• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM ANAK LUAR KAWIN DALAM PENERIMAAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "JURNAL ILMIAH PERLINDUNGAN HUKUM ANAK LUAR KAWIN DALAM PENERIMAAN HARTA WARISAN MENURUT HUKUM POSITIF DI INDONESIA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Bagian warisan untuk anak luar kawin diakui bersama-sama dengan Golongan I sebagaimana diatur dalam Pasal 863 KUH Perdata yaitu bila pewaris meninggal dengan

“ anak yang lahir diluar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibu dan keluarga ibunya, serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan

Jika anak tersebut merupakan anak hasil kawin hamil yang lahir enam bulan setelah perkawinan yang sah kedua orang tuanya, sehingga ia memiliki hubungan nasab dengan ayah

Dalam hal anak luar kawin mewaris dengan golongan IV maka warisan yang diterimanya adalah ¾ dari harta warisan pewaris. Seperti telah disebutkan diatas hanya anak luar

Dalam hal anak luar kawin mewaris dengan golongan IV maka warisan yang diterimanya adalah ¾ dari harta warisan pewaris. Seperti telah disebutkan diatas hanya anak luar

Kompilasi Hukum Islam, Pasal 186 menyatakan”anak yang lahir diluar perkawinan hanya mempunyai hubungan saling mewaris dengan ibunya dan keluarga ibunya”. Hukum

Dalam KUHPerdata, UU Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam berlaku prinsip bahwa anak sah “demi hukum mempunyai hubungan hukum antara ayah dan ibunya termasuk dengan keluarga

Hal ini tercermin dari isi pasal 272 KUHPerdata, yang berbunyi : “Kecuali anak-anak yang dibenihkan dalam zina, atau dalam sumbang, tiap- tiap anak yang diperbuahkan di luar