• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSEDUR DAN TATA CARA PEMBAYARAN SERTA PERTANGGUNG JAWABAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROSEDUR DAN TATA CARA PEMBAYARAN SERTA PERTANGGUNG JAWABAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

-

BUPATI KARANGASEM

PERATURAN BUPATI KARANGASEM

NOMOR 34 TAHUN 2007 TENTANG

PROSEDUR DAN TATA CARA PEMBAYARAN SERTA PERTANGGUNG JAWABAN DAN PELAPORAN HIBAH, BANTUAN SOSIAL, BANTUAN KEUANGAN DAN

BELAN.TA TIDAK TERDUGA KEPADA PIHAK KETIGA

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BUPATI KARANGASEM,

Menimbang : bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 42, Pasal 43, Pasal 44.

Pasal 45. Pasal 47 dan Pasal 48 Peraturan Menteri Dalam Ne'geri Nomor 13 Tahun 2006. perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Prosedur dan Tata Cara Pembayaran serta Peitanggung Javvaban dan Pelaporan Hibah, Bantuan Sosial, Bantuan Keuangan dan Bclanja Tidak Tcrduga

Kepada Piliak Ketiga.

Mongingal : 1. Undang - Undang Nomor 69 Tahun. 1958 lenlang Pembentukan Daerah - daerali Tingkat Ddalam Wilayah Daerah - dacrah Tingkat I

Bali, Nusa Tenggara Bara( dan Nusa Tcnggara Tiniur ( Lcmbaran

Negara Republik Indonesia Tahun 1958 Nomor 122. Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1655 );

2. Undang • Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan

Daerah <. Lcmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor

^~ 125,"Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437 ),

sebagaimana telah cliubah dengan Undang - Undang Nomor 8 Tahun

2005 tenlang Penetapan Peraturan Pemerintah Penyganti Undang - Ifndang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Pcrubahan Undang - Undang Nomor 32 iahun 2004 tentang Pemerintahan Daerali Menjadi Undang - Undang ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor i08. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Nomor 4548 );

3. Undang - Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembenmkan Peraturan Pcn;ndang - undangan ( Lembaran Negara Republik Indonesia lahun 2004 Nomor 53. Tambahan Lembaran Negara

Republik Indonesia Nomor 4389 ):

4. Undang - Undang Nomor 3? Tahun 2004 tentang Pcrimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerinlahan Daerah ( Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4438 );

5. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah kepada

Daerah( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor

139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

(2)

6. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah ( Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor '1578 );

7. Peraturan Menteri Dalam Negcri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerali;

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN BUPATI TENTANG PROSEDUR DAN TATA CARA

PEMBAYARAN SERTA PERTANGGUNG JAWABAN DAN PELAPORAN LUBAIL BANTUAN SOSIAL, BANTUAN KEUANGAN DAN BELANJA TIDAK TERDUGA KEPADA PIHAK KETIGA

BAB 1

KETENTUAN UMUM

_ Pasal I

Dalam Peraturan Bupati yang dimaksud dengan : 1. Daerah adalah Kabupaien Karangasem

2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupatcn Karangasem.

3. Bupati adalah Bupati Karangasem.

4. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, selanjutnya disebut APBD adalah Rencana Keuangan Tahunan Pemerintah Daerah yang dibahas dan diselujui bersama oieh Pemerintah Daerah dan Dewan 1l Perwakilan Rakyat Daerah, dan ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

5. Hibah adalah pemberian bantuan dapat dalam benruk uang, barang _ atau jasa tennasuk tenaga alili dan pelatihan kepada piliak ketiga

tidak secara terus menerus yang tidak perlu dibayar kembali.

6. Bantuan Sosial adalah pemberian bantuan dalam bentuk uang dan /

atau baiving tidak terus menerus / tidak berulang hap tahun, selektif

dan memiliki kejelasan peruntukan penggunaannya.

7. Bantuan Keuangan adalah bantuan yang bersifat umum atau khusus dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah Desa atau piliak lainnya dalam rangka pemerataan dan / atau peningkatan kemampuan keuangan.

8. Belanja Tidak Terduga merupakan belanja untuk kegiatan yang sifamya lidak biasa atau tidak diliarapkan bcailang dan tidak dipcrkirakan sebelumnya.

9. Naskah Perjanjian Hibah, selanjutm'a disebut NPH adalah naskah perjanjian hibah antara permbcri hibah ( Pemerintah Daerah ) dengan piliak ketiga.

10. Pihak Ketiga ( Hibah ) adalah Pemerintah Daerah lainnya, Perusahaan Daerah, Badan / Lembaga / Organisasi Svvasla dan / atau Kclompok Masyarakat / Pcrorangan.

(3)

11. Piliak Ketiga ( Banman Sosial ) adalah masyarakat, organisasi kemasyarakatan, partai politik ( sesuai ketentuan Peraturan Perundang - uudangan ).

BAB n

PEMBERIAN HIBAH Pasal 2

(1) Hibah bersumber dari Pemerintah Daerah

(2) Pembcrinn Hibah dapal diberikan dalam bentuk :

a. Uang :

b. Barang dan / atau ;

e. Jasa.

(3) Pemberian Hibah kepada piliak ketiga sebagaimana dimaksud pada

ayal (1) bersifat bantuan yang tidak mengikat / lidak secara terus

menerus atau tidak berulang tiap tahun anggaran dan harus digunakan sesuai dengan persyaratan yang ditelapkan dalam NTH dan dilakukan sctclah mendapat persctujuan DPRD.

(4) Hibah dalam bentuk uang sebagaimana dimaksud pada ayat (2)

huruf a adalah berupa i upiah.

(5) Hibah dalam bentuk barang sebagaimana dunaksud pada ayat (2)

huruf b dapal berupa barang bergerak dan barang tidak bergerak.

(6) Hibah dalam bentuk jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c dapal berupa bantuan tcknis, pendidikan. pelatihan dan jasa

lainm a.

(7) Pemberian Hibah dalam bentuk uang atau jasa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan c dapat dianggarkan sesuai kemampuan daerah tanpa mengganggu penganggaran •pemenuhan kebutuhan belanja urusan vvajib yang telah direncanakan hap tahun -w guna memenuhi Standar pelayanan minimum yang ditelapkan dalam

Peraturan Perundang - undaugan.

(8) Pemberian Hibah dalam bentuk barang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf b dapat dilakukan apabila barang tersebut lidak mempunyai nilai ekonomis bagi Pemerintah Daerah tetapi

bermant'aat bagi penerima ( pihak ketiga )

(9) Pemberian Hibah dalam bentuk uang alau dalam bentuk barang atau jasa dapat diberikan kepada Pemerintah Daerali lainnnya sepanjang

ditelapkan dalam Peraturan Perundang - undangan.

(10)Pihak Ketiga Penerima Hibah dapat menyediakan pendamping dapal berupa uang, tenaga atau material yang dapat dinilai dalam

bentuk uang.

(4)

_

BAB ffl

TUJUANHTOAH

Pasal 3

Pemberian Hibah sesuai dimaksud dalam Pasal 2 bertujuan untuk : a. kepada Perusahaan Daerah untuk menunjang peningkatan

pclayanan kepada masyarakat;

b. kepada Pemerintah Daerah lainnya bertujuan untuk menunjang peningkatan penyelenggaraan Pemerintah Daerah dan layanan dasar

iimum ;

c. kepada Badan / Lembaga / Organisasi dan ,• atau Kelompok Masyarakat Perorangan bertujuan untuk mentngkatkan partisipasi dalam penyeicnggaraan pembangun;m daerah.

bab rv

PEMBERIAN BANTUAN SOSIAL Pasal 4

(1) Pemberian Bantuan Sosial kepada pihak ketiga ( kecuaii Partai Politik ) tidak secara terus menerus / lidak berulang sctiap tahun anggaran, selekiLf dan memiiiki kejelasan peruntukan

penggunaannya.

(2) Bantuan kepada Partai Politik diberikan sesuai dengan kctentuan Peraturan Perundang - undangan dianggarkan dalam Bantuan

Sosiai.

BABV

TUJUAN BANTUAN SOSIAL Pasal 5

(1) Pemberian Bantuan Sosial kepada Masyarakat / Organisasi Kemasyarakaian dapat berbentuk uang dan / atau barang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

(2) Banman Sosial dalam bentuk uang dapat dianggarkan tanpa sampai mengganggu penganggaran pemenuhan kebutuhan belanja urusan

wajib guna terpenuhinya standar pclayanan minimal yang telah

ditelapkan.

BAB VI

BANTUAN KEUANGAN Pasal 6

(1) Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah kepada Pemerintah

Desa bersiiat khusus dan bersifat umum adalah dalam rangka

pemerataan dan / atau peningkatan kemampuan keuangan bagi

Desa Penerima Bantuan.

(5)
(6)
(7)

*J

BAB XI

PERTANOGUNG JAWABAN DAN PELAPORAN HIBAH,

BANTUAN SOSIAL, BANTUAN KEUANGAN DAN

BELANJA TIDAK TERDUGA

Pasal U

am Belanja 1dak Terduga mempertanggungjawabkan atas Hibah

Bantuan Sosial, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga

yang d.tenma dan ddaporkan kepada Bupati Karangascm.

(2) Laporan Bantuan / Belanja Tidak Terduga sebaoaimana dimaksud pada aval (1) agar disampaikan oleh Perbekcl melalui Camat kepada Bupau paling lama pada akhir tahun anggaran.

(3) Hibah, Bantuan Sosial, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga yang diberikan oleh Pemerintah Daen.h kepada pihak

keiiga tidak menjadi asel Pemerintah Daerah.

BAB xn

K} TENTUANPERAUHAN

Pasal 12

Pada saal Peraturan Bupati ini mulai borlaku, Perjaniian Hibah yang

sudah ditandatangani sebelum berlakunya Peraturan bupati ini, tetap

dilaksanakan sampai dengan berakhirnya Perjanjian Hibali dimaksud.

BAB XIII

Kl iTENTUAN PENUTUP Pasal 13

Peraturan Bupati mi berlaku surut mulai tanggal 1 Januari 2007.

Agar setiap orang mengetahuinya, mcmerintahkan Pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah

Kabupaten Karangascm

Ditetapkan di Amlapura

pada tanggal 19Nopember 2007

Diundangkan di Amlapura

pada tanggal 19 Nopember 2007

KARANGASEM,

I WAYAN GEREDEG ^

SEKRETABISJDAERAH KABUPATEN KARANGASEM

I MADE MAORI

BERITA DAERAH KABUPATEN KARANGASEM TAHUN 2007

NOMOR 34

Referensi

Dokumen terkait

Jaminan atas Pembayaran untuk Tagihan Pihak Ketiga atas Kontrak yang Prestasi Pekerjaannya Belum Mencapai 1 00°/o (seratus persen) pada Akhir Tahun Anggaran yang

(9) Dalam hal surat uraian pemandangan sebagaimana dimaksud pada ayat (8) disetujui, maka segera memberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga

(13) Atas diterbitkannya surat keputusan penolakan pengurangan atau keringanan ketetapan pajak sebagaimana dimaksud pada ayat (11) huruf b, maka surat ketetapan pajak yang

pembayaran pajak dibebankan pada anggaran belanja tak terduga, termasuk imbalan bunga dan kelebihan pajak dimaksud dengan terlebih dahulu menerbitkan keputusan

(2) Verifikasi pertama (first verification) dan Verifikasi ketiga (third verification) sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan oleh Auditor ISPS Code

bahwa guna menunjang kelancaran pelaksanaan pemberian dan pertanggungjawaban bantuan keuangan yang bersifat khusus untuk rumah tidak layak huni di Kabupaten Blora

Blotong yaitu endapan nira kotor yang diperoleh dari proses pemurnian nira pabrik gula. Penumpukan limbah secara terus-menerus dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Limbah blotong berpotensi untuk dijadikan bahan pupuk organik dengan metode vermicomposting (pengomposan dengan bantuan cacing tanah). Blotong mengandung Nitrogen, P2O5, humus, dan lain-lain, kandungan tersebut bisa dimanfaatkan untuk menyuburbakan tanah dan memperbaiki struktur tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis cacing terhadap kecepatan dekomposisi limbah blotong dan mengetahui kualitas vermikompos sesuai SNI:261-2019 tentang spesifikasi pupuk organik padat. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan 3 ulangan yang dilakukan secara berseri. Seri pengamatan yaitu 2 MSP, 3 MSP, dan 4 MSP (Minggu Setelah Pemberian). Faktor penelitian yaitu jenis cacing yang terdiri dari Eisenia foetida (C1), Eudrilus eugeniae (C2), dan Lumbricus sp. (C3). Penelitian ini bersifat destruktif (tidak dikembalikan lagi untuk pengamatan selanjutnya). Hasil penelitian menunjukkan pengomposan dengan jenis cacing Eisenia foetida memiliki kandungan yang lebih baik yaitu C-Organik (35.84%), pH (7.26), N-total (2.36%), Nisbah C/N (15.19). Peningkatan massa cacing terbanyak terdapat pada jenis cacing Eisenia foetida yang memiliki kenaikan 7.11 g. Berdasarkan hasil tersebut pupuk limbah blotong tebu memenuhi persyaratan SNI