• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Aku

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Aku"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

Adam Irwansyah Fauzi

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Institut Teknologi Sumatera Bandung, Indonesia, 6 April 2015

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Adam Irwansyah Fauzi (S5112002), Indonesia

Kata Kunci : Posisi, Akustik, dan Bawah Air

ABSTRACT

Methods of Underwater acoustic positioning vary in terms of accuracy, precision,

design and frequency dependent on their commercial requirements and the operational and

environmental conditions in which they will be used. The primary methods under

consideration are the most commonly used techniques, long baseline (LBL), ultra short

baseline (USBL), and short baseline (SBL) which exhibit the key principles and

considerations associated with acoustic positioning. Application of third methods require

deep user involvement as it comprises time consuming methods of calibration, array

transponders coordinates determination, producing sound velocity profiles etc..

ABSTRAK

Metode penentuan posisi akustik bervariasi terhadap akurasi, presisi, desain dan

frekuensi tergantung pada kebutuhan komersial dan kondisi operasional dan lingkungan

dimana metode tersebut akan digunakan. Metode utama yang dipertimbangkan adalah teknik

yang paling umum digunakan, long baseline (LBL), ultra short baseline (USBL), and short

baseline (SBL) yang menunjukkan prinsip-prinsip dasar dan pertimbangan terkait penentuan

posisi akustik. Penerapan ketiga metode tersebut membutuhkan keterlibatan pengguna yang

terdiri dari waktu yang diperlukan untuk suatu metode kalibrasi, susunan transponder dalam

(2)

2

Adam Irwansyah Fauzi

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Institut Teknologi Sumatera Bandung, Indonesia, 6 April 2015

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Adam Irwansyah Fauzi (S5112002), Indonesia

I. Pendahuluan

Sistem penentuan posisi akustik bawah air merupakan sebuah sistem untuk penentuan

posisi dan navigasi menggunakan instrumen akustik bawah laut melalui pengukuran jarak

atau sudut. Sistem ini digunakan untuk membantu navigasi jalur pelayaran kapal di perairan,

navigasi instrumen bawah laut (ROV) hingga penentuan posisi peralatan oseanografi. Sistem

penentuan posisi akustik bawah laut umumnya digunakan secara luas untuk

pekerjaan-pekerjaan bawah laut, termasuk eksplorasi minyak dan gas, ilmu kelautan, operasi

penyelamatan, arkeologi kelautan, penegakan hukum dan aktifitas militer.

Sistem penentuan posisi bawah air dasar menggunakan hydrophone dan beacon.

Hydropone terpasang di perahu, di bawah air dan bekerja seperti antenna. Sedangkan beacon

berada di suatu tempat di bawah air yang mengirimkan sinyal yang ditangkap oleh

hydrophone tersebut. Sistem ini mengukur jarak dan sudut horizontal/azimuth lalu posisi

beacon ditentukan relatif terhadap perahu. Jika lokasi dari perahu diketahui secara tepat,

maka lokasi dari beacon dapat dihitung secara tepat.

II. Metode Penentuan Posisi Akustik Bawah Laut

Sistem penentuan posisi akustik bawah air secara umum dikategorikan kedalam tiga

tipe, yaitu :

1. Long Baseline Positioning (LBL)

Sistem dasar panjang di dasar laut menggunakan jaringan transponder. Transponder

biasanya dipasang pada sudut-sudut dasar laut. Sistem LBL mengahasilkan akurasi yang

tinggi yang umumnya lebih dari 1m bahkan sampai 0.01 m. jarak hasil dalam geometri

ideal untuk perhitungan posisi. Selain itu sistem LBL beroperasi tanpa jalur akustik ke

(3)

3

Adam Irwansyah Fauzi

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Institut Teknologi Sumatera Bandung, Indonesia, 6 April 2015

2. Ultra Short Baseline Positioning (USBL)

Sistem ini terkait dengan super (SSBL) yang bergantung pada array hydrophone

yang tersusun secara coplanar dengan jarak 5 – 20 m. transduser yang terintegrasi

biasanya dipasang pada bagian bawah tiang atau di bagian bawah kapal. susunan USBL

transduser digunakan untuk mengukur jarak target dari tiang transduser dengan

menggunakan waktu perjalanan sinyal dan arah target dengan mengukur pergeseran fase

dari sinyal yang diteruskan yang terlihat oleh elemen susunan transduser. Tambahan

sensor seperti GPS, kompas giro digunakan untuk mengimbangi perubahan posisi dan

orientasi dari permukaan kapal dan tiang transdusernya.

Untuk menghitung posisi bawah laut, USBL menghitung rentang dan sudut dari

transceiver ke mercusuar bawah laut. Sudut yang diukur berisi array tranducer. Sebuah

metode yang disebut “fase-diferencing” dalam array transduser digunakan unutk menghitung sudut transponder bawah laut.

3. Short Baseline Positioning (SBL)

Pada sistem ini menggunakan acuan dasar yang terdiri dari tiga atau lebih

transduser sonar yang dihubungkan dengan kawat ke pusat kotak kontrol. Akurasi

tergantung pada jarak transduser dan metode pemasanganya. Ketika jarak yang

digunakan lebih luas, proses kerjanya mirip seperti sistem LBL. Apabila jaraknya dekat,

maka akurasi berkurang. Sistem SBL sering dipasang pada perahu/kapal. Tingkat

akurasinya sebesar 9 cm.

Sistem SBL tidak memerlukan transponder yang dipasang di dasar laut. Sistem ini

digunakan unutk pelacakan target di bawah air dari perahu atau kapal. Sistem ini cocok

unutk pekerjaan survey karena memliki tingkat akurasi yang tinggi. Namun ketika

baseline dengan jarak pendek, sistem SBL akan menunjukkan tingkat presisi yang

(4)

4

Adam Irwansyah Fauzi

Metode Utama Sistem Penentuan Posisi Akustik Bawah Air

Institut Teknologi Sumatera Bandung, Indonesia, 6 April 2015

Referensi

ACADEMY OF POSITIONING MARINE AND BATHYMETRY. (2010). Underwater Acoustic Positioning System. Scientific Manifest 2 , 7-8.

Discovery of Sound in the Sea. (2. January 2015). Navigation : Dosits. Hentede 6. April 2015 fra http://www.dosits.org

Tomczak, A. (2011). MODERN METHODS OF UNDERWATER POSITIONING APPLIED. I Górnictwo i Geoinżynieria (s. 381-394). Warsawa .

CATATAN BIOGRAFI

Nama saya Adam Irwansyah Fauzi, sekarang saya sedang menjalani pendidikan S1 di Institut Teknologi Sumatera program studi Teknik Geomatika.

KONTAK

Adam Irwansyah Fauzi

Institut Teknologi Sumatera

Jalan Ligar Ayu No 35 Kec. Cimenyan

Bandung

Indonesia

Tel. 081214405041

Fax -

Email: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Pasien dengan kanker ovarium yang telah dinyatakan mengalami remisi komplit setelah terapi primer akan di cek kadar serum CA-125 setiap 3 bulan untuk monitoring

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dimana pengumpulan data dilakukan melalui instrumen tes dan analisis data yang

BPTP dapat Rut berkompetisi mengajukan usulan (maksimum 2 judul kegiatan). d) Proposal yang diajukan termasuk dafam kategori inovasi produksi, pengolahan hasil atau inovasi

[r]

Oleh sebab itu, melalui penulisan karya ini, kami merekomendasikan ekstrak daun bambu untuk menurunkan kadar akrilamida pada jajanan gorengan yang merupakan faktor

Lembaga internasional dan lembaga asing nonpemerintah wajib menghormati kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menempatkan prinsip kemanusiaan sebagai satu-satunya

bahan hukum sekunder, yang lebih dikenal dengan nama bahan acuan bidang hukum atau bahan rujukan bidang hukum. Contohnya adalah abstrak perundang – undangan, dan

bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, maka Peraturan Daerah Kabupaten Selayar Nomor 13 Tahun 2001 tentang Tata Cara