Pengaruh Bantuan Luar Negeri China Terhadap Pembangunan
Negara Fiji
MAKALAH
Diajukan untuk memenuhi salah satu ujian akhir semester dalam mengikuti mata
kuliah Kawasan Australia dan Pasifik
Oleh
SHEILA NURUL ANNISA 114105074
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN...3
1.1 Latar Belakang... 3
1.2 Rumusan Masalah...4
1.3 Kerangka Pemikiran...4
BAB II PEMBAHASAN... 5
2.1 Bantuan Luar Negeri China untuk Fiji...5
2.2 Efektifitas Bantuan Luar Negeri China Terhadap Pembangunan Fiji...6
2.3 Tantangan China dalam Memberikan Bantuan Luar Negeri Kepada Fiji...8
BAB III KESIMPULAN... 9
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
China merupakan actor global yang memiliki pengaruh besar terhadap negara-negara berkembang, terutama di kawasan Pasifik. Dengan adanya peran yang besar dari China untuk kawasan tersebut telah menimbulkan spekulasi baru bahwa China merupakan suatu hegemoni baru yang telah menggeser peran Amerika Serikat di kawasan Pasifik. Hubungan yang terjalin antara China dengan negara-negara di kawasan Pasifik sudah berlangsung sejak era Perang Dingin dengan melalui bantuan serta perdagangan yang ditawarkan oleh China. Seiring berjalannya waktu, intensitas hubungan antara China dengan kawasan ini pun semakin meningkat dengan ditandai adanya bantuan ekonomi yang diberikan oleh China. China merupakan negara pendonor nomor tiga di kawasan Pasifik setelah Amerika Serikat dan Australia. Dilihat dari data tahun 2010, terhitung bantuan yang telah diberikan China untuk negara-negara di kawasan Pasifik mencapai 106.700.00 dollar. Samoa, Kepulauan Marshall, PNG dan Fiji adalah negara di kawasan Pasifik yang merupakan tujuan utama untuk investasi China (Tang, 2011).
1.2 Rumusan Masalah
1. Bantuan Luar Negeri China untuk Fiji
2. Efektifitas bantuan luar negeri China terhadap pembangunan Fiji
3. Tantangan China dalam memberikan bantuan luar negerinya terhadap Fiji
1.3 Kerangka Pemikiran
Dalam makalah yang berjudul “Pengaruh Bantuan Luar Negeri China Terhadap Pembangunan Negara Fiji” ini, dapat dikaitkan dengan teori interdependensi. Definisi teori interdependensi itu sendiri adalah suatu keadaan saling berketergantungan antara dua negara atau lebih yang dapat saling menguntungkan. Dalam makalah ini dapat dijelaskan bagaimana hubungan antara negara China dengan Fiji, dimana China memberikan bantuan luar negerinya untuk Fiji. Fiji merupakan negara berkembang dengan kondisi ekonomi yang buruk. Sehingga dengan adanya bantuan luar negeriyang diberikan oleh China dapat membantu Fiji dalam pembangunan di negaranya, baik dari segi ekonomi, infrastruktur maupun social.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Bantuan Luar Negeri China untuk Fiji
Sejarah Singkat Bantuan Luar Negeri China untuk Fiji
Fiji merupakan negara berkembang dengan kondisi ekonomi yang dapat dikatan rendah. Maka dari itu, bantuan luar negeri yang diberikan China kepada Fiji pastilah memiliki peran penting terhadap pengembangan ekonomi dan social di negara tersebut. Bantuan luar negeri ini dimulai sekitar tahun 1970, namun karena terbatasnya ruang lingkup maka hal ini tidak terlalu menyorot perhatian masyarakat. Pada tahun 1979, kedatangan Perdana Menteri China ke Fiji merupakan kunjungan resmi untuk proyek pertama yang dilakukan oleh kedua negara tersebut dengan menandatangani momerandum oleh pihak “China National Coplete Plant Export Cooporation” dan Menteri Agrikultur dan Perikanan Fiji. Pada bulan April tahun 1985, Sekretaris Jendral Komite Sentral Partai Komunis China melakukan kunjungan ke beberapa negara di kawasam Australia-Pasifik, seperti Fiji, Australia, New Zealand, Samoa Barat dan Papua New Guinea. Dalam pertemuan tersebut, dari kedua belah pihak, baik China maupun Fiji, menyadari bahwa mereka harus lebih memperdalam dan memperluas kerjasama mereka di bidang ekonomi dan teknologi yang berbasis saling menguntungkan. Oleh karena itu, kerjasama kedua negara tersebut pun berkembang dengan China mengirimkan tiga ahli teknologi untuk mengajar petani-petani Fiji bagaimana menanam padi secara baik dan benar pada tahun 1986 serta memberikan pinjaman tanpa Bungan untuk membangin dua stasiun hidroelektrik pada tahun 1988 dan 1989.
dilakukan kedua negara tersebut sudah tidak lagi dilakukan. Beberapa janji yang diberikan China terhadap Fiji sebagian besar tidak terlaksanakan. Beberapa faktor pun menjadi penyebab tidak terlaksananya janji tersebut seperti adanya kesulitan dalam memperoleh info secara detail.
Alasan China Memberikan Bantuannya Kepada Fiji
Dalam memberikan bantuannya, China pastinya tidak memberikan hal tersebut secara cuma-cuma. Terdapat beberapa faktor yang mendorong China untuk memberikan bantuannya, khususnya untuk negara Fiji. China yang dikenal sebagai negara berkembang yang dengan mudahnya memberikan bantuan ke berbagai negara-negara maju pun melanjutkan kewajuban internasionalnya untuk turut berinterfensi di negara Fiji (Guixia, 2015). Fiji merupakan negara berkembang yang pada masa itu baru saja mendapatkan kemerdekaanya dari Inggris dengan kondisi ekonomi yang lemah. Sebagai negara yang memiliki kesamaan sejarah dan niat yang sama untuk mengembangkan ekonomi, maka China pun mulai menyediakan bantuan pembangunan kepada Fiji.
Faktor lain adalah untuk membangun citra internasional yang baik, Tentunya, setiap negara dan organisasi ingin membuat citra yang baik di masyarakat internasional. Memberikan bantuan pembangunan kepada Fiji merupakan pilihan yang baik bagi China. Faktor lainnya yang tidak kalah penting merupakan faktor politik, dimana kepatuhan Fiji terhadap kebijakan China yang disebut “One China Policy” merupakan hal yang sangat penting. Dukungan negara lain terhadap kebijakan ini merupakan yang menjadi perhatian utama. Faktor terakhir adalahdalam bantuan luar negeri yang China berikan kepada Fiji adalah hal yang menguntukan bagi kedua belah pihak. Keadaan ekonomi kedua negara tersebut saling melengkapi. Cina telah meningkatkan ekonomi dengan memperkenalkan sejumlah besar investasi asing sejak mengadopsi kebijakan pintu terbuka.
2.2 Efektifitas Bantuan Luar Negeri China Terhadap Pembangunan Fiji
Fiji dalam ketergantungannya akan impor. Misalnya, Somosomo Hydro Plant di Taveuni, China yang mendanai proyek sekitar 20 juta dolar Fiji (10,8 juta dolar AS), dapat memecahkan masalah daya Taveuni di pulau yang telah sangat bergantung pada generator diesel (Guixia, 2015). Hubungan kerjasam yang telah dilakukan selama bertahun-tahun oleh kedua negara tersebut merupakan hal yang mempengaruhi percepatan pembangunan Fiji di berbagai sector. Ditambah lagi dengan adanya ketepatan bantuan yang diberikan oleh China.
Bantuan yang China beri merupakan bantuan yang memang sangat dibutuhkan oleh Fiji untuk meningkatkan kondisi kehidupan masyarakatnya, meningkatkan standar hidup serta pendapatan. Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bantuan yang China berikan bukan hanya berupa uang, namun juga pendidikan, menciptakan lapangan kerja dan lain-lain. Selain beberapa bantuan diatas, pengaruh China terhadap Fiji lainnya adalah meningkatkan rasa percaya diri wanita di Fiji dengan meningkatkan status dan pekerjaannya. Sekitar tahun 2012, China menyumbangkan sekiranya 1.700 mesin jahit kepada Kementrian Perempuan yang lalu dibangunnya pusat jahit dimana para wanita dipekerjakan. Bukan hanya wanita yang sempurna secara fisik saja yang dipekerjakan, namun penyandang cacat juga turut menjalani program inklusif yang tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan dalam pembuatan pakaian, tetapi juga kesadaran mereka dapat menciptakan dalam masyarakat yang inklusif.
Proses demokratisasi di Fiji juga dipengaruhi oleh adanya bantuan luar negeri yang diberikan China. Untuk melancarkan jalannya pemilihan umum di Fiji tahun 2004, China menangatangani
China tidak akan berpihak dalam terus menekan Fiji untuk membuat keputusan seperti yang telah dilakukan oleh Australia dan New Zealand. Dalam segala situasi yang terjadi dalam perpolitikan internasional China akan tetap mendukung Fiji. Tentu hal tersebut akan terjadi jika Fiji juga memberikan keuntungannya kepada China seperti mendukung China dalam One China Policy.
2.3 Tantangan China dalam Memberikan Bantuan Luar Negeri Kepada Fiji
China dalam menjalankan kepentingannya di Fiji tentu saja tidak selalu berjalan mulus. Kini negara-negara besar lainnya, seperti Jepang, Australia dan New Zealand, saling berkompetisi untuk memperkuat peranannya di Fiji. Beberapa bantuan, kerjasama serta beberapa program baru mereka berikan untuk Fiji. Dengan banyaknya bantuan luar negeri yang diberikan untuk Fiji, tidak menutup kemungkinan bahwa bantuan luar negeri yang diberikan oleh China untuk Fiji tidak lagi menjadi terlihat mewah. Dengan keadaan bantuan China yang bisa dibilang tidak efisien karena tidak sesuai dengan waktu yang ditentukan juga menjadi salah satu tantangan yang China hadapi. Seperti yang terjadi bahwa proyek-proyek yang telah disesepakati beberapa tahun lalu masih tetap berlangsung, melewati batas waktu perjanjiannya. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa negara-negara berkembang biasanya lebih memilih untuk mendapat bantuan secara “traditional donor” karena dirasa lebih praktis dan tidak rumit (Brant, 2014).
BAB III
KESIMPULAN
Peranan serta pengaruh China di Fiji telah berkembang. Seperti yang telah diketahui bahwa China memiliki ketertarikan tersendiri di negara bagian kawasan Pasifik, tidak terkecuali negara Fiji. Dengan memberikan bantuan luar negeri yang tepat sasaran, China dapat melaksanakan kepentingannya di negara tersebut dengan mudah. Seperti yang terjadi di tahun 1980-an dimana para wanita Fijian tidak memiliki rasa percaya diri yang tinggi, maka China turun tangan dengan membantu Fiji untuk membangun lapangan pekerjaan untuk wanita. Hal tersebut pastinya saja berhasil dalam membangun rasa percaya diri wanita Fijian dan juga sangat membantu kehidupan Fijian dalam hal finansial.
DAFTAR PUSTAKA
Guixia, Lyu. (2015). China’s development aid to Fiji: Motive and Method. The Research Centre of the Pacific Island Countries, Liaocheng University, Shandong Province, China.
Dugis, Vinsensio M.A. Memahami Peningkatan Kehadiran China di Pasifik Selatan: Perspektif Realisme Stratejik. Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Airlangga.
Yang, Jian. (2011). China in Fiji: Displacing Traditional Players?. Australian Journal of International Affairs Vol. 65, No. 3. pp. 305-321.
Brant, Philippa. (2014). Chinese Aid in Fiji Coming Under New Pressures. Diakses dari www.lowyinstitute.org. Diakses pada 14 Januari 2017.
Brant, Phillipa. (2009). China’s involvement in Fiji and Australia and New Zealand’s position. Diakses dari http://www.eastasiaforum.org. Diakses pada 15 Januari 2017.
Veramu, Joseph. (2016). Fiji and China’s Economic Pathaways. Diakses dari http://fijisun.com.fj. Diakses pada 14 Januari 2017.
McCarthy, Joanna. (2016). China Extend its Influence in The South Pacific. Diakses dari http://www.abc.net.au. Diakses pada 14 Januari 2017.