• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Transportasi Pengaruh Jumlah Ken

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Masalah Transportasi Pengaruh Jumlah Ken"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH KEPEMILIKAN KENDARAAN PRIBADI TERHADAP

KETERSEDIAAN LAHAN PARKIR

Muhammad Idzar Fadhil (D1091131008)

PERENCANAAN TRANSPORTASI

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS TANJUNGPURA

(2)

2014

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang

(3)

Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kepemilikan kendaraan di perkotaan akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan kegiatan manusia didalamnya terutama pada kawasan yang memiliki peresentase yang tinggi atas kegiatan perdagangan dan komersial. Tarikan pergerakan kendaraan yang terjadi sudah pasti diawali dan diakhiri di tempat parkir. Kondisi yang semacam ini tentunya akan membutuhkan ruang parkir yang memadai, namun persediaan ruang parkir di kawasan pusat kota biasanya sangat terbatas, terutama areal parkir di luar badan jalan (off Street parking). Masalah utama dari parkir adalah terbatasnya ruang parkir yang tersedia dibandingkan dengan jumlah kendaraan yang membutuhkan tempat areal parkir sehingga untuk pemecahannya perlu di tambah areal parkir yang luas sedangkan di pusat kota terutama pada kawasan yang kegiatan perdagangan dan jasa tinggi lahan yang ada sangat terbatas dan mahal.

Menurut Santoso, 1997, masalah parkir juga merupakan masalah yang dialami oleh kota-kota besar di dunia. Masalah parkir ini jika tidak ditangani dengan baik akan memperparah masalah kemacetan lalu-lintas, maka untuk menanganinya di perlukan kebijakan dan pengelolaan perparkiran. Pada dasarnya kebijakan pengelolaan perparkiran dalam rangka pengendalian parkir memiliki dua fungsi sebagai pengontrol aktivitas pergerakan dan lalu-lintas, serta pertumbuhan ekonomi suatu kawasan (Hendrawan, 1998). Hal ini disebabkan perparkiran merupakan bagian yang penting dalam manajemen lalu-lintas. Hal ini telah diterapkan oleh peraturan-peraturan sebelumnya, yaitu penjelasan Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1997 tentang retribusi yang menyebutkan bahwa tarif parkir di kawasan rawan kemacetan dengan tujuan mengendalikan tingkat penggunaan parkir, dapat ditetapkan lebih tinggi dari kawasan kurang rawan kemacetan

Istilah kawasan dalam kamus tata ruang merupakan suatu wilayah dengan fungsi utama lindung atau budidaya yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya yang batas dan sistemnya di tentukan berdasarkan aspek fungsional serta memiliki ciri-ciri tertentu spesifik atau khusus. Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah yang disebut kawasan karena memiliki aspek fungsional dan ciri-ciri utama perdagangan dan jasa.

(4)

Kalimantan Barat. Kawasan Kota Pontianak sangat berperan dalam perkembangan perekonomian Kal-Bar, sebab kawasan Kota Pontianak ini terkonsentrasi berbagai kegiatan potensial yang menjadi tulang punggung kehidupan kota seperti perdagangan dan jasa, pusat perbelanjaan, hiburan dan rekreasi hingga kegiatan informal seperti pedagang kaki lima.

Dengan pesatnya perkembangan di kawasan ini dikhawatirkan akan menyebabkan berbagai masalah, terutama berkaitan dengan lalu-lintas dan transportasi, serta permasalahan penyediaan parkir, sebab dengan makin tingginya volume kendaraan tersebut, secara otomatis permintaan parkir dikawasan tersebut juga meningkat. Jika permintaan tersebut tidak segera dipenuhi, maka terjadi kemacetan lalu-lintas. Kemacetan ini salah satunya disebabkan oleh kendaraan yang antri untuk medapatkan tempat parkir, sehingga terjadi penumpukan dikarenakan area parkir yang ada tidak dapat menampung lagi , akhirnya ada pengguna pengunjung memanfaatkan jalan sebagai tempat parkir kendaraan, mengakibatkan turunnya kapasitas jalan sehingga penggunaan jalan tidak efektif dan akhirnya berimplikasi terhambatnya arus lalu-lintas. Kondisi seperti ini kita jumpai di kawasan jalanGajah Mada, Jalan Tanjungpura, sungai jawi dan veteran, tidak hanya pada hari libur atau malam minggu, pada hari-hari biasa saja untuk mendapatkan tempat parkir dirasakan sudah cukup sulit ditambah lagi ketidaknyamanan karena terlalu berdesakan.

Penambahan fasilitas parkir sebagai upaya penyelesaian masalah sudah tidak memungkinkan, mengingat keterbatasan dan mahalnya harga lahan. Oleh karena itu, untuk mengatasinya dilakukan kebijakan pembinaan dan pengelolaan perpakiran dalam rangka pengendalian parkir di Kawasan berintensitas perdagangan dan jasa tinggi salah satu bentuk pengelolaan tersebut dengan penetapan tarif lebih tinggi (Direktorat jendral Perhubungan Darat;1998),.

(5)

parkir yang nyaman dan aman dengan tarif yang sesuai. Sehingga pengguna tidak merasa keberatan dengan tarif yang diberlakukan karena sesuai dengan kemauan pengguna itu sendiri (willingnes to pay) dan dapat dijangkau dengan kemampuan (ATP). Oleh karena itu makalah ini akan menganalisis pengelolaan dan penyelenggaraan parkir di kota Pontianak.

B. Pembatasan masalah

Dalam hal ini penulis membatasi masalah analisis yang meliputi peningkatan efisiensi lalu lintas, keselamatan pengguna fasilitas umum, penurunan dampak lingkungan sebagai akibat diterapkannya kebijakan dan peningkatan pendapatan asli daerah dari retribusi parkir.

C.Perumusan masalah

Dalam makalah ini permasalahan yang menjadi fokus penulisan ini adalah sebagai berikut;

1. Banyaknya kendaraan pribadi dan kendaraan barang.

2. Berhentinya kendaraan angkutan umum di luar wilayah pemberhentian yang ditentukan.

3. Tidak cukup akses ke tempat parkir di luar jalan dan terminal, khususnya dalam pasar-pasar dan terminal angkutan kota yang mengakibatkan antrian.

(6)

BAB II PEMBAHASAN

Parkir merupakan suatu kebutuhan bagi pemilik kendaraan dan menginginkan kendaraannya parkir di tempat yang mudah untuk dicapai. Kemudahan yang diinginkan salah satunya adalah parkir di badan jalan. Gambaran permasalahan mengenai penyelenggraan dan pengelolaan parkir diatas dapat kita kaji dari sisi implementasi kebijakan pemerintah daerah kota Pontianak nomor 4 tahun 2004. Bagaimana pelaksanaan kebijakan yang sudah 6 tahun berjalan, dengan realita di lapangan yang tidak sesuai dengan harapan yang ingin dicapai. Akan tetapi hal itu adalah sebuah kewjaran, karena sebuah kebijakan tidak ada yang 100% berhasil. Sebagaimana dikatakan seorang ahli Eugene bardach (1991;13) tentang rumitnya proses implementasi kebijakan, yaitu :

adalah cukup untuk membuat sebuah program dan kebijakan umum yang kelihatanya bagus di atas kertas. Lebih sulit lagi merumuskannya dalam kata-kata dan slogan-slogan yang kedengarannya mengenakan bagi telinga para pemimpin dan para pemilih yang mendengarkannya. Dan lebih sulit lagi untuk melaksanakannya dalam bnetuk cara yang memuaskan semua orang termasuk mereka annggap klien.

Dari pernyatan di atas bisa kita bayangkan bagaimana sulitnya penerapan atau implementasi kebijakan yang sifatnya umum. Akan tetapi dalam sebuah kebijakan tentunya ada objek dan subjek yang berperan dalam pelaksanaan peraturan daerah tentang pengelolaan dan penyelenggaraan parkir( Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Tempat Parkir) , yaitu :

1. Masyarakat sebagai objek kebijakan

(7)

1. Masyarakat sebagai objek

Semua kebijakan public sesungguhnya dimaksudkan untuk mempengaruhi atau mengawasi prilaku manusia dalam beberapa cara, untuk membujuk orang sesuai dengan aturan ynag telah dibuat pemerintah. Jika kebijakan tidak dapat dipenuhi, jika orang-orang tetap bertindak dengan cara yang tidak diinginkan, jika mereka tidak memakai cara yang ditentukan atau mereka berhenti mengerjakan, maka kebijak tersebut dikatakan nol atau tidak efektif.

Hal itu disebabkan oleh ada tidaknya beberapa factor penting, yaitu:

a. Respeknya anggota masyarakat pada otoritas dan keputusan pemerintah.

Kepatuhan sebagian masyarakat kota Pontianak akan peraturan daerah tentang parkir ini tidak sepenuhnya mau mematuhinya. Terbukti di sekitar Jalan Gajah Mada Dan Tanjungpura yang komunitas para pedagang yang lebih memikirkan bagaimana dagangannya habis, sehingg kurang memperhatikan aspek lain seperti jalan raya sebagai fasilitas umu.

b. Kesadaran untuk menerima kebijakan.

Kesadaran masyarakat kota Pontianak masih jauh dari yang diharapkan, hal ini terbukti dengan banyaknya pelanggaran parkir, padahal jelas sekali terdapat tanda larangan parkir. Tetapi masih tetap memarkir kendaraannya dengan alasanalasan yang dibuat-buat, bahkan ada yang acuh tak acuh. Begitu juga dengan banyaknya parkir-parkir ilegal.

c. Pemahaman masyarakat akan kebijakan itu sendiri.

Kurangnya sosialisi mungkin salah satu factor kurangnya pemahaman masyarakat kota Pontianak akan parkir, seperti apa itu parkir? Tempat parkir yang ditretapkan? Dan tariff parkir resmi kota Pontianak?

2. Pengelola dan penyelenggara pelayanan jasa parkir Pengelola dan penyelenggara dalam hal ini adalah :

a. Pemerintah Daerah menyelenggarakan pengelolaan dan penyelenggaraan tempat parkir dipinggir jalan, taman parkir dan gedung parkir.

(8)

c. Badan usaha swasta yang menyelenggarakan pengelolaan tempat parkir khusus harus mendapat izin tertulis dari Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk.

Badan adalah sekumpulan orang dan atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan lainnya, Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama dan bentuk apapun, firma, kongsi, koperasi, dana pensun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik atau organisasi yang sejenis, lembaga, bentuk usaha tetap dan bentuk badan lainnya ;

Sudah menjadi keharusan antara objek dan subjek dari perda ini bersinergi didalam pelaksanaan kebijakan ini. Agar tujuan dari perda ini bisa tercapai yaitu terciptanya pengelolaan dan penyelenggaraan parkir yang tertib di Kota Pontianak.

Banyaknya kendaraan pribadi dan angkutan yang tidak diimbangi dengan lahan parkir menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan. Hal ini berdampak pada menurunya tertib lalu lintas di Kota Pontianak karena tidak tegasnya pemerintah terhadap pelanggaran-pelanggaran. Contohnya di jalan Gajah mada dan Tanjungpura.

Sebagai akibat dari kurangnya lahan parkir yang memadai para pemilik kendaraan memarkir kendaraanya di tempat-tempat umum yang bukan peruntukanya seperti taman, badan jalan dan trotoar. Hal ini biasa dan sering kita lihat di Kota Pontianak.

(9)

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis kebijakan implementasi pengelolaan dan penyelenggaraan tempat parkir, masih banyak permasalahan yang belum bisa ditanggulangi oleh kebijakan tersebut. Masyarakat pemilik kendaraan perlutempat prkir yang memberikan jaminan keamanan kendaraan mereka. Masih banyaknya tempat-tempat parkir illegal yang menggaanggu lalu lintas dan juga kenyamanan para pengguna jalan.

B. Rekomendasis

1. Perlu penyediaan tempat parkir yang memadai

2. Pemerintah harus tegas terhadap pelanggaran-pelanggara yang terjadi. 3. Sosialisasi perda kepada masyarakat harus lebih gencar dilakukan.

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Agustino,leo. 2006. Dasar-dasar Kebijakan Publik. Bandung; Alfabeta.

Peraturan Pemerintah No.20 Tahun 1997 tentang Retribusi

Keputusan menteri perhubungan Nomor : km 65 tahun 1993 T e n t a n g Fasilitas pendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan

Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 4 Tahun 2004 Tentang Pengelolaan Dan Penyelenggaraan Tempat Parkir

Referensi

Dokumen terkait

Mesin Es Balok: Inovasi Pendinginan untuk Industri Modern Mesin es balok adalah salah satu peralatan penting dalam industri yang membutuhkan solusi pendinginan skala besar. Mesin ini berfungsi untuk memproduksi es berbentuk balok yang kuat, tahan lama, dan ideal untuk digunakan dalam berbagai sektor, seperti perikanan, logistik, dan pengolahan makanan. Keunggulan Mesin Es Balok Mesin es balok memiliki banyak keunggulan yang menjadikannya pilihan utama bagi pelaku usaha: Daya Tahan Es yang Lama Es balok memiliki kepadatan tinggi, sehingga mencair lebih lambat dibandingkan bentuk es lainnya. Hal ini menjadikannya sangat efisien untuk menjaga kesegaran bahan seperti ikan atau daging selama transportasi jarak jauh. Kapasitas Produksi Besar Mesin ini tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari produksi harian 1 ton hingga 100 ton. Kapasitas ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda. Hemat Energi Mesin modern dirancang untuk efisiensi energi, menggunakan teknologi canggih yang mengurangi konsumsi daya tanpa mengurangi kualitas es yang dihasilkan. Material Tahan Lama Sebagian besar mesin es balok dibuat dari stainless steel yang tahan karat dan higienis, memastikan produk es tetap bersih dan aman untuk digunakan. Cara Kerja Mesin Es Balok Mesin es balok bekerja dengan prinsip pembekuan air dalam cetakan khusus. Berikut adalah langkah-langkah utama prosesnya: Pengisian Air Air dimasukkan ke dalam cetakan logam yang sudah disiapkan. Proses Pembekuan Cetakan dimasukkan ke dalam tangki yang berisi larutan garam (brine solution) yang didinginkan oleh sistem pendingin. Suhu larutan ini sangat rendah sehingga dapat membekukan air dalam cetakan dengan cepat. Pelepasan Es Setelah es terbentuk, cetakan dipanaskan menggunakan uap atau air hangat untuk melepaskan balok es dari cetakan. Penyimpanan dan Distribusi Es balok yang dihasilkan dapat langsung digunakan atau disimpan dalam ruang pendingin khusus sebelum didistribusikan. Aplikasi Mesin Es Balok Mesin es balok digunakan dalam berbagai bidang, antara lain: Industri Perikanan Es balok digunakan untuk menjaga kesegaran hasil tangkapan seperti ikan dan udang selama penyimpanan dan transportasi. Pengolahan Makanan Digunakan untuk menjaga bahan baku seperti daging, buah, atau sayuran tetap segar selama proses produksi. Penyelenggaraan Acara dan Festival Es balok sering digunakan untuk pendinginan skala besar, seperti untuk minuman atau menjaga makanan tetap segar di acara

Mesin es balok adalah peralatan industri yang dirancang untuk memproduksi es berbentuk balok dengan ukuran tertentu secara efisien. Mesin ini biasanya digunakan dalam sektor perikanan, makanan, dan industri lainnya yang membutuhkan es balok sebagai media pendingin. Fitur Utama: Kapasitas Produksi: Mesin es balok tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 1 ton hingga 100 ton es per hari, sesuai kebutuhan industri. Material Berkualitas Tinggi: Terbuat dari bahan stainless steel tahan karat untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi. Proses Otomatis: Mesin ini dilengkapi dengan sistem otomatis yang mempermudah operasional, seperti pengisian air, pembekuan, dan pelepasan es. Efisiensi Energi: Menggunakan teknologi canggih untuk menghemat konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas es yang dihasilkan. Sistem Pendingin: Memanfaatkan kompresor dan refrigeran ramah lingkungan yang efisien untuk menghasilkan suhu rendah secara konsisten. Ukuran Es Balok: Es balok yang dihasilkan biasanya memiliki berat 5 kg hingga 50 kg per balok, dengan ukuran yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna. Keunggulan Mesin Es Balok: Ketahanan Tinggi: Dirancang untuk bekerja dalam waktu yang lama dengan perawatan minimal. Fleksibilitas Penggunaan: Cocok untuk penggunaan di pelabuhan, tempat pelelangan ikan, atau industri makanan beku. Hemat Biaya: Membantu mengurangi pengeluaran operasional dibandingkan dengan pembelian es balok dari pihak eksternal. Dengan mesin es balok, bisnis Anda dapat memastikan pasokan es yang stabil dan berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional sehari-hari. CALL

Mesin es balok adalah peralatan industri yang dirancang untuk memproduksi es berbentuk balok dengan ukuran tertentu secara efisien. Mesin ini biasanya digunakan dalam sektor perikanan, makanan, dan industri lainnya yang membutuhkan es balok sebagai media pendingin. Fitur Utama: Kapasitas Produksi: Mesin es balok tersedia dalam berbagai kapasitas, mulai dari 1 ton hingga 100 ton es per hari, sesuai kebutuhan industri. Material Berkualitas Tinggi: Terbuat dari bahan stainless steel tahan karat untuk menjaga kebersihan dan mencegah kontaminasi. Proses Otomatis: Mesin ini dilengkapi dengan sistem otomatis yang mempermudah operasional, seperti pengisian air, pembekuan, dan pelepasan es. Efisiensi Energi: Menggunakan teknologi canggih untuk menghemat konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas es yang dihasilkan. Sistem Pendingin: Memanfaatkan kompresor dan refrigeran ramah lingkungan yang efisien untuk menghasilkan suhu rendah secara konsisten. Ukuran Es Balok: Es balok yang dihasilkan biasanya memiliki berat 5 kg hingga 50 kg per balok, dengan ukuran yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna. Keunggulan Mesin Es Balok: Ketahanan Tinggi: Dirancang untuk bekerja dalam waktu yang lama dengan perawatan minimal. Fleksibilitas Penggunaan: Cocok untuk penggunaan di pelabuhan, tempat pelelangan ikan, atau industri makanan beku. Hemat Biaya: Membantu mengurangi pengeluaran operasional dibandingkan dengan pembelian es balok dari pihak eksternal. Dengan mesin es balok, bisnis Anda dapat memastikan pasokan es yang stabil dan berkualitas tinggi untuk mendukung kebutuhan operasional