NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 70
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
MENYUSUN TEKS CERITA PROSEDUR KELAS VIII SMP Endriana Rahma Widarti
(Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Unisma Email: [email protected] )
Abstrak: Rumusan masalah penelitian ini adalah menghasilkan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur. Adapun tujuan khususnya yaitu (1) mendeskripsikan hasil rancangan produk awal bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs, (2) mendeskripasikan hasil uji produk bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs, (3) mendeskripsikan revisi produk bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick dan Carey yang dimodifikasi dengan langkah berikut, (1) tahap prapengembangan, (2) tahap pengembangan produk, (3) tahap uji coba produk, dan (4) tahap pasca pengembangan (revisi). Uji produk dilaksanakan dengan beberapa tahap, yaitu (1) uji ahli bahan ajar Bahasa Indonesia, (2) uji kegrafikan, (3) uji praktisi guru Bahasa Indonesia, (4) uji lapangan dengan siswa Kelas VIII SMPN 1 Tulungagung. Bahan ajar dikembangkan dalam bentuk cetak.
Bahan ajar cetak dibuat seperti buku teks pelajaran. Bahan ajar ini digunakan oleh siswa kelas VIII SMP untuk mengikuti materi teks cerita prosedur yang telah diperkaya dengan konteks ilmu keterampilan.
Bahan ajar yang digunakan baik sebagai sumber materi, pelengkap buku siswa maupun Lembar Kerja Siswa. Bahan ajar ini akan menjadi sumber bacaan teks, penjelasan materi. Contoh-contoh kegiatan penugasan, petunjuk mengerjakan, dan perintah dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII SMP.
Kata kunci: bahan ajar, teks cerita prosedur, gambar, siswa SMP
PENDAHULUAN
Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013 diterapkan de- ngan berbasis teks pada setiap jenjang- nya. Berbeda dengan Kurikulum Ting- kat Satuan Pendidikan (KTSP) yang hanya berfokus pada empat keterampi- lan berbahasa, pembelajaran Bahasa Indonesia dengan Kurikulum 2013 dilaksanakan dengan adanya tahapan pembelajaran, yaitu mengamati, mena- nya, menalar, mencoba, dan mengomu- nikasikan. Tahapan pembelajaran ter- sebut diharapkan dapat membimbing siswa untuk memahami materi yang diajarkan secara mendalam.
Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VIII memuat materi dari bebera- pa teks, yaitu teks cerita moral/fabel, ulasan, cerita prosedur, dan cerita biografi. Cerita prosedur merupakan salah satu teks yang dipelajari siswa.
Cerita prosedur merupakan sebuah teks bahasa yang memuat tujuan dan lang- kah-langkah untuk melakukan suatu kegiatan. Priyatni (2015:87) menyata- kan bahwa teks prosedur adalah teks yang memberikan petunjuk untuk melakukan atau menggunakan sesuatu dengan langkah-langkah yang urut.
Berdasarkan pernyataan tersebut, teks cerita prosedur merupakan teks yang memuat beberapa teknik atau cara
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 71
untuk melakukan dan menghasilkan sesuatu, sehingga apa yang akan dihasilkan dapat sesuai dengan mengikuti proses yang ditentukan dalam teks.
Bahan ajar merupakan instrumen utama dalam proses pembelajaran.
Kurniasih dan Sani (2014:56) mene- gaskan bahwa bahan ajar adalah segala bentuk bahan berupa seperangkat materi yang disusun secara sistematis untuk membantu siswa dan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dan memungkinkan peserta didik untuk belajar. Bahan ajar dibuat dengan disesuaikan pada tujuan pengajaran yang akan dilaksanakan.
Tujuan pengembangan bahan ajar harus disesuaikan dengan kebutuhan dalam pembelajaran siswa.
Bahan ajar ini mempunyai keisti- mewaan jika dibandingkan dengan bahan ajar lain. Keistimewaan bahan ajar ini yaitu tersedianya gambar prosedur bermuatan keterampilan yang dilampirkan dan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu siswa untuk menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Selain itu, bahan ajar ini memuat langkah-langkah penulisan yang tentu dapat memudahkan siswa dalam menulis teks cerita prosedur.
Bahan ajar akan digunakan untuk pem- belajaran teks cerita prosedur pada siswa SMP kelas VIII. Selain itu, bahan ajar yang disusun melalui tahap- an pembelajaran, yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan. Bahan ajar me- nyusun teks cerita prosedur diharap- kan dapat sesuai dengan Kurikulum 2013 yang bertujuan menciptakan siswa yang berkarakter, berkompeten- si, dan terampil.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada tataran praktis. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak sebagai berikut. (1) bagi guru penelitian ini membantu
guru untuk menyampaikan isi materi, uraian dan informasi yang akan dijelaskan kepada siswa. (2) bagi siswa penelitian ini dapat meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa dalam pembelajaran menyusun teks cerita prosedur dengan adanya bahan ajar yang menarik
.
(3) bagi penelitian ini menjadi salah satu referensi untuk melakukan penelitian terkait dengan tujuan peningkatan terhadap kegiatan berbahasa, baik untuk keterampilan menulis dalam menyusun suatu teks atau keterampilan berbahasa lainnya.METODE
Penelitian ini menggunakan model pengembangan Dick dan Cerey.
Model pengembangan Dick dan Carey terdiri dari 10 langkah yaitu (1) anali- sis kebutuhan dan tujuan, (2) analisis pembelajaran, (3) analisis pembelajar dan konteks, (4) merumuskan tujuan performansi, (5) mengambangkan in- strumen, (6) mengembangkan strategi pembelajaran, (7) mengembangkan dan memilih bahan pembelajaran, (8) merancang dan melakukan evaluasi formatif, (9) melakukan revisi, dan (10) evaluasi sumatif.
Secara khusus, penelitian pengem- bangan dalam penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks cerita prosedur. Oleh karena itu, model penelitian Dick dan Carey dimodifikasi sesuai karakteristik pembelajaran yang dihasilkan yaitu sebuah bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur yang bermuatan keterampil- an.
Analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui kebutuhan dalam proses pembelajaran bagi guru dan siswa. Tahap analisis kebutuhan dilaksanakan dengan kegiatan survei lapangan. Tahap analisis kebutuhan meliputi kegiatan-kegiatan, (1) analisis guru dan siswa, (2) analisis kurikulum, (3) analisis materi.
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 72
Tahap perencanaan dilakukan untuk perencanaan produk dan proses pengembangan produk. Perencanaan produk disesuaikan berdasarkan anali- sis kebutuhan dan studi kepustakaan yang dilaksanakan sebelumnya. Peren- canaan produk yang dirancang melipu- ti aspek isi, bahasa, penyajian, dan tampilan.
Tahap persiapan dilakukan untuk mempersiapkan bahan, teori, contoh teks, dan gambar. Pemilihan dan penentuan komponen bahan ajar dilaksanakan dengan menyesuaikan kebutuhan bahan ajar yang dikembang- kan. Hasil pemilihan dan penentuan bahan ajar berupa teori teks cerita prosedur, contoh teks cerita prosedur, dan gambar prosedur yang bermuatan keterampilan.
Tahap pengembangan dilakukan dengan menyusun semua komponen bahan ajar meliputi isi, contoh teks, gambar menjadi produk bahan ajar yang utuh. Tahapan ini disusun berdasarkan beberapa tahap, yaitu (1) menentukan kompetensi inti dan kompetensi dasar menyusun teks cerita prosedur, (2) menentukan indikator menyusun teks cerita prosedur, (3) mengembangkan indikator dalam subbab, (4) merancang isi dan struktur isi bahan ajar yang disesuaikan dengan tahapan pembelajaran yang meliputi mengamati, menyanya, menalar, mencoba, dan mengomunikasikan, dan (5) merancang desain buku setelah semua komponen bahan ajar selesai disusun.
Uji coba produk dilaksanakan setelah produk yang dikembangkan disusun secara utuh. Tahap uji coba produk dilaksanakan sebagai proses penerimaan informasi berupa kritik, saran, serta penilaian terhadap produk yang dikembangkan berupa bahan ajar.
Informasi yang diterima dapat diguna- kan untuk mengetahui kelayakan isi bahan ajar, baik dari aspek isi, penyaji- an, tampilan, dan bahasa. Setelah itu,
informasi tersebut dapat digunakan sebagai pedoman untuk melakukan perbaikan atau revisi produk bahan ajar.
Subjek uji coba penelitian dan pengembangan bahan ajar yaitu (1) uji ahli menulis teks Bahasa Indonesia, (2) uji ahli kegrafikan, (3) uji praktisi oleh guru Bahasa Indonesia, dan (4) uji siswa sebanyak 20 siswa SMPN 1 Tulungagung.
Data yang diperoleh dalam tahap uji coba yaitu kualitatif dan kuantitatif.
Data kualitatif diperoleh dari ahli materi dan pembelajaran, praktisi dan siswa. Data kualitatif merupakan data yang berupa tulisan yang berisi komentar, kritik dan saran terhadap produk bahan ajar yang dihasilkan.
Fungsi data tersebut yaitu sebagai pedoman untuk merevisi produk bahan ajar. Data kuantitatif atau data numeric berupa skor yang diperoleh dari hasil angket ahli menulis teks Bahasa Indonesia, ahli pembelajaran menulis teks cerita prosedur, praktisi, dan siswa.
Sumber data penelitian pengem- bangan ini berupa komentar, kritik dan saran dari ahli menulis teks Bahasa Indonesia, ahli pembelajaran menulis teks cerita prosedur, praktisi, dan siswa, yaitu berupa penilaian dan perbaikan bahan ajar yang dikembang- kan. Produk bahan ajar yang telah direvisi sesuai dengan sumber data dari beberapa subjek uji telah dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.
Data yang diperoleh dari ahli menulis teks Bahasa Indonesia, ahli pembelajaran menulis teks cerita prosedur, praktisi, serta siswa dianali- sis untuk dijadikan sebagai pedoman perbaikkan atau revisi bahan ajar. Data yang diperoleh dalam penelitian pengembangan berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dengan menganalisis data yang berasal dari hasil wawancara.
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 73
Data kuantitatif diperoleh berdasarkan data angket berupa skor.
Teknik analisis data penelitian pengembangan dilaksanakan dengan dua macam, yaitu analisis data kualitatif dan analisis data kuantitatif.
Teknik analisis data kualitatif dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu (1) mengumpulkan data verbal tertulis kepada ahli menulis teks Bahasa Indonesia, ahli grafika, praktisi, dan siswa berupa komentar, kritik dan saran dari angket penilaian, (2) mentranskripkan data verbal lisan yang diperoleh dari hasil wawancara, (3) mengelompokkan data verbal lisan yang diperoleh berdasarkan kelompok uji, dan (4) menganalisis data dan merumuskan simpulan hasil analisis dasar untuk melakukan tindakan pada produk bahan ajar yang dikembangkan.
Setelah melalui tahap-tahap diatas, data numerik berupa skor dari angket dianalisis secara kuantitatif.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Produk penelitian dan pengembangan yang dihasilkan dalam penelitan ini berupa bahan ajar cetak menyusun teks cerita prosedur untuk siswa kelas VIII SMP. Untuk memperoleh produk bahan ajar pembelajaran ini dilakukan tahapan sebagai berikut.
Analisis Guru dan Siswa
Kegiatan ini dilakukan dengan cara merangkum karakteristik siswa dalam sebuah catatan yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penelitian pengembangan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur.
Karakteristik siswa meliputi tingkat perkembangan kognitif, sosial budaya, psikologis, minat, dan kebutuhannya.
Siswa yang diambil datanya untuk dianalisis adalah siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Tulungagung.
Wawancara dan angket digunakan dalam mengumpulkan informasi guna mengetahui kebutuhan guru dan siswa.
Adapun panduan wawancara dan angket untuk guru dan siswa terdapat pada lampiran.
Responden/guru mengungkapkan bahwa pada pembelajaran teks cerita prosedur siswa masih seringkali terihat malas dan kurang tertarik apabila disuruh menulis teks cerita prosedur.
Guru sebagai responden mengungkap- kan bahwa kesulitan yang dihadapi adalah bagaimana membuat siswa tertarik dan menyukai pembelajaran menulis teks cerita prosedur.
Angket digunakan untuk menda- patkan informasi tentang kebutuhan siswa kelas VIII C SMP Negeri 1 Tulungagung. Informasi dari hasil angket itulah yang digunakan sebagai bahan dalam menyusun bahan ajar.
Analisis Kurikulum
Kegiatan ini bertujuan mengkaji kompetensi inti, kompetendi dasar, dan indikator.
a. Kompetensi inti yaitu mengolah, mengkaji, dan menalar dalam ranah kongkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
b. Kompetensi dasar yaitu (4.2) menyusun teks cerita prosedur sesuai karakteristik teks yang dibuat baik secara lisan maupun tulisan, (4.3) menelaah dan merevisi teks cerita prosedur sesuai dengan struktur dan kaidah teks secara lisan maupun tulisan.
c. Indikator pembelajaran yaitu menyusun naskah teks cerita prosedur, dan merevisi kesalahan teks cerita prosedur terkait penggunaan kata, ejaan, pilihan kata serta struktur teks.
Analisis Materi
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi materi-materi utama yang akan dipelajari oleh siswa dalam pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Materi yang dianalisis adalah materi menyusun teks cerita prosedur
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 74
yang terdapat pada Kurikulum 2013 bahasa Indonesia SMP kelas VIII.
Deskripsi Produk
Produk bahan ajar yang dikembangkan peneliti berupa buku teks dengan judul Membangun Kreativitas dengan Teks Cerita Prosedur. Bahan ajar ini memuat beberapa materi pengenalan mengenai teks cerita prosedur, yaitu definisi teks cerita prosedur, struktur cerita prosedur yang meliputi tujuan dan langkah- langkah, ciri-ciri bahasa teks cerita prosedur, serta macam-macam teks cerita prosedur (prosedur pembuatan, prosedur pelaksanaan, dan prosedur tindakan). Pada masing-masing materi disertai dengan adanya contoh teks cerita prosedur.
Selain materi, bahan ajar memuat langkah-langkah menulis teks cerita prosedur secara rinci. Ada tiga langkah utama yang dilaksanakan dalam pembelajaran menulis teks cerita prosedur, yaitu (1) menentukan tujuan teks cerita prosedur dengan rincian kegiatan (a) menentukan sumber, (b) menuliskan hasil penga- matan, (c) melakukan perenungan, dan (d) menentukan tujuan; (2) menyusun kerangka teks cerita prosedur, dan (3) mengembangkan teks cerita prosedur.
Selanjutnya, bahan ajar dilengkapi dengan langkah-langkah menelaah dan merevisi teks cerita prosedur yang terdiri atas tiga tahapan kegiatan, yaitu (1) membaca dan mengamati, (2) menandai kesalahan (aspek bahasa, aspek ejaan, dan aspek tanda baca), dan (3) memperbaiki kesalahan. Pada tiap tahapan menyusun, menelaah dan merevisi teks cerita prosedur disertai dengan kegiatan latihan yang berfungsi untuk memperjelas pemahaman siswa dalam menerapkan langkah-langkah tersebut.
Kedua, penyajian bahan ajar menyusun teks cerita prosedur yang berjudul Membangun Kreativitas
dengan Teks Cerita Prosedur dibagi menjadi tiga bagian, yaitu (1) bagian pendahuluan, (2) bagian inti, dan (3) bagian penutup. Bagian pendahuluan terdiri dari kata pengantar, daftar isi, petunjuk penggunaan buku, kompetensi (kompetensi dasar dan indicator). Bagian inti terdiri dari materi, langkah-langkah dan latihan menyusun, menelaah dan merevisi teks cerita prosedur. Bagian penutup terdiri dari refleksi, rangkuman, daftar rujukan, dan tentang penulis.
Ketiga, penggunaan bahasa dalam bahan ajar disesuaikan dengan pengembangan bahasa, sehingga bahasa dalam bahan ajar bersifat komunikatif. Hal ini ditujukan untuk mempermudah pemahaman siswa dalam pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Selain itu, bahan ajar menyusun teks cerita prosedur menyediakan adanya permainan bahasa sederhana, yaitu mencari kata kerja pada tabel huruf serta adanya latihan melengkapi kalimat rumpang.
Keempat, tampilan bahan ajar disajikan secara menarik, baik dari ilustrasi/gambar, pilihan warna, serta pilihan jenis huruf/tipografi. Gambar prosedur merupakan media yang ditampilkan dalam bahan ajar.
Pemilihan gambar disesuaikan dengan minat kreativitas siswa yang disesuaikan dengan pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Pilihan warna yang disajikan pada bahan ajar memiliki gradasi warna dari gelap ke terang, sehingga terlihat menarik.
Pemilihan huruf pada bahan ajar dipilih secara seragam, baik dari ukuran, warna dan jenis huruf. Ada dua jenis model huruf yang digunakan, yaitu cambria dan bookman old style.
Penyajian Data Hasil Uji Coba Produk
Uji kelayakan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 75
dilaksanakan dengan empat tahap, yaitu (1) uji dengan ahli bahan ajar menulis Bahasa Indonesia, (2) Uji dengan ahli grafika, (3) uji dengan praktisi atau guru Bahasa Indonesia Kelas VIII, dan (4) uji dengan kelompok kecil siswa kelas VIII yang terdiri dari 20 siswa SMPN 1 Tulungagung.
Hasil Uji Ahli
Uji ahli bahan ajar dilakukan oleh ahli bahan ajar yaitu Bapak Dr. Akh- mad Tabrani, M.Pd. yang merupakan dosen program pascasarjana bahasa Indonesia Universitas Islam Malang.
Hasil reviu bahan ajar merupakan proses uji dan pengembangan bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Hasil uji dengan ahli bahan ajar menulis teks Bahasa Indo- nesia memperoleh hasil mengenai kelayakan unsur bahan ajar, meliputi (1) isi/materi bahan ajar, (2) kelayakan penyajian, dan (3) bahasa bahan ajar.
Penilaian dilakukan dengan mengisi angket mulai dari memberikan skor, menentukan kelayakan (layak/tidak layak), serta memberikan komentar dan saran perbaikan. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif hasil uji aspek isi, bahasa, dan penyajian bahan ajar diperoleh dari hasil penskoran.
Berdasarkan data kuantitatif, rata- rata presentase pada kelayakan aspek isi bahan ajar memperoleh hasil 80% , hasil mengenai penggunaan bahasa bahan ajar memperoleh tingkat kelayakan 80% , dan hasil mengenai sistematika penyajian memperoleh tingkat kelayakan 85%. Dengan demikian, aspek isi bahan ajar, aspek penyajian bahan ajar dan aspek bahasa pengembangan bahan ajar ini layak dan dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur.
Selain penilaian berupa skor, adapula penilaian berupa data kualitatif
yang berupa komentar dan saran perbaikan. Pertama, ahli bahan ajar Bahasa Indonesia menyatakan penyajian konsep, contoh dan pelatihan dalam bahan ajar perlu diuraikan lebih lengkap. Kedua, ada beberapa kesalahan dalam pengetikan kalimat.
Ketiga, bahasa yang digunakan dalam bahan ajar dinyatakan sudah baik.
Keputusan tindak lanjut dari komentar dan saran tersebut adalah revisi.
Hasil Uji Ahli Kegrafikan
Hasil uji dengan ahli kegra- fikan bahan ajar dilakukan oleh Bapak Dr. H. Abdul Rani, M.Pd. yang meru- pakan dosen program pascasarjana bahasa Indonesia Universitas Islam Malang. Hasil reviu bahan ajar meru- pakan proses uji dan pengembangan bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Aspek yang dinilai adalah aspek kelayakan kegra- fikan bahan ajar. Penilaian dilakukan dengan mengisi angket mulai dari memberikan skor, menentukan kela- yakan (layak/tidak layak), serta mem- berikan komentar dan saran perbaikan.
Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuanti- tatif hasil uji aspek isi, bahasa, dan penyajian bahan ajar diperoleh dari hasil penyekoran.
Berdasarkan data kuantitatif, rata- rata presentase pada kelayakan aspek isi bahan ajar memperoleh hasil 85%.
Dengan demikian, aspek isi bahan ajar, aspek penyajian bahan ajar dan aspek bahasa pengembangan bahan ajar ini layak dan dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur. Pada aspek kegrafikan bahan ajar tidak ada komentar dan saran dari ahli grafika sehingga aspek kegrafikan bahan ajar bisa diimplementasi.
Hasil Uji Praktisi
Uji coba produk oleh guru bahasa Indonesia yaitu Ibu Siti Fajarwati,
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 76
S.Pd. Hasil uji dengan praktisi atau guru Bahasa Indonesia memperoleh hasil mengenai kelayakan unsur bahan ajar, meliputi (1) isi bahan ajar, (2) bahasa bahan ajar, (3) sistematika penyajian, dan (4) tampilan bahan ajar.
Penilaian dilakukan dengan mengisi angket mulai dari memberikan skor, menentukan layak atau tidak layak, hingga memberikan komentar dan saran perbaikan. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif dan kualitatif.
Berdasarkan data hasil penskoran pada aspek kelayakan isi bahan ajar memperoleh hasil 100% , hasil mengenai penggunaan bahasa bahan ajar memperoleh tingkat kelayakan 100% , hasil mengenai sistematika penyajian memperoleh tingkat kelayakan 100%, dan aspek tampilan memperoleh tingkat kelayakan 100%.
Dengan demikian, aspek isi bahan ajar, aspek penyajian bahan ajar aspek bahasa, dan aspek tampilan pengembangan bahan ajar ini sangat layak dan dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur.
Hasil Uji Siswa
Hasil uji coba produk oleh siswa dilakukan pada subjek uji coba kelompok kecil adalah 20 siswa kelas VIII SMPN 1 Tulungagung. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif.
Persentase dari seluruh aspek penilaian pada rubrik uji coba siswa yaitu 88,83%. Rata-rata persentase tersebut menunjukkan bahwa bahan ajar menyusun teks cerita prosedur ini masuk kualifikasi sangat layak.
Dengan demikian, pengembangan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP dapat diimplentasikan tanpa revisi.
Deskripsi Revisi Produk
Revisi dilakukan pada produk bahan ajar supaya menjadi lebih baik dan dapat diimplementasikan secara tepat. Revisi dilakukan berdasarkan komentar dan saran yang diberikan
secara verbal lisan mapun tulisan dari ahli uji. Secara keseluruhan, revisi yang dibutuhkan dalam produk bahan ajar, yaitu mengenai aspek kegrafikan bahan ajar. Adapun komentar dan saran yang diperoleh dapat dipaparkan sebagai berikut.
Revisi Aspek Kegrafikan
Berdasarkan komentar dan saran dari ahli kegrafikan, ada beberapa hal yang peru direvisi. Pertama, revisi pada desain sampul.
Sebelum revisi
Sesudah revisi
Kedua, perbaikan pada penulisan judul kegiatan. Sebelum direvisi, judul kegiatan menggunakan kata bab.
Sesudah direvisi, judul kegiatan diganti dengan kara kegiatan.
Sebelum revisi
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 77
Sesudah revisi
Ketiga, perbaikan pada huruf tebal dan kesalahan penulisan. Pada bagian petunjuk penggunan buku huruf tidak perlu dicetak tebal.
Sebelum revisi
Sesudah revisi
Keempat, perbaikan pada pilihan warna. Sebelum direvisi, warna yang digunakan beranekaragam. Sesudah direvisi, warna diganti dengan warna senada agar tidak terlalu banyak warna dan siswa tidak salah fokus saat membaca materi.
Sebelum revisi
Sesudah Revisi
Revisi Aspek Bahasa
Berdasarkan skor, komentar dan saran dari ahli bahan ajar, hal yang perlu direvisi adalah penulisan ejaan dan tanda baca. Sebelum direvisi, terdapat penulisan huruf capital, tanda hubung dan spasi yang renggang.
Sesudah direvisi, penulisan ejaan dan tanda baca disempurnakan dan spasi dibenahi.
Sebelum Revisi
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 78
Sesudah Revisi
Hasil Uji Siswa
Hasil pembelajaran menyusun teks cerita prosedur individu
SIMPULAN DAN SARAN Simpulan
1) Penelitian ini menghasilkan bahan ajar teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs. Keistimewaan bahan ajar ini yaitu tersedianya gambar prosedur yang dilampirkan dan dapat dimanfaatkan sebagai media untuk membantu siswa menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan. Bahan ajar ini berupa buku teks yang menggunakan kertas cetak ukuran B5 dan didominasi warna hijau.
2) Uji bahan ajar oleh ahli bahan ajar menghasilkan rata-rata persentase sebesar 81%. Berdasarkan hasil persentase, komentar, dan saran perbaikan, bahan ajar ini masuk kualifikasi layak. Sehingga tidak perlu adanya perbaikan dan
langsung dapat diimplementasi- kan.
3) Uji bahan ajar oleh ahli kegrafikan menghasilkan rata-rata persentase sebesar 85% . Berdasarkan hasil persentase, komentar, dan saran perbaikan, bahan ajar ini masuk kualifikasi sangat layak. Namun, LKS ini masih perlu sedikit revisi sesuai komentar yang diberikan oleh ahli bahasa dan bahan ajar.
4) Uji coba bahan ajar oleh guru menghasilkan rata-rata persentase sebesar 100%. Berdasarkan hasil persentase dan komentar dari guru tersebut, bahan ajar ini masuk kualifikasi sangat layak. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs ini bisa diimplentasikan tanpa revisi.
5) Uji coba bahan ajar oleh siswa kelas VIII SMPN 1 Tulungagung menghasilkan rata-rata persentase seluruh aspek penilaian pada rubrik uji coba siswa sebesar 88,83%. Berdasarkan hasil persentase bahan ajar ini masuk kualifikasi sangat layak. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar menyusun teks cerita prosedur kelas VIII SMP/MTs ini bisa diimplentasikan tanpa revisi.
Saran
Saran Pemanfaatan Produk
Bagi guru, bahan ajar berupa buku teks dengan judul Membangun Kreativitas dengan Teks Cerita Prosedur dapat digunakan sebagai suplemen pembelajaran teks menyusun cerita prosedur yang meliputi kompetensi dasar memahami, memproduksi, dan menyunting teks prosedur. Penggunaan bahan ajar ini dalam pembelajaran teks prosedur dapat menjadi alternatif untuk mengajarkan siswa memahami, memproduksi, dan menyunting teks
NOSI Volume 5, Nomor 1, Februari 2017 ______________________________________ Halaman 79
prosedur dengan baik dan mewujudkan pembelajaran teks prosedur yang efektif, kreatif, dan inovatif.
Bagi siswa, hasil pengembangan produk ini dapat dijadikan sebagai suplemen siswa dalam pembelajaran teks prosedur. Pemanfaatan ini bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mempelajari teks prosedur.
Bagi peneliti dan pengembang lain, menjadi pedoman dan diharapkan mampu menginspirasi untuk mengem- bangkan bahan ajar yang lebih baik.
Saran Diseminasi
Produk akhir yang berupa bahan ajar pembelajaran menyusun teks cerita prosedur bermuatan keterampilan ini dapat digunakan dilingkup yang lebih luas.
DAFTAR RUJUKAN
Daryanto. 2012. Media Pembelajaran.
Bandung:Satunusa
Depdiknas. 2008. Panduan Pengem- bangan Bahan Ajar. (online), (http://gurupembaharu.com/home /wpcontent/upload/download/201 5/02/ Panduan-pengembangan- Bahan-Pelajaran.doc.), diakses 15 Mei 2016
Kemendikbud. 2013. Permendikbud No. 68 tentang Kurikulum SMP/MTs. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud. 2014. Bahasa
Indonesia Wahana Pengetahuan Kelas VIII. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Kurniasih, I. & Sani, B. 2014.
Panduan Membuat Bahan Ajar (Buku Teks Pelajaran) Sesuai dengan Kurikulum 2013.
Surabaya: Kata Pena.
Mahsun. 2014. Teks dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia Kurikulum 2013. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Prastowo, A. 2015. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif.
Yogyakarta: Diva Press.
Priyatni, Endah. T. 2015. Desain Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Kurikulum 2013. Jakarta:
Remaja Rosdakarya
Setyosari, P. 2013. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.
Jakarta: Kencana Prenamedia Group
Sucipto, M.G., Darmawati, U., &
Artati, Y. Budi. 2014. Bahasa Indonesia Mata Pelajaran Wajib.
Klaten: Intan Pariwara.