• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3. BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

11 3. BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1 Kedudukan dan Koordinasi

Selama melakukan proses kerja magang di EGGHEAD Branding Consultant, terdapat adanya kedudukan dan koordinasi yang sangat terstruktur sesuai dengan sistem yang berlaku di EGGHEAD, sebagai berikut:

1. Kedudukan

Gambar 3.1. Kedudukan Penulis Dalam Team (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Selama melakukan proses kerja magang di EGGHEAD Branding

Consultant, penulis memiliki posisi sebagai intern graphic designer, namun bekerja

di dalam team sebagai junior graphic designer, sehingga penulis memiliki jobdesc,

load pekerjaan dan tanggung jawab yang sama seperti junior graphic designer,

namun masih dimbimbing oleh senior graphic designer dan project manager

sekaligus creative director.

(2)

12 EGGHEAD memiliki sistem setiap team mengurus client dan sistem kerja team masing – masing. Setiap team ini berisikan 1 – 2 orang Brand Manager/Project Manager, Graphic Designer (Junior maupun Senior), dan 1 anak magang. Selama melakukan proses kerja magang, penulis berada di bawah bimbingan project manager sekaligus creative director yaitu Effendy Citra dan juga dimbimbing oleh senior graphic designer Dody Anugrah. Penulis memiliki tugas sebagai junior graphic designer yaitu dalam tiap project membuat riset desain, membuat dan mengembangkan ide dan konsep, membuat moodboard, sketsa, desain hingga implementasi dan finishing.

2. Koordinasi

Gambar 3.2. Jalur Koordinasi Dalam Tim (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021

(3)

13 Alur koordinasi dalam team dimulai dari proses perencanaan suatu proyek, negosiasi dan brief awal. Proses awal ini memiliki alur dari client ke Brand Manager dan Head of Division dalam meeting. Setelah kick off proyek tersebut, maka brief mentah akan diberikan pada Brand Strategist dimana akan dilakukan Brand Audit hingga menghasilkan strategi untuk brand tersebut. Hasil audit dan strategi ini kemudian akan diberikan kembali pada Brand Manager dan Creative Director yang kemudian akan memberikannya pada Graphic Designer Dalam team. Creative director akan memberikan feedback dan revisi yang kemudian graphic designer akan memberikan hasil revisi yang telah dikerjakan hingga selesai pengerjaan semua media. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi, maka Brand Manager akan memberikan hasil tersebut pada client. Client kemudian akan memberikan revisi dan feedback yang kemudian akan feedback tersebut akan disampaikan dan dikerjakan oleh graphic designer. Proses terakhir ini akan terus berlangsung hingga proyek sudah goal.

3.2 Tugas yang Dilakukan

Penulis memiliki tugas yang sama seperti Junior Graphic Designer di EGGHEAD Branding Consultant dengan panduan dan arahan senior serta creative director.

Proyek yang penulis lakukan selama magang di EGGHEAD adalah:

(4)

14

Tabel 3.1. Proyek yang dilakukan

NO. MINGGU KE PROYEK KETERANGAN

1. 1. Tactic

Studio

KB Bukopin

- Pembuatan Template Instagram Feeds Tactic Studio, Studio Subsidiary Egghead

- Riset, pembuatan ide dan konsep untuk pitching beauty contest Bank KB Bukopin (berupa konsep desain kartu Debit dan Kredit)

- Perancangan Desain kartu debit Kb Bukopin sebagai konsep kedua berjumlah 5 buah desain dengan 1 konsep

2. 2. KB

Bukopin

Arogya.AI

- Revisi motif perancangan desain kartu debit KB Bukopin card debit

- Pembuatan mock up desain kartu debit KB Bukopin Card yang telah dibuat - Pembuatan marketing collaterals Arogya

berupa brosur (melanjutkan dari Supervisor), pembuatan Id Card, Spanduk, lanyard, dan kartu nama - Revisi desain marketing collaterals

Arogya

3. 3. Arogya.AI

Lukumades

Fairway Place

- Proofread konten media marketing Arogya

- Melanjutkan media marketing collaterals

Arogya berupa letterhead, envelope,

kartu nama,

(5)

15 - Pembuatan alternatif nama brand untuk

Lukumades Doughnut dan filosofi nama tersebut

- Revisi Marketing collaterals Arogya dan pengecekan logo serta konten

- Pembuatan Fairway Place Brand Guidelines dari logo yang sudah dibuat - Belajar Brand Strategy dalam kelas

Eggcademy oleh tim Strategi Egghead

4. 4. Arogya.AI

VICI

Fairway Place

- Pembuatan versi presentation Power Point Company Profile Arogya - Melanjutkan Fairway Place Brand

Guidelines, test print dan proof read konten

- Pembuatan VICI Marketing collaterals berupa kartu nama dan 3 jenis flyer menggunakan digital imaging pada benda

5. 5. Fairway

Place

VICI

KB Bukopin

- Melanjutkan pembuatan brand guidelines Fairway Place dan membuat marketing collaterals VICI

- Memulai project KB Bukopin Card setelah menang pitching dengan meeting brief client

- Membuat motif dan layout kartu KB Bukopin debit card

- Revisi KB Bukopin card dan welcoming

pack dari client sesuai brief

(6)

16 - Pembuatan buku tabungan dan

welcoming pack kartu debit KB Bukopin Card

- Revisi warna dan pattern untuk KB Bukopin Card

6. 6. KB

Bukopin

- Proof read konten buku panduan KB Bukopin Card

- Revisi desain kartu dan welcoming pack setelah review dari client KB Bukopin Card

- Pembuatan Final artworks Pattern pada desain

7. 7. KB

Bukopin

Svara Resort

- Pembuatan final artworks buku tabungan KB Bukopin

- Proof read konten untuk final artworks KB Bukopin

- Memulai perancangan logo Svara Resort Branding dimulai dari konsepting, big idea, moodboard, sketch logo, digitalisasi sketch logo

- Melanjutkan perancangan logo Svara Resort dengan membuat pitching deck untuk client yang berisi konsep, ide, filosofi, logo anatomy, color palette, dan mock up implementasi

- Membuat alternatif 3 logo untuk Svara Resort

8. 8. Ginger

Crush

- Pembuatan packaging Ginger Crush

dimulai dari konsep, big idea hingga

moodboard

(7)

17 3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama penulis melakukan kerja magang, penulis mendapatkan banyak project yang berbeda – beda dengan scope of work yang juga beragam. Penulis banyak mendapatkan project branding dan brand implementation seperti pembuatan Fairway brand guidelines atas logo yang telah dibuat, Lukumades brand naming, VICI media collaterals yaitu flyer, brosur, dan kartu nama, Svara Resort logo dimana penulis membuat logo dari ideation hingga finalisasi, Atme Drink naming dan logo, Ginger Crush logo dan packaging. Penulis juga mendapatkan project media collaterals seperti Arogya.Ai marketing collaterals dan company profile, TacTic Studio Instagram feeds dan KB Bukopin card dimana penulis membuat desain debit card dan welcoming pack untuk KB Bukopin. Semua project dilakukan dalam team dengan Brand Manager Effendy Citra dan senior graphic designer Dody Anugrah.

- Pembuatan packaging Ginger Crush dengan 3 jenis produk

- Revisi visual, warna hingga layout packaging Ginger Crush

- Implementasi packaging dalam mock up dan pembuatan pitching deck untuk client berisi filosofi, big idea, moodboard, packaging hingga implementasi

- Pembuatan Logo Ginger Crush dimulai dari concept, big idea, moodboard, hingga digitalisasi

- Revisi warna logo Ginger Crush

(ongoing)

(8)

18 3.3.1 Proses Pelaksanaan

Dari banyaknya pekerjaan yang dilakukan penulis selama program kerja magang, berikut merupakan 3 project yang diizinkan untuk diuraikan di bawah ini yakni:

3.3.1.1 Perancangan Marketing Tools Arogya.Ai

Arogya.Ai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Healthcare Technology, dimana Arogya.Ai menawarkan Automatisasi Supply Chain untuk perusahaan kesehatan dengan Artificial Intelligent. Arogya.Ai melihat adanya masalah dalam inventory management di perusahaan kesehatan Indonesia baik internal maupun external seperti masalah demand and supply, komunikasi antara institusi dan masalah manualisasi pekerja. Maka dari itu, Arogya.Ai menawarkan solusi inventory management dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan 4 produk yaitu AI order & inventory management, Health News Network, Impact Analysis dan Marketplace.

Arogya.Ai membutuhkan marketing tools dan collaterals media karena

merupakan perusahaan yang baru saja berdiri dan Arogya.Ai telah membuat

launching event party. Penulis telah mendapatkan aset – aset berupa foto, font dan

supergrafis yang yang telah dibuat oleh supervisor. Saat brief Arogya.Ai, look yang

ingin dicapai adalah clinical, simplicity, informative dan modern. Penulis membuat

umbul – umbul, lanyard, ID card, envelope, letterhead, mengubah presentasi di

Adobe Indesign ke dalam format Power Point (.pptx) dan membantu pengerjaan

buku brosur.

(9)

19

Gambar 3.3. Arogya.Ai Visual Moodboard

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Sebelumnya, penulis telah menerima moodboard yang dibuat oleh supevisor dan senior. Penulis memulai pengerjaan marketing tools dengan membantu pengerjaan buku brosur buatan supervisor. Tugas penulis adalah memasukkan konten, me-layout 2 halaman terakhir, memasukkan mock up website, membuat bagan dan menaruh icon – icon pada setiap halaman.

Gambar 3.4. Proses Pengerjaan Brosur Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

(10)

20 Setelah melalui proses asistensi dan revisi minor atas icon – icon yang telah dibuat, berikut hasil salah satu halaman dari buku brosur yang sudah diterima oleh client.

Gambar 3.5. Hasil Pengerjaan Brosur Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Selanjutnya, penulis membuat lanyard dan ID card. Warna dan supergrafis yang digunakan mengikuti dari warna logo, sedangkan supergrafis masih mengikuti supergrafis yang sama dari yang ada di buku brosur. Berikut opsi warna lanyard yang telah penulis buat. Opsi yang terpilih adalah yang berwarna hijau.

Gambar 3.6. Lanyard Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Penulis membuat ID card dengan layout yang simple dan clean. Penulis

juga memberikan emphasis pada nama dan jabatan anggota Arogya.Ai. penulis

membuat bagian untuk foto menggunakan template yang tidak memerlukan aset

.png agar mudah mengaplikasikannya. Berikut ID card yang telah penulis buat.

(11)

21

Gambar 3.7. Proses Pengerjaan ID Card Arogya.Ai

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Setelah penulis mengasistensikannya pada senior graphic designer Dody, maka penulis diberi masukan untuk lebih menonjolkan foto, menggunakan warna yang lebih kuat dan mempersimple layout. Berikut hasil jadi layout yang telah difinalisasi.

Gambar 3.8. Hasil Pengerjaan ID Card Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

(12)

22 Selanjutnya, penulis membuat letterhead template untuk header dan footer Arogya.Ai penulis membuat 4 alternatif penyusunan layout dan header & footer menggunakan Adobe Indesign. Secara visual, look tetap clean dan minimalis.

Gambar 3.9. Proses Pengerjaan Alternatif Letterhead 1-2 Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Gambar 3.10. Proses Pengerjaan Alternatif Letterhead 2-3 Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

(13)

23 Dari alternatif tersebut, senior graphic designer telah memilih salah satu yang cocok untuk menjadi letterhead Arogya.Ai. berikut finalisasi letterhead tersebut. Margin menggunakan template di Microsoft Word yaitu 4:3:3:3.

Gambar 3.11. Hasil Pengerjaan Alternatif Letterhead Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Setelah selesai membuat letterhead, penulis kemudian melanjutkan dengan

menurunkan aset – aset ke amplop. Penulis telah membuat alternatif amplop dengan

warna dan penyusunan supergrafis yang berbeda. Senior graphic designer

kemudian memilih salah satu dari alternatif tersebut sebagai berikut.

(14)

24

Gambar 3.12. Proses Pengerjaan Alternatif Envelope Arogya.Ai

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Gambar 3.13. Hasil Pengerjaan Envelope Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

3.3.1.2 Fairway Place Brand and Design Guidelines

Fairway Place Golf Residence yang bertempat di Jakarta Barat adalah apartment dengan pemandangan lapangan Golf Kota Modern. Fairway Place Golf Residence merupakan real estate yang dimiliki oleh perusahaan Modernland Realty.

Sebelumnya, telah dibuat logo Fairway Place untuk real estate yang baru akan launching ini oleh senior graphic designer yaitu Dody Anugrah. Maka, dibutuhkannya perancangan brand and design guidelines untuk dapat menjaga branding Fairway Place dengan baik.

Ketika penulis dibrief, brief yang diberikan singkat karena EGGHEAD

sudah memiliki template untuk pembuatan brand guidelines, sehingga hanya perlu

penyesuaian minor. Penulis diberi tugas untuk membuat bagian introduction, bab 1

(15)

25 yaitu brand concept dan bab 2 brand identity, karena pada bab 3 yaitu brand implementation sudah dibuat. Pengerjaan brand guidelines ini menggunakan Adobe Indesign.

Gambar 3.14. Fairway Place Brand Guidelines Proses Bab 1 (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Penulis memulai membuat brand guidelines dengan mempelajari grid dari file yang sudah dikirimkan senior graphic designer. Selanjutnya, penulis memulai dengan membuat pola zigzag antara foto yang sudah diberikan dengan konten dengan 1 halaman berfokus pada hanya foto dan 1 halaman berisikan hanya konten dengan hirarki tulisan headline – sub headline – body text yang simple. Treatment ini penulis gunakan dari introduction hingga bab 1. Setelah selesai mengerjakan halaman cover hingga bab 1, penulis mulai mengerjakan bab 2 yaitu Brand Identity.

Brand identity ini berisikan aturan dan tata cara penggunaan logo yang benar. Grid

masih menggunakan modular grid.

(16)

26

Gambar 3.15. Fairway Place Brand Guidelines Proses Bab 2

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Setelah selesai mengerjakan brand guidelines hingga bab 2 akhir, maka penulis melakukan asistensi kepada senior graphic designer. Penulis mendapatkan beberapa revisi, meskipun overall sudah diterima. Berikut perbandingan beberapa revisi yang telah diberikan.

Gambar 3.16. Fairway Place Brand Guidelines Revisi Cover (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

(17)

27

Gambar 3.17. Fairway Place Brand Guidelines Revisi Bab 1 (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Cover dirubah menjadi dari yang lebih fokus pada foto apartmennya

menjadi lebih simple dan elegan dengan hanya menggunakan texture khas Fairway

Place dan logo. Pada bagian introduction, layout dibuat menjadi lebih tidak kaku

dengan menggunakan supergrafis berupa texture daun Fairway sebagai bingkai dari

foto. Sedangkan untuk bab 2 Brand Identity, hanya mengalami perubahan minor

penyesuain konten tulisan tetapi tidak secara visual dan layout. Berikut hasil jadi

dari beberapa halaman brand guidelines Fairway Place.

(18)

28

Gambar 3.18. Fairway Place Brand Guidelines Finalisasi

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

3.3.1.3 Perancangan TacTic Studio Feeds

TacTic Studio adalah studio yang berdiri di bawah naungan EGGHEAD Branding consultant dan baru berdiri pada tahun 2021. Dibuatnya TacTic Studio dengan tujuan untuk melayani client yang hanya berfokus pada visual, sehingga tidak menawarkan jasa strategi dan riset seperti EGGHEAD. Launching dimulai dari pembuatan Instagram feeds dan website.

Penulis diberikan tugas untuk membuat 3 postingan pertama Instagram

feeds TacTic Studio dan 3 postingan alternatif untuk pengenalan. Pada saat brief,

penulis mendapatkan brief dengan look yang professional tapi tidak korporat,

modern, dan banyak bermain dengan typography. Karena target audience

merupakan client yang hanya berfokus pada visual akhir, maka harus terlihat seperti

studio kelas atas. TacTic Studio Instagram feeds merupakan project pertama

penulis, maka penulis memulainya dengan membuat template feeds paling dasar

terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi Adobe Illustrator.

(19)

29

Gambar 3.19. Proses Pembuatan Layout TacTic Instagram Feeds

(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Penulis memulai dengan membuat proses pembuatan layout, dengan membagi rasio proporsi aset di atas grid yang sudah dibuat. Selanjutnya, penulis mencari referensi aset yang kemudian diletakkan sesuai dengan proporsi yang sudah ditentukan tersebut. Setelah asistensi kepada Brand Manager sekaligus Creative Directictor Effendy Citra selaku supervisor, supervisor memberikan saran untuk tetap menggunakan proporsi namun harus diubah menjadi lebih dynamics untuk setiap postingan lainnya. Akhirnya penulis membuat 6 postingan berikutnya.

Gambar 3.20. Proses Pembuatan TacTic Instagram Feeds Pertama (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Setelah melakukan asistensi terhadap 6 postingan berupa 3 feeds portfolio

studio dan 3 feeds merupakan konten desain, konten perusahaan dan konten hari

raya, supervisor memberikan masukan bahwa feeds yang dibuat penulis terlalu

(20)

30 terlihat seperti template dan terlalu kaku, sehingga penulis membuat berbagai feeds lainnya agar dapat mengetahui kebutuhan studio.

Gambar 3.21. Proses Pembuatan TacTic Instagram Feeds Kedua (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Setelah membuat sekian banyak feeds tersebut, penulis melakukan asistensi ke supervisor. Penulis mendapatkan masukan bahwa feeds yang dibuat penulis masih sangat terlihat seperti korporat yang kaku, dan agar memperlancar proses pengerjaan, maka penulis disarankan untuk membuat moodboard yang lebih tepat terlebih dahulu. Setelah menemukan moodboard yang lebih tepat, maka penulis mulai mengeksekusikan kembali dengan membuat 3 feeds coming soon.

Gambar 3.22. TacTic Instagram Feeds Coming Soon (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

(21)

31 Setelah feeds tersebut diterima, maka penulis membuat 2 feeds design content alternative berikutnya dan template untuk portfolio. Penulis memulainya dengan memindahkan grid yang sudah digunakan pada design sebelumnya. Untuk konten yang terdapat dalam feeds, karena hanya diminta untuk membuat template dan tulisan akan diubah oleh copywriter, maka penulis hanya mengambil konten dari artikel. Setelah mengumpulkan aset dan konten, maka penulis memulainya dengan menyusun typography dan memberikan efek pada objek. Berikut hasil jadi dari feeds tersebut.

Gambar 3.23. TacTic Instagram Feeds Alternatif (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

Feeds tersebut kemudian penulis asistensikan ke supervisor. Supervisorpun

memilih desain yang pertama sebagai alternatif konten lanjutan yang telah dibuat

oleh senior lainnya. Berikut hasil akhir dari feeds yang diterima beserta

implementasinya pada feeds studio TacTic.

(22)

32

Gambar 3.24. TacTic Instagram Feeds Finalisasi (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)

3.3.2 Kendala yang Ditemukan 1. Kendala Internal

a. Kurangnya kemahiran penulis dalam menggunakan aplikasi yang dibutuhkan di dunia profesional sehingga proses untuk mendapatkan asistensi yang baik dari supervisor sedikit lebih lambat.

b. Kurangnya kecepatan penulis dalam menghasilkan suatu karya, sedangkan demand yang dibutuhkan selama magang pace-nya sangat cepat.

c. Kurangnya ketelitian penulis ketika mengerjakan.

d. Jatuhnya kesehatan penulis saat mengerjakan baik kesehatan fisik seperti maag dan demam ditengah magang maupun kesehatan mental seperti anxiety attack.

e. Kurangnya luasnya pengetahuan umum penulis untuk tiap client yang berbeda.

2. Kendala External

a. Keterbatasan dan kesulitan menjaga komunikasi di tengah pandemi sehingga

semua harus melakukan komunikasi secara online yang dapat menyebabkan

kesalahpahaman dan memperlambat pekerjaan.

(23)

33 b. Laptop yang sering loading sangat lama saat menggunakan aplikasi dan membuka file yang memiliki kapasitas besar, sehingga menghambat proses pengerjaan.

3.3.3 Solusi Atas Kendala yang Ditemukan 1. Kendala Internal

a. Kurangnya kemahiran dalam penggunaan aplikasi dapat diatasi dengan bantuan supervisor dan senior yang kerap mengajarkan penulis dalam penggunaan aplikasi tersebut. Penulis juga kerap mempelajari bagaimana cara membuat efek tertentu yang dibutuhkan semalam sebelumnya sehingga saat jam kerja dapat lebih efisien.

b. Kurangnya kecepatan dalam pengerjaan penulis dapat diatasi dengan terus berlatih dan membuat deadline pribadi untuk mengerjakan tiap project, yang dimana deadline tersebut dapat dipersingkat setiap step sehingga pada akhir magang penulis sudah dapat mengikuti kecepatan yang sudah ditentukan supervisor.

c. Penulis dapat mengatasi masalah ketelitian dengan melakukan pengecekan ulang hasil yang sudah dikerjakan sebelum diasistensikan ke senior atau supervisor.

d. Untuk masalah kesehatan fisik, jika kesehatan fisik sedang jatuh maka penulis meminta waktu istirahat terlebih dahulu ke supervisor dan penulis menjaga kesehatan dengan meminum banyak vitamin. Untuk masalah kesehatan mental, penulis mengatasinya dengan ke dokter dan memaksimalkan waktu di luar jam kerja seefektif mungkin.

e. Untuk mengatasi kendala kurangnya pengetahuan umum, penulis dapat mengatasinya dengan cara membaca banyak berita dan mencari referensi yang berhubungan dengan demand project saat itu terutama dalam mencari ide.

2. Kendala External

a. Penulis berusaha mengatasi masalah komunikasi dengan memastikan yang penulis tangkap dengan yang diberikan oleh supervisor maupun senior, sehingga kesalahpahaman dapat diminimalisir.

b. Perbaikan kinerja laptop penulis dapat dicapai dengan mengosongkan ruang

memory di laptop penulis agar RAM tidak terpakai.

Gambar

Gambar 3.1. Kedudukan Penulis Dalam Team  (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Gambar 3.2. Jalur Koordinasi Dalam Tim  (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021
Gambar 3.4. Proses Pengerjaan Brosur Arogya.Ai   (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Gambar 3.5. Hasil Pengerjaan Brosur Arogya.Ai   (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
+7

Referensi

Dokumen terkait

-Plt Kasi PPNS dan Penindakan Satpol PP Tk. Kota -Kasat Pol PP Kec. Cakung -Kasat Pol PP Kec. Jatinegara -Kasat Pol PP Kec. Pulogadung -Kasat Pol PP Kec. Matraman -Kasat Pol PP

Rumah sakit “X” pun mengharapkan para perawat memiliki resilience at work yang tinggi agar setiap kesulitan yang terjadi dalam menangani pasien maupun yang ada di

dari hasil penelitian untuk sampel penambahan 5% LLDPE sebagai pengganti sebagian Aspal di atas pada campuran kadar aspal yang bervariasi terlihat nilai Stabilitas,

Cotaton otas loporan keuongon merupokon bogian yang tidok terpisohkan dari loporan keuongon

Mean berada pada interval 4,20 – 5,00 (sangat setuju), maka dapat disimpulkan bahwa responden memiliki penilaian yang tinggi terhadap kepatuhan wajib pajak.Hal ini

Pada keseluruhan pengujian, minyak goreng adalah pelumas yang lebih efektif saat proses deep drawing karena tidak membutuhkan beban punch terlalu besar untuk

Jumlahkan setiap penerimaan dan pengeluaran sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan pada kartu stok dan memberi dengan warna merah dibawah jumlah penerimaan dan

Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Catatan