• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP DI KALANGAN DRIVER GO-JEK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP DI KALANGAN DRIVER GO-JEK"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL WHATSAPP DI KALANGAN DRIVER GO-JEK

(Studi Korelasi Motivasi Pemanfaatan Fitur Group Chat dan Penggunaan Fitur Group Chat Whatsapp terhadap Kepuasan atas Fitur Group Chat Whatsapp oleh Driver Go-Jek dalam Komunitas “Mitra Go-Jek Soloraya F”)

Bhima Panji Abara Drs. Dwi Tiyanto, S.U

Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Abstract

The use of the internet, especially social media has now become the need of every individual to exchange information. One social media application that is widely used is Whatsapp. Whatsapp provides features ranging from text, images, sound, numbers, and audio visual that can be accessed quickly. One of the main features is group chat that allows users to interact with in a group. Various advantages of the Whatsapp feature make this application the main communication medium for workers, one of them being the Go-Jek driver. This study aims to determine relationship between motivation to use Whatsapp group chat, use of Whatsapp group chat and user satisfaction among Go-Jek drivers. This study uses the Uses and Gratification approach of the Katz, Blumler, and Gurevitch models. This research is a quantitative study with a survey method, using an online questionnaire as a data collection tool. The research was carried out on 256 members of the Mitra Go-Jek Soloraya F Community. The sampling technique uses simple random sampling totaling 156 respondents. Data analysis used Spearman's Levels correlation method.Based on results of this study are, the relationship between motivation to use Whatsapp group chat features and the use of Whatsapp group chat features obtained rs value of 0.220 which means it has a low relationship, while the relationship between using Whatsapp group chat features and satisfaction using Whatsapp group chat features rs value of 0.258 means having a low relationship. The conclusion in this study is the satisfaction of using group chat features Whatsapp by drivers does not always depend on their use.

Keywords:motivation, social media, Whatsapp group chat, satisfaction.

(2)

2 Pendahuluan

Perkembangan teknologi dan infomasi saat ini telah berkembang pesat bersamaan dengan majunya ilmu pengetahuan yang ada di masyarakat. Kedua aspek ini saling berjalan berdampingan guna mendukung kemajuan zaman yang juga semakin pesat. Internet menjadi salah satu contohnya.

Seiring dengan perkembangan internet yang meningkat, perkembangan alat komunikasi antarpribadi seperti media sosial menjadi suatu hal yang menjadi kebutuhan khalayak. Media sosial adalah alat komunikasi yang digunakan user untuk melakukan proses sosial (Nasrullah, 2015). Media sosial kini banyak digunakan oleh penggunanya, karena dianggap membantu dalam kehidupan sehari- hari. Salah satunya adalah Whatsapp.

Salah satu fitur dari Whatsapp yang paling sering digunakan oleh khalayak adalah fitur group chat. Fitur ini merupakan sebuah layanan grup diskusi yang mampu menampung hingga 256 peserta dalam satu grup di aplikasi ini. Whatsapp memungkinkan para anggota nya saling berbagi diskusi dan informasi secara virtual dan dijadikan media informasi di kalangan mereka.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia yang bertajuk “Survey Penggunaan Teknologi Informasi Tahun 2017”, memaparkan bahwa sebanyak 97,24% responden pernah memakai Whatsapp sebagai media sosial mereka. Selain itu, sebanyak 61,81%

responden memilih Whatsapp sebagai aplikasi yang paling sering digunakan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Hal diatas menunjukan bahwa kini Whatsapp telah dipakai oleh mayoritas warga Indonesia dalam bersosial media.

Objek dalam penelitian ini adalah anggota komunitas group “Mitra Gojek Soloraya F”. Group ini seiring berjalannya waktu menjadi sebuah komunitas yang dinamakan komunitas “Mitra Go-Jek Soloraya F”, dikarenakan keakraban antara driver yang satu dengan yang lain. Mereka memanfaakan fitur group chat Whatsapp tidak hanya sebagai seorang driver, namun juga sebagai seorang individu yang tergabung dalam sebuah komunitas.

(3)

3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Apakah terdapat hubungan antara Motivasi Pemanfaatan Fitur Group Chat dengan dengan Pengunaan Group Chat Whatsapp oleh Driver Go-Jek di dalam Komunitas “Mitra Gojek Soloraya F” ?

2. Apakah terdapat hubungan antara Pengunaan Group Chat Whatsapp dengan Kepuasan atas Fitur Group Chat Whatsapp sebagai Sarana Memperoleh Informasi oleh Driver Go-Jek di dalam Komunitas “Mitra Gojek Soloraya F”?

Landasan Teori 1. Motivasi

Motivasi berasal dari kata latin “Movere” yang berarti “Dorongan atau Daya Penggerak”. Motivasi hanya diberikan kepada manusia. Individu ingin bekerja untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan, baik itu kebutuhan yang disadari maupun yang tidak disadarinya. Kebutuhan setiap individu adalah sama, seperti contoh manusia butuh bernafas dan bersosialisasi, namun keinginan setiap individu tidak sama, dikarenakan dipengaruhi oleh selera, kebiasaan, dan lingkunganya (Hasibuan,1996).

2. Penggunaan Media a. Komunikasi

Komunikasi secara etimologis berasal dari bahasa latin yaitu cummunis yang berarti sama, lalau menjadi communico, communication yang maknyanya membuat sama. Istilah pertama kali yang muncul yakni communis adalah asal-usul pertama dari kata-kata yang muncul setelahnya.

Komunikasi mejelaskan bahwa suatu pikiran, suatu pesan, suatu makna bisa dianut dengan satu makna yang sama.

Lima unsur komunikasi menurut Harold Laswell (dalam Effendi,2004) adalah komunikator, pesan, media, efek, dam komunikan.

Berdasarkan unsur tersebut, komunikasi adalah proses penyampaian pesan

(4)

4

dari komunikator kepada komunikan melalaui berbagai media tertenetu yang dapat menimbulkan berbagai macam efek pada akhirnya.

b. Komunikasi Organisasi

Menurut Deddy Mulyana (2003), komunikasi organisasi adalah sebuah proses menciptakan dan saling tukar menukar pesan dalam satu jaringan hubungan dimana dalam hubungan tersebut terdapat ketergantungan antara satu sama lain untuk mengalami suatu kesamaan peristiwa dan mengatasi lingkungan yang selalu berubah-ubah.

Komunikasi Organisasi juga dapat diartikan sebagai sebuah proses pengiriman dan penerimaan berbagai macam pesan di dalam organisasi formal maupun informal yang memiliki organisasi yang jelas. Organisasi yang jelas dalam hal ini adalah dimaksudkan kompleks struktrunya yang meliputi berbagai bidang, antara lain komunikasi internal, hubungan manusia, hubungan persatuan pengelola, komunikasi downward, komunikasi upward, dan lain-lain.(Wiryanto,2004:354)

c. New Media (Media Baru)

Secara garis besar, media baru adalah sebuah perkembangan dari media lama yang bertransformasi menjadi sebuah media baru. Hal tersebut sesuai dengan teori “mediamorphosis” yang melihat media baru sebagai media yang baru muncul dalam media komunikasi berkat inovasi media lama yang kurang relavan (Syaibani,2011). Menurut Muktaf (2011), New media juga bisa dikatakan media lama yang bergerak menjadi berbeda, khususnya pengkombinasian media lama yang berubah menjadi bentuk baru.

Martin Lister (dalam Syaibani, 2011) menjelaskan bahwa karakter media merupakan bentuk pengalaman baru dalam teks, hiburan, kesenangan, dan pola dari konsumsi media. Manovich memandang bahwa karakteristik new media yang lebih mengacu kepada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini menimbulkan fungsi baru yang sebelumnya teknologi informasi dan komunikasi hanya sebagai alat

(5)

5

hitung saja, namun sekarang muncul fungsi-fungsi lain dalam komputer yang bersifat sistematis.

d. New Media (Media Baru)

Secara garis besar, media baru adalah sebuah perkembangan dari media lama yang bertransformasi menjadi sebuah media baru. Hal tersebut sesuai dengan teori “mediamorphosis” yang melihat media baru sebagai media yang baru muncul dalam media komunikasi berkat inovasi media lama yang kurang relavan (Syaibani,2011). Menurut Muktaf (2011), New media juga bisa dikatakan media lama yang bergerak menjadi berbeda, khususnya pengkombinasian media lama yang berubah menjadi bentuk baru.

Martin Lister (dalam Syaibani, 2011) menjelaskan bahwa karakter media merupakan bentuk pengalaman baru dalam teks, hiburan, kesenangan, dan pola dari konsumsi media. Manovich memandang bahwa karakteristik new media yang lebih mengacu kepada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Hal ini menimbulkan fungsi baru yang sebelumnya teknologi informasi dan komunikasi hanya sebagai alat hitung saja, namun sekarang muncul fungsi-fungsi lain dalam komputer yang bersifat sistematis.

e. Teori Uses and Gratification

Pada penelitian ini, khalayak dianggap aktif dan selektif dalam menggunakan media mana yang akan digunakan dan dinilai dapat memenuhi kebutuhan. Pada penelitian ini, penulis menggunakan model Elihu Katz, Jay Blumer dan Michael Gurevitch (dalam Utari ) guna menjabarkan asumsi-asumsi teori Uses and Gratification, yaitu:

1) Khalayak dianggap aktif, penggunaan media massa oleh khalayak dinggap jelas dan memiliki tujuan

2) Pada proses komunikasi massa, banyak inisiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media yang terletak pada anggota khalayak.

(6)

6

3) Media massa bersaing dengan sumber-sumber lain untuk memuaskan kebutuhan. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas.

4) Tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan anggota khalayak, artinya individu dianggap cukup mengerti untuk melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.

5) Penilaian tentang arti cultural dari media massa harus ditangguhkan sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.

Pada penelitian ini, penulis menggunakan model Elihu Katz karena penggunaan media oleh khalayak timbul karena adanya keinginan untuk memuaskan kebutuhan mereka akan informasi. Penggunaan media oleh khalayak didorong oleh motif-motif tertentu. Terdapat kebutuhan yang dapat dipuaskan oleh media massa, meski disisi lain kebutuhan itu dapat dipuaskan melalui media lain.

f. Fitur Group Chat Whatsapp

Whatsapp adalah sebuah aplikasi media sosial berbasis chatting yang didalamnya menyajikan berbagai fitur-fitur guna memfasilitasi penggunanya dalam bersosialisasi. Whatsapp pertama kali diluncurkan pada Januari 2009 oleh Brian Acton dan Jan Koum. Whatsapp berasal dari kata What’s up yang berarti apa kabar. Whatsapp diciptakan oleh mereka dengan tujuan untuk membentuk alternatif lain dari sebuah bentuk pengiriman pesan selain SMS yang tenar pada saat itu.

Fitur Whatsapp yang dibahas dalam penelitian ini adalah fitur group chat. Fitur group chat Whatsapp memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dalam ruang diskusi. Fitur ini menampung hingga 256 pengguna dalam satu ruang diskusi. Hal ini menjadi keunggulan Whatsapp yang tidak ditemukan dalam platform lain. Pada group chat juga disediakan fitur admin yang berfungsi sebagai pengatur group chat guna mengontrol jalannya diskusi. Admin juga dapat menambah anggota maupun mengurangi anggota.

(7)

7 Metodologi Penelitian

Jenis Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang dimaksudkan untuk pengukuran yang cermat terhadap hubungan antar variabel, menguji hipotesis atau membuat prediksi (Jalaludin R, 1994:

188:189). Riset kuantitatif lebih fokus untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Kedalaman data dalam penelitian ini tidak terlalu dipentingkan, hanya keluasan data yang merepresentasikan dari sebuah hasil riset sebuah populasi tertentu.

Populasi dan Sampel Penelitian Populasi

Menurut Sugiyono, Populasi dapat berupa orang, organisasi, kata-kata dan kalimat, simbol-simbol nonverbal, surat kabar, radio, televisi, iklan, dan lainya.

Populasi harus yang bersifat homogen dimana memiliki sifat yang sama satu sama lain (Kriyantono, 2007: 149). Maka dari itu populasi dari penelitian ini adalah driver Go-Jek yang tergabung dalam komunitas group whatsapp “Mitra Go-Jek Soloraya F” yang berjumlah sebanyak 256 orang.

Sampel

Sampel adalah sebuah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh sebuah populasi. Sampel yang diambil dari populasi tersebut harus betul-betul representatif pada penelitian terkait (Sugiyono, 2009: 73). Dalam penelitian ini menggunakan teknik Probability Sampling yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur dalam populasi untuk diambil menjadi sampel secara random atau acak. Random Sampling menggunakan cara pengambilan sampel dari semua anggota populasi secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada di dalam populasi tersebut karena dianggap memilki sifat homogen (Kriyantono, 2007: 153).

Maka, dengan menggunakan teknik random sampling, sampel dipilih dari anggota komunitas yang merupakan semua driver Go-Jek dimana merekan memiliki sifat homogen dan tidak perlu memperhatikan strata di dalamnya.

(8)

8 Sajian dan Analisis Data

Tabel 27

Hasil Nilai Koefisien Korelasi

Correlations

Motivasi Penggunaan

Spearman's rho

Motivasi

Correlation Coefficient 1,000 ,220**

Sig. (2-tailed) . ,006

N 156 156

Penggunaan

Correlation Coefficient ,220** 1,000

Sig. (2-tailed) ,006 .

N 156 156

Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan program SPSS 17 dengan menggunakan rumus koefisien korelasi Tata Jenjang Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,220.

Tabel 29

Hasil Nilai Koefisien Korelasi

Correlations

Penggunaan Kepuasan

Spearman's rho

Penggunaan

Correlation Coefficient 1,000 ,258**

Sig. (2-tailed) . ,001

N 156 156

Kepuasan

Correlation Coefficient ,258** 1,000

Sig. (2-tailed) ,001 .

N 156 156

Berdasarkan hasil penghitungan menggunakan program SPSS 17 dengan menggunakan rumus koefisien korelasi Tata Jenjang Spearman diperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar 0,258.

(9)

9

Kesimpulan

a. Hubungan atara motivasi pemanfaatan fitur group chat Whatsapp dengan penggunaan group chat Whatsapp termasuk dalam kategori rendah. Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,220. Artinya motivasi pemanfaatan group chat Whatsapp oleh driver Go-Jek dalam komunitas “Mitra Go-Jek Soloraya F”

berpeluang mempengaruhi penggunaan group chat Whatsapp. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara motivasi pemanfaatan fitur group chat Whatsapp dengan penggunaan group chat Whatsapp yaitu driver Go-Jek dalam komunitas “Mitra Go- Jek Soloraya F” diterima.

b. Hubungan antara penggunaan group chat Whatsapp dengan kepuasan penggunaan group chat Whatsapp termasuk dalam kategori rendah.

Berdasarkan hasil penghitungan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,258. Artinya penggunaan group chat Whatsapp oleh driver Go-Jek dalam komunitas “Mitra Go-Jek Soloraya F” berpeluang mempengaruhi kepuasan penggunaan group chat Whatsapp. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan group chat Whatsapp dengan kepuasan penggunaan group chat Whatsapp oleh driver Go-Jek dalam komunitas “Mitra Gojek Soloraya F” diterima.

Daftar Pustaka

Hardinata, Andi. 2016. Studi Penggunaan Media dan Tingkat Kepuasan di Kalangan Kelompok Suporter Pasoepati dalam Menggunakan Website Sambernyawa di Kota Solo. Skripsi. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Kriyantono, Rakhmat. 2007. Teknik Prakstis Riset Komunikasi. Jakarta:

Kencana.

Luik. 2011. Media Sosial dan Presentasi Diri. Bab Buku Komunikasi 2.0:

Teoritisasi dan Implikasi. Yogyakarta: Aspikom.

(10)

10

Nasrullah, R. 2015. Media Sosial (Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi). Jakarta: Simbiosa Rekatama Media.

Rakhmat, Jalaludin. 1994 Psikologi Komunikasi. Bandung: CV. Remaja Rosdakarya.

Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

CV Alfabeta.

Utari, Prahastiwi. Makalah Pendekatan Uses and Gratification, FISIP UNS, hal., 7

______________. 2011. Media Sosial, New Media dan Gender dalam Pusaran Teori Komunikasi. Bab buku Komunikasi 2.0: Teoritisasi dan Implikasi.

Yogyakarta: Aspikom.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan keraguan mengambil keputusan karier pada mahasiswa tahun

Kota tersebut juga telah menciptakan jejaring kebudayaannya sendiri, sehingga berbagai fenomena kebudayaan beserta transformasi sosialnya acap muncul dalam bentuk

Pada ulkus kornea yang disebabkan oleh bakteri menunjukkan demarkasi epitel yang jelas dengan dense yang mendasarinya, suppurative stromal inflammation memiliki tepi yang tidak

Berdasarkan hasil analisa diketahui bahwa terdapat interaksi sangat nyata antara lama ekstraksi dan rasio pelarut (volume pelarut) terhadap nilai absorbansi pigmen

Dengan tingkat solvabilitas yang tinggi akan memperlihatkan kemampuan perusahaan untuk melunasi segala kewajibannya tepat pada waktunya, sehingga kreditor akan mudah untuk

(Mbecek itu kalau pemahaman saya kumpulan, kesadaran, sumbangan, bantuan. Asal mula ada mbecek di sini apa tidak dari Jawa di bawa kesini mbak, itu kan adat nya

Dalam kejuaraan ini Pemkot Surabaya bertujuan untuk dapat menjaring serta melakukann pembinaan terhadap atlet atlet muda U-16 yang nantinya di ambil 16 atlet putri

Penekanan pada pengalaman berlandaskan bahwa perubahan sosial itu tidak dapat dihindari. Sehingga fungsi sekolah itu harus mengajarkan kepada para generasi muda