Perubahan Sosial
Pengertian Perubahan Sosial Selo Soemardjan [1]
Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.
Kingsley Davis [2]
Perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat.
Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dan majikan.
Teori Perubahan Sosial a. Teori Siklus
- Perubahan sebagai sesuatu yang berulang-ulang.
b. Teori Perkembangan (Linier)
Jenis atau Bentuk Perubahan Sosial
a. Perubahan cepat dan perubahan lambat
1) Perubahan cepat (revolusi) Contoh : Revolusi Mesir.
*Revolusi : perubahan yang berlangsung dengan cepat dan menyangkut dasar-dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat.
Revolusi mencoba untuk menempatkan pemerintahan baru.
Syarat-syarat terjadinya revolusi :
a. Harus ada keinginan dari masyarakat untuk mengadakan suatu perubahan.
b. Adanya pemimpin yang mampu memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
c. Adanya pemimpin yang dapat menampung keinginan atau aspirasi dari masyarakat dan merumuskannya menjadi program kerja.
d. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai.
e. Harus ada momentum yang tepat untuk memulai gerakan.
2) Perubahan lambat (evolusi) Contoh :
perkembangan sistem berburu dan meramu ke sistem pertanian modern
b. Perubahan kecil dan perubahan besar
1) Perubahan kecil : pengaruh yang ditimbulkan tidak luas. Contoh : perubahan mode pakaian.
2) Perubahan besar : pengaruh yang ditimbulkan luas. Contoh : proses industrialisasi.
dikehendaki (intended change) dan perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) / perubahan yang tidak dikehendaki (unintended change)
1) Perubahan direncanakan/perubahan yang dikehendaki : perubahan yang diproses melalui suatu program atau rencana tertentu agar
menghasilkan suatu perubahan tertentu.
Contoh : program Keluarga Berencana (KB) untuk menghasilkan keluarga sejahtera.
Pelaku perubahan (agent of change) : pihak-pihak yang menghendaki perubahan.
2) Perubahan tidak direncanakan/perubahan yang tidak
dikehendaki : perubahan yang terjadi tanpa dikehendaki, berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak diharapkan masyarakat.
Contoh :
a. PHK mednyebabkan pengangguran meningkat dengan pesat
b. Penggunaan mesin pertanian memicu berkembangnya sikap individualis
d. Perubahan Struktural dan Perubahan Proses
1) Perubahan struktural : perubahan yang sangat mendasar yang menyebabkan timbulnya reorganisasi dalam masyarakat.
Contoh :
Perubahan sistem pemerintahan dari kerajaan menjadi republik.
2) Perubahan proses : perubahan yang sifatnya tidak mendasar. Perubahan tersebut hanya merupakan penyempurnaan dari perubahan sebelumnya.
Contoh :
Perubahan dalam kurikulum pendidikan yang menyempurnakan kurikulum sebelumnya.
Penyebab Perubahan Sosial
Faktor-faktor penyebab perubahan sosial : a. faktor intern :
- penemuan baru
b. faktor ekstern : - bencana alam
- masuknya kebudayaan dari masyarakat lain - peperangan dengan negara lain
Faktor pendorong perubahan sosial : 1. Sistem pendidikan formal yang maju.
2. Sikap menghargai karya orang lain dan keinginan untuk maju. 3. Sistem terbuka dalam lapisan masyarakat.
4. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang.
5. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu. 6. Penduduk yang heterogen.
7. Orientasi ke masa depan yang lebih baik. 8. Adanya kontak dengan kebudayaan lain.
Difusi budaya : proses penyebaran budaya dari suatu masyarakat ke masyarakat lain.
Faktor penghambat perubahan sosial :
1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. 2. Adanya adat atau kebiasaan yang sulit diubah
3. Adanya kepentingan yang tertanam kuat (vested interests) 4. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat.
5. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan. 6. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis.
7. Sikap masyarakat yang sangat tradisional. 8. Prasangka terhadap hal-hal baru dan asing.
Dampak Perubahan Sosial Modernisasi
Pengertian modernisasi : transformasi sikap masyarakat dari tradisional menjadi modern sesuai dengan tuntutan zaman dengan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dampak positif modernisasi : adanya penemuan peralatan modern yang dapat membantu manusia.
- Dampak positif perubahan di bidang ekonomi :
Kecenderungan masyarakat untuk menabung guna menyejahterakan dirinya di masa mendatang.
Dampak positif demokratisasi bagi masyarakat : meningkatnya partisipasi rakyat.
Dampak negatif modernisasi : adanya peralatan canggih menimbulkan pengangguran.
- Dampak negatif pembangunan yang tidak memperhatikan lingkungan mengakibatkan : pencemaran lingkungan.
- Dampak negatif kemajuan teknologi :
Berkembangnya telepon selular (HP) yang didalamnya terdapat kamera, menyebabkan beredar gambar porno di kalangan pelajar SMA.
Syarat modernisasi : 1. Cara berpikir ilmiah
2. Sistem administrasi negara yang baik
3. Adanya sistem pengumpulan data yang baik dan teratur 4. Penciptaan iklim yang menyenangkan bagi masyarakat 5. Tingkat organisasi yang tinggi, terutama disiplin tinggi
6. Sentralisasi wewenang dalam pelaksanaan perencanaan sosial
Globalisasi
Pengertian globalisasi : proses penyebaran unsur-unsur baru atau hal-hal baru khususnya yang menyangkut informasi secara duniawi melalui media cetak dan elektronik.
Dampak positif globalisasi :
- mempercepat keberhasilan pembangunan di bidang sumber daya manusia - pertumbuhan ekonomi antarnegara tanpa batas
Dampak negatif globalisasi : - goncangan budaya (culture shock), - pergeseran nilai-nilai budaya, dan - ketertinggalan budaya (cultural lag).
Westernisasi : pemujaan terhadap Barat yang berlebihan, pembaratan. Contoh akibat negatif dari westernisasi :
Kesenangan mengunjungi tempat hiburan malam, pergaulan bebas, dan mengenakan pakaian seronok/minim, merupakan kebiasaan kelompok masyarakat tertentu.
Pengertian
Lembaga sosial memiliki dua makna : pranata dan asosiasi.
Pranata : sistem norma yang mengatur masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya. Asosiasi : pelaksana dari pranata.
Contoh : aturan tentang perkawinan (pranata), dilaksanakan oleh KUA (asosiasi).
Hakikat Lembaga Sosial
1. Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
2. Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari anggotanya.
3. Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya.
4. Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial yang lain.
5. Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing lembaga sosial disusun dan di- organisasi secara sempurna di sekitar rangkaian pola, norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
6. Ide-ide lembaga sosial pada umumnya diterima oleh mayoritas anggota masyarakat, terlepas dari turut tidaknya mereka berpartisipasi.
7. Suatu lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama perilaku.
8. Setiap lembaga sosial mempunyai simbol-simbol kebudayaan tertentu.
9. Suatu lembaga sosial mempunyai ideologi sebagai dasar atau orientasi kelompoknya.
Tujuan lembaga atau pranata sosial : memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ciri-ciri Lembaga Sosial
1. Memiliki simbol/lambang tertentu. Contoh :
- simbol lembaga keluarga :
2. Memiliki tujuan tertentu.
3. Memiliki alat perlengkapan untuk mencapai tujuan. Contoh :
- lembaga keluarga mempunyai tujuan untuk mendidik anak-anak agar cerdas, maka lembaga keluarga memerlukan adanya buku-buku ilmu pengetahuan atau komputer yang mempunyai akses internet.
- lembaga politik mempunyai tujuan untuk menyalurkan aspirasi rakyat, maka lembaga politik memerlukan berbagai sarana untuk menampung aspirasi rakyat apakah lewat internet (berarti perlu komputer), menerima rakyat yang langsung menyampaikan aspirasi (berarti perlu tempat atau ruangan untuk menerima rakyat), dan lain-lain.
- lembaga pendidikan membutuhkan gedung sekolah, perpustakaan, sarana ibadah, sarana olah raga, laboratorium, kurikulum, tata tertib, dan lain-lain.
4. Memiliki tradisi (aturan) tertulis dan tidak tertulis.
Fungsi Lembaga Sosial
1. Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk yang menyangkut hubungan
pemenuhan kebutuhan.
2. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
3. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap anggota-anggotanya.
Fungsi Manifes dan FungsiLaten Lembaga Sosial Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah:
2. Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika di ikuti dianggap sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan.
Lembaga-lembaga Pokok dalam Masyarakat 1. Lembaga Keluarga
Fungsi lembaga keluarga :
- Fungsi reproduksi : saluran untuk melanjutkan keturunan (fungsi esensial). - Fungsi afeksi : kasih sayang.
a. Memberikan rasa tentram dan kehangatan bagi anggotanya
b. Memperhatikan ketercukupan kebutuhan psikologis dan kasih sayang c. Berbagi cerita kepada anggota keluarga
d. Berekrasi bersama anggota keluarga
- Fungsi sosialisasi : membentuk kepribadian anak. Contoh :
a. Ibu mengajari anak cara berbicara dengan orang yang lebih tua b. Bapak memberi contoh bagaimana bersikap baik kepada orang lain
- Fungsi edukatif : memberikan ilmu.
- Fungsi proteksi : menjaga anggota keluarga dari gangguan pihak lain. - Fungsi ekonomi : memenuhi kebutuhan keluarga.
Lembaga sosial yang dibangun untuk memenuhi kebutuhan hidup, bersifat informal, dan berfungsi untuk pewarisan budaya secara alamiah adalah : keluarga.
2. Lembaga Agama Fungsi lembaga agama :
- menuntun manusia dalam rangka menemukan kedamaian hakiki
- mempersatukan komunitas atas dasar keyakinan (fungsi lembaga agama bagi kepentingan integrasi kelompok intern umat)
Fungsi lembaga pendidikan agama bagi kelangsungan hidup masyarakat terkait dengan membangun kepribadian individu yang berakhlak mulia :
memberikan dasar moral bagi individu
3. Lembaga Politik
Tujuan dibentuknya partai politik : menyalurkan aspirasi yang berkembang di masyarakat.
4. Lembaga Ekonomi
Fungsi lembaga ekonomi : mengatur kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi barang maupun jasa.
Tujuannya : pemerataan ekonomi.
5. Lembaga Pendidikan Fungsi lembaga pendidikan :
- meningkatkan kedudukan sosial / melakukan mobilitas vertikal
6. Lembaga Hukum Ciri lembaga hukum :
a. Memiliki kitab undang-undang sebagai acuan b. Timbangan sebagai lambang keadilan masyarakat
Tipe-tipe Lembaga Sosial
a. Berdasarkan sudut perkembangan
1. Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Contoh: lembaga perkawinan, hak milik dan agama 2. Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang dan lembaga
pendidikan
b. Berdasarkan sudut nilai yang diterima oleh masyarakat 1. Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh: keluarga, sekolah, dan negara.
2. Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-masing masyarakat seperti rekreasi.
c. Berdasarkan sudut penerimaan masyarakat
1. Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
2. Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh: sindikat kejahatan, pelacuran, dan perjudian.
d. Berdasarkan sudut penyebarannya
1. General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar masyarakat dunia. Contoh: institusi agama
2. Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh: lembaga agama Islam,
Kristen Protestan, Hindu, dan Budha.
e. Berdasarkan sudut fungsinya
1. Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan. Contoh: institusi ekonomi.