Satu Saja Yang Diperlukan

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

B

A

N

G

K

IT

D

A

N

J

A

D

IL

A

H

T

E

R

A

N

G

- N

O

. 1/V

O

L

. 12/2012

B

agaimana bila seseorang bertanya:

“Apa yang anda perlukan dalam hidup ini?” Anda mungkin saja memberikan daftar keperluan berdasarkan priori-tas. Bagaimanapun kondisi ekonomi anda, pasti anda masih memerlukan (atau menginginkan) sesuatu dalam hidup ini. Itu adalah hal yang wajar. Biasanya kebutuhan utama kita bersifat material.

Tidak ada yang salah dengan keperluan material kita di dunia ini. Kita semua membu-tuhkannya. Jika kita mengakui bahwa kita ada-lah anak Raja, anak Tuhan dan warganegara Kerajaan Allah, sudah seharusnya semua keper-luan hidup kita tercukupi bahkan berlebih untuk dapat terlibat dalam perbuatan baik.

Tuhan menyebut kita, yang mengakui Yesus sebagai Tuhan, sebagai orang yang diberkati! Menurut Alkitab diberkati artinya ‘diberi kuasa untuk menjadi makmur’! Dengan kata lain, anda dan saya, adalah orang yang memiliki kuasa untuk menjadi makmur! Luar biasa!

Pengakuan kita bahwa Yesus adalah Tuhan

membuat kita memiliki kuasa untuk menjadi makmur. Artinya kita memiliki potensi untuk bebas dari kekurangan, kemiskinan, serta hu-tang. Mengapa? Karena kelahiran baru membuat kita dilepaskan dari kerajaan gelap ke dalam Kerajaan Terang, Kerajaan AnakNya yang kekasih (Kolose 1:13). Artinya kita adalah orang yang sungguh-sungguh merdeka (Yohanes 8:36).

Kuasa kita untuk menjadi makmur harus dikembangkan. Kita tidak sekejap hidup mak-mur dan kemakmak-muran tidak datang begitu sa-ja. Akan tetapi itu adalah langkah awal dari hidup berkemenangan. Selanjutnya anda dan saya harus bertumbuh dewasa dan mencari tahu rahasia Kerajaan Allah agar bisa memprak-tekkan kuasa untuk makmur sehingga meng-ubah kehidupanmu di dunia ini. Kita perlu menyamakan pikiran kita dengan pikiran Allah Bapa. Kita perlu tahu apa kehendakNya yang baik dan sempurna bagi kita.

B

EDA

P

IKIRAN

Mari kita simak pembicaraan Yesus dengan

Satu Saja Yang Diperlukan

Satu Saja Yang Diperlukan

(2)

B

Menomorsatukan Firman dalam hidup kita

pasti

membawa perbaikan hidup.

kedua kakak beradik, Marta dan Maria di Lukas 10:38-42: ” Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta mene-rima Dia dirumahnya. Saudarinya yang bernama Maria memilih duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataanNya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya: “Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

Saya mau anda perhatikan ayat demi ayat apa yang terjadi di dalam rumah itu. Begitu Yesus dan rombongan memasuki rumah mere-ka, dari awal Maria telah mengambil keputusan untuk duduk dekat kaki Yesus dan terus mende-ngarkan perkataanNya. Maria tidak terganggu dengan kondisi sekelilingnya, dia fokus kepada Yesus tanpa perasaan bersalah karena tidak Marta di dapur.

Diperkirakan pada saat itu rombongan yang bersama Yesus ada sekitar 82 orang. Bayangkan kesibukan Marta di dapur dengan kondisi saat itu yang belum ada peralatan moderen seperti microwave, kompor gas dll. Hiruk pikuk di dapur sama sekali tidak membuat Maria beralih perhatiannya dari Yesus. Maria benar-benar membuat keputusan bulat untuk konsentrasi penuh mendengarkan pengajaran Yesus.

Sementara Marta dari awal memutuskan bahwa dia akan menjadi tuan rumah yang baik dengan melayani Yesus dan rombongannya. Maria dan Marta mengambil keputusan

sendiri-sendiri. Mereka tidak berembuk dan membagi tugas. Bagaimana saya tahu? Lihat reaksi Marta dan perkataannya kepada Yesus di ayat 40.

Pertama, Marta telah menuduh Yesus tidak peduli kepadanya! Itu membuktikan Marta tidak mengenal Yesus. Di dalam pikirannya, Yesus seharusnya berpihak kepadanya dengan

menyuruh Maria membantu di dapur. Dia begitu yakin bahwa melayani Yesus dan rombonganNya saat itu adalah pekerjaan mulia. Sementara yang dilakukan Maria, terus mendengarkan pengajaran Yesus, bukan hal yang penting.

Banyak dari kita, orang Kristen, yang ber-pikiran sama seperti Marta. Kita semua yakin bahwa Tuhan setuju dan berpihak kepada pilih-an mereka untuk sibuk pelaypilih-anpilih-an di gereja atau persekutuan, atau aktivitas lainnya dalam nama agama. Kita juga seringkali tidak bertanya kepada Tuhan apakah pekerjaan yang dilakukan adalah kehendak Tuhan bagi kita. Jika saja Marta bertanya kepada Yesus tentang apa yang dia harus lakukan sebagai nyonya rumah, maka saya percaya Yesus tidak akan minta Marta menyediakan makanan bagi semua yang hadir.

Terhadap keluhan Marta tentang Maria, Yesus mengatakan bahwa Marta “kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara” padahal hanya satu yang perlu ia kerjakan yaitu terus mendengarkan perkataan Yesus. Saya bisa pastikan jawabanNya mengejutkan Marta karena Yesus menyingkapkan kondisi hatinya.

(3)

B

karena manusia tidak hidup dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4).

Kerja keras di dapur mempersiap-kan hidangan tidaklah penting bagi Yesus. Dan bagiNya yang dilakukan Maria adalah yang terbaik. Duduk dan fokus mendengarkan setiap perkataan yang adalah roh dan hidup (Yohanes 6: 63). Hasil yang dilakukan Maria dengan terus mendengarkan setiap perkataan Yesus akan membuat benih Firman itu bertumbuh dan berakar kokoh; oleh karenanya Firman itu tidak akan dapat diambil daripadanya.

P

IKIRAN

S

ALAH

= T

INDAKAN

S

ALAH

Alkitab menyebutnya sebagai ke-lahiran baru, jika seorang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat-nya. Itu adalah pekerjaan Tuhan, dan baru langkah awal. Manusia rohnya terlahir kembali dari Firman Tuhan. Te-tapi pikiran harus tetap diperbaharui dengan Firman Tuhan. Dan perlu diker-jakan secara konsisten dan terus mene-rus. Ada proses pertumbuhan untuk menjadi dewasa rohani. Seperti yang dikatakan, kita sebagai orang percaya, berjalan dari iman ke iman dari

kemuliaan kepada kemuliaan.

Sebelumnya pikiran kita telah ter-cemar dengan pengajaran/pengertian duniawi. Agar supaya anda dan saya dapat menikmati setiap janji Tuhan di bumi ini, tidak ada jalan lain maupun jalan pintas selain perbaharuan pikiran. Anda tidak bisa doa untuk diperbaharui pikirannya. Anda harus merenungkan

FirmanNya. Anda tidak bisa diurapi dengan minyak atau berdoa puasa agar pikiran anda diperbaharui. Anda perlu mendengarkan kotbah atau peng-ajaran Firman yang diurapi. Anda harus merenungkan FirmanNya. Anda perlu bertanya kepada Tuhan kemana anda harus beribadah agar manusia roh anda bertumbuh dan mendapatkan makanan rohani yang tepat.

Anda wajib memutuskan untuk memperbaharui pikiran agar dapat menikmati segala fasilitas Kerajaan Allah dan hidup sebagai duta besar Kerajaan Terang di bumi. Tanpa pemba-haruan pikiran, walaupun anda telah lahir baru, kehidupanmu akan sama persis dengan kondisi dunia. Misalnya, jika ada krisis ekonomi maka ekonomi kita juga akan terpengaruh.Pembaha-ruan pikiran akan membuat kita mam-pu memikirkan rancangan Tuhan yang akan membuat kita berkuasa untuk makmur. Tuhan berkata, “Sebab ran-cangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demi-kianlah firman TUHAN. Seperti tinggi-nya langit dari bumi, demikianlah ting-ginya jalan-Ku dari jalanmu dan ran-cangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:8-9)

Hikmat pun berkata untuk kita senantiasa perhatikan perkataannya, untuk tidak menjauh dari mata, untuk disimpan di lubuk hati. Mendapatkan hikmat atau firman, mendapatkan kehidupan, dan mendapat obat bagi seluruh tubuh kita. Hikmat juga dise-but sebagai vitamin bagi tubuh kita.

Menomorsatukan Firman dalam hidup kita

(4)

B

Seberapa banyak “hikmat” yang dima-kan setiap hari, tidak adima-kan membuat anda “over dosis” (baca: Amsal 4:20-23). Anda malah akan diuntungkan ketika masalah datang, tekanan bertubi-tubi, yang akan keluar dari mulut anda hanya “firman Tuhan” yang telah penuh di hati dan akan dikeluarkan melalui mulut (Matius 11:34).

Jika saja, setiap orang lahir baru, bertanya kepada Roh Kudus dengan siapa mereka harus berkawan, kemana mereka harus bergereja, apa yang harus mereka lakukan, dengan siapa mereka harus menikah, kemana anak-anak mereka harus bersekolah, banyak hal sia-sia yang dapat dielakkan dalam hidup ini. Jika tidak mengerti atau tidak tahu jalan mana yang harus diam-bil, berhentilah dan dengarkan suara hatimu. Roh Kudus tinggal di dalam hatimu. Anda lahir daripadaNya, karena itu anda bisa mendengarkan suaraNya! Dia senantiasa berbicara.

Kebiasaan atau perbuatan baik tidak selalu berarti itu adalah kehen-dak Tuhan. Kekuatiran Marta adalah perbuatan baik. Wajarnya jika keda-tangan tamu kita harus memastikan tamu kita nyaman dan tidak kekurang-an satu apapun. Tetapi tidak semua tamu mengharapkan diperlakukan seperti itu. Yesus termasuk tamu yang ingin menjalin hubungan dengan pe-milik rumah. Itu sebabnya Dia berke-nan dengan keputusan Maria untuk duduk dan terus mendengarkan perka-taanNya sebab hal itu akan membuat Maria mengenal kehendak Allah Bapa.

Rasul Paulus menegaskan hal itu dalam nasihatnya kepada jemaat di Roma, “Janganlah kamu menjadi seru-pa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna” (Roma 12:2-3). Tanpa pikir-an Kristus kita bisa mengambil bpikir-anyak keputusan yang salah yang berakibat kita berbuat salah.

P

ERUBAHAN

R

ADIKAL

Di Alkitab ada contoh tentang perbuatan radikal dan ekstrem. Kita perhatikan perempuan yang sakit pendarahan di Markus 5: 21:34.

Sikap perempuan ini amat radikal. Pada zaman itu, pendarahan dianggap sebagai kutuk sehingga pastinya perempuan itu diasingkan. Dia tidak memiliki apa-apa lagi sebab harta bendanya telah habis untuk berobat selama dua belas tahun akan tetapi kondisinya semakin memburuk.

Orang yang hidup terasing biasa- nya tidak akan berani keluar rumah karena dikucilkan oleh lingkungan. Lalu apakah yang membuat perempu-an itu akhirnya berperempu-ani bertindak: ke luar rumah, berdesak-desakan di te-ngah kerumunan orang? “Dia sudah mendengar berita-berita tentang Ye-sus....” (ayat 27). Dia bukan hanya men-dengar satu berita, tetapi dia menden-gar banyak berita tentang bagaimana Yesus menyembuhkan orang sakit.

Akibat dia mendengar

(5)

B

ta itu, imannya timbul dan ia percaya bahwa penyakitnya bisa disembuhkan. Karena berita-berita itu tepat dengan kebutuhannya yaitu kesembuhan, maka saya percaya perempuan itu merenung-kan berita-berita itu di pikirannya siang dan malam sehingga iman timbul dan pikirannya berubah dan dia berkata, “Asal saja saya menyentuh jubah-Nya, saya akan sembuh!” (ayat 28).

Saya percaya perempuan itu menghadapi tantangan yang tidak mu-dah untuk mendekati Yesus dan menja-mah jubahNya di tengah-tengah keru-munan. Yesus sedang berjalan bersama Yairus ke rumahnya, sementara orang mengikuti dan mendesakNya dari semua jurusan (ayat 24). Perempuan itu harus mengatasi tantangan misalnya, tubuh yang lemah karena sakit penda-rahan selama bertahun-tahun, rasa rendah diri dan malu karena hidup dalam kutuk.

Perempuan itu harus fokus sepe-nuhnya untuk mendapatkan apa yang imannya katakan dan setelah ia berke-ras untuk menembus kerumunan dan menjamah ujung jubah Yesus maka ia merasa badannya sembuh. Perempuan itu memiliki penyakit yang ekstrim, maka untuk menerima kesembuhan dibutuhkan iman yang ekstrim juga.

Di tengah kerumunan orang, ada satu perempuan yang menyedot kuasa Yesus dan menghasilkan tubuhnya di-sembuhkan. Iman perempuan itu juga “mengatur” perjalanan Yesus sehingga Dia harus berhenti sebentar untuk me-layaninya. Selain menerima

kesembuh-annya, perempuan itu juga menerima upah ekstra dari tindakannya yang radikal. Yesus berkata kepadanya: “Hai anak-Ku, imanmu telah menyelamat kan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Markus 5:34). Selain kesembuhan perempuan itu juga menerima kuasa untuk makmur. Kata “selamat” di ayat itu berarti perempuan itu akan menjadi shalom kembali. Imannya membuat tubuh dan keuangannya juga disem-buhkan.

P

ILIH

Y

ANG

T

ERBAIK

Tidak banyak orang yang bersedia melakukan seperti yang dilakukan Ma-ria, duduk diam dan terus mendengar-kan firman. Dengan iman, Maria telah memilih yang terbaik bagi dirinya. Hasilnya, imannya akan timbul (Roma 10:17) , dan hal itu menyenangkan hati Tuhan (Ibrani 11:6). Yesus berkata Maria telah memilih yang terbaik yaitu mencari dahulu Kerajaan Allah dan ke-benarannya, maka semua yang diper-lukan di bumi ini, akan ditambahkan kepadanya (Matius 6:33). Ketika Yesus berkata akan ditambahkan, itulah yang akan terjadi!

Anda dan saya tidak perlu mencari buku dari pembicara motivasional yang terkenal, untuk belajar bagaima-na menjadi sukses dalam hidup, atau cara untuk mengelola uang dengan baik. Saudara, anda dan saya memiliki buku diatas segala buku, yaitu Alkitab. Dan ini sudah amat cukup bagi anda dan saya. Didalam buku itu jika saja

(6)

B

anda dan saya mengikuti perintah Tuhan bagi Yosua, untuk mempelajari buku itu siang dan malam, dan melak-sanakan semua yang tertulis di dalam-nya, maka hidup anda dan saya akan makmur dan berhasil (Yosua 1:8, terje-mahan Bahasa Indonesia Sehari-hari). Itulah yang dikatakan Firman dan itu-lah yang akan terlaksana!

Yang anda dan saya perlukan ada-lah mencaritahu kehendak Tuhan bagi kita. Kehendak Tuhan adalah agar hi-dup kita makmur, kita bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Itu adalah kehendak Tuhan bagi setiap orang yang percaya kepadaNya, bukan ke-hendakNya untuk segelintir orang saja.

Mungkin anda berkata, “Saya tidak memiliki apa-apa, bagaimana bisa jadi makmur?! Bagaimana menjadi makmur dalam situasi ekonomi sekarang. Saya dan keluarga kesulitan untuk memenu-hi kebutuhan sehari-hari sementara harga-harga akan segera naik jika har-ga BBM juhar-ga naik.” Saudara, Tuhan da-pat membawamu dari tidak memiliki menjadi memiliki. Tidak hanya sampai di situ saja. Bahkan Tuhan sanggup menjagamu tetap berada dalam kecu-kupan bahkan berlebih sampai waktu-mu selesai di bumi ini.

Bagaimana caranya? Perhatikan dengan seksama.

Suatu ketika orang banyak yang mengikuti Yesus bertanya kepadaNya: ”Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?” JawabNya: ”Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah.” (Yohanes 6:28-29). Keesokan hari sete-lah Yesus mengutuk pohon ara, mereka

melihat pohon ara yang dikutuk Yesus telah kering sampai ke akar-akarnya Petrus memberitahu kepadaNya, “Rabi, lihatlah pohon ara yang Kaukutuk itu sudah kering.” (Markus 11:21-22).

Satu hal yang kita bisa pelajari disini, murid-murid tercengang karena pohon itu benar-benar telah kering. Sementara Yesus sama sekali tidak tercengang akan hasil dari perkataan-Nya. Yesus tidak mengharapkan perka-taanNya kembali dengan sia-sia. Per-kataanNya akan menghasilkan seperti yang seharusnya. Itu sebabnya Yesus menjawab mereka: “Percayalah kepada Allah!”

Kita bisa percaya kepada Allah sebab kita telah dikaruniakan iman (Roma 12:3). Agar supaya iman kita membesar, kita perlu memberi makan manusia roh kita dengan makanan ro-hani yang tepat, dan konsisten. Kalau saja ada jalan pintas agar setiap orang Kristen mempunyai iman yang besar, tetapi tidak ada yang seperti itu. Kita harus menomorsatukan firman dalam hidup kita, untuk keuntungan kita bu-kan untuk keuntungan Tuhan. Semua yang tertulis di Alkitab diperuntukkan bagi anda dan saya agar kita bisa me-nikmati hidup seperti surga di muka bumi!

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...