• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PROVINSI SUMATERA SELATAN"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 8

BAB II

GAMBARAN PELAYANAN RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR

PROVINSI SUMATERA SELATAN

2.1 Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan

Dalam upaya melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa di Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Sumatera Selatan telah membentuk RS. Ernaldi Bahar melalui Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 9 Tahun 2008 Tanggal 18 Juni 2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan daerah dan lembaga Teknis Daerah Provinsi Sumatera Selatan, pasal 47 ayat (1) Rumah Sakit Ernaldi bahar merupakan unsur pelayanan pemerintah Provinsi di bidang kesehatan yang mempunyai wewenang menyelenggarakan tugas umum pemerintahan dibidang kesehatan.

Berdasarkan Peraturan Daerah No 9 Tahun 2008, Pasal 48, Rumah Sakit Ernaldi Bahar mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam penyelenggaraan Pemerintah provinsi di Bidang kesehatan.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Rumah Sakit Ernaldi Bahar mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan kegiatan tata usaha, urusan umum, perlengkapan, kepegawaian dan keuangan;

2. Perumusan kebijakan teknis pelayanan kesehatan; 3. Pembinaan kesehatan masyarakat Sumatera Selatan;

4. Penyelenggaraan kegiatan usaha pelayanan kesehatan jiwa, pencegahan, pemulihan, rehabilitasi, kemasyarakatan dan sistem rujukan;

5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(2)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 9 Susunan Organisasi RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan adalah sebagai berikut :

1. Direktur, mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan umum sesuai dengan peraturan perundang-udangan yang berlaku.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Direktur mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan pelayanan kesehatan jiwa dan kesehatan umum dalam meningkatkan usaha promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, pusat rujukan, pendidikan dan pelatihan. b. Penyusunan rencana teknis operasional pemerintah provinsi

dalam bidang kesehatan jiwa dan kesehatan umum.

c. Pelaksanaan pelayanan pendidikan di bidang kesehatan jiwa dan kesehatan umum.

d. Penyediaan fasilitas pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan jiwa dan kesehatan umum.

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Gubernur sesuai dengan tugas dan fungsinya.

2. Wakil Direktur Umum dan Keuangan, mempunyai tugas membantu Direktur Rumah Sakit dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pelaksanaan administrasi umum, sumber daya manusia, keuangan dan pengembangan rumah sakit.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Wakil Direktur Umum dan Keuangan mempunyai fungsi :

a. Pelaksanaan Penyelenggaraan administrasi umum b. Pelaksanaan Pengelolaan sumber daya manusia c. Pelaksanaan pengelolaan keuangan

d. Pelaksanaan pengelolaan pengembangan rumah sakit

e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(3)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 10 Wakil Direktur Umum dan Keuangan membawahi :

a) Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia b) Bagian Keuangan

c) Bagian Pengembangan

a) Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia mempunyai tugas menyelenggarakan administrasi umum, organisasi dan ketatalaksanaan terhadap seluruh kegiatan di lingkungan rumah sakit serta memberikan pelayanan administrasi kepada Wakil Direktur Umum dan Keuangan dalam rangka pelaksanaan tugasnya.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia mempunyai fungsi :

1. Penyusunan Program dan laporan mengenai kegiatan bagian umum dan sumber daya manusia di lingkungan rumah sakit.

2. Pelaksanaan pengelolaan tata usaha, rumah tangga, perlengkapan dan kepegawaian.

3. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Umum dan Sumber Daya Manusia membawahi : (1) Sub Bagian Umum dan Perlengkapan

(2) Sub Bagian kepegawaian

b) Bagian keuangan mempunyai tugas :

1. Membantu wakil direktur umum dan keuangan dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan rumah sakit.

2. Melaksanakan perbendaharaan, tata usaha keuangan termasuk penyetoran ke kas daerah dan pertanggungjawaban keuangan yang diperoleh dari pelayanan rumah sakit.

(4)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 11 3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai

dengan tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakn tugas sebagaimana dimaksud bagian keuangan mempunyai fungsi :

a. Pengelolaan penerimaan retribusi pelayanan rumah sakit b. Pengelolaan anggaran rumah sakit

c. Pengelolaan pertanggungjawaban keuangan rumah sakit

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bagian Keuangan membawahi : (1) Sub bagian Perbendaharaan (2) Sub bagian Tata usaha keuangan

c) Bagian Pengembangan mempunyai tugas :

1. Membantu Wakil Direktur Umum dan Keuangan dalam pelaksanaan penyusunan program dan anggaran serta evaluasi semua unsur di lingkungan rumah sakit.

2. Mengkoordinasi penyelengaraan perencanaan pengembangan rumah sakit, penyusunan anggaran dan evaluasi laporan rumah sakit.

3. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud Bagian pengembangan mempunyai fungsi :

a. Penyusunan perencanaan pengembangan rumah sakit b. Penyusunan perencanaan anggaran rumah sakit c. Penyusunan evaluasi dan laporan rumah sakit

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

(5)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 12 Bagian Pengembangan membawahi :

(1) Sub bagian Penyusunan Program dan Anggaran (2) Sub bagian Evaluasi dan Pelaporan

3. Wakil Direktur Medik dan Keperawatan, mempunyai tugas membantu Direktur dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pelayanan medik Penunjang medik dan keperawatan.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Wakil Direktur Medik dan Keperawatan mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan penyelenggaraan pelayanan medis rumah sakit. 2. Pelaksanaan penyelenggaraan penunjang medis rumah sakit 3. Pelaksanaan penyelenggaraan Keperawatan

4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Wakil Direktur Medik dan Keperawatan membawahi : a) Bidang pelayanan medik

b) Bidang Penunjang Medik c) Bidang Keperawatan

a) Bidang Pelayanan Medik mempunyai tugas :

1. Membantu Wakil Direktur Medik dan Keperawatan dalam pelayanan medik oleh unit pelaksana fungsional.

2. Mengkoordinir pelaksanaan pelayanan medik di rumah sakit.

3. Merencanakan kegiatan untuk meningkatkan cakupan pelayanan medik.

4. Membuat laporan hasil kegiatan bidang pelayanan medik kepada Direktur Rumah sakit.

5. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya

(6)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 13 Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang pelayanan medik mempunyai fungsi :

a. Mengkoordinasikan seluruh kebutuhan unit pelaksana fungsional yang secara langsung atau tidak langsung memperlancar kegiatan pelayanan medik.

b. Menilai pelaksanaan tugas bawahannya.

c. Membuat rencana kebutuhan bidang pelayanan medik. d. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan

sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Bidang pelayanan medik membawahi :

(1) Seksi pelayanan medik umum dan khusus (2) Seksi pengembangan pelayanan medik

b) Bidang penunjang medik mempunyai tugas Membantu Wakil Direktur Medik dan Keperawatan dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan bidang penunjang medik.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bidang penunjang medik mempunyai fungsi pengkoordinasian seluruh kegiatan dan kebutuhan instalasi yang secara langsung dan tidak langsung memperlancar kegiatan penunjang medik.

Bidang penunjang medik membawahi : (1) Seksi laboratorium dan farmasi (2) Seksi gizi dan sarana prasarana

c) Bidang keperawatan mempunyai tugas :

1. Membantu Wakil Direktur Medik dan Keperawatan dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan bidang keperawatan.

2. Mengatur serta mengendalikan kegiatan pelayanan keperawatan di rumah sakit.

(7)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 14 3. Memberikan pengarahan dan bimbingan terhadap

pelaksanaan asuhan keperawatan secara menyeluruh. 4. Melakukan penilaian terhadap kinerja tenaga

keperawatan(sesuai dengan kebijakan rumah sakit ). 5. Mengkoordinasikan perencanaan,penggunaan dan

pengawasan logistik keperawatan.

6. Memberi saran dan pertimbangan kepada atasan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.

7. Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud bidang Keperawatan mempunyai fungsi :

a. Melaksanakan fungsi perencanaan meliputi :

 Menyusun falsafah dan tujuan yang diselaraskan dengan falsafah dan tujuan rumah sakit.

b. Menyusun program bersama-sama dengan kepala seksi dan kepala ruangan yang meliputi :

 Rencana kebutuhan tenaga keperawatan  Program pengembangan staf keperawatan  Program orientasi

c. Menyusun jadwal rapat koordinasi dengan kepala seksi dan kepala ruangan.

d. Menyusun program mutasi tenaga keperawatan baik pelaksana maupun pengelola, koordinasi dengan kepala instalasi terkait, untuk diajukan ke wakil Direktur / Direktur.

e. Menyusun rencana penempatan tenaga keperawatan sesuai kebutuhan.

f. Menyusun rencana kebutuhan peralatan keperawatan sesuai kebutuhan pelayanan baik jumlah dan jenis alat, koordinasi dengan kepala seksi asuhan keperawatan /

(8)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 15 kepala instalasi terkait (alat tenun,alat rumah tangga dan alat keperawatan lainnya).

g. Menyusun rencana pengembangan system pencatatan dan pelaporan asuhan keperawatan (askep) yang tepat sesuai kondisi rumah sakit.

h. Menyusun rencana pengembangan pelayanan rumah sakit.

i. Menyusun program pengedalian mutu pelayanan /asuhan keperawatan di rumah sakit dan berperan serta menyusun peraturan / tata tertib pelayanan rumah sakit. j. Menyusun standar, prosedur tetap / standar operasional prosedur(SOP) pelayan mutu, meliputi SOP ketenagaan, peralatan dan lain-lain, koordinasi dengan kepala seksi /kepala bagian / kepala instalasi terkait.

Bidang Keperawatan membawahi : (1) Seksi Asuhan keperawatan (2) Seksi Logistik

(9)
(10)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 17 2.2 Sumber Daya RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan

2.2.1 Sumber Daya Manusia

Sumberdaya manusia merupakan salah satu unsur penting yang harus dimiliki oleh instansi/badan usaha, karena kinerja para pegawai akan menentukan tingkat kinerja instansi/badan usaha tersebut. RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan, memiliki pegawai sebanyak 390 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Kualifikasi Sumber Daya Manusia RS. Ernaldi Bahar

Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan Jabatan Struktural dan Golongan

No. U r a i a n Jumlah

1. Jabatan Struktural Esselon II 1

Esselon III 8

Esselon IV 12

2 Pejabat yang sudah memenuhi

persyaratan kepangkatan Esselon II 1

Esselon III 8

Esselon IV 12

3 Pejabat Struktural yang telah memenuhi persyaratan Pendidikan

dan Pelatihan Jabatan Struktural Esselon II 1 Esselon III 6 Esselon IV 10 4 PNS 302 Golongan IV 16 Golongan III 200 Golongan II 83 Golongan I 3 5 Honorer 49 6 TKS 39

(11)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 18 Kualifikasi Sumber Daya Manusia

RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Berdasarkan Pendidikan

NO JENIS PENDIDIKAN JUMLAH KET

1 Psikiater 2

2 Spesialis Penyakit Dalam 2

3 Spesialis Kandungan 1

4 Spesialis P.Mata 1

5 Spesialis Kulit dan Kelamin 1

6 Spesialis Saraf 1

7 Dokter Umum 29

8 Dokter Gigi 3

9 Magister Kesehatan Masyarakat 5

10 Magister Adm.Publik 3

11 Magister Kesejahteraan Sosial 1

12 Sarjana Administrasi 5 Honor 1

13 Sarjana Kesehatan Masyarakat 33 TKS 1, Honor 2

14 Sarjana Ekonomi 7 Honor 2, TKS 1

15 Sarjana Komputer/Sistem Informasi 6 Honor 2, TKS 1

16 Psikolog 5

17 Sarjana Pertanian 1

18 Sarjana Psikologi 3 Honor 1, TKS 1

19 Sarjana Ilmu Pemerintahan 1 TKS 1

20 Sarjana Pendidikan 1

21 Sarjana Farmasi/Apoteker 3

(12)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 19

NO JENIS PENDIDIKAN JUMLAH KET

23 Sarjana Hukum 1

24 Sarjana Keperawatan 54 TKS 7

25 Sarjana Gizi 2 Honor 1

26 Sarjana Radiografer 1

27 Akademi Keperawatan 55 Honor 9, TKS 6

28 Akademi Keperawatan Gigi 2

29 Akademi Bidan 8 TKS 1

30 Akademi Gizi 7

31 Akademi Farmasi 11 Honor 2

32 Akademi Rekam Medis 2

33 APRO 2

34 AMRO 2 TKS 1

35 AKFI 2

36 Akademi Okupasi Terapi 1 Honor 1

37 Akademi Terapi Wicara 1 Honor 1

38 AMAK 7 Honor 1

39 AKL 7 TKS 3

40 ATEM 1

41 Sarjana Muda Administrasi 2

42 Sarjana Komputer 5 Honor 1, TKS 1

43 DIV Pekerja Sosial 5

44 SPAG 1

45 SMF 7 Honor 1

(13)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 20

NO JENIS PENDIDIKAN JUMLAH KET

47 SMPS 2 48 SPK / SPR”A” / SPR”B” 12 Honor 1 49 D1 Kebidanan 1 50 SPRG 3 51 SMA / SMKK/ 53 Honor 16, TKS 13 52 STM 5 ,TKS 1 53 KPAA 4 54 SMP 6 Honor 2 55 SD 2 Honor 2 TOTAL 390

A. Kapasitas Tempat Tidur

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur No : 445 / 0059 / RSEB / 2013 Tentang Penetapan Kapasitas Tempat Tidur Ruang Rawat Inap RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan, total kapasitas tempat tidur (TT) rumah sakit sebanyak 250 TT. Dari total jumlah tersebut, sebanyak 80% atau 200 TT merupakan tempat tidur yang diperuntukkan bagi pelayanan pasien Kelas III. Sementara sisanya merupakan tempat tidur untuk Kelas II, I dan VIP. Banyaknya jumlah tempat tidur untuk perawatan di Kelas III disebabkan karena sebagian besar pasien Rumah Sakit Ernaldi Bahar merupakan pasien yang ditanggung oleh program Jamsoskes dan Jamkesmas dengan standar pelayanan untuk rawat inap di kelas III.

Adapun rincian tempat tidur untuk pelayanan rawat inap rumah sakit menurut kelas perawatan adalah sebagai berikut :

(14)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 21 Gambar 2.1.

Distribusi Tempat Tidur Rumah Sakit Ernaldi Bahar Menurut Kelas Perawatan Tahun 2013

B. Aset yang dikelola

Aset yang dikelola dalam rangka pemberian pelayanan kesehatan, khususnya kesehatan jiwa mencakup seluruh Aset yang dimiliki oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar, dengan rincian sebagai berikut :

I. Bangunan Utama

(1) Ruang Administrasi (2) Ruang Rawat Jalan :

(a) Klinik tumbuh kembang anak dan remaja (b) Klinik jiwa dewasa

(c) Klinik psikogeriatri

(d) Klinik gangguan mental organik (e) Klinik psikologi

(f) Klinik ketergantungan obat / NAPZA (g) Klinik spesialisasi lain

(15)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 22 2. Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam

3. Poliklinik Spesialis Mata 4. Poliklinik Spesialis Syaraf

5. Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin (3) Ruang Rekam Medik

(4) UGD

(5) Ruang Rawat Inap 250 TT

(6) Ruang Rehabilitasi Mental & Sosial (7) Ruang Radiologi

(8) Ruang Farmasi (9) Ruang Laboratorium

(10) Ruang Komite Medik dan Komite Keperawatan (11) Dapur / Gizi

II. Bangunan Penunjang 1. Ruang Generator Set 2. IPAL

3. Tempat Pembuangan Sampah sementara 4. Gudang Farmasi 5. Gudang Barang 6. Laundry 7. IPSRS / Bengkel 8. Ruang Perpustakaan 9. Ruang Diklat 10. Ruang Pertemuan 11. Tempat ibadah/Masjid III. Peralatan

1) Instalasi Gawat Darurat (a) Diagnostik Set (b) Alat fiksasi (c) Tabung Oxygen

(16)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 23 (d) Minor Surgery Set

(e) Sterilisator (f) Vacuum Suction (g) Defribrilator (h) Resusitasi Set (i) Electrocardiography 2) Instalasi Rawat Jalan

(a) ECG (b) ECT Kit

(c) Perlengkapan diagnostik (d) Peralatan Fisioterapi (e) EEG Brain mapping 3) Alat Diagnostik (a) Psikometri (b) Psikodiagnostik 4) Elektromedik (a) EKG (b) EEG

(c) EEG Brain mapping 5) Instalasi Rawat Inap

(a) Suction (b) Sterilizator

(c) Electronic Convulsion Therapy (ECT) 6) Instalasi Radiologi

X-Ray

7) Instalasi Laboratorium Peralatan Canggih :

(a) Automatic Haematology Analyzer (b) Automatic Blood Chemistry Analyzer (c) ELISA automatic / semiautomatic Analyzer (d) Drug Monitor

(17)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 24 Peralatan Sedang :

(a) Binocular Microscope (b) Sentrifuge

(c) Autoclave

Peralatan Sederhana : (a) Rak dan Tabung LED (b) Haemotology Cell Counter

(c) Hb meter + Pipet eritrosit + pipet leukosit + bilik kantong

(d) Glucose meter 8) Ruang Isolasi Jiwa

APD untuk petugas kesehatan :

Masker, Sepatu Boots, Gaun / Sarung tangan / Kaos kaki disposable, Kaca mata goggles, tutup wajah, apron). Peralatan untuk pasien :

(a) Termometer (b) Stetoscope (c) Sphygmomanometer (d) Tourniquet (e) IV Set (f) Pole (g) Basin (h) Mobile Screen (i) Bedpan (j) Bed linen

9) Instalasi Rehabilitasi Medik (a) Exercises Treadmill (b) Static Bicycle / Ergocycle (c) Shortwave Diathermy (d) Infrared

(18)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 25 (e) Nebulizer

10) Instalasi Rehabilitasi Mental

(a) Alat Olah Raga (e) Alat Pertukangan (b) Alat Musik (f) Alat Melukis

(c) Alat Tata Boga (g) Alat Pertamanan / Pertanian (d) Alat Tata Busana (h) Alat Perikanan

2.3 Kinerja Pelayanan RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan

Pada pertengahan tahun 2012 Rumah Sakit Ernaldi Bahar pindah dari lokasi yang lama ke lokasi baru dan menempati bangunan gedung baru. Penempatan gedung baru dengan luas bangunannya mencapai lebih dari 28.000 meter persegi dengan luas lahan mencapai 100.300 meter persegi. Dengan sarana yang ada ini sangat memungkinkan bagi rumah sakit untuk melakukan pengembangan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Rumah Sakit Ernaldi Bahar mempunyai beberapa jenis pelayanan, antara lain:

1. Pelayanan Penyakit Jiwa 2. Pelayanan Penyakit Dalam 3. Pelayanan Penyakit Syaraf

4. Pelayanan Penyakit Kulit dan kelamin 5. Penunjang Elektromedik

6. Pelayanan Rehabilitasi Medik 7. Pelayanan Unit Psikologi 8. Pelayanan Poliklinik Gigi

Dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat, saat ini Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar mempunyai produk layanan kesehatan berupa : Pelayanan Rawat Jalan (Poli Gigi, Poli Umum,), Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Rawat Inap (Rawat inap VIP, Kelas I, Kelas II, Kelas III) Pelayanan Penunjang (Instalasi Farmasi, Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi, Gizi, dan Laundry), Psikologi, Rehabilitasi Mental,

(19)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 26 kegiatan Ekstra Mural dan Pelayanan Administrasi (Administrasi Keuangan dan Administrasi Rekam Medis). Saat ini Rumah Sakit Jiwa Ernaldi Bahar juga melayani pasien dengan ketergantungan Napza (Narkotika dan zat addiktif lainnya) dengan dual dianogsis (gangguan jiwa dan ketergantungan Napza). Dengan semakin meningkatnya penggunan Napza, terutama dikalangan remaja dan usia produktif, maka layanan Napza di Rumah Sakit Ernaldi Bahar termasuk layanan unggulan yang akan terus ditingkatkan, sebagai upaya untuk penanggulangan penggunaan Napza tersebut.

Cakupan Pasien Rumah Sakit Ernaldi Bahar sampai saat ini menjangkau tidak hanya masyarakat di Kota Palembang dan Provinsi Sumatera Selatan saja, tetapi juga menjangkau pasien dari Provinsi lain, yaitu Provinsi Jambi, Bengkulu dan Lampung.

Adapun kinerja pelayanan kesehatan Rumah Sakit Ernaldi Bahar dalam tahun terakhir dapat dilihat sebagai berikut :

2.3.1 Kunjungan Pasien Rawat Jalan

Kunjungan pasien rawat jalan sepanjang tahun 2013 mencapai 37.644 kunjungan. Pasien rawat jalan merupakan pasien rumah sakit yang memanfaatkan pelayanan pada poli-poli pelayanan rawat jalan yang ada di rumah sakit. Sebagian besar pasien yang datang mendapatkan pelayanan rawat jalan merupakan pasien yang ditanggung oleh program Jamsoskes Sumsel Semesta dan Jamkesmas, dimana persentasenya mencapai lebih dari 75% dari total seluruh pasien rumah sakit. Dari trend kunjungan rawat jalan tersebut, terlihat adanya peningkatan jumlah pasien yang ditanggung oleh program BPJS, seiring dengan meningkatnya jumlah kepesertaan masyarakat dalam BPJS.

Rincian pasien rawat jalan yang datang ke rumah sakit pada tahun 2013 menurut kelompok pembiayaannya adalah sebagai berikut :

(20)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 27 Tabel 2.1

Distribusi Kunjungan Pasien Rawat Jalan Poliklinik per jenis pasien Tahun 2013

Bulan Jumlah pasien Total

umum Jamkesmas Jamsoskes Askes

Januari 898 1033 1420 211 3562 Pebruari 741 968 1252 204 3165 Maret 836 949 1376 232 3393 April 1508 468 1783 218 3977 Mei 916 487 1883 213 3499 Juni 746 483 1755 223 3207 Juli 765 543 1914 242 3464 Agustus 764 476 1643 246 3129 September 866 478 1747 243 3334 Oktober 846 535 1878 261 3520 Nopember 762 576 1786 270 3394 Desember 849 599 1915 246 3609 Jumlah 10497 7595 20352 2809 37644

Sumber : Rekam Medik

2.3.2 Kunjungan Pasien Rawat Inap

Kunjungan rawat inap pada Rumah Sakit Ernaldi Bahar pada tahun 2013 seluruhnya merupakan pasien jiwa. Total pasien yang mendapatkan pelayanan rawat inap tahun 2013 sebanyak 5.550 orang. Untuk rencana pengembangan rumah sakit, terutama dengan status Rumah Sakit Ernaldi Bahar yang sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), maka akan dikembangkan pelayanan rawat inap bagi pasien umum, sesuai dengan ketersediaan tenaga medis yang ada di rumah sakit.

(21)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 28 Tabel 2.2

Kunjungan Pasien Rawat Inap per jenis Pasien Tahun 2013

umum Jamkesmas Jamsoskes Askes

Januari 167 120 196 8 491 Pebruari 151 114 188 5 458 Maret 160 128 210 12 510 April 124 87 214 6 431 Mei 146 80 195 3 424 Juni 130 81 221 18 450 Juli 131 89 215 19 454 Agustus 148 88 210 5 451 September 143 104 207 6 460 Oktober 150 129 213 2 494 Nopember 144 106 169 14 433 Desember 141 114 227 12 494 Jumlah 1735 1240 2465 110 5550 Jenis Pasien Bulan Total

Sumber : Rekam Medik

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa kunjungan pasien rawat inap rata-rata perbulan mencapai 463 orang dan sebesar 66,75% adalah pasien yang berobat gratis.

a. Pencapaiaan Indikator Pelayanan Rawat Inap RS. Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2011 – 2013.

Tingkat keberhasilan dan gambaran tentang keadaan pelayanan di rumah sakit, khususnya pelayanan rawat inap dapat dilihat dari berbagai segi, diantaranya tingkat pemanfaatan sarana pelayanan, mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan melalui beberapa indikator pelayanan seperti BOR,LOS,TOI, BTO,NDR dan GDR. Untuk melihat capaian indikator kinerja Rumah Sakit Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2011 - 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah.

(22)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 29 Tabel 2.3

Capaian Indikator Pelayanan Rawat Inap

RS.Ernaldi Bahar Provinsi Sumatera Selatan tahun 2011 - 2013

2011

2012

2013

1 Bed Occupancy Rate (BOR)

93,71

85,89

61,64 85% - 100%

2 Average Length of Stay (Av LOS )

35

30

31

30 - 52 hari

3 Bed Turn Over (BTO)

11,46

11,11

13,11 10 - 11

4 Turn Over Interval (TOI)

-2,01

-5,27

-19,28 1 - 3

5 Net Death Rate (NDR)

3

0,03

0,02

6 Gross Death Rate ( GDR)

-

-

2

NO

INDIKATOR PELAYANAN

PENCAPAIAAN INDIKATOR

IDEAL

Dari tabel diatas, maka dapat dijelaskan capaian kinerja rumah sakit sebagai berikut :

1. Tingkat capaian BOR (Bed Occupancy Rate) atau rata-rata tempat tidur terisi pada tahun 2012 terealisasi 85,89% dan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2011 telah terjadi peningkatan sebesar 7,28%. Target BOR pada tahun 2013 diharapkan mencapai 85% tetapi kenyataannya mengalami penurunan dan hanya mencapai 61,64%, yang disebabkan karena adanya penambahan kapasitas tempat tidur. Tahun 2012 kapasitas tempat tidur baru mencapai 215 TT dan pada tahun 2013 kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 388 TT, dimana terdapat penambahan 173 tempat tidur. Dari BOR sebesar 61,64% tersebut, sebanyak 66,75% adalah merupakan pasien berobat gratis dari Program Jamsoskes Sumsel Semesta. Usaha-usaha rumah sakit dalam mencapai target BOR tahun 2013 diantaranya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang kenyamanan dan kepercayaan masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan di RS Ernaldi Bahar.

2. Tingkat capai BTO (Bed Turn Over) pada tahun 2013 ditargetkan 10 kali pertahun dan RS Ernaldi Bahar telah mampu melampaui target yang diharapkan, yaitu mencapai 13,11 kali. Rumah Sakit Ernaldi Bahar akan

(23)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 30 terus melakukan perbaikan dan terus meningkatkan pelayanan yang ada di RS Ernaldi Bahar.

3. Tingkat capaian untuk TOI (Turn Over Interval) pada tahun 2013 ditargetkan antara 1 - 3 hari, tetapi kenyataannya mencapai -19,28. Artinya tempat tidur Rumah Sakit Ernaldi Bahar tidak sempat kosong dan selalu terisi penuh, terutama untuk perawatan di Kelas III. Ini disebabkan karena sebagain besar pasien yang dirawat inap merupakan pasien Jamsoskes dan Jamkesmas serta masyarakat lebih memilih untuk menggunakan perawatan Kelas III. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi ini salah satunya adalah dengan menambah tempat tidu khusus untuk kelas III.

4. Tingkat capai NDR (Nett Death rate) pada tahun 2013 ditargetkan 0 orang pertahun, pada tahun 2013 RS Ernaldi Bahar belum mampu mencapai target tersebut, dimana nilai NDR sebesar 0,02. Artinya selama tahun 2013 terdapat pasien yang meninggal dunia sebanyak 7 orang, dimana sebagian besar disebabkan karena bunuh diri. Dengan hasil capaian ini RS Ernaldi Bahar akan lebih memperketat pendiagnosaan terhadap pasien yang dirawat RS Ernaldi Bahar dan meningkatkan upaya-upaya antisipasi sehingga pasien tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri dan orang lain.

5. Tingkat capai LOS (Length Of Stay) atau rata-rata lama pasien dirawat di rumah sakit pada tahun 2013 ditargetkan selama 30 hari. Realisasi capaian kinerja rumah sakit untuk indikator ini pada tahun 2013 selama 31 hari, artinya capaian kinerja ini masih termasuk kategori ideal dalam hal lama hari perawatan pasien, khususnya untuk pasien jiwa.

6. Pencapaian kunjungan pasien UGD selama tahun 2013 sebanyak 3.444 kunjungan. Untuk layanan UGD ini, Rumah Sakit Ernaldi Bahar menerima seluruh pasien yang membutuhkan pelayanan UGD, tidak hanya untuk pasien jiwa saja.

(24)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 31 Tabel 2.4

Data Kunjungan Pasien UGD per Jenis Pasien Tahun 2013

umum

Jamkesmas

Jamsoskes

Askes

Januari

157

52

124

15

348

Pebruari

117

52

92

15

276

Maret

152

41

105

15

313

April

123

24

98

4

249

Mei

142

34

117

17

310

Juni

133

26

106

7

272

Juli

126

33

104

8

271

Agustus

150

39

116

12

317

September

117

43

91

10

261

Oktober

118

47

87

16

268

Nopember

124

29

93

8

254

Desember

124

38

132

11

305

Jumlah

1583

458

1265

138

3444

Bulan

Jenis Pasien

Total

Sumber : Rekam Medik 2.3.3 Pelayanan Penunjang Medik

a. Pelayanan Laboratorium

Salah satu layanan penunjang medik yang dilaksanakan oleh Rumah Sakit Ernaldi Bahar adalah pelayanan pemeriksaan laboratorium. Layanan pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang medik sangat dibutuhkan, terutama untuk menunjang kepastian diagnosa pasien.

Adapun jumlah pelayanan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan sepanjang tahun 2013 berdasarkan jenis kunjungan dan jenis pemeriksaan dapat dapat dilihat pada tabel berikut ini :

(25)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 32 Tabel 2.5

Jumlah Kunjungan Laboratorium Rawat inap dan Rawat jalan per jenis pasien periode Januari s/d Desember Tahun 2013

Tabel 2.6

Jumlah Pemeriksaan Laboratorium pasien Rawat inap dan Rawat jalan berdasarkan Jenis Pemeriksaan Laboratorium

periode januari s/d Desember Tahun 2013 Bulan Kimia

Gula

Darah Hematologi Serologi Urine Narkotika total

Januari 1.155 248 1.640 0 80 116 3.123 Februari 1.329 252 1.650 0 290 91 3.521 Maret 1319 254 1.568 0 200 126 3.341 April 1087 206 1396 0 190 343 2.879 Mei 1305 252 1589 0 320 67 3.466 Juni 1334 274 1248 0 150 93 3.006 Juli 1091 214 1425 0 55 116 2.785 Agustus 1656 272 1918 0 100 103 3.946 September 1401 253 3017 0 60 89 4.731 Oktober 1465 296 1554 0 260 93 3.575 November 1211 325 1376 0 163 0 3.075 Desember 1253 253 1361 0 220 77 3.087 TOTAL 15.606 3.099 19.742 0 2088 1314 40.535

umum askes Jamkesmas Jamsoskes umum askes Jamkesmas Jamsoskes

Januari 117 1 62 35 19 61 3 0 Pebruari 100 7 33 86 20 47 4 3 Maret 120 5 36 87 21 37 1 6 April 102 4 10 96 91 36 0 10 Mei 97 8 27 89 12 34 21 11 Juni 93 5 23 90 11 25 4 4 Juli 105 15 28 89 39 29 8 4 Agustus 121 4 37 92 11 33 0 4 September 95 2 35 74 23 74 1 6 Oktober 118 5 46 98 11 45 0 1 Nopember 90 2 32 69 22 49 0 1 Desember 96 6 24 90 6 51 1 1 Bulan

Rawat Inap Rawat Jalan

(26)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 33 b. Pelayanan Radiologi

Pelayanan pada unit radiologi rumah sakit dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan, dimana selama tahun 2013 telah dilakukan sebanyak 393 tindakan radiologi.

Tabel 2.7

Kunjungan Pelayanan Radiologi Berdasarkan Jenis Pelayanan Tahun 2013

umum

askes

jamkesmas

jamsoskes

Januari

20

13

1

4

Pebruari

31

8

1

2

Maret

6

11

5

5

April

4

11

1

5

Mei

15

21

0

4

Juni

3

6

0

2

Juli

2

1

3

2

Agustus

5

6

1

0

September

6

10

7

13

Oktober

39

11

19

21

Nopember

19

11

1

12

Desember

18

4

1

2

Jumlah

168

113

40

72

Bulan

Jumlah Kunjungan

Jenis Pelayanan

38

42

27

90

43

25

393

21

40

11

8

12

36

Sumber : Rekam Medik

c. Pelayanan Fisioterapi

Pelayanan pada unit fisioterapi dilihat dari perkembangannya semakin tahun menunjukan peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2013, jumlah kunjungan pada unit pelayanan fisioterapi sebesar 482 orang, yang terdiri dari kunjungan umum 17 Orang, jamkesmas 116 orang, Jamsoskes 108 orang dan askes 241 orang.

(27)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 34 Tabel 2.8

Tindakan Pelayanan Fisiotrapi berdasarkan Jenis Pelayanan Tahun 2013

Bulan umum askes jamkesmas jamsoskes total

Januari 0 2 5 29 36 Februari 0 13 36 0 49 Maret 0 0 29 0 29 April 1 9 0 0 10 Mei 0 26 15 0 41 Juni 0 10 13 21 44 Juli 2 6 5 18 31 Agustus 4 5 0 26 35 September 3 63 0 5 71 Oktober 3 44 6 4 57 November 2 30 7 5 44 Desember 2 33 0 0 35 TOTAL 17 241 116 108 482

(28)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 35 Tabel 2.9

Capaian Kinerja RS. Ernaldi Bahar Tahun 2009 – 2013

NO

Kegiatan

/Aktivitas indikator kinerja satuan 2009 2010 2011 2012 2013

1 Rawat Inap 1. BOR % 81,06 90,87 93,71 85,89 61,64

2. BTO kali 1,22 1,22 11,46 11,11 13,11 3. LOS Hr 37 31 35 30 31 4. TOI Hr -6,80 -2.84 -2,01 -5,27 -19,28 5. GDR % 4,12 1,59 1,62 2,97 2,48 6. NDR % 1.00 1.00 0.02 3 0.02 7. jmlh hr rwt inap Hr 37 31 35 30 31

8. jmlh pasien di rawat per

thn or 1.376 1.530 1.589 2.496 1.847

9. jmlh pasien narkoba or 412 412 424 305 366

(29)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 36

11. Pasien meninggal or 9 4 3 5 7

2 Rawat jalan

a. Rata-rata kunjungan

perhari or 122 202 127 123 137

b. Jlh kunjungan per tahun or 36.081 35.157 38.838 37.537 41.208

c. Psikologi or 556 669 645 532 1267 d. Fisioterapi or 1.626 1.756 871 221 250 e. EKG or 393 200 381 f. ECT or 19 7 3 g. Lab or 3993 3117 3079 3398 3628 h. Radiologi or 923 848 528 395 764 i. Poli gigi or 1341 1591 1556 1097 1608 j.Pasien narkoba or 412 412 424 305 366 k. UGD or 2532 2922 3412 3432 3431 i. Pasien gakin or 617 465 439 387 183

(30)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 37 2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan RS. Ernaldi Bahar

Provinsi Sumatera Selatan

Undang-undang nomor 20 Tahun 2003, PP Nomor 38 Tahun 2007 dan PP Nomor 41 Tahun 2007 tentang organisasi perangkat daerah secara umum merubah paradigma desentralisasi kesehatan nasional dengan adanya tuntutan pembaharuan. Tuntutan tersebut menyangkut pembaharuan sistem kesehatan didaerah dan dipusat, diantaranya dinas kesehatan semakin berkembang menjadi lembaga pemerintah disektor kesehatan yang mempunyai banyak fungsi yakni 91) sebagai pelaksana kegiatan, (2) sebagai lembaga yang menyusun kebijakan dan peraturan didaerah berdasar standar nasional, memastikan aturan dijalankan, dan (3) membiayai pelayanan kesehatan. Rumah sakit pemerintah semakin tegas didorong menjadi lembaga pelayanan non-birokratis. Rumah sakit pemerintah menjadi lembaga pelayanan yang bersifat tidak mencari untung, dalam sistem Badan layanan Umum (BLU).

PP nomor 23 Tahun 2005 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum dan PERMENDAGRI Nomor 61 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum daerah, dimana PP tersebut memberikan keleluasaan terhadap badan Layanan Umum Daerah untuk mengelola keuangan secara mandiri dan fleksibel dengan menonjolkan produktifitas, efisiensi dan efektifitas.

Secara umum PP dan PERMENDAGRI tersebut menimbulkan peluang sekaligus tantangan bagi Rumah Sakit Ernaldi Bahar, karena untuk dapat mengelola keuangan sesuai PPK-BLUD, RS. Ernaldi Bahar harus mampu meningkatkan kinerjanya baik dalam aspek pelayanan, administrasi, sumber daya keuangan maupun sarana dan prasarana.

Semakin meningkatnya kesadaran bahwa gangguan jiwa memberikan dampak negatif yang luar biasa serta menimbulkan kehilangan waktu produktif yang tinggi merupakan alasan penting yang menyebabkan semakin pedulinya pemerintah terhadap kesehatan jiwa. Disamping itu dengan semakin meningkatnya penggunaan NAPZA (narkotika dan zat adiktif lainnya) yang berdampak terhadap kesehatan jiwa sangat dirasakan pada

(31)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 38 saat ini, sehingga kesehatan jiwa merupakan isu lintas sektor yang penting antara kesehatan dan pembangunan.

Berdasarkan isu-isu yang berkembang di masyarakat dan pengamatan terhadap lingkungan strategis, dapat diidentifikasikan kondisi internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman). Identifikasi atas keempat aspek positif dan negatif organisasi tersebut akan membantu pemerintah khususnya Rumah Sakit Ernaldi Bahar dalam menentukan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan yang akan diambil dalam pencapaian Misi dan Visi organisasi.

Analisis lingkungan internal Rumah Sakit Ernaldi Bahar memperhatikan unsur-unsur keuatan dan kelemahan dan analisis lingkungan eksternal memperhatikan unsur-unsur peluang dan ancaman sebagai berikut:

2.4.1 Kekuatan

1 Satu-satunya Rumah Sakit Jiwa di Provinsi Sumatera Selatan, dengan jumlah populasi yang dilayani mencapai 8 juta jiwa serta melayani juga rujukan dari wilayah provinsi tetangga yang ada disekitar Provinsi Sumatera Selatan.

2 Memiliki SDM di bagian pelayanan yang handal dan profesional, terutama dengan tersedianya tenaga medis yang berkualitas. 3 Perkembangan pertumbuhan penerimaan pendapatan rumah

sakit dari tahun ke tahun cenderung meningkat sebagai dampak dari peningkatan layanan rumah sakit oleh masyarakat.

4 Area/lahan rumah sakit yang cukup luas sehingga memungkinkan untuk melakukan pengembangan layanan rumah sakit.

5 Lokasi yang strategis terletak di ibukota provinsi, pusat rujukan kesehatan jiwa di Provinsi Sumatera Selatan.

6 Memiliki gedung yang representatif, tempat parkir luas, tersedianya fasilitas umum seperti mushola, kantin.

7 Tersedianya pelayanan medis umum dan spesialis untuk rawat jalan.

(32)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 39 2.4.2 Kelemahan

1. Masih terdapatnya kekurangan SDM kesehatan, terutama untuk tenaga psikiater dan paramedis.

2. Masih dihadapinya keterbatasan anggaran/dana terutama untuk biaya investasi rumah sakit dimana masih sangat dibutuhkan penambahan alat-alat kesehatan/medis untuk menunjang pelayanan rumah sakit.

3. Sarana dan prasarana rumah sakit yang belum sesuai standar untuk pelayanan rumah sakit jiwa.

4. Kurangnya kepedulian pegawai terhadap budaya Kerja, Budaya Tertib, Budaya Bersih dan Budaya Malu.

5. Uraian tugas perorangan belum berjalan sebagaimana yang diharapkan.

6. Koordinasi antar bagian dan unit kurang optimal.

7. Masih lemahnya kegiatan pemasaran menjadikan masyarakat tidak mengetahui secara menyeluruh perkembangan dan kemajuan pelayanan rumah sakit.

8. Belum semua karyawan memahami perubahan rumah sakit sebagai BLUD menjadikan nilai dan budaya organisasi sebagai dasar dalam memberikan pelayanan.

9. Jumlah kamar dan fasilitas kelas 3(tiga) yang kurang mengantisipasi semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat kurang mampu akan pelayanan rumah sakit.

2.4.3 Peluang

1. Terjadinya peningkatan kasus/penyakit jiwa dari tahun ke tahun, dimana dari estimasi WHO diperkirakan 1 dari 4 orang akan mengalami gangguan jiwa.

2. Kesadaran masyarakat terhadap penanganan penyakit jiwa yang terus meningkat.

3. Meningkatnya penggunaan NAPZA, terutama pada kalangan remaja dan usia produktif yang berdampak terhadap kesehatan jiwa pengguna, perlu mendapatkan perhatian dan penanganan

(33)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 40 khusus terutama untuk memutus mata rantai ketergantungan terhadap zat adiktif dan kondisi jiwa/mental pengguna tersebut. 4. Adanya program berobat gratis, baik yang dilaksanakan oleh

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Jamsoskes Sumsel Semesta) dan program Jamkesmas dari Kementrian Kesehatan RI sehingga meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

5. Adanya kebijakan tentang kepastian penjaminan pembiayaan bagi pasien gakin yang mendapat pelayanan di rumah sakit, terkait dengan adanya program berobat gratis tersebut.

6. Terbentuknya PPK-BLUD merupakan peluang RS Ernaldi Bahar untuk lebih fleksibel dalam perencanaan kebutuhan dan pemanfaatan dana operasional rumah sakit.

7. Semakin meningkatnya institusi pendidikan kesehatan yang melakukan penelitian dan magang di rumah sakit sehingga dapat digunakan untuk peningkatan peran rumah sakit sebagai tempat pendidikan dan pelatihan.

8. Adanya komitmen Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan terhadap pentingnya kesehatan jiwa yang masuk dalam program RPJMD Provinsi Sumatera Selatan tahun 2013 – 2018 sebagai bentuk peningkatan pemahaman bahwa dampak gangguan jiwa terus meningkat.

2.4.4 Ancaman

1. Makin terbatasnya anggaran subsidi dari pemerintah untuk biaya operasional dan belanja modal yang cenderung turun dari tahun ke tahun.

2. Masih berkembangnya ditengah masyarakat tentang pengobatan alternatif untuk penyakit jiwa serta kepercayaan masyarakat terhadap penyakit jiwa dan rasa malu jika ada keluarga yang menderita gangguan jiwa yang mengakibatkan rumah sakit kesulitan untuk mengembalikan pasien gangguan jiwa yang sudah sembuh ke keleuarga mereka.

(34)

Renstra RS. Ernaldi Bahar Tahun 2013-2018 41 3. Kepercayaan masyarakat golongan menengah ke atas masih kurang untuk datang berobat terutama ke rumah sakit pemerintah.

4. Masih adanya stigma negatif masyarakat terhadap Rumah Sakit Jiwa, dimana sebenarnya pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit tidak hanya untuk pasien yang menderita gangguan jiwa.

(35)

Referensi

Dokumen terkait

e) Melaksanakan, menyiapkan jadwal dinas perawat, rujukan program tetap, prosedur kerja, petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis serta pelayanan kesehatan jiwa masyarakat sesuai..

Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan ilmu yang terkait dengan kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan

sebagai sarana untuk memberikan pelayanan rumah sakit. 2) Adanya software open source sehingga menyebabkan berkurangnya dana terhadap penyediaan software yang di

Penggunaan CTL dan modul Asuhan Keperawatan Jiwa dapat meningkatkan pembelajaran Keperawatan Jiwa, hal ini terbukti dari hasil Keterlaksanaan RPP oleh dosen,

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadikan bahan masukan dan perbaikan bagi fasilitas pelayanan kesehatan utamanya dalam pelaksanaan peningkatan mutu

Jumlah masyarakat yang dilayani sesuai standar pelayanan pada tahun 2014 ini tentunya dapat menunjukkan bahwa meningkatnya penggunaan fasilitas kesehatan jiwa dan

(2) Penyediaan laboratorium kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan berdasarkan pemetaan daerah dengan mempertimbangkan jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan

Penyelenggaraan Rumah Sakit Gigi dan Mulut bertujuan menyediakan sarana untuk meningkatkan mutu pelayanan, pendidikan, penelitian di bidang kesehatan gigi dan mulut dari tingkat