TEKNIK OKULASI JERUK KEPROK BRASTEPU (CITRUS NOBILIS VAR. BRASITEPU) UNTUK MENGHASILKAN BIBIT BEBAS PENYAKIT CVPD.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Dari hasil penelitian Prasetyo (2009), pertumbuhan tunas hasil okulasi yang paling cepat diperoleh dari batang bawah jeruk japanese citroen (JC) yang berumur 12
Nilai penting penelitian ini adalah dapat memberikan informasi tentang kondisi kesehatan calon induk jeruk keprok Tawangmangu dari segi ada atau tidaknya penyakit
Jeruk Keprok Maga pada umumnya sangat disukai konsumen selain rasanya yang manis juga dengan aroma yang sangat khas lebih kuat mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, harganya
Penelitian dilakukan dengan tiga tahap yaitu: (1) Melakukan skrining tanaman induk jeruk Brastepu secara langsung di lapangan melalui identifikasi visual, dan secara tidak langsung
Penelitian terdiri atas tiga bagian besar, yaitu (1) melakukan eksplorasi jeruk lokal Brastagi dan skrining CVPD untuk mengidentifikasi dan menskrining jeruk keprok Brastepu
Namun dari hasil pengamatan dan wawancara dengan petani yang menanam pohon jeruk di lokasi penelitian, pohon induk jeruk keprok yang merupakan tanaman asli induk jeruk keprok dari
Namun dari hasil pengamatan dan wawancara dengan petani yang menanam pohon jeruk di lokasi penelitian, pohon induk jeruk keprok yang merupakan tanaman asli induk jeruk keprok dari
Bibit jeruk (C. sinensis) yang akan digunakan sebagai batang bawah, yang berasal dari perkecambahan langsung (pada medium tanah dalam polibag) maupun dari kultur