• Tidak ada hasil yang ditemukan

sejarah pemerintahan Indonesia pra prokl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "sejarah pemerintahan Indonesia pra prokl"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH HUKUM TATA NEGARA

SEJARAH LAHIRNYA PEMERINTAH INDONESIA: ANALISIS PADA SIDANG BPUPKI I DAN II

Disusun oleh:

Callista Intan Capricornia K6413015

Hanifah Akitasari K6413031

Ika Damayanti K6413034

Lancar Eko Sumiyati K6413039

Maryuni Widha Murti K6413041

Pratiwi Ningtyas K6413050

Sri Surani K6413071

TriaWulandari K6413073

Uswatun Khasanah K. K6413076

Tugas Terstruktur Ini disusun guna Memenuhi Persyaratan dan Kelulusan Mata Kuliah Hukum Tata Negara

yang diampu oleh Rima Vien Permata H, S.H, M.H Semester IV PRODI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015

(2)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan YME yang telah memberi rahmat, taufik serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Hukum Tata Negara dengan judul “Sejarah Lahirnya Pemerintahan Indonesia: Analisis Pada Sidang BPUPKI I dan II” sesuai dengan waktu yang ditentukan. Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Hukum Tata Negara. Semoga makalah ini memenuhi syarat seperti yang diharapkan.

Maka dari itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:

1. Ibu Rima Vien Permata H, S.H, M.H selaku dosen mata kuliah Hukum Tata Negara yang telah memberikan bimbingan dan arahan untuk pengerjaan tugas ini.

2. Orang tua dan teman-teman yang telah memberikan do’a dan dukungannya sehingga tugas ini dapat terselesaikan.

3. Pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Akhirnya penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi pembaca dan khususnya bagi mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Penulis yakin dalam penulisan makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat diharapkan penulis dan hal itu sekaligus menjadi koreksi bagi penulis agar dapat memperbaiki penulisan selanjutnya.

Surakarta, Maret 2015

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR i DAFTAR ISI ii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang 1

B. Rumusan Masalah 1 C. Tujuan Penulisan 1 BAB II PEMBAHASAN

A. Pembahasan Sidang BPUPKI I dan BPUPKI II 3 B. Peristiwa Penting BPUPKI bagi Indonesia 4

C. Arti Penting BPUPKI bagi Indonesia 6 BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan...7 B. Saran 7

DAFTAR PUSTAKA

(4)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pemerintahan Indonesia terbentuk bukan secara serta-merta atau gratis yang diberikan oleh penjajah dahulu. Indonesia juga berjuang dengan usaha sendiri untuk mendapatkan kemerdekaan yang mandiri. Walaupun tidak terlepas dengan bagaimana Jepang memberikan janji kemerdekaan bagi Indonesia dan membuktikannya dengan mendirikan Dokuritsu Junbi Cosakai bagi Indonesia.

Peran penting BPUPKI tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang remeh, walaupun sebagai bentukkan Jepang, namun pejuang bangsa Indonesia tidak menganggap remeh hal tersebut dan memanfaatkan sebaik mungkin untuk kemerdekaan Indonesia. BPUPKI yang didirikan secara resmi tanggal 29 April 1945 dan dilantik pada tanggal 28 Mei 19945 dengan ketua Radjiman Wediodiningrat ini mampu memberikan kontribusi pentingnya bagi Indonesia.

Perbedaan pendapat yang mengiringi dihadapi dengan sikap yang bijak, keutuhan negara menjadi sesuatu yang penting. Tanpa ada BPUPKI, maka tidak akan ada sejarah yang mengesankan pada perjalanan pemerintah Indonesia. Salah satu hal penting dari Indonesia yaitu dasar negara dibahas di BPUPKI. Arti penting sejarah BPUPKI di Indonesia dan peristiwa-peristiwa penting tersebut akan dikaji lebih lanjut pada makalah ini, yang berjudul “Sejarah Lahirnya Pemerintahan Indonesia: Analisis Pada Sidang BPUPKI I dan II”.

B. Rumusan Masalah

1. Apa hal penting dari pembahasan BPUPKI I dan II?

(5)

C. Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui hal penting dari pembahasan BPUPKI I dan II

2. Untuk mengetahui peristiwa-peristiwa penting BPUPKI bagi Indonesia 3. Untuk mengetahui arti penting BPUPKI bagi Indonesia.

BAB II PEMBAHASAN A. Pembahasan Sidang BPUPKI I dan II

BPUPKI merupakan suatu badan yang dibentuk oleh pemerintahan Jepang sebagai badan yang bertujuan untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang diperlukan oleh negara Indonesia yang akan merdeka nantinya. BPUPKI menyumbang berbagai hal penting bagi negara Indonesia. Tidak dipungkiri tanpa adanya BPUPKI, mungkin tidak akan ada keputusan besar yang diambil oleh bangsa Indonesia. Walaupun BPUPKI merupakan badan bentukan Jepang, namun pendiri bangsa tidak menganggapnya sebagai sesuatu yang remeh. Mereka memanfaatkan setiap moment untuk kebaikan bangsa Indonesia ke depannya. Walaupun pada awalnya niat Jepang membentuk BPUPKI adalah untuk memikat hati rakyat Indonesia agar bersedia membantu Jepang yang saat itu mengalami kekalahan.

Bukan pemasalahan siapa yang membentuk BPUPKI namun yang terpenting adalah esensi apa yang didapatkan dari BPUPKI itu sendiri. Kemerdekaan Indonesia tetaplah bangsa Indonesia yang memperjuangkan, bukan pemberian Jepang. Pembahasan penting dari BPUPKI adalah dasar negara. Esensi dari dasar negara yang penting itu merupakan hal pertama yang dibahas saat BPUPKI I. Ini membuktikan bahwa dasar negara adalah suatu pemikiran penting bagi negara itu sendiri, hingga ketua BPUPKI yaitu Radjiman Wedyodiningrat menanyakan dasar negara sebagai pertanyaan pertama dalam sidang BPUPKI I “Negara yang kita bentuk itu apa dasarnya?”1

(6)

Pertanyaan tersebut menyatakan bahwa dasar negara adalah hal penting yang harus dibahas dari suatu negara walaupun negara itu belum resmi berdiri. Esensi penting yang telah dibahas dari BPUPKI I adalah mengenai dasar negara Indonesia, sedangkan pada sidang BPUPKI II membahas hal penting yaitu wilayah meliputi batas-batas negara, undang-undang dasar dan pernyataan kemerdekaan.

Pada sidang BPUPKI I tentang merumuskan dasar negara, ada berbagai pendapat untuk merumuskan dasar negara antara lain yakni pidato dari Moh. Yamin yang berjudul Asas dan Dasar Negara Republik Indonesia disampaikan pada 31 Mei 1945, beliau mengemukakan lima dasar negara yakni, (1) Peri Kebangsaan, (2) Peri Kemanusiaan, (3) Peri Ketuhanan, (4) Peri Kerakyatan, (5) Kesejahteraan Rakyat. Pidato Soepomo juga membahasa lebih mendalam tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan dasar negara yakni (1) Paham negara kesatuan, (2) Perhubungan negara dan agama, (3) Sistem badan permusyawaratan (4) Sosialisme negara, (5) Hubungan antar bangsa. Beliau juga berpendapat tentang syarat berdirinya negara yaitu teori perseorangan, teori golongan dan teori integralistik, pidato beliau disampaikan pada tanggal 31 Mei 1945. Ir. Soekarno, mengemukakan tentang dasar falafah negara Indonesia merdeka pada 1 Juni 1945, ide beliau berisi (1) Kebangsaan Indonesia, (2) Internasional atau Peri Kemanusiaan, (3) Mufakat atau demokrasi, (4) Kesejahteraan sosial, (5) Ketuhanan yang Maha Esa.

Sidang BPUPKI II kebanyakan berisi tentang bagaimana kelanjutan dasar negara yang disepakati. Selain itu mengenai bentuk negara di bahas pada tanggal 10 Juli 1945, wilayah pada tanggal 11 Juli 1945, perumusan undang-undang dasar dan persiapan kemerdekaan jug dibahas lebih lanjut di sidang BPUPKI II.

B. Peristiwa Penting BPUPKI bagi Indonesia

(7)

menyebabkan pengelompokkan dalam BPUPKI. Ada dua kubu yang mempertahankan dasar negara masing-masing, kalangan Islam menginginkan dasar negara Indonesia adalah Islam dan kalangan kebangsaan menginginkan dasar negara Indonesia adalah kebangsaan, yang diartikan oleh Soekarno, bahwa dasar negara itu haruslah mengikat seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya untuk satu golongan saja.2

Perbedaan pendapat mengenai hubungan antara agama dan negara antara kalangan Islam dan kebangsaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam sidang BPUPKI. Namun, ide dasar negara Islam tersebut tidak didukung oleh sebagaian anggota BPUPKI walaupun mayoritas anggota BPUPKI adalah beragama Islam. Wakil-wakil dari kalangan Islam itu antara lain Ahmad Sanoesi, Ki Bagoes Hadikoesoemo, Mas Mansoer, Abdoel Kahar Moezakkir, Wachid Hasjim, Masjkoer, Soekiman Wirjosandjojo, Abikoesno Tjokrosoejoso, Agoes Salim, dan Abdoel Hamid. Walaupun begitu kalangan Islam tetap pada pendirianny. Mereka berpendapat Islam sangat diperlukan karena mayoritas rakyat Indonesia beragama Islam.

Soepomo menjelaskan pendapatnya tentang dua aliran politik, paham pertama karena didukung oleh kalangan-kalangan Islam yang ingin mendirikan suatu negara Islam di Indonesia, dan kalangan yang satunya berkeinginan adanya pemisahan agama Islam dengan negara. Pendapat Soepomo tersebut dijelaskan pada pidatonya tanggal 31 Mei 1945.

Setelah masa terahkir sidang BPUPKI I yaitu tanggal 1 Juni 1945, maka dibentuklah panitia 9 yang dinamakan masa rases, yakni masa antar sidang pertama dan sidang kedua3. Hal ini bertujuan untuk menyusun rumusan tentang dasa negara yang dapat disetujui oleh kalangan Islam dan kalangan kebangsaan. Hasil dari panitia 9 inilah yang menghasilkan Piagam Jakarta atau disebut juga dengan Gentlement Agreement yang disepakati tanggal 22 Juni 1945. Piagam Jakarta inilah yang merupakan kesepakatan antara kalangan Islam dan kalangan kebangsaan, yakni berisi tentang 2 RM.A. B. Kusuma, Lahirnya Undang-Undang Dasar 1945: Memuat Salinan Dokumen Otentik Badan Oentoek Menyelidiki Oesaha-Oesaha Persiapan Kemerdekaan, Badan Penerbit Fakultas

HukumUniversitas Indonesia, Depok, 2004 hal.158 dalam Perdebatan tentang Dasar Negara pada Sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK)

(8)

Indonesia yang berdasarkan kepada, Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya, menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan serta dengan mewujudkan suatu keadalian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Perbedaan pendapat tentang dasar negara dan masa rases untuk menemukan persamaan pendapat antara kalangan Islam dan kebangsaan itulah peristiwa-peristiwa yang mengiringi sidang BPUPKI. Hasil Piagam Jakarta adalah hasil yang penting untuk menentukan dasar negara Indonesia.

C. Arti Penting BPUPKI bagi Indonesia

Berbicara mengenai arti penting BPUPKI bagi Indonesia, pastilah BPUPKI menjadi sejarah yang berharga dalam pembentukan bangsa Indonesia, tentang berbagai perjuangan yang dilakukan untuk menentukan dasar negara bangsa Indonesia dan persiapan kemerdekaan serta pembentukan undang-undang dasar negara Indonesia. Walaupun BPUPKI bukan badan asli bentukan Indonesia, namun esensi penting pemerintahan Indonesia, BPUPKI menjadi salah satu bagian darinya.

(9)

BAB III PENUTUPAN A. Kesimpulan

BPUPKI merupakan suatu badan yang dibentuk oleh Jepang sebagai implementasi dari janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia. Tujuan dari BPUPKI sendiri adalah untuk mempelajari dan menyelidiki hal-hal penting yang berhubungan dengan berbagai hal yang diperlukan oleh negara Indonesia yang akan merdeka nantinya. Kemerdekaan Indonesia bukanlah pemberian Jepang, namun perjuangan bangsa Indonesia sendiri. Dengan adanya BPUPKI, bangsa Indonesia memanfaatkan dan menggunakannya untuk sebaik-baiknya.

(10)

kalangan Islam dan kebangsaan tentang dasar negara yakni dengan dibentuknya Piagam Jakarta oleh panitian 9 yang dipimpin oleh Ir. Soekarno. Piagam Jakarta inilah yang menjadi bentuk awal dari pembukaan undang-undang dasar 1945.

B. Saran

Bagi kita yang telah menikmati keadaan bangsa Indonesia sekarang ini, patutlah kita mempertahankan bangsa kita dari berbagai pandangan atau ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Menghargi perbedaan yang ada, dan menjaga agar agama dan negara dapat berjalan beriringan tanpa melakukan diskriminasi terhadap perbedaan yang ada.

DAFTAR USTAKA

Asshiddiqie, Jimly. 2011. Pengantar Ilmu Hukum Tata Negara. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Rahayu, Widy R. 2008. “Perdebatan Tentang Dasar Negara Dalam Sidang BPUPK”. Jakarta: FEB UI (online), ( http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=digital/126999-RB04R29p-Perdebatan%20dasar-Pendahuluan.pdf diakses tanggal 19 Maret 2015)

Rohayuningsih, Heri. 2009. “Peranan BPUPKI dan PPKI dalam Mempersiapkan Kemerdekaan Indonesia 1. Jurnal Forum Ilmu Sosial, Vol.36 No.2 Desember 2009(online),

Referensi

Dokumen terkait

Dilihat dari aspek sejarah perjuangan bangsa, masyarakat Indonesia telah membuktikan dirinya yang selalu berpartisipasi dan manunggal dengan

Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut maka membangun sebuah museum dengan bertemakan sejarah perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan Museum Perjuangan

RE:Sejarah perjuangan bangsa Indonesia - Karena menurut saya kata bangsa Indonesia pada Sumpah Pemuda yaitu sekumpulan masyarakat di Indonesia yang memiliki identitas yang

Tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik kulminasi sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia yang melahirkan negara kebangsaan yang berbentuk negara Republik

Gambar 3.13 Diagram Hasil Kuesioner pada Remaja dan Dewasa Muda mengenai Ketertarikan terhadap Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Setiap bangsa memiliki sejarahnya masing-masing di mana keberadaan suatu bangsa tidak lepas dari masa lalunya, termasuk bangsa Indonesia. Namun arti penting sejarah

Setiap bangsa memiliki sejarahnya masing-masing di mana keberadaan suatu bangsa tidak lepas dari masa lalunya, termasuk bangsa Indonesia. Namun arti penting sejarah

→ Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Arti Penting Budi Utomo dalam Sejarah Perjuangan Bangsa