PENGEMBANGAN CONTENT SISTEM INFORMASI BERPERKARA STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA KOTA BATAM
DENGAN PEMROGRAMAN PHP DAN MYSQL
ABDUL GOFFAR ANDI MASLAN
Program Studi Teknik Informatika Universitas Putera Batam
ABSTRAK
Media Internet adalah sebagai salah satu produk dari teknologi informasi yang mampu bersaing diera globalisasi, sehingga siapapun yang tidak memanfaatkan teknologi akan tertinggal dengan kemajuan teknologi informasi saat ini. Sistem informasi di Pengadilan Agama Batam ada salah satu content yaitu Sub Penanganan Berperkara dimana salah satu kegiatan kerjanya adalah menangani masyarakat yang menga jukan perceraian, pembagian harta gono-gini, dan talak. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini serta peranan sistem komputer yang sangat penting dalam mendukung ketersediaan informasi dan berjalannya komunikasi, selain itu dapat juga menyediakan suatu sistem solusi berupa pengembangan aplikasi berbasis web yang dapat menyelesaikan suatu masalah untuk mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan. Pengembangan konten system informasi berperkara ini dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis web dengan Dreamweaver dan MySQL guna memudahkan para tergugat atau penggugat secara on-line dengan rancangan aplikasi pengolahan data berperkara yang penulis rancang, maka diharapkan perancangan aplikasi ini akan mendapatkan hasil yang maksimal. Urutan peracangan di mulai dari planning, analisis data, peracangan menggunakan tool analys DFD, ERD, kamus data dan rancangan file. Dengan perancangan system informasi berperkara berbasis web ini dapat menghasilkan pekerjaan semakin efektif dan efisien serta memudahkan para hakim, panitera dan para staf dalam melayani para tergugat atau penggugat. Didalam perancangan system ini juga memperkenalkan profil-profil Pengadilan Agama Batam guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pada umumnya.
PENDAHULUAN
1.1 Latar BelakangSejalan dengan perkembangan teknologi informasi, semakin bertambah pula kemampuan komputer dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan di berbagai bidang, di antaranya pemanfaatan komputer untuk menyediakan informasi. Dalam dunia Peradilan, informasi yang cepat, tepat, dan terarah sangat diperlukan sehingga pengambilan keputusan atau kebijakan akan menjadi lebih cepat, tepat, dan terarah pula. Tudingan maraknya praktik mafia peradilan membuat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengadilan semakin menipis dari hari ke hari. Sementara di sisi lain, ada tuduhan bahwa lembaga pengadilan dan kekuasaan kehakiman pada umumnya sudah tidak independen dan mandiri dalam menjalankan kinerja serta mengeluarkan putusan-putusannya. Kinerja pengadilan saat ini berada pada titik bawah yang cukup mengkwatirkan. Berbagi keluhan baik dari masyarakat dan para pencari keadilan seolah-olah tidak dapat lagi menjadi media kontrol bagi lembaga tersebut untuk melakukan berbagai perbaikan signifikan bagi terciptanya suatu sistem pengadilan yang ideal dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Dalam hal ini, transparansi pengadilan perlu dilakukan guna meyakinkan masyarakat, terutama para pihak berperkara, bahwa institusi peradilan di bawah Mahkamah Agung (MA) terus-menerus mengedepankan prinsip keterbukaan dan keadilan dalam memproses semua perkara hukum yang diterima. Transparansi sebagai pemicu bagi terwujudnya peningkatan etos kerja aparatur peradilan agama. Sedemikian strategisnya transparansi ini, maka kita perlu menaruh perhatian terhadap proses ini. Sehingga proses ini berefek terhadap kualitas disiplin, produktifitas kerja, dan tertib administrasi peradilan. Tata tertib administrasi merupakan suatu hal yang diperhatikan, karena berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan kemasyarakat seperti pendaftaran cerai talak, gugat cerai, hadhonah, isbath nikah, penentuan ahli waris, pembagian harta gono gini atau harta bersama, dispensasi nikah dan pembatalan nikah. Selama ini pelayanan di Kantor Pengadilan Agama Batam, seperti masyarakat yang berperkara harus datang secara langsung ke kantor Pengadilan, karena pengadilan tidak menyediakan konten di website untuk melakukan pendaftaran secara online. Konten yang selama ini ada hanyalah sebatas informasi visi misi, melihat biaya perkara dan biodata para hakim maupun panitera peradilan. Melihat kondisi konten tersebut maka pada penelitian ini penulis mencoba mengembangkan sistem yang telah tersedia menjadi lebih sempurna, sesuai yang di inginkan oleh masyarakat yang berperkara.
Oleh karena itu di peradilan diperlukan suatu sistem teknologi informasi yang dapat memberikan jalan keluar terhadap permasalahan yang dihadapi. Komputer adalah sarana media informasi yang dijadikan sebagai alat bantu yang diyakini dapat membantu proses penanganan masalah yang dihadapi. Dengan adanya sistem berbasis web ini pegawai, masyarakat dan hakim akan dapat lebih disiplin dalam menangani perkara terutama dari segi tata tertib administrasi peradilan, berguna bagi masyarakat yang mengalami permasalahan perceraian atau yang berperkara.
Sistem informasi di Pengadilan Agama Batam ada salah satu content yaitu Sub Penanganan Berperkara dimana salah satu kegiatan kerjanya adalah menangani masyarakat yang mengajukan perceraian, pembagian harga gono-gini, talak dan masih banyak lagi seperti yang penulis sebutkan diatas. Dalam penanganan proses pengolahan data berperkara sub tersebut masih melakukan dengan cara manual dan yang berperkara sulit untuk mendapatkan informasi tentang pendaftaran perceraian. Oleh karena itu penyusun mencoba menerapkan pengembangan sistem yang ada di kantor pengadilan agama tersebut agar dapat lebih praktis dan efisien.
Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini serta peranan sistem komputer yang sangat penting dalam mendukung ketersediaan informasi dan berjalannya komunikasi, selain itu dapat juga menyediakan suatu sistem solusi berupa pengembangan aplikasi berbasis web yang dapat menyelesaikan suatu masalah untuk mempermudah dan mempercepat suatu pekerjaan.
Di Pengadilan Agama Batam ini sebelumnya data-data kasus perceraian masyarakat banyak sekali yang perlu ditertibkan. Karena data-data berperkara yang masuk dilakukan secara manual dengan dibuatnya arsip-arsip yang ditulis tangan oleh pegawai dalam buku Register Induk Pengadilan Agama Batam.
1.2 Rumusan Masalah
Melihat latar belakang masalah tersebut dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut :
1. Bagaimana merancang dan mengembangkan perangkat lunak aplikasi kepaniteraan berbasis web yang ada saat ini dengan pemrograman PHP dan MySql ?
2. Langkah apa yang harus dilakukan oleh Pihak pengadilan agar pelayanan kepada yang berperkara dapat di tingkatkan ?
3. Bagaimana menciptakan laporan berperkara yang sesuai dengan tata tertib administrasi peradilan ?
1.3 Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah tersebut maka yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah 1. Untuk merancang konten tambahan pada sistem yang dikembangkan dengan
menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Database MySQL.
2. Dengan cara membuat sistem berbasis web yang mudah untuk di akses oleh masyarakat dimana saja, dan langsung melakukan pendaftaran jika masyarakat mempunyai masalah pada perceraian.
3. Menampilkan content pendaftaran pada sistem, sehingga berperkara dapat mengakses informasi dimana saja dan kapan saja, dan tidak perlu datang langsung ke Kantor Pengadilan Agama Batam.
1.4 Manfaat Penelitian
Dari tujuan penelitian yang ada maka ada beberapa manfaat yang bisa dihasilkan dari penelitian ini, antara lain :
2. Diharapkan dapat membuat laporan-laporan secara periodik dan komparatif kepada pihak yang membutuhkan.
3. Sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan dalam pengambilan keputusan, dalam hal ini adalah meningkatkan kinerja Pengadilan Agama Kota Batam
4. Diharapkan dapat menghemat waktu dan biaya dalam proses pemeriksaan perkara.
5. Bagi peneliti lain, Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan permikiran kepada peneliti lain atau para akademis yang akan mengambil kajian yang sama sekaligus sebagai referensi di dalam penulisan penelitian.
6. Bagi penulis, dapat berguna dalam menambah wawasan pengetahuan baik teori maupun praktek dan memperluas pengalaman terutama dalam hal penelitian mengenai sistem informasi pendaftaran perceraian. Khususnya di Kantor Pengadilan Agama Kota Batam
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Definisi Sistem dan Informasi
Pendekatan sistem yang menekankan pada prosedur (function) yang diartikan
sebagai berikut : “Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran tertentu“.
Pendekatan sistem yang menekankan pada elemen atau komponennya
mendefinisikan sistem sebagai berikut : ”Suatu sistem adalah kumpulan dari elemen
-elemen yang berintraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu”. Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Mempelajari suatu sistem akan lebih mengena bila mengetahui terlebih dahulu apakah suatu sistem itu. Pengertian tentang sistem pertama kali dapat diperoleh dari definisinya. Dengan demikian definisi ini akan mempunyai peranan yang penting di dalam pendekatan untuk mempelajari suatu sistem. Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan-kumpulan dari elemen-elemen atau komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih luas. Definisi ini lebih banyak diterima karena kenyataannya suatu sistem dapat terdiri dari beberapa subsistem-subsistem atau sistem bagian sistem. (Jogiyanto, 1995, hal 5).
Pengetahuan tentang teori informasi berkembang sama pesatnya dengan pemahaman tentang teori sistem. Mengutip beberapa dari definisi tentang informasi maka dapat dijelaskan sebagai berikut. (Wahyono, 2004, hal 3).
Menurut Wahyono (2004, hal 3) “ informasi dapat didefinisikan sebagai hasil dari
pengolahan data yang menjadi bentuk lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat
bantu untuk pengambilan suatu keputusan ”. Oleh karena itu informasi dapat
dianggap memiliki tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan data.
2.2. Kualitas Informasi
(cost-efective). Sedangkan untuk kualitas informasi itu sendiri akan sangat ditentukan oleh tiga hal pokok antara lain yaitu :
1. Akurat (Accuracy)
Artinya, informasi harus akurat, tidak boleh bias atau menyesatkan bagi pemakai atau bebas dari kesalahan, dan harus jelas mencerminkan maksudnya. Ketidak akuratan informasi biasanya dapat terjadi karena adanya gangguan terhadap sumber informasi (data yang didapat) sehingga merusak atau merubah data.
2. Relevan (Relevancy)
Artinya informasi akan relevan jika dapat memberikan manfaat bagi pemakai (user) dengan melihat adanya relevansi dengan kebutuhan para pemakai.
3. Tepat waktu (Timelines)
Artinya, jika suatu informasi yang berasal dari pengolahan data tidak boleh terlambat (delay). Informasi yang datang terlambat menjadi tidak akan berguna (useless) karena kebutuhan informasi sebagai dasar pengambilan keputusan. Bila penganbilan keputusan terlambat telah menjadi kusang atau usang (timeless) sehingga tidak akan menjadi penting lagi dan tidak dapat lagi untuk mempengaruhi dalam pengambilan suatu keputusan dalam organisasi atau dalam perusahaan tersebut. Dewasa ini mahalnya informasi disebabkan harus tepat cepat informasi didapat,sehingga diperlukan teknologi mutakhir untuk mengolah dan mengirim data-datanya.
2.3. Pengembangan Sistem
2.3.1.Prinsip-prinsip Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem yang dilakukan harus memenuhi prinsip-prinsip sebagai berikut :
1) Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen
2) Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal yang besar
3) Sistem yang dikembangkan memerlukan orang terdidik
4) Tahapan kerja dan tugas-tugas yang harus dilakukan dalam proses
pengembangan sistem.
5) Proses pengembangan sistem.
6) Proses pengembangan sistem tidak harus diurutkan.
7) Jangan takut untuk membatalkan proyek
8) Dokumentasi harus ada untuk pedoman dalam pengembangan sistem.
Untuk menghasilkan sasaran yang diharapkan maka perlu dilakukan penggantian baik secara keseluruhan ataupun memperbaiki sistem yang telah ada. Perbaikan sistem ini disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
1) Adanya permasalahan
2) Pertumbuhan organisasi
4) Adanya instruksi
Gambar 2.1 Model Pengembangan 2.4. Bahasa Pemrograman Dan database
2.4.1. Bahasa Pemrograman PHP
PHP merupakan singkatan dari : Hypertext Preprocessor, adalah bahasa pemrograman yang mana filenya diletakkan di server dan seluruh prosesnya dikerjakan di server, kemudian hasilnyalah yang dikirimkan ke klien, tempat pemakai menggunakan browser (lebih dikenal dengan istilah server- sidescripting). Definisi PHP yang lain adalah skrip yang dijalankan di server. PHP bekerja didalam sebuah dokumen HTML (Hypertext Markup Language) untuk dapat menghasilkan isi dari sebuah halaman web sesuai permintaan. Dengan PHP, kita dapat merubah situs kita menjadi sebuah aplikasi berbasis web, tidak lagi hanya sekedar sekumpulan halaman statik, yang jarang diperbaharui.
2.4.2. Database
MySQL adalah database server relasional yang gratis dibawah lisensi GNU (General Public Licese). Dengan sifatnya yang open source, memungkinkan user untuk melakukan modifikasi pada sourse code - nya untuk memenuhi kebutuhan spesifik meraka sendiri. MySQL merupakan database server multi - user dan multi - threded yang tangguh (robust). Dengan memiliki banyak feature MySQL bisa bersaing dengan database komersial sekalipun. Tidak mengejutkan jika MySQL menjadi database pilihan untuk banyak pengguna PHP.
Sehingga dihasilkan suatu antar muka SQL baru pada database tetapi dengan API yang mirip Msql. API ini dipilih sedemikian sehingga memudahkan porting kode. Tentang penggunaan nama MySQL sampai saat ini belum jelas betul. Base directory dan sejumlah library serta tool pada saat pengembangan telah diawali
dengan “my” selama sekitar 10 tahun. Bagaimanapun pemberian nama MySQL
sampai saat ini masih menjadi sebuah misteri.
MySQL adalah suatu sistem mmanajemen database. Suatu database adalah sebuah kumpulan data terstruktur. Untuk menambahkan, mengakses dan memproses data tersimpan pada suatu database komputer anda memerlukan sistem manajemen database seperti MySQL. Karena komputer sangat unggul dalam menangani sejumlah besar data, sistem manajemen database memainkan suatu peranan yang penting dalam komputerisasi, baik sebagai utility stand - alone maupun bagian dari aplikasi lainnya.
3. METODOLOGI PERANCANGAN SISTEM
3.1. Aliran Sistem Informasi Baru
ALIRAN SISTEM INFORMASI PENGADILAN AGAMA BATAM
Data Perkara Laporan Data
Perkara
Data Fisik No Register dan dan Fisik
Data Hakim Laporan Data Hakim
Jadwal Sidang
3.2. Diagram Context.
Diagram context adalah tingkatan tertinggi dalam aliran data dan hanya memuat satu proses. Proses ini menunjukkan sistem secara keseluruhan. Diagram
context menggabungkan hubungan input/output antara sistem dengan dunia
luarnya (kesatuan luar/entitas). Gambaran diagram context dari sistem informasi Pas Masuk Pelabuhan Sekupang dapat dilihat dari gambar 4.2 :
MAJELIS HAKIM
BERPERKARA
PANITERA
KETUA PENGEMBANGAN SISTEM
INFORMASI BERPEKARA PADA PENGADILAN AGAMA
BATAM
Data Perkara
Data Hakim
Nomor Register Registrasi Perkara Bukti Pembayaran
Jadwal Sidang Laporan Putusan Pengadilan
Laporan Data Perkara
Laporan Data Hakim
Laporan Jadwal Sidang
Laporan Putusan Pengadilan
Jadwal Sidang
Putusan
Data Berperkara
3.2.1. Diagram Nol.
1.0 *
Berperkara Proses Data Perkara F1 Perkara
2.0*
Proses Data
Pembayaan F2 Pembayaran Data Perkara
Jadwal Sidang
Hakim
3.0*
Jadwal Sidang
F3 Data Hakim 4.0*
Proses Jadwal Sidang
Ketua
Data Hakim Pembayaran
5.0*
F4 Jadwal Sidang
Proses Putusan Putusan
6.0
Buat Laporan
Data Perkara Data Hakim
Data Pembayaran Jadwal Sidang Data Hakim
Data Hakim Proses Data Hakim
Uraian Diagram Nol dari DFD diatas adalah sebagai berikut :
a. Proses 1 adalah proses input data perkara, semua hasil proses akan disimpan dalam suatu database dengan nama file data perkara data perkara menyimpan atribut Kode Perkara, Jenis Perkara, Nama Penggugat atau pemohon, umur, pendidikan, pekerjaan,alat telpon, jumlah anak, nama anak, alasan penggugat, alasan goyah, putusan.
b. Proses 2 adalah proses transaksi pembayaran biaya perkara yang mana proses input berupa id biaya, nomor perkara, kode Perkara, keperluan, penerimaan, pengeluaran tanggal keperluan, semua atribut ini akan disimpan didalam file biaya sidang.
c. Proses 4 adalah admin melakukan pendataan hakim, dan proses ini akan menginput data hakim berupa atribut kode hakim, dan nama hakim, semua atribut akan disimpan didalam file data hakim.
d. Proses 3 adalah admin panitera melakukan input jadwal sidang yang mana beberapa atribut diambil dari hasil pendaftaran, atributnya berupa id jadwal, ad perkara, kode perkara ruang sidang, tanggal sidang perkara, hakim dan keterangan.
e. Proses 5 adalah admin mendapatkan atau menampilkan putusan
berdasarkan hasil persidangan oleh hakim, putusan akan ditampilkan disistem ini berupa id penyelesaian, nomor perkara, kode perkara, tanggal putusan, jenis putusan, nomor akta cerai, tgl akta cerai, dan amar putusan, kesemua atribut ini akan disimpan dalam file tabel penyelesaian.
3.2.2. Diagram Rinci.
Proses mulai dari 6.1 sampai dengan 6.4 admin membuat laporan kepada ketua pengadilan agama berupa laporan data hakim, laporan pembayaran, laporan jadwal perkara, dan laporan data perkara.
3.3. Entity Relationship Diagram
Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu dokumentasi data dengan mengidentifikasi entity data dan memperlihatkan hubungan yang ada diantara entity-entity tersebut. Berikut gambaran bagaimana bentuk dari Entity Relationship Diagram yang dirancang pada sistem baru ini.
Daftar
4. KESIMPULAN DAN SARAN 4.1. KESIMPULAN
Berdasarkan hal di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan informasi, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. 2. Kemampuan manusia dalam menyelesaikan pekerjaan yang semakin banyak
dan rumit sangatlah terbatas. Oleh karena itu, sangat dibutuhkan suatu sistem yang dapat mengolah data dengan baik sehingga dapat mempercepat serta mengefisiensikan pekerjaan pengolahan data.
3. Perancangan sistem dapat diartikan sebagai berikut :
Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem
Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional
Persiapan untuk rancang bangun implementasi
Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk
Dapat berupa penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi termasuk menyangkut mengkonfigurasi dari komponen-komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem.
5. Implementasi sistem adalah prosedur sistem yang dilakukan untuk
menyelesaikan perancangan sistem yang telah disetujui seperti menguji, menginstal, dan memulai menggunakan sistem yang baru atau sistem yang diperbaiki.
6. Dengan mengimplementasikan sistem informasi pengadilan berbasis web pada Pengadilan Agama Batam dapat meningkatkan pelayanan pengadilan kepada berperkara di daerah Batam. Karena sistem dapat di akses dimana dan kapan saja.
4.2. SARAN
DAFTAR PUSTAKA
Jogiyanto, HM, 1999, Analisa dan Desain Sistem Informasi, Andi Offset, Yogyakarta.
Jogiyanto, HM, 2005, Analisa & Desain Informasi Pendekatan Tersruktur Teori
& Praktek Aplikasi Bisnis, Andi Offset, Yogyakarta.
Kadir, Abdul. (2001). Dasar Pemrograman Web Dinamis Menggunakan PHP.
Andi Yogyakarta
Prasetyo, Didik, Dwi 2002, Tip dan Trik Kaloborasi PHP & MySQL untuk membuat Web Database yang Interaktif, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Hojtsy, Gabor. (2006). PHP Manual. the PHP Documentation Group
Tutang, 2005, Praktikum HTML (Hypertext Markup Language) untuk Pelajar, Mahasiswa & Umum, Datakom Lintas Buana, Jakarta.
Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2007 (SNATI 2007) ISSN: 1907-5022 Yogyakarta, 16 Juni 2007 Analisis untuk perencanaan strategi sistem dan teknologi informasi pada PT. Ritrans cargo.
Peranginangin, Kasiman.2006. Aplikasi WEB dengan PHP dan MySQL.
Yogyakarta : Andi.
Nugroho, Bunafit.2009. Membuat Website Sendiri dengan PHP -MySQL Jakarta : Mediakita.
Pressman, RS. 2001. Software Engineering A Practitioner’s Approach. Ed ke-5. New York: McGraw – Hill International.
M. Simatupang, Toger .1994. Analisa dan Perancangan Sistem Informasi untuk
binis, Datakom Lintas Buana, Jakarta
Kotler, Carl S., Jober,. Pengantar Akuntansi. Jakarta : Salemba Empat, 2008.
Nurudin, Amiur dan A Tarigan , Hukum Perdata Islam diIndonesia, Jakarta: Kencana, 2004
Rofiq, Ahmad, Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Rajawali Pers, 2003
Soeroso, Pengantar Ilmu Hukum, Jakarta: sinar grafika, 2004
Subekti, Asas-Asas Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 2005
LAMPIRAN
1. MENU UTAMA
2. INFORMASI BERPERKARA DAN JASWAL SIDANG
4. ADMIN MENDAFTARKAN PERKARA PENGGUGAT DAN TERGUGAT