11 3. BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Selama melakukan proses kerja magang di EGGHEAD Branding Consultant, terdapat adanya kedudukan dan koordinasi yang sangat terstruktur sesuai dengan sistem yang berlaku di EGGHEAD, sebagai berikut:
1. Kedudukan
Gambar 3.1. Kedudukan Penulis Dalam Team (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Selama melakukan proses kerja magang di EGGHEAD Branding
Consultant, penulis memiliki posisi sebagai intern graphic designer, namun bekerja
di dalam team sebagai junior graphic designer, sehingga penulis memiliki jobdesc,
load pekerjaan dan tanggung jawab yang sama seperti junior graphic designer,
namun masih dimbimbing oleh senior graphic designer dan project manager
sekaligus creative director.
12 EGGHEAD memiliki sistem setiap team mengurus client dan sistem kerja team masing – masing. Setiap team ini berisikan 1 – 2 orang Brand Manager/Project Manager, Graphic Designer (Junior maupun Senior), dan 1 anak magang. Selama melakukan proses kerja magang, penulis berada di bawah bimbingan project manager sekaligus creative director yaitu Effendy Citra dan juga dimbimbing oleh senior graphic designer Dody Anugrah. Penulis memiliki tugas sebagai junior graphic designer yaitu dalam tiap project membuat riset desain, membuat dan mengembangkan ide dan konsep, membuat moodboard, sketsa, desain hingga implementasi dan finishing.
2. Koordinasi
Gambar 3.2. Jalur Koordinasi Dalam Tim (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021
13 Alur koordinasi dalam team dimulai dari proses perencanaan suatu proyek, negosiasi dan brief awal. Proses awal ini memiliki alur dari client ke Brand Manager dan Head of Division dalam meeting. Setelah kick off proyek tersebut, maka brief mentah akan diberikan pada Brand Strategist dimana akan dilakukan Brand Audit hingga menghasilkan strategi untuk brand tersebut. Hasil audit dan strategi ini kemudian akan diberikan kembali pada Brand Manager dan Creative Director yang kemudian akan memberikannya pada Graphic Designer Dalam team. Creative director akan memberikan feedback dan revisi yang kemudian graphic designer akan memberikan hasil revisi yang telah dikerjakan hingga selesai pengerjaan semua media. Jika semua kebutuhan sudah terpenuhi, maka Brand Manager akan memberikan hasil tersebut pada client. Client kemudian akan memberikan revisi dan feedback yang kemudian akan feedback tersebut akan disampaikan dan dikerjakan oleh graphic designer. Proses terakhir ini akan terus berlangsung hingga proyek sudah goal.
3.2 Tugas yang Dilakukan
Penulis memiliki tugas yang sama seperti Junior Graphic Designer di EGGHEAD Branding Consultant dengan panduan dan arahan senior serta creative director.
Proyek yang penulis lakukan selama magang di EGGHEAD adalah:
14
Tabel 3.1. Proyek yang dilakukanNO. MINGGU KE PROYEK KETERANGAN
1. 1. Tactic
Studio
KB Bukopin
- Pembuatan Template Instagram Feeds Tactic Studio, Studio Subsidiary Egghead
- Riset, pembuatan ide dan konsep untuk pitching beauty contest Bank KB Bukopin (berupa konsep desain kartu Debit dan Kredit)
- Perancangan Desain kartu debit Kb Bukopin sebagai konsep kedua berjumlah 5 buah desain dengan 1 konsep
2. 2. KB
Bukopin
Arogya.AI
- Revisi motif perancangan desain kartu debit KB Bukopin card debit
- Pembuatan mock up desain kartu debit KB Bukopin Card yang telah dibuat - Pembuatan marketing collaterals Arogya
berupa brosur (melanjutkan dari Supervisor), pembuatan Id Card, Spanduk, lanyard, dan kartu nama - Revisi desain marketing collaterals
Arogya
3. 3. Arogya.AI
Lukumades
Fairway Place
- Proofread konten media marketing Arogya
- Melanjutkan media marketing collaterals
Arogya berupa letterhead, envelope,
kartu nama,
15 - Pembuatan alternatif nama brand untuk
Lukumades Doughnut dan filosofi nama tersebut
- Revisi Marketing collaterals Arogya dan pengecekan logo serta konten
- Pembuatan Fairway Place Brand Guidelines dari logo yang sudah dibuat - Belajar Brand Strategy dalam kelas
Eggcademy oleh tim Strategi Egghead
4. 4. Arogya.AI
VICI
Fairway Place
- Pembuatan versi presentation Power Point Company Profile Arogya - Melanjutkan Fairway Place Brand
Guidelines, test print dan proof read konten
- Pembuatan VICI Marketing collaterals berupa kartu nama dan 3 jenis flyer menggunakan digital imaging pada benda
5. 5. Fairway
Place
VICI
KB Bukopin
- Melanjutkan pembuatan brand guidelines Fairway Place dan membuat marketing collaterals VICI
- Memulai project KB Bukopin Card setelah menang pitching dengan meeting brief client
- Membuat motif dan layout kartu KB Bukopin debit card
- Revisi KB Bukopin card dan welcoming
pack dari client sesuai brief
16 - Pembuatan buku tabungan dan
welcoming pack kartu debit KB Bukopin Card
- Revisi warna dan pattern untuk KB Bukopin Card
6. 6. KB
Bukopin
- Proof read konten buku panduan KB Bukopin Card
- Revisi desain kartu dan welcoming pack setelah review dari client KB Bukopin Card
- Pembuatan Final artworks Pattern pada desain
7. 7. KB
Bukopin
Svara Resort
- Pembuatan final artworks buku tabungan KB Bukopin
- Proof read konten untuk final artworks KB Bukopin
- Memulai perancangan logo Svara Resort Branding dimulai dari konsepting, big idea, moodboard, sketch logo, digitalisasi sketch logo
- Melanjutkan perancangan logo Svara Resort dengan membuat pitching deck untuk client yang berisi konsep, ide, filosofi, logo anatomy, color palette, dan mock up implementasi
- Membuat alternatif 3 logo untuk Svara Resort
8. 8. Ginger
Crush
- Pembuatan packaging Ginger Crush
dimulai dari konsep, big idea hingga
moodboard
17 3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
Selama penulis melakukan kerja magang, penulis mendapatkan banyak project yang berbeda – beda dengan scope of work yang juga beragam. Penulis banyak mendapatkan project branding dan brand implementation seperti pembuatan Fairway brand guidelines atas logo yang telah dibuat, Lukumades brand naming, VICI media collaterals yaitu flyer, brosur, dan kartu nama, Svara Resort logo dimana penulis membuat logo dari ideation hingga finalisasi, Atme Drink naming dan logo, Ginger Crush logo dan packaging. Penulis juga mendapatkan project media collaterals seperti Arogya.Ai marketing collaterals dan company profile, TacTic Studio Instagram feeds dan KB Bukopin card dimana penulis membuat desain debit card dan welcoming pack untuk KB Bukopin. Semua project dilakukan dalam team dengan Brand Manager Effendy Citra dan senior graphic designer Dody Anugrah.
- Pembuatan packaging Ginger Crush dengan 3 jenis produk
- Revisi visual, warna hingga layout packaging Ginger Crush
- Implementasi packaging dalam mock up dan pembuatan pitching deck untuk client berisi filosofi, big idea, moodboard, packaging hingga implementasi
- Pembuatan Logo Ginger Crush dimulai dari concept, big idea, moodboard, hingga digitalisasi
- Revisi warna logo Ginger Crush
(ongoing)
18 3.3.1 Proses Pelaksanaan
Dari banyaknya pekerjaan yang dilakukan penulis selama program kerja magang, berikut merupakan 3 project yang diizinkan untuk diuraikan di bawah ini yakni:
3.3.1.1 Perancangan Marketing Tools Arogya.Ai
Arogya.Ai merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Healthcare Technology, dimana Arogya.Ai menawarkan Automatisasi Supply Chain untuk perusahaan kesehatan dengan Artificial Intelligent. Arogya.Ai melihat adanya masalah dalam inventory management di perusahaan kesehatan Indonesia baik internal maupun external seperti masalah demand and supply, komunikasi antara institusi dan masalah manualisasi pekerja. Maka dari itu, Arogya.Ai menawarkan solusi inventory management dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan dengan 4 produk yaitu AI order & inventory management, Health News Network, Impact Analysis dan Marketplace.
Arogya.Ai membutuhkan marketing tools dan collaterals media karena
merupakan perusahaan yang baru saja berdiri dan Arogya.Ai telah membuat
launching event party. Penulis telah mendapatkan aset – aset berupa foto, font dan
supergrafis yang yang telah dibuat oleh supervisor. Saat brief Arogya.Ai, look yang
ingin dicapai adalah clinical, simplicity, informative dan modern. Penulis membuat
umbul – umbul, lanyard, ID card, envelope, letterhead, mengubah presentasi di
Adobe Indesign ke dalam format Power Point (.pptx) dan membantu pengerjaan
buku brosur.
19
Gambar 3.3. Arogya.Ai Visual Moodboard(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Sebelumnya, penulis telah menerima moodboard yang dibuat oleh supevisor dan senior. Penulis memulai pengerjaan marketing tools dengan membantu pengerjaan buku brosur buatan supervisor. Tugas penulis adalah memasukkan konten, me-layout 2 halaman terakhir, memasukkan mock up website, membuat bagan dan menaruh icon – icon pada setiap halaman.
Gambar 3.4. Proses Pengerjaan Brosur Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
20 Setelah melalui proses asistensi dan revisi minor atas icon – icon yang telah dibuat, berikut hasil salah satu halaman dari buku brosur yang sudah diterima oleh client.
Gambar 3.5. Hasil Pengerjaan Brosur Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Selanjutnya, penulis membuat lanyard dan ID card. Warna dan supergrafis yang digunakan mengikuti dari warna logo, sedangkan supergrafis masih mengikuti supergrafis yang sama dari yang ada di buku brosur. Berikut opsi warna lanyard yang telah penulis buat. Opsi yang terpilih adalah yang berwarna hijau.
Gambar 3.6. Lanyard Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Penulis membuat ID card dengan layout yang simple dan clean. Penulis
juga memberikan emphasis pada nama dan jabatan anggota Arogya.Ai. penulis
membuat bagian untuk foto menggunakan template yang tidak memerlukan aset
.png agar mudah mengaplikasikannya. Berikut ID card yang telah penulis buat.
21
Gambar 3.7. Proses Pengerjaan ID Card Arogya.Ai(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Setelah penulis mengasistensikannya pada senior graphic designer Dody, maka penulis diberi masukan untuk lebih menonjolkan foto, menggunakan warna yang lebih kuat dan mempersimple layout. Berikut hasil jadi layout yang telah difinalisasi.
Gambar 3.8. Hasil Pengerjaan ID Card Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
22 Selanjutnya, penulis membuat letterhead template untuk header dan footer Arogya.Ai penulis membuat 4 alternatif penyusunan layout dan header & footer menggunakan Adobe Indesign. Secara visual, look tetap clean dan minimalis.
Gambar 3.9. Proses Pengerjaan Alternatif Letterhead 1-2 Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Gambar 3.10. Proses Pengerjaan Alternatif Letterhead 2-3 Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
23 Dari alternatif tersebut, senior graphic designer telah memilih salah satu yang cocok untuk menjadi letterhead Arogya.Ai. berikut finalisasi letterhead tersebut. Margin menggunakan template di Microsoft Word yaitu 4:3:3:3.
Gambar 3.11. Hasil Pengerjaan Alternatif Letterhead Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Setelah selesai membuat letterhead, penulis kemudian melanjutkan dengan
menurunkan aset – aset ke amplop. Penulis telah membuat alternatif amplop dengan
warna dan penyusunan supergrafis yang berbeda. Senior graphic designer
kemudian memilih salah satu dari alternatif tersebut sebagai berikut.
24
Gambar 3.12. Proses Pengerjaan Alternatif Envelope Arogya.Ai(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Gambar 3.13. Hasil Pengerjaan Envelope Arogya.Ai (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
3.3.1.2 Fairway Place Brand and Design Guidelines
Fairway Place Golf Residence yang bertempat di Jakarta Barat adalah apartment dengan pemandangan lapangan Golf Kota Modern. Fairway Place Golf Residence merupakan real estate yang dimiliki oleh perusahaan Modernland Realty.
Sebelumnya, telah dibuat logo Fairway Place untuk real estate yang baru akan launching ini oleh senior graphic designer yaitu Dody Anugrah. Maka, dibutuhkannya perancangan brand and design guidelines untuk dapat menjaga branding Fairway Place dengan baik.
Ketika penulis dibrief, brief yang diberikan singkat karena EGGHEAD
sudah memiliki template untuk pembuatan brand guidelines, sehingga hanya perlu
penyesuaian minor. Penulis diberi tugas untuk membuat bagian introduction, bab 1
25 yaitu brand concept dan bab 2 brand identity, karena pada bab 3 yaitu brand implementation sudah dibuat. Pengerjaan brand guidelines ini menggunakan Adobe Indesign.
Gambar 3.14. Fairway Place Brand Guidelines Proses Bab 1 (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Penulis memulai membuat brand guidelines dengan mempelajari grid dari file yang sudah dikirimkan senior graphic designer. Selanjutnya, penulis memulai dengan membuat pola zigzag antara foto yang sudah diberikan dengan konten dengan 1 halaman berfokus pada hanya foto dan 1 halaman berisikan hanya konten dengan hirarki tulisan headline – sub headline – body text yang simple. Treatment ini penulis gunakan dari introduction hingga bab 1. Setelah selesai mengerjakan halaman cover hingga bab 1, penulis mulai mengerjakan bab 2 yaitu Brand Identity.
Brand identity ini berisikan aturan dan tata cara penggunaan logo yang benar. Grid
masih menggunakan modular grid.
26
Gambar 3.15. Fairway Place Brand Guidelines Proses Bab 2(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Setelah selesai mengerjakan brand guidelines hingga bab 2 akhir, maka penulis melakukan asistensi kepada senior graphic designer. Penulis mendapatkan beberapa revisi, meskipun overall sudah diterima. Berikut perbandingan beberapa revisi yang telah diberikan.
Gambar 3.16. Fairway Place Brand Guidelines Revisi Cover (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
27
Gambar 3.17. Fairway Place Brand Guidelines Revisi Bab 1 (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Cover dirubah menjadi dari yang lebih fokus pada foto apartmennya
menjadi lebih simple dan elegan dengan hanya menggunakan texture khas Fairway
Place dan logo. Pada bagian introduction, layout dibuat menjadi lebih tidak kaku
dengan menggunakan supergrafis berupa texture daun Fairway sebagai bingkai dari
foto. Sedangkan untuk bab 2 Brand Identity, hanya mengalami perubahan minor
penyesuain konten tulisan tetapi tidak secara visual dan layout. Berikut hasil jadi
dari beberapa halaman brand guidelines Fairway Place.
28
Gambar 3.18. Fairway Place Brand Guidelines Finalisasi(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
3.3.1.3 Perancangan TacTic Studio Feeds
TacTic Studio adalah studio yang berdiri di bawah naungan EGGHEAD Branding consultant dan baru berdiri pada tahun 2021. Dibuatnya TacTic Studio dengan tujuan untuk melayani client yang hanya berfokus pada visual, sehingga tidak menawarkan jasa strategi dan riset seperti EGGHEAD. Launching dimulai dari pembuatan Instagram feeds dan website.
Penulis diberikan tugas untuk membuat 3 postingan pertama Instagram
feeds TacTic Studio dan 3 postingan alternatif untuk pengenalan. Pada saat brief,
penulis mendapatkan brief dengan look yang professional tapi tidak korporat,
modern, dan banyak bermain dengan typography. Karena target audience
merupakan client yang hanya berfokus pada visual akhir, maka harus terlihat seperti
studio kelas atas. TacTic Studio Instagram feeds merupakan project pertama
penulis, maka penulis memulainya dengan membuat template feeds paling dasar
terlebih dahulu dengan menggunakan aplikasi Adobe Illustrator.
29
Gambar 3.19. Proses Pembuatan Layout TacTic Instagram Feeds(Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Penulis memulai dengan membuat proses pembuatan layout, dengan membagi rasio proporsi aset di atas grid yang sudah dibuat. Selanjutnya, penulis mencari referensi aset yang kemudian diletakkan sesuai dengan proporsi yang sudah ditentukan tersebut. Setelah asistensi kepada Brand Manager sekaligus Creative Directictor Effendy Citra selaku supervisor, supervisor memberikan saran untuk tetap menggunakan proporsi namun harus diubah menjadi lebih dynamics untuk setiap postingan lainnya. Akhirnya penulis membuat 6 postingan berikutnya.
Gambar 3.20. Proses Pembuatan TacTic Instagram Feeds Pertama (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Setelah melakukan asistensi terhadap 6 postingan berupa 3 feeds portfolio
studio dan 3 feeds merupakan konten desain, konten perusahaan dan konten hari
raya, supervisor memberikan masukan bahwa feeds yang dibuat penulis terlalu
30 terlihat seperti template dan terlalu kaku, sehingga penulis membuat berbagai feeds lainnya agar dapat mengetahui kebutuhan studio.
Gambar 3.21. Proses Pembuatan TacTic Instagram Feeds Kedua (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Setelah membuat sekian banyak feeds tersebut, penulis melakukan asistensi ke supervisor. Penulis mendapatkan masukan bahwa feeds yang dibuat penulis masih sangat terlihat seperti korporat yang kaku, dan agar memperlancar proses pengerjaan, maka penulis disarankan untuk membuat moodboard yang lebih tepat terlebih dahulu. Setelah menemukan moodboard yang lebih tepat, maka penulis mulai mengeksekusikan kembali dengan membuat 3 feeds coming soon.
Gambar 3.22. TacTic Instagram Feeds Coming Soon (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
31 Setelah feeds tersebut diterima, maka penulis membuat 2 feeds design content alternative berikutnya dan template untuk portfolio. Penulis memulainya dengan memindahkan grid yang sudah digunakan pada design sebelumnya. Untuk konten yang terdapat dalam feeds, karena hanya diminta untuk membuat template dan tulisan akan diubah oleh copywriter, maka penulis hanya mengambil konten dari artikel. Setelah mengumpulkan aset dan konten, maka penulis memulainya dengan menyusun typography dan memberikan efek pada objek. Berikut hasil jadi dari feeds tersebut.
Gambar 3.23. TacTic Instagram Feeds Alternatif (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)
Feeds tersebut kemudian penulis asistensikan ke supervisor. Supervisorpun
memilih desain yang pertama sebagai alternatif konten lanjutan yang telah dibuat
oleh senior lainnya. Berikut hasil akhir dari feeds yang diterima beserta
implementasinya pada feeds studio TacTic.
32
Gambar 3.24. TacTic Instagram Feeds Finalisasi (Sumber: Dokumen Pribadi EGGHEAD, 2021)