LAPORAN PRAKTIKUM GENETIKA
Acara 3
“Melihat Pertumbuhan dan Perkembangbiakkan serta Siklus Hidup Drosophila melanogaster”
DISUSUN OLEH
NAMA : ENDANG LISTIANI
NIM : F05111017
KELOMPOK : 1 (Satu)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
ABSTRAK
Praktikum ini bertujuan untuk mengamati siklus hidup Drosophila, membedakan seks pada Drosophila, serta membuat biakan untuk pemeliharaan Drosophila. Pada praktikum ini menggunakan alat berupa mikroskop stereo, kuas kecil, botol biakan, selang plastik, sumbat botol dari busa, kertas pupasi, blender dan timbangan . Adapun bahan yang digunakan yaitu pisang matang, eter, tape singkong, gula merah dan yeast. Pisang matang digunakan sebagai medium untuk penangkaran Drosophila sedangkan tape singkong, gula merah dan yeast digunakan sebagai medium pada pembiakan dan pemeliharaan Drosophila, dimana tape singkong dan gula merah berfungsi sebagai sumber karbohidrat bagi Drosophila sementara ragi/fermipan berfungsi untuk mengembangkan adonan medium agar lebih padat dan homogen. Pada pembiakan dan pemeliharaan Drosophila melanogaster dibuat kertas pupasi yang bertujuan sebagai tempat perlekatan pupa agar mudah diamati. Dari pengamatan dapat terlihat bahwa siklus hidup Drosophila melanogaster melalui 4 fase yaitu telur, larva, pupa, dan imago. Fase telur berlangsung lebih kurang 24 jam dan terlihat telur yang berbentuk oval, fase larva ditandai dengan bentuk berwarna putih dan bersegmen, sedangkan fase pupa memiliki kutikula yang keras dan berwarna gelap, dan selanjutnya fase imago mulai terbentuk Drosophila melanogaster dewasa. Selain itu pada pengamatan untuk membedakan Drosophila melanogaster jantan dan betina dengan bantuan mikroskop, terlihat beberapa perbedaan diantaranya ukuran tubuh betina yang lebih besar daripada jantan, ujung abdomen betina yang lebih runcing dibandingkan jantan, segmen abdomen betina yang lebih banyak yaitu 7 segmen sedangkan pada jantan hanya 5 segmen, tungkai depan pada betina tidak terdapat sex comb sedangkan pada jantan ada, dan warna tubuh betina pada bagian belakang lebih terang dibandingkan pada jantan.
PENDAHULUAN
Drosophila melanogaster merupakan jenis lalat buah yang dapat ditemukan di buah-buahan busuk. Drosophila telah digunakan secara bertahun-tahun dalam kajian genetika dan perilaku hewan.
Drosophila melanogaster, sejenis serangga biasa yang umumnya tidak berbahaya dan
merupakan pemakan jamur yang tumbuh pada buah. Lalat buah adalah serangga yang mudah
berkembangbiak. Dari satu perkawinan saja dapat dihasilkan ratusan keturunan, dan generasi
yang baru dapat dikembangkan setiap dua minggu. Karasteristik ini menunjukkan lalat buah
organisme yang cocok sekali untuk kajian-kajian genetik (Campbell, 2002).
Kebanyakan penemuan di bidang genetika didapatkan melalui penelitian dengan
menggunakan lalat tersebut sebagai bahan (Suryo, 2004). Pilihan ini tepat sekali karena
pertama, lalat ini kecil sehingga suatu populasi yang besar dapat dipelihara dalam
laboratorium. Kedua, daur hidup sangat cepat. Tiap 2 minggu dapat dihasilkan satu generasi
dewasa yang baru. Ketiga, lalat ini sangat subur yang betina dapat menghasilkan ratusan
telur yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek itu (Kimball, 2001).
Lalat buah mempunyai empat stadium metamorfosis, yaitu telur, larva, pupa, dan
imago (Anonim , 2008).
Telur lalat buah berbentuk bulat panjang, berwarna putih, dan diletakkan berkelompok
2-15 butir pada buah-buah yang agak tersembunyi atau tidak terkena sinar matahari langsung,
serta pada buah yang agak lunak dan permukaannya agak kasar. Seekor lalat buah betina
dapat meletakkan telur 1--40 butir/hari, dengan jumlah 1.200 -1.500 butir (Anonim a, 2008).
Telur lalat buah berukuran sekitar 0,5 mm. pada ujuang anteriornya, terdapat sebuah lubang
yang disebut “micropyle” dan dibatasi oleh dua sampai empat buah tonjolan yang memanjang
berbetuk sendok. Telur tersebut dibuahi di dalam tubuh dan sperma masuk melalui
tahap lebih lanjut apabila proses peneluran terganggu. Telur tersebut mengalami
perkembangan selama kurang lebih 24 jam dan menetas menjadi larva (Hartati, 2008).
Kebanyakan penemuan di bidang genetika didapatkan melalui penelitian dengan menggunakan lalat tersebut sebagai bahan (Suryo, 2004). Pilihan ini tepat sekali karena pertama, lalat ini kecil sehingga suatu populasi yang besar dapat dipelihara dalam laboratorium. Kedua, daur hidup sangat cepat. Tiap 2 minggu dapat dihasilkan satu generasi dewasa yang baru. Ketiga, lalat ini sangat subur yang betina dapat menghasilkan ratusan telur yang dibuahi dalam hidupnya yang pendek itu (Kimball, 2001).
Berikut merupakan klasifikasi dari Drosophila melanogaster (Borror, 1992): Kingdom : Animalia termasuk ke dalam seri Acaliptrata yaitu imago menetas dengan keluar dari bagian anterior pupa (Wheeler, 1981).
Lalat buah dan Artrophoda lainnya mempunyai kontruksi modular, suatu seri segmen yang teratur. Segmen ini menyusun tiga bagian tubuh utama, yaitu; kepala, thoraks, dan abdomen. seperti hewan simetris bilateral lainnya, Drosophila ini mempunyai poros anterior dan posterior (kepala-ekor) dan poros dorsoventral (punggung perut). Pada Drosophila, determinan sitoplasmik yang sudah ada di dalam telur memberi informasi posisional untuk penempatan kedua poros ini bahkan sebelum fertilisasi. Setelah fertilisasi, informasi dengan benar dan akhirnya akan memicu struktur yang khas dari setiap segmen.
Adapun ciri umum lain dari Drosophila melanogaster diantaranya:
1. Warna tubuh kuning kecoklatan dengan cincin berwarna hitam di tubuh bagian belakang.
2. Berukuran kecil, antara 3-5 mm.
4. Sungut (arista) umumnya berbentuk bulu, memiliki 7-12 percabangan. 5. Crossvein posterior umumnya lurus, tidak melengkung.
6. Mata majemuk berbentuk bulat agak ellips dan berwana merah.
7. Terdapat mata oceli pada bagian atas kepala dengan ukuran lebih kecil dibanding mata majemuk.
8. Thorax berbulu-bulu dengan warna dasar putih, sedangkan abdomen bersegmen lima dan bergaris hitam.
9. Sayap panjang, berwarna transparan, dan posisi bermula dari thorax.
Sedangkan ciri-ciri yang membedakan Drosophila jantan dan betina antara lain:
Sumber : html.rincondelvago.com.
Metamorfosis pada Drosophila termasuk metamorfosis sempurna, yaitu dari telur – larva instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago. Perkembangan dimulai segera setelah terjadi fertilisasi, yang terdiri dari dua periode. Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan.
Telur Drosophila dilapisi oleh dua lapisan, yaitu satu selaput vitellin tipis yang mengelilingi sitoplasma dan suatu selaput tipis tapi kuat (Khorion) di bagian luar dan di anteriornya terdapat dua tangkai.tipis. Korion mempunyai kulit bagian luar yang keras dari telur tersebut (Borror, 1992).
Larva Drosophila berwarna putih, bersegmen, berbentuk seperti cacing, dan menggali dengan mulut berwarna hitam di dekat kepala. Untuk pernafasan pada trakea, terdapat sepasang spirakel yang keduanya berada pada ujung anterior dan posterior (Silvia, 2003).
Saat kutikula tidak lunak lagi, larva muda secara periodik berganti kulit untuk mencapai ukuran dewasa. Kutikula lama dibuang dan integumen baru diperluas dengan kecepatan makan yang tinggi. Selama periode pergantian kulit, larva disebut instar. Instar pertama adalah larva sesudah menetas sampai pergantian kulit pertama. Dan indikasi instar adalah ukuran larva dan jumlah gigi pada mulut hitamnya. Sesudah pergantian kulit yang kedua, larva (instar ketiga) makan hingga siap untuk membentuk pupa. Pada tahap terakhir, larva instar ketiga merayap ke atas permukaan medium makanan ke tempat yang kering dan berhenti bergerak. Dan jika dapat diringkas, pada Drosophila, destruksi sel-sel larva terjadi pada prose pergantian kulit (molting) yang berlangsung empat kali dengan tiga stadia instar : dari larva instar 1 ke instar II, dari larva instar II ke instar III, dari instar III ke pupa, dan dari pupa ke imago.
Selama makan, larva membuat saluran-saluran di dalam medium, dan jika terdapat banyak saluran maka pertumbuhan biakan dapat dikatakan berlangsung baik. Larva yang dewasa biasanya merayap naik pada dinding botol atau pada kertas tissue dalam botol. Dan disini larva akan melekatkan diri pada tempat kering dengan cairan seperti lem yang dihasilkan oleh kelenjar ludah dan kemudian membentuk pupa. Saat larva Drosophila membentuk cangkang pupa, tubuhnya memendek, kutikula menjadi keras dan berpigmen, tanpa kepala dan sayap disebut larva instar 4. Formasi pupa ditandai dengan pembentukan kepala, bantalan sayap, dan kaki. Puparium (bentuk terluar pupa) menggunakan kutikula pada instar ketiga. Pada stadium pupa ini, larva dalam keadaan tidak aktif, dan dalam keadaan ini, larva berganti menjadi lalat dewasa (Ashburner, 1985).
Dewasa pada Drosophila melanogaster dalam satu siklus hidupnya berusia sekitar 9 hari. Setelah keluar dari pupa, lalat buah warnanya masih pucat dan sayapnya belum terbentang. Sementara itu, lalat betina akan kawin setelah berumur 8 jam dan akan
menyimpan sperma dalam jumlah yang sangat banyak dari lalat buah jantan. Pada ujung anterior terdapat mikrophyle, tempat spermatozoa masuk ke dalam telur. Walaupun banyak sperma yang masuk ke dalam mikrophyle tapi hanya satu yang dapat berfertilisasi dengan pronuleus betina dan yang lainnya segera berabsorpsi dalam perkembangan jaringan embrio (Borror, 1992).
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan pada siklus hidup Drosophila melanogaster diantaranya sebagai berikut:
1. Suhu Lingkungan
Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 180°C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat yaitu sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30°C, lalat dewasa yang tumbuh akan steril.
2. Ketersediaan Media Makanan
Jumlah telur Drosophila melanogaster yang dikeluarkan akan menurun apabila kekurangan makanan. Lalat buah dewasa yang kekurangan makanan akan menghasilkan larva berukuran kecil. Larva ini mampu membentuk pupa berukuran kecil, namun sering kali gagal berkembang menjadi individu dewasa. Beberapa dapat menjadi dewasa yang hanya dapat menghasilkan sedikit telur. Viabilitas dari telur – telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.
3. Tingkat Kepadatan Botol Pemeliharaan
4. Intensitas Cahaya
Drosophila melanogaster lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan mengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap (Shorrocks, 1972).
METODE PERCOBAAN
1. Pemeliharaan Drosophila
Dicuci botol selai menggunakan sabun hingga bersih kemudian dikeringkan. Selanjutnya dibuat tutup botol dari busa sehingga menghalangi lalat keluar dari dalam botol. Dibuat medium hidup lalat dengan cara:
Ditimbang pisang: tape singkong: gula merah dengan perbandingan 7:2:1 (dalam gram). Dihaluskan pisang dan tape menggunkan blender, ditambah air secukupnya, lalu dituangkan ke dalam panci. Dimasak bahan yang telah dihaluskan dan ditambahkan dengan potongan gula merah selama ± 1 jam sambil diaduk. Dimasukkan medium ke dalam botol. Ditutup botol biakan dengan spons. Didinginkan hingga suam-suam kuku, kemudian ditambahkan yeast ± 7 butir dan kertas pupasi, kemudian ditutup kembali dengan spons.
Medium Drosophila diganti setiap 14 hari sekali supaya hasil yang diperoleh maksimum. Jika tidak bisa, maka paling tidak diganti setipa 1 bulan sekali. Drosophila pada medium yang selalu diganti disebut sebagai stok Drosophila.
2. Menangkar Drosophila
Disediakan buah pisang yang telah matang dan diletakkan beberapa saat. Drosophila yang mendatangi buah tersebut ditangkap menggunakan bantuan plastik dan dipindahkan segera ke dalam botol yang telah disiapkan untuk penangkaran Drosophila menggunakan pipa plastik yang dapat dibuat dengan cara :
Pipa plastik dengan diameter 1 cm dan 2 cm disiapkan. Dipotong dengan ukuran 5 cm. Kain kasa diselipkan pada salah satu ujung pipa plastik 1 cm dan kemudian didorong hingga masuk ke potongan pipa 2 cm kira-kira setengah panjang pipa.
3. Mengecek perbedaan Drosophila jantan dan betina di bawah mikroskop
hingga tampak Drosophila telah pingsan. Drosophila diambil menggunakan kuas, dan diletakkan di atas kaca benda. Ciri-ciri Drosophila diamati di bawah mikroskop. Dibedakan jantan dan betina. Digambar pada hasil pengamatan. Dilakukan dengan cepat sebelum Drosophila terbang. Disedot kembali Drosophila ke dalam botol pemeliharaan.
HASIL PERCOBAAN
Tabel 1 : Tabel Pemeliharaan dan Siklus Hidup Drosophila
Tanggal Perlakuan Keterangan
23 oktober 2013 Menyimpan pisang ke dalam botol selai
Menangkar Drosophila melanogaster
25 oktober 2013 Membuat Media Penangkaran
700 gr Pisang, 200 gr tape, dan 100 gr Gula merah dihaluskan
27 oktober 2013 Memasukan 11 induk Drosophila ke dalam Tabung
31 Oktober 2013 Drosophila Masih Didalam Tabung dan belum diberikan perlakuan Lanjutan
pada kertas
1 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Setelah Enam hari didalam Tabung Biakan Terdapat Banyak Larva yang terlihat seperti Belatung didalam Medium
2 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Terdapat Larva yang telah Berubah menjadi Pupa 3 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Pupa Terlihat semakin Bertambah Jumlahnya 4 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Pupa tidak Bergerak dan
menempel di kertas pupasi dan dinding botol selai dan
Drosophila induk telah mati 6 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Sudah mulai berubah menjadi
lalat dewasa
11 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Jumlah Drosophila +- 100 ekor dan sangat Aktif Bergerak 13 November 2013 Tidak diberi Perlakuan Terdapat Banyak bintik-bintik
putih/ telur Drosophila pada kertas pupasi dan dinding botol dan siklus kembali ke Awal
Tabel 2 perbedaan Drosophila melanogaster jantan dan betina
Ciri pembeda Jantan Betina
Ukuran tubuh Lebih kecil Lebih besar
Warna tubuh Bagian belakang lebih gelap Bagian belakang lebih terang
Panjang sayap Lebih pendek Lebih panjang
Pada praktikum ini kami telah mengamati tentang siklus hidup lalat buah (Drosophila
melanogaster) karena mudah diperoleh, mudah dipelihara, mudah diamati, dapat berkembang biak dengan cepat, serta menghasilkan keturunan dalam jumlah besar pada setiap masa
mengetahui siklus hidupnya. Drosophila ini dibiakkan dengan media pisang, tape singkong dan gula merah dengan perbandingan 7:2:1 yaitu 700 gr pisang, 200 gr tape singkong dan 100 gr gula merah. Fungsi tape singkong dan gula merah dalam medium ini adalah sebagai
sumber karbohidrat bagi Drosophila. Sedangkan yeast atau ragi berguna untuk
mengembangkan adonan medium agar lebih padat dan homogen. Selain itu, enzim yang terdapat pada ragi akan bereaksi dengan karbohidrat sehingga banyak menghasilkan CO2. Pada botol penangkaran harus diberikan kertas pupasi karena kertas pupasi tersebut berfungsi sebagai tempat perlekatan pupa agar mudah diamati.
Dalam pengamatan siklus hidup Drosophila ini terdapat beberapa fase yaitu telur – larva
instar I – larva instar II – larva instar III – pupa – imago
1. Telur
Pada pengamatan Drosophila yang ditangkar menghasilkan telur. Berbentuk
oval, memiliki struktur seperti kait yang berfungsi sebagai pengapung untuk mencegah agar tidak tenggelam ke dalam makanan yang berbentuk agak encer. Dapat dilihat dengan mata telanjang. Tahap telur berlangsung selama lebih kurang 24 jam. 2. Larva
Larva berwarna putih dan bersegmen. Mulut berwarna hitam dan bertaring. Larva hidup di dalam makanan dan aktivitas makannya sangat tinggi. Pada tahap larva terjadi dua kali pergantian kulit, dan periode di antara masa pergantian kulit dinamakan stadium instar. Dengan demikian, dikenal tiga stadium instar, yaitu sebelum pergantian kulit yang pertama, antara kedua masa pergantian kulit, dan setelah pergantian yang kedua. Di akhir stadium instar ketiga, larva keluar dari media makanan menuju ke tempat yang lebih kering untuk berkembang menjadi pupa. Secara keseluruhan tahap larva memakan waktu 4 hari.
3. Pupa
Pupa memiliki kutikula yang keras dan berwarna gelap. Tahap pupa berlangsung sekitar 4 hari.
4. Imago
Lalat dewasa yang baru keluar dari pupa sayapnya belum mengembang , tubuhnya berwarna bening. Keadaan ini akan berubah dalam beberapa jam. Untuk mencapai tahap imago diperlukan waktu selama 7 hari
Setelah melewati fase-fase tersebut menunjukkan bahwa lalat buah tersebut
telah melakukan metamorfosis secara sempurna perkembangan dimulai setelah terjadi
Pertama, periode embrionik di dalam telur pada saat fertilisasi sampai pada saat larva muda menetas dari telur dan ini terjadi dalam waktu kurang lebih 24 jam. Dan pada saat seperti ini, larva tidak berhenti-berhenti untuk makan.
Periode kedua adalah periode setelah menetas dari telur dan disebut perkembangan postembrionik yang dibagi menjadi tiga tahap, yaitu larva, pupa, dan imago (fase seksual dengan perkembangan pada sayap). Formasi lainnya pada perkembangan secara seksual terjadi pada saat dewasa.
Struktur dewasa Drosophila melanogaster tampak jelas selama periode pupa pada bagian kecil jaringan dorman yang sama seperti pada tahap embrio. Pembatasan jaringan preadult (sebelum dewasa) disebut anlagen. Fungsi utama dari pupa adalah untuk perkembangan luar dari anlagen ke bentuk dewasa.
Perbedaan mendasar antara lalat betina dan jantan yaitu lalat betina mencapai umur matang kelamin dalam waktu 12 hingga 18 jam, dan dapat bertahan hidup selama lebih kurang 26 hari. Ukuran tubuhnya lebih besar daripada lalat jantan. Pada bagian belakang tubuh lalat betina berwarna lebih terang daripada lalat jantan. Sementara itu, pada bagian kaki lalat jantan terdapat struktur yang dinamakan sisir
kelamin (sex comb). Lalat betina tidak memiliki struktur ini. Selain itu, pada ujung
abdomen pada jantan terdapat bintik hitam yang tidak dimiliki oleh lalat betina.
Berdasarkan pengamatan Lamanya siklus hidup Drosophila dipengaruhi oleh beberapa faktor.
1. Suhu Lingkungan
Drosophila melanogaster mengalami siklus selama 8-11 hari dalam kondisi ideal. Kondisi ideal yang dimaksud adalah suhu sekitar 25-28°C. Pada suhu ini lalat akan mengalami satu putaran siklus secara optimal. Sedangkan pada suhu rendah atau sekitar 180C, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan siklus hidupnya relatif lebih lama dan lambat yaitu sekitar 18-20 hari. Pada suhu 30°C, lalat dewasa yang tumbuh akan steril.
2. Ketersediaan Media Makanan
telur-telur ini juga dipengaruhi oleh jenis dan jumlah makanan yang dimakan oleh larva betina.
3. Tingkat Kepadatan Botol Pemeliharaan
Botol medium sebaiknya diisi dengan medium buah yang cukup dan tidak terlalu padat. Selain itu, lalat buah yang dikembangbiakan di dalam botol pun sebaiknya tidak terlalu banyak, cukup beberapa pasang saja. Pada Drosophila melanogaster dengan kondisi ideal dimana tersedia cukup ruang (tidak terlalu padat) individu dewasa dapat hidup sampai kurang lebih 40 hari. Namun apabila kondisi botol medium terlalu padat akan menyebabkan menurunnya produksi telur dan meningkatnya jumlah kematian pada individu dewasa.
4. Intensitas Cahaya
Drosophila melanogaster lebih menyukai cahaya remang-remang dan akan mengalami pertumbuhan yang lambat selama berada di tempat yang gelap.
KESIMPULAN
siklus hidup Drosophila melanogaster terdiri dari 4 fase yaitu telur, larva, pupa, dan
imago. Pada fase telur, terlihat adanya telur Drosophila yang berbentuk oval yang dapat
memasuki fase larva yang berwarna putih dan bersegmen. Mulut berwarna hitam dan bertaring. Fase larva berlangsung sekitar 4 hari. Selanjutnya memasuki fase pupa yang memiliki kutikula yang keras dan berwarna gelap. Fase ini berlangsung sekitar 4 hari. Selanjutnya barulah memasuki fase akhir yaitu fase imago yang telah membentuk lalat dewasa. Dalam pengamatan ini menggunakan media pisang, tape singkong, gula merah, dan yeast. Pisang digunakan untuk penangkarannya. Sementara pada proses pembiakan
digunakan tape singkong dan gula merah sebagai sumber karbohidrat bagi Drosophila dan
yeast atau ragi berguna untuk mengembangkan adonan medium agar lebih padat dan homogen. Selain itu perlu adanya kertas pupasi sebagai tempat perlekatan pupa agar mudah
diamati. Untuk melihat perbedaan Drosophila melanogaster jantan dan betina dengan
menggunakan bantuan mikroskop. Adapun yang dapat diamati yaitu ukuran tubuh dimana betina lebih besar dibandingkan jantan, ujung abdomen dimana pada betina runcing dan pada jantan tumpul, jumlah segmen abdomen dimana pada betina ada 7 segmen sedangkan pada jantan hanya 5 segmen dan tungkai depan pada betina tidak ada sex comb sementara pada jantan terdapat sex comb.
REFERENSI
Ashburner, Michael. 1989. Drosophila, A Laboratory Handbook. USA :Coldspring Harbor
Borror.J.D,Triplehorn. 1992. Pengenalan Pengajaran Serangga. Yogyakarta:Universitas Gadjah Mada Press.
Campbell, N.A. 2002. Biologi Jilid I. Jakarta: Erlangga. Campbell, N.A. 2003. Biologi Jilid II. Jakarta: Erlangga.
Hartati. 2007. Penuntun Praktikum Genetika. Makassar: Jurusan Biologi FMIPA UNM. Kimball, J.W. 2001. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Kimball, J.W. 2001. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Shorrocks, B. 1972. Drosophila. London: Ginn & Company Limited.
Silvia, Triana. 2003. Pengaruh Pemberian Berbagai Konsentrasi Formaldehida Terhadap
Perkembangan Larva Drosophila. Bandung : Jurusan Biologi Universitas Padjdjaran.
Wheeler, MR. 1981. The Drosophilidae: a taxonomic overview. In: The genetics and biology