Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) berbasis WEB untuk meningkatkan mutu
Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
(studi kasus di SMP Negeri 2 dan 8 Cimahi)
A. Latar belakang masalah :
Teknologi Informasi dan Komunikasi, adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi. TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi. Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi. Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas sebagai istilah umum untuk teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengkomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21, TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.
yang sangat bermanfaat dalam pembentukan pendidikan yang jauh lebih baik lagi. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2006 pasal (4) point h tentang rincian tugas unit kerja dilingkungan Inspektorat Jendral adalah melaksanakan pengelolaan sistem informasi manajemen pengawasan bidang pendidikan. Dalam dunia pendidikan penggunaan dan pengelolaan sistem informasi manajemen pendidikan tidak bisa dipisahkan dari aktifitas pendidikan itu sendiri (Rochaety, 2006 : 2). Kedua bidang ini saling membutuhkan satu sama lain.
Di samping itu dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 11 tahun 2008, tentang informasi dan transaksi elektronik, dinyatakan : Pembangunan Nasional adalah suatu proses yang berkelanjutan yang harus senantiasa tanggap terhadap berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat : bahwa globalisasi informasi telah menempatkan Indonesia sebagai bagian dari masyarakat informasi dunia sehingga mengharuskan dibentuknya pengaturan mengenai pengelolaan informasi dan transaksi elektronik di tingkat nasional sehingga pembangunan teknologi informasi dapat dilakukan secara optimal, merata, dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi telah membuka kemungkinan-kemungkinan kegiatan yang sebelumnya sulit atau bahkan tidak bisa dilakukan, saat ini dengan mudah dapat dilakukan. Misalnya kegiatan berkirim informasi atau kegiatan-kegiatan pendidkan secara online. Implementasi teknologi informasi dan komunikasi beserta komponen infra strukturnya benar-benar telah menandai terjadinya revolusi peradaban yang memungkinkan pekerjaan-pekerjaan dalam sistem organisasi dapat diselesaikan secara cepat, akurat, efektif dan efisien.
kepentingan organisasi, dalam bentuk pengelolaan yang terpadu dan terhubung dalam suatu jaringan komputer yang disebut dengan sistem informasi manajemen Pendidikan.
Pada dasarnya sudah sejak lama dunia pendidikan Indonesia melaksanakan pengelolaan manajemen pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Namun umumnya masih dilakukan secara konvensional belum berupa sistem yang terintegarasi secara baik dengan memanfaatkan jaringan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah sedemikian berkembang dengan keberadaan perangkat teknologi seperti komputer dan jaringan internet yang sudah semakin luas digunakan.
Di samping itu masih adanya pemahaman sempit di kalangan masyarakat Indonesia yang memandang bahwa penggunaan sistem informasi dan komunikasi sudah dianggap dilakukan jika segala sesuatu proses yang dulu dilakukan manual kemudian diubah dengan menggunakan komputer. Banyak yang belum menyadari bahwa esensi utamanya adalah peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan dan pengolahan berbagai basis data untuk menunjang kecepatan dan keakuratan dalam pengambilan keputusan maupun pembuatan kebijakan yang menyangkut pengelolaan manajemen pendidikan itu sendiri.
manajemen pendidikan yang bermuara pada peningkatan mutu pendidikan nasional Indonesia.
Dalam perkembangannya, saat ini kita sudah mengenal dan mulai memanfaatkan apa yang kita sebut sebagai Sistem Informasi Manajemen Pendidikan Indonesia dan Sistem Informasi Akademik. Kedua sistem informasi ini terus mengalami revolusi ke arah yang lebih baik dari tahun ke tahun, dan menjadi bagian utama kerangka dasar pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi pada dunia pendidikan Indonesia.
Sistem Informasi (SI) itu sendiri didefinisikan sebagai kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, sistem informasi merupakan gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi. Dengan kata lain Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Mengacu kepada definisi di atas, maka sistem informasi itu memiliki empat fungsi utama yang saling berhungan, yaitu:
Fungsi pemrosesan data Fungsi informasi manajemen Fungsi informasi eksekutif Fungsi pendukung keputusan
perbedaan dalam hal fungsi dan manfaat. Keduanya hanya dibedakan dari segi jangkauan akses terhadap sistem yang ada. Tentu saja jaringan lokal (LAN) memiliki keterbatasan jangkauan akses jika dibandingkan dengan jaringan global (WAN).
Seiring dengan semakin berkembangnya infrastruktur jaringan internet di Indonesia, serta meningkatnya aktivitas manusianya, maka pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di dunia pendidikan Indonesia saat ini telah dilakukan dengan memanfaatkan jaringan internet global dengan aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan atau sistem informasi akademik berbasis web.
Teknologi Informasi dan Komunikasi berbasis web ini sangat diperlukan untuk kebutuhan manajemen pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu manajemen sekolah, yang mencakup fungsi-fungsi dan dan aktivitas manajemen pada suatu organisasi pendidikan, dimana fokus prosesnya ada pada aspek, proses perencanaan, proses pengorganisasian, proses pelaksanaan serta proses pengawasan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web.
Maksud dilaksanakannya proses implementasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web adalah sebagai pendukung kegiatan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dalam rangka menunjang tercapainya sasaran dan tujuan fungsi-fungsi operasional dalam organisasi pendidkan, sehingga kegiatan operasional di sekolah dapat berjalan efektif dan efisien.
dipertanggungjawabkan secara moral. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web khususnya dalam bidang pendidikan sudah sangat diperlukan dalam pengelolaan, baik dalam hal pengelolaan administrasi akademik, kepegawaian, administrasi pelaporan maupun bidang-bidang lainnya yang berkaitan dengan kegiatan belajar mengajr (KBM).
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web mencakup sumber daya manusia, infrastruktur, hardware dan software. Hambatan dalam implementasi pemanfaatan TIK antara lain : jumlah pengelola TIK yang memiliki kompetensi di bidang TIK belum mencukupi, belum semua sekolah memiliki infrastruktur yang mendukung dalam mengimplementasikan TIK, belum semua sekolah memiliki hardware lengkap baik secara kualitas maupun kuantitas, dan software original mahal sehingga menghambat dalam mengembangkan program-program TIK (Herman Dwi Surjono dan Abdul Gafur, 2010 : 171-172).
SMK Negeri 1 Cimahi merupakan salah satu sekolah di Cimahi, Jawa Barat yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web dalam pelaksanaan manajemen sekolah dan didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
B. Perumusan dan Pembatasan Masalah
B.1. Perumusan Masalah
Pada umumnya masalah yang muncul dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web di sebuah sekolah selain karena keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur, seringkali muncul masalah yang berkaitan dengan tingkat pemahaman akan fungsi dan manfaat dari aplikasi sistem informasi manajemen pendidikan atau aplikasi sistem informasi akademik yang digunakan.
Hal ini karena paradigma umum masyarakat Indonesia yang masih memandang bahwa pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi masih sebatas peralihan dari sistem konvensional yang menggunakan mesin tik atau tulis tangan, ke penggunaan peralatan computer. Masih kurangnya kesadaran para pengguna TIK akan fungsi sistem informasi yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi manajemen organisasi sekolah, baik yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) maupun yang menyangkut hubungan komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.
Perencanaan program kerja serta tata kelola manajemen sekolah yang biasanya menjadi hal yang cukup rumit dan memerlukan waktu cukup lama dalam pemrosesannya, akan menjadi cukup mudah dikerjakan dengan bantuan TIK yang memiliki basis data yang cukup.
B.2 Pembatasan Masalah
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, pada penelitian kali ini, maka fokus penelitian akan diarahkan pada optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berbasis web untuk meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi. Peneliti ingin mengkaji sejauh mana TIK berbasis web yang telah digunakan memiliki dampak positf terhadap peningkatan mutu manajemen sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi. Penekanan pada sisi optimalisasi juga ditujukan untuk mengkaji apakah pemanfaatan TIK berbasis web ini dilakukan hanya sebatas peralihan dari sistem konvensional ke sistem komputerisasi, atau lebih jauh telah dimanfaatkan sesuai dengan fungsi sebagai sarana pendukung sistem informasi pengolahan data, manajemen, informasi eksekutih hingga berujung pada sistem informasi yang mampu mendukung pengambilan keputusan baik dalam membuat kebijakan maupun rencana strategis pengembangan sistem pendidikan di SMK Negeri 1 Cimahi.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
C.1. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Tujuan Khusus
A. Ingin memperoleh gambaran tentang perencanaan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis web untuk Meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
B. Ingin memperoleh gambaran tentang pengorganisasian Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis web untuk Meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
C. Ingin memperoleh gambaran tentang pelaksanaan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis web untuk Meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
D. Ingin memperoleh gambaran tentang pengawasan Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis web untuk Meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
C.2. Manfaat Penelitian
Manfaat Teoritis
berdampak pada terjadinya peningkatan mutu pengelolaan manajemen sekolah.
Setelah dipahami fungsi dan manfaatnya, maka diharapkan semua pihak di SMK Negeri 1 Cimahi mulai memanfaatkan TIK berbasis web ini untuk setiap kegiatan pengelolaan manajemen sekolah baik yang menyangkut penyusunan rencana strategis sekolah, rencana program KBM, sistem evaluasi KBM non tatap muka (jarak jauh), penyusunan kebijakan sekolah, hingga sistem bimbingan dan konseling yang melibatkan orang tua siswa secara intensif tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Manfaat Praktis
A. Bagi pihak sekolah khususnya Kepala Sekolah sebagai pimpinan, diharapkan dapat dengan mudah melakukan pengumpulan data menyangkut berbagai aspek permasalahan yang muncul di sekolah, guna lebih cepat dilakukan pengambilan keputusan dalam membuat kebijakan penyeselesaian masalah sehingga terjadi peningkatan efektivitas dan efisiensi yang bermpak pada semakin meningkatnya mutu manajemen SMK Negeri 1 Cimahi.
diterapkan dengan dilengkapi sistem analisis baik kualitatif maupun kuantitatif terhadap setiap evaluasi yang diberikan, sehingga guru dapat lebih cepat mendapatkan informasi tentang tingkat pemahaman murid terhadap materi ajar. Berbekal informasi ini, maka setiap guru akan segera dapat melakukan strategi dalam mengatasi permasalahan yang muncul yang berkaitan dengan KBM.
C. Bagi siswa diharapkan mereka mendapatkan kesempatan yang lebih banyak dalam mengulang dan mempelajari lebih jauh tentang materi ajar, tidak lagi terbatas pada kegiatan tatap muka di kelas. Mereka juga diharapkan dapat memiliki akses diskusi jarak jauh dengan pihak guru maupun sekolah menyangkut permasalahan dalam KBM. Di samping itu, dengan meningkatnya konten materi ajar yang disajikan dalam situs web sekolah, diharapkan para siswa lebih banyak menghabiskan waktu mereka dalam kegiatan di media internet untuk hal-hal yang lebih bermafaat yang menunjang KBM.
D. Asumsi dan Pertanyaan Penelitian
C.1. Tujuan Penelitian
Tujuan Umum
Ingin memperoleh gambaran tentang Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) berbasis web untuk Meningkatkan mutu Manajemen Sekolah di SMK Negeri 1 Cimahi.
A. Latar
Belakang ... 1
B. Perumusan dan Pembatasan
Masalah ...
1. Perumusan Masalah..
2. Pembatasan Masalah
1. Manfaat Penelitian.
a. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat mengembangkan hasanah keilmuan berkaitan dengan JUDUL
b. Manfaat Praktis
Bagi Sekolah
Bagi Guru
Bagi Siswa
C. Asumsi dan Penelitian
1. Asumsi
Titik tolak pemikiran yang kebenarannya diterima
Menggambarkan teori singkat dari aspek2 masalah yang diteliti didukung pendapat ahli
Generalisasi standar teori dari judul
2. Pertanyaan penelitian
a. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam
perencanaan analisis peran kepala sekolah dalam menerapkan evaluasi di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Terpadu ?
b. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam pelaksanaan analisis peran kepala sekolah dalam menerapkan evaluasi di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Terpadu ?
c. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam refleksi analisis peran kepala sekolah dalam menerapkan evaluasi di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Terpadu ?
d. Kegiatan apa saja yang dilakukan dalam penilaian analisis peran kepala sekolah dalam menerapkan evaluasi di sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan di SD Islam Terpadu ?
D. Pertanyaan Penelitian
1. Pendekatan
2. Metode penelitian
4. Sumber Data
E. Analisis Data
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Landasan Teologis ( Al qur’an – Hadist – Ijma – Qiyas )
E. Landasan Filosofis ( Konstuktivisme, rekontruktivisme, positivisme, post positivisme )
Menurut Nueman (1997) dan Blaikie (1993), ada 3 (tiga) pendekatan berbeda pada penelitian social. Ketiganya mewakili sebuah model atau paradigma dalam penelitian, serangkaian teori yang dapat diterima, prosedur dan asumsi tentang bagaimana para peneliti melihat dunia. Paradigma berdasarkan aksioma atau pernyataan yang secara universal diterima sebagai kebenaran. Pradigma menjadi penting karena berkaitan dengan seleksi atau pemilihan dalam metode penelitian.
B.1. Positivisme (Obyektivisme)
B.1. Konstruktivisme (Interpretatif)
Tujuan dari paradigma ini untuk mengetahui bagaimana perilaku alamiah keseharian manusia dalam memaknai dan mengintepretasikan setiap kejadian di lingkungan mereka. Paradigma ini begitu popular pada riset media massa selama dekade 1970-an dan 1980-an kemudian memperoleh kemajuan pesat pada 1990-an.
Terdapat tiga perbedaan dimensi metode positivisme dengan konstruktivisme:
1. Dua metode memiliki realitas filososfi yang berbeda. Bagi peneliti positivisme, realitas adalah obyektif; keberadaannya terpisah dari para peneliti dan dapat dilihat oleh semua orang. Dengan kata lain, hal itu berada di luar.
Sementara bagi peneliti konstruktivisme, tidak ada realitas tunggal. Masing-masing pengamat (observer) menciptakan realitas sebagai bagian dari proses penelitian. Realitas adalah subyektif dan keberadaannya hanya dalam referensi bagi observer. Menurut peneliti konstruktivisme, keberadaan realitas hanya bagi observer. Sebaliknya peneliti positivisme meyakini bahwa realita dapat dibagi dalam komponen bagian-bagian, dan pengetahun mengenai ini semua diperoleh dengan mengamati masing-masing bagian tersebut. Sementara peneliti interpretative menguji seluruh proses, meyakini bahwa realita adalah holistik, menyeluruh dan tidak dapat dibagi-bagi.
3. Peneliti positivisme bertujuan untuk menjeneralisasikan hukum umum perilaku dan menjelaskan banyak hal pada banyak dimensi. Sebaliknya, peneliti konstruktivisme berusaha untuk menghasilkan penjelasan khusus tentang situasi atau individu tertentu. Jadi, bila peneliti positivisme berkonsentrasi pada area yang lebih luas, maka peneliti konstruktivisme berkonsentrasi pada area yang lebih mendalam.
Terdapat lima perbedaan pendekatan positivisme dengan konstruktivisme:
1. Peran peneliti
Pendekatan positivisme mengupayakan obyektivitas dan dibedakan dalam data. Sementara konstruktivisme adalah bagian integral dari data, kenyataannya tanpa partisipasi aktif peneliti, tidak ada data yang tersedia.
2. Disain
Pada pendekatan positivisme, disain dari sebuah studi dibatasi sebelum dimulai. Sementara pada pendekatan konstruktivisme disain meningkat selama proses penelitian, hal ini bisa disesuaikan atau diubah sebagai progress penelitian.
3. Setting
4. Alat ukur
Pada penelitian positivisme, keberadaan alat-alat ukur terpisah dari peneliti; pihak lainlah yang menggunakan data dalam penelitian. Sebaliknya pada penelitian konstruktivisme, peneliti adalah alat; tidak ada individu yang dapat menggantikan.
5. Kerangka teori
Bila peneliti positivisme, mereka menggunakan penelitian untuk menguji, mendukung, atau menolak sebuah teori. Sementara peneliti konstruktivisme mengembangkan teori sebagai bagian dari proses penelitian, teori adalah data yang diarahkan dan digabungkan sebagai bagian dari proses penelitian, meningkat, bekembang dari data yang mereka kumpulkan.
F. Landasan Teoritis
C.1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) hingga saat ini. Pertama yaitu penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Penemuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi trans-atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.
pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat. Kemudian diikuti pula oleh transmisiaudio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an.
Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.
Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era perang dingin. Persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang. Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan apa yang kemudian dikenal dengan nama mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini.
Selanjutnya perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya. Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital. Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler.
implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia
Indonesia pernah menggunakan istilah telematika (telematics) untuk arti yang kurang lebih sama dengan TIK yang kita kenal saat ini. Encarta Dictionary mendeskripsikan telematics sebagai telecommunication + informatics (telekomunikasi + informasi) meskipun sebelumnya kata itu bermakna science of data transmission (ilmu pengetahuan tentang transmisi data).
Pengolahan informasi dan pendistribusiannya melalui jaringan telekomunikasi membuka banyak peluang untuk dimanfaatkan di berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk salah satunya bidang pendidikan. Ide untuk menggunakan mesin-belajar, membuat simulasi proses-proses yang rumit, serta animasi proses-proses yang sulit dideskripsikan sangat menarik minat para praktisi pembelajaran. Ditambah lagi dengan adanya kemungkinan untuk melayani pembelajaran yang tak terkendala ruang dan waktu juga dapat difasilitasi oleh TIK. Sejalan dengan itu mulailah bermunculan berbagai jargon berawalan e, mulai dari book, e-learning, e-laboratory, e-education, e-library, dan sebagainya. Awalan e bermakna bermakna electronics yang secara implisit dimaknai sebagai segala hal yang berdasar teknologi elektronika digital.
pendidikan adalah tidak adanya umpan balik (feedback) yang seketika. Siaran bersifat searah yaitu dari narasumber atau fasilitator kepada pembelajar.
Mulai diperkenalkannya komputer dengan kemampuan mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan gambar bergerak) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi. Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih jika materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang interaksi yang lebih baik. Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran dua arah dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan dengan menggunakan teknologi Internet memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan internet.
Selain aplikasi unggulan seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK saat ini.
Buku Elektronik (e-book)
Buku elektronik atau e-book adalah salah satu teknologi yang memanfaatkan komputer untuk menayangkan informasi multimedia dalam bentuk yang ringkas dan dinamis. Dalam sebuah e-book dapat diintegrasikan tayangan suara, grafik, gambar, animasi, maupun video sehingga informasi yang disajikan lebih kaya dibandingkan dengan buku konvensional.
keping CD (compact disk) maupun flashdisk. Bentuk yang lebih kompleks dan memerlukan rancangan yang lebih cermat misalnya pada Microsoft Encarta dan Encyclopedia Britannica yang merupakan ensiklopedi dalam format multimedia. Format multimedia memungkinkan e-book menyediakan tidak saja informasi tertulis tetapi juga suara, gambar, video dan unsur multimedia lainnya. Penjelasan tentang satu jenis musik misalnya, dapat disertai dengan cuplikan suara jenis musik tersebut sehingga pengguna dapat dengan jelas memahami apa yang dimaksud oleh penyaji
Pembelajaran Elektronik (e-learning) .
Beragam definisi dapat ditemukan untuk e-learning. Victoria L. Tinio, misalnya, menyatakan bahwa e-learning meliputi pembelajaran pada semua tingkatan, baik formal maupun nonformal, yang menggunakan jaringan komputer (intranet maupun internet) untuk pengantaran bahan ajar, interaksi, dan/atau fasilitasi. Untuk pembelajaran yang sebagian prosesnya berlangsung dengan bantuan jaringan internet sering disebut sebagai online learning. Definisi yang lebih luas dikemukakan pada working paper SEAMOLEC, yakni e-learning adalah pembelajaran melalui jasa elektronik.
Internet-based learning atau web-based learning (pembelajaran berbasis internet/web) dalam bentuk paling sederhana adalah website yang dimanfaatkan untuk menyajikan materi-materi pembelajaran. Cara ini memungkinkan pembelajar mengakses sumber belajar yang disediakan oleh narasumber atau fasilitator kapan dan dimanapun dia kehendaki. Bila diperlukan dapat pula disediakan fasilitas khusus pada situs pembelajaran tersebut yang berfungsi sebagai forum diskusi seperti dalam bentuk mailing list.
Fasilitas e-learning yang lengkap disediakan oleh perangkat lunak khusus yang disebut perangkat lunak pengelola pembelajaran atau LMS (learning management system). LMS mutakhir berjalan berbasis teknologi internet sehingga dapat diakses dari manapun selama tersedia akses ke internet. Fasilitas yang disediakan meliputi pengelolaan siswa atau peserta didik, pengelolaan materi pembelajaran, pengelolaan proses pembelajaran termasuk pengelolaan evaluasi pembelajaran serta pengelolaan komunikasi antara pembelajar dengan fasilitator-fasilitatornya. Fasilitas ini memungkinkan kegiatan belajar dikelola tanpa adanya tatap muka langsung di antara pihak-pihak yang terlibat (administrator, fasilitator, peserta didik atau pembelajar). ‘Kehadiran’ pihak-pihak yang terlibat diwakili oleh e-mail, kanal chatting, atau melalui video conference.
C.1. Sistem Informasi
informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara bagaimana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung berjalannya manajemen organisasi.
Sistem informasi menjadi bagian terpenting dalam pemanfaatan TIK. Hal ini terutama berkaitan dengan tujuan pemanfaatan TIK itu sendiri. Sistem informasi diterapkan untuk membantu mengontrol kinerja proses manajemen organisasi. Sistem informasi merupakan tipe khusus dari suatu sistem kerja. Sistem kerja itu sendiri didefinisikan sebagai suatu sistem dimana manusia melakukan pekerjaan dengan menggunakan sumber daya untuk memproduksi produk atau jasa tertentu. Sistem informasi adalah suatu sistem kerja yang kegiatannya ditujukan untuk pengolahan informasi (menangkap, transmisi, menyimpan, mengambil, memanipulasi dan menampilkan).
Dengan demikian, sistem informasi berhubungan erat dengan sistem data di satu sisi dan sistem aktivitas di sisi lain. Sistem informasi adalah suatu bentuk komunikasi dimana data diproses sebagai bentuk dari memori sosial. Sistem informasi juga dapat dianggap sebagai bahasa semi formal yang mendukung manusia dalam pengambilan keputusan dan tindakan.
Lebih jauh sistem informasi didefinisikan sebagai gabungan yang terorganisir di antara manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam organisasi, yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan berbagai laporan-laporan yang diperlukan baik untuk keperluan internal maupun pihak luar.
Ditinjau dari sisi fungsi, maka sistem informasi dapat dikategorikan dalam empat kategori:
4. Sistem Pendukung Keputusan
Sistem Pemrosesan Data (Data Processing System)
Sistem Pemrosesan Data (Data Processing System) adalah bagian dari sistem informasi yang merupakan sebuah sistem yang menjalankan dan mencatat transaksi data rutin yang diperlukan untuk menjalankan roda organisasi. Contohnya adalah seperti memasukkan data siswa, data guru, data hasil evaluasi belajar, data jadwal, dan lain-lain.
Tujuan utama dari sistem pada tingkat ini adalah untuk menjawab pertanyaan rutin dan melacak arus transaksi data yang melalui organisasi. Pada tingkat operasional, tugas, sumber daya, dan tujuan ditentukan sebelumnya dan sangat terstruktur. Seorang pemimpin memerlukan sistem untuk memonitor status operasional internal dan hubungan organisasi dengan pihak luar. Sistem pemrosesan data juga merupakan factor utama sumber informasi bagi jenis sistem informasi lainnya. Oleh sebab itu jika terjadi kegagalan sistem atau sistem tidak berfunsi untuk beberapa waktu saja dapat menyebabkan terjadinya kekacauan pada sistem manajemen organisasi secara umum.
Sistem Informasi Manajemen (Management Information System)
Secara definisi, terdapat beberapa pendapat ahli tentang sistem informasi manajemen ini :
1. Bodnar dan Hopwood ; buku Accounting Information System : Mendefinisikan SIM sebagai kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data dalam bentuk informasi yang berguna.
2. Turban, McLean, dan Waterbe ; buku Information Technology for Management Making Connection for Strategies Advantages : Mendefinisikan SIM sebagai sistem yang mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisa, dan menyebarkan informasi untuk tujuan yang spesifik.
3. L. James Havery ; Mendefinisikan SIM sebagai sistem yang merupakan prosedur logis dan rasional guna melakukan atau merancang suatu rangkaian komponen yang berhubungan satu sama lain.
4. Ludwig Von Bartalanfy ; Mendefinisikan SIM sebagai seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi di antara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.
5. O’brien ; Mendefinisikan SIM sebagai sekelompok komponen yang saling berhubungan, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama dengan menerima input serta menghasilkan output dalam transformasi yang teratur.
6. Azhar Susanto ; Mendefinisikan SIM sebagai kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan berfungsi untuk pengendalian, pengevaluasian, dan perbaikan berkelanjutan.
menjadi bagian dari pengendalian internal suatu organisasi yang meliputi pemanfaatan sumber daya manusia, dokumen/data, teknologi, serta prosedur untuk membantu dalam memecahkan masalah yang muncul pada organisasi tersebut. Sistem informasi manajemen dibedakan dengan sistem informasi biasa karena SIM digunakan untuk menganalisis sistem informasi lain yang diterapkan pada aktivitas operasional organisasi. Secara akademis, istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk pada kelompok metode manajemen informasi yang berkaitan dengan otomatisasi atau dukungan terhadap pengambilan keputusan manusia.
Merujuk pada fungsi SIM, maka setiap pengguna harus memiliki akses tertentu sesuai dengan jenjang struktur organisasi itu sendiri terhadap sumber informasi yang ada dan mengetahui bagaimana cara menggunakannya. Hal ini akan sangat membantu mereka dalam mengidentifikasi suatu masalah, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi kinerja dalam semua tahap manajemen, termasuk perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan.
Sistem Informasi Eksekutif (Executive Information System)
SIE menyajikan laporan dan informasi yang kuat dan akurat berdasarkan sumber-sumber data yang ada dengan kemampuan untuk menganalisis, membandingkan dan mengolah berbagai variable penting untuk dimanfaatkan pimpinan organisasi dalam memonitor kinerja dan mengidentifikasi setiap masalah yang dapat menghambat perkembangan organisasi.
Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)
Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah sebuah sistem yang mampu memberikan kemampuan pengkomunikasian serta pemecahan masalah. Sistem ini digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi semi terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorangpun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Turban, 2001).
SPK bertujuan untuk menyediakan informasi, membimbing, memberikan prediksi serta mengarahkan kepada pengguna informasi agar dapat melakukan pengambilan keputusan dengan lebih baik. SPK merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan menegement science, hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini sistem aplikasi computer telah menawarkan kemampuan untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
1. Sistem yang berbasis komputer.
2. Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan
3. Dipergunakan untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang mustahil dilakukan dengan kalkulasi manual
4. Disajikan melalui cara simulasi yang interaktif 5. Data dan model analisis menjadi komponen utama.
Secara umum Sistem Pendukung Keputusan dibangun oleh tiga komponen besar yaitu database Management, Model Base dan Software System/User Interface. Komponen SPK tersebut dapat digambarkan seperti gambar di bawah ini.
a. Database Management
permasalahan yang hendak dipecahkan melalui simulasi.
b. Model Base
Merupakan suatu model yang merepresentasikan permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk didalamnya tujuan dari permaslahan (objektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal terkait lainnya. Model Base memungkinkan pengambil keputusan menganalisa secara utuh dengan mengembangkan dan membandingkan solusi alternatif.
c. User Interfase
Terkadang disebut sebagai subsistem dialog, merupakan penggabungan antara dua komponen sebelumnya yaitu Database Management dan Model Base yang disatukan dalam komponen ketiga (user interface), setelah sebelumnya dipresentasikan dalam bentuk model yang dimengerti komputer. User Interface menampilkan keluaran sistem bagi pemakai dan menerima masukan dari pemakai kedalam Sistem Pendukung Keputusan.
SPK dapat memberikan berbagai manfaat dan keuntungan diantaranya adalah:
1. SPK memperluas kemampuan pengambil keputusan dalam memproses data / informasi bagi pemakainya.
2. SPK membantu pengambilan keputusan untuk memecahkan masalah terutama barbagai masalah yang sangat kompleks dan tidak terstruktur.
Walaupun suatu SPK mungkin saja tidak mampu memecahkan masalah yang dihadapi oleh pengambil keputusan, namun dia dapat menjadi stimulan bagi pengambil keputusan dalam memahami persoalannya,karena mampu menyajikan berbagai alternatif pemecahan.
Tugas Mata Kuliah
Dosen : Dr. H. Nanang Hanafiah, M.M.Pd
Bandung, 13 Agustus 2016 Disusun oleh :
EVA SAFARIYANI (NIS. 4103810316048)
SISTIMATIKA PROPOSAL KUALITATIF
Analisis Peran Kepala Sekolah
Dalam Menerapkan Manajemen Evaluasi Di Sekolah Untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan
di SD Islam Terpadu Nurul Hikmah III dan SD Islam Terpadu Ali Bin Abi Thalib Purwakarta