• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGGAPAI ONE DAY SERVICE PELAYANAN PERAWATAN SARANA KERETA API

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MENGGAPAI ONE DAY SERVICE PELAYANAN PERAWATAN SARANA KERETA API"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1045

MENGGAPAI ONE DAY SERVICE PELAYANAN PERAWATAN SARANA KERETA API

Muhammad Daffa Ibrahim Taruna

Politeknik Perkeretaapian Indonesia Jalan Tirta Raya I, Nambangan Lor, Manguharjo,

Madiun, Jawa Timur 63129 e-mail : [email protected]

Murhadono

Dosen Manajemen Transportasi Perkeretaapian, Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun Jalan Tirta Raya I, Nambangan Lor, Manguharjo,

Madiun, Jawa Timur 63129 e-mail: [email protected]

Abstract

The needs of people in urban areas to mass transit services are efficient, fast, and cheap it is necessary to support human activity are higher. PT. KCI become one of the providers based mass transit in Jabodetabek electric train with the average - average passenger on a daily basis by 1,001,438 users on weekdays and 900 units of KRL. However, the availability of these facilities are still not enough to accommodate all the users who ultimately result in the occurrence urges - the urge among passengers inside the KRL. It can be influenced by the availability of ready for operation that is less for a long treatment time. Therefore, the authors want to review the one-day service to reach the railway facilities maintenance services by using descriptive analysis.

Keywords: electric train, care, ready for operation, the means, one day service Abstrak

Kebutuhan masyarakat di perkotaan terhadap jasa angkutan massal yang efisien, cepat, dan murah sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas manusia yang semakin tinggi. PT. KCI menjadi salah satu penyedia jasa angkutan massal berbasis kereta rel listrik di Jabodetabek dengan rata – rata penumpang pada setiap harinya sebesar 1.001.438 pengguna pada hari kerja dan 900 unit KRL. Namun, ketersediaan sarana tersebut masih belum cukup untuk menampung seluruh pengguna yang akhirnya berakibat pada terjadinya desak – desakan antar penumpang didalam KRL. Hal tersebut dapat dipengaruhi oleh ketersediaan sarana siap operasi yang kurang karena waktu perawatan yang lama. Oleh karena itu penulis ingin mengulas mengenai menggapai one day service pelayanan perawatan sarana kereta api dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa Proses pemeliharaan haruslah menjadi hal yang utama untuk mempersingkat waktu sarana yang tidak siap operasi karena berkaitan dengan biaya dan pendapatan perusahaan.

Kata Kunci: kereta rel listrik, perawatan, siap operasi, sarana, one day service

PENDAHULUAN

Kebutuhan masyarakat di perkotaan terhadap jasa angkutan massal yang efisien, cepat, dan murah sangat diperlukan untuk menunjang aktivitas manusia yang semakin tinggi.

Pertumbuhan kawasan pemukiman di kawasan kota penyangga yang cukup pesat tidak diikuti dengan ketersediaan sistem angkutan publik yang memadai. Kereta rel listrik (KRL) sebagai salah satu sistem angkutan massal berbasis jalan rel dapat menjadi solusi dalam mengatasi kebutuhan pergerakan masyarakat Jabodetabek akibat kemacetan di jalan raya.

(2)

1046

PT Kereta Commuter Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang mengelola kereta api commuter Jabodetabek dan sekitarnya. Tugas pokok perusahaan ini adalah menyelenggarakan pengusahaan pelayanan jasa angkutan kereta api komuter dengan menggunakan sarana Kereta Rel Listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya serta pengusahaan di bidang usaha non angkutan penumpang. Pada Juni 2018, KCI telah memiliki 900 unit KRL dan akan terus bertambah. Sepanjang tahun 2017, KCI telah melakukan penambahan armada sebanyak 60 kereta. Hal ini untuk memenuhi permintaan penumpang yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Hingga Juni 2018, rata-rata jumlah pengguna KRL per hari mencapai 1.001.438 pengguna pada hari kerja, dengan rekor jumlah pengguna terbanyak yang diayani dalam satu hari adalah 1.154.080. Sebagai operator sarana, kereta commuter line yang dioperasikan KCI saat ini melayani 79 stasiun di seluruh Jabodetabek, Banten, dan Cikarang dengan jangkauan rute mencapai 418,5 km.

Namun, dari beberapa pencapaian tersebut terdapat beberapa permasalahan yang mengikuti hingga kini, seperti membludaknya penumpang KRL pada jam sibuk. Dilansir pada Suara.com hari Kamis, 9 Mei 2019 terdapat seorang wanita yang memaksa masuk kedalam KRL yang penuh hingga pintu KRL tidak dapat ditutup. Hal tersebut merupakan salah satu contoh kecil dari situasi membludaknya penumpang pada jam sibuk. Pihak KCI sudah berupaya mengurangi kondisi tersebut dengan berbagai cara, seperti menambah kereta pada satu rangkaian, menambah perjalanan, dan lain sebagainya. Namun, usaha tersebut belum bisa mengatasi permasalahan yang masih terus muncul ini.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api, terdapat 6 (enam) kriteria utama, yaitu keselamatan, keamanan, kehandalan, kenyamanan, kemudahan, dan kesetaraan yang dibedakan berdasarkan perjalanan untuk kereta api antar kota dan kereta api perkotaan. Kemudian dari segi kenyamanan terdapat aturan bahwa ruang untuk mengangkut penumpang berdiri maksimum 1 (satu) m2 untuk 6 (enam) orang. Tidak tercapainya ketetapan tersebut pada pengoperasian perjalanan KRL dapat diakibatkan oleh perawatan sarana yang memerlukan waktu lebih dari 1 (satu) hari dimana akan mengganggu pengoptimalan penggunaan sarana itu sendiri. Oleh karena itu, penulis ingin membahas mengenai menggapai one day service pelayanan perawatan sarana kereta api.

METODE PENELITIAN

Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Menurut Burhan Bungin (2007:68) pendekatan kualitatif dengan deskriptif dapat dijadikan dasar untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi, atau fenomena realitas sosial yang ada di masyarakat. Pendekatan deskriptif kualitatif dipilih karena melalui pendekatan ini akan didapatkan pemahaman yang mendalam dan sangat dimungkinkan memperoleh informasi baru terkait dengan objek yang diteliti, yaitu mengenai manajemen perawatan sarana. Penelitian deskriptif kualitatif mengarah pada pendeskripsian secara rinci dan mendalam, yang dapat menggambarkan realitas keadaan atau fenomena yag sebenarnya terjadi di lapangan.

(3)

1047

PEMBAHASAN DAN HASIL

Dalam dunia transportasi diperlukan penyajian keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu untuk melayani penumpang atau untuk melayani pengguna jasa transportasi. Namun, disisi lain masih terjadi kekurangan penyediaan sarana transportasi terutama berupa kereta rel listrik yang diperlukan untuk operasi kereta api di Jabodetabek.

Penyediaanya masih sangat terbatas karena terdapat perbedaan yang mencolok antara demand dan supply. Sehingga, pada saat atau jam-jam tertentu masih terlihat, penumpang kereta api komuter terpaksa berdesak – desakan di dalam KRL. Ketentuan di Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 48 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimum Angkutan Orang dengan Kereta Api sudah jelas mengatur bahwa standar pelayanan minimum di atas kereta telah ditetapkan dalam satu meter persegi di ruang penumpang di kereta rel listrik hanya boleh ditempati atau sama dengan 6 (enam) orang saja dan tidak boleh lebih. Namun, pada pelaksanaan di lapangan sampai saat ini penumpang di dalam kereta khususnya kereta rel listrik Jabodetabek di daerah khusus ibukota masih terjadi yang sangat-sangat tidak manusiawi.

Gambar 1. Keramaian Penumpang Kereta Rel Listrik

Penulis sendiri pernah mengalami hal serupa karena memang memakasakan diri untuk mendapatkan waktu tempuh yang relative tepat dibandingkan dengan kondisi bila menggunakan moda transportasi yang lain, seperti angkutan bus, taksi, dan lain sebagainya.

Kota - kota besar seperti itu sebagai contoh kota Jakarta dan kota-kota lainya harusnya diperlukan dukungan kesiapan sarana kereta api komuter yang merupakan transportasi angkutan massal dan saat ini banyak yang masih kurang memadahi sehingga diperlukan sarana untuk kebutuhan peminat jasa transportasi kereta api yang ramah lingkungan dan memerlukan ruas lahan yang tidak begitu banyak.

Dalam kaitanya ketersediaan (avability) sarana yang siap operasi dan cepat dalam proses perawatan harus menjadikan pemikiran utama dalam menyelesaikan proses perawatan sarana. Oleh sebab itu diperlukan sistem manajemen dan sistem perawatan cepat yang biasa kita sebut One Day Service dengan ketentuan-ketentuan yang sesuai dengan MI (Maintenance Instruction) dari pabrikan serta penggunaan checksheet yang benar dan lengkap artinya zero tolerance terhadap penggantian komponen – komponen atau suku

(4)

1048

cadang yang seharusnya diganti karena sudah mencapai lifetime yang harus dilakukan penggantian sesuai spesifikasi teknis suku cadang yang diganti pada saaat dilakukan pemerikasaan dan perawatan.

Penggunaan checksheet pada proses pemeliharaan terkadang masih diabaikan, padahal dengan bantuan checksheet pekerjaan perawatan sarana perkeretaapian akan lebih akurat, teliti, dan bagus hasil perawatanya hal ini untuk mencegah terjadinya kerusakan-kerusakan pada saat operasikebiasaan tersebut diatas dibutuhkan komitmen yang tinggi oleh para karyawanya. Proses perawatan diatas juga harus didukung oleh operator terkait yang memiliki SOP dalam perawatan sarana kereta api hal-hal yang harus diperhatikan pada systemdan manajemen perawatan perkeretaapian antara lain:

1. Waktu yang tepat dalam perawatan

2. Tersedianya suku cadang yang diperlukan pada jenis perawatan 3. Finansial yang baik

4. Main power yang ahli dibidangnya

5. Fasilitas perawatan seperti alat APD, ruangan, Laboratorium dan fasilitas lainya.

6. Insfrastruktur yang mendukung

7. Lingkungan yang nyaman, bersih ,dana man 8. Dukungan penuh dari perusahaan

Dengan sistem dan manajemen perawatan sarana tersebut diatas diharapkan kecepatan, keakuratan, dan ketepatan dalam perawatan sarana akan tercapai dan terlaksana dengan baik.

Kemudian, dapat pula dipastikan akan tercapai perawatan yang cepat, tepat, dan hanya memerlukan waktu yang singkat. Untuk merawat sarana dibutuhkan waktu hanya satu hari setiap sarana.

Menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 Tahun 2019 tentang Standar Tempat dan Peralatan Perawatan Sarana Perkeretaapian, jadwal perawatan sarana perkeretaapian meliputi:

1. Perawatan berkala

Perawatan berkala terdiri atas perawatan harian, perawatan bulanan atau P1, perawatan 6 (enam) bulanan atau P6, perawatan tahunan atau P12, perawatan 2 (dua) tahunan atau P24, dan perawatan 4 (empat) tahunan atau P48.

2. Perbaikan (PB) untuk mengembalikan fungsinya

Perbaikan dilakukan terhadap konstruksi dan komponen yang mengalami kerusakan untuk dapat berfungsi kembali dan dilakukan dengan tidak terjadwal.

Perawatan sarana transportasi wajib memenuhi standar dan tata cara perawatan yang ditetapkan oleh menteri perhubungan, sedangkan pelaksanaan perawatan sarana kereta api dilakukan di depo (perawatan di lintas dan di balai yasa istilah ini yang lazim dipakai oleh pegawai KAI). Jenis – jenis perawatan meliputi: harian, P1, P3, P6, P12, P24, P48, P72. Sedangkan jenis perawatan tersebut diatas, waktunya berbeda-beda. Berikut merupakan table dari jenis sarana KRL dan contoh dari masing – masing perawatan pada beberapa jenis sarana dengan dilengkapi jam.

(5)

1049

Sarana KRL yang dirawat di depo KRL Depok saat ini : SF 12 = 24 trainset / 288 unit

SF 10 = 43 trainset / 430 unit SF 8 = 36 trainset / 288 unit Total SG = 103 trainset

Total Unit = 1020 unit kereta

Tabel 1. Seri KRL dan Jumlah TS

No Seri Jumlah Trainset

1 JR 205 56

2 JR 203 4

3 TOKYO METRO 05 7

4 TOKYO METRO 11

5 TOKYO METRO 6000 VVVF 14

6 TOKYO METRO 7000 3

7 TOKYU 8000 & 8500 5

8 HIBAH 1000 & 5000 3

9 TOTAL SG 103

Tabel 2. Mengatur Jam Orang (JO) pada Pemeliharaan Lintas

Jenis KRL Pemeliharaan MC TC

Sebelum Sesudah sebelum Sesudah KL 1

DC 1.5 4,6 1,4 4,3

P1 45 116 35 71

P3 85 161 71 92

P6 126 257 88 239

KL 3

DC 1,3 4 1,25 4

P1 35 74 28 52

P3 51 123 49 96,5

P6 68 252 61 235

Tabel 3. yang Mengatur Jam Orang (JO) pada PA KRL

No Uraian Perubahan Jam Orang

Sebelum Sesudah

A KRL RHEOSTATIK 2320 3784

B KRL HELOC-BN 2440 3821

C KRL HITACHI 2240 3821

D KRL HIBAH SERI 6000 2870 4036

E KRL JR SERI 103 2450 4036

F KRL TOKYU SERI 8000 2530 4120

G KRL HIBAH SERI 1000 & 5000 2600 4036

H KRL 1 2440 4073

Dari tabel tersebut dapat diketahui bahwa masing – masing jenis perawatan yang dilakukan pada masing – masing jenis sarana memiliki jam orangnya masing – masing. Dimana jam

(6)

1050

orang tersebut digunakan untuk menentukan jumlah sarana yang dapat dirawat pada hari tersebut disesuaikan dengan kemampuan petugas yang tersedia dan perencanaan dari kepala ruas perencanaan. Semakin banyak orang yang menyelesaikan perawatan tersebut, maka waktu yang diperlukan untuk merawat suatu sarana semakin singkat dan jumlah sarana yang dirawat akan semakin banyak. Kesemuanya kegiatan tersebut diatas harus dibuat manajemen secara baik dan disiplin yang artinya kita sebut “zero tolerance” seperti yang dilakukan oleh perusahaan - perusahaan lainnya. Anak perusahaan kereta api indonesia diwakili oleh kereta komuter indonesia selalu berbenah diri untuk melengkapi fasilitas – fasilitas, baik perawatan maupun fasilitas kecakapan awak sarana perkeretaapian untuk mendukung keselamatan dan ketepatan waktu tempuh dalam kegiatan pengoperasian kereta rel listrik setiap harinya dengan pemasangan alat simulasi super canggih di depo kereta rel listrik Depok.

Gambar 2. Commuter Train Simulator

Gambar 3. Commuter Train Simulator

Gambar 4. Commuter Train Simulator

(7)

1051

Gambar 5. Commuter Train Simulator

Sedangkan dukungan untuk menuju ke one day service di depo kereta rel listrik yang dikatakan terbesar di seluruh asia, telah dilengkapi fasilitas perawatan yang sangat lengkap antara lain:

 Crain

 Test bogie

 Laboratorium

 Sepur kolong

 Dan peralatan – peralatan lainnya sesuai kebutuhan perawatan sarana

Gambar di bawah adalah beberapa sudut pengetesan peralatan sarana yang penulis ikut melihat proses bersama para didik politeknik perkeretaapian indonesia di depo Depok.

Gambar 6. Fasilitas Kerja Depo

Gambar 7. Fasilitas Kerja Gudang Sarana

(8)

1052

Gambar 8. Trafo Step Down 3 Fase untuk Crane dan Crain 20 Ton

Gambar 9. Alat uji elektronik dan Tes Bench Pneumatic Air Brake

Selain fasilitas yang telah disebutkan sebelumnya, menurut Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 18 tahun 2018 tentang Standar Tempat dan Peralatan Perawatan Sarana Perkeretaapian, sebuah tempat perawatan sarana perkeretaapian paling sedikit dilengkapi dengan fasilitas perawatan berupa:

1. Jalur untuk perawatan

2. Bangunan utama untuk perawatan 3. Bangunan untuk peralatan bantu 4. Bangunan kantor

5. fasilitas umum

Jalur untuk perawatan paling sedikit terdiri atas jalur masuk atau jalur keluar, jalur stabling, jalur pelaksanaan perawatan, jalur perpindahan, dan jalur pemeriksaan. Kesemuanya itu merupakan usaha dari pimpinan dan jajaran manajemen kereta commuter indonesia guna mendukung proses perawatan kereta rel listrik. Selain itu, PT KCI juga memiliki budaya perusahaan yang terdiri dari integritas, profesional, inovasi, dan keselamatan dimana dalam bidang keselamatan insan PT KCI berkomitmen bersama untuk menciptakan lingkungan dan proses kerja yang aman dalam menjalankan misi perusahaan untuk memberikan layanan jasa transportasi yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta terciptanya Zero Accident.

Dengan sistem dan manajemen pemeliharaan sarana yang cepat dan baik, sangat berpengaruh dari sisi pendapatan perusahaan dimana bila sarana kereta rel listrik tidak dioperasikan dalam jangka waktu tertentu akan berpengaruh dari segi pendapatan perusahaan dan juga berpengaruh dari kesediaan sarananya sehingga sangat diperlukan suatu usaha transportasi publik seperti KRL yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat pengguna jasa transportasi selain murah, cepat, nyaman, dan tepat waktu sampai tujuan.

Inilah keunggulan transportasi tersebut.

(9)

1053

KESIMPULAN

1. Proses pemeliharaan haruslah menjadi hal yang utama untuk mempersingkat waktu sarana yang tidak siap operasi karena berkaitan dengan biaya dan pendapatan perusahaan

2. Perawatan sangat perlu untuk menjamin kehandalan, kenyamanan, dan mendukung atau efisiensi anggaran perusahaan

3. Perawatan yang memakan waktu pendek dan cepat akan mendukung kesiapan dan ketersediaan sarana siap operasi

4. One day service merupakan cara yang efektif, efisien bila proses perawatan sarana tersebut diterapkan atau diberlakukan ke seluruh depo, balai yasa yang ada

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada:

1. Allah SWT

2. Keluarga dan rekan-rekan

DAFTAR PUSTAKA

Sitorus, Fredy. 2018. Analisis Kesediaan Membayar Kereta Commuter Line Terhadap Peningkatan Kualitas Pelayanan di Stasiun Cikarang. Jurnal. Tangerang: Universitas Pembangunan Jaya

Referensi

Dokumen terkait