PENGENALAN ALAT DAN BAHAN PRAKTIKUM ADINDA KINASIH JACINDA, 230110130108
PERIKANAN B, KELOMPOK 14
ABSTRAK
Biokimia adalah proses bagaimana makhluk hidup itu melangsungkan kehidupannya dan bertahan hidup dengan proses kimia yang terjadi dalam tubuh, dimana dalam mempelajarinya dibutuhkan kegiatan praktikum. Untuk melakukan kegiatan praktikum tersebut dibutuhkan kecermatan, ketelitian, serta keterampilan tertentu. Praktikum di laboratorium tentunya membutuhkan peralatan untuk membantu dalam pencarian informasi serta data yang akurat. Maka dari itu, pengenalan alat dan bahan sangat dibutuhkan sebelum melakukan praktikum, karena setiap alat memiliki fungsi tersendiri. Praktikan tak hanya mengetahui nama alat serta prinsip alat tersebut, tetapi harus menguasai cara pengerjaan alat sesuai dengan standar operasional demi keselamatan praktikan itu sendiri serta meminimalisir terjadinya kesalahan dan kerusakan alat. Adapun alat di laboratorim tersebut meliputi, spektofotometer yang berfungsi untuk mengetahui berapa banyak sinar elektromagnetik yang diserap oleh larutan; incubator yang berfungsi sebagai lemari steril untuk menumbuhkan kultur sel maupun jaringan pada suhu tertentu; hot plate yang berfungsi untuk mengaduk, mencampur, dan menghomogenkan larutan kimia dengan menggunakan medan magnetic; lemari pendingin yang berfungsi sebagai alat bantu penanganan bahan pangan, kimia, maupun biologis dalam suhu rendah. Selain alat- alat tersebut masih ada alat gelas diantaranya, labu Erlenmeyer, cawan petri, corong, gelas ukur, tabung reaksi, labu ukur, pipet tetes, pengaduk, dan masih banyak lagi.
Kata Kunci: alat laboratorium, fungsi, spektofotometer
ABSTRACT
Biochemistry is the process of how living things that carry life and survive by chemical processes that occur in the body, where such a study is required practicum. To carry out the practical activities required precision, accuracy, and certain skills. Laboratory experiments would need equipment to help in the search for accurate information and data. Therefore, the introduction of tools and materials are needed before practical, because each instrument has its own function. Practiticion not only know the name of tools as well as the principles of the tool, but must master workmanship in accordance with the operational standards for the safety of the practitioner's own as well as minimize the occurrence of errors and damage to the tool. The tools in the laboratory include, spectrophotometers are used to determine how much electromagnetic rays are absorbe; incubator that serves as a tool for growing sterile cell culture; hot plate which serves to stir, mix and homogenize the chemical solution using a magnetic field; refrigerator which serves as a tool for material handling food, chemical, or biological in low temperature. . In addition to the tools will be available including glassware, Erlenmeyer flasks, Petri dishes, funnels, measuring cups, test tube, flask, pipette, mixers, and much more.
PENDAHULUAN
Biokimia adalah ilmu yang mempelajari struktur dan fungsi komponen selular, seperti protein, karbohidrat, lipid, asam nukleat, dan biomolekul lainnya (Saskia 2010). Ilmu ini mempelajari kimia dari bahan-bahan dan proses-proses metabolisme yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup sebagai upaya untuk memahami proses kehidupan dari sisi kimia baik yang terjadi pada manusia, tumbuhan, maupun hewan parairan tawar, perairan payau ataupun perairan laut. Manfaat biokimia dalam bidang perikanan diantaranya untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kerusakan produk akibat reaksi biokimiawi serta pengendaliannya; mencari mikroba (biokimia) yang telah terbukti mampu mempertahankan kualitas media budidaya sehingga aman untuk digunakan sebagai media budidaya ikan; menciptakan ikan berkarakter genetis khas yang dihasilkan melalui rekayasa gen. Untuk lebih memahami proses metabolisme yang terjadi pada makhluk hidup serta membuktian adanya zat-zat seperti protein, karbohidrat, lipin, dan sebagainya maka dibutuhkan suatu pengujian yang biasanya dilakukan di laboratorium.
Sebelum melakukan suatu pengujian atau praktikum, terlebih dahulu kita harus mengetahui serta memahami betul nama alat, prinsip alat, serta cara penggunaanya yang baik dan benar. Hal ini bertujuan tersebut sangat diperlukan karena untuk memudahkan, melancarkan kegiatan praktikum; mendapatkan data yang vaid dan akurat; meminimalisir terjadinya kecelakaan para praktikan dan kerusakan alat laboratorium. Jenis peralatan yang diperlukan dalam praktikum biokimia berbeda-beda tegantung pada jenis praktikumnya. Umumnya ada 4 alat utama yang harus dipelajari diantaranya spektofotometer, incubator, hot plate, dan lemari pendingin. Adapun perlatan lainnya yang dapat menunjang prktikum diantaranya alat-alat gelas seperti, labu ukur; labu Erlenmeyer; tabung reaksi; pipet tetes, batag pengaduk, corong, cawan petri dan sebagainya.
Tujuan diadakannya praktikum pengenalan alat bahan ini adalah agar setiap praktikan mengetahui nama alat-alat yang ada di laboratorium, mampu mengenal dan memahami prinsip pengerjaan alat yang biak dan benar sesuai dengan standar operasionalnya, serta memahami perbedaan berbagai alat yang ada dilaboratorium berdasarkan kegunaannya.
METODOLOGI
Peralatan laboratorium yang digunakan saat praktikum biokimia ini ada banyak sekali, diantaranya ada 4 alat yang harus kita ketahui terlebih dahulu yaitu : Spektrofotometer, incubator, hot plate, lemari pendingin. Selain itu ada alat-alat laboratorium lain yang digunkan untuk membantu kelancaran praktikum ini, diantaranya : labu erlenmeyer, cawan petri, corong, gelas ukur, tabung reaksi, labu ukur, pipet tetes, pipet ukur, pipet volume, pengaduk, bunsen, buret, timbangan analitik, kondensor, rak tabung reaksi, labu destilasi, penjepit tabung reaksi, kaki tiga, gelas arloji, bulb pipet, thermometer, kertas lakmus, DO meter, dan lain lain.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berikut merupakan peralatan yang dipergunakan saat praktikum biokimia mulai dari nama alat, prinsip fungsi alat, cara kerja alat sesuao Standar Operasional, diantaranya :
Spektrofotometer
Spektrofotometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jumlah relative cahaya dari panjang gelombang berbeda yang diserap dan diteruskan oleh larutan pigmen. Di dalam spektrofotometer cahaya putih dipisahkan menjadi sejumlah warna (panjang gelombang) oleh prisma. Kemudian, satu per satu warna cahaya yang berbeda akan dilewatkan melalui sampel, cahaya yang ditersukan menabrak tabung fotolistrik, yng mengubah energy cahaya menjadi energy listrik. Setiap kali panjang gelombang berubah, alat ukur akan mengindikasikan fraksi cahaya yang diteruskan melalui sampelnya, atau sebaliknya, fraksi cahaya yang diserap Grafik yang menyajikan profil penyerapan (adsorpsi_ pada panjang gelombang yang berbeda dsebut spectrum adsorpsi.
Gambar 1. Cara Kerja Speltrofotometer
(Sumber : Campbell, Neil A. 2002. Biologi. Jakarta. Erlangga)
cara melewatkan cahaya dengan panjang gelombang tertentu pada suatu obyek kaca atau kuarsa yang disebut kuvet. Sebagian dari cahaya tersebut akan diserap dan sisanya akan dilewatkan. Nilai absorbansi dari cahaya yang dilewatkan akan sebanding dengan konsentrasi larutan di dalam kuvet. (Sumardjo 2009)
Prinsip kerja spketrofotometer adalah cahaya yang berasal dari lampu deuterium maupun wolfram yang bersifat polikromatis di teruskan melaluilensa menuju ke monokromator pada spektrofotometer dan filter cahaya pada fotometer. Monokromatorkemudian akan mengubah cahaya polikromatis menjadi cahaya monokromatis (tunggal). Berkas-berkas cahayadengan panjang tertentu kemudian akan dilewatkan pada sampel yang mengandung suatu zat dalam konsentrasitertentu. Oleh karena itu, terdapat cahaya yang diserap (diabsorbsi) dan ada pula yang dilewatkan. Cahaya yangdilewatkan ini kemudian di terima oleh detector. Detector kemudian akan menghitung cahaya yang diterima danmengetahui cahaya yang diserap oleh sampel. Cahaya yang diserap sebanding dengan konsentrasi zat yangterkandung dalam sampel sehingga akan diketahui konsentrasi zat dalam sampel secara kuantitatif.
Prosedur kerja spektrofotometer adalah sampel dilarutkan dalam pelarut, lalu sampel dimasukkan dalam kuvet, dalam keadaan tertutup, dimulai dengan dihasilkannya cahaya monokromatik dari sumber sinar. Cahaya tersebut kemudian menuju ke kuvet (tempat sampel/sel). Banyaknya cahaya yang diteruskan maupun yang diserap oleh larutan akan dibaca oleh detektor yang kemudian menyampaikan ke layar pembaca (Hadi 2009). Larutan yang akan diamati melalui spektrofotometer harus memiliki warna tertentu. Hal ini dilakukan supaya zat di dalam larutan lebih mudah menyerap energi cahaya yang diberikan.
Gambar 2. Spektrofotometer
Inkubator
Incubator merupakan alat untuk menginkubasi mikroba pada suhu terkontrol. Alat ini dilengkapi dengan pengatur suhu dan pengatur waktu. Kisaran suhu untuk incubator adalah 10-70o C (Muad 2011).
Alat ini berfungsi sebagai lemari steril tempat inkubasi unutk menumbuhkan kultus sel maupun jaringan pada suhu tertentu. Prinsip inkubator itu adalah mengubah energi litrik menjadi energi panas. Kawat nikelin akan menghambat aliran elektron yang mengalir sehingga mengakibatkan peningkatan suhu kawat (Taiyeb 2001). Prosedur kerjanya adalah dengan cara memasukan zat ataupun larutan kedalam inkubator kemudian inkubator ditutup rapat. Kemudian memutar tombol power ke arah kiri dan diatur suhu dalam incubator dengan menekan tombol set. Sambil menekan tombol set, diputar tombol di sebelah kanan atas tombol set hingga mnencapai suhu yang di inginkan. Setelah suhu yang diinginkan selesai diatur, lepaskan tombol set. Inkubator akan menyesuaikan setingan suhu secara otomatis setelah beberapa menit.
Gambar 3. Inkubator
(Sumber : http://www.hcp-technology.com/mikrobiologie/en/inkubator/)
Hot Plate
Hot Plate adalah mandiri meja portabel alat kecil yang memiliki satu, dua atau lebih pembakar gas atau listrik elemen pemanas .Sebuah piring panas dapat digunakan sebagai alat sendiri berdiri, tetapi sering digunakan sebagai pengganti salah satu pembakar dari oven jangkauan atau atas masak dari kompor .Hot piring sering digunakan untuk persiapan makanan, umumnya di lokasi di mana dapur penuh kompor tidak akan nyaman atau praktis, karena piring panas dengan mudah dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Digunakan juga untuk menghomogenkan suatu campuran dari dua atau lebih larutan zat, sehingga dapat tercampur dan bersifat homogeny (Sumardjo 2009).
medan magnet berputar menyebabkan batang pengaduk terrendam dalam cairan berputar sangat cepat, sehingga aduk. Reaksi yang kimia terjadi dalam pembuluh kaca bar pengaduk magnet bekerja dengan baik dalam pembuluh kaca. Di sisi lain, keterbatasan ukuran bar berarti bahwa pengaduk magnet hanya dapat digunakan untuk percobaan yang relatif kecil. Prosedur kerja dari hot plate adalah menggunakan bidang magnetik berputar untuk membuat stir bar atau batang pengaduk yang tercelup didalam cairan menjadi berputar dengan sangat cepat sehingga mengaduk cairan tersebut hingga merata. Bidang beputar tersebut dapat dibuat baik dengan magnet berputar atau dengan satu set eletktromanet statis yang diletakkan dibawah bejana dengan cairan. Magnetic stirrer seringkali dilengkapi dengan lempengan pemanas untuk memanaskan cairan dalam bejana.
Gambar 4. Hot Plate
(Sumber : http://www.humboldtmfg.com/hot_plates.html)
Lemari Pendingin
Lemari Pendingin adalah suatu alat yang digunakan untuk mencegah terjadinya pembusukan atau juga mencegah terjadinya denaturasi pada enzim.
dibawah 0o C diatur pada lemari tersebut, kemudian kerjanya tersebut adalah menghambat kerja bakteri pembusuk dan juga mencegahterjadinya denaturasi pada enzim.
Gambar 5. Lemari Pendingin
(Sumebr : http://indonesian.alibaba.com/product-gs/656l-pharmacy-vaccine-refrigerator-double-glass-door-2-8c-medication-refrigerator-60156655966.html)
Buret
Buret adalah alat berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran di ujungnya. Ukurannya mulai dari 5 dan 10 mL (mikroburet) dengan skala 0,01 mL, dan 25 dan 50 mL dengan skala 0,05 mL (Purwanti 2008).
Buret berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu, biasanya digunakan untuk titrasi. Prinsip kerjanya adalah Buret harus bersih, kering dan bebas lemak sebelum digunakan. Sebelum titrasi dimulai, pastikan tidak ada gelembung udara di bawah kran karena menyebabkan kesalahan saat melakukan titrasi. Prosedur kerjanya adalah Menggunakan buret Oleh karena presisi buret yang tinggi, kehati-hatian pengukuran volume dengan buret sangatlah penting untuk menghindari galat sistematik. Ketika membaca buret, mata harus tegak lurus dengan permukaan cairan untuk menghindari galat paralaks. Bahkan ketebalan garis ukur juga mempengaruhi bagian bawah meniskus cairan harus menyentuh bagian atas garis.
Cawan Petri
Cawan Petri atau botol kaca merupakan wadah yang digunakan untuk meletakkan media. Ukuran cawan petri yang digunakan berdiameter 10 cm. (Muad 2011).
Cawan petri berfungsi untuk pembuatan kultur media. Prinsip kerjanya biasa disterilkan bersama dengan kertas saring di dalamnya. Cawan petri perlu dicuci bersih kemudian dikeringkan, setelah kering dibungkus dengan kertas putih cokelat untuk disterilisasi dengan oven. Prosedur kerjanya dengan memasukan bakteri, khamir, spora atau biji-bijian kedalam cawan petri keumdian ditutup,amati pembiakan sel yang terjadi.
Gambar 7. Cawan Petri (Dokumentasi pribadi)
Labu Erlenmeyer
Labu Erlenmeyer adalah peralatan gelas (Glass ware equipment) yang seringkali di gunakan untuk analisa dalam laboratorium. Bentuknya bulat dan berbentuk kerucut dibagian atasnya. Disalah satu sisi, ada tanda untuk menunjukkan ukuran volume isi, dan memiliki spot yang dapat diberi label dengan pensil . leher dan mulut botol yang sempit pada erlenmeyer bertujuan agar mudah di pegang, mengurangi penguapan dan dapat di tutup dengan mudah. Sedangkan dasar permukaan yang rata membuatnya flexsible di letakan dimana saja.
Gambar 8. Labu Erlenmeyer (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Beaker Glass
Beaker Glass adalah gelas tinggi, berdiameter besar dengan skala sepanjang dindingnya. Terbuat dari kaca borosilikat yang tahan terhadap panas hingga suhu 200 oC (pyrex). Ukuran alat ini ada yang 50 mL, 100 mL dan 2 L. (Purwanti 2008)
Fungsi beaker glass ini adalah untuk mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi, menampung zat kimia, memanaskan cairan, dan media pemanasan cairan. Prinsip kerjanya dengan menuangkan akuades maupun larutan ataupun zat kimia secara langsung. Prosedur kerjanya dapat digunakan sebagai penampung, mengaduk, mencampur dan memanaskan cairan dengan meletakkan cairan ke dalam gelas beker.
Gambar 9. Beaker Glass (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Pipet Tetes
Prinsipkerja dan prosedur percobaan pun sama dengan pipet ukur. Salah satu penerapannya adalah dalam menambahkan HCl / NaOH saat mengatur pH media, penambahan reagen pada uji biokimia.
Gambar 10. Pipet Tetes (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Labu Ukur
Labu ukur adalah labu dengan leher yang panjang dan bertutup; terbuat dari kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai. Ukurannya mulai dari 1 mL -2 L.
Fungsi dari labu ukut ini adalah untuk membuat larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan. Cara penggunaannya yaitu dengan mengisikan larutan yang akan diencerkan atau padatan yang akan dilarutkan. Tambahkan cairan yang dipakai sebagai pelarut sampai setengah labu terisi, kocok kemudian penuhkan labu sampai tanda batas. Sumbat labu, pegang tutupnya dengan jari, kocok dengan cara membolak-balikkan labu sampai larutan homogen.
Corong
Corong adalah alat yang terbuat dari plastik atau kaca tahan panas dan memiliki bentuk seperti gelas bertangkai, terdiri dari corong dengan tangkai panjang dan pendek. Cara menggunakannya dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut. (Purwanti 2008)
Fungsi corong adalah untuk menyaring campuran kimia dengan gravitasi. Prinsip kerjanya yaitu dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut. Prosedur kerjanya yaitu dengan meletakkan kertas saring ke dalam corong tersebut.
Gambar 12. Corong (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Tabung Reaksi
Tabung reaksi adalah tabung yang kadang dilengkapi dengan tutup. Terbuat dari kaca borosilikat tahan panas, terdiri dari berbagai ukuran (Purwanti 2008).
Fungsi tabung reaksi adalah sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia, untuk melakukan reaksi kimia dalam skala kecil. Prinsip kerjanya berdasarkan pada bentuknya yang mampu menyediakan tempat untuk mereaksikan larutan. Prosedur kerjanya dengan Larutan diletakkan dalam tabung reaksi.
Batang Pengaduk
Batang Pengaduk adalahalat yang terbuat dari kaca tahan panas, digunakan untuk mengaduk cairan di dalam gelas kimia (Purwanti 2008).
Prinsip kerjanya alat ini adalah pengadukan larutan secara sederhana. Prosedur kerjanya adalah 2 atau lebih larutan dalam wadah diaduk secara merata.
Gambar 14. Batang Pengaduk (Sumber : Dokumentasi Pribadi)
Bunsen
Bunsen atau lampu spirtus adalah alat yang befungsi untuk menciptakan kondisi steril menggunakn api. Warna api yang paling cocok adalah biru yang menunjukkan paling panas. Jumlah lampu spirtus yang dibutuhkan tergantung pada skala usaha yang dijalankan. Jika skala kecil biasanya hanya 2 – 3 buah (Muad 2011).
Gambar 15. Bunsen
(Sumber : http://www.cyberphysics.co.uk/practical/skills/bunsen.html)
Gelas Ukur
Gelas ukur adalah alat untuk mengukur suatu suspensi larutan atau media yang memiliki nilai keakuratan yang tinggi dibandingkan dengan beaker glass. Terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas. Ukurannya mulai dari 10 mL sampai 2 L. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya volumetersebut ditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan. Gelas ukur dapat disterilisasi menggunakan oven bersama peralatan praktikum lainnya,karena bila terjadi pemuaian tidak akan memengaruhi hasil akhir yang diamati.
Gelas ukur berfungsi untuk mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dalam jumlah tertentu. Prinsip kerjanya adalah mengukur volume larutan berdasarkan skala volume meniskus cekung larutan. Saat mengamati mata harus sejajar dengan miniskus cekungan. Prosedur percobaannya adalah sterilkan terlebih dahulu gelas ukur yang akan digunakan, selanjutnya tuangkan larutan yang akan digunakan sesuai volume yang diinginkan dengan melihat skala volumenya.
Gambar 16. Gelas Ukur
(Sumber :
Timbangan Analitik
Timbangan analitik adalah alat yang digunakan sebagai tenpat untuk menimbang zat-zat yang akan ditimbang. Cara pemakaiannya adalah pertama di colokkan kabel ke stop kontak, selanjutnya tekan tombol power, selanjutnya tunggu timbangan berkalibrasi, setelah selesai berkalibrasi nolkan angka di layarnya dengan cara menekan tombol zero, setelah itu bersihkan bagian dalam timbangan dan masukan zat yang akan di timbang ke dalamnya setelah dimasukkan tutup kacanya dan tunggu hingga angkanya berhenti.
Gambar 17. Timbangan Analitik
(Sumber : https://oktavianipratama.files.wordpress.com/2012/11/pionir11.jpg)
Kondensor
Kondensor adalah alat untuk menggembungkan atau mendinginkan uap yang terjadi pada proses reaksi, sintesa, atau pada sistem destilasi, ekstraksi, saponifikasi, esterifikasi, metilasi dan sebagainya. Prinsip kerjanya adalah zat dipanaskan, kemudian uap panas akan naik lalu dialirkalah air dingin melalui selang sehingga uap panas tadi tidak lepas ke udara tetapi kembali mengembun dan jatuh lagi ke bawah. Pada prinsip kerja kondensor, volume dari larutan yang dipanaskan akan konstan karena tidak ada uap yang lepas ke udara. Prosedur kerjanya yaitu dengan kondensor dihubungkan dengan pipa bengkok dan labu destilasi untuk menyuling larutan.
Gambar 18. Kondensor (Sumber :
KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum pengenalan alat dan bahan ini dapat kita simpulkan bahwa dalam melakukan suatu praktikum di butuhkan alat serta bahan untuk kelancaran praktikum itu sendiri. Dimana setiap praktikum menggunakkan alat yang berbeda-beda, dan masing-masing alat tersebut memiliki fungsi, prinsip kerja, serta cara penggunaannya sendiri. Pemahaman praktikan akan penggunaan alat sangat diperlukan, karena kesalahan penggunaan alat akan mempengaruhi hasil praktikum, selain itu juga untuk menjaga keselamatan praktikan itu sendiri dan menjaga alat agar tidak rusak serta mendukung praktikum dalam validasi data yang dihasilkan oleh praktikan sehingga dapat dianalisa.. Alat-alat ada yang terbuat dari plastic, dan ada pula terbuat dari kaca, maka dari itu harus menjaga kebersihan sert menjaga nya.
DAFTAR PUSTAKA
Asegab, Muad. 2011. Bisnis Pembibitan. Jakarta. PT AgroMedia Pustaka. Campbell, Neil A. 2002. Biologi. Jakarta. Erlangga
Ibnu.1976.Analisa Kimia Kuantitatif. Jakarta : Erlangga
Kenkel, John. 2014. Analytical Chemistry for Technicians, Fourth Edition. CRC Press. Neilands. 1990. Analisa Kimia. Jakarta : Erlangga.
Saskia, Sinta. 2010. Kamus Biologi SMA. Jagakarsa.: Transmedia. Sutardjo, Damin. 2009. Pengantar Kimia. Jakarta : EGC
Sumanti, Debby M., dkk. 2008. Diktat Penuntun Praktikum Mikrobiologi Pangan.Universitas Padjajaran:Jatinangor.