
Rp - K D K per 31 Desember 2017 Koreksi Mutasi Rp - Rp 561.123.962 D Rp 190.600.819 Rp 400.258.945
Mutasi Saldo Akhir
2016 D K Koreksi 770.782.088 Rp K 2017 Saldo Awal Rp - Saldo Akhir 2016
4. Alat Angkutan Darat Tak Bermotor 5. Alat Ukur Uraian Uraian Penjelasan mutasi : Rp - Rp - Rp - a. Penambahan Aset D
Nilai aset tetap berupa alat ukur per 31 Desember 2017 dan 2016
adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami
kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016. Saldo Awal K D K Mutasi 2017 -Rp b. Pengurangan Aset
Tidak terdapat pengurangan Nilai Aset Tetap berupa Alat Angkutan Darat Tak Bermotor
Rp - Rp
-Saldo Akhir
Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :
2016
Alat Angkutan Darat Tak Bermotor
Alat Ukur
Koreksi Mutasi
Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut :
Mutasi Debet sebesar Rp. 561.123.962,00 adalah hasil pengadaan barang tahun 2017 dari belanja modal berupa penambahan jumlah kendaraan dinas roda 4 dan roda 2.
Rp - Rp
-Nilai aset tetap berupa alat angkutan darat tak bermotor per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00.
2017
Mutasi Kredit Rp. 190.600.819,00 adalah penyerahan kendaraan dinas Toyota Inova ke Bag. Umum Setda. Kab. Wonosobo senilai Rp 190.600.819,00 dengan AA 9503DF.
Saldo Awal Koreksi
a. Penambahan Aset
b. Pengurangan Aset
Tidak terdapat penambahan Nilai Aset Tetap berupa Alat Angkutan Darat Tak Bermotor
-Rp Rp - K D K 2016 D Saldo Akhir a. Penambahan Aset
Tidak terdapat penambahan Nilai aset tetap berupa alat ukur per 31 Desember 2017
b. Pengurangan Aset
Tidak terdapat pengurangan Nilai aset tetap berupa Alat Ukur per 31 Desember 2017
Penjelasan mutasi :
Rp - Rp -
6. Alat Kantor 7. Alat Rumah Tangga 8. Uraian Uraian a. Penambahan Aset Mutasi
Tidak terdapat pengurangan aset berupa Alat Rumah Tangga per 31 Desember 2017
2017
2016
Alat Rumah Tangga
Komputer
Rp 115.700.767 Rp - Rp - Rp
-Saldo Awal Saldo Akhir
Penjelasan mutasi :
Nilai aset tetap berupa alat rumah tangga per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 115.700.767,00 dan Rp. 115.700.767,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016.
Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut :
D K
Rp -
Tidak terdapat penambahan aset berupa Alat Rumah Tangga per 31 Desember 2017 115.700.767 Rp b. Pengurangan Aset 2016 D K Saldo Akhir 1.160.354.975 Rp Penjelasan mutasi : a. Penambahan Aset Rp - Koreksi Rp - Rp 192.159.000
Mutasi Debet sebesar Rp. 192.159.000,00 adalah hasil pengadaan barang tahun 2017 dari belanja modal berupa pengadaan Alat-alat Kantor Lainnya (Pengadaan Finger Print).
D K D K 2017
Nilai aset tetap berupa alat komputer per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 409.400.100,00 dan Rp. 409.400.100,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016.
Saldo Awal Koreksi Mutasi
b. Pengurangan Aset
Tidak terdapat Pengurangan Aset pada pengadaan Alat-alat kantor lainnya.
Rp - Rp 968.195.975
Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :
Nilai aset tetap berupa alat kantor per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 1.160.354.975,00 dan Rp. 968.195.975,00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 192.159.000,00 atau sebesar 19,85% dari tahun 2016.