• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

Penyusunan Kebijakan

Pengawasan Dewan

Komisaris yang Efektif

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ESA UNGGUL

FEB 909

TATA KELOLA

PERUSAHAAN

PERTEMUAN #9

Sumber dari:

(2)

KEMAMPUAN AKHIR YANG DIHARAPKAN

Diharapkan setelah menyelesaikan

materi ini, mahasiswa mampu

(3)

Tugas, Kewajiban dan Kewenangan Dewan

Komisaris

3

Dewan

Komisaris

Fungsi Pengawasan

(Pasal 108 ayat 1 dan

2)

Pemberian Nasihat (Pasal 108 ayat 1 dan

2)

Itikad Baik

Kehati-hatian

Tanggung

Jawab

Pemberian Persetujuan atau Bantuan (Pasal

117)

Fungsi Pengurusan Perseroan (Pasal 118)

(4)

Tugas, Kewajiban dan Kewenangan Dewan

Komisaris

4

Keahlian

Kelaziman

Usaha Sejenis

Peluang Usaha

Jalannya Pengurusan

(Planning, Organizing, Actuating, dan

Contolling

Pengawasan Dewan Komisaris

Pemberian Nasihat kepada Direksi

Keb

ija

kan

Pen

gur

usa

n

Peraturan Perundang -undangan

dan Anggaran

Dasar

Kepentingan

Perseroan

Maksud dan

Tujuan

(5)

Siklus Pengurusan dan

Pengawasan Perusahaan BUMN

N

o Pengurusan Pengawasan Susbtansi Telaahan Proses Internal 1. Arahan

Dekom atas RKAP

Telaah RJPP dan Aspirasi PS

Bahas internal Dekom

Berikan Arahan Dekom dalam RKAP

Penyelarasan RJPP & Aspirasi PS

Pencapaian RJPP

Telaah perkembangan

lingkung-an eksternal & aspirasi stakeholder yg mempengaruhi

perusahaan

Disposisi ke Komite

Telaah Komite/ Rapat

Saran Komite

Rapat Internal

Dekom

2. RKAP  Telaah usulan RKAP

 Bahas dengan Direksi

 Tandatangani RKAP

 Berikan pendapat & saran kpd RUPS

 Hadiri RUPS

Kesesuaian SAL dan RJPP

KPI dan Targetnya

Tingkat Kesehatan

Rencana Inisiatif Strategis

Remunerasi dan tantiem

Proyeksi laporan keuangan (induk & anak BUMN)

Faktor risiko RKAP

Disposisi ke Komite

Telaah Komite/ Rapat

Saran Komite

Rapat Internal Dekom

3. Inisiatif Strategis

 Telaah usulan Inisiatif Strategis

 Bahas dengan Direksi

 Berikan persetujuan/ tanggapan kpd RUPS

 Monitoring kesesuaian

 Berikan hasil telaah kepada

Direksi

Proposal dan dokumen pedukungnya

Faktor risiko

Monitoring/telaah hasil (kesesuai-an dengan proposalnya, dianjur-kan dalam rapat khusus).

Disposisi ke Komite

Telaah Komite/ Rapat

Saran Komite

Rapat Internal DekomKunjungan lapangan 4. Pelapor an Berkala

 Telaah usulan Laporan Berkala

 Bahas dengan Direksi  Tandatangan Berkala

 Berikan tanggapan kpd RUPS

Progres RKAP dan kinerja bulanan

Indikasi Turun Kinerja,

lapor ke RUPS

Disposisi ke Komite

Telaah Komite/ Rapat

Saran Komite

Rapat Internal Dekom

5. Pelapor an

Tahunan

 Telaah usulan Laporan Tahunan

 Bahas dengan Direksi

 Tantatangani LT

 Berikan tanggapan kpd

RUPS

Capaian KPI

Capaian Tingkat Kesehatan

Laporan Auditor atas LK

Laporan kepatuhan thd. SPI dan peraturan perundang-undangan

Disposisi ke Komite

Telaah Komite/ Rapat

Saran Komite

Rapat Internal

(6)

Proses Pengawasan Perusahaan

BUMN oleh Dewan Komisaris

N

o Proses Pengawasan Substansi SOP Proses Utama

1Penerimaan Aspirasi PSTelaah RJPP, Aspirasi PS

dan Aspirasi Stakeholder dan perkembangan

lingkungan eksternal

Bahas internal DekomBerikan Arahan Dekom

dalam RKAP

Penyelarasan RJPP &

Aspirasi PS

Pencapaian RJPP

Telaah perkembangan

lingkung-an eksternal & aspirasi stakeholder yg mempengaruhi perusahaanPenyampaian Arahan/Aspirasi Dekom dalam Penyusunan RKAP 2 .

 Penerimaan Konsep RKAP  Telaah usulan RKAP

Bahas dengan DireksiTandatangani RKAP

Berikan pendapat & saran

kpd RUPS

Hadiri RUPS

Kesesuaian SAL dan

RJPP

KPI dan TargetnyaTingkat KesehatanRencana Inisiatif

Strategis

Remunerasi dan

tantiem

Proyeksi laporan

keuangan (induk & anak BUMN)

Faktor risiko RKAPPenentuan kebijakan

pengawasan Dekom atas RKAP

SOP Penyampaian

Tanggapan atas Usulan RKAP

3 .

 Penerimaan dokumen

usulan

Telaah usulan Inisiatif

Strategis

Bahas dengan DireksiBerikan persetujuan/

tanggapan kpd RUPS

 Monitoring kesesuaian

 Berikan hasil telaah kepada

Direksi

Proposal dan dokumen

pendukungnya

Faktor risiko

Monitoring/telaah

hasil (kesesuaian hasil dengan proposalnya, dianjurkan dibahas dalam rapat khusus).

SOP Pemberian

Persetujuan atas Usulan Direksi

SOP Pemberian

(7)

Proses Pengawasan Perusahaan

BUMN oleh Dewan Komisaris

N

o Proses Pengawasan Substansi SOP Proses Utama

4 .

Penerimaan konsep

Laporan Berkala

 Telaah usulan Laporan

Berkala

 Bahas dengan Direksi  Tandatangan Berkala  Berikan tanggapan kpd

RUPS

Progres RKAP dan

kinerja bulanan

Indikasi Turun Kinerja,

lapor ke RUPS

SOP Pemberian

Tanggapan atas Laporan

Manajemen

5 .

 Telaah usulan Laporan

Tahunan

Bahas dengan DireksiTantatangani LT

Berikan tanggapan kpd

RUPS

Capaian KPI Capaian Tingkat

Kesehatan

Laporan Auditor atas

LK

Laporan evaluasi

kinerja KAP

Laporan kepatuhan

thd. SPI dan peraturan perundang-undangan

SOP Pemberian

(8)

Proses Pendukung Pengawasan

Perusahaan BUMN oleh Dewan

Komisaris

No Substansi SOP Proses

1.  RKA Dekom (termasuk rencana

kerja dekom)

KPI Dekom dan KPI KomiteMekanisme Penilaian Kinerja

Dekom (majelis dan individu)

 Penyusunan RKA dan KPI

Dewan Komisaris dan Komite Dewan Komisaris beserta Penilaian

2Laporan Dewan KomisarisLaporan Komite Dewan

Komisaris

 Pelaporan Dewan Komisaris

3.Laporan Assessment SPIHasil audit internal dan

eksternal

Hasil-hasil evaluasi laporan

manajemen berkala

 Penilaian Efektivitas Sistem

Pengendalian Intern

4.  KAK General Audit

 Proposal administratif dan teknis  Pelaksanaan KAK, Kontrak, dan

Realisasi pelaksanaan audit

 Progres pelaksanaan KAP

 Penilaian atas Efektivitas

tugas eksternal auditor

5.  PKPT

 Piagam Audit Internal

Laporan audit internal dan Ikhtisar

Laporan Audit Internal

 Laporan quality assurance  realisasi PKPT

 Penilaian atas Efektivitas

(9)

Proses Pendukung Pengawasan

Perusahaan BUMN oleh Dewan

Komisaris

No Substansi SOP Proses

6.  Laporan keuangan berkala  Proses penyusunan laporan

keuangan

 Laporan keuangan audited  Temuan audit KAP terkait

penerapan kebijakan akuntansi

 Penilaian atas Integritas

pelaporan keuangan,

7.  Surat/data pengaduan dari

stakeholder

 Hasil investigasi

 Penanganan pengaduan yg

berkaitan dgn perusahaan;

8.  Kriteria Calon Direksi  Daftar Calon Direksi

 Rekomendasi kepada Dekom

nama-nama calon Direksi yang diusulkan kepada RUPS,

9. Sistem manajemen risiko

Hasil assessment /Evaluasi SMR Profl risiko

Pemantauan risiko dan

mitigasinya jika risiko terjadi

Efektivitas penerapan

(10)

Ketentuan/Mekanisme untuk

Mendukung Efektivitas

Pengawasan Dewan Komisaris

No Substansi Ketentuan/Mekanisme

1.Pembagian Tugas terkait Komposisi

Keahlian Dekom

 Penugasan Dewan Komisaris sebagai

Ketua/anggota Komite Dewan Komisaris

Pembagian Tugas dan Penugasan

Dalam Komite Dewan Komisaris

2.Pernyataan tidak memiliki benturan

kepentingan

Jenis/bentuk Benturan Kepentingan

yang mungkin terjadi pada Dekom

Mekanisme penanganan benturan

kepentingan

 Tindakan jika terjadi pengambilan

keputusan terindikasi benturan kepentingan

Penanganan Benturan Kepentingan

3. Pengambilan keputusan melalui rapatPengambilan keputusan melalui sirkuler

Mekanisme Pengambilan Keputusan

Dewan Komisaris

4.  Bahan rapat dan Undangan  Kehadiran atau Ketidakhadiran  Etika rapat

 Evaluasi tindak lanjut hasil rapat

sebelumnya

 Notulensi rapat

Kelengkapan dokumentasi rapat

(11)

Ketentuan/Mekanisme untuk

Mendukung Efektivitas

Pengawasan Dewan Komisaris

No Substansi Ketentuan/Mekanisme

5.  Pelaporan berkala  Pelaporan insidentil

 Penyediaan data/informasi terkait

inisiatif strategis

Penyediaan data/informasi terkait

sasaran dan prioritas pengawasan Dekom

 Akses dan penyediaan

(12)

Kebijakan Pengawasan Dewan

Komisaris atas RKAP

Kenapa Perlu

ada

Kebijakan

Pengawasan

Dekom

Pasal 114 ayat (5)

 Setiap anggota Dewan Komisaris ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian Perseroan apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya (ayat 3).

 Dalam hal Dewan Komisaris terdiri atas 2 (dua) anggota Dewan Komisaris atau lebih, tanggung jawab tsb berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota Dewan Komisaris (ayat 4)

 Anggota Dewan Komisaris tidak dapat dipertanggungjawabkan atas kerugian apabila dapat membuktikan:

a. telah melakukan pengawasan dengan itikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan; b. tidak mempunyai kepentingan pribadi baik langsung maupun tidak

langsung atas tindakan pengurusan Direksi yang mengakibatkan kerugian; dan

• telah memberikan nasihat kepada Direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

(ayat 5)

Kebijakan

Pengawasan

 Kebijakan pengawasan perusahaan adalah sasaran dan prioritas pengawasan atas kebijakan pengurusan dan jalannya pengurusan perusahaan oleh Direksi;

(13)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

RJPP

RKAP

Visi/Misi Sasaran Usaha Strategi Usaha Inisiatif: 1. Pemasaran/Penjualan 2. Pengadaan

3. Produksi /kualitas produksi

4. Teknis dan teknologi 5. Keuangan dan akuntansi 6. Sistem dan organisasi; 7. Pengembangan SDM; 8. Litbang

9. Pelestarian lingkungan 10. Investasi

11. Proyeksi LK

Prose

s

Bisnis

1. Sistem Manajemen dan SOP

2. Peraturan Per-UU-an

Kebijakan

Pengawasan

Kebijkan/SOP

1. Pengemb kompetensi

2. Pembagian tugas dan keanggotaan komite dekom

3. Meksnisme pengambilan keputusan; 4. Penyusunan RKA, KPI beserta penilaiannya 5. Kebijakan penyediaan informasi dan

aksesnya

6. SOP RJPP, RKAP dan Inisiatif Strategis

7. SOP Pengusulan Calon Auditor 8. SOP Pengaduan Masyarakat

9. SOP Pengawasan Laporan Manajemen 10. SOP Pelaporan atas gejalan penurunan

kinerja rastis

11. SOP Pengusulan Remunerasi Direksi/Dekom

12. Mekanisme penanganan benturan kepentingan

13. SOP Penilaian kinerja direksi/KPI 14. SOP penyampaian saran (perubahan

(14)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

Visi/Misi

Sasaran Usaha Strategi Usaha 1. Target KPI

2. Target Tingkat Kesehatan

Rencana Kerja Perusahaan 1. Rencana Kerja Prioritas 2. Rencana Kerja Rutin a. Pemasaran/Penjualan b. Pengadaan

c. Produksi /kualitas produksi d. Teknik dan Teknologi

e. Keuangan dan akuntansi f. Teknologi Informasi 1. SDM dan Umum; 2. Litbang

a. Pelestarian lingkungan dan CSR

b. Investasi dan Pendanaan c. Proyeksi LK

Analisis Risiko: 1. Risiko 2. Penyebab 3. Dampak 4. Mitigasi Anggaran Perusahaan

1. Pedoman Pelaksanaan RKAP 2. Asumsi dan Dasar Perhitungan 3. Angagarn Pendapatan dan

Biaya Usaha

a. Pendapatan Usaha b. Biaya Usaha

c. Angagarn pendapatan dan biaya lainnya

d. Anggaran Pengadaan e. Teknik dan Teknologi

1. Anggaran Pengembangan SDM 2. Anggaran Investasi

3. Pemberdayaan Aset

Proyeksi Keuangan 1. Laba / (Rugi)

2. Neraca Konsolidasi Komparatif 3. Arus Kas Konsolidasi Komparatif 4. Laporan Perubahan Ekuitas 5. Sumber dan Penggunaan Dana 6. Rencana Sumber Dana

Anak Perusahan 1. Laba / (Rugi)

2. Neraca Konsolidasi Komparatif 3. Arus Kas Konsolidasi Komparatif 4. Prognosa (Sasaran Strategi, Strategi

Korporat, Kebijakan Korporat,

5. Direksi dan Komisaris anak Perusahaan (Periode masa jabatan, Gaji dan

Honorarium)

(15)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

Prioritas Sasaran Pengawasn

Masalah

Strategi

s

Memerlukan

keputusan

Direksi, Dekom

atau RUPS

Memerlukan

Sumber Daya

Perusahaan

dalam Jumlah

Besar

Berorientasi

Kedepan

Memperngaruhi

Kesejahteraan Jk

Panjang

Perusahaan

Memiliki

Konsekuensi

Multi Fungsi

atau Multi Bisnis

Memerlukan

Pertimbangan

atas Lingkungan

(16)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

1.

Kebijakan Pengawasan

Visi/Misi Dewan Komisaris dalam Pengawasan BUMN

yang mendukung Kinerja BUMN sesuai dengan

Strategi Usaha Perusahaan

2.

Sasaran dan Prioritas Pengawasan

Rencana Kerja Perusahaan :

1.

Rencana Kerja Prioritas

2.

Rencana Kerja Rutin

Sasaran dan Prioritas Pengawasan terhadap Renccana

Kerja

3.

Matriks Jadwal Pembahasan

(17)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

1. Memenuhi kebutuhan air bersih Grup serta kawasan industri di Cilegon dan sekitarnya serta memperluas cakupan pelayanan

2. Peningkatan kapasitas waduk krenceng

3. Pemanfaatan potensi air baku (recycle air buangan) 4. Pengembangan usaha ke wilayah lain di luar Cilegon 5. Diversifkasi usaha industri air bersih

6. Peningkatan profesionalisme SDM dan pengembangan R & D

7. Pengembangan Sistem Informasi Terpadu

8. Partisipasi aktif dalam pelestaruian sumber daya air 9. Memperluas lingkup bisnis meliputi Produsen Koagulan

dan Produsesn WTP

10 Pengembangan teknologi pengolahan air dgn teknologi membran

11 Meningkatkan nilai perusahaan dengan

(18)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

1. Memenuhi kebutuhan air bersih Grup serta kawasan industri di Cilegon dan sekitarnya serta memperluas cakupan pelayanan

2. Peningkatan kapasitas waduk krenceng

3. Pemanfaatan potensi air baku (recycle air buangan) 4. Pengembangan usaha ke wilayah lain di luar Cilegon 5. Diversifkasi usaha industri air bersih

6. Peningkatan profesionalisme SDM dan pengembangan R & D

7. Pengembangan Sistem Informasi Terpadu

8. Partisipasi aktif dalam pelestarian sumber daya air

9. Memperluas lingkup bisnis meliputi Produsen Koagulan dan Produsesn WTP

10 Pengembangan teknologi pengolahan air dgn teknologi membran

11 Meningkatkan nilai perusahaan dengan

(19)

Kebijakan Pengawasan dan

Pelaksanaan Pengawasan

1. Mengoptimalkan pelayanan administrasi dan kesejahteraan

2. Melaksanakan frame work process HCM

3. Membuat sistem perencanaan karir yang efektif dan terintegrasi

4. Meningkatkan kompetensi karyawan

5. Melaksanakan rekruitmen sesuai kebutuhan 6. Melaksanakan pelatihan dan pendidikan sesuai

kompetensi

7. Membangun Performance System yang terintegrasi 8. Meningkatkan suasana lingkungan kerja yang kondusif

9. Melaksanakan inovasi dan integrasi perbaikan OFI ke dalam proses bisnis

10 Mengendalikan biaya ATK, Lembur, perjalanan dinas, perawatan kator, perumahan dan utilitas

11 Pengamanan aset gedung perusahaan, pemeliharaan tanah, penertiban bangunan liar.

(20)

Contoh Kebijakan/SOP

Pengambilan Keputusan secara Sirkuler

Dewan Komisaris mengakui bentuk rapat tanpa melalui

kehadiran fsik, atau disebut Rapat Sirkuler, dengan

ketentuan sebagai berikut:

a. Keputusan yang diambil dalam bentuk Rapat Sirkuler

bukanlah keputusan yang bersifat strategis;

b. Bukan merupakan sebuah keputusan atas sebuah tindakan

Direksi

yang

memerlukan

persetujuan

Dewan

Komisaris/RUPS;

Permasalahan telah diketahui sebelumnya/pernah dibahas;

dan

(21)

Contoh Kebijakan/SOP

MENGAGUNKAN AKTIVA TETAP UNTUK PENARIKAN KREDIT JANGKA PENDEK

Prosedur

1. Direksi mengajukan permohonan persetujuan kepada Dekom untuk mengagunkan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka pendek, yang dilampiri dengan dokumen-dokumen pendukung yang lengkap sesuai sifat dari rencana tersebut. Direksi harus menyertakan dokumen-dokumen secara lengkap sebagaimana tercantum dalam Lampiran 2 Tata Laksana Kerja Direksi dan Dekom ini;

2. Dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak menerima permohonan Direksi, Dekom harus memberikan pernyataan mengenai kelengkapan dokumen yang disertakan Direksi dalam permohonan tersebut;

• Dalam hal Dekom menyatakan tidak lengkap, maka Dewan Komisaris wajib menyebutkan dokumen atau informasi yang harus dilengkapi oleh Direksi dalam usulan rencana Direksi;

1. Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya permohonan atau penjelasan dan dokumen secara lengkap dari Direksi tetapi Dekom tidak memberikan keputusan, maka Dekom dianggap menyetujui usulan Direksi; dan

(22)

Contoh Kebijakan/SOP

MENETAPKAN STRUKTUR ORGANISASI 1 (SATU) TINGKAT DI BAWAH DIREKSI

Prosedur

1. Direksi mengajukan permohonan persetujuan kepada Dewan Komisaris atas rencana untuk menetapkan struktur organisasi 1 (satu) tingkat di bawah Direksi, yang dilampiri dengan dokumen-dokumen pendukung yang lengkap sesuai sifat dari rencana tersebut. Direksi harus menyertakan dokumen-dokumen secara lengkap sebagaimana tercantum dalam Lampiran Tata Laksana Kerja Direksi dan Dewan Komisaris ini;

• Dalam waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak menerima permohonan Direksi, Dewan Komisaris harus memberikan pernyataan mengenai kelengkapan dokumen yang disertakan Direksi dalam permohonan tersebut;

1. Dalam hal Dewan Komisaris menyatakan tidak lengkap, maka Dewan Komisaris wajib menyebutkan dokumen atau informasi yang harus dilengkapi oleh Direksi dalam usulan rencana Direksi;

• Apabila dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak diterimanya permohonan atau penjelasan dan dokumen secara lengkap dari Direksi tetapi Dewan Komisaris tidak memberikan keputusan, maka Dewan Komisaris dianggap menyetujui usulan Direksi; dan

(23)

Contoh Kebijakan/SOP

Penyusunan dan Penyampaian Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP)

Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan adalah penjabaran dari Rencana Jangka Panjang

Perusahaan. Format RKAP merujuk pada ketentuan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan dari Kementerian Negara BUMN dan/atau berdasarkan Keputusan RUPS.

Direksi wajib menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) untuk setiap tahun buku yang selanjutnya disahkan dan ditetapkan oleh RUPS Tahunan.

Tata Laksana penyampaian RKAP kepada RUPS diatur sebagai berikut:

• Pengesahan RKAP tahun buku berikutnya diadakan selambat-lambatnya hari ke 30 (tiga puluh) bulan pertama setelah tahun buku dimulai;

• Direksi diwajibkan mengirimkan usulan RKAP kepada Dewan Komisaris paling

lambat...untuk dilakukan telaahan dan ditandatangani

• Setelah ditandatgani, bersama dengan tanggapan Dewan Komisaris, Direksi menyampaikan kepada pemegang saham untuk dimintakan pengesahannya Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan selambat-lambatnya 60 (enam puluh) hari sebelum tahun buku baru mulai berlaku;

• Dokumen RKAP harus sudah disediakan di kantor Perseroan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari sebelum Rapat Umum Pemegang Saham diselenggarakan untuk kepentingan Pemegang Saham; dan

(24)

SEKIAN

DAN

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

PT Cahaya Inti Solusindo menempati peringkat pertama sebagai supplier prioritas dengan nilai preferensi terbesar yaitu 209.51 dengan keunggulan pada kriteria

(2) Daftar Piutang Retribusi Daerah sebagaimana dimaksud pada Pasal 16 ayat (1) yang tidak dapat atau tidak mungkin ditagih lagi akan tetapi belum kadaluwarsa terlebih

Model ini digunakan untuk menentukan program kebijakan peningkatan kinerja kebun kelapa sawit dari masing-masing kriteria yang mempunyai kinerja rendah. Untuk

(Kombes.Pol (P). Muchtiono.SA.) Puji syukur kehadirat Allah.Swt yang telah melimpahkan segala berkah, rahmah, hidayah dan rejekiNya kepada penulis, sehingga pembuatan tesis

Dalam penyusunan skripsi ini metode yang akan digunakan adalah metode penelitian deskriptif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi secara sistematis, faktual,

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka penulis melakukan analisis perancangansistem informasi mengenai pengolahan data peserta didik, penulis mengusulkan

Gas CO dihasilkan oleh pembakaran tidak sempurna dari unsur zat arang atau karbon dan mempunyai kemampuan untuk mengikat hemoglobin yang terdapat dalam sel darah

Sebagai perusahaan milik negara, PG Watoetoelis sebaiknya menggunakan metode accrual basis dalam perlakuan akuntansi atas pendapatan dan bebannya, agar dapat