• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

31

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah jenis kuantitatif. Penelitian kuantitatif yakni suatu metode dalam penelitian yang menggambarkan dan melukiskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat suatu hubungan antara fenomena yang ingin diselidiki, dengan demikian dalam penelitian ini tidak hanya terbatas pada kegiatan pengumpulan data saja melainkan melakukan kegiatan analisa dan interprestasi data. (Arikunto, 2008).

3.2. Identifikasi dan Definisi Operasional Penelitian 3.2.1. Identifikasi Variabel

Sesuai dengan judul penelitian ini, maka variabel-variabel yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas (independent variable). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah gaya kepemimpinan (X1), dan komunikasi intern (X2).

2. Variabel terikat (dependent variable), yaitu variabel yang nilainya tergantung dan dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini yang dimaksud variabel terikat adalah : Efektivitas kerja (Y).

(2)

32

3.2.2. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional dan indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Gaya Kepemimpinan (X1)

Gaya kepemimpinan adalah suatu pola perilaku yang digunakan oleh seorang dalam menjalankan kepemimpinannya. Sebagai indikator pengukuran variabel gaya kepemimpinan terdiri dari :

a. Perilaku direktif yang meliputi : penjelasan tugas atau pekerjaan, pengambilan keputusan oleh atasan dan pengendalian terhadap perilaku bawahan.

b. Perilaku konsultatif yang meliputi : penyampaian ide dari bawahan, keterlibatan anggota dalam pembahasan suatu masalah, penekanan akan pentingnya hubungan antar pribadi

c. Perilaku partisipatif yang meliputi : keterlibatan anggota dalam perumusan tujuan, keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan.

d. Perilaku delegatif yang meliputi : pengambilan keputusan ada pada bawahan, bawahan memiliki kontrol dalam pelaksanaan tugas.

2. Komunikasi Intern (X2)

Komunikasi intern adalah suatu proses penyampaian pesan-pesan yang berlangsung antar anggota organisasi. Dapat berlangsung antara pimpinan dengan bawahan, pimpinan dengan pimpinan, maupun bawahan dengan bawahan. Sebagai indikator pengukuran variabel penelitian komunikasi intern adalah :

(3)

33

a. Komunikasi ke bawah yang meliputi : intruksi, tugas, rasional. ideologi, informasi dan balikan

b. Komunikasi ke atas yang meliputi : penyampaian laporan. pertanyaan. saran, ide. atau gagasan.

c. Komunikasi horisontal yang meliputi: koordinasi,pemecahan masalah, penyelesaian konflik, pertukaran informasi.

3. Efektivitas Kerja (Y)

Efektivitas kerja adalah suatu efek atau akibat yang dikehendaki dan sejumlah rangkaian aktivitas jasmaniah dan rohaniah yang dilakukan olah pegawai untuk mancapai tujuan. Indikator dalam variabel ini berupa :

a. Produksi b. Efisiensi c. Kepuasan kerja d. Prestasi kerja

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian

Populasi juga dikemukakan sekelompok yang menarik peneliti dimana kelompok tersebut oleh peneliti dijadikan sebagai objek untuk menggeneralisasikan juga sebagai himpunan yang terdiri dari orang, hewan, tumbuh-tumbuhan atau benda-benda yang mempunyai kesamaan sifat, sedangkan sampel adalah bagian dari populasi. (Sugiyono, 2009 : 97).

Sesuai dengan judul penelitian ini, maka sebagai populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan

(4)

34

Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto yang berjumlah 56 orang anggota kesatuan.

Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2003: 91). Semakin banyak sampel, semakin representatif datanya, namun perlu diperhatikan juga masalah tenaga, dana dan waktu, dikarenakan jumlah populasi tidak terlampau besar maka semua populasi dijadikan sampel.

Arikunto (2002: 86) menyatakan bahwa “jika jumlah anggota subjek dalam populasi berjumlah kurang dari 100 dan dalam pengumpulan data menggunakan angket, sebaiknya subjek sejumlah ini diambil seluruhnya, namun demikian apabila jumlah subjek dalam populasi lebih 100 orang atau jumlah populasi adalah besar, maka sampel dapat diambil 10 – 30% dari jumlah keseluruhan populasi”,

Dengan mengacu pada pendapat di atas, dan mengingat jumlah sampel kurang dari 100 orang, maka dalam penelitian ini diterapkan penelitian population (seluruh populasi dijadikan sebagai sampel penelitian). Berdasar pada teknik pengambilan sampel, dengan demikian jumlah subyek dalam penelitian ini sebanyak 56 orang anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto.

3.4. Sumber Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua kelompok yaitu :

(5)

35

1. Data Primer

Data primer diperoleh dan dikumpulkan dari subyek penelitian atau responden yang telah disebarkan. Sedangkan alat instrumen yang digunakan berupa angket tertutup dan skala likets.

Angket digunakan untuk mendapatkan informasi dari variabel bebas yang berupa kalimat pertanyaan dan skala likets dipergunakan untuk mendapatkan iformasi dari variabel terikat yang berupa kalimat pertanyaan yang berkaitan dengan variabel bebas, yang informasinya didapat dari guru.

Adapun dasar pertimbangan peneliti menggunakan angket, sebab subyeklah yang paling tahu tentang dirinya, apa yang dinyatakan oleh responden adalah benar dan interprestasi subyek sama dengan yang dimaksud oleh peneliti.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pelengkap yang berkaitan dengan variabel bebas dan variabel terikat yang ada pada masing-masing sekolah obyek penelitian.

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Untuk dapat menganalisis dan mengintepretasikan data yang valid dan reliabel, agar hasil yang diperoleh mengandung kebenaran. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:

(6)

36

1. Studi Pustaka

Studi metode pengumpulan data sekunder yang bersumber pada literatur, makalah, dokumen, majalah dan lainnya yang berkaitan dengan penelitian. Selain itu bahwa pengambilan data teknik studi pustaka dilakukan dengan melihat literatur perusahaan seperti, gambaran kebijakan instansi/lembaga yang berkaitan dengan sumber daya manusia dan sistem administrasi yang diterapkan.

2. Kuesioner. Dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada pihak responden (guru) yang kemudian dari setiap pertanyaan ditentukan skornya.

Untuk memperoleh data kuantitatif, pengukuran data dilakukan dengan menggunakan metode pengukuran skala sikap yang dikembangkan oleh Likert yang sudah dimodifikasi yaitu memakai lima kategori tingkatan. Dalam kuesioner yang disampaikan kepada responden, untuk setiap jawaban diberikan bobot nilai. Dimana hal tersebut nantinya akan mempermudah peneliti dalam memberikan skor untuk dijadikan dasar dalam menganalisa data yang kaitannya dengan permasalahan yang dihadapi. Bobot skor yang ditetapkan oleh peneliti mengacu pada model skala Likert, yaitu :

Jawaban A diberikan bobot nilai 5, berarti Sangat Setuju/Sangat Baik Jawaban B diberikan bobot nilai 4, berarti Setuju/Baik

Jawaban C diberikan bobot nilai 3, berarti Cukup Setuju/Cukup Baik Jawaban D diberikan bobot nilai 2, berarti Kurang Setuju/Kurang Baik Jawaban E diberikan bobot nilai 1, berarti Tidak Setuju/Tidak Baik

(7)

37

3.6. Teknik Analisis Data

3.6.1. Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas Instrumen Penelitian

Suatu instrumen dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut dapat menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang tepat dan akurat sesuai dengan maksud dikenakannya instrumen tersebut. Sisi lain yang penting adalah kecermatan pengukuran, yaitu kecermatan dalam mendeteksi perbedaan-perbedaan kecil yang ada pada variabel yang diukurnya. Pengukuran validitas pada instrumen ini dilakukan dengan korelasi product moment antara skor butir dengan skor skalanya. Koefisien korelasi dapat dianggap memuaskan jika melebihi 0,30. (Azwar : 2008 : 153).

2. Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian

Menyusun suatu bentuk instrumen tidak hanya harus berisi pernyataan-pernyataan yang berdaya diskriminasi baik akan tetapi harus pula memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Reliabilitas artinya adalah tingkat keterpercayaan hasil suatu pengukur. Pengukuraan yang memiliki reliabilitas tinggi, yaitu yang mampu memberikan hasil ukur yang terpercaya. Reliabilitas merupakan salah satu ciri atau karakter utama instrumen pengukuranyang baik. Pada penelitian ini digunakan uji reliabilitas dengan metode Alpha Cronbach. Sebuah instrumen dianggap telah memiliki tingkat kehandalan yang dapat diterima jika nilai koefisien reliabilitas yang terukur adalah ≥ 0,6 (Sekaran 2006).

(8)

38

3.6.2. Analisis Diskripsi Indikator Variabel Penelitian

Diskripsi jawaban responden terhadap kuesioner adalah suatu uraian atas pendapat responden mengenai kuesioner yang telah peneliti sampaikan. Perlu diketahui bahwa diskripsi jawaban responden ini peneliti sajikan dalam bentuk tabulasi dan prosentasi.

Hasil pendistribusian skor alternatif jawaban kuesioner penelitian kemudian diinterpretasikan berdasarkan hasil persentase setiap jawaban responden tersebut kemudian dikualifikasikan, sebagaimana dikemukakan Arikunto (2008 : 32) bahwa : “Sudah sampai ke persentase lalu ditafsirkan dengan kalimat yang bersifat kualitatif”.

3.6.3. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda adalah untuk mengetahui adanya pengaruh variabel bebas baik secara parsial dan simultan, hal tersebut dilakukan karena variabel bebasnya lebih dari satu. Jadi analisis ini dapat dilakukan jika jumlah variabel bebasnya minimal dua (Sugiyono, 2009).

Model regresi linier berganda digunakan untuk menjelaskan pengaruh faktor gaya kepemimpinan (X1), dan komunikasi intern (X2) terhadap efektivitas

kerja (Y) anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto, dimana persamaan operasional yang digunakan adalah :

(9)

39

Y = α + β1.X1 + β2.X2 + e

Dimana :

Y = Efektivitas kerja anggota kesatuan X1 = Gaya kepemimpinan

X2 = Komunikasi intern

α = Bilangan Konstanta β1, β2, = Koefisien regresi

e = Variabel pengganggu

3.6.4. Koefisien Determinasi Berganda (R square)

Koefisien determinasi berganda (R square atau R2) menurut Wirawan (2002) adalah : “jika semua titik terletak tepat pada garis regresi sampel maka r2 = 1, dalam hal ini dikatakan sesuai secara sempurna (perfect fit)”.

Koefisien determinasi berganda (R square) digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh faktor gaya kepemimpinan (X1), dan komunikasi intern (X2)

terhadap efektivitas kerja (Y) anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto. Ketentuan yang dijadikan dasar dalam menentukan besar–kecilnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, apabila :

1. Bila R2 = 1 artinya terdapat korelasi yang kuat antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

2. Bila R2 = 0 artinya tidak terdapat korelasi antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

(10)

40

3.6.5. Pengujian Hipotesis Penelitian 1. Uji Partial/individual (Uji t)

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui secara parsial pengaruh faktor gaya kepemimpinan (X1), dan komunikasi intern (X2) terhadap

efektivitas kerja (Y) anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto. Adapun kriteria pengujian yang digunakan apabila :

a. Jika nilai signifikan masing-amsing variabel bebas lebih kecil dari nilai α (0,05), maka hipotesis diterima, berarti secara simultan variabel bebas ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

b. Jika nilai signifikan masing-amsing variabel bebas lebih besar dari nilai α (0,05), maka hipotesis ditolak, berarti secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

2. Uji Simultan (Uji F)

Pengujian ini digunakan untuk mengetahui secara simultan pengaruh faktor gaya kepemimpinan (X1), dan komunikasi intern (X2) terhadap

efektivitas kerja (Y) anggota satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Dawar Blandong Kabupaten Mojokerto. Adapun kriteria pengujian apabila :

a. Jika nilai signifikan lebih kecil dari nilai α (0,05), maka hipotesis diterima, berarti secara simultan variabel bebas ada pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat.

(11)

41

a. Jika nilai signifikan lebih besar dari nilai α (0,05), maka hipotesis ditolak, berarti secara simultan variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat

3. Pengujian Hipotesis Variabel Dominan

Untuk mengetahui variabel bebas mana yang paling dominan dapat diketahui dari koefisien determinaasi hasil regresi antara variabel bebas terhadap variabel terikat atau dari hasil kuadrat korelasi antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel yang memiliki kuadrat korelasi tertinggi adalah merupakan variabel bebas yang paling dominan berpengaruh terhadap variabel terikat. Variabel yang dominan juga dapat diketahui dari nilai signifikansi terkecil atau dari nilai Unstandardized Coefficient B terbesar.

Proses penghitungan untuk keperluan analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat komputer dengan shofware statistik SPSS (Statistical

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hal tersebut, Glock dan Stark (dalam Ancok & Suroso, 2008) mengusulkan lima dimensi yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui tingkat

Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan), yang berarti secara individual variabel independen tidak

Perubahan tersebut bisa karena mengalami kesalahan karena perangkat lunak harus menyesuaikan dengan lingkungan (periperal atau system operasi baru) baru, atau

pesan-pesan iklan juga tidaklah sama. Keanggotaan seseorang dalam masyarakat, kelompok sosial atau. kemasyarakatan juga dapat mempengaruhi perhatian seseorang

6 Berdasarkan berbagai alasan yang telah dikemukakan kami tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai ”Efektifitas Obat Kumurberbahan dasar ekstrak daun

Jika nilai signifikansi lebih besar dari α maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan), yang berarti secara individual variabel independen tidak

Jika nilai probabilitas (Sig.) lebih besar dari tingkat signifikansi, maka disimpulkan bahwa model yang melibatkan variabel bebas tidak signifikan (secara simultan)

Jika nilai signifikan lebih besar dari  maka hipotesis ditolak (koefisien regresi tidak signifikan), yang berarti secara simultan variabel-variabel independen tidak