• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI APLIKASI PEDULI LINDUNGI PADA PENGUNJUNG MALL CIPUTRA SERAYA PEKANBARU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "IMPLEMENTASI APLIKASI PEDULI LINDUNGI PADA PENGUNJUNG MALL CIPUTRA SERAYA PEKANBARU "

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI APLIKASI PEDULI LINDUNGI PADA PENGUNJUNG MALL CIPUTRA SERAYA PEKANBARU

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau untuk Memenuhi Salah Satu Syarat

Memeroleh Gelar Sarjana Strata Satu Ilmu Komunikasi (S.Ikom)

Oleh:

BELLA ASRIANTI NIM. 11840323672

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIM KASIM RIAU

2023

5589/KOM-D/SD-S1/2023

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

i ABSTRAK

Nama : Bella Asrianti

Jurusan : Ilmu Komunikasi (Broadcasting)

Judul : Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

Sejak masa pandemi dari tahun 2019 lalu, hingga saat ini pola kehidupan masyarakat berubah secara signifikan khususnya perubahan sistem yang ada pada pusat perbelanjaan khususnya Mall Ciputra Seraya Pekanbaru. Masyarakat Pekanbaru harus melakukan scan barcode pada aplikasi peduli lindungi dan pengawasan aturan protokol kesehatan selama berada di area mall. Tentunya hal ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35, 36, dan 37 Tahun 2021 yaitu pemerintah mengatur ketentuan penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada pengelola pusat perbelanjaan yang diwajibkan melakukan skrining menggunakan aplikasi tersebut. Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian adalah untuk mengetahui Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif memalui teknik wawancara, observasi dan dokumentasi dengan menggunakan teori SOR. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Isi pesan (stimulus) dari implementasi aplikasi pedulilindungi dilihat dari aspek komunikator dimana yang berperan penting terdiri dari management mall, security dan customer service. Pesan yang disampaikan dapat diterima oleh pengunjung untuk melakukan scan barcode aplikasi saat memasuki area mall dan mematuhi prokes yang ada yang terdiri dari mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh , serta menggunakan masker didapat dari saluran komunikasi yang telah disiapkan oleh pihak mall seperti akun media sosaial intagram mall, x banner, dan seruan dari customer service.Organisme (komunikan), dalam hal ini pengunjung dilihat dari perhatian dan antusias pengunjung untuk meningkatkan kesadaran mentaati aturan yang diterapkan di area mall, perhatian komunikan ini dilihat dari aspek kerangka referensi yang menyangkut dengan latar belakang pengunjung baik itu Pendidikan ataupun usia dan aspek factor situasi dan kondisi, dimana yang sering menjadi keluhan adalah persoalan jaringan, paket data yang tidak memadai dan eror system pada aplikasi tersebut.Response (tanggapan) pengunjung mall terdapat nrespon positif dan respon negative. Pengunjung yang merespon positif tidak lain mendukung kebijakan tersebut begitupun sebaliknya.

Pada respon ini juga ada dampak dari implementasi aplikasi pedulilindungi yang diterapkan di mall yang terdiri dari dampak kognitif, afektif dan konatif.

Kata Kunci : Implementasi, Aplikasi Pedulilindungi, Pengunjung

(7)

ii ABSTRACT

Name : Bella Asrianti

Department : Communication Studies (Broadcasting)

Title : Implementation of the Care to Protect Application for Mall Visitors Ciputra Seraya Pekanbaru

Since the pandemic period of 2019, until now the pattern of people's lives has changed significantly, especially changes in the existing system in shopping centers, especially the Ciputra Seraya Mall, Pekanbaru. Pekanbaru people must scan barcodes on applications that care for protect and supervise health protocol rules while in the mall area. Of course, this is based on the Instructions of the Minister of Home Affairs Numbers 35, 36 and 37 of 2021, namely the government regulates the conditions for using the PeduliLindungi application for shopping center managers who are required to conduct screening using the application.

The aim of this research is to find out the Implementation of the Protect Protect Application for Ciputra Seraya Pekanbaru Mall Visitors. The method used in this research is descriptive qualitative through interview techniques, observation and documentation using SOR theory. The results of this study are the contents of the message (stimulus) from the implementation of the care-protected application seen from the communicator aspect where those who play an important role consist of mall management, security and customer service. The message conveyed can be received by visitors to scan the application barcode when entering the mall area and comply with existing health protocols which consist of washing hands, checking body temperature, and using masks obtained from communication channels that have been prepared by the mall, such as Instagram mall social media accounts. , x banners, and calls from customer service.

Organism (communicant), in this case visitors are seen from the attention and enthusiasm of visitors to increase awareness of obeying the rules applied in the mall area, the communicant's attention is seen from the aspect of the frame of reference relating to the visitor's background be it education or age and aspects of situational factors and conditions, where what often becomes a complaint is network problems, inadequate data packets and system errors in the application.

The response (response) of mall visitors has been positive and negative responses.

Visitors who responded positively supported the policy and vice versa. In this response there is also an impact from the implementation of the care-protection application implemented in the mall which consists of cognitive, affective and conative impacts.

Keywords: Implementation, Protected Application, Visitors

(8)

iii

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullohi Wabarakatuh

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta karunianya serta hidayahnya baik itu dalam bentuk kesehatan dan kesempurnaan jiwa raga sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi guna sebagai melengkapi tugas akhir untuk memperoleh gelar Strata Satu (S1). Shalawat beserta salam kita sampaikan buat junjungan alam yakni Nabi Besar kita Muhammad Saw yang telah menyampaikan wahyu kepada umatnya hingga akhir zaman.

Alhamdulillah, penulis mampu menyelesaikan skripsi ini yang berjudul Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata Satu (S1) Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sulthan Syarif Kasim Riau.

Dalam menyelesaikan skripsi ini, penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang disebabkan keterbatasan dan pengalaman yang penulis punya.

Namun penulis juga banyak mendapatkan berbagai bimbingan, bantuan, dukungan dan doa dari berbagai pihak. Teristimewa kepada kedua oramg tua penulis, yaitu Ayahanda Alm. Asman Junir dan Ibunda Sri Hartati yang selalu mencurahkan kasih sayang, do’a, support dan motivasi. Terimakasih atas segala pemberian ayahanda dan ibunda yang tidak bisa dilupakan, yang selalu memberikan penulis semangat dalam situasi terpuruk dan tidak akan mungkin bisa terbalaskan oleh penulis. Serta ucapan terimakasih kepada sepupu yang penulis sayangi yaitu Ayi dan Ulan yang senantiasa tempat menyampaikan keluh kesah, doa dan menyemangati penulis dalam proses pembuatan skripsi sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi hingga akhirnya bisa diselesaikan.

(9)

iv

Penulis juga menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan. Hal ini disebabkan adanya keterbatasan ide, pengalaman dan pengetahuan untuk melengkapi skripsi ini. Namun penulis benar-benar merasakan bantuan dari semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Oleh sebab itu, perkenankanlah penulis menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Hairunas, M.Ag selaku Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

2. Bapak Dr. Imron Rosidi, S.Pd., M.A selaku Dekan Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau yang memberikan dukungan dan bantuan kepada penulis.

3. Bapak Dr. Masduki, M.Ag selaku Wakil Dekan I, Bapak Dr. Toni Hartono, M.Si selaku Wakil Dekan II, dan Bapak Dr. H. Arwan., M.Ag selaku Wakil Dekan III Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

4. Bapak Dr. Muhammad Badri S.Pd., M.Si selaku Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

5. Bapak Artis, S.Ag., M.I.Kom selaku Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

6. Bapak Yantos, M.Si selaku Penasehat Akademik (PA) yang selalu memberikan nasehat dan arahan kepada penulis serta dorongan dari awal perkuliahan sampai selesai.

7. Ibu Mardiah Rubani S.Ag., M.Si selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang telah banyak memberikan arahan, bimbingan, support, dan ilmu serta waktu yang sudah diluangkan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi. Semoga ibu selalu diberikan kesehatan dan mendapatkan pahala atas amal jariyah yang sudah diberikan berupa bimbingan selama penulisan skripsi kepada penulis.

(10)

v

8. Untuk para Dosen serta pegawai Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

9. Kepada para narasumber Bapak Fandi selaku Management mall ciputra seraya Pekanbaru, beserta satpam, penullis mengucapkan terimakasih karena telah membantu penulis dalam pemberian data serta informasi untuk penyelesaian skripsi ini.

10. Terimakasih kepada Ka Ocy yang selalu mendukung, mensupport, memberikan pengetahuan dan menyemangati penulis dalam menyelesaikan skripsi.

11. Terimakasih kepada Rudianto yang selalu mendukung, mensupport, menyemangati, dan membuat moodboster penulis dari keadaan yang terpuruk hingga penulis dalam menyelesaikan skripsi.

12. Terimakasih kepada sahabat seperjuangan Ilmu Komunikasi yaitu Ima, Hyung, Kamila, Dandi, yang selalu membantu dan mendengarkan keluh kesah serta menyemangati penulis hingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

13. Terimakasih kasih kepada teman-teman Ilmu Komunikasi Angkatan 2018 khususnya kelas kebanggaan Ilkom A dan Broadcasting H yang telah berjuang bersama-sama penulis.

14. Dan semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu dan memberikan arahan sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Ucapkan terimakasih penulis kepada semua pihak yang sudah membantu selama menjalani proses perkuliahan di Uin Suska Riau Fakultas Dakwan dan Ilmu Komunikasi Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Broadcasting. Penulis juga meminta maaf sebesar besarnya atas segala kesalahan dan kekurangan yang penulis perbuat selama perkuliahan berlangsung baik yang disengaja maupun tidak sengaja.

(11)

vi

Demikian skripsi ini, penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini banyak terdapat kekurangan maka penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk menjadi perbaikan dimasa yang akan datang. Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembacanya.

Pekanbaru, 06 Desember 2022

Penulis

BELLA ASRIANTI NIM. 11840323672

(12)

vii DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR TABEL... ix

DAFTAR GAMBAR ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Ruang Lingkup Kajian ... 5

1.3 Penegasan Istilah ... 5

1.3.1 Implementasi ... 5

1.3.2 Aplikasi Peduli Lindungi ... 5

1.3.3 Pengunjung ... 5

1.3.4 Mall Ciputra Seraya Pekanbaru ... 6

1.4 Rumusan Masalah ... 6

1.5 Tujuan Penelitian ... 6

1.6 Manfaat Penelitian ... 6

1.7 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 8

2.1 Kajian Terdahulu ... 8

2.2 Landasan Teori ... 12

2.2.1 Implementasi ... 12

2.3 Kerangka Pemikiran ... 17

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 18

3.1. Desain Penelitian ... 18

3.2. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 19

3.3. Sumber Data ... 19

3.4. Informan Penelitian ... 20

(13)

viii

Sumber: Olahan Data Penelitian 2022 ... 21

3.5. Teknik Pengumpulan Data ... 21

3.6. Teknik Analisis Data ... 24

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 35

5.1. Hasil Penelitian ... 35

5.2. Pembahasan ... 61

BAB VI PENUTUP ... 76

6.1. Kesimpulan ... 76

6.2. Saran ... 76

DAFTAR PUSTAKA ... 78 LAMPIRAN

(14)

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 3. 1. Informan Penelitian... 20 Tabel 5. 1. Peranan Komunikator Mall Ciputra Seraya Pekanbaru dalam

mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi ... 63

(15)

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1. Model S-O-R ... 15

Gambar 2. 2. Kerangka Pemikiran ... 17

Gambar 4. 1. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru ... 26

Gambar 4. 2. Struktur Organisasi ... 28

Gambar 4. 3. Tampilan Menu Home pada aplikasi PeduliLindungi ... 33

Gambar 5. 1. Tampilan Web Mall Ciputra Seraya Pekanbaru ... 45

Gambar 5. 2. Banner Scan Aplikasi Pedulilindungi ... 49

Gambar 5. 3. Alat Pengecekan Suhu Tubuh ... 50

Gambar 5. 4. Fasilitas cuci tangan ... 50

Gambar 5. 5. Komunikator Mall Ciputra Seraya Pekanbaru dalam mengimplementasikan aplikasi PeduliLindungi ... 62

Gambar 5. 6. Alur Informasi Pengunjung Mall ... 65

Gambar 5. 7. Peratuaran Gugus Pandemic... 67

(16)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Sejak mewabahnya virus Covid-19 di Indonesia khususnya yang telah masuk ke Kota Pekanbaru pada awal maret 2020 tahun lalu. Hingga saat ini masih belum mampu teratasi secara global baik dari sisi peraturan pemerintah yang akan diterapkan, sisi sarana prasarana pencegahan covid-19, maupun menyangkut pada sisi tingkat kesadaran masyarakat yang masih tergolong rendah. Sehingga fluktuasi angka penyebaran covid-19 masih terbilang cukup tinggi. Tanpa disadari kebijakan pemerintah Kota Pekanbaru terhadap tatanan masyarakat melakukan peraturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Aturan ini dianggap pemerintah mampu mengurangi resiko bencana kesehatan dimasa pandemi.

Hal ini sesuai dengan salah satu penelitian dari Roshiful Qolbi dengan judul Perencanaan Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Dalam Menangani Penyebaran Covid-19 Pada Tahun 2020. Dalam penelitian ini menyatakan bahwa rendahnya pengetahuan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan, sikap masyarakat yang apatis, kurangnya informasi real yang dibutuhkan masyarakat dalam menangani virus covid-19 sehingga memerlukan evaluasi perencanaan komunikasi yang efektif.1

Dari data diatas ternyata secara realistis juga berpengaruh dalam aktivitas masyarakat atau akomodasi masyarakat dalam melakukan pusat perbelanjaan baik itu di pasar, minimarket bahkan pusat perbelanjaan mall yang ada di Pekanbaru.

Tentunya dalam hal ini pemerintah melakukan pengetatan peraturan dalam operasional mall yang ada di Pekanbaru khususnya Ciputra Seraya. Mall Ciputra Seraya ini sudah menerapan Aplikasi PeduliLindungi disetiap Kawasan masuk pada pintu mall. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru terletak dijalan Riau No.58

1 Roshiful Qolbi. 2020. Perencanaan Komunikasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Dalam Menangani Penyebaran Covid-19 Di Pekanbaru.Jurnal Ilmu Komunikasi:Unri

(17)

2

Kampung Baru Kecamatab Senapelan, Kota Pekanbaru. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan pilihan masyarakat Kota Pekanbaru dan sekitarnya yang memiliki konsep modern. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru ini resmi di buka tahun 2004 lalu yang saat ini tentu saja menjadi favorit masyarakat.2 Tentunya system mengunjungi mall Ciputra Seraya Pekanbaru saat ini mengalami perubahan signifikan, apalagi di situasi pandemi.

Dulunya Ketika masuk mall tidak perlu melakukan scan barcode aplikasi PeduliLindungi dan pengecekan suhu. Namun saat ini scan barcode PeduliLindungi wajib di lakukan oleh seluruh pengunjung mall, begitu juga dengan pengecekan suhu tubuh. Aturan ini bersifat muttlak yang dibuat oleh pemerintah yang harus di patuhi oleh masyarakat.

Aturan ini berdasarkan pada pemberitaan pada Agustus 2021 pada situs https://www.cnnindonesia.com/, dalam pemberitaan tersebut menyatakan Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 35, 36, dan 37 Tahun 2021, pemerintah mengatur ketentuan penggunaan PeduliLindungi. Pengelola pusat perbelanjaan diwajibkan melakukan skrining menggunakan aplikasi itu.3 Selain itu adalah rasa enggan masyarakat yang dulunya melakukan vaksinasi covid-19.

Hal ini dikarenakan masyarakat merasa punya keterpaksaan sendiri untuk divaksin. Aturan vakisinasi ini wajib karena sudah tertera sebagai syarat mutlak dalam penggunaan aplikasi pedulilindungi saat masuk pusat perbelanjaan kota Pekanbaru.

Hal ini ditambah dengan wawancara salah satu pengunjung tanggal 02 maret 2022 atas nama Paramitha mengatakan bahwa “saya fikir system scan barcode aplikasi PeduliLindungi ini di satu sisi bagus, namun secara pribadi saya berpendapat bahwa tidak mempengaruhi dengan pengacakan dari aplikasi PeduliLindungi itu sendiri, sehingga menurut saya pengaruhnya tidak terlalu begitu berefek hanya menambah ribet untuk masuk saja”.4

2 https://www.malciputraseraya.com/public/ diakses tanggal 01 maret 2022 pukul 21.31 wib

3https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210824140509-92-684614/masuk-mal-dan- kantor-wajib-pakai-aplikasi-pedulilindungi. diakses tanggal 14 Mei 2022 pukul 21.31 wib

4 Hasil wawancara Prariset tanggal 02 Maret 2022

(18)

3

Tentunya aktivitas ini membuat pergerakan masyarakat secara tidak langsung berubah karena awalnya tidak ada intruksi masuk mall menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini sejalan dengan pemberitaan dari nadariau.com tanggal 17 desember 2021 menyatakan bahwa Penerapan aplikasi PeduliLindungi sesuai dengan SE Wali Kota pada poin 6 yakni Kegiatan pada pusat perbelanjaan/mal/pusat perdagangan. Aplikasi PeduliLindungi diterapkan di seluruh pusat perbelanjaan yang bergabung dengan APPBI Riau yakni, Mall Pekanbaru, Plaza Senapelan, Plaza The Central, Plaza Citra, Sukaramai Trade Centre, Metropolitan City, Mall Ciputra, Mall SKA, serta Mall Living World.5

Dari pemberitaan diatas, dapat terlihat jelas bahwa setelah diberlakukannya akses check in controll pada bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru maka pemerintah dengan ketat memperluas penyaringan covid-19 dipusat perbelanjaan Kota Pekanbaru dengan landasan mengacu kepada imbauan Gubernur Riau dan Surat Edaran Nomor : 27/SE/SATGAS/2021 tentang Pedoman Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 di Kota Pekanbaru dengan ketentuan di pintu masuk pengunjung harus tunjukkan aplikasi pedulilindungi. Kalau tidak ada maka pengunjung mall tidak boleh masuk alias dilarang. Aturan ini telah berjalan sejak 20 Desember 2021 lalu.

Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Corona virus Disease (COVID-19). Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat berpergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada dikeramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan. Pada saat mengunduh PeduliLindungi, sistem akan meminta persetujuan pengguna untuk mengaktifkan data dan lokasi. Dengan kondisi lokasi aktif, maka secara berkala aplikasi akan melakukan identifikasi lokasi Pengguna

5 https://nadariau.com/2021/12/17/pemko-pekanbaru-terapkan-aplikasi-pedulilindungi- saat-masuk-mall/ diakses tanggal 08 Februari 2022 pukul 22.30 wib

(19)

4

serta memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi penyebaran Covid-19.

Pun Hasil tracing ini akan memudahkan pemerintah untuk mengidentifikasikan siapa saja yang perlu mendapat penanganan lebih lanjut agar penghentian penyebaran Covid-19 dapat dilakukan.

Maka dari itu aplikasi PeduliLindungi ini sangat kompetibel digunakan disegala sector terkhususnya pada pusat perbelanjaan. Adanya perubahan masuk mall menggunakan aplikasi ini tentunya masyarakat Kota Pekanbaru khususnya pengunjung mall memiliki sudut pandang yg berbeda beda dalam menyikapi hal tersebut sehingga secara tidak langsung sudah pasti mendapatkan respon yang berbeda pula akan diberlakukannya aturan tersebut. Secara konseptual respon masyarakat adalah sama dengan umpan balik atau feedback yang memiliki peranan atau pengaruh besar dalam menentukan baik atau tidaknya suatu komunikasi dengan kata lain timbal balik dari apa yang dikomunikasikan terhadap orang-orang yang terlibat dalam proses komunikasi.6

Ketika semua yang sudah direncanakan secara strategis itu, maka perlu diimplementasikan.Dalam mengimplementasikan rencana strategis aplikasi peduli lindungi ini akan ada dua hal yang penting yaitu rencana aksi dan pelaksanaan rencana aksi yang sudah ditetapkan. Selain itu diperlukan sumberdaya yang dimiliki oleh manajemen dari mall ciputra seraya pekanbaru. Dengan demikian, implementasi yang strategis dapat menjalankan berbagai tindakan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan yang sudah diterapkan. Secara konseptual, Implementasi humas merupakan seluruh pelaksanaan dan peran humas yang terdapat didalam sebuah instansi yang sudah terencana dan terorganisir dengan tujuan menciptakan dan memelihara sebuah pengertian dan kepercayaan antara perusahaan dan khalayak umum, begitupun pada implementasi komunikasi aplikasi peduli lindungi merupakan seluruh pelaksanaan atau penerapan Electronic Humas dalam kinerja humas disuatu instansi tersebut.

Hal ini digunakan untuk mempermudah pelaksanaan dilapangan yang dilakukan secara digital, sehingga serta lebih aman, nyaman dan mengurangi potensi penumpukkan antrian serta mendukung potokol kesehatan selama

6 ahmad subandi.1982.psikologi sosial. Jakarta: Bulan Bintang

(20)

5

pandemi Covid-19. Dari fenomena diatas maka peneliti tertarik meneliti dengan judul “Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru”

1.2 Ruang Lingkup Kajian

Ruang lingkup penelitian ini ialah penulis membahas tentang bagaimana Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru.

1.3 Penegasan Istilah

Untuk menghindari terjadinya penyimpangan dan kesalah pahaman dalam memahami judul penelitian ini, maka penulis memberi Batasan dan penjelasan mengenai istilah-istilah yang dipakai dalam penelitian sebagai berikut:

1.3.1 Implementasi

Impementasi adalah bermuara pada aktivitas, aksi, Tindakan atau adanya mekanisme suatu system, implementasi bukan sekedar aktivitas, tapi suatu kegiatan yang terencana dan untuk mencapai tujuan kegiatan. 7

1.3.2 Aplikasi Peduli Lindungi

PeduliLindungi adalah aplikasi dan/atau situs yang dipergunakan dalam pelaksanaan surveilans Kesehatan oleh pemerintah Republik Indonesia dalam menangani penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19), antara lain penelusuran (tracing), pelacakan (tracking), pemberian peringatan (warning dan fencing) di wilayah RI dan dalam rangka memfasilitasi tatanan kehidupan yang baru (new normal).

1.3.3 Pengunjung

Pengunjung adalah orang – orang yang datang berkunjung pada suatu tempat atau negara yang terdiri dari banyak orang dengan tujuan yang berbeda – beda Menurut Resolusi Dewan Ekonomi dan Sosial PBB No. 870 pasal 5 dijelaskan bahwa pengunjung adalah setiap orang yang mengunjungi suatu negara

7 Nurdin Usman, Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum,Grasindo, Jakarta, 2002, Hal. 70

(21)

6

yang bukan merupakan tempat tinggalnya yang biasa dengan alasan apapun selain usaha untuk mencari pekerjaan.8

1.3.4 Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

Salah satu mall di Pekanbaru yang menawarkan konsep kemewahan utuk memenuhi gaya hidup modern masyarakat Pekanbaru kalangan menengah keatas yaitu Mal Ciputra Seraya Pekanbaru yang mulai dibuka pada tahun 2004.

1.4 Rumusan Masalah

Dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah penelitian di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui “Bagaimanakah Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru?”

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru.

1.6 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari hasil penelitian ini antara lain:

a. Secara Teoritis

Penelitian ini diharapkan bisa menjadi bahan referensi dan perbandingan bagi teman-teman mahasiswa lainnya yang akan melakukan penelitian yang sama di masa yang akan datang. Penelitian ini untuk mengembangkan ilmu komunikasi secara melatih peneliti dalam menerapkan dalam menerapkan teori-teori yang telah di dapat dibangku perkuliahan.

b. Secara Praktis

Penelitian ini sebagai bahan informasi dan sebagai masukan bagi Mall Ciputra Seraya Pekanbaru dan pengunjung terkait dri penggunaan aplikasi peduli lindungi dalam masuk Mall. Bagi penelitian berikutnya diharapkan hasil dari penelitian ini dapat menambah wawasan serta

8 https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakat

(22)

7

juga dapat menambah khasanah perpustakaan dan dijadikan bahan referensi penelitian lain serta bahan perbandingan bagi penelitian selanjutnya yang mengkaji topik yang sama.

1.7 Sistematika Penulisan

BAB I : PENDAHULUAN

Bab ini sebagai pembuka dalam pembahasan Proposal ini, sekaligus sebagai pendahuluan, disini akan di uraikan latar belakang masalah, penegasan masalah, kmudia ruang lingkup kajian, rumjsan masalah, tujuan masalah ndan kegunaan penelitian, dan sistematika penelitian.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan tentang kajian terdahulu, landasan teori dan kerangka pikir.

BAB III : METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini diuraikan jenis penelitian, lokasi dan waktu, informan penelitian, dan Teknik pengumpulan data.

BAB IV : GAMBARAN UMUM

Bab ini berisikan tentang gambaran umum lokasi tempat penelitian, seperti sejarah, visi dan misi dan struktur organisasi.

BAB V : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini berisikan tentang hasil penelitian beserta pembahasannya.

BAB VI : PENUTUP

Bab ini berisikan kesimpulan dan saran yang bermanfaat dari hasil penelitian.

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(23)

8 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Kajian Terdahulu

Dalam hal ini penulis memberi beberapa rujukan penelitian yang terdahulu, dimaksud untuk melengkapi dari penelitian yang telah ada sebelumnya.

Beberapa penelitian yang dapat dimasukkan sebagai rujukan untuk masalah yang telah diteliti dalam penelitian yang dilakukan yaitu berkaitan dengan respon masyarakat dalam implementasi aplikasi peduli lindungi di pusat perbelanjaan kota pekanbaru :

Pertama, jurnal dari Muhamad Meky Frindo dkk pada tahun 2021 dengan judul Peran Masyarakat Dalam Menghadapi New Normal Sosialisasi Aplikasi (Peduli Lindungi) Dan Produkti Di Masa Pandemic Covid-19. Adapun hasil penelitian dalam jurnal ini : Peran masyarakat dalam keadaan normal baru harus dipahami sepenuhnya, mulai dari pengenalan jenis virus Corona pendemik hingga penerapan protokol disabilitas sosial skala besar (PSBB) yang sudah ada.

Organisasi pemuda perlu memahami pentingnya aplikasi dalam melindungi mereka dari komunikasi dan informasi, serta cara menginstal dan menggunakannya. Dan tidak adanya batasan untuk tetap produktif selama pandemi COVID-19 adalah yang paling penting jika Anda ingin melanjutkan hidup dengan protokol yang ada. Ketiga komponen tersebut menjadi satu kesatuan yang menjadi bahan diskusi dan dialog dalam pengabdian masyarakat ini, serta dapat membuka pikiran dan menjadi sumbangsih bagi pemuda dan organisasi kepemudaan.9

Adapun persamaan jurnal diatas dengan penelitian yang penulis lakukan adalah sama sama mengangkat topik dari aplikasi peduli lindungi dengan menggunakan metode penelitian yang sama yaitu deskriptif kualitatif. Sedangkan perbedaan jurnal diatas dengan penelitian yang penulis lakukan adalah terletak pada objek kajian penelitian, pada jurnal ini lebih kepaa sosialisasi aplikasi peduli

9 Muhamad Meky Frindo dkk.2021. Peran Masyarakat Dalam Menghadapi New Normal Sosialisasi Aplikasi (Peduli Lindungi) Dan Produkti Di Masa Pandemic Covid-19. KOMMAS:

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pamulang

(24)

9

lindungi sedangkan penelitian saya berfokus kepada respon masyarakat pengunjung mall dalam menggunakan aplikasi tersebut.

Kedua, Jurnal dari Dian Herdiana tahun 2021 dengan judul Aplikasi Peduli Lindungi: Perlindungan Masyarakat Dalam Mengakses Fasilitas Publik Di Masa Pemberlakuan Kebijakan Ppkm. adapun hasil penelitian dalam jurnal ini yaitu pelaksanaan kebijakan AplikasiLindungi ditujukan kepada tiga hal utama yaitu perlindungan masyarakat dalam mengakses fasilitas publik, penelusuran (tracing) masyarakat yang terindikasi terpapar Covid-19, serta informasi pemetaan zonasi paparan Covid-19. Masalah yang muncul antara lain menyangkut keamamanan data masyarakat dalam aplikasi PeduliLindungi dan hak masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik. Rekomendasi dalam upaya perbaikan kebijakan PeduliLindungi yaitu jaminan keamanan data yang harus diberikan pemerintah dan rancangan kebijakan alternatif bagi masyarakat yang tidak memiliki gawai elektronik dalam mengakses fasilitas publik tanpa adanya perilaku diskriminatif melalui aplikasi PeduliLindungi.10

Adapun kesamaan jurnal diatas dengan yang penulis teliti adalah sama sama berorientasi pada masyarakat dari penggunaan aplikasi tersebut dan sama sama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sedangkan perbedaan dalam jurnal ini dengan penelitian yang saya lakukan adalah lebih kepada spesifikasi akses aplikasi lindungi, saya meneliti khusus pada respon masyarakat saat akses masuk mall living wold pekanbaru namun jurnal ini justru akses aplikasinya selama kebijakan PPKM diterapkan.

Ketiga, Jurnal dari Citra Eka Putri tahun 2021 dengan judul Aplikasi Pedulilindungi Mitigasi Bencana Covid-19 Di Indonesia. Adapun hasil dalam penelitian ini adalah KOMINFO melakukan tanggap bencana dengan model komunikasi bencana yang meliputi antara lain, Informasi, Komunikasi, Koordinasi, Mitigasi bencana dan media. keterlibatan media memastikan pesan dan informasi yang disampaikan akurat, cepat dan tepat, menyasar pada penggunaan media sosial di indonesia ke lima terbesar didunia, namun hasilnya

10 Dian Herdiana.2021. Aplikasi Peduli Lindungi: Perlindungan Masyarakat Dalam Mengakses Fasilitas Publik Di Masa Pemberlakuan Kebijakan Ppkm.Jurnal inovasi Penelitian:

UIN Sunan Gunung Djati Bandung

(25)

10

masih banyak masyarakat Indonesia yang justru enggan menggunakan aplikasi tersebut dengan alasan kurang efektif.11

Adapun kesamaan penelitian saya dengan jurnal diatas adalah sama sama menggunakan objek kajian penelitian aplikasi peduli lindungi sedangkan perbedaan jurnal diatas dengan penelitian yang saya lakukan adalah terletak pada teori penelitianya. Pada jurnal ini lebih menggunakan model model komunikasi sedangkan penelitian yang saay lakukan lebih kepada teori SOR.

Keempat, jurnal dari Anindya Putri Maharan dkk tahun 2021 dengan judul Literasi Digital : Efektifitas Aplikasi Pedulilindungi Dalam Memberikan Informasi Pada Mahasiswa FIP UPI. adapun hasil darin penelitian ini adalah Setelah kami melakukan penelitian pada mahasiswa UPI mengenai efektifitas penggunaan aplikasi PeduliLindungi, faktanya aplikasi ini sangat bermanfaat dan efektif untuk mengetahui aspekaspek tentang pencegahan tersebarnya virus corona serta kemudahan dalam mengakses aplikasi PeduliLindungi ini.

Penggunaaan aplikasi ini berpengaruh pada kemampuan literasi digital terhadap mahasiswa FIP UPI. Tidak hanya teori, namun mereka juga mengaplikasikan PeduliLindungi ini di kehidupan sehari-hari dan mereka menemukan adanya kelebihan dan kekurangan terhadap aplikasi ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi PeduliLindungi telah terbukti membawa pengaruh mahasiswa dalam literasi digital dan cukup efektif untuk proses mengirim ataupun menerima data.12

Adapun persamaan jurnal diatas dengan penelitian yang saya teliti adalah sama sama membahas tentang aplikasi peduli lindungi sedangkan perbedaannya terletak pada objek kajian penelitian, dimana jurnal diatas lebih kepada efektifitas mahasiswa sedangkan yang saya telilti lebih kepada respon pengunjung mall.

Kelima, jurnal dari Handoko tahun 2021 dengan judul Analisis Respon Penumpang Terhadap Penerapan New Normal Pada Layanan Kereta Api Jarak

11 Citra Eka Putri.2021. Aplikasi Pedulilindungi Mitigasi Bencana Covid-19 Di Indonesia. Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta: Jurnal Pustaka Komunikasi

12 Anindya Putri Maharan dkk.2021. Literasi Digital : Efektifitas Aplikasi Pedulilindungi Dalam Memberikan Informasi Pada Mahasiswa FIP UPI. Universitas Pendidikan Indonesia:

Indonesian Journal Of Adult And Community Educations.

(26)

11

Jauh Di Pulau Jawa. Adapun hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa penumpang menyatakan sangat setuju dengan penerapan new normal pada layanan kereta api jarak jauh yang diterapkan oleh PT KAI. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dari penggunaan aplikasi PeduliLindungi.13

Adapun persamaan jurnal diatas dengan penelitian yang saya teliti adalah sama sama membahas tentang aplikasi peduli lindungi sedangkan perbedaannya terletak pada metode penelitian dan desan penelitiannya.

Keenam, jurnal dari ita Sidatunisa, Dedi Nugroho, Benny Efendie, Rizky Farmasita tahun 2022 dengan judul Perspektif Masyarakat Mengenai Aplikasi untuk Pencegahan dan Penanganan COVID -19 di Jakarta. Adapun hasil dari penelitian ini adalah beberapa masyarakat telah menggunakan aplikasi pencegahan dan penanganan COVID-19 dengan nama aplikasi yang digunakan adalah Peduli Lindungi banyak yang berpendapat bahwa aplikasi ini cukup efektif digunakan untuk memperoleh banyak informasi tentang COVID-19 danmasyarakat dapat melakukan pelacakan kontak (contact tracing).

Kesimpulan penelitian terdapat kelebihan dan kekurangan pada aplikasi Peduli Lindungi dan masih diperlukan untuk penambahan fitur-fitur dalamaplikasi Peduli Lindungi.14

Adapun persamaan jurnal diatas dengan penelitian yang saya teliti adalah sama sama membahas tentang aplikasi peduli lindungi dengan metode penelitian kualitaitif dengan poin utama pandangan masyarakat sedangkan perbedaannya hanya mengkaji fitur aplikasi Pedulilindungi.

Ketujuh, jurnal dari I Gusti Ayu Melistyari Dewi tahun 2021 dengan judul Wisata Budaya Pasca Covid-19: Sebagai Kajian Awal Wisata Budaya Di Perkotaan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah analisis kritis pariwisata yang mempertimbangkan perspektif pasca pandemi yang paling tepat untuk

13 Handoko. 2021. Analisis Respon Penumpang Terhadap Penerapan New Normal Pada Layanan Kereta Api Jarak Jauh Di Pulau Jawa. Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume V Nomor 1 Maret 2021.

14 Ita Sidatunisa,dkk. 2022. Perspektif Masyarakat Mengenai Aplikasi untuk Pencegahan dan Penanganan COVID-19 di Jakarta. Jurnal penelitian dan pengabdian masyarakat. Volume 1No. 12 April 2022(1147-1157)

(27)

12

pariwisata budaya perkotaan, selain mengejar keuntungan sebagai tujuan akhir, berdasarkan keberlanjutan.15

Adapun persamaan jurnal diatas dengan penelitian yang saya teliti adalah sama sama membahas tentang penggunaan aplikasi peduli lindungi dengan metode penelitian kritis dengan poin utama pasca era pandemi sedangkan perbedaannya hanya mengkaji pariwisata setelah pandemic.

2.2 Landasan Teori 2.2.1 Implementasi

Dalam Dean Fahreza, tahun 2021 dikemukakan beberapa pengertian implementasi menurut beberapa ahli, yang pertama implementasi dimaksudkan membawa ke suatu hasil (akibat) melengkapi dan menyelesaikan. Implementasi juga dimaksudkan menyediakan sarana (alat) untuk melaksanakan sesuatu, memberikan hasil yang bersifat praktis terhadap sesuatu. Pressman dan Wildavsky mengemukakan bahwa: “Implementation as to carry out, accomplish, fulfil, produce, complete” maksudnya: membawa, meneyelesaikan, mengisi, menghasilkan, melengkapi. 16

Implementasi dapat dimaksudkan sebagai suatu aktivitas yang berkaitan dengan penyelesaian suatu pekerjaan dengan penggunaan sarana (alat) untuk memperoleh hasil. Apabila dikaitkan dengan kebijakan publik, maka kata implementasi kebijakan publik dapat diartikan sebagai aktivitas penyelesaian atau pelaksanaan kebijakan publik yang telah ditetapkan/disetujui dengan penggunaan sarana (alat) untuk mencapai tujuan kebijakan.

Implementasi merupakan tindakan-tindakan untuk mencapai tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan. Tindakan tersebut dilakukan baik oleh individu, pejabat pemerintah ataupun swasta. Dunn mengistilahkannya implementasi secara lebih khusus, menyebutnya dengan istilah implementasi kebikan dalam bukunya yang berjudul Analisis Kebijakan Publik. Menurutnya

15 IGusti Ayu Melistyari Dewi. 2021. Wisata Budaya Pasca Covid-19:Sebagai Kajian Awal Wisata Budaya Di Perkotaan. Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management. Vol 4 No 2 (2021).

16 Pressman JL dan aaron wildavsky.1973.implementations: how great expectations in washinton are dased in Oakland,London: California press.

(28)

13

implementasi kebijakan (Policy Implementation) adalah pelaksanaan pengendalian aksi-aksi kebijakan di dalam kurun waktu tertentu.

Pengertian implementasi dikemukakan oleh Solichin Abdul Wahab dalam bukunya Analisis Kebijakan: Dari Formula ke Implementasi Kebiajaksanaan Negara yaitu: “Implementasi adalah tindakan-tindakan yang dilakukan oleh individu-individu atau pejabat-pejabat kelompok-kelompok pemerintah atau swasta yang diarahkan pada tercapainya tujuan-tujuan yang telah digariskan dalam keputusan kebijakan”.17

Dari pengertian-pengertian diatas memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada mekanisme suatu sistem. Berdasarkan acuan norma- norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan.

2.2.2 Aplikasi Peduli Lindungi

Peduli lindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19). Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat berpergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

Pengguna aplikasi ini juga akan mendapatkan notifikasi jika berada dikeramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata bahwa ada orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau ada Pasien Dalam Pengawasan.

Adapun cara kerja dari aplikasi ini adalah Pada saat mengunduh PeduliLindungi, sistem akan meminta persetujuan pengguna untuk mengaktifkan data dan lokasi. Dengan kondisi lokasi aktif, maka secara berkala aplikasi akan melakukan identifikasi lokasi Pengguna serta memberikan informasi terkait keramaian dan zonasi penyebaran Covid-19.

Hasil tracing ini akan memudahkan pemerintah untuk mengidentifikasikan siapa saja yang perlu mendapat penanganan lebih lanjut agar penghentian penyebaran Covid-19 dapat dilakukan. Sehingga, semakin banyak partisipasi

17 Wahab, Solichin Abdul, 2012. Analisis Kebijakan (Formulasi Ke Penyusunan ModelModel Implementasi Kebijakan Publik. Jakarta: Pt. Bumi Aksara

(29)

14

masyarakat yang menggunakan aplikasi ini, akan semakin membantu pemerintah dalam melakukan tracing dan tracking.

PeduliLindungi sangat memperhatikan kerahasiaan pribadi penggunanya.

data pengguna disimpan aman dalam format terenkripsi dan tidak akan dibagikan kepada orang lain. Data pengguna hanya akan diakses bila pengguna akun dalam risiko tertular Covid-19 dan perlu segerra dihubungi oleh petugas kesehatan.

Beberapa fungsi aplikasi PeduliLindungi, sebagai berikut:

1) Membantu pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Dengan mengaktifkan lokasi, maka dapat membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk mengehntikan penyebaran Covid-19.

2) Informasi zonasi dan notifikassi keramaian. Pengguna akan mendapatkan informasi area zonasi persebaran Covid-19 (merah, kuning, hijau) sesuai dengan lokasi yang dipilih dan mendapatkan notifikasi jika berada dikeramaian.

3) Pemeriksaan kesehatan. Jika pengguna memerlukan tenaga kesehatan, bisa menggunakan fitur Teledokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan mandiri dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan terkait kondisi kesehatan pengguna aplikasi PeduliLindungi. Diambil dari https://pedulilindungi.id/

2.3 Teori SOR

Teori S-O-R yang dikemukakan oleh Hovland, et.al pada tahun 1953.

Sebagai singkatan Stimulus – Organisme – Response merupakan teori komunikasi. Keberadaan atau kemunculan teori ini karena adanya pengaruh dari ilmu psikologi dalam ilmu komunikasi. Komunikasi merupakan poses penyampaian informasi, gagasan, emoai, keterampilan dan lainnya dengan menggunakan lambang-lambang, kata-kata, gambar-gambar, bilangan atau grafis18. Teori SOR berkaitan dengan dasar jarum hipedermik merupakan salah satu teori komunikasi massa yang menitikberatkan pada kekuatan pengaruh media terhadap khalayak yaitu dimana dalam konsepsi jarum hipedermik terdapat suatu pemikiran bahwa masyarakat modern yang merupakan pribadi, yang tidak terlalu

18 Mulyana, Deddy. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Cetakan ke 18. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya, 2014

(30)

15

terpengaruh oleh kendala dan ikatan sosial, dan media massa di pandang sebagai sesuatu yang dominan untuk memobilisasi perilaku sesuai dengan tujuan dari berbagai kekuatan yang ada dalam masyarakat.19

Teori ini Objek materialnya adalah manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen: sikap, opini, perilaku, kognisi afeksi dan konasi.20Menurut teori ini, organisme menghasilkan perilaku tertentu jika ada konsisi stimulus khusus, sehinga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Seperti terlihat pada model S-O-R berikut:

Gambar 2. 1. Model S-O-R21

(Sumber: Effendy 2005: 254)

Gambar diatas menunjukkan bahwa perubahan sikap bergantung pada proses yang terjadi pada individu, stimulus atau pesan yang disampaikan oleh komunikator kepada komunikan mungkin akan diterima atau ditolak. Onong Uchjana Effendy pada tahun 2003 menjelaskan unsur atau elemen penting dalam model komunikasi S-O-R itu ada tiga. Adapun keterkaitan dari tiga elemen yang terpenting yang membantu peneliti dalam memecahkan permasalahan dalam penelitian, yaitu: 22

a. Stimulus, (S), merupakan pesan yang disampaikan kepada komunikan.

19 Sendjaja, Sasa Djuarsa., Teori Komunikasi, Universitas Terbuka, Jakarta, 2004

20 McQuail, D. (2011). Teori Komunikasi Massa. Jakarta: Salemba Humanika

21http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2HTML/2011200740MCBab2001/page 3.html diakses pada 27 Maret 2022 Pukul 20.00 WIB

22 Effendy, Uchjana Onong, Dinamika Komunikasi, (Jakarta: PT Remaja Rosdakarya:

Jakarta,2003), hlm 245

Respon ( R ) Tanggapan Stimulus ( S )

(Pesan)

Organisme ( O ) Pehatian, Pengertian,

Penerimaan

(31)

16

b. Organism, (O), yaitu penerima pesan yang memberikan perhatikan terahadap stimulus yang disampaikan kepadanya.

c. Response, (R), merupakan akibat atau efek perubahan sikap bergantung pada proses terhadap individu.

Asumsi dasar teori S-O-R adalah bahwa penyebab terjadinya perubahan perilaku bergantung pada kualitas rangsangan Stimulus (komunikator) yang berkomunikasi dengan organisme (komunikan). Menurut Irwanto, teori S-O-R adalah “Asosiasi atau koneksi antara suatu rangsangan tertentu (stimuli) dengan reaksi tertentu (respon)”, Prinsip teori S-O-R merupakan prinsip sederhana yaitu respon merupakan reaksi balik individu ketika menerima stimulus dari media.

Seseorang dapat komunikasi dianggap statis, manusia dianggap berprilaku karena kekuatan dari luar (stimulus), bukan berdasarkan kehendak, keinginan, atau kemampuan bebasnya. Model ini lebih sesuai biladiterapkan pada sistem pengendalian suhu udara alih-alih pada prilaku manusia mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. 23

Sedangkan Prinsip S-O-R pada dasarnys merupakan suatu prinsip yang sangat sederhana dimana efek merupakan reaksi terhadap stimuli tertentu. Dengan demikian dapat mengharapkan atau memperkirakan suatu kaitan erat antara pesan- pesan media dan interaksi audience. Maka dapat dikatakan bahwa prinsip S-O-R mengasumsikan bahwa pesan dibuat dan dibagikan atau disebarkan secara sistematik dan dalam skala yang banyak dan luas, sehingga secara bersamaan pesan tersebut dapat diterims bsgi sejumlah individu dan bukan ditujukan untuk satu orang atau perorang saja. Demikian juga pengguna teknologi untuk reproduksi dan distribusi diharapkan dapat memaksimalkan penerimaan respon khalayak.24

23 Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi, (Bandung: PT. Remajarosdakarya, 2005). h. 134

24 Rahmat Jalalludin. 2002. Metode Penelitian Komunikasi.Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

(32)

17

2.3 Kerangka Pemikiran

Gambar 2. 2. Kerangka Pemikiran

Sumber : Olahan Data Penelitian 2022 Stimulus

Management Mall Ciputra Pekanbaru

Tanggapan pengunjung pengunjung

Respon Organism

(33)

18 BAB III

METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Desain Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, artinya bagaimana penelitian akan menjelaskan dan menggambarkan tentang objek kajian dari Implementasi Aplikasi Peduli Lindungi Pada Pengunjung Mall Ciputra Seraya Pekanbaru. Riset kualitatif bertujuan untuk menjelaskan fenomena dengan sedalam-dalamnya. Riset ini tidak mengutamakan besarnya polusi atau sampling bahkan populasi atau samplingnya sangat terbatas. Jika data yang terkumpul sudah mendalam dan bisa menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari sampling lainnya. Disini yang lebih ditekankan adalah persoalan kedalaman (kualitas) data bukan banyaknya (kualitas) data.

Periset adalah bagian integral dari data, artinya periset ikut aktif dalam menentukan jenis data yang diinginkan. Dengan demikian, periset menjadi instrument riset yang harus terjun lansung di lapangan. Karena itu riset ini bersifat subjektif dan hasilnya lebih kasuistik bukan untuk digenerasikan. Desain riset dapat dibuat bersamaan atau sesudah riset. Desain dapat berubah atau disesuaikan dengan perkembangan riset. Sehingga tentu saja juga tidak mempunyai desain riset. Dengan tidak mendesain, dimaksudkan agar periset melakukan riset dalam setting yang alamiah dan memberikan peristiewa yang diteliti mengalir secara normal tanpa mengontrol variabel yang diteliti. 25

Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini lebih menekankan kepada interpretasi dari penelitian berdasarkan teori-teori yang ada. Penelitian kualitatif bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang sifatnya umum terhadap kenyataan social dari perspektif partisipan. Pemahaman tersebut tidak dapat ditentukan terlebih dahulu, tetapi diperoleh setelah melakukan analisis terhadap kenyataan social yang

25 Kriyantono, Rahmat. 2006. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : PT. Kencana Perdana.

(34)

19

menjadi focus penelitian, dan kemudian ditarik suatu kesimpulan berupa pemahan umum tentang kenyataan-kenyataan tersebut.26

Dengan kata lain, dalam metode penelitian ini nantinya peneliti akan menguraikan serta mendeskrispsikan terkait bagaimana sebenarnya penerapan aplikasi peduli lindungi ini diberlakukan di pusat perbelanjaan kota Pekanbaru khususnya Mall Ciputra Seraya yang peneliti jabarkan berdasarkan data atau temuan dilapangan dengan narasumber yang telah ditetapkan dan pilih sesuai kriteria peneliti.

3.2. Lokasi Dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat atau wilayah dimana penelitian tersebut akan dilakukan dan waktu merupakan kapan penelitian tersebut dilakukan. Adapun lokasi penelitian ini di Mall Ciputra Seraya Jl. Riau No.58, Kp. Baru, Kec. Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau 28154. sedangkan waktu penelitian dalam penelitian ini dari Juli-November2022.

3.3. Sumber Data

3.3.1 Sumber Data Primer

Sumber data Primer merupakan data yang diperoleh lansung dari sumber asli atau tidak melalui media, sumber data primer dapat berupa opini subjek atau orang subjek atau orang secara individua tau kelompok. Adapun sumber data primer dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara atau observasi.27 Maka, sumber data primer dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Pekanbaru yang mengunjungi Mall Ciputra Seraya serta manajemen Mall tersebut

3.3.2 Sumber data Sekunder

Data Sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak lansung yaitu dari hasil dokumentasi dan data-data yang tersedia dari berbagai pihak instansi terkait dengan penelitian. Data sekunder merupakan data yang dikumpulkan oleh peneliti dari sumber yang telah tersedia sehingga peneliti dapat disebut sebagai

26 Rosady Ruslan, Metode Penelitian kualitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), 213

27 Rosady Ruslan, Metode Penelitian kualitatif, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006), 213

(35)

20

tangan kedua.28 Data sekunder pada umumnya berbentuk catatan atau laporan data dokumentasi oleh Lembaga tertentu yang dipubliskan. Data sekunder dalam penelitian ini adalah petugas Mall Ciputra Seraya Pekanbaru serta user dari aplikasi peduli lindungi.

3.4. Informan Penelitian

Informan dalam penelitian ini akan di pilih secara purposive adalah Teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, Teknik ini bisa diartikan sebagai suatu proses pengambilan sampel dengan menentukan terlebih dahulu jumlah sampel yang hendak di ambil, kemudia pemilihan sampel dilakukan dengan berdasarkan tujuan-tujuan tertentu, asalkan tidak menyimpang dari ciri-ciri sampel yang ditetapkan. Informan penelitian menjadi dua yaitu: 29

1. Informan Kunci (Key Informan) merupakan para ahli yang sangat memahami dan dapat memberikan pnjelasan berbagai hal yang berkaitan dengan penelitian dan tidak dibatasi dengan wilayah tempat tinggal.

Informan kunci dalam penelitian ini adalah Management Komunikasi Mall Ciputra Seraya Kota Pekanbaru, dan masyarakat Pekanbaru yang mengunjungi Mall tersebut sebagai pusat perbelanjaan.

2. Informan pelengkap dalam penelitian ini adalah yaitu pihak pemerintah yang mengeluarkan aturan terkait penggunaan aplikasi Peduli Lindungi di pusat perbelanjaan Kota Pekanbaru, dan User (pengunjung) yang menggunakan aplikasi Peduli Lindungi.

Maka dari itu infroman dalam penelitian ini dapat di rincikan dalam tabel dibawa ini sebagai berikut:

Tabel 3. 1. Informan Penelitian

No. Nama Informan Penelitian Jabatan Keterangan

1. Fandio Management

Mall

Informant Key

28 Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi. Edisi Keempat. Jakarta: Salemba Empat.114.

29 Ruslan Rosady, Metode Penelitian : PR dan Komunikasi, (Jakarta:PT.Raja Grafindo Persada, 2006), 30.

(36)

21

2. M. Saputra Security Mall ( Satpam )

Informant Key

3. Novia Wulandari Pengunjung Informan Tambahan

4. Siska Pengunjung Informan Tambahan

5. Deni Pengunjung Informan Tambahan

6. Rara Pengunjung Informan Tambahan

7. Trilaini Pengunjung Informan Tambahan

8. Muharvianti Lestari Pengunjung Informan Tambahan

9. Juliana Pengunjung Informan Tambahan

10. Matthew Pengunjung Informan Tambahan

Sumber: Olahan Data Penelitian 2022

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Metode data adalah Teknik atau cara yang dapat digunakan periset untuk mengumpulkan data. Ada beberapa Teknik atau metode pengumpulan data yang biasanya dilakukan oleh periset. Metode pengumpulan data ini sangat ditentukan oleh metodologi riset, apakah kuantitatif atau kualitatif. Dalam riset kualitatif dikenal metode pengumpulan data : observasi (field observations), focus group discussion, wawancara mendalam (intensive/ depth interview) dan studi kasus.30 Sedangkan dalam riset kualitatif dikenal metode pengumpulan data: kuesioner (angket), wawancara (biasanya berstruktur) dan dokumentasi.periset dapat menggunakan salah satu atau gabungan dari metode diatas tergantung masalah yang dihadapi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

30 Wimmer, R.D.2000.Mass Media Research.and introductions, sixh edition.New York:Wathworth Publishing Company

(37)

22

a. Wawancara mendalam (depth interview)

Wawancara mendalam adalah suatu cara mengumpulan data atau informasi dengan cara lansung bertatap muka dengan informan agar mendapat data lengkap dan mendalam. Wawancara ini dilakukan dengan frekuensi tinggi (berulang- ulang) secara intensif. Selanjutnya dibedakan antara responden dengan informan (orang yang ingin periset ketahui/pahami dan yang akan di wawancarai intensif (instensif-interview). Biasanya menjadi alat utama pada riset kualitatif yang dikombinasikan dengan observasi partisipan. Pada wawancara mendalam ini, pewawancara relative tidak mempunyai control atau respon informan, artinya informan bebas memberikan jawaban. Karena itu periset mempunyai tugas berat agar informan bersedia memberi jawaban yang lengkap, mendalam, dan bila perlu tidak ada jawaban yang disembunyikan. Caranya dengan mengusahakan wawancara berlansung informan seperti orang sedang mengobrol. Wawancara mendalam mempunyai karakterisitik yang unik:

1. Digunakan untuk subjek yang sedikit atau bahkan satu dua orang saja.

Mengenai banyaknya subjek, tidak ada ukuran pasti.

2. Menyediakan latar belakang secara detail (detailed background) mengenai alasan informan memberikan jawaban tertentu.

3. Wawancara mendalam memerhatikan bukan untuk jawaban verbal informan, tapi juga observasi yang panjang mengenai respon nonverbal informan.

4. Wawancara mendalam ini biasanya dilakukan dalam waktu yang lama dan berkali-kali.

5. Memungkinkan memberikan pertanyaan yang berbeda atas informan yang satu dengan yang lainnya.

6. Wawancara mendalam sangat dipengaruhi oleh iklam wawancara.

Semakin kondusif iklim wawancara (keakraban) antara periset (pewawancara) dengan informan, makan wawancara dapat berlansung terus.

(38)

23

b. Observasi

Sebenarnya kegiatan observasi adalah kegiatan yang setiap saat kita lakukan. Dengan perlengkapan pancaindra yang kita miliki. Kita sering mengamati objek-objek disekitar kita. Sebelum kita memutuskan untuk berkenalan lebih jauh dengan seorang gadis, kita mengamati kebiasaan bahkan agar mampu menarik hati orang tua gadis, kita mengamati apa kegemaran si orang tua. Kegiatan observasi ini merupakan salah satu kegiatan yang kita lakukan untuk memahami lingkungan, selin membaca koran, mendengarkan radio, dan televisi atau berbicara dengan orang lain. Observasi disini diartikan sebagai kegiatan mengamati secara lansung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tertentu.

Namun, tidak semua observasi bisa disebut sebagai suatu metode dalam riset. Karena, metode mengumpulan data melalui observasi memerlukan syrat- syarat tertentu agar bermanfaat bagi kegiatan riset. Suatu kegiatan observasi baru bisa dimasukkan sebagai kegiatan pengumpulan data penelitian bila memenuhi syarat sebagai beriku:31

1. Observasi digunakan dalam riset dan telah direncanakan secara sistematik.

2. Observasi harus berkaitan dengan tujuan riset yang telah ditetapkan.

3. Observasi yang dilakukan harus dicatat secara sistematis dan dihubungkan dengan proposisi umum dan bukan dipaparkan sebagai suatu yang hanya menarik perhatian.

4. Observasi dapat di cek dan di control mengenai validitasi dan reliabitasnya.

c. Metode dokumentasi

Ada beberapa buku yang menganggap dokumentasi sebagai sebuah metode pengumpulan data. Anggapan ini biasanya terjadi dalam riset historis, yaitu bertujuan untuk menggali data-data masa lampau secara sistematis dan objektif. Buku ini menganggap bahwa dokumentasi adalah instrumen

31 Atwar Bajari,”Metode Penelitian Komunikasi”, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2017), hlm 97.

(39)

24

pengumpulan data. Metode observasi, kuesioner atau wawancara sering dilengkapi dengan kegiatan penelusuran dokumentasi. Tujuannya untuk mendapatkan informasi yang mendukung analisis dan interpretasi data. 32 3.6. Teknik Analisis Data

Setelah data terkumpul, kemudian dilaksanakan pengolaan data dengan metode kualitatif, setelah itu dianalisis secara kualitatis dilakukan dengan langkah-langkah sebagaimana yang diceritakan oleh Moelong, yaitu:33

1. Kualifikasi data, yakni pengelompokkan data sesuai topik-topik pembahasan.

2. Reduksi data, yakni memeriksa kelengkapan data untuk mencari data yang masih kurang dan mengesampingkan data yang kurang relevan.

3. Deskrisi data, yakni menguraikan data secara sistematis sesuai dengan topik-topik pembahasan.

4. Menarik kesimpulan, yakni merangkum uraian-uraian penjelasan kedalam susunan yang singkat dan padat.

Berdasarkan langkah-langkah yang dilaksanakan dalam pengolahan data, maka analisis data yang digunakan dalam pembahasan penelitian ini adalah data deskriptif kualitatif. Yaitu, data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Dijelaskan dengan kalimat sehingga data yang diperoleh dapat dipahami maksud dan maknanya.

32 Rachmat Kriyantono,“Teknik Praktis Riset Komunikasi, ( Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2008 ), hlm 118.

33 Lexy J Moelong, “Prosedur Penelitian”, ( Bandung: PT. Rineka Cipta, 2008 ), hlm 330-331.

(40)

25 BAB IV

GAMBARAN UMUM PENELITIAN 4.1 Sejarah Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

Mall Ciputra Seraya dibuka pada tahun 2004. Beralamat di Jalan Riau No.

58, Padang Terubuk, Senapelan, Kota Pekanbaru, Riau. Tempat wisata belanja ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan modern yang lengkap yang tidak hanya menyediakan busana, sepatu, perlengkapan sehari-hari kalangan atas, tetapi juga menyediakan semua kebutuhan berbagai lapisan. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru berada di pusat kota Pekanbaru, bisa dicapai 15 menit dari terminal Bandar Raya Payung Sekaki dan 20 menit dari Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru terdiri dari 5 lantai. Tempat belanja ini menyediakan semua kebutuhan keluarga mulai dari fashion, kebutuhan sehari- hari, kebutuhan anak-anak, dengan pilihan kafe, elektronik dan handphone yang relative terjangau, swalayan yang menyediakan buah-buahan dan alat tulis kantor.

Selain itu ada juga restoran dan memiliki food court yang terbanyak dipekanbaru yang pasti cukup memanjakan selera pengunjungnya. Mall ini juga dilengkapi dengan Matahari Supermarket & Dept. Store, Timezone, Toko Buku Karisma, Champion’s billiard dan Bioskop Riau 21. Bioskop 21 (Twenty One) sangat popular dikalangan anak muda Pekanbaru. Mereka yang mengunjungi Mall Ciputra Seraya pekanbaru akan menemukan suasana yang begitu nyaman dengan desain yang modern dan trendy, tidak heran bila Mall Ciputra Seraya menjadi pusat inspirasi masyarakat Pekanbaru. Mall ini kini menjadi salah satu tujuan dan tempat nongkrong anak muda.

Mall Ciputra Seraya merupakan satu-satunya mall pemilik group property nasional yaitu franchiseddari Grup Ciputra dan dikelola oleh PT Panca Seraya Permai. Seiring dengan berjalannya waktu, Mal Ciputra selalu berusaha meningkatkan pelayanannya dengan menambahkan fasilitas-fasilitas sesuai dengan kebutuhan pengunjungnya dengan mengisi tenant dan area rekreasi untuk tempat peristirahatan berupa restaurant dan cafe yang dilengkapi dengan fasilitasfasilitas bermain untuk anak-anak sesuai dengan kebutuhan

(41)

26

pengunjungnya.Sebagai mall dengan konsep lifestyleyang berkualitas modern, Mall Ciputra sebagai mall ternama dan paling diminati sekaligus menjadi brenchmark industry shopping centerdi wilayah Pekanbaru, telah berhasil menarik perhatian masyarakat Pekanbaru. Berikut ini adalah tampilan Mall Ciputra Seraya Pekanbaru:

Gambar 4. 1. Mall Ciputra Seraya Pekanbaru34

Sumber : Olahan Data Penelitian 2022

Mall Ciputra telah dikunjungi rata-rata 20.000/harinya dan mencapai hingga 800.000 orang/bulannya. Pada tahun 2015 total pengunjung sebanyak 6.631.947 orang, kemudian pada tahun 2016 meningkat sebanyak 7.040.232 orang. Bahkan total pengunjung tahun 2017 mampu meningkat mencapai hingga 7.528.601/tahunnya. Data diatas menunjukkan bahwa setiap tahunnya jumlah pengunjung Mal Ciputra semakin meningkat. Hal ini dikarenakan tersedianya berbagai fasilitas di Mal Ciputra seperti adanya tempat untuk bermain keluarga dan dilengkapi juga dengan tempat makan ataupun toko-toko yang menjual kebutuhan primer atau sekunder, sehingga fungsi mal tidak hanya untuk berbelanja saja melainkan masyarakat sudah menjadikannya sebagai salah satu

34 https://www.pekanbaru.go.id/p/menu/info-pusat-perbelanjaan/mal-ciputra-seraya diakses pada 19 september 2022 pukul 15.00 WIB

(42)

27

alternatif untukrefreshing. Selain itu, pihak mall juga sering mengadakan eventkhusus, seperti Rabu Asik di FoodworldMal Ciputra, yang menyuguhkan perform musicdari band-band Pekanbaru yang menghibur pengunjung setia Mall Ciputra.

4.2 Visi dan Misi Mall Ciputra Seraya Pekanbaru

Suatu perusahaan yang baik, pastilah memiliki visi dan misi perusahaan agar kinerja perusahaan memiliki tujuan nyata saat perusahaan berjalan. Visi Misi Grup Ciputra adalah sebagai berikut :

1. Visi

Mengembangkan sebuah grup bisnis properti dengan semangat yang unggul dan penuh inovasi, sehingga menciptakan nilai tambah dalam menyediakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat dan memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi para pemangku kepentingan.

2. Misi

Menjadi yang terdepan dalam bisnis properti dengan menjadi yang paling unggul, profesional dan menguntungkan, sehingga menjadi pilihan pertama bagi para konsumen, menjadi tempat kerja yang paling menarik dan menantang bagi para karyawan, menjadi investasi yang paling menguntungkan bagi para pemegang saham dan menjadi berkat yang nyata bagi masyarakat dan Tanah Air.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Sistem pelapisan permanen NANO-CERAMIC memberikan permukaan hidrofobik permanen yang dapat membersihkan sendiri, lebih mudah dibersihkan, dan lebih bersih lebih lama karena air

Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat menggunakan aplikasi peduli lindungi berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan nyata aplikasi tersebut berdasarkan

a) wajib menggunakan aplikasi Peduli Lindungi untuk melakukan skrining atau penerapan protokol kesehatan yang diatur oleh Pemerintah Daerah terhadap semua pengunjung

Pengecualian penggunaan Aplikasi Peduli Lindungi atau Kartu Vaksin Pertama kepada penumpang dibawah 12 tahun dan kepentingan khusus medis. KETENTUAN ANGKUTAN KA

Phase pelaksanaan proses Validasi Dokumen Kesehatan dan Hasil Vaksin pada aplikasi Peduli Lindungi melalui sistem Microsite atau fasilitas QR Code Scaner untuk menentukan status Laik

➢ AKAN MENYIAPKAN POS GERAI BAGI MASYARAKAT YANG BELUM DI VAKSINASI, MASYARAKAT YANG TERDATA DI APLIKASI PEDULI LINDUNGI BELUM DIVAKSIN AKAN SEGERA DI ARAHKAN KE GERAI VAKSIN YANG

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga skripsi yang berjudul “Analisa Sentimen Pendapat Masyarakat Indonesia Terhadap Aplikasi

Puji dan syukur kepada Allah S.W.T sehingga Laporan dari karya ilmiah dengan judul “ ANALISIS SENTIMEN ULASAN DAN RATING PENGGUNA PEDULI LINDUNGI PADA GOOGLE PLAYSTORE DENGAN