Discussion of English Vocabulary with Doraemon Pockets to Improve Writing Ability and Participation of 3rd Grade Students An
Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto By: Sri Wahyuningrum, S.Pd
Abstact
This class action research entitled Discussion of English Vocabulary with Doraemon Pockets to Improve Writing Ability and Participation of 3rd Grade Students An Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Given the different English vocabulary writing with pronunciation makes the child feel difficult in writing English vocabulary.
The method chosen by the researcher is the method of discussion. The discussion method improves the quality of interaction between students that expected to make students feel more comfortable learning with peers. The media named Doraemon's Bag was inspired by the Doraemon cartoon concept which had a versatile bag. The researcher inserts several card letters and picture cards into pockets that will be discussed and assembled into the correct word and in accordance with the pictures that have been provided.
The results of the application of methods and media is fairly good. Achievement and student participation increased. In cycle 1 with Public Places material, student achievement increased, ie 100% got scores above the KKM. While in cycle 2 with the material Preposition, the percentage of students completeness is 93.75%. Based on the percentage
of completeness, it can be concluded that students have improved in understanding the English vocabulary using the discussion method berbedia Doraemon Pocket. Student responses were fairly positive with the Doraemon Bag as a learning medium.
Keywords: Discussion - Doraemon Pockets
ABSTRAK
Penelitian Tindakan Kelas ini berjudul Diskusi Kosa Kata Bahasa Inggris dengan Kantong Doraemon Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis dan Partisipasi Siswa Kelas 3 An Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Mengingat penulisan kosa kata bahasa Inggris berbeda dengan pelafalan membuat anak merasa kesulitan dalam menulis kosa kata bahasa Inggris.
Metode yang dipilih peneliti adalah metode diskusi. Metode diskusi meningkatkan kualitas interaksi antar siswa dan diharapkan mampu membuat siswa lebih merasa nyaman belajar dengan teman sejawat. Media bernama Kantong Doraemon terinspirasi dari konsep kartun Doraemon yang memiliki kantong serba guna. Peneliti memasukkan beberapa kartu huruf dan kartu gambar ke dalam kantong yang nantinya didiskusikan dan dirangkai menjadi kata yang benar serta sesuai dengan gambar yang telah disediakan.
prestasi siswa meningkat yaitu 100% mendapat nilai di atas KKM. Sedangkan pada siklus 2 dengan materi Preposition, presentase ketuntasan siswa berada di angka 93,75 %. Berdasar presentase ketuntasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam memahami kosa kata bahasa Inggris menggunakan metode diskusi bermedia Kantong Doraemon. Tanggapan siswa pun terbilang positif dengan adanya Kantong Doraemon sebagai media pembelajaran.
Kata Kunci : Diskusi - Kantong Doraemon
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
“Us, aku engga bisa nulisnya”
“Us, aku lupa, huruf O nya si ada berapa ya Us?”
Dua pertanyaan di atas hanya sebagian contoh pertanyaan yang diutarakan oleh siswa di kelas peneliti, 3 An Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto saat peneliti sedang memberikan soal menulis kosa kata. Hampir di setiap pembelajaran, siswa menanyakan kedua hal tersebut. untuk menyiasati hal itu, guru tidak henti-hentinya memberi motivasi kepada mereka untuk menghafal penulisan beberapa kosa kata dan memberikan tugas tambahan untuk mereka kerjakan di rumah. Namun hasilnya kurang memuaskan dan cenderung membuat mereka tertekan, mengingat masih banyak mata pelajaran yang mereka pelajari. Hal ini ditakutkan dapat mempengaruhi sikap belajar siswa baik di rumah maupun di sekolah. Seperti terlihat dalam data nilai, siswa 3 An naba yang mendapat nilai di bawah KKM (8,00) berjumlah 15 siswa. Ini berarti tingkat keberhasilan pembelajarannya kurang lebih hanya 50%.
keingintahuan mereka, tidak hanya duduk diam dan mendengarkan. Seperti yang dikemukakan oleh Harmer (1991: 7) bahwa “they need to be involved in something active”.
Dalam perkembangannya, pembelajaran bahasa kedua (bahasa Inggris) di tingkat sekolah dasar menjadi tolak ukur kemampuan berbahasa asing seorang anak. Menurut Goh dan Elaine (2004:32), anak-anak dari awal akan mengalami proses pemerolehan bahasa asing yang terdiri dari; immitation (imitasi, tiruan), practise (mempraktekkan), reinorcement/feedback (timbal balik), dan habit formation (pembentukan kebiasaan). Untuk menopang beberapa proses tersebut diperlukan metode dan media belajar yang menarik minat serta keaktifan siswa, tidak hanya ditujukan untuk satu aspek misalnya kemampuan menulis tetapi juga aspek yang lain seperti berbicara, mendengar dan membaca.
Metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon menjadi salah satu cara untuk memperkecil kesulitan siswa dalam menulis kosa kata berbahasa Inggris. Dengan media ajar tersebut, siswa dalam sebuah kelompok beranggotakan empat (4) siswa menyusun kartu huruf (kosa kata) kemudian mencocokkannya dengan kartu gambar yang sudah disediakan oleh guru di dalam kantong yang dinamakan Kantong Doraemon. Pemanfaatan media ini tidak hanya sebatas itu, setelah menyusun dan mencocokkan, semua siswa dalam kelompok tersebut secara bergantian mempresentasikan hasil diskusinya dengan mengemukakan kalimat sederhana yang menggunakan kosa kata yang telah disusun. Kelompok yang lain mendengarkan dan mengemukakan beberapa pertanyaan yang sesuai.
Diharapkan dengan metode diskusi berbantuan media Kantong Doraemon ini siswa tidak hanya termotivasi untuk belajar menulis kosa kata dengan ejaan yang benar namun juga mampu untuk mengemukakan pendapat dan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris. Meskipun siswa belajar bahasa Inggris hanya karena tuntutan kurikulum sekolah. Dalam bukunya, Harmer (1991:1) menulis bahwa “Probably the greatest number of language students in the world do it because it is on the school curriculum whether they like it or ot”. Sehingga semua siswa mempunyai motivasi dan kemampuan yang sama-sama maksimal dalam pembelajaran bahasa Inggris.
B. Identifikasi Masalah
Peneliti merumuskan ada beberapa penyebab dari rendahnya kemampuan menulis kosa kata berbahasa Inggris, antara lain:
1. Banyaknya materi pelajaran yang harus dihafalkan siswa
2. Pembelajaran bahasa Inggris yang hanya berpusat di aspek berbicara.
3. Metode yang digunakan guru terlalu monoton. C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan masalah dan pembatasan masalah di atas, peneliti merumuskan rumusan masalah pada penelitian tindakan ini adalah:
1. Bagaimana deskripsi metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon?
2. Apakah metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon dapat meningkatkan kemampuan menulis kosakata berbahasa Inggris?
3. Bagaimana tanggapan siswa? E. Tujuan Penelitian
Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan mutu kegiatan belajar mengajar bahasa Inggris di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto. Tujuan khususnya adalah:
1. Untuk mengetahui proses pembelajaran menggunakan metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon.
2. Untuk mengetahui apakah metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kosa kata berbahasa Inggris.
3. Untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode diskusi berbantuan media ajar Kantong Doraemon.
F. Manfaat Penelitian Bagi Guru:
1. Diharapkan dapat menambah pengetahuan guru tentang Bahasa Inggris khususnya tentang penulisan kosa kata dan pembentukan kalimat berbahasa Inggris.
2. Diharapkan dapat menambah pengetahuan guru tentang alternatif metode pembelajaran yang menarik perhatian siswa.
3. Diharapkan dapat menambah motivasi guru untuk membuat media ajar dan inovatif dan kreatif.
Bagi siswa:
1. Diharapkan dapat menambah pemahaman siswa tentang mata pelajaran bahasa Inggris.
2. Diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis kosa kata berbahasa Inggris dengan benar.
Bagi sekolah:
1. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar 2. Diharapkan dapat meningkatkan kualitas akademik siswa
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1. Diskusi Kosa Kata dengan Media Kantong Doraemon 1.1 Metode Diskusi
Killen (1998) dalam Sanjaya (2006:154-156) menjelaskan bahwa metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan siswa pada suatu permasalahan. Tujuan metode ini adalah untuk memcahkan masalah, menjawab pertanyaan, menambah dan memahami pengetahuan siswa, serta untuk membuat suatu keputusan. Dihubungkan dalam penelitian ini, masalah yang didiskusikan adalah menyusun huruf menjadi kosa kata yang benar ejaannya dan mencocokkannya dengan gambar.
Ada beberapa kelebihan dan kelemahan dari metode diskusi ini. Berikut kelebihan metode diskusi:
a. Metode diskusi dapat merangsang siswa untuk lebih kreatif khususnya dalam memberikan gagasan dan ide.
b. Dapat melatih untuk terbiasa bertukar pikiran dalam mengatasi berbagai masalah.
c. Dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara verbal.
Adapun kelemahan dari metode diskusi, antara lain :
a. Sering terjadi pembicaraan dalam diskusi yang dikuasai oleh 2 atau 3 siswa yang memiliki ketrampilan berbicara.
b. Cenderung dapat meluas pembahasan materinya. c. Memerlukan waktu yang panjang.
d. Sering terjadi perbedaan pendapat yang bersifat emosional yang tidak terkontrol.
Untuk meminimalisasi kelemahan-kelemahan tersebut di atas, peneliti memilih jenis diskusi kelompok kecil. Sanjaya (2006:157) menjelaskan diskusi kelompok kecil dimulai dengan guru menyajikan permasalahan secara umum, kemudian masalah tersebut dibagi-bagi ke dalam submasalah yang harus dipecahkan oleh setiap kelompok. Selesai berdiskusi, masing-masing kelompok menyajikan hasil diskusinya dengan mengemukakan kalimat sederhana dan saling tanya jawab.
1.2 Kosa Kata
Terlepas dari beberapa pengertian kosa kata di atas, ada dua jenis kosa kata yang terangkum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:736). Jenis yang pertama adalah kosa kata subteknis dan kosa kata teknis. Kosa kata subteknis adalah kata/frasa dari kosa kata dasar yang digunakan dalam konteks teknis dengan makna khusus. Sedangkan kosa kata teknis adalah kata/frasa yang digunakan sebagai istilah di bidang tertentu.
Dikaitkan dengan penelitian ini, peneliti mengambil kesimpulan bahwa kosa kata yang dimaksud termasuk ke dalam jenis subteknis; sejumlah kata atau frasa yang memiliki makna khusus dan dapat digunakan dimanapun asalkan jelas konteksnya, dalam hal ini adalah kosa kata berbahasa Inggris. Kosa kata yang akan dijadikan bahan penelitian adalah kosa kata tentang tempat umum dan preposisi.
1.3 Media ajar Kantong Doraemon
Rossi dan Breidle (1966:3) dalam Sanjaya (2006:1663) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Dengan kata lain, media pembelajaran adalah sebuah benda yang dapat membantu guru agar siswa lebih memahami materi yang sedang diajarkan, dapat berupa benda keras ataupun lunak.
Dilihat dari fungsinya, sangat jelas bahwa media pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. Sanjaya (2006:164) menjelaskan dengan menggunakan media
tertentu siswa mendapatkan pengalaman langsung terhadap suatu hal, misal pelajaran tentang daun, si guru menggunakan media daun maka siswa dapat secara langsung melihat daun tidak hanya bentuknya namun juga jenis dan manfaatnya. Model pemelajaran tersebut tentunya akan lebih mudah dipahami siswa, pendek kata media merupakan sumber belajar siswa (Djamarah dan Zain, 2010:122).
Kantong Doraemon dipilih peneliti sebagai nama media pembelajarannya, hal ini dimaksudkan agar siswa tertarik dengan media yang akan digunakan selama proses belajar mengajar. Seperti yang kita ketahui, Doraemon memiliki kantong yang ajaib. Dari kantong tersebut, Doraemon dapat mengeluarkan berbagai jenis alat mulai dari yang kecil sampai yang sangat besar. Prinsip inilah yang digunakan oleh peneliti untuk memodifikasi media ajar agar menarik dan diharapkan mampu memberikan motivasi agar siswa memahami penulisan kosa kata berbahasa Inggris dengan mudah.
1.4 Kartu Huruf
Pada dasarnya, penggunaan kartu ajar ini sangat bermacam-macam dari yang sederhana sampai rumit. Siswa melihat langsung hal yang akan diajarkan hari itu dan tentunya hal ini membantu siswa memahami kosa kata seperti yang dikemukakan Harmer (1991:161) “Pictures can be used to explain the meaning of vocabulary... The students can ilustrate the concepts...”.
Sama halnya dengan kartu gambar, kartu huruf pun dapat membantu siswa memahami konsep penulisan kata berbahasa Inggris. Dengan berusaha menyusun huruf-huruf menjadi kata yang benar, siswa menjadi lebih paham dan ingat susunan huruf yang benar. Dengan permainan kartu huruf ini, extrinsic motivation atau motivasi yang terbentuk dari dalam kelas (Harmer, 1991:3) dapat meningkat karena suasana kelas yang menyenangkan.
2. Kemampuan menulis
Kemampuan menulis merupakan hal yang komplek dan sulit untuk diajarkan, hal ini dikemukakan oleh Heaton (1989:135) “the writing skills are complex and difficult to teach”. Ada lima
komponen pokok berkaitan dengan kemampuan menulis, sebagai berikut:
a. Language use (kemampuan menulis kalimat yang sesuai dan benar)
b. Mechanical skill (kemampuan untuk menggunakan tanda baca dan ejaan yang benar)
c. Treatment of content (kemampuan untuk mengembangkan pikiran yang kreatif)
d. Stylistic skills (kemampuan memanipulasi kalimat dan paragraf secara efektif)
e. Judgement skills (kemampuan menulis yang memiliki tujuan khusus)
Tidak semua komponen dapat dihubungkan dengan subjek penelitian ini karena kelima komponen tersebut masih sangat luas. Untuk penelitian ini, komponen mechanical skill memiliki hubungan yang erat dengan kemampuan siswa di tingkat sekolah dasar khususnya level tiga. Siswa diharapkan mampu menulis kosa kata berbahasa Inggirs dengan ejaan yang benar.
3. Partisipasi Siswa
Menurut Tannenbaun dan Hahn (dalam Sukidin,et al, 2002:159) partisipasi merupakan suatu tingkat sejauh mana peran anggota melibatkan diri dalam kegiatan dan menyumbangkan tenaga dan pikirannya dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan kata lain, partisipasi dapat menjadi alat ukur apakah guru menyampaikan materi dengan baik atau tidak. Jika siswa memiliki partisipasi yang kurang berarti penyampaian materi dari guru pun dinilai kurang baik dan sebaliknya.
Ada tiga Indikator keberhasilan partisipasi (Soli Abimanyu, dalam Sri Winarni 2009 : 15), antara lain:
2. Keberanian siswa untuk menyampaikan sanggahan kepada orang lain baik kepada siswa lain maupun kepada guru meningkat. 3. Keberanian siswa untuk mengajukan pertanyaan, baik kepada
guru maupun kepada siswa lain meningkat.
Melihat ketiga indikator diatas, partisipasi siswa dalam sebuah proses pembelajaran sangatlah berperan penting. Dengan adanya partisipasi siswa, tujuan pembelajaran pun akan terwujud. Selain itu, partisipasi siswa akan menciptakan suasana belajar yang hidup dan menyenangkan.
B. Kerangka Pikir
Kerangka pikir pelaksanaan penelitian berdasarkan latar belakang dapat dilihat pada bagan I di bawah ini.
C. Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan yang diajukan pada penelitian ini adalah: 1. Proses tindakan metode diskusi dapat meningkatkan kemampuan
menulis kosa kata berbahasa Inggris.
2. Media ajar Kantong Doraemon dapat meningkatkan kemampuan menulis kosa kata berbahasa Inggris.
3. Ada perubahan tanggapan siswa menjadi positif terhadap pembelajaran Bahasa Inggris.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Setting Penelitian 1. Lokasi
Lokasi penelitian sesuai dengan tempat tugas peneliti yaitu kelas 3 An Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto.
2. Waktu
Waktu penelitian tindakan ini dilaksanakan dari tanggal 1 sampai 29 Maret saat level tiga melaksanakan termin 3 dan 4. Hal ini dikarenakan antara siklus 1 dan 2 harus ada perbedaan materi ajar.Secara rinci perhatikan tabel di bawah ini.
Tabel 3.1
Jadwal Penelitian Tindakan Kelas
Kegiatan Bulan
Februari Maret April Mei
Penyusunan proposal Penelitian Penyusunan laporan Pengiriman laporan
Peneliti menyusun proposal dari tanggal 1 Februari sampai 22 Februari 2017. Untuk siklus 1, peneliti melakukan penelitian di termin ketiga pertemuan pertama dan kedua. Sedangkan untuk
siklus 2, peneliti melakukan penelitian di termin 4 pada pertemuan pertama dan kedua. Pada bulan berikutnya yaitu April dan Mei, peneliti menyusun laporan hasil Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pengiriman laporan.
B. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah siswa kelas 3 An Naba SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto yang berjumlah 32 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Secara detail, data subyek dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.2
Data Subyek Penelitian menurut Usia
No Jumlah Subyek 8 tahun 9 tahun 10 tahun
1. 32 21 10 1
Mayoritas usia siswa di kelas 3 Pattimura adalah 8 tahun, oleh karena itu sebagian besar siswa cenderung suka berkelompok tidak hanya untuk bermain namun juga untuk pembelajaran.
Tabel 3.3
Data Subyek Penelitian menurut Pekerjaan Orang tua
No Jumlah Subyek Swasta PNS Wiraswasta
Latar belakang pekerjaan orang tua mempengaruhi pola belajar siswa. Bagi orang tua yang masih mempunyai waktu bersama anak-anaknya dapat mengontrol kualitas dan kuantitas belajar siswa.
Tabel 3.4
Data Subyek Penelitian menurut Jarak tempat tinggal No Jumlah Subyek ≤ 45 menit
perjalanan
≥ 45 menit perjalanan
1. 32 27 5
Jarak dari tempat tinggal dengan sekolah mempengaruhi motivasi belajar siswa di kelas. Bagi siswa yang bertempat tinggal jauh dari sekolah cenderung tidak bersemangat, tidak sedikit yang mengeluh kecapaian dan mengantuk.
C. Sumber Data 1. Lembar tes/kuis
Diambil dari hasil tertulis terhadap siswa. Korektor dilakukan oleh peneliti dan kolaborator.
2. Lembar pengamatan
Diambil dari hasil pengamatan kolaborataor terhadap peneliti dan keaktifan siswa.
D. Teknik dan Alat Pengumpul Data
Harris (1969:54) mengemukakan bahwa untuk mengetes siswa yang masih dalam tahap mengenal kosa kata, penilaian
menggunakan gambar adalah yang paling tepat. Oleh karena itu, peneliti cenderung lebih banyak menggunakan gambar dalam penyusunan soal. Berikut rincian teknik dan alat pengumpul data. 1. Lembar tes/kuis
Diambil menggunakan teknik tes tertulis, sedangkan alat yang digunakan adalah soal tes.
Soal tes berbentuk isian singkat yang disusun berdasarkan silabus dengan jumlah 10 butir soal. Soal yang disusun terdiri dari dua perangkat, yaitu untuk siklus 1 dan siklus 2. Sebelum soal disusun,dibuat kisi-kisi penyusunan soal. Perhatikan tabel 3.5, sedangkan soal terlampir.
Tabel 3.5
Kisi-kisi Penyusunan Soal untuk Siklus 1 Mapel Bahasa Inggris kelas 3 Pattimura
No KD Indikator Bentuk
Mapel Bahasa Inggris kelas 3 Pattimura
No KD Indikator Bentuk
soal
No. Soal 1. a. Menulis tentang
preposisi dan benda-Sebelum instrumen disusun, dibuat kisi-kisi berdasarkan teori pada Bab II.
Tabel 3.7
Kisi-kisi lembar pengamatan untuk data lembar observasi No Indikator yang akan diamati Jumlah
item
Ket
Mengamati Peneliti (Guru)
1 Kegiatan awal pembelajaran 2 2 Kegiatan inti pembelajaran 2 3 Kegiatan akhir pembelajaran 1
Tabel 3.8 Prosedur, alat, pelaku, sumber informasi, dan cara
Skor partisipasi siswa dinyatakan dalam rentang angka 1-4, dengan ketentuan sebagai berikut:
1 = tidak pernah 2 = jarang 3 = sering
4 = sering sekali
2. Observasi guru dalam mengajar
2
Poin keterangan dinyatakan sebagai berikut ini : 1 = kurang
2 = cukup 3 = baik
4 = baik sekali
Keterangan jumlah nilai total dinyatakan sebagai berikut :
0 ≤ rata-rata < 1 : pengelolaan pembelajaran diskusi Kantong Doraemon kurang
1 ≤ rata-rata < 2 : pengelolaan pembelajaran diskusi Kantong Doraemon cukup
2 ≤ rata-rata < 3 : pengelolaan pembelajaran diskusi Kantong Doraemon baik
3 ≤ rata-rata < 4 : pengelolaan pembelajaran diskusi Kantong Doraemon baik sekali
3. Tes hasil belajar
Tuntas belajar = % = n N
100 %
N = jumlah siswa ≥ KKM n = jumlah seluruh siswa F. Indikator Keberhasilan
Penelitian tindakan ini dapat dikatakan berhasil jika :
1. Nilai partisipasi siswa minimal dalam kategori baik. 2. Nilai pengamatan guru minimal dalam kategori baik. G. Prosedur Penelitian
Penelitian dirancang dalam 2 siklus dan tiap siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, dan refleksi. Penggunaan media ajar di kedua siklus tersebut berbeda. Dalam siklus pertama, peneliti hanya menggunakan kartu huruf yang dimasukkan ke dalam kantong sedangkan dalam siklus kedua, peneliti menambah kartu gambar agar siswa lebih tertarik dan tidak merasa bosan.
Bagan 2 Prosedur penelitian
SIKLUS 1
SIKLUS 2
Penjelasan prosedur penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Siklus 1
a. Perencanaan
PELAKSANAAN
PERENCANAAN PENGAMATAN
REFLEKSI
PERENCANAAN
REFLEKSI PELAKSANAAN
1) Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) tentang materi yang akan diajarkan. RPP ini berguna sebagai pedoman guru (peneliti) dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.
2) Menyusun dan mempersiapkan lembar observasi mengenai pelaksanaan pembelajaran diskusi berbantuan media Kantong Doraemon.
3) Mempersiapkan sarana dan media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
4) Mempersiapkan soal tes untuk siswa yang akan diberikan pada akhir pembelajaran dan tes yang diberikan pada akhir siklus. b. Pelaksanaan
Guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang telah direncanakan dalam 2 siklus, dimana setiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan yang mengacu pada pembelajaran diskusi berbantuan media Kantong Doraemon. Pelaksanaan tindakan tertulis dalam tabel berikut ini :
Tabel 3.9 Sintak Model Pembelajaran Diskusi berbantuan Media Kantong Doraemon
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa
Pertemuan 1 Apersepsi
1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran saat itu ( RPP 1) 2. Guru menginformasikan model
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru
2. Siswa mendengarkan penjelasan
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa pembelajaran yang akan
digunakan ceramah, tanya jawab dan diskusi berbantuan media Kantong Doraemon
3. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
4. Guru membagi siswa dalam kelompok kecil yang terdiri atas 4 siswa dengan latar belakang kepandaian yang berbeda
5. Guru meminta siswa untuk berkelompok sesuai kelompok yang sudah dibentuk.
guru
3. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
4. Siswa mengikuti petunjuk guru tentang pembagian kelompok. 5. Siswa bergabung sesuai kelompok
masing-masing
6. Siswa mendengarkan penjelasan guru
7. Siswa membuka modul Bahasa Inggris
8. Guru menjelaskan kosa kata (pelafalan)
8. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
9. Siswa mengikuti pelafalan kosa kata 9. Guru menjelaskan pembentukan
kalimat dan kalimat tanya dari kosa kata tersebut
10.Siswa mendengarkan penjelasan guru
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa kantong untuk mengemukakan hasil diskusi
14.Guru mereview kegiatan hari itu 15.Guru memberikan reward untuk
kelompok dengan kerja tim yang bagus
16.Guru memberikan tugas untuk belajar persiapan kuis pada pertemuan berikutnya
17.Penutup
12.Siswa memanfaatkan waktu tersebut untuk tanya jawab dengan guru
13.Siswa melaksanakan diskusi Kantong Doraemon. Siswa berkelompok, saling berdiskusi untuk merangkai huruf menjadi kosa kata yang benar. Siswa berdiskusi tentang pembuatan kalimat menggunakan kosa kata tersebut. 14.Siswa menyampaikan hasil diskusi
dengan bentuk kalimat sederhana. Kelompok yang lain menyampaikan pertanyaan terkait kosa kata yang dipresentasikan.
Pertemuan 2 Apersepsi
1. Guru mengulang materi sebelumnya
2. Guru menjelaskan aturan kuis 3. Guru menjelaskan tentang skor
pre-test
1. Siswa mendengarkan penjelasan guru
Kegiatan inti
4. Guru membagikan soal kuis 5. Guru membahas kuis
2. Siswa mengerjakan kuis secara mandiri.
Kegiatan Guru Kegiatan Siswa 6. Guru mengumumkan perolehan
skor pre-test yang diperoleh siswa
3. Siswa mendengarkan penjelasan guru
4. Siswa mendengarkan penjelasan guru
Penutup
7. Guru mengumumkan TIM terbaik atau peringkat TIM dan memberikan penghargaan
5. Siswa mendengarkan penjelasan guru dan memberi applouse untuk tim terbaik
c. Observasi
Observasi atau pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran. Peneliti dibantu oleh dua orang observer yang bertugas mengamati keefektifan proses belajar mengajar dengan pembelajaran diskusi berbantuan Kantong Doraemon. Kedua observer tersebut mengisi lembar pengamatan yang sudah disiapkan oleh peneliti.
d.Evaluasi
Evaluasi peningkatan pemahaman dan kemampuan siswa dilakukan menggunakan lembar soal (worksheet) yang diberikan setiap pertemuan, dan kuis yang dilakukan setiap akhir siklus. Sedangkan untuk mengevaluasi aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran di kelas digunakan lembar pengamatan.
d. Refleksi
Doraemon. Refleksi ini dilakukan agar pada siklus 2, peneliti dapat melakukan perbaikan-perbaikan.
2. Siklus 2
Siklus 2 dilaksanakan setelah siklus 1. Langkah-langkah yang akan dilakukan di siklus 2 agak berbeda dengan siklus 1. Perbedaannya terdapat di saat kelompok mempresentasikan hasil diskusinya. Pada siklus pertama, kelompok hanya akan menyampaikan kalimat sederhana tanpa memperlihatkan kartu gambar, sedangkan di siklus kedua kelompok akan menempelkan kartu huruf dan kartu gambarnya di papan agar terlihat seperti guru saat mengajar siswanya.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
A. 1. Deskripsi Model Tindakan
Model tindakan penelitian tindakan kelas ini berupa penerapan pembelajaran diskusi dengan variasi media pembelajaran Kantong Doraemon. Pelaksanaan tindakan pada setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi, dan refleksi. Deskripsi model tindakan masing-masing siklus diuraikan sebagai berikut :
A. 2. Deskripsi Model Tindakan Siklus I a. Perencanaan
Persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tindakan siklus I adalah :
heterogen, peneliti berpedoman pada biodata siswa dan hasil tes awal. Jumlah siswa kelas 3 Pattimura sebanyak 32 siswa, terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Dari jumlah siswa tersebut, peneliti membagi menjadi 8 kelompok. 3) Peneliti sebagai guru pelaksanana tindakan berdiskusi dan
membagi tugas dengan guru pengamat (Ita Purnamasari, S...) tentang prosedur penelitian, serta langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon.
4) Mempersiapkan instrumen penelitian dan perangkat pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), lembar observasi guru untuk tiap pertemuan, dan tugas yang harus dikerjakan siswa secara berkelompok.
5) Mempersiapkan media pembelajaran khususnya untuk pertemuan satu yaitu Kantong Doraemon dan kartu huruf. b. Pelaksanaan Tindakanan
1) Pelaksaan tindakan siklus I dalam bentuk pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran Bahasa Inggris kelas 3 An Naba. Materi pelajaran siklus I adalah pokok bahasan memahami tempat-tempat umum, memahami dan mempraktekkan percakapan tentang tempat-tempat umum, serta menulis kalimat yang berhubungan dengan tempat-tempat umum. Adapun tahapan pelaksanaan pembelajaran
diskusi bermedia Kantong Doraemon dalam siklus I adalah sebagai berikut :
1.1 Pertemuan pertama : Selasa, 25 Maret 2017 jam pelajaran ke 6-7 guru menyampaikan materi pelajaran Bahasa Inggris tentang tempat-tempat umum, seperti cara pelafalan dan penulisan. Guru juga membagikan tugas yang dikerjakan secara kelompok menggunakan media Kantong Doraemon. Beberapa kelompok yang ditunjuk guru, menyampaikan hasil diskusinya dalam bentuk kalimat sedangkan kelompok lain memberikan pendapat atau pertanyaan tentang presentasi kelompok yang lain.
1.2 Pertemuan kedua : Selasa, 1 April 2017 jam pelajaran ke 6-7, dengan aktivitas pendalaman materi tentang tempat-tempat umum dan pembentukan kalimatnya. Siswa dalam kelompok berdiskusi untuk merangkai huruf-huruf menjadi kata yang benar. Setelah diskusi selesai, siswa mengerjakan kuis untuk siklus 1.
c. Observasi
(1) Hasil observasi tanggal 25 Maret 2017 oleh guru pengamat, aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon menunjukkan bahwa guru pelaksana tindakan pada pertemuan pertama sudah tergolong baik dalam menyampaikan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan pokok bahasan Public Places yaitu memahami pelafalan dan penulisan kosa kata dengan benar. Kegiatan siswa saat berdiskusi untuk merangkai huruf menjadi kosa kata yang benar berjalan lancar namun hanya didominasi oleh siswa pintar yang tersebar di setiap kelompok, sedangkan siswa yang lain cenderung pasif. Mereka merasa kurang percaya diri untuk menyampaikan pendapat karena berada dalam kelompok yang berbeda.
(2) Hasil observasi tanggal 1 April 2017 pada pelaksanaan tes atau kuis pada akhir sub pokok bahasan. Pelaksanaan tes tergolong baik, semua siswa mengerjakan soal tes sesuai prosedur yang disampaikan oleh guru. Semua siswa mengerjakan tugas dengan baik dan tertib. Sedangkan aktivitas guru juga tergolong baik, guru memperhatikan perkembangan setiap individual siswa.
d. Evaluasi
Secara umum pelaksanaan siklus 1 dikatakan cukup berhasil hal ini dapat dilihat dari beberapa poin sebagai berikut :
1. Pelaksanaan selama dua kali pertemuan (empat jam pelajaran) berjalan lancar, semua siswa tertarik untuk berdiskusi menggunakan media Kantong Doraemon.
2. Siswa antusias mengikuti pelajaran walaupun di awal penggabungan kelompok, siswa sedikit kebingungan dan kaku karena siswa keluar dari kelompok bermain mereka dan bergabung dengan teman – teman yang bukan teman bermain. 3. Rata-rata skor dasar sebesar 77,8 dengan persentase
keberhasilan belajar mencapai 59,4% siswa tuntas KKM 80.0 dan rata-rata skor kuis I 95,4 dengan persentase keberhasilan belajar mencapai 100% siswa tuntas KKM 80.0, hal ini menunjukkan ada peningkatan yang cukup berarti. Namun demikian, hasil kerja siswa masih kurang memuaskan. Untuk siswa yang tergolong rendah dalam pemahaman pelajaran Bahasa Inggris, masih mendapatkan nilai 8,00 yang merupakan standar nilai yang ditetapkan. Diharapkan untuk siswa yang tergolong rendah tersebut, di siklus kedua mendapatkan nilai di atas KKM (8,00).
4. Hasil observasi oleh pengamat I terhadap aktivitas guru pelaksana tindakan dengan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon menunjukkan bahwa guru pelaksana tindakan sudah baik dalam melaksanakan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon dengan skor rata-ratanya adalah 3,5 (skor tertinggi 4).
a) Kegiatan Pendahuluan, meliputi penyampaian apersepsi dan tujuan pembelajaran dan membangkitkan motivasi belajar siswa.
b) Pemberian reward yang kurang menarik, tidak hanya sekedar skor kelompok yang tinggi.
c) Pengelolaan kelas yang masih kurang, sebaiknya ada beberapa kelompok yang harus diubah.
e. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi siklus I maka perlu dilakukan refleksi untuk melihat memberikan solusi pelaksanaan tindakan siklus I. Hasil Refleksi siklus I antara lain :
(1) Agar siswa kompak dengan semua anggota di kelompoknya, diadakan skor untuk kelompok yang tertib.
(2) Agar prestasi belajar meningkat, serta suasana belajar di kelas berlangsung lebih menyenangkan maka perlu dipersiapkan hadiah berupa alat tulis bagi tim yang memperoleh penghargaan tertinggi karena telah melaksanakan pembelajaran dengan baik. Hadiah tersebut diberikan di akhir pertemuan siklus II.
(3) Guru pelaksana tindakan supaya melakukan persiapan pembelajaran yang lebih baik lagi terutama di pemberian motivasi dan pemberian informasi kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan, kedua kegiatan tersebut dapat dilaksanakan dengan metode bernyanyi pada apersepsi.
Tidak hanya menyenangkan namun juga untuk mengulang kembali pelajaran yang di buat lagu oleh guru.
A. 3. Deskripsi Model Tindakan Siklus II a. Perencanaan
Hasil refleksi siklus I digunakan untuk merencanakan tindakan siklus II. Kegiatan-kegiatan dalam merencanakan tindakan siklus II antara lain :
1) Diskusi dengan guru pengamat (Afifah Nur Amrilah, A.Md) untuk membahas hasil refleksi siklus I. Tujuan diskusi adalah untuk mengatasi kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus I sebagai upaya untuk meningkatkan prestasi siswa pada siklus II.
2) Mempersiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian.
3) Mengoreksi hasil kuis/tes 1 serta merekap hasilnya pada lembar penskoran.
b. Pelaksanaan Tindakan
Pelaksaan tindakan siklus II dalam bentuk penerapan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan sesuai dengan jadwal pelajaran Bahasa Inggris kelas 3 Pattimura. Materi pelajaran siklus II adalah sub pokok bahasan Preposition, yaitu memahami penggunaan preposisi dalam bahasa Inggris.
dengan sub pokok Preposition, yaitu memahami penggunaan preposisi dalam bahasa Inggris. Sebelum menyampaikan materi pelajaran, guru terlebih dahulu mengumumkan dan membagikan hasil tes 1. Pada pertemuan ini, guru pelaksana memberikan penjelasan materi yang akan dipelajari dan membuat lagu untuk mempermudah siswa dalam menghafal kosa kata. Setelah penjelasan selesai, siswa dalam kelompok berdiskusi menggunakan Kantong Doraemon. Dalam siklus II ini, media yang digunakan berbeda dengan media di siklus I. Guru pelaksana menambahkan papan (stereofoam) sebagai tempat untuk menempel gambar dan kalimat yang ada dalam kantong.
Setelah diskusi dan tugas kelompok selesai, guru pelaksana memilih The Amazing Girl dan Boy Group untuk mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kedua kelompok tersebut adalah Patient Group dengan ketua Zaki dan Discipline Group dengan ketua Eky.
2). Pertemuan keempat : Selasa, 6 Mei 2017 jam pelajaran ke 6-7 dengan kegiatan mengerjakan kuis 2. Kuis 2 dikerjakan secara individual oleh masing-masing siswa kemudian hasil kuis digunakan untuk menentukan skor peningkatan individu dan penghargaan kelompok.
c. Observasi
Observasi pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan oleh guru pengamat. Aktivitas yang dilakukan adalah mengamati
aktivitas guru dan siswa saat berdiskusi dalam pembelajaran bermedia Kantong Doraemon. Observasi dilakukan dengan lembar observasi guru. Hasil observasi Siklus II adalah sebagai berikut :
(1) Hasil observasi tanggal 29 April 2017 oleh guru pengamat aktivitas guru dan siswa pada waktu pembelajaran berlangsung dalam melaksanakan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon menunjukkan bahwa guru pelaksana tindakan pada pertemuan ketiga sudah baik dalam menyampaikan materi pelajaran ditambah dengan adanya lagu yang menghidupkan suasana kelas pada jam pelajaran terakhir. Adanya media tambahan yang berbeda juga menambah antusias siswa mengikuti diskusi dengan kelompoknya.
(3)Hasil observasi tanggal 6 Mei 2017 pada pelaksanaan kuis menunjukkan bahwa evaluasi berjalan dengan tertib dan lancar.
d. Evaluasi
Secara umum pelaksanaan siklus II dikatakan cukup berhasil hal ini dapat dilihat dari beberapa poin sebagai berikut : 1) Dikarenakan materi/sub pokok bahasan pada siklus 2 berbeda
belajar 93,75 % siswa tuntas KKM sebesar 80.00 hal ini menunjukkan sudah ada peningkatan. Pada siklus II ini terdapat dua siswa yang mengalami peningkatan yang bagus dalam pengetahuan dan partisipasinya yaitu Nandho Divaio dan Faustina Rosa. Guru memberikan reward buku tulis sebagai motivasi siswa yang lain untuk meningkatkan belajar terutama dalam belajar bahasa Inggris.
2) Hasil observasi oleh pengamat aktivitas guru pelaksana tindakan dengan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon dengan skor rata-rata sebesar 3,8. (skor tertinggi 4). Hal ini menunjukkan bahwa guru pelaksana tindakan sudah baik dalam melaksanakan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon. Kelemahan-kelemahan yang masih perlu diperbaiki antara lain (a) kegiatan pendahuluan, meliputi penyampaian informasi model pembelajaran dan memotivasi siswa. (b) Kegiatan inti, meliputi mengevaluasi dan menyimpulkan materi. (c) Kegiatan penutup, meliputi : memberi pesan yang berkaitan dengan pelajaran.
3). Hasil formatif 3 (setelah akhir siklus I) Bahasa Inggris menunjukkan peningkatan yang signifikan. Siswa mendapat nilai di atas KKM 8,00 dengan presentase 100%.
4). Siswa merasa sangat senang dan antusias ketika berdiskusi dan menghidupkan suasana kelas yang sebelumnya membuat mengantuk karena berada di jam pelajaran terakhir.
5). Diskusi kelompok berjalan dengan lancar dan bagi anak yang tadinya kurang berpartisipasi aktif dalam kelas menjadi antusias menjawab pertanyaan.
e. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi siklus II maka perlu dilakukan refleksi. Hasil Refleksi siklus II antara lain:
1). Pelaksanaan siklus 2 berjalan tertib walaupun ada beberapa anak yang kurang bertanggung jawab saat diberi tugas. 2). Perlu ditingkatkan keaktifan siswa dalam berpendapat karena
ada beberapa anak yang malu untuk mengutarakan pendapatnya.
3). Sistem pemberian reward membuat anak semangat untuk mengikuti pembelajaran dengan tertib dan aktif.
A. 4. Kelebihan dan Kelemahan Metode Pembelajaran Diskusi 1. Kelebihan Pembelajaran Diskusi
a. Metode diskusi menambah rasa tanggung jawab untuk masing-masing individu karena belajar dalam sebuah kelompok.
b. Metode diskusi meningkatkan ketrampilan berbicara siswa untuk memecahkan masalah bersama-sama dalam sbuah kelompok.
c. Metode diskusi memudahkan guru dalam proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
a. Metode diskusi tidak dapat maksimal dilakukan dalam kelas yang besar dengan jumlah siswa lebih dari 20 anak.
b. Metode diskusi membutuhkan waktu yang lama, mengingat subyeknya adalah anak-anak yang masih dalam fase bermain dan senang mengobrol dengan teman.
c. Metode diskusi sangat menuntut keaktifan siswa, apabila tidak aktif maka diskusi dianggap gagal, padahal sebagian besar siswa masih terlihat enggan berpendapat baik karena malu ataupun malas berbicara di depan teman-temannya menggunakan bahasa Inggris.
B. Pembahasan Hasil Tindakan Siklus I dan II B. 1. Deskripsi Hasil Tindakan Siklus I
Hasil tindakan siklus I berupa nilai pretest dan kuis Bahasa Inggris dideskripsikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.1. Rekapitulasi Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siklus I
No. Nama Pretest
Siklus I
Kuis
Siklus I
1 Adelga Zhafir Dewangga 70 100
2 Adhyaksa Rahman Haryki 80 100
3 Agnar Zaidaan Daffa' Putra 90 100
4 Almira Sonia Hamidah 90 93
5 Alya Salma Fadhila 80 100
6 Arya Perdana Putra 80 100
7 Caezar Prema Yudha 50 93
8 Caroline Gladys Smilene Hajj 60 100
9 Diandra Emillul Fata 90 100
10 Eky Rahma Putri Mayau 90 100
11 Faustina Rosa Azalia 100 100
12 Hanafi Hanan 100 100
13 Izzatul Khoirunnisa 70 100
14 Muhammad Fino Raihan 60 87
15 Muhammad Nozya Al Fidhe 100 100
16 Nandho Divaio 30 80
17 Naufal Raihan Ramadhanu 40 80
18 Nauraleza Syazwina Tyan 90 93
19 Nohan Algis Wijaya 90 100
20 Nuha Aqila Huwaida 100 100
21 Nurul Khurriyati Syarifah Al Aula
60
100
22 Ramzia Hakim 70 100
23 Ricky Atha Zainandra 90 93
24 Ridho Ilham Nurimanuzaki 90 100
25 Shofyan Hanafi 70 100
26 Siti Fathonah 80 100
27 St Haninda Rachmadini 70 93
28 Sulthan Fahmi Altway 50 87
29 Syecha Shafi 80 93
30 Tsabitah Shafana Najah 100 80
31 Verren Indravelia Aryaputri 70 87
32 Zulfikar Zaki Hidayat 100 93
Rata-rata skor pretest dan kuis mengalami peningkatan 17,55 poin dengan nilai siswa tuntas KKM 8,00 sebesar 100%, walaupun terjadi beberapa penurunan nilai individual dari pretest dan kuis.
B. 2. Deskripsi Hasil Tindakan Siklus II
Hasil tindakan siklus I berupa nilai pretest dan kuis Bahasa Inggris yang dideskripsikan dalam tabel berikut ini :
Tabel 4.2 Rekapitulasi Prestasi Belajar Bahasa Inggris Siklus II
No. Nama Pretest
Siklus II
Kuis Siklus II
1 Adelga Zhafir Dewangga 20 100
2 Adhyaksa Rahman Haryki 80 93
3 Agnar Zaidaan Daffa' Putra 40 100
4 Almira Sonia Hamidah 20 100
5 Alya Salma Fadhila 20 100
6 Arya Perdana Putra 80 93
7 Caezar Prema Yudha 60 80
8 Caroline Gladys Smilene Hajj
100 100
9 Diandra Emillul Fata 100 87
10 Eky Rahma Putri Mayau 80 100
11 Faustina Rosa Azalia 100 87
12 Hanafi Hanan 100 100
13 Izzatul Khoirunnisa 20 100
14 Muhammad Fino Raihan 0 93
15 Muhammad Nozya Al Fidhe 100 100
16 Nandho Divaio 20 100
17 Naufal Raihan Ramadhanu 0 78
18 Nauraleza Syazwina Tyan 80 100
19 Nohan Algis Wijaya 60 100
20 Nuha Aqila Huwaida 100 100
21 Nurul Khurriyati Syarifah Al Aula
60 100
22 Ramzia Hakim 60 100
23 Ricky Atha Zainandra 40 100
24 Ridho Ilham Nurimanuzaki 60 100
25 Shofyan Hanafi 60 93
26 Siti Fathonah 40 100
27 St Haninda Rachmadini 60 100
28 Sulthan Fahmi Altway 100 78
29 Syecha Shafi 60 80
30 Tsabitah Shafana Najah 40 100
31 Verren Indravelia Aryaputri 60 80
32 Zulfikar Zaki Hidayat 20 80
Rata-rata 56,25 91,93
Di siklus II terjadi penurunan nilai, ada tiga siswa yang menurun nilainya dibanding nilai pretest dan ada dua siswa yang mendapat nilai di bawah KKM. Meskipun seperti itu, terjadi peningkatan nilai siswa yang lain. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai mengalami peningkatan sebesar 35,68 poin. C. Pembahasan Hasil Observasi
Tabel 4.3 Rekapitulasi Poin Pengamatan Partisipasi Siswa Siklus I Siklus II
Poin 4 (sering sekali) 28 24
Poin 3 (sering) 9 12
Poin 2 (jarang) 0 0
Poin 1 (tidak pernah) 0 0
Berdasarkan rekapitulasi poin di atas terlihat bahwa siswa memiliki kuantitas partisipasi yang baik selama pembelajaran Bahasa Inggris bermetode diskusi menggunakan media Kantong Doraemon. Berikut ini dideskripsikan dalam bentuk kalimat:
a.Pada siklus I, siswa sering sekali dalam menyampaikan pertanyaan, menyampaikan pendapat, menyampaikan jawaban, mengikuti pelajaran, dan mengerjakan tugas terstruktur. Sedangkan pada awalnya siswa kurang dalam menyampaikan pendapat, mengikuti pelajaran dan mengerjakan tugas terstruktur. Hal ini menunjukan bahwa metode diskusi bermedia Kantong Doraemon Siklus I dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
b.Pada siklus II, siswa sering sekali dalam menyampaikan pertanyaan, menyampaikan jawaban, dan mengerjakan tugas terstruktur. Sedangkan dalam mengikuti pelajaran dan menyampaikan pendapat, siswa berada dalam poin 3 atau berada dalam kata ‘sering’. Hal ini menunjukan bahwa partisipasi siswa pada siklus II cukup baik.
Peningkatan partisipasi siswa di atas merupakan salah satu gambaran tanggapan siswa. Dengan meningkatnya partisipasi
siswa dapat disimpulkan bahwa siswa memiliki tanggapan positif/baik terhadap pembelajaran Bahasa Inggris bermetode diskusi menggunakan media Kantong Doraemon. Siswa merasa nyaman belajar dalam suasana permainan dan diskusi.
C. 2. Pembahasan Hasil Observasi Aktivitas Guru
Rekapitulasi rata-rata skor pengamatan aktivitas guru berdasarkan hasil observasi oleh guru pengamat disajikan dalam tabel berikut ini:
Tabel 4.4 Rekapitulasi Rata-Rata Skor Pengamatan Aktivitas Guru Dalam Melaksanakan Pembelajaran Diskusi Bermedia Kantong Doraemon
Siklus I Siklus II Rata-rata skor aktivitas guru 3.5 3,8
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Penerapan pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto, yaitu peningkatan partisipasi siswa.
2. Prestasi belajar siswa melalui pembelajaran diskusi bermedia Kantong Doraemon mengalami peningkatan dalam dua siklus penelitian yang ditunjukkan dengan persentase ketuntasan belajar, yaitu siklus I sebesar 100% dan siklus II sebesar 93,75%.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan simpulan diatas maka peneliti menyarankan :
1. Kepada rekan guru diharapkan dapat mencoba berbagai model pembelajaran yang dianggap mampu menambah keaktifan dan prestasi siswa.
2. Kepada rekan guru diharapkan dapat membuat media pembelajaran yang menarik dan dapat meningkatkan kualitas siswa.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. 2010. Rineka Cipta: Jakarta.
Goh, G.M dan Rita Elaine. Language Acquisition and
Development ‘a Teacher Guide’. 2004. Pearson Education South Asia: Singapore
Harmer, Jeremy. The Practice of English Language Teaching. 1991. Longman Group UK Limited: New York
Harris. David P. Testing English as a Second Language. 1969. Mc-Graw-Hill: United States of America.
Hornby, A.S. Oxford Advance Learner’s Dictionary of Current English fifth edition. 1995. Oxord University press: New York.
Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran ‘Berorientasi Standar Proses Pendidikan’. 2006. Kencana Media Group: Jakarta
Sukidin, dkk. 2002. Managemen Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Insan Cendekia.
Winarni, Sri. Peningkatan Partisipasi Siswa dalam Pembelajaran Geografi Melalui Tugas Information Search di SMA Purnama Gombong. 2009. FKIP Universitas
muhammadiyah Purwokerto : Skripsi
Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga. 2002. Balai Pustaka : Jakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa edisi keempat. 2008. PT. Gramedia:Jakarta.