• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

(2)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

No Cabang Usaha Peluang Utama Skala Pendanaan Kebijakan Bank pada Umumnya

I Pra Budidaya

1

Pengadaan Lahan - - Tidak mendanai

2

Perijinan - - Tidak mendanai

3

Perbenihan - - Khusus

II Budidaya

1

Pembangunan Kebun Investasi Korporasi, Bisnis (Mikro), Program, Perorangan

Sangat hati-hati dan tidak untuk perorangan; lazimnya refinancing (pada TM3)

2

Pemeliharaan Tanaman

Modal kerja Korporasi, Bisnis (Mikro), Program, Perorangan

Pendanaan modal kerja biasa

3

Peremajaan Kebun Investasi Korporasi, Bisnis (Mikro), Program, Perorangan

Hati-hati; berjaminan kebun yang telah ada

PELUANG PEMBIAYAAN

(3)

No Cabang Usaha Peluang Utama Skala Pendanaan Kebijakan Bank pada Umumnya

III Pasca Panen

1 Pengangkutan TBS Investasi kendaraan Bisnis, Perorangan Pendanaan retail pada umumnya 2 Perdagangan TBS Modal kerja Bisnis, Perorangan Pendanaan modal kerja biasa IV Pengolahan

1 Pembangunan PMKS Investasi Korporasi Kredit investasi biasa

2 Pengolahan MKS (CPO) Modal kerja Korporasi Kredit modal kerja biasa

3 Pengolahan LPMKS Bisnis kompos Bisnis Pendanaan bisnis pada umumnya

V Perdagangan

1 Tangki Timbun Investasi pergudangan khusus

Korporasi Pendanaan retail, investasi pada aset khusus

2 Perdagangan CPO dan PK

Modal kerja Korporasi Pendanaan modal kerja biasa

VI Industri Hilir

1 Minyak Goreng Investasi PabrikModal kerja

Korporasi Pendanaan investasi dan modal kerja skala korporasi

2 Industri hilir lainnya Investasi Pabrik Modal kerja

Korporasi Pendanaan investasi dan modal kerja industri khusus

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PELUANG PEMBIAYAAN

(4)

Kredit Investasi

Pre-Planted

• Pengadaan Lahan

• Perijinan

• Land Clearing

• Pembibitan

Planting

• Infrastruktur

• Cover Crop

• Pembibitan

• Penanaman

Pemeliharaan

• Tanaman Belum Menghasilkan

• Tanaman Menghasilkan

Pascapanen

• Transportasi

• Perdagangan

Kredit Modal Kerja

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

SKEMA PEMBIAYAAN

(5)

Pedoman biaya investasi pembangunan kebun kelapa sawit mengacu kepada Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor 211/Kpts/RC.110/8/2012 yang dikeluarkan tangga 14 Agustus 2012.

Pada keputusan ini, pedoman pembangunan kebun kelapa sawit dibagi menjadi dua yaitu untuk keperluan perluasan dan peremajaan.

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

(6)

Tujuan Indikator Syarat Ketersediaan lahan • Status kehutanan

• RTRW-P

• Konsesi

• Tataguna

• Non-Kawasan/ APL

• Kawasan Pengembangan Perkebunan

• Diluar konsesi lain

• Diluar areal masyarakat Keterjangkauan lokasi • Jaringan transportasi

• Pelabuhan

• Tangki timbun

• Tersedia infrastruktur

• Terdapat pelabuhan

• Terdapat tangki timbun Kesesuaian lahan • Iklim

• Topografi

• Morfologi

• Zona iklim A, B atau C

• Lereng < 30%

• Solum > 60cm

Evaluasi Potensi Lahan

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(7)

Kegiatan

Wilayah (nilai dalam 000 juta)

Wil. I Wil. II Wil. III Wil. IV Wil.V Wil. VI

1 P 0 : Pembukaan Lahan dan Penanaman

- Tenaga Kerja - Infrastruktur - Bahan dan Alat

R = 21.857.783 T = 24.672.983

R = 22.186.694 T = 25.257.494

R = 21.967.420 T = 24.867.820

R = 22.077.057 T = 25.062.657

R = 21.967.420 T = 24.867.820

R = 22.888.371 T = 26.504.451

2 P 1 : Pemeliharaan Tahun 1

- Tenaga Kerja - Bahan dan Alat

R = 7.589.047 T = 10.487.003

R = 8.203.197 T = 11.551.057

R = 7.793.763 T = 10.841.688

R = 7.998.480 T = 11.196.372

R = 7.793.763 T = 10.841.688

R = 9.513.383 T = 13.821.039

Satuan Biaya Per Hektar Peremajaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Kering/Mineral

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

Wil I Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali

Wil II Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, Sumatera Barat, Bangka Belitung Wil III Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau

Wil IV Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur

Wil V Maluku dan Maluku Utara Wil VII Papua dan Papua Barat

(8)

Kegiatan

Wilayah

Wil. I Wil. II Wil. III Wil. IV Wil.V Wil. VI

3 P 2 : Pemeliharaan Tahun 2

- Tenaga Kerja - Bahan dan Alat

R = 9.698.807 T = 12.412.672

R = 10.415.493 T = 13.696.358

R = 9.937.702 T = 12.810.567

R = 10.176.597 T = 13.208.462

R = 9.937.702 T = 12.810.567

R = 11.944.423 T = 16.152.888

4 P 3 : Pemeliharaan Tahun 3

- Tenaga Kerja - Bahan dan Alat

R = 11.315.884 T = 13.667.014

R = 12.275.387 T = 15.038.537

R = 11.635.719 T = 14.124.189

R = 11.955.553 T = 14.581.363

R = 11.635.719 T = 14.124.189

R = 14.322.327 T = 17.964.453

Jumlah R = 50.461.521

T = 61.239.673

R = 53.080.771 T = 65.453.447

R = 51.334.604 T = 62.644.264

R = 52.207.688 T = 64.048.855

R = 51.334.604 T = 62.644.264

R = 58.668.504 T = 74.442.831

Satuan Biaya Per Hektar Peremajaan Kebun Kelapa Sawit di Lahan Kering/Mineral

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(9)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

(10)

Bahan, Alat dan Upah Biaya Total

(Rp) (Rp)

Alat dan Bahan

- Chainsaw 12 jam x Rp 50.000 600.000

- Merumpuk*) 5 JK x Rp 600.000 3.000.000

Subtotal A 3.600.000

Upah HK Rp/HK

Mandor 2 50.000 80.000

Tenaga Kerja 37 40.000 1.025.640

Subtotal B 1.105.640

Total A+B 4.705.640

Estimasi Biaya Land Clearing

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(11)

Materials and Tools Cost Total

(Rp) (Rp)

A. Land Clearing 4.705.640 98.818

B. Bahan

Polibag kecil 16000 x Rp 500 8.000.000

Kayu 136 x Rp 1.000 136.000

Kecambah *) 16.000 x Rp 9.800 56.800.000

Pupuk urea 12 kg x Rp 4.200 50.400

Insektisida 30.000

Sprayer 0,1 x Rp 500.000 50.000

Jumlah B 165.066.400

C. Upah

HK Rp/HK

Mandor 13 50.000 650.000

Buruh 263 40.000 10.520.000

Jumlah C 11.170.000

Jumlah A+B+C 176.335.218

Jumlah bibit 14.800

Biaya per Bibit 11.915

Estimasi Biaya Pembibitan Awal

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(12)

Estimasi Biaya Pembibitan Utama

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(13)

Estimasi Biaya Fasilitas Penyiraman

Komponen Total

A. Biaya Pembangunan Instalasi Penyiraman (Rp)

Harga Pompa Air, Pipa, dll. 45.600.000

Pemasangan 5.472.000

Jumlah A 51.072.000

B. Biaya Operasi Mesin Pompa

Biaya pekerja*) 50.000 9.000.000

Biaya Solar 4.500 141.750.000

Biaya Pelumas 40.000 1.200.000

Suku cadang 150.000

Jumlah B 152.100.000

Jumlah A+B 203.172.000

Biaya Penyiraman per hektar bibitan 16.253.760

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(14)

Estimasi Biaya Tanaman Penutup

Bahan dan Upah Biaya Total

(Rp)

Bahan

Bibit LCC : Kg Rp/Kg

- PJ 3 200.000 600.000

- CM 6 100.000 600.000

- CC 0,5 1.500.000 750.000

Pupuk

- RP 500 1.200 600.000

Jumlah A 2.550.000

Upah Jumlah HK Rp/HK

Mandor 3 50.000 150.000

Buruh 50 40.000 2.000.000

Jumlah B 2.150.000

Jumlah A+B 4.700.000

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(15)

Estimasi Biaya Penanaman

Komponen Biaya Biaya Total

(Rp) (Rp)

A Bahan-bahan dan Alat-alat

Pancang 16.575

Bibit 140 x Rp 23.041 3.225.772

Pupuk & Obat (Kg) (Rp/Kg) 564.240

Subtotal A 3.806.587

B Upah HK Rp/HK

Mandor 3 50.000 150.000

Buruh 65 40.000 2.600.000

Subtotal B 2.750.000

Jml A+B 6.556.587

C Pembukaan Lahan dan Penanaman Tanaman Penutup

LC 1 Ha 4.475.240 4.475.240

CC 1 Ha 4.700.000 4.700.000

Jumlah C 9.175.240

Jml A+B+C 15.731.827

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(16)

Estimasi Biaya Tahapan TBM1, TBM2, dan TBM3

Tahapan Kegiatan Biaya (Rp) Satuan

P1 = TBM-1 7.690.693 Per Hektar Lahan

P2 = TBM-2 7.505.615 Per Hektar Lahan

P3 = TBM-3 8.714.089 Per Hektar Lahan

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PER HEKTAR

(17)

Ikhtisar Biaya Investasi Pembangunan Pabrik Minyak Kelapa Sawit Per Unit

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

PEDOMAN PEMBIAYAAN

STRUKTUR BIAYA PEMBANGUNAN PABRIK

(18)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

TIPS MEMBACA LAPORAN KEUANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

1. Gaji karyawan tetap dan bulanan 2. Biaya operasional kebun yang meliputi

a. Biaya pembelian bahan sarana produksi tanaman (pupuk, pestisida dan bahan lainya)

b. Biaya tenaga kerja harian c. Biaya panen

d. Biaya pemeliharaan kebun (pengendalian gulma, OPT, dan lainnya) e. Pemeliharaan infrastruktur kebun (cuci parit dsb)

f. Biaya bahan bakar alat dan mesin pertanian g. Biaya bahan bakar alat transportasi

h. Biaya pengamanan kebun

i. Biaya pemeliharaan infrastruktur kebun (jalan, jembatan, dan gorong) 3. Biaya pemeliharaan alat

a. Alat dan mesin pertanian (tractor dan sejenisnya) b. Alat panen

c. Alat transportasi

4. Biaya lain yang masuk dalam modal kerja 5. Hasil penjualan TBS (harga dan volume)

komponen keuangan penting dalam

pengelolaan kelapa sawit

(19)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

TIPS MEMBACA LAPORAN KEUANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Laporan Neraca

• Akun aset, harus

memperhatikan kas yang dimiliki dengan operasional perusahaan dengan

mengecek notes, melihat rincian sesuai dengan

nomor catatan. Seperti kas, piutang, persedian

tergolong dalam aset lancar dan rumah, tanah kendaraan bermotor tergolong aset tetap dll.

• Akun hutang, hal pertama yang harus perhatikan hutang bank atau tidak.

Jika tidak berarti bagus, memang lebih bagus tidak ada hutang bank.

• Modal, hal terpenting yang perlu diketahui modal yang didapatkan sebagai pemilik saham adalah modal yang dapat didistribusikan

Laporan Laba Rugi

• Dikatakan laba, apabila pendapatan lebih besar dari beban.

• Dikatakan rugi, apabila pendapatan lebih kecil dari beban.

Laporan Arus Kas

• Arus kas operasional, jika arus kas positif berarti usaha sudah menghasilkan profit dan jika negative berarti pembiayaan operasional lebih besar dari kas yang diterima dan belum bisa menghasilkan profit.

• Arus kas investasi

• Arus kas pendanaan

Laporan Perubahan Modal

• Dapat dikatakan profit, bilamana modal akhir menunjukan perubahan penambahan dari kondisi modal awal.

• Dapat dikatakan loss, bilamana modal akhir menunjukan perubahan pengurangan dari kondisi modal awal setelah di kurangi total prive

(20)

ASPEK KEUANGAN BISNIS KELAPA SAWIT

MODEL PEMBIAYAAN UNTUK KEBUN PLASMA

(21)

Financial Statement Fraud

• Financial statement fraud is the deliberate misrepresentation of the financial condition of an enterprise accomplished through the

intentional misstatement or omission of amounts or disclosures in the financial statements to deceive financial statement users*.

• Financial statement fraud usually involves overstating assets, revenues and profits and understating liabilities, expenses and losses*.

*Source: ACFE

(22)

Overstating Assets

Resiko terbesar ada di saldo

asset paling besar.

(23)

Understating Liabilities

Resiko terbesar ada di saldo

liabilitas paling besar.

(24)

Overstating

Revenues & Profit

Resiko terbesar ada di saldo

revenues paling besar.

(25)

Understating

Expense & Losses

Resiko terbesar ada di saldo

expenses paling besar.

(26)

ERM & Audit in Plantation

(27)

Enterprise Risk Management

Definition

• Enterprise risk management is a process, effected by an entity’s board of directors, management and other personnel, applied in strategy setting and across the enterprise, designed to identify potential events that may affect the entity, and manage risk to be within its risk appetite, to provide reasonable assurance regarding the achievement of entity objectives.

Source: COSO.

Components

• Internal Environment

• Objective Setting

• Event Identification

• Risk Assessment

• Risk Response

• Control Activities

• Information and Communication

• Monitoring

(28)

Three Level of Management &

Three Lines of Defense

1st Line Controls

2nd Line Controls

3rd Line Controls

Entity Level Strategic (Management)

- Governance

- Objectives/ targets

- Strategy - Policy & Standard

- System

Management Directors

Process Level (Unit/ Dept)

Tactical (HOK, RH, EC,

EM, KTU GDH, DH)

- Activity to achieve target - Efficiency

- Resources allocation - Monitoring

- Reports

Line Manager

Supervisory (AM, SH, Kasie)

- Supervise activity - Coordinate

- Involve in daily work - Report to manager

Supervisor

Operational &

Clerical (Workers)

Do activity as per standard

and target. Worker

Operation 1. Effective 2. Efficient

3. Asset safeguard

Reporting

4. Report accuracy - Accounting report - Management report

Compliance 5. Compliance 6. Anti Fraud

Internal auditor, external auditor, governme

nt auditor,

third party auditor.

Unit Controls (BC, EDS,

OQC, Sustainab

ility, IT, Acctg).

Transaction Level

Organisasi Role

(PIC) Function Business Objectives

Internal Control

(29)

Risk Map & Response

(30)

ERM Process

(31)

Developing RACM: Impact Criteria

(32)

Developing RACM: Likelihood Criteria

(33)
(34)

Risk Map & Prioritisation

Strategic Risk:

1 Business Development 2 Reputation risk 3 Covid 19

Operation Risk:

4 Production Issues 5 Cost efficiency 6 Purchasing & logistics 7 Assets safeguard 8 HR Management 9 Work Accident 10 Natural disasters 11 Social conflict 12 NGO's disruption 13 IT Risk

Finance Risk:

14 Selling price 15 Credit Risk

16 Financial Market Volatility 17 Liquidity

Compliance Risk:

18 Compliance Risk 19 Sustainability Issues 20 Fraud & Business Ethics

(35)

Risk

Monitoring

& Reporting

(36)

Internal Audit

(37)

Internal Audit Risk Assessment

(38)

Annual Internal

Audit Plan

(39)

Internal Audit Findings

Top 5 Audit Issues

• Cost efficiency (transport cost, fertiliser application, employee payroll and benefits, local contractors)

• Product claims (quality & quantity)

• Inventory management (slow moving, dead stock & damage stock)

• Production evacuation (remote location, poor road condition, double handling)

• Purchasing & logistics (higher buying price, incorrect specification)

(40)

Fraud Cases

Typical Fraud in plantation 1. Fictitious expense:

• Payroll scheme

• Billing scheme

• Reimbursement scheme

2. Corruption – conflict of interest

3. Theft of cash on hand 4. Inventory – larceny

5. Financial statement fraud

(41)

Referensi

Dokumen terkait

Umumnya, untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, hampir semua perusahaan dalam berbagai bidang kegiatan bisnis, mengelola modal kerja meliputi tiga aspek yaitu: kebijakan modal

Selain itu dengan mengetahui hasil penelitian ini bahwa variabel-variabel seperti Risiko Bisnis dan Profitabilitas, mempengaruhi struktur modal perusahaan, hal ini menyiratkan

12 Mampu menganalisis bentuk pembayaran internasional, dapat mengidentifikasi jenis, resiko, dan teknik-teknik mengelola modal kerja serta sumber- sumber investasi

Untuk memenuhi modal kerja dalam bisnis perlu ditelaah sumber-sumbernya, dan pada umumnya berhubungan dengan tahap-tahap perkembangan perusahaan. Pada perusahaan yang baru

Untuk memenuhi modal kerja dalam bisnis perlu ditelaah sumber-sumbernya, dan pada umumnya berhubungan dengan tahap-tahap perkembangan perusahaan. Pada perusahaan yang baru

Untuk memenuhi modal kerja dalam bisnis perlu ditelaah sumber-sumbernya, dan pada umumnya berhubungan dengan tahap-tahap perkembangan perusahaan. Pada perusahaan yang baru