• Tidak ada hasil yang ditemukan

Badan Kepegawaian Daerah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Badan Kepegawaian Daerah"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

Badan Kepegawaian Daerah

LAPORAN

KEUANGAN

Tahun Anggaran 2017

Jl. Soekarno Hatta No. 9 Telp. (0286) 321221 Fax (0286) 321221

website https://bkd.wonosobokab.go.id email : [email protected]

WONOSOBO

(2)

Ir. Lutfi Amin, M.Si. NIP. 19581015 198510 1 003

Wonosobo, 15 Februari 2018 Laporan Keuangan ini telah disusun dan disajikan dengan basis akrual sehingga akan mampu menyajikan informasi keuangan yang transparan, akurat dan akuntabel.

Laporan Keuangan ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna kepada para pengguna laporan khususnya sebagai sarana untuk meningkatkan akuntabilitas/ pertanggungjawaban dan transparansi pengelolaan keuangan daerah pada Badan Kepegawaian Daerah.

Di samping itu, laporan keuangan ini juga dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada manajemen dalam pengambilan keputusan dalam usaha untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) .

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, KATA PENGANTAR

Sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara bahwa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah selaku Pajabat Pengguna Anggaran/Barang Daerah mempunyai tugas antara lain menyusun dan menyampaikan laporan keuangan SKPD yang dipimpinnya. Badan Kepegawaian Daerah sebagai SKPD adalah salah satu entitas Pelaporan di bawah Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang berkewajiban menyelenggarakan akuntansi dan laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Salah satu pelaksanaannya adalah dengan menyusun laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasi, Laporan Perubahan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan.

Penyusunan Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan dan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat dalam Pemerintahan.

(3)

I. II. III. IV. V. BAB. I BAB.II

BAB.III Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan

3.1. Laporan Realisasi Anggaran 3.2. Neraca 3.3. 3.4. BAB.IV BAB. V Lampiran-Lampiran Penutup 79

Iktisar Pencapaian Kinerja Keuangan

Laporan Operasional

78

Penjelasan Atas Informasi Non Keuangan

17 10 10 9

Catatan Atas Laporan Keuangan Pendahuluan 14 Ringkasan 8 Kata Pengantar Daftar Isi

Pernyataan Tanggung Jawab

Neraca 7

Laporan Perubahan Ekuitas

17 27 63 1 2 3 4 6

Laporan Realisasi Anggaran Laporan Operasional

Hal

Laporan Perubahan Ekuitas

(4)

Laporan Keuangan tersebut telah disusun berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai, dan isinya telah menyajikan informasi pelaksanaan anggaran, posisi keuangan dan catatan atas laporan keuangan secara layak sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.

Jl. Soekarno Hatta No. 09

Telepon : (0286) 321221, Faximile : (0286) 321221

(e) Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK)

sebagaimana terlampir adalah tanggung jawab kami. (b) Neraca

(c) Laporan Operasional (LO)

Badan Kepegawaian Daerah

(d) Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) (a) Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB

Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Wonosobo, 15 Februari 2018 Laporan Keuangan SKPD Unit Badan Kepegawaian Daerah Tahun Anggaran 2017 yang terdiri dari :

Pemerintah Kabupaten Wonosobo

NIP. 19581015 198510 1 003 Ir. Lutfi Amin, M.Si.

(5)

1. Laporan Realisasi Anggaran

2. Neraca

3. Laporan Operasional

4. Laporan Perubahan Ekuitas

RINGKASAN LAPORAN KEUANGAN

Nilai Aset per 31 Desember 2017 dicatat dan disajikan sebesar Rp.

1.593.708.857,00 yang terdiri dari : Aset Lancar sebesar Rp. 0,00; Aset Tetap sebesar Rp. 1.593.708.857,00;dan Aset Lainnya sebesar Rp. 0,00.

Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan informasi kenaikan atau penurunan ekuitas tahun pelaporan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Laporan Operasional menyajikan berbagai unsur pendapatan-LO, beban, surplus/defisit operasional, surplus/defisit dari kegiatan non operasional, surplus/defisit sebelum pos luar biasa, pos luar biasa, dan surplus/defisit-LO, yang diperlukan untuk penyajian yang wajar.

Laporan Realisasi Anggaran menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya, yang mencakup unsur-unsur Pendapatan-LRA dan Belanja selama periode 1 Januari sampai dengan 31 Desember 2017.

Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah Tahun 2017 ini telah disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan berdasarkan kaidah-kaidah pengelolaan keuangan yang sehat di lingkungan pemerintahan.

Pendapatan-LO untuk periode sampai dengan 31 Desember 2017 adalah

sebesar Rp. 0,00, sedangkan jumlah beban adalah sebesar Rp.

5.650.815.282,00 sehingga terdapat Defisit dari Kegiatan Operasional senilai Rp. -5.650.815.282,00.

Nilai Kewajiban dan Ekuitas masing-masing sebesar Rp. 2.352.000,00 dan Rp. 1.591.356.857,00.

Neraca menggambarkan posisi keuangan entitas mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal 31 Desember 2017.

Realisasi Belanja Badan Kepegawaian Daerah pada TA 2017 adalah sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau mencapai 79,24 % dari alokasi anggaran sebesar Rp. 7.003.871.163,00.

Dalam struktur APBD, Anggaran Pendapatan Badan Kepegawaian Daerah TA 2017 merupakan komponen dari Pendapatan Asli Daerah yaitu pada Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah, realisasi pendapatan TA 2017 sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari estimasi Pendapatan-LRA sebesar Rp. 0

(6)

5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Termasuk pula dalam CaLK adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan.

Ekuitas pada tanggal 01 Januari 2017 adalah sebesar Rp.1.299.103.759,00 dikurangi Defisit-LO sebesar Rp.-5.650.815.282,00 kemudian ditambah dengan RK-PPKD senilai Rp. 5.549.597.630,00 dan ditambah Dampak Komulatif sebesar Rp. 393.470.750,00 sehingga Ekuitas entitas pada tanggal 31 Desember 2017 adalah senilai Rp. 1.591.356.857,00.

Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menyajikan informasi tentang penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas.

Dalam penyajian Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 disusun dan disajikan berdasarkan basis kas. Sedangkan Neraca, Laporan Operasional, dan Laporan Perubahan Ekuitas untuk Tahun 2017 disusun dan disajikan dengan basis akrual.

(7)

TA 2016

Anggaran Realisasi Realisasi

PENDAPATAN - - -

-PENDAPATAN ASLI DAERAH - - -

-PENDAPATAN TRANSFER - - - -LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH - - - -BELANJA 7.003.871.163,00 5.549.597.630,00 79 3.182.757.168,00 BELANJA OPERASI 6.811.091.163,00 5.357.438.630,00 79 2.743.033.668,00 Belanja Pegawai 3.449.757.163,00 2.736.768.844,00 79 59.845.000,00 Belanja Barang 3.361.334.000,00 2.620.669.786,00 78 2.683.188.668,00 Belanja Hibah - - -

-Belanja Bantuan Sosial - - -

-BELANJA MODAL 192.780.000,00 192.159.000,00 100 439.723.500,00

Belanja Tanah - - -

-Belanja Peralatan dan Mesin 192.780.000,00 192.159.000,00 100 439.723.500,00

Belanja Gedung dan Bangunan - - - -Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan - - -

-Belanja Aset Tetap Lainnya - - -

-Belanja Aset Lainnya - - -

-BELANJA TAK TERDUGA - - - -TRANSFER - - -

-PEMBIAYAAN

-SILPA (7.003.871.163,00) (5.549.597.630,00) 79 (3.182.757.168,00)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah,

Ir. Lutfi Amin, M.Si.

NIP. 19581015 198510 1 003

Uraian TA 2017 % thd Angg

I. LAPORAN REALISASI ANGGARAN

Badan Kepegawaian Daerah Laporan Realisasi Anggaran

Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016

(8)

Uraian 2017 2016

ASET 1.593.708.857,00 1.300.295.601,00

ASET LANCAR - 132.400,00

Persediaan - 132.400,00

INVESTASI JANGKA PANJANG -

-ASET TETAP 1.593.708.857,00 1.300.163.201,00

Tanah 495.412.000,00 495.412.000,00

Peralatan dan Mesin 2.559.054.380,00 1.996.372.237,00

Gedung dan Bangunan 652.050.000,00

-Jalan, Irigasi, dan Jaringan -

-Aset Tetap Lainnya 2.500.000,00 2.500.000,00

Konstruksi Dalam Pengerjaan -

-Akumulasi Penyusutan Aset Tetap (2.115.307.523,00) (1.194.121.036,00)

ASET LAINNYA -

-Aset Tidak Berwujud Lainnya -

-Aset Lain-lain -

-Amortisasi Aset Lainnya -

-KEWAJIBAN 2.352.000,00 1.191.842,00

Kewajiban Jangka Pendek 2.352.000,00 1.191.842,00

Kewajiban Jangka Panjang -

-EKUITAS 1.591.356.857,00 1.299.103.759,00

TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.593.708.857,00 1.300.295.601,00

Wonosobo, 15 Februari 2018 Kepala Badan Kepegawaian Daerah,

Ir. Lutfi Amin, M.Si.

NIP. 19581015 198510 1 003

II. NERACA

Badan Kepegawaian Daerah

NERACA

Per 31 Desember 2017 dan 2016

(9)

Uraian 2017 2016

KEGIATAN OPERASIONAL

PENDAPATAN - -PENDAPATAN ASLI DAERAH - -PENDAPATAN TRANSFER - -LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG

SAH - -BEBAN 5.650.815.282,00 2.918.991.344,00 Beban Pegawai 3.175.238.844,00 348.480.000,00 Beban Persediaan 176.359.895,00 127.661.620,00 Beban Jasa 1.528.345.083,00 1.773.639.151,00 Beban Pemeliharaan 46.787.534,00 35.026.423,00

Beban Perjalanan Dinas 431.999.832,00 459.495.916,00

Beban Bunga -

-Beban Subsidi -

-Beban Hibah -

-Beban Bantuan Sosial -

-Beban Penyusutan dan amortisasi 292.084.094,00 174.688.234,00

Beban Transfer -

-Beban Lain-lain -

-SURPLUS/DEFISIT-LO DARI OPERASI (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00)

SURPLUS/DEFISIT-LO DARI KEGIATAN NON

OPERASIONAL - -POS LUAR BIASA -

-SURPLUS/DEFISIT-LO (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00) Wonosobo, 15 Februari 2018

Ir. Lutfi Amin, M.Si.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah,

NIP. 19581015 198510 1 003

III. LAPORAN OPERASIONAL

Badan Kepegawaian Daerah

LAPORAN OPERASIONAL

Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016

(10)

Uraian 2017 2016

EKUITAS AWAL 1.299.103.759,00 -SURPLUS/ DEFISIT - LO (5.650.815.282,00) (2.918.991.344,00)

RK-PPKD 5.549.597.630,00

-DAMPAK KUMULATIF PERUBAHAN

KEBIJAKAN/KESALAHAN MENDASAR: 393.470.750,00 4.218.095.103,00

Koreksi utang belanja pegawai -

Kapitalisasi aset tetap -

Koreksi akumulasi penyusutan/amortisasi -

Serah terima skpd -

Koreksi persediaan -

Penghapusan aset tetap -

Kurang catat aset -

Pengurangan piutang tidak tertagih -

penyesuaian pendapatan diterima dimuka -

Koreksi ekuitas lainnya 393.470.750,00 4.218.095.103,00

KEWAJIBAN UNTUK DIKONSOLIDASIKAN -

-EKUITAS AKHIR 1.591.356.857,00 1.299.103.759,00

Wonosobo, 15 Februari 2018

Ir. Lutfi Amin, M.Si.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah,

NIP. 19581015 198510 1 003

IV. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Badan Kepegawaian Daerah

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS

Untuk Tahun Yang Berakhir Sampai Dengan 31 Desember 2017 dan 2016

(11)

1.1 Maksud Dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan a. b.

-- menyediakan informasi yang berguna untuk mengevaluasi

kemampuan entitas pelaporan dalam mendanai aktivitasnya.

Tujuan

Tujuan spesifik laporan keuangan adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan dan untuk menunjukkan transparansi dan akuntabilitas entitas akuntansi atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBD.

Tujuan umum laporan keuangan adalah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, realisasi anggaran, dan kinerja keuangan suatu entitas akuntansi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam membuat dan mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber daya, dengan :

menyediakan informasi mengenai sumber daya ekonomi,

kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;

menyedikan informasi mengenai perubahan posisi sumber daya ekonomi. kewajiban, dan ekuitas dana pemerintah;

menyediakan informasi mengenai sumber, alokasi dan

penggunaan sumber ekonomi;

menyediakan informasi mengenai ketaatan realisasi terhadap anggarannya;

menyediakan informasi mengenai cara entitas pelaporan

mendanai aktivitasnya dan memenuhi kebutuhan kasnya;

menyediakan informasi mengenai potensi pemerintah untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan;

Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah disusun untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh transaksi yang dilakukan oleh Badan Kepegawaian Daerah selama satu periode pelaporan.

Laporan keuangan digunakan untuk membandingkan realisasi

pendapatan dan belanja dengan anggaran yang telah ditetapkan. Badan Kepegawaian Daerah selaku entitas pelaporan mempunyai kewajiban untuk melaporkan upaya-upaya yang telah berstruktur pada suatu periode pelaporan.

Maksud Penyusunan Laporan Keuangan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonosobo adalah untuk menggambarkan dan menjelaskan target pencapaian realisasi keuangan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan.

Untuk mewujudkannya akan dilakukan beberapa langkah-langkah strategis sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

(12)

1.2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2. Neraca 3. Laporan Operasional

4. Laporan Perubahan Ekuitas 5. Catatan Atas Laporan Keuangan 1. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan Keuangan Badan Kepegawaian DaerahKabupaten Wonosobo terdiri dari :

Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009, tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;

Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;

Landasan Hukum

Suatu entitas pelaporan mengungkapkan hal – hal berikut ini apabila belum diungkapkan dalam bagian manapun dari laporan keuangan, antara lain :

Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004, tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;

Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan;

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah;

Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2016 tentang Tata Cara Tuntutan Ganti Kerugian Negara/Daerah Terhadap Pegawai Negeri Bukan Bendahara atau Pejabat Lain;

Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;

Sebagaimana halnya dengan proses Penyusunan APBD dan

Perubahan APBD, maka dalam penyusunan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2017 ini tetap berpedoman pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara;

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan;

(13)

13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 1.3

Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 19 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntansi Pemerintah Kab. Wonosobo ;

1.1. Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan

Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan

1.2. Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan

Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Wonosobo (Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 2, Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2008 Nomor 2);

Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 12 Tahun 2016 tentang Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo;

Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 30 Tahun 2016 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Wonosobo;

1.3. Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan

Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 14 Tahun 2017 tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 ;

Bab. I Pendahuluan

Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 17 Tahun 2016 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah.

Catatan Atas Laporan Keuangan Badan Kepegawaian

DaerahKabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2017 disusun agar

dapat digunakan oleh pengguna dalam memahami dan

membandingkannya dengan laporan keuangan entitas lainnya, Catatan atas Laporan Keuangan sekurang – kurangnya disajikan dengan susunan sebagai berikut :

Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan RI Nomor 3 Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyelesaian Ganti Keugian Negara;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 1997 tentang Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi Keuangan dan Barang Daerah;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah;

Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah;

Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 13 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 ;

(14)

2.1. 2.2.

3.1. Laporan Realisasi Anggaran

3.2.1. Aset

Hambatan dan Kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan

3.3.1. Pendapatan LO 3.3.2. Beban LO 3.2. Neraca 3.3. Laporan Operasional 3.2.2. Kewajiban 3.2.3. Ekuitas

Bab. III Penjelasan pos-pos laporan keuangan

3.1.1. Pendapatan LRA 3.1.2. Belanja LRA

Bab. IV Penjelasan Atas Informasi Non Keuangan

3.3.3. Surplus / Defisit

Ikhtisar realisasi pencapaian target kinerja keuangan

Bab. II Ikhtisar pencapaian kinerja keuangan

Bab. V Penutup

3.4. Laporan Perubahan ekuitas

(15)

2.1

2.1.1. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2017

Pendapatan

Jumlah Pendapatan Belanja

Belanja Operasi Belanja Modal Belanja Tak Terduga Belanja Transfer

Jumlah Belanja Surplus /Defisit

Pendapatan dan Belanja Pendapatan Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto SILPA

Ikhtisar Anggaran dan Realisasi TA 2017

- 1.454.273.533,00 (21) Realisasi TA 2017 Uraian (7.003.871.163,00) (5.549.597.630,00) 7.003.871.163,00 Iktisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan.

BAB II

9.696.163,00

Realisasi Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2017 sebagaimana tabel dibawah ini :

IKHTISAR PENCAPIAN KINERJA KEUANGAN

Selama periode berjalan, Badan Kepegawaian Daerah telah

mengadakan revisi Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan

(DPAP) dari DPA awal.

Hal ini disebabkan oleh adanya program penghematan belanja pemerintah dan adanya perubahan kegiatan sesuai dengan kebutuhan dan situasi serta kondisi pada saat pelaksanaan. Perubahan tersebut berdasarkan sumber pendapatan dan jenis belanja adalah sebagai berikut:

6.811.091.163,00

Uraian Naik/ (Turun)

192.780.000,00 - - - (21) (21) 5.549.597.630,00

Anggaran Setelah Perubahan

(5.549.597.630,00) 6.801.395.000,00 192.780.000,00 - (7.003.871.163,00) 9.696.163,00 % - -Anggaran Penetapan Anggaran Perubahan

- (9.696.163,00) (7.003.871.163,00) (1.454.273.533,00) 1.454.273.533,00 6.994.175.000,00 7.003.871.163,00 (6.994.175.000,00)

Lebih/(Kurang) dari Anggaran

(16)

Dari Tabel tersebut diatas dapat dilihat bahwa : 1. 2. 3. 4. 5.

2.1.2. Realisasi TA 2017 Dibandingkan Dengan Realisasi TA 2016

Pendapatan dan Belanja Pendapatan Belanja Surplus/(Defisit) Pembiayaan Penerimaan Pembiayaan Pengeluaran Pembiayaan Pembiayaan Netto SILPA 1. 2. 3 4.

Pembiayaan Netto Tahun Anggaran 2017 tidak mengalami peningkatan/penurunan sebesar 0 % dari Pembiayaan Netto Tahun Anggaran .

SILPA Tahun Anggaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 42,65% dibandingkan SILPA Tahun Anggaran 2016.

Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2017 mengalami peningkatan sebesar 42,65% dari Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2016.

(2.366.840.462,00) 3.182.757.168,00 2.366.840.462,00

Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2017 mengalami

peningkatan sebesar 0 % dari Realisasi Pendapatan Tahun Anggaran 2016. (5.549.597.630,00) (3.182.757.168,00) 5.549.597.630,00 (5.549.597.630,00) (3.182.757.168,00) - -(2.366.840.462,00) 42,65 Pembiayaan Netto untuk periode yang berakhir pada 31 Desember

2016 adalah sebesar Rp. 0,00 atau mencapai 0,00% dari

anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 0,00.

Uraian

SILPA untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 mencapai sebesar Rp. -5.549.597.630,00 naik sebesar Rp. 1.454.273.533,00 dari tahun anggaran 2016 atau -20,76%.

Surplus/(defisit) anggaran untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp. -5.549.597.630,00 yang diperoleh dari realisasi pendapatan dikurangi realisasi belanja. Pendapatan Tahun Anggaran 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 0,00 atau 0,00% dari anggaran pendapatan yang telah ditetapkan sebesar Rp. 0,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp.0,00. Belanja Tahun Anggaran 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau -20,76% dari anggaran belanja yang telah ditetapkan sebesar Rp. 7.003.871.163,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp.-1.454.273.533,00. Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017 42,65 Perbandingan realisasi Tahun Anggaran 2017 dengan realisasi Tahun Anggaran 2016 sebagaimana pada tabel berikut :

Naik/(Turun) % 42,65

(17)

2.1.3. Hambatan Dan Kendala Yang Dihadapi.

1.

2.

Berdasarkan ketentuan pasal 18 Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, dalam

meyusun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,

penganggaran pengeluaran harus didukung dengan adanya kepastian tersedianya penerimaan dalam jumlah yang cukup. Hal ini berarti bahwa APBD disusun tidak saja berdasarkan kebutuhan penyelenggara pemerintahan daerah, melainkan juga harus disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah. Secara umum permasalahan belanja daerah adalah adanya

ketidakseimbangan kebutuhan belanja daerah dengan

kemampuan pendapatan daerah yang direncanakan. kemudian diisi lain tingkat penyerapan belanja dari tahun ketahun tetap sekitar 80 % sehingga berakibat sisa anggaran yang besar, hal ini disebabkan berbagai masalah antara lain jumlah paket pekerjaan yang banyak tetapi tidak sebanding dengan jumlah SDM yang

menangani paket pekerjaan tersebut, waktu pelaksanaan

pekerjaan tidak cukup disebabkan banyak kegiatan dalam proses lelang gagal, ataupun ketentuan peraturan yang turun terlambat pada beberapa jeni kegiatan yang dananya dibiayai dari pusat. Pengelola barang daerah merupakan bagian dari pengelolaan keuangan daerah sehingga menjadi sangat penting barang daerah atau aset tetap dapat dikelola dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku sehingga dapat disajikan dengan wajar dalam laporan keuangan pemerintah daerah. Tetapi beberapa hal menjadi hambatan antara lain karena jumlah fisik aset tetap yang banyak sehingga membutuhkan ketelitian dan ketekunan, kapasitas SDM pada SKPD kurang memadai terkait dengan kemampuan dan kemauan serta permasalahan teknis lainnya yang membutuhkan komitmen kita bersama agar pengelolaan barang menjadi semakin baik.

Hambatan Pencapaian Target Belanja

(18)

3.1. A. Pendapatan-LRA - - - - - -Retribusi Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

Lain-lain PAD yang sah

- - - - Transfer Pemerintah Profinsi - -

Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Transfer Transfer Pemerintah Pusat ( Dana Perimbangan) Transfer Pemerintah Pusat Lainnya Lain-Lain Pendapatan Yang Sah Pendapatan Hibah Pendapatan Dana darurat Pendapatan Lainnya - - - - -2016 -

Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2017 menggambarkan perbandingan antara anggaran dengan realisasinya dalam satu periode pelaporan.

Realisasi Pendapatan TA 2017 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0 % dibandingkan TA 2016 atau sebesar Rp. 0,00

Anggaran Realisasi

BAB III

Realisasi Pendapatan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember

2017 adalah sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari estimasi

pendapatan yang ditetapkan sebesar Rp. 0 kurang dari anggaran sebesar Rp. 0. Uraian 2017 - Pajak Daerah Jumlah - -

Rincian Estimasi dan Realisasi Pendapatan Tahun 2017

- Realisasi % -

Pendapatan Badan Kepegawaian Daerah berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Rincian estimasi pendapatan dan realisasinya adalah sebagai berikut:

- PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

(19)

1.

a.

Realisasi Pendapatan Asli Daerah TA 2017 sebesar Rp. 0 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0 % bila dibandingkan tahun anggaran 2016.

Realisasi masing-masing pendapatan secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut : - Anggaran Pajak Hiburan % - 2017 - Pendapatan Asli Daerah

Realisasi Pendapatan Asli Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp.

0,00 atau mencapai 0,00% dari estimasi pendapatan yang

ditetapkan sebesar Rp. 0,00 kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00.

Adapun rincian masing-masing pendapatan asli daerah adalah sebagai berikut : No 1 2 3 - - Pajak Daerah Pajak Daerah Pajak Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Jumlah Uraian - Realisasi 2016 Pajak Hotel -Retribusi Daerah - Realisasi - Realisasi

Lain-lain PAD yang sah - - -

-Realisasi Pajak Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00, adapun rincian Pajak Daerah sebagai berikut :

- Pendapatan BLUD

Pajak Bumi dan Bangunan 9 Pajak Reklame Pajak Restoran - -

Pajak Air Tanah

Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan

Jumlah

Pajak Penerangan Jalan Pajak Parkir 6 7 4 5 8

10 Bea Perolehan Hak Atas Tanah

dan Bangunan

(20)

b.

c.

c. Lain-lain PAD Yang Sah

Retribusi Daerah Jumlah No

Retribusi Pelayanan Kesehatan

-Realisasi Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Daerah TA adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :

2

Realisasi

Retribusi Daerah

Realisasi Retrubis Daerah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :

No

1

Retribusi Pelayanan Pasar

3 Retribusi Pemakaian Kekayaan

Daerah

-4 Retribusi Terminal

5 Retribusi Tempat Khusus Parkir

-6 Retribusi Tempat Rekreasi dan

Olah Raga

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

Jumlah

-Hasil Pengelolaan Kekayaan

Daerah Yang Dipisahkan Realisasi

1 2

2 Penerimaan Jasa Giro

-Bagian Laba Penyertaan Modal

pada Swasta

-Bagian Laba Penyertaan Modal pada BUMD

3 Pendapatan Bunga

Realisasi Lain-lain PAD Yang Sah TA 2017 adalah sebesar Rp. 0,00 Adapun rincian Retribusi Daerah sebagai berikut :

No Lain-lain PAD Yang Sah Realisasi

1

Hasil Penjualan Aset Daerah

Yang Dipisahkan

4 Tuntutan Ganti Kerugian Daerah

5 Pendapatan Dari Pengembalian

6 Lain-lain PAD Yang Sah Lainnya

(21)

2. 3. B. Belanja Realisasi 2017

Adapun rincian masing-masing pendapatan transfer adalah sebagai berikut : - 2016 Realisasi Anggaran

Komposisi anggaran dan realisasi belanja TA 2017 dapat dilihat dalam grafik berikut ini:

-

Belanja adalah semua pengeluaran dari rekening kas umum daerah yang mengurangi saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah. Belanja Daerah meliputi Belanja Operasi, Belanja Modal, Belanja Tak Terduga dan Transfer.

Lain-lain Pendapatan Yang Sah

- - Realisasi Realisasi - - 2016 2017 -

Pendapatan Transfer per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00

Pendapatan Transfer Transfer Pemerintah Pusat-Dana Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya - - - - - Transfer Pemerintah Provinsi Lain-lain Pendapatan Yang Sah Pendapatan Hibah Pendapatan Dana darurat JUMLAH Anggaran Pendapatan Lainnya

Adapun rincian lain-lain pendapatan yang sah adalah sebagai berikut :

Lain-lain pendapatan yang sah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 Jumlah - -Pendapatan Transfer - - % - % 1.000.000.000 2.000.000.000 3.000.000.000 4.000.000.000 5.000.000.000 6.000.000.000 7.000.000.000 8.000.000.000 BELANJA OPERASI BELANJA MODAL BELANJA TAK TERDUGA TRANSFER Anggaran Realisasi

(22)

1. 2. a. Belanja Operasi Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 +\-% 2.620.669.786 Rp TRANSFER BELANJA MODAL Uraian

Secara garis besar anggaran dan realisasi belanja Badan Kepegawaian Daerah TA 2017 serta realisasi TA 2016 dapat disajikan sebagai berikut :

Berikut uraian lebih lanjut realisasi belanja Badan Kepegawaian

Daerah TA 2017.

95,3 Rp 2.683.188.668 - Jumlah Rp 6.811.091.163 4.473,1 Belanja Pegawai (2,3) Belanja Barang Rp 3.449.757.163

Belanja Operasi TA 2017 dapat direalisasi sebesar Rp.

5.357.438.630,00 atau mencapai 77,97% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 6.811.091.163,00, kurang dari anggaran sebesar Rp. 740.664.214,00.

Rp 2.743.033.668 Belanja Operasi

Rp 3.361.334.000

Anggaran dan Realisasi Belanja Operasi TA 2017 serta TA 2016 sebagai berikut :

Realisasi TA 2016 +\-%

Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Operasi TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.614.404.962,00 atau 95,31%.

Jumlah Anggaran 95,3 Realisasi TA 2017 - 5.357.438.630 Rp - 3.182.757.168,00 Anggaran 5.357.438.630,00 - 7.003.871.163,00 74,4 2.743.033.668,00

Realisasi Belanja TA 2017 sebesar Rp. 5.549.597.630,00 atau

mencapai 79,24% dari anggaran belanja yang telah ditetapkan sebesar

Rp.

7.003.871.163,00

kurang

dari

anggaran

sebesar

Rp.

1.454.273.533,00.

439.723.500,00 192.159.000,00 5.549.597.630,00

Berkurangnya Realisasi Belanja Modal pada Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp. 247.564.500,00

2.736.768.844

Rp Rp 59.845.000

Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja TA 2017

mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.366.840.462,00 atau 74,36%. Hal

ini disebabkan antara lain:

192.780.000,00

BELANJA OPERASI

Anggaran dan Realisasi Belanja Tahun Anggaran 2017

6.811.091.163,00

(56,3)

BELANJA TAK TERDUGA

Meningkatnya Realisasi Belanja Operasional TA 2017 sebesar Rp. 2.614.404.962,00

(23)

2. Belanja Barang Jumlah 1.150.200.000,00 - - - 2.736.768.844,00 59.845.000,00 -

Perbandingan Belanja Pegawai TA 2017 dan 2016

Realisasi TA 2016 86.000.000,00 1.032.334.375,00 Anggaran 34,7 80.592.000,00 +\-% 1.623.842.469,00

Adapun rincian masing-masing belanja operasi sebagai berikut:

- 100,0

-

Belanja Pegawai pada pos Belanja Operasi TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp. 2.736.768.844,00 atau 79,33% dari anggaran sebesar Rp. 3.449.757.163,00 kurang dari anggaran sebesar Rp. 712.988.319,00 - Tambahan Penghasilan PNS 1. Belanja Pegawai 2.213.557.163,00 - 100,0 Realisasi TA 2017 Belanja Pegawai

Gaji dan Tunjangan Pegawai

Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi belanja barang dan jasa TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. -62.518.882,00 atau -2,33%. Realisai belanja barang dapat dilihat pada tabel dibawah ini. 3.449.757.163,00 Uang Lembur Honor Non PNS 59.845.000,00

Belanja Pegawai adalah belanja atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Belanja Pegawai BLUD Insentif Pemungutan Pajak

-

Insentif Pemungutan

Retribusi -

Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Pegawai TA 2017 mengalami kenaikan sebesar Rp. 2.676.923.844,00 atau 4.473,10%. Belanja pegawai ini digunakan antara lain untuk honor, gaji tenaga kontrak maupun gaji pegawai bukan PNS.

Belanja barang TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp.

2.620.669.786,00 atau mencapai 77,97% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 3.361.334.000,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 740.664.214,00

4.473,1

(24)

Belanja kursus pelatihan, sosialisasi dan Bintek PNS

- 151,1 - - - 43,0

Belanja Barang dan Jasa BLUD 288.635.000,00 459.495.916,00 (6,0) (83,7) 297,3 52.384.600,00 - 70.853.500,00 - - 46.787.534,00 - 431.999.832,00 - (73,7) Belanaja Beasiswa Pendidikan PNS (16,8) 7.678.000,00 - JUMLAH 47.000.000,00 - 460.865.058,00

Belanja Barang dan Jasa

2.683.188.668,00 (2,3) 9.000.000,00 2.620.669.786,00 108.525.000,00

Perbandingan Belanja Barang TA 2017 dan 2016

86.776.520,00

-

Belanja Sewa Sarana Mobilitas Belanja Bahan/Material Belanja Sewa Rumah/Gedung/ Gudang/Parkir 412.670.000,00 - 1.157.364.476,00 1.409.185.000,00 479.940.000,00

Belanja barang dan jasa TA. 2017 dapat direalisasikan sebesar Rp. 2.620.669.786,00 atau mencapai -2,33% dari TA 2016 sebesar Rp. 2.683.188.668,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 77,97

Belanja Bahan Pakai Habis

Belanja Jasa Kantor

256,0

549.725.000,00

7.678.000,00 -

Belanja Honorarium Non Pegawai

Honorarium PNS

3.361.334.000,00

Honorarium Non PNS Belanja Stimulan, uang saku,hadiah penghargaan, penggantian biaya

Belanja Barang yang Diserahkan kepada Masyarakat

Belanja Cetak dan

Penggandaan 67.028.000,00

Belanja Sewa Perlengkapan dan Peralatan Kantor

Belanja Pemeliharaan Belanja Premi Asuransi

60.000.000,00

75.172.895,00

Belanja Makanan dan Minuman 35.026.423,00 5.960.000,00 1.110.841.251,00 1.500.000,00 33,6 - 120.086.000,00 90.344.000,00 291.638.449,00 Anggaran 13.670.000,00 Belanja Perawatan Kendaraan Bermotor +\-% (13,4) 48.670.000,00 80.746.000,00 48.670.000,00 529.276.000,00 Realisasi TA 2016 Realisasi TA 2017 (26,1) - -

Belanja Perjalanan Dinas

(25)

3. Belanja Hibah (Nihil)

4. Belanja Bantuan Sosial (Nihil)

5. Belanja Modal

a. Belanja Modal Tanah

Rp 439.723.500

-Rp Rp -

Perbandingan Realisasi Belanja Modal TA 2017 dan 2016

Rp 192.780.000 Rp 439.723.500 192.159.000 Rp

Belanja Modal Tanah TA 2017 dapat terealisasi sebesar Rp. 0 atau mencapai 0 % dari anggaran yang ditetapkan sebesar Rp. 0, kurang dari anggaran sebesar Rp. 0. Bila dibandingkan dengan TA 2016 tidak mengalami kenaikan/ penurunan sebesar Rp. 0 atau 0% . (56,3) Rp 192.780.000 (56,3) 192.159.000 Rp +\-% Rp -

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Tanah TA 2017 dan 2016

Rp -

Rp -

Belanja Modal Tanah

Rp -

Jumlah

Rp -

Belanja Modal Tanah Bangunan Bukan Gedung

Realisasi TA 2017

-Rp

Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 Anggaran

Belanja Modal Tanah Bangunan Gedung -Rp Rp - Jumlah +\-%

Adapun perbandingan Belanja Modal pada TA 2017 TA 2016 sebagaimana tabel berikut.

-Rp -Rp - Rp - Rp -

Belanja Peralatan dan Mesin

Belanja Gedung dan Bangunan

Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan Anggaran Realisasi TA 2016

Belanja Aset Lainnya Rp -

-Rp

Belanja Tanah

Belanja Aset Tetap Lainnya

Belanja Modal TA 2017 dapat terealisasi sebesar

Rp.192.159.000,00 atau mencapai 99,68% dari anggaran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 192.780.000,00 atau kurang dari anggaran sebesar Rp. 621.000,00.Bila dibandingkan dengan TA 2016, Realisasi Belanja Modal TA 2017 mengalami penurunan sebesar Rp. -247.564.500,00 atau -56,30%. Rp - Belanja Modal Rp - -Rp -Rp - -Rp Rp - Rp - -Rp

Belanja modal merupakan pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi.

(26)

1.

2.

b. Belanja Modal Peralatan dan Mesin

1

2

3 Nihil

Anggaran Belanja Modal Peralatan

dan Mesin +\-%

Nihil

Nihil

Belanja Modal Tanah Bangunan Gedung

Realisasi TA 2016

Rp 439.723.500

Belanja Modal Pengadaan Alat Bantu.

(56,3) -Rp -Rp - -Rp

Realisasi Belanja Modal Peralatan dan Mesin TA 2017 sebesar Rp. 192.159.000,00, atau mencapai sebesar 99,68% dari

anggaran sebesar Rp. 192.780.000,00. Bila dibandingkan

dengan realisasi TA 2016 sebesar 439.723.500,00 turun sebesar Rp. -247.564.500,00 atau -56,30%. Rp - Rp 192.780.000 Rp 192.780.000

Belanja Modal Tanah Bangunan Bukan Gedung

Perbandingan Realisasi Belanja Modal Perlatan dan Mesin TA 2017 dan 2016

Belanja Modal Pengadaan Alat Kantor.

(53,1)

Pengadaan Alat Bantu Rp -

-Rp -Rp Rp 409.723.500 Rp - 192.159.000 Rp

Belanja Modal Pengadaan Alat Angkutan.

(100,0)

Realisasi Belanja Modal Alat Kantor TA 2017 sebesar Rp. 192.159.000,00, atau mencapai sebesar 0,00% dari anggaran sebesar Rp. 192.159.000,00, tidak lebih/kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00. Bila dibandingkan dengan realisasi TA 2016 turun sebesar Rp. -217.564.500,00 atau 0,00%.

Rp - Rp - Nihil Jumlah

Pengadaan Alat komunikasi Rp - Rp Rp - Rp -

Pengadaan Komputer

Pengadaan alat Kesehatan Pengadaan Alat Kantor Lainnya

Pengadaan alat Kedokteran Rp -

-Rp -Rp 30.000.000 192.159.000

Rp

Pengadaan Alat Studio Rp -

Pengadaan Alat Rumah Tangga Rp - Rp -Rp Rp - Rp -

Pengadaan Alat Angkutan Rp -

(27)

4 5 6 7 8 9

c. Belanja Modal Gedung dan Bangunan d. Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan e. Belanja Modal Aset Tetap Lainnya

NIHIL

Jumlah Rp 192.159.000 Rp 192.159.000 Rp 409.723.500

Komputer Rp - Rp Rp - -

-Finger Print Rp 192.159.000 Rp 192.159.000 Rp 409.723.500 (53,1)

Alat Kantor Lainnya Anggaran Realisasi TA 2017 Realisasi TA 2016 +\-%

NIHIL

Realisasi Belanja Modal Komputer TA 2017 sebesar Rp. 0, atau mencapai sebesar 0 % dari anggaran sebesar Rp. 0, tidak

lebih/kurang dari anggaran sebesar Rp. 0,00. Bila

dibandingkan dengan realisasi TA 2016 turun sebesar Rp. -30.000.000,00 atau -100,00%.

Rp - Rp Rp 30.000.000 - (100,0) (100,0) Rincian belaja modal pengadaan komputer sebagaimana tabel dibawah ini :

Rp 30.000.000

Realisasi TA 2017

- Personal Komputer Rp -

NIHIL

Pengadaan Komputer Anggaran +\-%

Belanja Modal Pengadaan Alat Komunikasi

Jumlah

Realisasi TA 2016

Belanja Modal Pengadaan Alat Kedokteran NIHIL

-Rp

Belanja Modal Pengadaan Alat Rumah Tangga.

Belanja Modal Pengadaan Alat Kesehatan

NIHIL

Belaja modal pengadaan alat kantor dirinci sebagaimana tabel dibawah ini :

Belanja Modal Pengadaan Alat Studio Nihil

Belanja Modal Pengadaan Komputer

NIHIL NIHIL

(28)

3.2. 3.2.1 A. ASET LANCAR Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 1. No 1 2 3 4 Kas di Bendahara Penerimaan -Rp Rp - -Rp Rp 1.591.356.857

Kas dan Setara Kas TA 2017

Jumlah Kewajiban & Ekuitas

JUMLAH

-Rp Kas dan setara kas

18,41 URAIAN TA 2017 Rp - Rp 3.187.417.714 Aset Kewajiban Ekuitas 5. - +\-% TA 2016 Rp 1.300.295.601 Rp 1.191.842

Neraca 2017 Per 31 Desember 2017 menunjukkan posisi Aset sebesar

Rp. 1.593.708.857,00, Kewajiban sebesar Rp. 2.352.000,00 dan

Ekuitas sebesar Rp. 1.591.356.857,00, sebagaimana tabel berikut :

NERACA Rp 1.593.708.857 Rp 2.352.000 Kas di Bendahara Pengeluaran ASET

Kas dan Setara Kas Piutang Pendapatan Rp 2.600.591.202 18,41 49,33 Rp 1.299.103.759 18,37 Kas Lainnya Rp - Aset Lancar per 31 Desember 2017 sebesar Rp.0,00 terdiri atas:

JUMLAH

1. 3. 2.

-

Kas dan Setara Kas per 31 Desember 2017 dan TA 2016 adalah

sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami

kenaikan/penurunan sebesar 0,00% dengan rincian sebagai berikut:

TA 2016

Rp - Investasi Jangka Pendek

- Penyisihan Piutang % 6. 4. Kas di BLUD

Beban di Bayar di Muka

- - -Rp Persediaan - Aset Badan Kepegawaian Daerah per 31 Desember 2017 adalah sebesar Rp. 1.593.708.857,00 dengan penjelasan masing-masing akun sebagai berikut:

-

(29)

a.

b.

c.

Rp -

Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran TA 2017 dan 2016 adalah masing-masing sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 yang merupakan kas yang dikuasai, dikelola dan berada di bawah tanggung jawab Bendahara Pengeluaran yang berasal dari sisa UP/TUP yang

belum dipertanggung-jawabkan atau belum disetorkan ke

Rekening Kas Daerah per tanggal neraca.

Rp - -Rp -Rp - Rp - Jumlah Jumlah

Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran

Keterangan %

Rincian Kas di Bendahara Pengeluaran adalah sebagai berikut:

Bank… -Rp TA 2016 TA 2017 Rp - Keterangan Keterangan TA 2017 -Rp 0 -Rp 0

Saldo Kas Blud per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0%. -Rp TA 2017 Bank Rp - TA 2016 0 TA 2016 Rp -

Rincian Kas di Bendahara Penerimaan

-Rp

Kas di Bendahara Penerimaan

Rp - -Rp % Tunai Jumlah

-Kas di Bendahara Pengeluaran

Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar masing-masing Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0,00%.

Kas BLUD

Kas di Bendahara Penerimaan meliputi saldo uang tunai dan saldo rekening di bank yang berada di bawah tanggung jawab Bendahara Penerimaan yang sumbernya berasal dari pelaksanaan tugas pemerintahan berupa Penerimaan Daerah.

Rincian Kas Blud

Kas Rekening Giro

-Rp

Kas BLUD merupakan kas yang ada di rekening giro maupun deposito BLUD yang merupakan kas dan setara kas. Rincian sumber Kas Blud pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

Deposito Rek...

(30)

-a. 1 2 3 4 5 6 7 NIHIL -Rp -Rp -

Saldo Piutang Pendapatan per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 atau tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0%.

-Rp -Rp -Rp Rp - Hotel Rp - Rp -Jumlah PPJU Rp - Rp - Rp - Rp -Rincian Piutang Pendapatan

Rp -

-Rp Piutang Hasil Pengelolaan

Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

0 0

Keterangan TA 2017 TA 2016

Piutang Pendapatan merupakan hak atau pengakuan pemerintah atas uang atau jasa terhadap pelayanan yang telah diberikan namun belum diselesaikan pembayarannya. Rincian Piutang Pendapatan sebagai berikut:

2. Investasi Jangka Pendek

Rp - Piutang Lain-lain PAD yang

Sah Piutang Pajak Piutang Retribusi -Rp -Rp

Piutang Pendapatan Lainnya

Rp - Rp -Pajak Air Tanah Restoran -Rp Rp - PBB Rp - -Rp Rp - Reklame SALDO AWAL BPHTB Rp - Rp - Rp -

Penjelasan masing-masing piutang sebagai berikut :

-Rp SALDO AKHIR 2017 -Rp Jumlah Rp - -Rp Rp - NO URAIAN Rp - Rp - Rp -MUTASI TA 2017 DEBIT Rp - -Rp -Rp 2016

Piutang Pajak Daerah

-Rp 0 -Rp -Rp - -Rp -Rp - 0 % 0 0 KREDIT -Rp Piutang Pajak Daerah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah hak Pemerintah daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan, yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) Namun sampai tanggal belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan dengan rincian mutasi sebagai berikut :

(31)

b. 1 2 3 c. d. 1 2 1 2 -Rp Rp Rp - URAIAN Piutang Transfer Pemerintah Daerah Lainnya 2016 Rp - Rp Rp - Rp - Rp - NIHIL Piutang Retribusi Pelayanan Persampaha n Rp - KREDIT -Rp

Piutang Lain-lain PAD Yang Sah

Rp - -Rp -Rp DEBIT

Piutang Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

Rp - -Rp -Rp URAIAN -Rp Jumlah Rp - Rp - SALDO AWAL Jumlah -Rp Rp - -Rp MUTASI TA 2017 2017

Piutang Retribusi per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah

hak Pemerintah daerah atas pendapatan retribusi tahun

berkenaan, yang sudah diterbitkan Surat Ketetapan namun

sampai tanggal belum dibayar oleh pihak yang menikmati

pelayanan, dengan rincian mutasi sebagai berikut :

Piutang..

NO

Mutasi kredit sebesar Rp. 0,00 berasal dari penerimaan piutang tahun lalu klaim BPJS.

SALDO AWAL MUTASI TA 2017

Piutang BLUD

Rp -

NO

Rp -

Piutang Lain-lain PAD Yang Sah per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 adalah hak Pemerintah daerah dalam hal ini BLUD Puskesmas selain pajak dan retribusi namun sampai tanggal tersebut belum dibayar oleh pihak yang menikmati pelayanan, dengan rincian mutasi sebagai berikut :

2017

Piutang BLUD adalah piutang yang dicatat, diakui dan dikuasi oleh BLUD, yang bersumber dari Jasa Layanan, Hibah, Hasil Kerjasama maupun Lain-Lain Pendapatan BLUD Yang Sah, penjelasan mutasi sebagai berikut :

SALDO AKHIR 2016 DEBIT Rp - -Rp Piutang Retribusi SALDO AKHIR Piutang Retribusi Pelayanan Kesehatan -Rp KREDIT -Rp

Mutasi debet sebesar Rp. 0,00 berasal dari jasa layanan kesehatan yaitu klaim BPJS yang belum diterima.

(32)

4.

1

2

Lancar Rp - 0,00% Rp

-Macet

Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih

Rp -

Rp -

Nilai Piutang Jk Pendek

Piutang Bukan Pajak :

5. Penyisihan Piutang Tak Tertagih -Rp -Rp -Rp -Rp - Rp -10,00% 100,00% -Rp Rp -Rp -Rp 100,00% -Rp -Rp 0,00% -Rp Diragukan Rp -50,00% -Rp -Rp 50,00% -Rp Jumlah Bagian Lancar Tuntutan Ganti Kerugian Daerah Kurang Lancar -Rp Jumlah -Rp Rp - -Rp Bagian Lancar TP/TGR : Kurang Lancar

Bagian Lancar TPA :

Diragukan Jumlah -Rp Lancar -Rp -Rp Rp -% PenyisihanNilai Penyisihan -Rp 10,00% Rp - Macet -Rp Piutang.. Kualitas Piutang 2016 2017

Piutang Lainnya per 31 Desember 2017 sebesar Rp. 0,00 dengan mutasi sebagai berikut :

NO URAIAN

SALDO AWAL MUTASI TA 2017

DEBIT KREDIT

Piutang Pendapatan Lainnya

Penyisihan Piutang Tak Tertagih adalah merupakan estimasi atas ketidak tertagihan piutang lancar yang ditentukan oleh kualitas piutang masing-masing debitur. Perhitungan penyisihan piutang tidak tertagih berdasarkan Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 30 Tahun 2016 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Rincian Penyisihan Piutang Tak Tertagih pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:

SALDO AKHIR

(33)

1 Rp 2 Rp 3 Rp 4 Rp Jumlah Beban Lainnya - - Beban Barang Dibayar

Dimuka

%

Rincian Beban Di Bayar di Muka

Keterangan Beban Pemeliharaan Dibayar Dimuka 0 - -Rp 0,00% -Rp Rp - Beban Jasa Dibayar

Dimuka Jumlah -Rp Diragukan Kurang Lancar Lancar Macet Rp - 100,00%

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah penyisihan piutang tidak tertagih sebesar Rp. 0,00 dikategorikan menjadi 4, yaitu : -Rp -Rp -Rp -Rp 0 0 50,00% -Rp -Rp 10,00%

Jumlah Penyisihan Piutang Tak Tertagih

6. Beban Di Bayar Di Muka

-Rp Kurang Lancar Macet - Lancar

Saldo Beban Dibayar di Muka per tanggal 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 atau mengalami kenaikan/penurunan sebesar 0,00% dari tahun 2016.

Beban Pegawai Dibayar Dimuka

TA 2017

-

0 Beban dibayar di muka merupakan hak yang masih harus diterima setelah tanggal neraca sebagai akibat dari pengadaan barang/jasa yang telah dibayarkan secara penuh namun barang atau jasa tersebut belum diterima seluruhnya. Rincian Beban Dibayar di Muka adalah sebagai berikut:

Diragukan - - 0 - - TA 2016 - - - - - - 0

(34)

1 2 3 4 5 6 -Rp Persediaan Barang Lainnya - - - - 132.400,00 Persediaan Bahan/Material - % 2016 Jenis TA 2017 Rp - 132.400,00 (100,00) Rp - 2017 SALDO AKHIR -Rp Rp -Rp Rp - -Rp -Rp -Rp Jumlah Rp - Pakaian Kerja Lapangan Tabung Gas

Persediaan adalah aset lancar dalam bentuk barang atau perlengkapan

yang dimaksudkan untuk mendukung kegiatan operasional

pemerintah, dan/atau untuk dijual, dan/atau diserahkan dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Rincian Persediaan per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebagai berikut:

URAIAN SALDO AWAL

-Rp -Rp - 127.557.495 Rp TA 2016 MUTASI TA 2017 Rp - Rp 127.689.895 Persediaan Bahan Pakai

Habis - Rp - 127.557.495 Rp Rp 132.400 Rp - NO

Adapun rincian dari masing-masing persediaan adalah sebagai berikut :

Alat Tulis

Kantor Rp

-Nilai Persediaan Bahan Pakai Habis sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut:

-Rp

Semua jenis persediaan pada tanggal pelaporan berada dalam kondisi baik. -Rp Rp 132.400 Rp - DEBIT Rp - Bahan dan Alat Rumah KREDIT -Rp Jumlah

a. Persediaan Bahan Pakai Habis

Cetak Kebersihan

Rp 127.689.895

Rincian Persediaan

7. Persediaan

Nilai Persediaan per 31 Desember 2017 dan 2016 masing-masing adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 132.400,00 mengalami penurunan sebesar Rp. -132.400,00 atau sebesar -100,00% dari tahun 2016.

(100,00)

(35)

1 2 3 4 1 2

B. INVESTASI JANGKA PANJANG

C. ASET TETAP DAN AKUMULASI PENYUSUTAN

2016 -Rp Rp 2.500.000 Rp (1.194.121.036) Rp 2.559.054.380 Rp 1.996.372.237 Rp - c. Persediaan Barang Lainnya

Tanah Rp 2.500.000 Rp - Rp 495.412.000 % +/-28,19 100,00 DEBIT 2017 Rp -

Peralatan dan Mesin Jumlah SALDO AKHIR Rp - Barang akan diserahkan ke P3

Rincian Aset Tetap -Rp SALDO AWAL Aset Tetap URAIAN -Rp Rp - Rp - -Rp -Rp - -Rp Rp - Rp - NO -Rp Kimia Radiologi -Rp SALDO AWAL MUTASI TA 2017 URAIAN Obat Rp - Bahan Makanan Pasien Rp - Rp -Dll Rp - KREDIT 2017 -Rp Rp - Rp -2016 DEBIT -Rp Rp

-Nilai Persediaan Barang Lainnya sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut: Rp - Rp - -Rp -Rp -Rp - Rp - Rp - b. Persediaan Bahan/Material

MUTASI TA 2017 SALDO AKHIR

Nilai Persediaan Bahan/Material sebesar Rp 0,00 merupakan hasil pengadaan selama tahun anggaran 2017 yang sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 belum terpakai habis dengan rincian sebagai berikut:

Aset Tetap Lainnya

Akumulasi Penyusutan Aset Tetap NO

2016

KREDIT

Gedung dan Bangunan Jumlah -Rp -Rp 2017 Rp 495.412.000

Aset Tetap per 31 Desember 2017 senilai Rp 1.593.708.857,00 merupakan aset tetap yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Daerah dengan saldo akhir Tahun 2016 sebesar Rp 1.300.163.406,33 mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 293.545.450,67 atau 22,58% dari tahun 2016. Adapun rincian asset tetap selama Tahun 2017 adalah sebagai berikut:

Jalan, Irigasi dan Jaringan

Rp 652.050.000 Rp -

Rp (2.115.307.523) 77,14

(36)

a. Tanah Jumlah No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 b.

Tanah Untuk Bangunan Gedung Kebun Campuran

Kolam ilan Danau/Rawa

Tanah Tandus/Rusak

Alang-alang dan Padang Rumput Tanah Pengguna Lain

Tanah Pertambangan

Tanah Untuk Bangunan Bukan Gedung

Peralatan dan Mesin

1. Penambahan Aset

Rp - Rp Rp - - Rp 495.412.000 Rp 495.412.000 Rp -

Rincian saldo Tanah per 31 Desember 2017 adalah sebagai berikut:

Jumlah Uraian -Rp -Rp - 2. Pengurangan Aset NIHIL Tanah Perkampungan NIHIL Nilai 495.412.000 Rp Penjelasan Mutasi : Rp - Rp - Keterangan

Saldo aset tetap berupa peralatan dan mesin yang dimiliki Badan Kepegawaian Daerah per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 2.559.054.380,00 dan Rp. 1.996.372.237,00 naik sebesar Rp.

495.412.000,00 Tanah Pertanian K 495.412.000,00 2016 Tanah Mutasi Saldo Awal D

Adapun penjelasan mutasi penambahan dan pengurangan aset tetap sebagai berikut :

Koreksi

Mutasi nilai tanah tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Saldo aset tetap berupa tanah yang dimiliki Badan Kepegawaian

Daerah per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp.

495.412.000,00 dan Rp. 495.412.000,00 tidak naik/turun sebesar Rp. 0,00 atau 0,00% dari tahun 2016.

2017 D K Rp 495.412.000 Saldo Akhir Hutan Tanah Perkebunan

(37)

Peralatan dan Mesin 1. Alat-alat Besar Darat 2. Alat-alat Bantu 3.

Alat Angkutan Darat Bermotor

Penjelasan Mutasi :

Saldo Awal

Saldo Awal Koreksi Mutasi

2016 D D 753.282.962 Rp K Rp - Rp - 2016 D K Koreksi 2.559.054.380 Rp K Rp 1.996.372.237 Rp - Rp - Rp 190.600.819 D

Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :

K 2017

b. Pengurangan Aset

Rp -

Mutasi nilai Peralatan dan Mesin tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut: Uraian Uraian Uraian Uraian Mutasi

Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :

Saldo Akhir

Nilai aset tetap berupa Alat-alat Bantu per 31 Desember 2017 dan 31

Desember 2016 adalah sebesar Rp. 10.725.000,00 dan Rp.

10.725.000,00.

Saldo aset tetap berupa Alat-alat Besar Darat per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00.

Saldo Akhir

Rp - Rp

-Alat Angkutan Darat Bermotor

Tidak terdapat pengurangan Nilai Aset Tetap berupa Alat-alat bantu

2017

D

Alat-alat Bantu

2017

Saldo aset tetap berupa alat angkutan darat bermotor per 31

Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 770.782.088,00 dan Rp. 400.258.945,00.

-Rp

Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut : a. Penambahan Aset

Tidak terdapat penambahan Nilai Aset Tetap berupa Alat-alat bantu per 31 Desember 2017 10.725.000 Rp Rp - Rp Rp 10.725.000 Rp - Saldo Awal

Alat-alat Besar Darat

Rp - K D K per 31 Desember 2017 Koreksi Mutasi Rp - Rp 561.123.962 D Rp 190.600.819 Rp 400.258.945

Mutasi Saldo Akhir

2016 D K Koreksi 770.782.088 Rp K 2017 Saldo Awal Rp - Saldo Akhir 2016

(38)

4. Alat Angkutan Darat Tak Bermotor 5. Alat Ukur Uraian Uraian Penjelasan mutasi : Rp - Rp - Rp - a. Penambahan Aset D

Nilai aset tetap berupa alat ukur per 31 Desember 2017 dan 2016

adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00 tidak mengalami

kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016. Saldo Awal K D K Mutasi 2017 -Rp b. Pengurangan Aset

Tidak terdapat pengurangan Nilai Aset Tetap berupa Alat Angkutan Darat Tak Bermotor

Rp - Rp

-Saldo Akhir

Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :

2016

Alat Angkutan Darat Tak Bermotor

Alat Ukur

Koreksi Mutasi

Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut :

Mutasi Debet sebesar Rp. 561.123.962,00 adalah hasil pengadaan barang tahun 2017 dari belanja modal berupa penambahan jumlah kendaraan dinas roda 4 dan roda 2.

Rp - Rp

-Nilai aset tetap berupa alat angkutan darat tak bermotor per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 0,00 dan Rp. 0,00.

2017

Mutasi Kredit Rp. 190.600.819,00 adalah penyerahan kendaraan dinas Toyota Inova ke Bag. Umum Setda. Kab. Wonosobo senilai Rp 190.600.819,00 dengan AA 9503DF.

Saldo Awal Koreksi

a. Penambahan Aset

b. Pengurangan Aset

Tidak terdapat penambahan Nilai Aset Tetap berupa Alat Angkutan Darat Tak Bermotor

-Rp Rp - K D K 2016 D Saldo Akhir a. Penambahan Aset

Tidak terdapat penambahan Nilai aset tetap berupa alat ukur per 31 Desember 2017

b. Pengurangan Aset

Tidak terdapat pengurangan Nilai aset tetap berupa Alat Ukur per 31 Desember 2017

Penjelasan mutasi :

Rp - Rp -

(39)

6. Alat Kantor 7. Alat Rumah Tangga 8. Uraian Uraian a. Penambahan Aset Mutasi

Tidak terdapat pengurangan aset berupa Alat Rumah Tangga per 31 Desember 2017

2017

2016

Alat Rumah Tangga

Komputer

Rp 115.700.767 Rp - Rp - Rp

-Saldo Awal Saldo Akhir

Penjelasan mutasi :

Nilai aset tetap berupa alat rumah tangga per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 115.700.767,00 dan Rp. 115.700.767,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016.

Dengan mutasi selama tahun sebagai berikut :

D K

Rp -

Tidak terdapat penambahan aset berupa Alat Rumah Tangga per 31 Desember 2017 115.700.767 Rp b. Pengurangan Aset 2016 D K Saldo Akhir 1.160.354.975 Rp Penjelasan mutasi : a. Penambahan Aset Rp - Koreksi Rp - Rp 192.159.000

Mutasi Debet sebesar Rp. 192.159.000,00 adalah hasil pengadaan barang tahun 2017 dari belanja modal berupa pengadaan Alat-alat Kantor Lainnya (Pengadaan Finger Print).

D K D K 2017

Nilai aset tetap berupa alat komputer per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 409.400.100,00 dan Rp. 409.400.100,00 tidak mengalami kenaikan/penurunan sebesar Rp. 0,00 atau sebesar 0,00% dari tahun 2016.

Saldo Awal Koreksi Mutasi

b. Pengurangan Aset

Tidak terdapat Pengurangan Aset pada pengadaan Alat-alat kantor lainnya.

Rp - Rp 968.195.975

Dengan mutasi selama tahun 2017 sebagai berikut :

Nilai aset tetap berupa alat kantor per 31 Desember 2017 dan 2016 adalah sebesar Rp. 1.160.354.975,00 dan Rp. 968.195.975,00 mengalami kenaikan sebesar Rp. 192.159.000,00 atau sebesar 19,85% dari tahun 2016.

Referensi

Dokumen terkait

Gambar 11 menunjukkan perbandingan dari ketiga skema pengontrolan sistem pembangkit listrik tenaga hibrid turbin angin dan diesel, di mana untuk suatu pembangkit listrik

Kebutuhan yang paling utama untuk belajar adalah ...a. Seragam sekolahku adalah celana merah, dan baju

Konsep atau pendekatan yang digunakan adalah transformasi bentuk, dimana rumah adat masyarakat suku Dawan lopo dan umekabubu ditransformasikan kefasilitas-fasilitas kesenian

Sebagian dari responden mengatakan sosialisasi yang mereka terima mengenai kegiatan ini dirasa masih kurang mengena, sehingga masih banyak mahasiswa yang kurang memahami

Deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk komunikasi yang ada melalui penggunaan bahasa gaul yang digunakan pemilik akun Twitter saat

Pilih tab menu Home Directory, kemudian pada text box Local Path kita isi dengan direktori penyimpanan file-file html yang kita miliki.. Tekan

Powered by

Berdasarkan hal di atas, peneliti melakukan penelitian ini untuk mengetahui kandungan protein yang terdapat pada pakkat dan untuk mengetahui perubahan kadar protein total dan Non