I. Sejarah Perkembangan Promosi Kesehatan
Bagian ini menelusuri perjalanan panjang perkembangan promosi kesehatan, dimulai dari pendekatan kuratif Asclepius dan preventif Higea dalam mitologi Yunani hingga era modern. Diskusi meliputi periode sebelum dan sesudah perkembangan ilmu pengetahuan, mencatat berbagai wabah penyakit dan upaya penanganannya di berbagai peradaban. Perkembangan di Indonesia juga dibahas, mulai dari masa penjajahan Belanda hingga pembentukan Puskesmas sebagai sistem pelayanan kesehatan terpadu.
1.1 Periode Sebelum Ilmu Pengetahuan
Bab ini membahas praktik kesehatan masyarakat pada masa lalu, berdasarkan catatan tertulis dari berbagai peradaban kuno seperti Babilonia, Mesir, Yunani, dan Roma. Mereka telah memiliki prosedur penanganan penyakit, sistem pembuangan limbah, pengaturan air minum, dan pengelolaan sampah. Meskipun demikian, wabah penyakit seperti kolera dan pes masih terjadi secara meluas dan dahsyat tanpa adanya upaya kesehatan yang terorganisir. Catatan ini menggambarkan pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat.
1.2 Periode Setelah Ilmu Pengetahuan
Bagian ini menandai kemajuan pesat dalam ilmu kesehatan, ditandai dengan penemuan berbagai penyebab penyakit dan vaksin. Tokoh-tokoh seperti Louis Pasteur, Joseph Lister, dan William Morton memberikan kontribusi signifikan. Laporan Edwin Chadwick tentang hubungan antara sanitasi buruk dan wabah kolera di Inggris menjadi tonggak penting dalam pengembangan kebijakan kesehatan publik. Perkembangan pendidikan tenaga kesehatan profesional dan berdirinya organisasi kesehatan masyarakat seperti American Public Health Association juga diuraikan.
1.3 Perkembangan Kesehatan Masyarakat di Indonesia
Bab ini menjabarkan sejarah perkembangan kesehatan masyarakat di Indonesia, dimulai dari masa pemerintahan Belanda dengan upaya pemberantasan penyakit seperti cacar dan kolera. Pendirian STOVIA dan NIAS sebagai pusat pendidikan tenaga kesehatan, serta peran Lembaga Eijkman dalam riset dan pengendalian penyakit, dijelaskan secara rinci. Program pemberantasan pes dan Konsep Bandung yang menekankan integrasi pelayanan kuratif dan preventif juga dibahas. Akhirnya, pendirian Puskesmas sebagai sistem pelayanan kesehatan terpadu diuraikan sebagai tonggak penting dalam sistem kesehatan Indonesia.
II. Pengertian, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Promosi Kesehatan
Bagian ini menjelaskan secara komprehensif tentang promosi kesehatan, mencakup pengertian, tujuan, sasaran, dan berbagai strategi yang digunakan. Definisi promosi kesehatan menurut Departemen Kesehatan RI dan WHO diuraikan. Strategi promosi kesehatan menurut WHO (1984) dan Perjanjian Ottawa (1986) dijelaskan secara detail, meliputi advokasi, dukungan sosial, pemberdayaan, kebijakan publik, lingkungan yang mendukung, tata ulang orientasi layanan kesehatan, keterampilan personal, dan aksi komunitas. Sasaran promosi kesehatan juga dijabarkan, meliputi sasaran primer, sekunder, dan tersier.
III. Konsep Belajar dalam Promosi Kesehatan
Bagian ini membahas konsep belajar sebagai landasan utama dalam promosi kesehatan. Promosi kesehatan dipandang sebagai proses pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (learner-oriented). Konsep belajar dari berbagai perspektif, termasuk Sudjana (1989), Witherington (1952), dan UNESCO (empat pilar utama belajar), dijelaskan. Ciri-ciri dan perubahan yang terjadi dalam proses belajar juga diuraikan.
IV. Media dan Metode Promosi Kesehatan Beserta Contoh
Bagian ini menjelaskan berbagai metode dan media yang digunakan dalam promosi kesehatan. Metode dibagi menjadi metode pembelajaran individual, kelompok (besar dan kecil), dan massa. Berbagai contoh metode, seperti konseling, ceramah, diskusi kelompok, bermain peran, dan penggunaan media elektronik dan cetak, diuraikan. Media promosi kesehatan dijelaskan berdasarkan penangkapan indera, teknik penyajian pesan, dan penempatannya, dengan berbagai contoh media visual, audio, dan audio-visual.
V. Komunikasi Kesehatan yang Efektif dan Contohnya
Bagian ini membahas komunikasi kesehatan sebagai proses penyampaian pesan kesehatan yang efektif untuk mendorong perilaku sehat. Definisi komunikasi kesehatan dijelaskan, dan diuraikan pentingnya dalam konteks perilaku hidup sehat dan pencarian pengobatan. Komunikasi kesehatan dibagi menjadi proses komunikasi manusia dan keterpengaruhan individu dan komunitas dalam pengambilan keputusan kesehatan.
VI. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Kesehatan
Bagian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kesehatan menurut Lawrence Green (1980), meliputi faktor predisposisi, pemungkin, dan penguat. Masing-masing faktor dijelaskan dengan contoh, serta upaya promosi kesehatan yang dapat dilakukan untuk mempengaruhi setiap faktor tersebut.
VII. Sifat Umum dan Sifat Khusus Perilaku Manusia Beserta Contoh
Bagian terakhir membahas sifat umum dan sifat khusus perilaku manusia. Sifat umum dijelaskan melalui berbagai aspek kejiwaan seperti perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berpikir, motif, dan perasaan. Sifat khusus perilaku manusia dibahas melalui pendekatan kognitif, reinforcement, dan psikoanalitis, dengan penjelasan mengenai penekanan, penyebab timbulnya perilaku, proses, dan kepentingan masa lalu dalam menentukan perilaku.
Referensi Dokumen
- Perilaku Kesehatan ( Green dan Ottoson )
- Perilaku Kesehatan ( Lawrence Green )