TATA CARA
PERENCANAAN PEMISAH
NO. 014/T/BNKT/1990
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA
DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA
P R A K A T A
Dalam rangka mewujudkan peranan penting jalan dalam mendorong perkembangan kehidupan bangsa, sesuai dengan U.U. no. 13/1980 Tentang Jalan, Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan yang menjurus ke arah profesionalisme dalam bidang pengelolaan jalan, baik di pusat maupun di daerah.
Adanya buku-buku standar, baik mengenai Tata Cara Pelaksanaan, S p e s i f i k a s i , m a u p u n M e t o d a P e n g u j i a n , yang b e r k a i t a n d e n g a n perencanaan, pelaksanaan, pengoperasian dan pemeliharaan merupakan kebutuhan yang mendesak guna menuju ke pengelolaan jalan yang lebih baik, efisien dan seragam.
Sambil menunggu terbitnya buku-buku standar dimaksud, buku Tata Cara Perencanaan Pemisah " ini dikeluarkan guna memenuhi kebutuhan intern di lingkungan Direktorat Pembinaan Jalan Kota.
Menyadari akan belum sempurnanya buku ini, maka pendapat dan saran dari semua pihak akan kami hargai guna penyempurnaan di kemudian hari.
Jakarta, 1990
DIREKTUR PEMBINAAN JALAN KOTA
DJOKO ASMORO
DAFTAR ISI
Halaman
PRAKATA ... i
DAFTAR ISI ... ii
I. DESKRIPSI ... 1
1.1. Maksud dan Tujuan ... 1
1.1.1. Maksud ... 1
1.1.2. Tujuan ... 1
1.2. Ruang Lingkup ... 1
1.3. Pengertian ... 1
II. PERSYARATAN-PERSYARATAN ... 4
2.1. Kriteria Penempatan ... 4
2.2. Daerah Penempatan ... 4
2.3. Kinerja ... 4
2.3.1 Pelengkap ... 4
2.3.2. Permukaan ... 5
III. KETENTUAN - KETENTUAN ... 7
3.1. Bukaan Pemisah Tengah ... 7
3.2. Leber Minimum Pemisah Tengah ... 7
3.3. Batas Penghalang ... 10
IV. PERENCANAAN ... 11
LAMPIRAN-LAMPTRAN ... 12
- Lampiran Gambar-gambar ... 12
- Daftar Buku Standar Direktorat Pembinaan Jalan Kota. ... 15
- Daftar Tim Pemrakarsa dan Tim Pembahas... 16
BAB I. DESKRIPSI
1.1. Maksud dan Tujuan.
1.1.1. Maksud.
Tata cara ini dimaksudkan untuk dapat memberikan petunjuk bagi perencana dan pihak lainnya m e n g e n a i t a t a c a r a p e r e n c a n a a n Pemisah pada jalan-jalan di kota.
1.1.2. Tujuan.
Tujuan tata cara ini untuk menyeragamkan ca r a p e r e n c a n a a n Pemisah pada jalan-jalan di kota.
1.2. Ruang Lingkup.
Buku tata cara ini lebih menekankan pada perencanaan praktis pembangunan Pemisah yang meliputi dasar pemikiran perencanaan, dimensi, struktur dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan Pemisah tengah dan Pemisah luar.
1.3. Pengertian.
Pemisah adalah suatu jalur bagian jalan yang memisahkan jalur lalu-lintas.Tergantung pada fungsinya, terdapat dua jenis Pemisah yaitu Pemisah Tengah dan Pemisah Luar.
Pemisah tengah (Median) adalah suatu jalur bagian jalan yang terletak di tengah, tidak digunakan untuk lalu-lintas kendaraan dan berfungsi memisahkan arus lalu-lintas yang berlawanan arah, yang terdiri dari Jalur tepian dan Bangunan
Pemisah Luar adalah suatu bangunan pem isa h ya ng berfungsi sebagai pembatas arus lalu-lintas k e n d a r a a n s e a r a h atau sebagai pemisah lalu lintas cepat dengan lalu-lintas lambat, yang terdiri dari Jalur tepian dan Bangunan pemisah.
Fungsi Utama Pemisah Tengah :
Adalah memisahkan arus lalu--lintas yang berlawanan arah dan mengurangi daerah konflik bagi kendaraan belok kanan sehingga dapat meningkatkan keamanan dan kelancaran lalu-lintas di jalan tersebut.
Selain dari fungsi tersebut di atas Pemisah tengah mempunyai fungsi antara lain:
a . P a d a k e a d a a n t e r t e n t u b a g i a n d a r i P e m i s a h t e n g a h d a p a t digunakan untuk jalur perubahan kecepatan dan jalur tunggu untuk lalu-lintas belok kanan atau perputaran (U- Turn).
b. Sebagai jalur penempatan perlengkapan jalan yang bersifat pengaturan lalu-lintas (Lampu lalu-lintas, Rambu lalu-lintas dan lain-lain), perlengkapan jalan yang bersifat kenyamanan dan keamanan (Lampu jalan, Pohon peneduh/penghalang lampu dari depan, Batas penghalang dan lain-lain), Drainase dan perlengkapan lainnya.
c. Persiapan pelebaran ,jalur lalu-lintas.
d. Daerah keamanan untuk kendaraan yang lepas kendali atau kecelakaan.
e. Jalur peralihan perbedaan permukaan antar Badan jalan.
f. Tempat pemberhentian sementara bagi Pejalan kaki y ang menyeberang jalan.
g. Keindahan, Jalur hijau, Landscaping dan lain-lain.
h. Mengurangi cahaya lampu dari kendaraan yang berlawanan arah.
Fungsi Utama Pemisah Luar Antara Lain : a. Memisahkan arus kendaraan searah.
b. Memisahkan jalur kendaraan cepat dengan jalur kendaraan lambat.
c. Sebagai tempat penempatan perlengkapan jalan yang bersifat pengaturan lalu-lintas (Rambu lalu-lintas dan lain-lain)
d. Tempat pemberhentian sementara bagi penyeberang jalan.
BAB II. PERSYARATAN-PERSYARATAN
2.1. Kriteria Penempatan.
Pemisah tengah ditempatkan pada garis sumbu ,jalan dua arah yang mempunyai empat lajur atau lehih.
Pemisah luar ditempatkan pada batas jalur yang akan dipisahkan, yang masing-masing jalur mempunyai 2 lajur atau lebih.
2.2. Daerah Penempatan.
Pemisah tengah perlu dibangun di daerah :
- Persimpangan sehidang antar jalan raya atau antara jalan raya dengan jalan Kereta Api.
- Banyak kendaraan belok kanan/memotong jalan.
- Daerah yang memungkinkan adanya pelebaran.
- Pada j a l a n d u a arah, dimana j a l u r ke dua a r a h t e r s e b u t mempunyai elevasi berbeda.
- Banyak penyeberang jalan.
2.3. Kinerja.
2.3.1. Pelengkap.
Suatu Pemisah tengah atau pemisah luar yang tidak menerus pada suatu ruas jalan, pada permulaan atau akhir dari ke dua pemisah tersebut harus dilengkapi dengan :
- Marka jalan, yang mengikuti ketentuan Buku Produk Standar Untuk Jalan Perkotaan, 1987, hal 1
- R a m b u j a l a n , y a n g m e n g i k u t i K e t e n t u a n M e n t e r i Perhubungan.
Pemisah tengah dapat dilengkapi dengan batas penghalang baik penghalang benturan maupun penghalang sinar lampu depan kendaraan yang berlawanan arah.
Penghalang benturan dapat berupa Guardrail, Parapet,serta Kereb . Sedangkan penghalang sinar dapat dipergunakan tanaman semak.
Pembangunan Batas penghalang disuatu ruas jalan diusaha- kan agar dapat menghasilkan tingkat keamanan yang sama pada seluruh ruas jalan tersebut.
2.3.2. Permukaan.
Permukaan Pemisah Tengah
a. Pemisah tengah harus terlihat jelas, menarik, tidak terganggu, mudah dalam pemeliharaan dan murah.
b. Pemisah tengah di jalan perkotaan disarankan dengan peninggian. Pemasangan Kereb harus mengikuti petunjuk yang ada (petunjuk pemasangan Kereb)
c. Bahan penutup Pemisah tengah dapat menggunakan Rumput, Perkerasan aspal, Blok asbuton, Beton semen, Blok beton dan lain-lain.
d. P e r m u k a a n P e m i s a h t e n g a h d a p a t d i n a i k k a n a t a u diturunkan.
Permukaan Pemisah Luar
a. Terlihat jelas, mudah dalam pemeliharaan.
b . B a h a n p e m b u a t a n K e r e b m e n g g u n a k a n b e t o n d e n g a n kekuatan tinggi.
III. KETENTUAN-KETENTUAN
3.1. Bukaan Pemisah Tengah .
Bukaan Pemisah tengah digunakan untuk arus lalu-lintas belok kanan dan atau berputar. Lokasi bukaan ditentukan di persimpangan dan tempat-tempat yang dipandang perlu. Prinsip disain bukaan Pemisah tengah serupa dengan prinsip disain pulau atau kanalisasi.
Prasarana pemutaran di tengah ruas jalan, ujung pemisah tengah harus dibentuk sesuai dengan kebutuhan geometrik.
Jalur perlambatan menuju hukaan dapat dibuat bila lebar Pemisah tengah mencukupi.
Tabel 1. Jarak Minimum Antar Bukaan
--- No Deskripsi Jarak Minimum ---
1. Untuk Pemutaran normal 500 m 2. Dengan jalur khusus belok 100 m kanan dari persimpangan
3. Di daerah belum terbangun 1.000 m (di luar kota)
---
3.2. Lebar Minimum Pemisah Tengah.
Lebar suatu Pemisah tengah pada suatu ruas jalan bervariasi tergantung pada ketersediaannya lahan. Namun demikian suatu Pemisah tengah mempunyai lebar minimum. Lebar minimum Pemisah tengah bila ditinjau dari penggunaan, fungsi, dan aksesibilitasnya dapat dilihat pada Tabel 2 dan Tabel 3.
TABEL 2. LEBAR DAN PENGGUNAAN MEDIAN
LEBAR(M) PENGGUNAAN
> 8 - Baik sebagai pemisah arus lalu-Iintas - Balk untuk pemutaran
5-8 - Cukup untuk pemutaran kendaraan kecil - Lebar praktis di wilayah perkotaan
- Kebutuhan minimum jalan raya di luar wilayah perkotaan
- Cukup untuk kendaraan belok kanan dan memotong jalan di simpang tanpa lampu lalu-Iintas
lalu-Iintas
- Cukup untuk penyediaan jalur perubahan kecepatan
2,5 - 5 - Cukup untuk penyediaan jalur khusus belok kanan - Kebutuhan minimum jalan raya di wilayah perkotaan
2,0 - 2,5 - Cukup untuk penempatan rambu, lampu lalu-Iintas, lampu penerangan jalan dan lain-lain
- Cukup untuk pemberhentian sementara pejalan kaki catatan : perlu pemasangan penghalang (barrier)
LAMP I RAN - LAMP I RAN
TABEL 3. LEBAR MINIMUM MEDIAN DAN QARIS TEPI
LEBAR MINIMUM (M) FUNGSI ASSESIBILITAS
MEDIAN TEPIAN
Arteri Primer Akses terkendali penuh 2,0 0,75
2,0 0,5
Arteri Primer Arteri Sekunder
Akses terkendali penuh
2,0 0,25
Kolektor Primer Arteri Sekunder
Akses terkendali sebagian/
tanpa kendali
3.3. Batas Penghalang
Pada jalan dengan kecepatan rencana lebih besar dari 60km/jam;
Guardrail, Parapet, Barrier beton disarankan untuk digunakan pada:
a. Pemisah tengah dengan lebar lebih kecil dari 2,0 m
b. Pemisah tengah dengan beda tinggi antar jalur lalu-lintas lebih besar dari 1 m.
Pagar digunakan pada tempat-tempat yang diperlukan untuk mencegah adanya penyeberangan jalan.
Penghalang sinar lampu depan kendaraan dari tanaman dapat dipasang pada jarak lebih besar dari 1 meter dari Kereb dan 15 meter dari bukaan Pemisah tengah .
IV. PERENCANAAN
1. Pelajari data lalu-lintas yang ada atau hasil ramalan lalu-lintas yang akan melalui jalan.
2. Bangunlah Pemisah pada jalan yang mempunyai 4 lajur atau lebih atau bila diperlukan pemisah antara jalur kendaraan cepat dengan jalur kendaraan lambat .
3. Gambarlah peta situasi di sekitar jalan yang ada atau yang akan dibuat jalan.
4. Pelajari situasi dan kondisinya.
5. Bila Pemisah tengah dibuat pada jalan baru maka lebar Pemisah tengah disesuaikan dengan standar yang berlaku.
6. Berilah bahan penutup rumput pada Pemisah tengah yang cukup lebar, dan bahan penutup lainnya pada Pemisah tengah yang kurang lebar.
7. Pasanglah Bangunan penghalang pada Pemisah tengah yang kurang lebar di jalan yang dilalui kendaraan dengan kecepatan tinggi.
LAPISAN MACAM BAHAN PENUTUP KETERANGAN
A Rumput, Perkerasan Aspal, Lihat standar
B
Blok Asbuton, Beton Semen, Blok Terkunci
Sub Base
masing-masing
Tabel 4. Macam Bahan Penutup.
DAFTAR BUKU STANDAR
DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA
NO JUDUL BUKU NO.REGRISTRASI
1. Produk Standar Untuk Jalan
Perkotaan Februari 1987
2. Standar Perencanaan Geometrik Untuk Jalan Perkotaan
Januari 1988
3. Standar Specification For Geometric Design Of Urban Roads
January 1988
4. Peta Klasifikasi Fungsi Jalan Seluruh Indonesia (Tentative)
Desember 1986
5. Panduan Survai dan Perhitungan Waktu Perjalanan Lalu-Iintas
01IT/BNKT/1990
6. Panduan Survai Wawancara Rumah 021T/BNKT/1990 7. Petunjuk Perambuan Sementara
Selama Pelaksanaan Pekerjaan
03/T/BNKT/1990
8. Petunjuk Tertib Pemanfaatan Jalan 04/T/BNKT/1990 9. Petunjuk Pelaksanaan Pemasangan
Utilitas
05/T/BNKT/1990
10. Petunjuk Pelaksanaan Pelapisan Ulang Jalan Pada Daerah Kereb Perkerasaan dan Sambungan
06/T/BNKT/1990
11. Petunjuk Perencanaan Trotoar 07/T/BNKT/1990
12. Petunjuk Desain Drainase Permukaan Jalan
08/T/BNKT/1990
13. Petunjuk Pelaksanaan Perkerasan Kaku (Beton Semen)
09/T/BNKT/1990
14. Panduan Penentuan Klasifikasi Fungsi Jalan di Wilayah Perkotaan
10/T/BNKT/1990
15. Standar Spesifikasi Kereb 11/S/BNKT/1990
16. Petunjuk Perencanaan Marka Jalan 12/S/BNKT/1990
17. Petunjuk Lokasi dan Standar Spesifikasi Bangunan Pengaman Tepi Jalan
13/S/BNKT/1990
NO JUDUL BUKU NO.REGISTRASI
18. Tata Cara Perencanaan Pemisah 014/T/BNKT/1990
19. Tata Cara Perencanaan Pemberhentian Bus
015/T/BNKT/1990
20. Tata Cara Pelaksananan Surval Inventarisasi Jalan Dan Jembatan Kota
016/T/BNKT/1990
21. Tata Cara Peleksanaan Survai Penghitungan Lalu-Iintas Cara Manual
017/T/BNKT/1990
22. Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota
018/T/BNKT/1990
DAFTAR NAMA - NAMA
PEMRAKARSA DAN TIM PEMBAHAS
P E M R A K A R S A
DIREKTORAT PEMBINAAN JALAN KOTA
KOSEPTOR
NO. N A M A
1.
2.
3.
Ir. Hartom., MSc Ir. Palgunadi.. MEngSc
Ir. Bernaldy., CES
T I M P E M B A H A S
NO. N A M A 1. Ir. Hartom., MSc 2. Ir. Bernaldy., CES 3. Ir. Palgunadi.. MEngSc 4. Ir. Trihardjo
5. Ir. M. Pandu 6. Ir. Minton. P 7. ir. Budi Harimawan 8. Kristianto Hadi., MEngSc 9. Ir. Heru Budi Santoso.. CES