Program Studi Teknik Industri

35 

Teks penuh

(1)

AKUNTANSI BIAYA

IEG3A3

(2)
(3)

TUJUAN PEMBELAJARAN

• Memahami konsep biaya overhead

• Mampu menghitung biaya overhead yang

ditetapkan sebelumnya jika ada satu atau lebih produk dengan satu atau lebih departemen, baik pada level departemen maupun pada level

perusahaan

(4)

BIAYA OVERHEAD

Biaya pabrik tak langsung (

manufacturing

overhead

) berupa :

o Bahan tdk langsung/bahan pembantu/penolong

o Tenaga kerja tidak langsung

o Biaya tidak langsung lainnya, selain bahan tidak langsung dan tenaga kerja tdk langsung

Biaya ini tidak dapat ditelusuri secara

(5)

KARAKTERISTIK BIAYA

OVERHEAD

• Pembebanan biaya overhead pabrik kepada

produk perlu dipertimbangkan guna mengetahui jumlah biaya yang sewajarnya dibebankan kepada produk.

Karakteristik yang perlu dipertimbangkan:

o Hubungan overhead pabrik dengan produk atau volume produksi

(6)

DASAR PEMBEBANAN BOP

(1)

Yang harus diperhatikan dalam memilih

dasar pembebanan :

o Jenis biaya overhead pabrik yang dominan

o Eratnya hubungan antara biaya overhead yang dominan tersebut dengan dasar

(7)

DASAR PEMBEBANAN BOP

(2)

• Keluaran Fisik

• Biaya Bahan Baku

• Biaya Tenaga Kerja

• Jam Tenaga Kerja Langsung

(8)

PEMBEBANAN BERDASARKAN

KELUARAN FISIK

• Membagi anggaran atau estimasi overhead pabrik dengan estimasi keluaran fsik.

• Cara ini akan terkendala apabila produk yang dihasilkan lebih dari satu jenis.

Rumus:

BIAYA

OVERHEAD

PER UNIT =

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

(9)

• Contoh:

PT DoniDina menyusun anggaran biaya overhead pabrik sebesar Rp. 1.000.000,- untuk

memproduksi sebesar 4.000 unit produk. Proses produksi yang sudah selesai sebesar 1.500 unit. Diminta:

o Hitunglah tarif biaya overhead pabrik yang ditentukan dimuka

(10)

• Jawab:

o Tarif biaya overhead pabrik per unit

o Biaya overhead pabrik yang dibebankan

Rp

1.000.000,-= 250,-Rp 4000

1.50

(11)

375.000,-PEMBEBANAN BERDASARKAN

BIAYA BAHAN BAKU LANGSUNG

• Dengan membagi anggaran atau estimasi

overhead pabrik dengan estimasi bahan baku langsung.

Dasar penghitungan ini tepat, apabila operasi

perusahaan lebih banyak menggunakan bahan baku langsung.

• Penentuan tarif yang didasarkan pada bahan langsung kurang populer, karena banyak pihak beranggapan bahwa antara biaya bahan

(12)

• Rumus :

PERSENTASE

OVERHEAD PABRIK PER BIAYA BAHAN LANGSUNG

=

ANGGARAN OVERHEAD PABRIK

x 100%

(13)

• Contoh:

PT Sejahtera menyusun anggaran biaya overhead pabrik sebesar Rp. 1.200.000,-

sementara anggaran biaya bahan langsung

sebesar Rp. 1.000.000,-. Biaya bahan langsung yang dikeluarkan untuk suatu pekerjaan sebesar Rp. 2.000.000,-. Diminta:

o Hitung tarif biaya overhead pabrik

(14)

• Jawab:

o Tarif biaya overhead pabrik per unit

o Biaya overhead pabrik yang dibebankan

Rp

1.200.000,-= 120 % Rp

1.000.000,-120

(15)

2.400.000,-PEMBEBANAN BERDASARKAN

BIAYA PEKERJA LANGSUNG

• Membagi anggaran dengan estimasi biaya pekerja langsung.

• Metode ini banyak digunakan karena dasar ini dianggap relatif lebih mudah.

• Rumus:

PERSENTASE

OVERHEAD PABRIK PER BIAYA PEKERJA LANGSUNG

=

ANGGARAN OVERHEAD PABRIK

x 100%

(16)

• Contoh:

PT SegarSelalu membuat anggaran untuk BOP sebesar Rp. 1.800.000,- dan biaya pekerja

langsung sebesar Rp. 750.000,-. Biaya pekerja langsung suatu pekerjaan sebesar Rp.

2.400.000,-. Diminta:

o Hitung persentase tarif BOP

(17)

• Jawab:

o Tarif biaya overhead pabrik per unit

o Biaya overhead pabrik yang dibebankan

Rp

1.800.000,-= 240 % Rp

750.000,-240

(18)

5.760.000,-PEMBEBANAN

BERDASARKAN JAM MESIN

• Dengan membagi anggaran BOP dengan

anggaran Jam mesin.

• Metode ini cocok digunakan apabila suatu

perusahaan dalam operasi produksi lebih banyak menggunakan mesin.

Rumus

OVERHEAD PABRIK PER

JAM MESIN =

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

(19)

• Contoh:

PT JayaSentosa menyusun anggaran BOP sebesar Rp. 24.000.000,-. Perusahaan

membebankan BOP berdasarkan jam mesin

sebesar 20.000. Waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut sebesar 120 jam mesin. Diminta:

o Hitung tarif BOP

(20)

• Jawab:

o Tarif biaya overhead pabrik per unit

o Biaya overhead pabrik yang dibebankan

Rp

24.000.000,-= Rp 1.200,- per JM 20.000 JM

Rp

(21)

144.000,-PEMBEBANAN BERDASARKAN

JAM TENAGA KERJA LANGSUNG

• Dengan membagi anggaran BOP dengan anggaran jam tenaga kerja langsung.

• Metode ini cocok digunakan apabila overhead pabrik berhubungan erat dengan waktu untuk membuat produk.

• Rumus:

OVERHEAD PABRIK PER

JAM TKL =

ANGGARAN BIAYA OVERHEAD PABRIK

(22)

• Contoh:

PT JayaAbadi menyusun anggaran BOP sebesar Rp. 2.000.000,-. Perusahaan membebankan BOP berdasarkan jam TKL sebesar 2.000 jam. Waktu yang dipergunakan untuk menyelesaikan

pekerjaan tersebut sebesar 200 jam. Diminta:

o Hitung persentase tarif BOP

(23)

• Jawab:

o Tarif biaya overhead pabrik per unit

o Biaya overhead pabrik yang dibebankan

Rp

2.000.000,-= Rp 1.000,- per JTKL 2.000 JTKL

Rp

(24)

200.000,-SOAL 1

PT Serba Serbi menyusun anggaran BOP sebesar Rp.25.000.000,-. Perusahaan merencanakan akan memilih dasar yang akan digunakan dalam

membebankan BOP dalam menyelesaikan suatu produk. Taksiran untuk masing-masing dasar yang digunakan adalah :

(25)

125.000,-Metode Unit Fisik =

Rp

25.000.000,- = Rp 250,- per unit

100.000

Metode Biaya

Bahan Langsung =

Rp

25.000.000,- = 50.000 % Rp 50.000

Metode Pekerja

Langsung =

Rp

25.000.000,- = 20.000 % Rp 125.000

Metode JTKL =

Rp

25.000.000,-= 200 per JTKL 125.000 per

JTKL

Metode JM =

Rp

25.000.000,-= 125 per JM 200.000 per

(26)

TINGKAT PEMILIHAN

AKTIVITAS

• Kapasitas atau Aktivitas adalah ukuran pabrik

dan mesin serta sejumlah personalia yang

bersifat tetap dan telah ditentukan sebelumnya oleh manajemen, sedangkan volume merupakan ukuran atas kegiatan perusahaan.

Penentuan tarif BOP berdasarkan aktivitas dapat

disesuaikan dengan kegiatan aktivitas yang diinginkan perusahaan dan tarif BOP dapat

(27)

TINGKAT AKTIVITAS

• Yang dapat digunakan dalam menentukan tarif BOP yang dibebankan kepada pekerjaan atau produk :

o Tingkat aktivitas teoritis

o Tingkat aktivitas praktis

o Tingkat aktivitas aktual

(28)

TINGKAT AKTIVITAS

TEORITIS

• Kapasitas untuk menghasilkan produk pada

kecepatan penuh tanpa berhenti selama jangka waktu tertentu.

Tarif BOP:

Angaran Biaya Overhead

Pabrik

(29)

TINGKAT AKTIVITAS

PRAKTIS

• Kapasitas teoritis dikurangi dengan

kerugian-kerugian waktu yang tidak dapat dihindari karena hambatan intern perusahaan. Misal: reparasi mesin, hari libur.

Tarif BOP:

Angaran Biaya Overhead

Pabrik

(30)

TINGKAT AKTIVITAS

NORMAL

• Kapasitas praktis dikurangi dengan kerugian

akibat hal-hal di luar perusahaan (penurunan permintaan produk).

Tarif BOP:

Angaran Biaya Overhead

Pabrik

(31)

TINGKAT AKTIVITAS

AKTUAL

• Kapasitas sesungguhnya yang diperkirakan

dapat dicapai pada tahun yg akan datang (berdasarkan ramalan penjualan).

Tarif BOP:

Angaran Biaya Overhead

Pabrik

(32)

SOAL 2

PT Maju Jaya menetapkan anggaran BOP sebesar Rp. 50.000.000,-. Aktivitas teoritis sebesar 20.000 sebesar 100% Aktivitas praktis sebesar 85%,

aktivitas aktual diharapkan 80% dan Aktivitas normal sebesar 75%. Tarif BOP didasarkan pada jam kerja langsung (JKL)

(33)

Keteranga n

Aktivitas

Teoritis Praktis Aktual Normal

Presentase

Aktivitas 100% 85% 80% 75%

Jam Kerja

Langsung 20.000 17.000 16.000 15.000

Anggaran BOP

(dalam Rp.) 50.000.000 50.000.000 50.000.000 50.000.000 Tarif BOP

(34)

SOAL 3

PT SukaSuka menetapkan anggaran BOP variabel sebesar Rp. 49.500.000,- dan BOP tetap sebesar Rp. 43.875.000,-. Tarif BOP ditentukan berdasarkan jam Mesin sebesar 10.000 JM pada tingkat

kapasitas teoritis 100%, aktivitas praktis 85%, aktivitas normal 75% dan aktivitas aktual 60%. Diminta : Hitunglah tarif BOP variabel dan BOP tetap berdasarkan masing-masing tingkatan

(35)

Keterangan Aktivitas

Teoritis Praktis Aktual Normal

Presentase Aktivitas 100% 85% 60% 75%

Jam Mesin 10,000 8,500 6,000 7,500

Anggaran BOP  

BOP Variabel (dalam Rp)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...