• Tidak ada hasil yang ditemukan

Infinity of My Imagination.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Infinity of My Imagination."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

xi

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

”I am imagination. I can see what the eyes cannot see. I can hear what the ears cannot hear. I can feel what the heart cannot feel”

One of the places where I feel safe is a personal space; space of imagination and fantasy, where the release of feelings and heavy thoughts. This is a reference to the Final project.

Identical with the dreams and imagination of freedom; free will, within which a person can be a very loose either consciously or unconsciously, but still out with their personality and character.

Everything that can be derived from the long journey that has been passed and eventually became an experience.

So on this final project the authors want to bring back the creative journey in memory of personally interpreted through the visualization of the artwork.

-You see things; and you say, 'Why?' But I dream things that never were; and I say, 'Why not?'-

(2)

xii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN……...……...…...………. i

PERNYATAAN HASIL KARYA PRIBADI …………...………….. ii

KATA PENGANTAR DAN UCAPAN TERIMA KASIH ……...… iii

DAFTAR ISI ………...………...………vi

DAFTAR GAMBA

R ………...………...……….ix

ABSTRACT

....………...……….. xi

BAB 1

PENDAHULUAN ………....………...…1

1.1 Latar Belakang Penciptaan ……...……….1

1.2 Dasar Pemikiran ………...…6

1.3 Tujuan Penciptaan ……….…...………..8

1.4 Manfaat Penciptaan ………...…...…………8

1.5 Metode Penciptaan ………...………….9

1.6 Sistematika Penulisan Pengantar Tugas Akhir …...……9

(3)

xiii

Universitas Kristen Maranatha

2.1 Pemahaman Judul ……….………...……...……..11

2.2 Teori Relatifitas ……...………..…...………...….13

2.3 Seni Surrealisme Kontemporer ………...…...…14

2.4 Seniman-seniman yang Berpengaruh ………...…18

(4)

xiv

Universitas Kristen Maranatha

4.2.3 Karya 3 …………...………...….42

4.2.4 Karya 4 ………...………...………46 4.2.5 Karya 5 ………...………...……….49 4.2.6 Karya 6 ……...………...……….52 4.2.7 Karya 7 ………...………...………..55 4.2.8 Karya 8 …………...…………...………..57

BAB 5

KESIMPULAN ………...……

59

DAFTAR PUSTAKA ………...

61

KOMENTAR DOSEN PENGUJI ………...

62

DATA PENULIS ………...

62

(5)

xv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

- Gambar 1.1 Jean-Michel Basquiat. ”Obnoxious Liberals”...2

- Gambar 1.2 Frida Kahlo. ”Without Hope” (Sin esperanza) ...2

- Gambar 1.3 Marc Chagall. ”Marc Chagall parents” ...3

- Gambar 1.4“Ladolcevita”. RafallOlbinski ...5

- Gambar 2.1 “strawbeery”. Mark Sheeky ...15

- Gambar 2.2 “Lust In Purple”. Jill English ...17

- Gambar 2.3“Lapromenade”. MarcChagall ...19

- Gambar 2.4 “BoiledBeans”. SalvadorDali ......20

- Gambar 2.5 “Cinderela”. Rafal Olbinski ...21

- Gambar 3.1 “Las niñas”. Oil on canvas. 2010 ...26

- Gambar 3.2 ”Me,my self and I”. Oil on canvas. 2009 ... 26

- Gambar 3.3 “Then See My soul”. Oil on canvas. 2010 ...28

- Gambar 3.4 “extraordinaria”. Oil on canvas. 2010 ...28

(6)

xvi

Universitas Kristen Maranatha

- Gambar 4.2 “I look at me 2”. \ Oil on canvas 1.2mx1.4m. 2011 ...38

- Gambar 4.3 “La femme et les tree”. Oil on canvas.1.2mx1.4m. 2011 ...41

- Gambar 4.4 “Tiny Me”. Oil on canvas.1.2mx1.4m. 2012 ...45

- Gambar 4.5 “Dream On”. Oil on canvas.1.2mx1.4m. 2012 ...48

- Gambar 4.6 “Imaginary Friend”. Oil on canvas.1.2mx1.4m. 2012 ...51

- Gambar 4.7 “Rapunzelize ”. Oil on canvas.1.2mx1.4m. 2012 ...54

(7)

1

Universitas Kristen Maranatha

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penciptaan

Masa kecil seniman hingga kehidupan pribadi kerap menjadi inspirasi dalam proses

penciptaan sebuah karya seni. Dan ini dialami oleh beberapa seniman dunia seperti

Jean-Michel Basquiat, Frida Kahlo, dan Marc Chagall. Pengalaman di dalam kehidupan

sehari-hari dan di lingkungan sekitar seniman sedikit banyak telah memengaruhi

kreativitas seniman, pola berpikirnya, hingga kepada pemilihan kecenderungan gaya

ataupun teknik yang digunakan dalam menciptakan karya seni (Lihat Gambar 1.1 dan

(8)

2

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 1.1.Jean-Michel Basquiat.”Obnoxious Liberals”

Gambar 1.2.Frida Kahlo.”Without Hope (Sin esperanza),1945-oil on canvas

Di dalam setiap proses berkarya, kadangkala seniman mencari ilham atau inspirasi yang

dimulai dari pendekatan personal, seperti hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan

(9)

3

Universitas Kristen Maranatha

Gambar 1.3.Marc Chagall.”Marc Chagall parents”

Apa yang dipaparkan tersebut juga terjadi pada diri perupa. Setiap fenomena dalam

perjalanan kehidupan manusia yang terjadi dari segala apsek tentunya cukup

memengaruhi perupa baik di dalam keadaan formal maupun informal, termasuk di

dalam berkarya. Fenomena pada kehidupan manusia yang cukup dekat dengan perupa

dalam kesehariannya ialah mimpi, di mana mimpi ini pada akhirnya berhubungan

dengan ruang khayal atau imajinasi yang tidak terbatas. Perupa menyadari bahwa mimpi

terkadang muncul akibat dari kenyataan keseharian ataupun karena hasrat yang

terpendam secara sadar maupun tanpa sadar. Apa yang ingin dilakukan dan diinginkan

dapat muncul dalam mimpi. Walaupun bukan persis seperti yang terjadi dalam

kenyataan keseharian, setidaknya dapat berupa sebuah bentuk tindak lanjut dari

keseharian-keseharian perupa (bahkan yang dirasa tidak mungkin terjadi). Hasrat yang

(10)

4

Universitas Kristen Maranatha Sigmund Freud ungkapkan yaitu: “dreams are a form of fulfilling suppressed wishes

(Sigmund Freud on Dreams, Dreams and Freud TheoryJurnal byKevin, Published April

20, 2005). Jika keinginan seseorang tidak terpuaskan dalam kegiatan kesehariannya,

maka keinginannya akan menjadi visual fantasy, yang membiarkan keinginan seseorang tersebut terpenuhi dalam mimpinya.

Dalam dunia mimpi, kita belum tentu paham sepenuhnya mengenai keberadaan kita.

Seperti yang dituliskan oleh Hildebrandt “in falling asleep our whole being, with its froms of existence, disappears “as through an invisible trapdoor (Hildebrandt ari Classic in the History of Psychology; An internet educational resource developed by

Christopher D. Green York University, Toronto, Ontario.The Interpretation of Dreams

by Sigmund Freud (1900)), yang artinya dalam keadaan tertidur, tubuh kita dengan

segala bentuk keberadaan kita menghilang bagaikan menghilang melalui pintu yang

tidak terlihat.

Pada akhirnya kenyataan hidup meninggalkan begitu banyak imajinasi bagi

perupa. Ruang dan waktu dalam dunia nyata menjadi tidak sepenting ruang dan waktu

dalam dunia imajinasi. Seperti dalam ungkapan L.Strumpell “He who imagine turns his back upon the world of waking consciousness”, yang artinya barangsiapa yang dalam berimajinasi, ia menjauhkan diri dari kesadaran dunia nyata. Khayalan atau imajinasi

yang telah terjadi tentu ada maknanya.

Berdasarkan hal tersebut di atas, perupa tertarik untuk mengangkat tema yang

(11)

5

Universitas Kristen Maranatha yang berhubungan dengan khayalan, sesuatu yang irasional, penuh dengan imajinasi,

berangkat dari pengalaman keseharian hidup perupa yang mengalami berbagai macam

mimpi maupun imajinasi baik kesenangan maupun sebaliknya, lalu merangkaikannya

secara kreatif untuk kemudian diimplementasikannya ke dalam kanvas dua dimensi.

Perupa menggambarkan objek dengan sudut pandang yang nonperspektif, (Perspektif

dalam hal ini berkaitan dengan ketepatan proyeksi dari dunia tiga dimensi ke permukaan

dua dimensi, seperti kertas atau kanvas).

Terinspirasi oleh salah satu karya Rafall Olbinski yang berjudul “LaDolce Vita”, di

sini perupa bermaksud untuk tidak menyentuh sisi simbolis atau semiotika yang ada

(walaupun tanpa sengaja dapat tersirat). Karya ini memiliki unsur kejutan, ukuran tak

terduga yang berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas, yang merupakan

beberapa ciri dari karakteristik karya-karya Surrealisme Kontemporer (Lihat Gambar

1.4).

(12)

6

Universitas Kristen Maranatha Dalam karya Tugas Akhir ini perupa ingin menciptakan karya yang

merepresentasikan ide dan gagasan perupa yang dimulai dari pendekatan mengenai

Surrealisme, relativitas pada objek, dan kemudian memadukannya dengan teknik

melukis ekspresif sehingga menjadi suatu keseluruhan karya yang menyatu dengan

konsep.

Penempatan dan komposisi setiap objek ada dalam tampilan yang unnatural

sehingga apresiator dapat merasa seolah-olah masuk ke dalam dunia yang sama sekali

berbeda dengan dunia kenyataan, namun sebuah dunia milik perupa, dunia imajinasi.

Selain itu perupa juga menciptakan karya yang menyajikan efek kontemplatif tertentu

bagi apresiator dan juga dapat menambah pengalaman estetik secara personal.

Ide gagasan dalam berkarya merupakan satu kesatuan dengan teori-teori yang ada.

Maka dari itu perupa perlu menjelaskan lebih lanjut mengenai Surrealisme, teori

relativitas, dan beberapa teori yang berkaitan dengan konsep dan visualisasi pada karya

ini, sehingga audience mendapat manfaat dari keseluruhan karya. Karya ini dimaksudkan oleh perupa untuk menyampaikan kreasinya sehingga para apresiator dapat

memberikan timbal balik terhadap perupa demi pengembangan karya selanjutnya.

1.2

Dasar Pemikiran

(13)

7

Universitas Kristen Maranatha personal yang ternyata melahirkan imajinasi yang tidak terbatas dan bebas dalam

pemikiran, perupa kemudian menjadikan hal tersebut sebagai sebuah titik tolak dalam

berkreasi dan tentunya merupakan dasar dari pemikiran konsep karya perupa.

Dalam Oxford Advanced Learner’s Dictionary, di sana dikatakan bahwa ”Illution is an untrue idea”. Yang berarti kita sebagai subjek dapat memiliki

kesalahpahaman atas sesuatu yang kita temui. Dalam karya ini, perupa menerapkan

konsep tersebut salah satunya pada penggambaran objek dengan proporsi yang

didistorsi. Ilusi juga kadang tercipta karena kita menginginkan sesuatu yang belum

pernah kita dapatkan. Apa yang kita inginkan akhirnya keluar melalui pandangan dalam

mimpi dan khayalan atau imajinasi, sebuah proyeksi dari lubuk hati kita ke kepala.

Proyeksi demikian adalah proyeksi seperti dalam teori cermin dari Jung dalam buku

The subjects of dreams” nya Paul kugler yang berisi:

To concern ourselves with dreams is a wave of reflecting on ourselves a way of self-reflection. It is not our ego-consciousness renecting on itself: rather it turns its attention to the objective actuality of the dream. It renects not on ego but on the Self; it recollects the strange self. Alien to the ego, which was ours from the beginning, the trunk from which the ego grew”.

Pengertian ilusi dari kamus dan teori cermin dari Jung memberi pendapat kepada

kita bahwa apa yang dilihat dalam mimpi maupun khayalan atau imajinasi adalah ilusi.

(14)

8

Universitas Kristen Maranatha gestur wanita dengan kepala berupa mata manusia dan sebagainya, yang merupakan

bagian dari pencitraan ke-ilusiannya tersebut. Dalam keadaaan sadarpun kita dapat

berilusi.

1.3

Tujuan Penciptaan

-

Menambah kajian perupa mengenai konsep berkarya seni

-

Merefleksikan dunia imajinsai ke dalam media kanvas dan cat minyak

-

Memberi pengalaman estetik bagi apresiator tentang dunia imajinasi, dunia yang

penting untuk pengembangan kreativitas seseorang

-

Sebagai bentuk kontemplasi terhadap ketidakterbatasan dalam berimajinasi itu

sendiri

1.4

Manfaat Penciptaan

Manfaat dari penciptaan karya dan laporan ini ditinjau dari aspek:

1. Kognitif, adalah untuk melengkapi ragam seni lukis dengan kombinasi

komposisi yang menggunakan gaya melukis Surealis dan kesan Ekspresif yang

(15)

9

Universitas Kristen Maranatha 2. Personal, adalah untuk memberikan kontribusi dalam proses penciptaan bagi

karya perupa selanjutnya, yang diharapkan menjadi inspirasi, pembelajaran dan

kemungkinan aktualisasi ide atau gagasan secara mendalam melalui ekplorasi teknik dan

gaya.

3. Publik, adalah sebagai bahan referensi dan masukkan bagi para audience melalui tulisan dan visual, dan memberi peluang bagi para apresiator untuk mengapresiasi karya

seni lukis pada Tugas Akhir ini.

1.5 Metode Penciptaan

Proses penciptaan karya dilakukan dengan beberapa metode yakni sebagai berikut:

1. Metode Deskriptif-Analitis yang dilakukan dalam tataran konsep ide gagasan

2. Metode Eksperimentasi: perupa melakukan ekplorasi melukis dengan

menggunakan medium cat minyak di atas kanvas. Pendalaman teknik ekspresif

dan eksplorasi komposisi warna

3. Metode Studi Pustaka: Meninjau teori-teori pendukung karya

(16)

10

Universitas Kristen Maranatha Penulisan ini terbagi menjadi 5 bab, sebagai berikut:

Bab 1 Pendahuluan

Menguraikan secara umum tentang gambaran dari Latar Belakang, Masalah

Penciptaan, Tujuan Penciptaan, Manfaat Penciptaan, Metode Penciptaan, dan

Sistematika Penulisan.

Bab 2 Landasan Teori

Menguraikan teori-teori yang ada sebagai cakupan terluas dari kajian mengenai

karya untuk memperkuat argumen yang hendak ditampilkan

Bab 3 Konsep Berkarya

Menguraikan secara global yakni proses berkarya serta konsep berkarya

Bab4 Tinjauan Karya

Menganalisis karya yang telah diciptakan secara detil

Bab 5 Kesimpulan

Berisi tentang kristalisasi hasil analisis dan interpretasi yang dirumuskan dalam

(17)

59 Universitas Kristen Maranatha

BAB 5

KESIMPULAN

Keseluruhan dari karya-karya Tugas Akhir yang perupa buat ini mengacu

kepada pengalaman visual maupun non visual yang dialami dalam kehidupan

sehari-hari dan diinterpretasikan ulang lewat visualisasi yang imajinatif, dan bahwa

eksistensi ketidakterbatasan dalam berimajinasi nyata adanya dan dapat diwujudkan

dalam suatu bentukkan yang pada akhirnya menjadi relatif dalam kekaryaan ini.

Setiap dari karya yang diciptakan tidak dimaksudkan merujuk pada suatu

makna pertandaan atau simbol, kritik, pembaruan ide, apalagi penolakan terhadap

(18)

60 Universitas Kristen Maranatha lebih dianggap sebagai suatu bentuk interpretasi ide gagasan, dalam rangka

memperkaya ragam seni rupa yang sudah ada.

Peristiwa dalam kehidupan pribadi merupakan satu proses yang akhirnya

menjadi bagian dari hidup yang telah dilalui yang dapat dikatakan sebagai

pengalaman. Pengalaman menyedihkan atau menyenangkan membuat hidup perupa

menjadi penuh warna. Kenyataan hidup telah meninggalkan banyak imajinasi.

Semuanya kemudian disalurkan pada kekaryaannya, sehingga konsep karya

cenderung berisi hal-hal pribadi. Di sini perupa mempunyai sebuah ruang pribadi

yang hanya dimiliki olehnya. Selama proses berkarya, perupa menyimpulkan bahwa

peran ruang pribadi bagi setiap individu berbeda. Pada proses kreasi inilah seni lukis

khususnya sangat berperan bagi perupa. Dalam lukis, perupa cenderung senang

mengungkapkan dan mengekspresikan diri ketimbang menanggapi hal di luar

pribadinya. Sebuah karya yang disadari tidak semua orang dapat mengerti, tetapi

dibalik itu semua terdapat sebuah perjalanan kreasi yang panjang.

Tersirat suatu kehendak untuk bebas (free will) yang tidak terbatas dalam raga manusia yang memungkinkan dalam kehidupan ini untuk memilih, memiliki

persepsi, berimajinasi, berintuisi, dan menangkap setiap hal dalam aspek apa saja

termasuk di dalam berkesenian, sebagai wujud dari eksistensi manusia tersebut. Bagi

perupa sendiri sesuatu yang tidak nyata sesungguhnya lebih kuat daripada kenyataan

itu sendiri. Bagaimanapun juga tidak ada yang bisa sesempurna saat orang

membayangkan sesuatu. Karena itu berwujud ide, konsep, keyakinan, dan fantasi

mengenai kejadian yang lalu. Batu dapat hancur, kayu dapat membusuk. Dan

(19)

61

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung:Penerbit ITB. Piliang, Yasraf amir. 2003. Hipersemiotika. Yogyakarta:Jalasutra.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 1988. Jakarta:Departemen P dan K.

Wolf , Martin L. Dictionary of Arts. 1951. New York:Philosophical Library, INC. Hoeve, W. Van. 1952. Ensiklopedia Indonesia.

Nurrahman, Nani. 2004. Menemukam Ruang untuk Diri Sendiri, minggu 7 Maret hal.28. Jakarta: kompas

Music, Graham. 2001. Seri Gagasan Psikoanalissis. Cambridge:Totem Books USA. Damajanti, Irma. 2002. Diktat Proses Kreasi dan Filsafat Seni. Bandung:Penerbit ITB.

Oxford advanced learner’s dictionary of current English Edisi kelima. 1995. Oxford University Press

Sigmund Freud on Dreams, Dreams and Freud Theory.

(http://www.insomnium.co.uk/text.freud.htm)

Freud, Sigmund. 1900. The Interpretation of dreams. Classics in the History of psychology an internet eductinal resource developed by Christopher D. Green. York Unversity, Toronto, Ontario

The “Subject” of dreams by paul kugler, Ph.D., Jungian Analyst.

Siivola, Markku. 1984. pois: the Theory of dreams.

(http://www.saunlahti.fi/~msiivola/uni/best_theory_of_dreams.html.)

Hildebrandt dari classics in the history of psychology; an internet educational resource developed by Christopher D. Green York University, Toronto, Ontario. The

Interpretation of dreams by Sigmund freud (1900)

L. Strumpell dari ‘Natur and Entstehung der Traume” dari classicsa in The history of psychology; an internet educational resource developed by Christopher D. Green York Universitu, Toronto , Ontario

Dotson, Mark L. 1996. jung’s theory of dreams.

Gambar

Gambar 1.1.Jean-Michel Basquiat.”Obnoxious Liberals”
Gambar 1.3.Marc Chagall.”Marc Chagall parents”
Gambar 1.4.“Ladolce vita”.Rafall Olbinski.http://www.google.co.id/contemporary art

Referensi

Dokumen terkait

2 Universitas Kristen Maranatha Fokus inspirasi pada karya Tugas Akhir ini mengambil bagian konsep trilogi yang ketiga yaitu “ ACROSS THE RAVAGED LAND ”

Dalam menciptakan sebuah karya desain, seorang desainer bisa mendapatkan ide atau gagasan berkarya dari mana saja. Bisa dari pengalaman desainer itu sendiri,

Perspektif penulis sebagai rasa takut dan terganggu sebagai konteks dan respon estetik ini menjadi gagasan utama dari penciptaan karya, dimana penulis ingin menciptakan karya seni

Penciptaan Karya Tugas Akhir berjudul “Alfabet Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Batik” ini adalah sebuah wujud pengekspresian ide atau gagasan individu dengan imajinasi

Kreatif ialah suatu kemampuan seseorang untuk menciptakan suatu hal yang baru baik berupa sebuah ide gagasan maupun berupa sebuah karya-karya yang mereka buat sendiri baik yang

Seperti pada umumnya dalam proses menciptakan karya, sebuah perancangan dalam rangka mengaktualisasikan ide atau gagasan awal menjadi tahapan pertama yang peneliti

Penciptaan Karya Tugas Akhir berjudul “Alfabet Sebagai Sumber Ide Penciptaan Karya Batik” ini adalah sebuah wujud pengekspresian ide atau gagasan individu dengan imajinasi

Ide dan gagasan dalam menciptakan karya seni dengan memanfaatkan teknologi sederhana dapat dituangkan dalam sebuah rancangan yang meliputi karya apa yang akan dibuat, bagaimana latar