• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pernyataan Bersama Para Menteri Keuangan Pada Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEAN ke-17

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pernyataan Bersama Para Menteri Keuangan Pada Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEAN ke-17"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Pernyataan Bersama Para Menteri Keuangan

Pada Pertemuan Para Menteri Keuangan ASEAN ke-17

(Joint Ministerial Statement of the

17

th

ASEAN Finance Ministers’ Meeting/AFMM)

Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, 3-4 April 2013

Theme:

“Our People, Our Future Together”

Pendahuluan

1. Kami, para Menteri Keuangan ASEAN, melakukan pertemuan tahunan pada masa Keketuaan Yang Terhormat Pehin Dato Abd Rahman Ibrahim, Menteri Keuangan II Brunei Darussalam.

2. Kami, para Menteri Keuangan ASEAN, bersama dengan Troika Gubernur Bank Sentral ASEAN dan Sekretaris Jenderal ASEAN, mengucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Yang Mulia Sultan dan Yang Di-Pertuan Agung Brunei Darussalam yang telah berkenan menerima kami untuk melakukan audiensi di Istana Nurul Iman pada tanggal 3 April 2013.

3. Bersama dengan Troika Gubernur Bank Sentral ASEAN Kamboja, Brunei Darussalam, dan Myanmar, kami berkomitmen untuk mempertahankan pertumbuhan dan meningkatkan stabilitas ekonomi di kawasan di tengah tantangan ekonomi global. Kami juga berkomitmen untuk mempertahankan stabilitas pasar keuangan di kawasan. Pertukaran pandangan antara para Menteri Keuangan ASEAN dengan Bank Pembangunan Asia, Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional, serta ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) tentang risiko dan tantangan kebijakan telah memperkuat komitmen kami untuk memperkuat stabilitas ekonomi di kawasan.

4. Kami tetap berkomitmen untuk merealisasikan tujuan-tujaun dari Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam hal ini, kami telah melakukan serangkaian langkah nyata dalam kerangka Peta Jalan integrasi moneter dan keuangan ASEAN atau Roadmap for Monetary and Financial Integration of ASEAN. Selain daripada itu, kami menyampaikan kembali komitmen untuk mendukung operasionalisasi penuh pendanaan USD 485.2 juta dari ASEAN Infrastructure Fund (AIF) dan proyek-proyek awal dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF) pada tahun ini.

5. Kami juga menyambut baik pengembangan dari Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) sebagaimana telah disetujui oleh para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Negara-negara ASEAN+3 pada tahun lalu. Kami percaya bahwa inisiatif tersebut sangat penting dalam mempertahankan stabilitas ekonomi di kawasan, di tengah ketidakpasitian yang masih menyelimuti ekonomi global.

(2)

2 Regional Economic Update and Policy Challenges

6. Kami menyambut baik pertumbuhan ekonomi ASEAN sebesar 5.6 persen tahun lalu di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ini didukung oleh fundamental makroekonomi, permintaan domestik serta neraca perbankan dan perusahaan swasta yang kuat. Kami berkeyakinan bahwa ekonomi akan tetap tumbuh tahun ini pada kisaran 5.3 persen dan 6 persen. Namun demikian, kami tetap waspada dalam melakukan monitoring risiko-risiko eksternal, khususnya penurunan permintaan eksternal dan volatilitas aliran modal yang dapat melemahkan perbaikan ekonomi di masa mendatang.

7. Kami berkomitmen untuk menerapkan kebijakan moneter, fiskal, dan kebijakan makroprudensial lainnya yang yang sesuai untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas pasar keuangan. Kebijakan ekonomi makro di ASEAN akan disesuaikan sejalan dengan tingkat perkembangan dan kondisi yang dihadapi oleh perekonomian dari masing-masing negara ASEAN. Fokus utama kami tetap pada stabilitas harga dan sektor keuangan yang penting dalam mendukung berjalannya ekspansi ekonomi yang berkelanjutan. Kami sepakat untuk lebih memperkuat permintaan domestik, melakukan reformasi struktural, mendorong investasi sektor swasta, dan mengembangkan pembangunan ekonomi yang merata di seluruh kawasan. Lebih penting lagi, kami sepakat untuk meningkatkan kerjasama dan upaya-upaya integrasi serta untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap guncangan eksternal.

Roadmap for Monetary and Financial Integration of ASEAN (RIA-Fin)

8. Kami sepakat untuk mengintensifkan upaya-upaya untuk mengembangkan integrasi pasar keuangan yang kuat guna mencapai tujuan-tujuan dari MEA.

9. Kami menyambut baik laporan perkembangan dari Troika Gubernur Bank Sentral ASEAN Kamboja, Brunei Darussalam, dan Myanmar tentang pelaksanaan ASEAN Financial Integration Framework (AFIF) yang dipandu oleh Komite Tingkat Senior untuk Integrasi Keuangan. Kami juga menyambut baik dukungan dari para Gubernur Bank Sentral ASEAN untuk prinsip-prinsip dari ASEAN Banking Integration Framework (ABIF) dan program kerja yang sedang berjalan tentang payments and settlement system.

10. Kami mengakui program kerja Bank Sentral ASEAN bekerja sama dengan Sekretariat ASEAN, Bank Pembangunan Asia, dan Pusat Penelitian dan Pelatihan SEACEN dalam Komite Pengarah Pengembangan Kapasitas. Kami sangat percaya bahwa peningkatan kapasitas merupakan hal yang sangat penting dalam mempersempit kesenjangan pembangunan antar negara ASEAN dan dalam melibatkan seluruh anggota ASEAN untuk berpartisipasi penuh dalam upaya integrasi yang sedang berlangsung

11. Kami menyambut baik peluncuran Ringkasan Laporan dari Combined Study on Assessing the Financial Landscape and Formulating Milestones for Monetary and Financial Integration in ASEAN, yang mencerminkan pandangan ASEAN tentang keadaan saat ini dari integrasi keuangan dan menyoroti kerangka integrasi keuangan ASEAN dalam bidang jasa keuangan, neraca modal, sistem pembayaran, dan pasar modal.

(3)

3 Capital Market Development

12. Kami berkeyakinan bahwa pasar modal yang kuat merupakan hal penting dalam memastikan stabilitas keuangan dan memfasilitasi alokasi modal yang efisien. Oleh karena itu, kami sepakat untuk melanjutkan upaya-upaya untuk memperdalam dan mengintegrasikan pasar modal ASEAN, untuk memanfaatkan arus masuk modal asing, dan untuk mengembangkan inisiatif investasi baru di kawasan. Kami ingin memastikan bahwa aliran modal diarahkan untuk sektor produktif, dan kami mendukung program kerja yang dilakukan oleh Komite Kerja Pengembangan Pasar Modal (Working Committee on Capital market Development/WC-CMD) dan Forum Pasar Modal ASEAN (ASEAN Capital Market Forum/ACMF) yang telah menunjukkan kemajuan besar dalam mencapai tujuan tersebut.

13. Kami mencatat Scorecard Pengembangan Pasar Obligasi dari WC-CMD yang secara berkelanjutan telah menjadi patokan yang berguna bagi para pejabat keuangan dan Bank Sentral ASEAN untuk memantau kemajuan pengembangan, keterbukaan dan likuiditas pasar obligasi ASEAN. Kami juga menyambut baik kemajuan program kerja WC-CMD yang berhubungan dengan reformasi pasar derivatif OTC, yang telah membantu peningkatan pemahaman negara anggota ASEAN pada isu yang sedang berkembang ini. Kami mendorong WC-CMD untuk melanjutkan program peningkatan kapasitas dan pertukaran pandangan mengenai praktik terbaik dalam upaya untuk mengurangi kesenjangan pasar sebagaimana yang telah diidentifikasikan dalam Scorecard.

14. Kami menyambut baik kemajuan yang signifikan dari ASEAN Capital Market Forum (ACMF) dan bursa-bursa ASEAN dalam integrasi pasar modal, terutama pada peluncuran ASEAN Trading Link, pengembangan kerangka peraturan untuk penawaran lintas batas reksa dana, pelaksanaan harmonisasi penuh dari ASEAN Disclosure Standards dan penyelesaian model peraturan umum untuk memfasilitasi ketentuan-ketentuan lintas batas yang mendukung jasa-jasa pemasaran. Kami mencatat upaya yang sedang berlangsung pada pemeringkatan tata kelola perusahaan emiten ASEAN serta pengembangan kerangka prospektus umum untuk penawaran efek lintas batas. Kami mendorong ACMF dan Bursa ASEAN untuk terus bekerja sama pada inisiatif untuk pengembangan pasar modal ASEAN yang terintegrasi. Secara khusus, untuk mendukung ASEAN Trading Link, kami sepakat untuk membentuk komite lintas kelompok kerja, yang terdiri dari ACMF, Working Committee on Capital Account Liberalization/WC-CAL, WC-CMD dan Working Committee on Payment and Settlement System/WC-PSS, untuk mengembangkan cetak biru untuk pembentukan hubungan (linkage) antara kliring, penyelesaian dan penyimpanan.

Financial Services Liberalization

15. Kami tetap positif bahwa negosiasi Putaran Keenam Liberalisasi Jasa Keuangan yang sedang berlangsung di bawah ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) akan membawa ekonomi-ekonomi ASEAN menjadi lebih dekat dalam memastikan bahwa sektor keuangan ASEAN mendukung perdagangan dan kegiatan investasi di kawasan ini. Kami berharap untuk menandatangani Protokol pelaksanaan Paket Keenam tahun depan sebagai salah satu hasil penting sebelum batas waktu krusial dari MEA 2015.

16. Kami mendukung program kerja yang dilakukan oleh Komite Kerja Liberalisasi Jasa Keuangan (Working Committee on Financial Service Liberalization/WC-FSL) untuk

(4)

4

memperdalam integrasi sektor asuransi guna melengkapi upaya sektor perbankan dalam mendukung MEA. Kami mencatat dan mendorong saluran kolaborasi yang telah terbentuk antara WC-FSL dan ASEAN Insurance Regulators’ Meeting (AIRM) dalam melakukan inisiatif-inisiatif pengembangan untuk mendukung integrasi sektor asuransi lebih lanjut. Kami juga menyambut baik upaya berkelanjutan WC-FSL dalam memastikan bahwa integrasi ASEAN dengan ekonomi global tercapai melalui perjanjian perdagangan bebas ASEAN dengan mitra-mitra dialog.

Capital Account Liberalization

17. Kami mengakui bahwa mobilitas modal yang lebih bebas merupakan hal penting dalam mendukung investasi yang lebih besar, aktifitas perdagangan dan bisnis di kawasan, serta dalam mendukung integrasi yang lebih kuat antara pasar ASEAN dengan ekonomi global, serta sejalan dengan tujuan dari MEA. Dalam hal ini, WC-CAL telah menunjukkan kemajuan yang substansial dalam upayanya mencapai mobilitas modal yang lebih besar. 18. Kami menyambut baik program kerja WC-CAL dalam kerangka kerja liberalisasi aliran

modal. Hal ini mencakup penyelesaian heat map yang ditujukan untuk menilai tingkat keterbukaan dari rezim aliran modal negara anggota. Heat map juga berlaku sebagai dasar bagi Individual Milestones Blueprints negara anggota, yang menunjukkan rencana negara anggota untuk secara progresif meliberalisasikan aliran modalnya secara bertahap sesuai dengan ASEAN Financial Integration Framework.

19. Kami juga mencatat program kerja yang telah berhasil dilaksanakan oleh WC-CAL dalam penyelesaian proses penilaian bersama dan identifikasi peraturan-peraturan masing-masing negara anggota dalam rangka liberalisasi yang progresif yang terkait dengan transaksi neraca berjalan, investasi langsung dan portofolio, serta aliran modal lainnya. Kami lebih lanjut juga menyambut baik diskusi tentang pengamanan liberalisasi aliran modal yang dilakukan oleh Kelompok Kerja ini.

Strengthening ASEAN Finance Cooperation and Economic Integration Enhancing Regional Surveillance

20. Kami menyadari kebutuhan untuk upaya pengawasan ekonomi yang lebih kuat dalam mencapai integrasi ekonomi regional. Kami mendukung kinerja Kantor Pengawasan Integrasi ASEAN (ASEAN Integration Montoring Office/AIMO) yang lebih baik, khususnya perkembangan dari laporan-laporan pengawasan (surveillance), alat monitor, dan program pembangunan kapasitas. Kami berkomitmen penuh untuk memperluas kapasitas dan sumber daya AIMO, dan mendorong negara-negara anggota dan mitra eksternal untuk membantu AIMO dalam menjalankan mandatnya. Kami mendukung AMRO dan AIMO untuk bekerja sama secara erat dalam mengembangkan laporan-laporan pengawasan ekonomi yang produktif dan memiliki nilai tambah.

21. Kami juga menegaskan kembali dukungan kami terhadap AMRO untuk melakukan pengawasan makroekonomi dan keuangan di kawasan, khususnya dalam mandatnya untuk mendukung CMIM. Kami menyambut baik keikutsertaan AMRO untuk menyampaikan laporan tentang situasi ekonomi makro dan keuangan di kawasan ini. Kami juga berharap untuk pelembagaan AMRO sebagai organisasi internasional.

(5)

5 Infrastructure Financing

22. Kami menyambut baik pembentukan penuh ASEAN Infrastructure Fund Limited di Labuan, Malaysia tahun lalu dan mulai beroperasinya pinjaman AIF tahun ini. Kami percaya bahwa AIF merupakan komponen integral dari upaya ASEAN untuk memperkuat konektivitas fisik kawasan, dan mempersempit kesenjangan pembangunan infrastruktur di ASEAN. Kami menyambut baik komitmen Myanmar untuk bergabung sebagai pemegang saham AIF pada kesempatan pertama yang tersedia. Kami juga menyambut baik gagasan dari AIF sebagai mekanisme pembiayaan infrastruktur yang inovatif di kawasan ASEAN untuk di-share dengan forum internasional lain seperti APEC dan G20 Forum. Kami menghargai dukungan dari ASEAN-World Bank Infrastructure Finance Network (IFN) dan mendukung program-program kerja untuk tahun 2013

Cooperation on Customs Matters

23. Kami sangat senang dengan kemajuan kegiatan dalam kerjasama kepabeanan, khususnya proyek percontohan untuk melaksanakan uji coba ASEAN Single Window selama dua bulan antara tujuh negara peserta serta implementasi dari ASEAN Harmonized Tariff Nomenclature (AHTN) 2012. Kami mendesak para pejabat kepabeanan untuk sepenuhnya melaksanakan inisiatif-inisiatif yang belum terpenuhi, termasuk finalisasi perjanjian dan protokol, untuk mendukung pembentukan pasar tunggal dan basis produksi dalam MEA.

ASEAN Cooperation on Taxation

24. Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam mengatasi hambatan yang berhubungan dengan perpajakan dalam integrasi termasuk pajak penghasilan dan masalah pajak berganda. Kami mendorong Forum ASEAN untuk Perpajakan (ASEAN Forum on Taxation/AFT) untuk lebih meningkatkan dialog regional tentang perpajakan, memperkuat kerjasama dalam masalah perpajakan serta membangun dan memperbarui perjanjian perpajakan bilateral di kawasan.

ASEAN Cooperation in Insurance

25. Kami mendukung kemajuan yang diraih oleh regulator asuransi ASEAN dalam meningkatkan penetrasi asuransi di kawasan, mengembangkan kerangka peraturan untuk mempromosikan produk asuransi, serta mempromosikan pendidikan konsumen untuk meningkatkan kesadaran. Kami sepakat pada inisiatif pengembangan kapasitas untuk membantu regulator di negara anggota dalam menyelaraskan peraturan dengan praktik terbaik internasional.

26. Kami merasa puas dengan kemajuan yang dicapai dalam pelaksanaan Strategi ASEAN dalam Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (Disaster Risk Financing and Insurance/DRFI). Kami mengakui pentingnya inisiatif dan menyambut baik upaya kolaboratif dari ASEAN Finance and Central Bank Deputies’ Meeting (AFDM), ASEAN Insurance Regulators’ Meeting (AIRM) dan ASEAN Committee on Disaster Management (ACDM) dalam strategi ini. Kami mendukung pembentukan Komite Koordinasi Lintas

(6)

6

Sektor ASEAN pada inisiatif DRFI dan kami menugaskan AFDM dan AIRM untuk bekerja sama dengan ACDM dalam pelaksanaan lebih lanjut untuk ASEAN DRFI Roadmap.

Financial Inclusion

27. Kami menyambut baik upaya yang dilakukan oleh negara anggota ASEAN dalam mempromosikan keuangan inklusif sebagaimana diamanatkan oleh para Pemimpin ASEAN pada tahun 2011. Kami percaya bahwa keterlibatan para pengusaha kecil dan menengah akan lebih mendorong mereka untuk menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi ASEAN di masa mendatang.

28. Kami menyambut baik inisiatif baru tentang Financial Literacy dari Brunei Darussalam sebagai suatu platform untuk dialog serta pertukaran pengalaman dan praktik terbaik dalam mendorong Financial Literacy secara efektif di antara negara-negara anggota ASEAN. Kami mengakui manfaat jangka panjang dari Financial Literacy dan pendidikan keuangan dalam memberikan kontribusi pada kesejahteraan rakyat dan stabilitas ekonomi.

Engaging and Building a Stronger ASEAN

29. Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk mempromosikan ASEAN yang stabil dan terintegrasi, dan dukungan kami untuk pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, inklusif, dan seimbang di kawasan. Kami bertekad untuk melanjutkan upaya kami menuju integrasi ekonomi dan keuangan. Kami berkomitmen untuk mempersempit kesenjangan pembangunan dan meningkatkan taraf hidup penduduk ASEAN dengan mengurangi hambatan arus perdagangan, investasi dan keuangan.

Acknowledgement

30. Kami berterima kasih kepada Brunei Darussalam selaku tuan rumah penyelenggara AFMM ke-17 tahun ini dan menyambut baik Myanmar sebagai Ketua ASEAN tahun 2014.

Referensi

Dokumen terkait