• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

33 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian yaitu di asrama balap sepeda Advan Customs Cycling Club Jakarta yang beralamat di Desa Gagak Sipat RT.01/RW.04 Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Lokasi penelitian tidak hanya dilakukan di asrama balap sepeda Advan Customs Cycling Club Jakarta saja, melainkan tempat lainnya ketika atlet sedang melakukan latihan. Alasan pemilihan lokasi tersebut dikarenakan, agar peneliti bisa mudah untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan efisien. Seperti contoh ketika atlet balap sepeda Advan Customs Cycling Club Jakarta sedang latihan road race di daerah selo di Kabupaten Boyolali. Selain lokasi penelitian tersebut, peneliti dan pelatih ataupun atlet bersangkutan melakukan kesepakatan perjanjian tempat dimana peneliti akan melakukan wawancara untuk memperoleh data yang ada.

B. Metode dan Pendekatan Penelitian

Metode dan pendekatan penelitian dapat diartikan sebagai prosedur atau cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan penelitian. Sesuai dengan tujuan penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dimana metode deskriptif kualittif adalah penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai fenomena-fenomena atau situasi yang aktual pada saat penelitian berlangsung mengenai Survey program latihan balap sepeda nomor road race di club advan customs cycling club Jakarta tahun 2018.

C. Data dan Sumber Data

Data dan Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : 1. Informan

Informan merupakan individu yang dapat memberikan data untuk keperluan penelitian. Menurut Sutopo (2002: 50), Peneliti dan informan disini

(2)

memiliki posisi yang sama, dan informan bukan sekedar memberikan tanggapan pada yang diminta peneliti, tetapi informan bisa memiliki arah dan selera dalam menyajikan informasi yang dimiliki. Karena posisi ini, sumber data yang berupa manusia di dalam penelitian kualitatif lebih tepat disebut sebagai informan daripada sebagai responden.

Manusia sebagai sumber data perlu dipahami bahwa mereka terdiri dari beragam individu yang juga memiliki beragam posisi. Adanya posisi yang beragam tersebut mengakibatkan adanya perbedaan macam akses dan kelengkapan mengenai berbagai informasi yang bias diperoleh dan dimilikinya.

Mereka bisa terdiri dari pelaku aktivitas, pengamat, orang yang secara langsung mengelola atau merencanakan sesuatu, kelompok sasaran program atau kegiatan, atau bahkan hanya sekedar sebagai penerima informai secara tak langsung. Oleh karena itu di dalam memilih siapa yang akan menjadi informan, peneliti wajib memahami posisi dengan beragam peran dan keterlibatannya dengan kemungkinan akses informasi yang dimilikinya sesuai dengan kebutuhan penelitiannya. Dalam penelitian ini juga menggunakan informan kunci. Informan yang dipilih dalam penelitian terdiri dari, pelatih dan atlet club advan customs cycling club jakarta.

2. Tempat dan Peristiwa

Tempat dan peristiwa dapat dijadikan sebagai sumber informasi karena dalam pengamatan harus ada kesesuaian dengan konteks dan situasi social yang selalu melibatkan pelaku, tempat, dan aktivitas. Tempat dan peristiwa dimaksud kan untuk memperkuat keterangan yang diberikan oleh informan.

Tempat yang menjadi observasi dalam penelitian adalah Mess atletdan Pelatih club advan customs cycling club jakarta. Dari tempat ini akan didapatkan berbagai fenomena dan data yang sangat diperlukan dalam penelitian, sehingga data memperkuat keterangan yang diberikan oleh informan dan dapat digunakan sebagai bukti nyata. Sedangkan peristiwa yang dijadikan sebagai sumber data adalah pelaksanaan latihan, observasi keadaan sarana dan prasarana, pertandingan.

(3)

3. Arsip dan Dokumen

Dokumen dan arsip merupakan sumber data diluar manusia, yang mempunyai kegunaan sama besar dengan sumber data lainnya. “Keduanya dapat dinyatakan sebagai rekaman atau sesuatu yang berkaitan dengan suatu peristiwa tertentu, dan dapat dimanfaatkan secara baik sebagai sumber data dalam penelitian” (Sutopo, 2002 : 54).

D. Subjek Penelitian

Subjek penelitian adalah subjek yang dituju untuk diteliti oleh peneliti.

Objek penelitian adalah obyek yang dijadikan penelitian atau yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling,yaitu teknik pengambilan sampel secara sengaja dengan menentukan sendiri sampel yang diambil karena ada pertimbangan tertentu berdasarkan

“penilaian” peneliti mengenai siapa-siapa saja yang pantas memenuhi persyaratan untuk dijadikan sampel. Menurut patton dalam HB. Sutopo (2002: 56),

“Purposive Sampling teknik cuplikan yang didasarkan atas pertimbangan tertentu dengan kecenderungan peneliti untuk memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalahannya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang mantap”. Oleh karenanya agar benar-benar bisa mendapatkan sampel sesuai dengan persyaratan dan tujuan penelitian, yang menjadi objek penelitian yaituperwakilan pengurus, pelatih, dan atlet di Advan Customs Cycling Club Jakarta Tahun 2018.

E. TeknikPengumpulan Data

Data merupakan bahan dasar untuk dapat menyimpulkan jawaban dari permasalahan penelitian. Oleh sebab itu, pengumpulan data harus dilakukan dengan teknik yang tepat sehingga memperoleh data yang benar-benar valid dan relevan.

Ada tiga prosedur teknik pengumpulan data pada penelitian ini, meliputi: (a) melakukan observasi atau pengamatan terhadap proses penyusunan program latihan, observasi dilakukan di rumah pelatih di Desa Gagak Sipat RT.01/RW.04

(4)

Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali dan dalam observasi ini peneliti mendapatkan sedikit tentang rancangan untuk penyusunan program latihan, (b) mengadakan wawancara dengan pelatih bertempat di mess atlet balap sepeda Advan Customs Cycling Club Jakarta tepatnya di Desa Gagak Sipat RT.01/RW.04 Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, dalam wawancara tersebut peneliti mendapatkan banyak ulasan yang di utarakan oleh pelatih seputar penyusunan program latihan yang ada di Advan Customs Cycling Club Jakarta sekaligus peneliti bisa bertemu langsung dengan atlet di Advan Custom Cycling Club Jakarta, (c) mengumpulkan dokumentasi terhadap semua kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Advan Customs Cycling Club Jakarta pada saat latihan dan perlombaan, peneliti mendapatkan dokumentasi pada saat atlet latihan dan perlombaan, dan (d)melakukan analisis terhadap data yang diperoleh.

1. Teknik Pengamatan (observasi)

Teknik pengamatan dilakukan untuk mengamati proses penyusunan program latihan yang dibuat oleh pelatih dan untuk mengetahui sejauh mana atlet bisa memahami tentang istilah program latihan yang akan dilaksanakan oleh atlet tersebut guna mendapatkan hasil latihan yang maksimal dan terprogram. Arikunto (2006:230) menerangkan bahwa mengamati adalah menatap kejadian, gerak, atau proses.Dalam pengamatan ini peneliti menggunakan jenis pengamatan berperan serta secara lengkap. Menurut Buford Jungker (dalam Moleong:176-177) berperanserta secara lengkap yaitu pengamat dalam hal ini menjadi anggota penuh dari kelompok yang diamatinya. Dengan demikian ia dapat memperoleh informasi apa saja yang dibutuhkannya, termasuk yang dirahasiakan sekalipun. Pengamatan dilakukan saat atlet menjalani jadwal latihan, sehingga memudahkan peneliti untuk bisa langsung mengamati proses penyusunan program latihan yang diberikan kepada atlet. Target dari hasil pengamatan yaitu untuk mengetahui bagaimana program latihan yang disusun oleh pelatih di Advan Customs Cycling Club Jakarta.

(5)

2. Wawancara (interview)

MenurutMoleong (2008:186) wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu.Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis wawancara pembicaraan informal.

Moleong (2008:186) menjelaskan. Wawancara pembicaraan informal yaitu pertanyaan antara pewawancara dengan terwawancara yang diajukan sangat bergantung pewawancara itu sendiri, jadi bergantung pada spontanitasnya dalam mengajukan pertanyaan kepada terwawancara.Hubungan antara pewawancara dengan terwawancara adalah dalam suasana biasa, wajar, sedangkan pertanyaan dan jawabannya berjalan seperti pembicaraan biasa dalam kehidupan sehari-hari.

3. Dokumentasi

Dalam penelitian deskriptif hasil dokumentasi baik itu berupa bahan tertulis (buku, surat kabar, majalah, agenda, catatan), foto maupun video dapat menghasilkan data deskriptif yang dapat digunakan untuk menelaah segi-segi subyektif dan hasilnya sering digunakan secara induktif. Dokumentasi dikumpulkan sekaligus peneliti melakukan wawancara dan melakukan dokumentasi berupa program yang ada di Club tersebut dan pada saat atlet melakukan latihan dan perlombaan. Data dokumentasi merupakan data sekunder atau dapat dikatakan data tambahan.

Pengumpulan data ini sendiri melewati beberapa tahapan antara lain: a) tahap persiapan, b) tahap pelaksanaan, c) tahap pelaporan penelitian. Penjabaran dari masing-masing kegiatan tersebut adalah sebagai berikut:

a. Tahap Persiapan

1) Menyusun pertanyaan untuk pelatih terkait dengan penyusunan program latihan, dimaksudkan agar peneliti pada saat melakukan penelitian bisa berjalan efektif dan efisien.

2) Mempersiapkan alat untuk penelitian berupa kamera digital, buku-buku rujukan, buku pertanyaan, dan bulpoint.

(6)

3) Mengurus surat ijin penelitian dimaksud kan agar pada saat penelitian bisa lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

b. Tahap Pelaksanaan

1) Melakukan wawancara kepada pelatih terhadap maksud dan tujuan penelitian.

2) Mengadakan wawancara langsung dengan pelatih balap sepeda terkait dengan penyusunan program latihan

3) Mengadakan observasi dan mengumpulkan dokumentasi terhadap proses latihan atlet balap sepeda di Advan Customs Cycling Club Jakarta.

4) Mencari informasi lebih lanjut mengenai fokus dan tujuan penelitian c. Tahap Pelaporan Penelitian

1) Memasukkan semua data yang telah diperoleh ke dalam tabel yang telah dipersiapkan untuk mempermudah pelaksanaan analisis, pengolahan, serta penyajian data.

2) Menganalisis serta kemudian mengiterpretasikan data untuk menjawab permasalahan penelitian berdasarkan data atau informasi yang telah didapatkan, untuk kemudian hasilnya akan disajikan pada bab hasil penelitian.

Penelitian menggunakan wawancara informal dikarenakan informan merupakan orang yang tidak biasa menggunakan bahasa formal atau pertanyaanbaku. Peneliti menggunakan pembicaraan informal agar atlet atau pelatih dalam menjawab pertanyaan oleh peneliti lebih santai dan banyak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti, namun dalam hal ini tetap dalam ruang lingkup tujuan yang akan dicapai. Wawancara ini dilakukan di mess atlet Advan Customs Cycling Club Jakarta dengan terwawancara pelatih. Hasil yang diharapkan dalam wawancara tersebut yaitu untuk mendapatkan suatu data tentang program latihan yang disusun oleh pelatih di Club tersebut.

F. Teknik Uji Validitas Data

Setelah data terkumpul dan tercatat, peneliti harus menguji kebenaran dari setiap data yang didapat, yang biasa disebut dengan validitas data. Validitas data

(7)

digunakan sebagai dasar analisis data sebagai hasil penelitian. Untuk melakukan validitas data peneliti harus mempunyai cara-cara yang tepat seperti yang dijelaskan berikut ini:

1. Triangulasi

Triangulasi merupakan cara yang paling umum digunakan bagi peningkatan validitas dalam penelitian kualitatif. Dalam kaitan ini Patton dalam HB. Sutopo (2002: 78), Terdapat empat macam teknik triangulasi, yaitu; (1) Triangulasi data (data triangulation), (2) Triangulasi peneliti (investigator triangulation), (3) Triangulasi metodologis (methodological triangulation), (4) Triangulasi Teoritis (theoretical triangulation). Keempat macam teknik dapat dijelaskan sebagai berikut:

1) Triangulasi data, dimana peneliti menggunakan beberapa sumber data untuk mengumpulkan data yang sama

2) Triangulasi peneliti, yakni pengumpulan data yang semacam, dilakukan oleh beberapa peneliti

3) Triangulasi metode, yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode yang berbeda atau dengan mengumpulkan data sejenis tetapi menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda.

4) Triangulasi teori, yaitu melaksanakan penelitian tentang topik yang sama dan datanya dianalisis dengan menggunakan perspektif teoritis yang berbeda.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua teknik triangulasi, yaitu triangulasi data dan triangulasi metode. Triangulasi data atau sumber merupakan penggunaan beragam sumber data dalam suatu kajian, sebagai contoh, mewawancarai orang pada posisi status yang berbeda atau dengan titik pandang yang berbeda. Artinya, data yang sama atau sejenis, kemudian mendapatkan informasi dari narasumber yang lain, sehingga data sejenis bisa teruji kemantapan dan kebenarannya.

Triangulasi yang kedua adalah triangulasi metode. Triangulasi metodologis adalah penggunaan metode ganda untuk mengkaji masalah atau program tunggal, seperti wawancara, pengamatan, daftar pernyataan

(8)

terstruktur dan dokumen. Menggunakan triangulasi metode karena dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan metode-metode yang berbeda-beda, yaitu dengan menggunakan metode wawancara, observasi, maupun metode analisis dokumen.

2. Reviu Informan

Laporan penelitian di reviu oleh informan (khususnya informan kunci) untuk mengetahui apakah data yang telah dikumpul atau ditulis merupakan sesuatu yang dapat mereka setujui atau tidak. Dalam kaitan itu, maka antara pengumpul atau penulis data dengan informan perlu berdiskusi agar tercapai saling pengertian dan kesepakatan di antara mereka.

3. Mengembangkan member check

Member check adalah proses pengecekan data yang diperoleh peneliti kepada pemberi data. Apabila data yang ditemukan disepakati oleh para pemberi data berarti data tersebut sudah valid, sehingga semakin kredibel atau dipercaya, tetapi apabila data yang ditemukan peneliti dengan berbagai penafsirannya tidak disepakati oleh pemberi data, maka peneliti perlu melakukan diskusi dengan pemberi data, dan apabila perbedaannya tajam, maka peneliti harus merubah temuannya, dan harus menyesuaikan dengan apa yang diberikan oleh pemberi data.

G. TeknikAnalisis Data

Analisis data kualitatif menurut Bognan & Biklen (dalam Moleong, 2014:248), adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilahmilahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada orang lain.

Analisis data memuat empat komponen, yaitu: “Pengumpulan data, reduksi data, penyajian data atau display, penarikan kesimpulan atau conclution drawing (Miles dan Huberman, 1992). Keempat tahapan akan dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengumpulan data

(9)

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan data dari berbagai sumber antara lain informan, dokumen, peristiwa dan buku-buku yang relevan: teknik yang relevan dalam penelitian ini adalah observasi langsung, wawancara mendalam, dan analisis dokumen.

2. Reduksi data

Reduksi data merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data dari fieldnote (catatan lapangan). Proses ini berlangsung terus menerus sepanjang penelitian sampai laporan akhir untuk mempertegas, mempermudah, dan membuat fokus, membuang hal yang tidak penting, serta mengatur data sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan.

3. Penyajian data atau display

Penyajian data adalah suatu rakitan organisasi informasi yang memungkinkan kesimpulan peneliti dapat dilakukan dengan melihat penyajian data, dapat dipahami berbagai hal yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis ataupun tindakan lain berdasarkan pemahaman penyajian data yang dapat meliputi berbagai matriks, gambar, skema dan tabel.

Semuanya dirancang guna merakit informasi secara teratur agar mudah dilihat dan dimengerti dalam bentuk yang kompak.

4. Penarikan kesimpulan atau conclution drawing

Penarikan kesimpulan merupakan kesimpulan dari apa yang telah diteliti dari awal hingga akhir. Penarikan kesimpulan hanyalah merupakan sebagian dari satu kegiatan dari konfigurasi yang utuh. Kesimpulan akhir ditentukan sampai proses pengumpulan data berakhir. Dalam melakukan kesimpulan peneliti bersikap terbuka artinya apabila pada akhir penelitian menemukan data yang kurang akurat , peneliti tidak segan-segan mengadakan penyimpulan ulang.

Adapun model teknik analisanya dapat digambarkan dalam bentuk skema sebagai berikut:

(10)

Gambar 3.1. Teknik Analisa Data Keterangan :

Peneliti melakukan pengumpulan data-data yang dianggap dalam membantu memberikan informasi yang berkaitan dengan penelitian.

Kemudian data-data tersebut direduksi dengan melakukan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data dari fieldnote (catatan lapangan). Proses ini berlangsung terus sepanjang penelitian sampai laporan akhir untuk mempertegas, mempermudah, dan membuat fokus, membuang hal yang tidak penting serta mengatur data sehingga kesimpulan akhir dapat dilakukan. Lalu setelah reduksi data peneliti menyajikan data yaitu merakit informasi secara teratur agar mudah dilihat dan dimengerti dalam bentuk yang kompak. Setelah data tersajikan, maka penulis menarik kesimpulan dari data-data yang diperoleh dari awal hingga akhir pencarian.

Dalam melakukan kesimpulan peneliti bersikap terbuka artinya apabila pada akhir penelitian menemukan data yang kurang akurat, peneliti tidak segan-segan mengadakan penyimpulan ulang.

H. Prosedur Penelitian

Kegiatan penelitian ini diawali dengan kegiatan persiapan yang dilanjutkan dengan pengumpulan data. Tahap persiapan akan didapat kerangka berfikir yang akan digunakan dasar dalam penulisan proposal. setelah itu dilanjutkan dengan pengumpulan data-data yang dianggap relevan dengan penelitian, kemudian dianalisis dan apabila dirasa data yang diperlukan belum mencukupi akan

Pengumpulan data

Sajian data

Kesimpulan/

Penarikan Reduksi data

(11)

dilakukan studi kasus kembali. Setelah dianalisis, data-data yang terkumpul diverifikasi sehingga menghasilkan simpulan akhir yang dilanjutkan dengan penyusunan laporan penelitian.

Bagan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

Gambar 3.2. Prosedur Penelitian Dari skema diatas dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Penyusunan proposal dan Persiapan pelaksanaan penelitian

Prosedur penelitian yang paling awal dilakukan adalah penulisan proposal.

Pada tahap ini berisi garis-garis besar penelitian yang akan dilaksanakan yang meliputi perumusan masalah, penyusunan kerangka berfikir, dan pemilihan lokasi penelitian. Langkah selanjutnya mengadakan persiapan pelaksanaan, yaitu mengurus perizinan skripsi.

2. Pengumpulan data dan analisis data awal

Pengumpulan data dilakukan di lapangan peneliti termasuk di dalamnya mengadakan wawancara dengan para informan dan mengadakan pengamatan terhadap obyek penelitian. Selain itu juga diadakan studi pustaka terhadap sumber-sumber tertulis yang ada kaitannya dengan topik dalam penelitian

Penyusunan Proposal

Persiapan Pelaksanaan Penelitian

Pengumpulan data dan Analisa Awal

Analisis Akhir dan Penarikan Kesimpulan

Penulisan Laporan

Penggandaan Laporan

(12)

sebagai data. Data yang terkumpul kemudian di klasifikasikan, dianalisis, dan di interprestasikan serta menjawab Rumusan masalah data yang sudah terjaring diadakan analisis awal.

3. Analisis akhir dan penarikan kesimpulan

Pada tahap ini, peneliti menganalisis lagi data yang telah didapat dengan teliti, jika kurang sesuai diadakan perbaikan, kemudian data tersebut dikelompokan sesuai dengan masalah penelitian. Data yang sudah disusun rapi yang merupakan bagian dari analisis awal, maka kegiatan selanjutnya diadakan analisis akhir dengan mengorganisir dan mengurutkan data dalam pola dan urain dasar, sehingga dapat ditarik suatu kesimpulan.

4. Penulisan laporan dan menggandakan laporan

Data-data yang sudah dikumpulkan disusun dengan rapi berdasarkan pada pedoman penelitian kualitatif, maka akan dapat sebuah laporan penelitian sebagai bentuk karya ilmiah. Agar dapat dibaca oleh masyarakat umum yang ingin menambah wawasan ilmu pengetahuan, maka di perbanyaklah hasil laporan ini.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil keseluruhan kepuasan pada pasien BPJS terdapat responden yang menyatakan tidak puas, sedangkan pada pasien non BPJS menyatakan puas dan sangat puas.. 16 pasien sesuai

Dalam hal ini, subtitusi bahasa antar etnis Melayu Sambas dengan etnis Jawa di Dusun Kedondong berbeda dan menyebabkan perubahan budaya yang terjadi saat

Penelitian tahap II dititik beratkan untuk memisahkan fraksi protein yang tidak dapat dihidrolisis oleh pepsin dalam isolat protein komak hitam yang diduga kuat

Skripsi berjudul Penerapan Laporan Biaya Kualitas Terhadap Kualitas Produk (Studi Kasus Pada UD. Dua Dewi Keripik Nangka Q-Ecco di Puger), telah diuji dan disahkan

Adapun judul dari skripsi ini adalah : Penggunaan Gambar Meme Terhadap Kepuasan Khalayak di Kalangan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (Studi Korelasional Penggunaan

Studi kepustakaan mengenai perubahan konsepsi, strategi konflik kognitif, dan miskonsepsi siswa, dan analisa materi pedagogis pada pembelajaran ikatan ionik secara

37 Masjid Al‐Yatim Kp. Bancah Laweh Jr. Bancah Laweh Nag. Simpang Kec. Simpang Alahan Panjang Kab. Pasaman 38 Masjid

dianjurkan untuk merencana alat ukur Parshall aliran nonmoduler karena diperlukan banyak waktu untuk menangani dua tinggi energi/head, dan pengukuran menjadi tidak teliti... ALAT