• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 / HUK / 2014 TENTANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 / HUK / 2014 TENTANG"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17 / HUK / 2014

TENTANG

UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL

MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan Pasal 66 ayat (1) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011, maka setiap Kementerian/Lembaga diwajibkan untuk menyelenggarakan pertanggungjawaban anggaran dengan menyusun Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca Kementerian/Lembaga;

b. bahwa untuk menyelenggarakan pertanggungjawaban anggaran sebagaimana dimaksud dalam huruf a, Kementerian Sosial wajib menyelenggarakan Sistem Akuntansi Instansi dengan membentuk Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) di Lingkungan Kementerian Sosial dan menetapkan koordinator masing-masing UAPPA-W;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Sosial tentang Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah di Lingkungan Kementerian Sosial;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);

3. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4400);

SALINAN

(2)

2

4. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5462);

5. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5165);

6. Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 125);

7. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara yang telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2013 tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan, Tugas, dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 126);

8. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010;

9. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 894);

10. Peraturan Menteri Sosial Nomor 86/HUK/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Sosial Republik Indonesia;

SALINAN

(3)

3

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL TENTANG UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL.

KESATU : Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) di lingkungan Kementerian Sosial terdiri atas:

a. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) di lingkungan Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial; dan

b. Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) di lingkungan Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial.

KEDUA : Unit Akutansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU tercantum dalam Lampiran I dan Lampiran II yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari keputusan.

KETIGA : Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU, beranggotakan Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) yang berada dalam satu wilayah dan unit kerja yang sama.

KEEMPAT : Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA dengan susunan keanggotaan sebagai berikut :

a. Kepala Satuan Kerja sebagai Penanggungjawab;

b. Kepala Bagian Tata Usaha/Kepala Subbagian Tata Usaha sebagai Koordinator;

c. Kepala Subbagian Keuangan sebagai Ketua;

d. Kepala Subbagian Umum sebagai Wakil Ketua;

e. Staf Subbagian Keuangan dan Umum sebagai Anggota/Petugas.

KELIMA : Unit Akuntansi Pembantu Pengguna Anggaran Wilayah (UAPPA-W) sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEEMPAT bertugas untuk :

a. melakukan proses penggabungan data laporan realisasi anggaran dan neraca yang berasal dari Unit Akuntansi Kuasa Pengguna Anggaran (UAKPA) di wilayah kerjanya setiap bulan;

b. melakukan rekonsiliasi data laporan realisasi anggaran dengan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan setiap triwulan yang hasilnya dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi (BAR);

SALINAN

(4)

4

c. menyampaikan Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca tingkat UAPPA-W beserta Arsip Data Komputer (ADK) setiap bulannya ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan di wilayah masing-masing dan UAPPA-E I yang membawahinya dengan tembusan Biro Keuangan Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial;

d. menyusun laporan keuangan tingkat UAPPA-W berdasarkan hasil penggabungan data laporan keuangan dari UAKPA-UAKPA yang ada di wilayahnya sesuai periodisasi pelaporan (Triwulan I, Semester I, Triwulan III dan Tahunan) secara berjenjang; dan

e. menyampaikan laporan keuangan gabungan dari UAPPA-W di wilayah kerjanya sesuai periodisasi pelaporan kepada UAPPA-E I yang membawahinya.

KEENAM : Semua pembiayaan sehubungan dengan dikeluarkannya Keputusan ini dibebankan pada anggaran masing-masing satuan kerja.

KETUJUH : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal 2 Januari 2014, dengan ketentuan apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 12 Februari 2014

A.N. MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

TOTO UTOMO BUDI SANTOSA

SALINAN

(5)

5

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada Yth : 1. Inspektur Jenderal Kementerian Sosial.

2. Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial.

3. Kepala Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial.

4. Kepala Biro Keuangan Kementerian Sosial.

5. Kepala Pusat Kajian Hukum Kementerian Sosial.

6. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan.

7. Yang bersangkutan untuk diketahui dan dilaksanakan.

SALINAN

(6)

6

SALINAN

(7)

7

LAMPIRAN I KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 17 / HUK / 2014 TANGGAL : 12 Februari 2014

TENTANG : UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL 013

UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH DI LINGKUNGAN DIREKTORAT JENDERAL REHABILITASI SOSIAL

KEMENTERIAN SOSIAL

NO PEJABAT PENANGGUNGJAWAB YANG

DITUNJUK WILAYAH SATUAN KERJA YANG TERGABUNG

01 02 03 04

1. Kepala Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Melati” Jakarta

DKI JAKARTA

1. Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Melati” Jakarta.

2. Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) “Handayani” Jakarta.

3. Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) “Mulya Jaya” Jakarta.

4. Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Bambu Apus” Jakarta.

SALINAN

(8)

8 2. Kepala Balai Besar Rehabilitasi

Vokasional Bina Daksa (BBRVBD)

„Cibinong‟ Bogor

JAWA BARAT

1. Balai Besar Rehabilitasi Vokasional Bina Daksa (BBRVBD)

„Cibinong‟ Bogor.

2. Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) “Abiyoso”

Bandung.

3. Panti Sosial Bina Laras (PSBL) “Phala Martha” Sukabumi.

4. Panti Sosial Bina Netra (PSBN) “Wiyata Guna” Bandung.

5. Panti Sosial Bina Karya (PSBK) “Pangudi Luhur” Bekasi.

6. Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) “Budhi Dharma”

Bekasi.

7. Panti Sosial Bina Netra (PSBN) “Tan Miyat” Bekasi

8. Panti Sosial Pamardhi Putra (PSPP) “Galih Pakuan” Bogor.

9. Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) “Ciung Wanara” Bogor.

3. Kepala Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) “Prof. Dr.

Soeharso” Surakarta

JAWA TENGAH

1. Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD)

“Prof. Dr. Soeharso” Surakarta

2. Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita (BBRSBG)

“Kartini” Temanggung.

3. Panti Sosial Petirahan Anak (PSPA) “Satria” Baturaden.

4. Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) “Antasena” Magelang.

5. Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) “Tunas Bangsa” Pati.

SALINAN

(9)

9 4. Kepala Panti Sosial Asuhan Anak

(PSAA) “Darussa‟adah” Aceh BANDA ACEH Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) “Darussa‟adah” Aceh 5. Kepala Panti Sosial Pamardhi Putra

(PSPP) “Insyaf” Medan SUMATERA UTARA

1. Panti Sosial Pamardhi Putra (PSPP) “Insyaf” Medan 2. Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) “Bahagia” Medan

6. Kepala Panti Sosial Bina Remaja (PSBR)

“Rumbai” Pekanbaru R I A U Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Rumbai” Pekanbaru 7. Kepala Panti Sosial Asuhan Anak

(PSAA) “Alyatama” Jambi J A M B I Panti Sosial Asuhan Anak (PSAA) “Alyatama” Jambi 8. Kepala Panti Sosial Bina Daksa (PSBD)

“Budi Perkasa” Palembang SUMATERA SELATAN Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) “Budi Perkasa” Palembang 9. Kepala Panti Sosial Bina Laras (PSBL)

“Budi Luhur” Banjarmasin KALIMANTAN SELATAN Panti Sosial Bina Laras (PSBL) “Budi Luhur” Banjarmasin 10. Kepala Panti Sosial Bina Netra (PSBN)

“Tumou Tou” Manado SULAWESI UTARA Panti Sosial Bina Netra (PSBN) “Tumou Tou” Manado 11. Kepala Panti Sosial Bina Grahita (PSBG)

“Nipotowe” Palu SULAWESI TENGAH Panti Sosial Bina Grahita (PSBG) “Nipotowe” Palu

SALINAN

(10)

10 12. Kepala Panti Sosial Bina Daksa (PSBD)

“Wirajaya” Makassar SULAWESI SELATAN

1. Panti Sosial Bina Daksa (PSBD) “Wirajaya” Makassar 2. Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) “Gau Mabaji” Gowa 3. Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) “Toddopuli” Makassar 13. Kepala Panti Sosial Bina Rungu Wicara

(PSBRW) “Moehai” Kendari SULAWESI TENGGARA

1. Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Moehai”

Kendari

2. Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) “Minaula” Kendari 14. Kepala Panti Sosial Bina Netra (PSBN)

“Mahatmiya” Tabanan B A L I Panti Sosial Bina Netra (PSBN) “Mahatmiya” Tabanan.

15. Kepala Panti Sosial Marsudi Putra

(PSMP) “Paramita” Mataram N T B Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) “Paramita” Mataram

16. Kepala Panti Sosial Bina Rungu Wicara

(PSBRW) “Efata” Kupang N T T 1. Panti Sosial Bina Rungu Wicara (PSBRW) “Efata” Kupang.

2. Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) “Naibonat” Kupang.

17. Kepala Panti Sosial Bina Laras (PSBL)

“Dharma Guna” Bengkulu BENGKULU Panti Sosial Bina Laras (PSBL) “Dharma Guna” Bengkulu

SALINAN

(11)

11 18. Kepala Panti Sosial Bina Pasca Lara

Kronis (PSBPLK) “Wasana Bahagia”

Ternate MALUKU UTARA Panti Sosial Bina Pasca Lara Kronis (PSBPLK) “Wasana Bahagia” Ternate

A.N. MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

TOTO UTOMO BUDI SANTOSA

SALINAN

(12)

12

UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH

DI LINGKUNGAN BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KEMENTERIAN SOSIAL

LAMPIRAN II KEPUTUSAN SEKRETARIS JENDERAL KEMENTERIAN SOSIAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR : 17 / HUK / 2014 TANGGAL : 12 Februari 2014

TENTANG : UNIT AKUNTANSI PEMBANTU PENGGUNA ANGGARAN WILAYAH DI LINGKUNGAN KEMENTERIAN SOSIAL0H

NO PEJABAT PENANGGUNGJAWAB YANG

DITUNJUK WILAYAH SATUAN KERJA YANG TERGABUNG

01 02 03 04

1. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Bandung JAWA BARAT 1. BBPPKS Bandung

2. STKS Bandung 2. Kepala Balai Besar Pendidikan dan

Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Yogyakarta D.I. YOGYAKARTA 1. BBPPKS Yogyakarta

2. BBPPPKS Yogyakarta

SALINAN

(13)

13

3. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Padang SUMATERA BARAT BBPPKS Padang

4. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Banjarmasin KALIMANTAN SELATAN BBPPKS Banjarmasin

5. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Makassar SULAWESI SELATAN BBPPKS Makassar

6. Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS)

Jayapura. P A P U A BBPPKS Jayapura

A.N. MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

TOTO UTOMO BUDI SANTOSA

SALINAN

Referensi

Dokumen terkait

Kalau kita pahami bahwa agama akhirnya menuju kepada penyempurnaan berbagai keluhuran budi, maka pertumbuhan seorang anak tokoh keagamaan menjadi anak yang nakal dan binal

[r]

Bila node tersebut mempunyai nilai 1 lebih dari satu pada posisi yang bersangkutan, akan dilakukan random untuk nilai mana yang akan bernilai 1. Dan apabila pada posisi

Indonesia yang diukur menggunakan persen memberikan korelasi negatif dan signifikan terhadap indeks harga saham gabungan dengan koefisien sebesar 0.164718 yang berarti bahwa

Baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, produksi kedelai bersifat inelastis terhadap perubahan harga di tingkat petani karena memiliki nilai |E| <1.. Sifat inelastis ini

Faktor/Standar/Model yang digunakan dalam pengembangan ini adalah Model kualitas layanan yang digunakan adalah model Service quality, Akreditasi Institusi Perguruan

96 SONI ANGGARA SAPUTRA PONTIANAK BARAT JL.KOM.YOS SUDARSO GG.JERUJU III DALAM B/E NO.81 97 SONIA QADARIAH PONTIANAK BARAT JL. KOM YOS SUDARSO GG. ALPOKAT INDAH JALUR 3 98 SY.