• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

PENGADILAN MILITER UTAMA SALINAN P U T U S A N

Nomor : 31-K/PMU/BDG/AU/XI/2015

"DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Pengadilan Militer Utama yang bersidang di Jakarta dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat banding telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : J Y S.

Pangkat/NRP : Letkol Pnb/000000.

Jabatan : Pamen Dp Sops Mabesau.

Kesatuan : Mabesau.

Tempat tgl lahir : Airmadidi (Minahasa Utara), 27 Juli 1975.

Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia.

Agama : Kristen Protestan.

Alamat tempat tinggal : Mess Dakota Lanud Halim P, Jln. Manuhua Raya.

Terdakwa ditahan oleh :

1. Asisten Operasi Kasau selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari terhitung mulai tanggal 6 Pebruari 2015 sampai dengan tanggal 25 Pebruari 2015 berdasarkan Surat Keputusan Penahanan Nomor Kep/2/II/2015 tanggal 6 Pebruari 2015. Kemudian dibebaskan pada tanggal 26 Pebruari 2015 berdasarkan surat Keputusan Pembebasan Penahanan dari Asisten Operasi Kasau selaku Ankum Nomor Kep/3/II/ 2015 tanggal 25 Pebruari 2015.

2. Hakim Ketua Pengadilan Militer Utama sejak tanggal 3 Nopember 2015 sampai dengan tanggal 2 Desember 2015 berdasarkan Penetapan Penahanan Nomor TAP/07-K/

PMU/BDG/AU/XI/2015 tanggal 3 Nopember 2015.

3. Kepala Pengadilan Militer Utama sejak tanggal 3 Desember 2015 sampai dengan tanggal 31 Januari 2016 berdasarkan Penetapan Penahanan Nomor TAP/ 08-K/PMU/BDG/

AU/XII/2015 tanggal 2 Desember 2015.

PENGADILAN MILITER UTAMA tersebut di atas, Membaca :

I. Berkas perkara dan semua surat-surat yang berkaitan dengan perkara ini.

II. Surat Dakwaan Oditur Militer Tinggi pada Oditurat Militer Tinggi II Jakarta Nomor Sdak/20/VIII/2015 tanggal 27 Agustus 2015, berkesimpulan bahwa telah cukup alasan untuk menghadapkan Terdakwa tersebut ke persidangan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dengan dakwaan telah melakukan serangkaian perbuatan sebagai berikut :

Pertama :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal tiga dan empat Pebruari tahun 2015, setidak-tidaknya dalam tahun 2015 di Apartemen Cibubur Comfort blok A Iantai 2 nomor 10, setidak-tidaknya di tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta, telah melakukan tindak pidana :

“Seorang pria yang telah kawin melakukan zina”.

Dengan cara-cara sebagai berikut :

1 Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AU melalui pendidikan AAU di Yogyakarta pada tahun 1996, kemudian lulus dilantik dengan pangkat Letda Pnb dan ditugaskan di Skadik 103 Iswahjudi Madiun, selanjutnya setelah beberapa kali mengikuti pendidikan, kenaikan pangkat dan mutasi jabatan hingga saat kejadian yang menjadi perkara ini Terdakwa menjabat sebagai Pabandya Latgab Paban III/Lat Sopsau dengan pangkat Letkol Pnb NRP. 000000.

2 Bahwa Terdakwa menikah dengan Saksi-2 (drg. W M, Sp.Kg) secara resmi di GPIB Pelita DKI Jakarta pada tanggal 21 Juni 2005 sesuai dengan kutipan akta perkawinan nomor 217/Jp/2005 tanggal 25 Juni 2005 yang dikeluarkan oleh Kepala Suku Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Madya Jakarta Pusat dan pernikahan tersebut telah dikaruniai 2 (dua) orang anak.

3 Bahwa Terdakwa kenal dengan Saksi-1 (Serma R I P) sekira bulan Januari 2014 saat Saksi-1 berdinas sebagai Bintara Operator Komputer di Sopsau kemudian sejak bulan Desember 2014 Terdakwa dan Saksi-1 mulai dekat dan sering berkomunikasi serta melakukan pertemuan pada tanggal 4 Januari 2015 bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma dalam rangka membantu Terdakwa mencari tempat tinggal Apartemen, pada tanggal 5 Januari 2015 sekira pukul 21.00 Wib bertemu di Bandara Halim Perdanakusuma untuk mengkonfirmasi ulang ke Apartemen Cibubur Comfort kalau Terdakwa jadi menyewa kamar, pada tanggal 8 Januari 2015 Terdakwa dan Saksi-1 belanja perabotan di Junction Cibubur dan pada tanggal 11 Januari 2015 sekira pukul 15.00 Wib Saksi-1 dan Terdakwa bertemu dalam rangka makan malam di Sarinah dan Karokean serta pada tanggal 28 Januari 2015 sekira pukul 22.30 Wib bertemu dalam rangka makan malam di daerah Tebet.

4 Bahwa Saksi-1 (Serma R I P) telah menikah secara resmi dengan Mayor Sus A E R di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Makasar Jakarta Timur pada tanggal 20 Nopember 2005 sesuai dengan Buku Kutipan Akta Nikah nomor 1291/53/XI/2005 tanggal 20 Nopember 2005.

5 Bahwa pada tanggal 3 Pebruari 2015 Terdakwa dan Saksi-1 bertemu di Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 No.10 Kel. Cibubur Kec. Ciracas Jakarta Timur, kemudian di tempat tersebut Terdakwa dan Saksi-1 melakukan persetubuhan layaknya suami isteri sebanyak 2 (dua) kali.

6 Bahwa tanggal 4 Pebruari 2015 sekira pukul 14.00 Wib Saksi-1 menelepon Terdakwa dan dalam pembicaraan tersebut Saksi-1 menyuruh Terdakwa untuk makan siang dan berobat ke dokter karena Terdakwa sedang sakit, dan sekira pukul 15.30 Wib Saksi-1 kembali menelepon Terdakwa namun tidak dijawab, lalu sekira pukul 16.10 Wib Terdakwa mengirim SMS ke telepon genggam (handphone) Saksi-1 yang berisi "dia (Terdakwa) dalam kondisi sakit dan tidak jadi pergi", kemudian Saksi-1 langsung menelepon Terdakwa dan mengatakan Saksi-1 akan datang ke Apartemen Cibubur Comport membawa makanan dan obat, selanjutnya sekira pukul 19.00 Wib Saksi-1 berangkat menuju apartemen dan tiba sekira pukul 20.00 Wib, lalu Terdakwa langsung menjemput

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Saksi-1 di parkiran apartemen dan membawa Saksi-1 naik ke lantai 2 blok A apartemen Cibubur Comfort setelah itu Terdakwa dan Saksi-1 masuk ke dalam kamar No.10.

7 Bahwa selanjutnya di dalam kamar No.10 lantai 2 blok A Apartemen Cibubur Comfort tersebut Terdakwa dan Saksi-1 makan malam, kemudian setelah selesai makan Terdakwa mandi sedangkan Saksi-1 tertidur di depan TV dan setelah mandi lalu Terdakwa membangunkan Saksi-1, selanjutnya Terdakwa dan Saksi-1 ngobrol-ngobrol sambil bercanda setelah itu selang beberapa menit kemudian Terdakwa memeluk dan mencium Saksi-1 begitupun dengan Saksi-1 sebaliknya lalu Terdakwa membuka celana pendek berikut baju kaos dan celana dalam yang digunakan oleh Saksi-1 begitupun dengan Terdakwa yang langsung membuka baju dan celana dalamnya sehingga kondisi Terdakwa dan Saksi-1 dalam keadaan telanjang bulat lalu Terdakwa memasukkan kemaluan Terdakwa ke dalam kemaluan Saksi-1 sambil Terdakwa menggoyang-goyangkan pantatnya naik turun, kemudian Terdakwa dan Saksi-1 saling bergantian posisi di atas dan di bawah setelah itu selang beberapa menit kemudian Terdakwa mengeluarkan spermanya/air mani di dalam kemaluan Saksi-1.

8 Bahwa pada tanggal 4 Pebruari 2015 sekira pukul 15.30 Wib Saksi-2 (Sdri. Drg W M, Sp.KG) datang ke Apartemen Cibubur Comfort blok A Jakarta Timur, selanjutnya di tempat tersebut Saksi-2 melihat mobil dinas Terdakwa di area parkir apartemen tersebut kemudian Saksi-2 langsung menelepon Kol. Pnb J H dan Danpuspomau minta bantuan karena Saksi-2 meyakini Terdakwa berada di apartemen dengan perempuan lain.

9 Bahwa Saksi-2 langsung mengamati dan merekam perbuatan Terdakwa dengan Saksi-1 menggunakan kamera telepon genggam (handphone) milik Saksi-2 dari lubang pintu kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 dengan sangat jelas mulai dari Terdakwa dan Saksi-1 makan malam di dalam kamar tersebut sampai dengan Terdakwa dan Saksi-1 mulai bermesraan dengan cara Terdakwa mencium dan meremas payudara Saksi-1 kemudian Terdakwa dan Saksi-1 naik di atas tempat tidur dalam keadaan telanjang bulat lalu Terdakwa dan Saksi-1 melakukan hubungan layaknya suami isteri yaitu Terdakwa di bawah sedangkan Saksi-1 di atas badan Terdakwa selanjutnya Terdakwa berganti gaya dengan Saksi-1 yaitu Terdakwa berada di atas badan Saksi-1 sambil Terdakwa memasukkan kelaminnya ke dalam kelamin Saksi-1 dan Terdakwa menggoyang-goyangkan pantatnya naik turun lalu Terdakwa dan Saksi-1 kembali berganti-ganti gaya dalam melakukan hubungan badan tersebut dan selang beberapa menit Terdakwa mengeluarkan spermanya/air mani di dalam kemaluan Saksi-1.

10 Bahwa akibat perbuatan Terdakwa dan Saksi-1 tersebut sehingga Saksi-2 sebagai isteri sah dari Terdakwa merasa dirugikan dan melaporkan perbuatan Terdakwa dan Saksi-1 tersebut ke Puspomau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Atau Kedua :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat-tempat tersebut di bawah ini, yaitu pada tanggal empat bulan Pebruari tahun 2000 lima belas, setidak-tidaknya dalam tahun 2000 lima belas di Apartemen Cibubur Comfort blok A lantai 2 Nomor 10 Cibubur Kel. Ciracas Jakarta Timur, setidak-tidaknya di tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta telah melakukan tindak pidana :

“Barang siapa dengan sengaja dan terbuka melanggar kesusilaan”

Dengan cara-cara sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

1 Bahwa Terdakwa masuk menjadi prajurit TNI AU melalui pendidikan AAU di Yogyakarta pada tahun 1996, kemudian lulus dilantik dengan pangkat Letda Pnb dan ditugaskan di Skadik 103 Iswahjudi Madiun, selanjutnya setelah beberapa kali mengikuti pendidikan, kenaikan pangkat dan mutasi jabatan hingga saat kejadian yang menjadi perkara ini Terdakwa menjabat sebagai Pabandya Latgab Paban III/Lat Sopsau dengan pangkat Letkol Pnb NRP 000000.

2 Bahwa pada tanggal 4 Pebruari 2015 sekira pukul 15.30 Wib Saksi-2 (Sdri. drg W M, Sp.KG) yang merupakan isteri sah Terdakwa datang ke Apartemen Cibubur Comfort blok A Jakarta Timur, selanjutnya di tempat tersebut Saksi-2 melihat mobil dinas Terdakwa di area parkir apartemen tersebut kemudian Saksi-2 langsung menelepon Kol. Pnb J H dan Danpuspomau minta bantuan karena Saksi-2 meyakini Terdakwa berada di apartemen dengan perempuan lain.

3 Bahwa masih pada tanggal 4 Pebruari 2015 sekira pukul 18.00 Wib Kolonel Pnb J H tiba di Apartemen Cibubur Comfort blok A Jakarta Timur dan langsung mengajak Saksi-2 melihat situasi di apartemen tersebut, kemudian sekira pukul 19.30 Saksi-2 melihat Terdakwa keluar dari kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 menuju ke parkiran mobil sehingga Saksi-2 ingin mengikuti Terdakwa namun dicegah oleh Kolonel Pnb J H, selanjutnya Saksi-2 melihat Terdakwa naik kembali ke lantai 2 Apartemen Cibubur Comport Blok A bersama dengan Saksi-1 (Serma R I P) yang mengenakan baju kaos kuning dan celana pendek hitam dan masuk ke dalam kamar No.10.

4 Bahwa sekira pukul 20.00 Wib 2 (dua) orang anggota Pomau tiba di apartemen dan langsung mengawasi keadaan sekitar apartemen, selanjutnya Saksi-2 langsung mengamati dan merekam perbuatan Terdakwa dengan Saksi-1 menggunakan kamera telepon genggam (handphone) milik Saksi-2 dari lubang pintu kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 dengan sangat jelas mulai dari Terdakwa dan Saksi-1 makan malam di dalam kamar tersebut sampai dengan Terdakwa dan Saksi-1 mulai bermesraan dengan cara Terdakwa mencium dan meremas payudara Saksi-1 kemudian Terdakwa dan Saksi-1 naik di atas tempat tidur dalam keadaan telanjang bulat lalu Terdakwa dan Saksi-1 melakukan hubungan layaknya suami isteri dengan posisi 69 yaitu Terdakwa di bawah sedangkan Saksi-1 di atas badan Terdakwa selanjutnya Terdakwa berganti gaya dengan Saksi-1 yaitu Terdakwa berada di atas badan Saksi-1 sambil Terdakwa memasukkan kelaminnya ke dalam kelamin Saksi-1 dan Terdakwa menggoyang-goyangkan pantatnya naik turun lalu Terdakwa dan Saksi-1 kembali berganti-ganti gaya dalam melakukan hubungan badan tersebut dan selang beberapa menit Terdakwa mengeluarkan spermanya/air mani di dalam kemaluan Saksi-1.

5 Bahwa selanjutnya Saksi-2 melaporkan kejadian tersebut kepada Kolonel Pnb J H sehingga Kolonel Pnb J H memutuskan untuk masuk ke dalam kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 dengan cara Kolonel Pnb J H mengetok pintu kamar tersebut dan beberapa saat kemudian Terdakwa membuka pintu kamar dan langsung

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

2 (dua) orang anggota Pomau langsung masuk ke dalam kamar dan mendapat Terdakwa bersama Saksi-1 berada di dalam kamar tersebut dan 2 (dua) oarang anggota Pomau langsung membawa Terdakwa dan Saksi-1 ke kantor Pomau untuk diamankan.

6 Bahwa tempat Terdakwa dan Saksi-1 melakukan persetubuhan layaknya suami isteri tersebut yaitu di dalam kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 dengan kondisi pintu kamar tertutup namun terdapat lubang pada pintu kamar yang sewaktu-waktu dapat terlihat oleh orang lain.

7 Bahwa akibat perbuatan Terdakwa dan Saksi-1 tersebut sehingga Saksi-2 sebagai isteri sah dari Terdakwa merasa dirugikan dan melaporkan perbuatan Terdakwa dan Saksi-1 tersebut ke Puspomau untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Berpendapat : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam :

Kesatu : Pasal 284 ayat (1) ke-1 huruf a KUHP.

Atau

Kedua : Pasal 281 ke-1 KUHP.

III. Tuntutan Oditur Militer Tinggi pada Oditurat Militer Tinggi II Jakarta tanggal 20 Oktober 2015, mohon agar Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta menyatakan :

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas J Y S Letkol Pnb NRP. 000000 terbukti bersalah melakukan tindak pidana dalam dakwaan Alternatif Pertama :

“Seorang pria yang telah nikah melakukan zinah”

Sebagaimana dirumuskan dan diancam pidana menurut Pasal 284 Ayat (1) ke-1 huruf a KUHP.

2. Oleh karenanya Oditur Militer Tinggi mohon agar Terdakwa dijatuhi :

Pidana Pokok : Penjara selama 9 (sembilan) bulan. Menetapkan selama Terdakwa berada dalam penahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas TNI AU.

3. Mohon barang bukti berupa : a. Surat-surat :

1 2 (dua) lembar fotocopy Kutipan Akta Nikah Nomor : 217/JP/2005 tanggal 25 Juni 2005 antara Terdakwa dengan Saksi-1 (Sdri. drg. W M).

2 2 (dua) lembar fotocopy Kutipan Akta Nikah Nomor 1291/53/X/2005 tanggal 20 Nopember 2005 antara Saksi-2 (Serma R I P) dengan Saksi-3 (Mayor Sus A E R, S.Kom).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

3 1 (satu) lembar surat pengaduan dari drg. W M, Sp,Kg tanggal 4 Pebruari 2015 tentang Laporan Pengaduan kasus Perzinahan

4 1 (satu) lembar surat tidak mengadu/melapor dari suami Saksi-2 a.n. Mayor Sus A E R) tanggal 11 Pebruari 2015.

5 Foto apartemen Cibubur Comfort.

6 Foto kamar Nomor 10 blok A lantai 2 Apartemen Cibubur Comfort yang digunakan oleh Terdakwa dan Saksi-2 untuk melakukan persetubuhan.

7 1 (satu) lembar surat keterangan dari pengelola Apartemen Cibubur Comfort yang menyatakan identitas penyewa kamar.

Mohon tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

b. Barang-barang :

1 1 (satu) pasang baju milik Terdakwa yang digunakan saat kejadian.

Mohon Majelis Hakim mengembalikan kepada yang berhak yakni Terdakwa 2 1 (satu) pasang baju milik Saksi-2 (Serma R I P) yang digunakan saat kejadian.

Mohon Majelis Hakim mengembalikan kepada yang berhak yakni Serma (Wara) R I P.

3 1 (satu) lembar kain sprei dari kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A Iantai 2.

Mohon Majelis Hakim mengembalikan kepada yang berhak yakni Pemilik Apartement Cibubur Comfort Jakarta Timur.

4 1 (satu) buah dos Handphone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-N900 yang berisi Handphone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-900, Charger, Head Set, Battrey Samsung, Ear Phone dan 1 (satu) set mata pena berisi 5 (lima) buah dan klem.

Mohon Majelis Hakim mengembalikan kepada yang berhak yakni Sdri. Drg. W M (Saksi-1)

5 1 (satu) keping CDR merk GT Pro yang berisi Video dan Foto Rekaman Hand Phone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-N900 milik Saksi-1 (Sdri. drg.W M).

Mohon Majelis Hakim merampas untuk dimusnahkan.

4. Membebani Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

IV. Putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/PMT-II/AU/IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015, yang bersidang pada Tingkat Pertama dengan amar putusannya berbunyi sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1. Bahwa Terdakwa J Y S Letkol Pnb NRP. 000000 terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana :

“Perzinahan”

2. Memidana Terdakwa tersebut diatas karena itu dengan:

Pidana Pokok : Penjara selama 7 (tujuh) bulan. Menetapkan selama waktu Terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas Militer.

3. Menetapkan barang bukti berupa :

a. Barang-barang :

1 1 (satu) pasang baju milik Terdakwa yang digunakan saat kejadian. Dikembalikan kepada Terdakwa .

2 1 (satu) pasang baju milik Saksi-2 (Serma R I P) yang digunakan saat kejadian.

Dikembalikan kepada Saksi-2 (Serma R I P)

3 1 (satu) lembar kain sprei dari kamar No.10 Apartemen Cibubur Comport blok A Iantai 2.

Dikembalikan kepada pihak Apartemen Cibubur Comport.

4 1 (satu) buah dos Handphone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-N900 yang berisi Handphone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-900, Charger, Head Set, Battrey Samsung, Ear Phone dan 1 (satu) set mata pena berisi 5 (lima) buah dan klem.

Dikembalikan kepada pemiliknya yaitu Saksi-1 (Sdri. drg.W M)

5 1 (satu) keping CDR merk GT Pro yang berisi Video dan Foto Rekaman Hand Phone merk Samsung Galaxi Note 3 SM-N900 milik Saksi-1 (Sdri. drg.W M).

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara..

b. Surat-surat :

1 2 (dua) lembar fotocopy Kutipan Akta Nikah Nomor : 217/JP/2005 tanggal 25 Juni 2005 antara Terdakwa dengan Saksi-1 (Sdri. drg. W M).

2 2 (dua) lembar fotocopy Kutipan Akta Nikah Nomor 1291/53/X/2005 tanggal 20 Nopember 2005 antara Saksi-2 (Serma R I P) dengan Saksi-3 (Mayor Sus A E R, S.Kom).

3 1 (satu) lembar surat pengaduan dari drg. W M, Sp,Kg tanggal 4 Pebruari 2015 tentang Laporan Pengaduan kasus Perzinahan

4 1 (satu) lembar surat tidak mengadu/melapor dari suami Saksi-2 a.n. Mayor Sus A E R) tanggal 11 Pebruari 2015.

5 Foto apartemen Cibubur Comfort.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

6 Foto kamar Nomor 10 blok A lantai 2 Apartemen Cibubur Comfort yang digunakan oleh Terdakwa dan Saksi-2 untuk melakukan persetubuhan.

7 1 (satu) lembar surat keterangan dari pengelola Apartemen Cibubur Comfort yang menyatakan identitas penyewa kamar.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Memerintahkan Terdakwa ditahan.

5. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp.25.000,- (dua puluh lima ribu rupiah).

V. Akte Permohonan Banding dari Terdakwa Letkol Pnb. J Y S NRP 000000 Nomor APB/21- K/PMT-II/AU/XI/2015 tanggal 3 November 2015 yang pada pokoknya menyatakan bahwa pada tanggal tersebut mengajukan permohonan banding atas putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/PMT-II/AU/IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015 yang di tandatangani oleh Panitera Kapten Chk (K) D P, S.H., M.H. NRP 585118 dan Terdakwa.

VI. Memori Banding dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa tanggal 30 November 2015 yang di tandatangani oleh Mayor Sus A R, S.H., M.H. NRP 518366, dkk 2 (dua) orang.

Menimbang : Bahwa Permohonan Banding dari Terdakwa Letkol Pnb. J Y S NRP 000000 Nomor APB/21-K/PMT-II/AU/XI/2015 tanggal 3 November 2015, untuk Pemeriksaan Tingkat Banding terhadap putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/PMT-II/AU/IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015, telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara menurut ketentuan perundang- undangan yang berlaku, maka oleh karena itu Permohonan Banding secara formal dapat diterima.

Menimbang : Bahwa Terdakwa dalam perkara ini didampingi oleh Tim Penasihat Hukumnya yaitu S. Damanik, S.H., M.H Kolonel Sus NRP 519305 dkk 6 (enam) orang, berdasarkan Surat Perintah dari Kadiskum TNI AU Nomor:

Sprin/230/IX/2015 tanggal 9 September 2015 dan Surat Kuasa Khusus dari Terdakwa kepada Tim Penasihat Hukumnya tersebut tertanggal 9 September 2015.

Menimbang : Bahwa Memori Banding dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa yang keberatan atas putusan Pengadilan Tingkat Pertama dengan mengemukakan alasan-alasan sebagai berikut :

Selain fakta hukum yang yang mendasari putusan Majelis Hakim Tingkat Pertama, terdapat fakta-fakta hukum lain yang terungkap di persidangan yang apabila fakta tersebut dijadikan dasar pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara maka putusan Majelis Hakim akan lebih berkeadilan sebagaimana tujuan dari penegakan hukum di negara kita, yaitu Majelis Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan keadaan rumah tangga Terdakwa dengan Saksi-1 yang memang sudah lama (sejak seminggu setelah pernikahan sudah tidak bahagia) hal ini disebabkan karena Saksi-1 yang memiliki sifat yang tidak baik dan menimbulkan berbagai permasalahan. Adapun beberapa fakta yang terungkap dipersidangan terkait dengan kondisi kehidupan rumah tangga Terdakwa dapat disampaikan sebagai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

1. Bahwa keadaan rumah tangga Terdakwa dan Saksi-1 yang tidak harmonis sejak awal pernikahan, adalah bersesuaian dengan keterangan saksi-1 pada salinan putusan (Hal.12 point 3), berawal sejak 1 minggu setelah pernikahan Saksi-1 tidak bersikap sebagai istri yang baik yaitu dengan cara menelpon teman, kenalan terdakwa yang berjenis kelamin wanita dengan mengeluarkan kalimat- kalimat yang tidak pantas di sampaikan oleh seorang istri perwira, dan ini terjadi berulang-ulang tanpa sepengetahuan terdakwa, sehingga dengan tindakan yang dilakukan saksi-1 membuat terdakwa sering berhadapan dengan senior untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dan Saksi-1 terlalu banyak mengatur kehidupan Terdakwa termasuk dalam urusan kedinasan sehingga mendorong Pembanding melakukan perbuatan tindak pidana. Fakta aktual yang jelas-jelas diperbuat oleh Saksi-1 yaitu:

a. Saksi-1 melarang keras dan tidak ada toleransi sedikitpun bagi terdakwa untuk berinteraksi dengan keluarga terdakwa termasuk orang tua, sehingga demi menjaga keharmonisan keluarga terdakwa berusaha untuk mengikuti keinginan saksi-1 untuk tidak bertemu dan berkomunikasi dengan orang tua Terdakwa sehingga sejak akhir tahun 2008 s.d tahun 2014 (6 Tahun) terdakwa tidak di ijinkan untuk bertemu dan berkomunikasi dengan keluarga terdakwa.

b. Saksi-1 tanpa ada alasan yang jelas meminta dan memaksa Terdakwa untuk melakukan hal yang paling konyol di lingkungan TNI yang mana setelah 2 bulan selesai mejalankan tugas sebagai Komandan Skadron Udara 21, di Lanud Abdulrachman saleh Saksi-1 memaksa Terdakwa untuk meminta kembali kenang-kenangan (oleh-oleh) yang di berikan saksi1 kepada ibu-ibu pengurus ranting Skadud 21 PIA Ardya Garini, berupa Cincin, dompet, kain dll, dengan sangat terpaksa dan rasa malu yang sangat dalam Terdakwa mengikuti dan melaksanakan apa yang diinginkan oleh Saksi1, dan pada akhirnya barang-barang tersebut dikembalikan ke saksi1 dengan menggunakan pesawat herkules. Terdakwa secara bathin sangat tertekan atas kejadian ini namun terpaksa melaksanakan demi menjaga keharmonis didalam rumah tangga.

c. Sekiranya pada Medio 2006 saat Terdakwa mengikuti pendidikan Sekkau, saksi1 menurut keterangan para siswa sekkau yang melihat telah melakukan pemukulan terhadap salah satu rekan pembanding yaitu terhadap Letkol Pnb David Y. Tamboto (Saat kejadian masih berpangkat Kapten) tindakan itu dilakukan atas dasar ketidaksukaan saksi1 atas pertemanan yang dijalin oleh Terdakwa dengan ybs, sehingga permasalah ini tidak dilanjutkan namun diselesaikan lewat mediasi yang dilaksanakan oleh Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey (Saat itu berpangkat Letkol sebagai Dankorsis Sekkau 80).

d. Sekiranya pada Medio 2010 saat Terdakwa mengikuti pendidikan Seskoau di Lembang, saksi1 sekiranya pukul 20.00 tiba di Piket depan ksatrian Seskoau lembang dengan maksud untuk menghadap Danseskoau setelah ditanyakan maksud dan tujuan menghadap, saksi1 menjawab bahwa akan menyerahkan surat gugatan cerai kepada suami saksi1 an. Mayor Pnb James Y. Singal, dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Dandenma, Ketua Senat dan juga Dankorsis akhirnya saksi1 tidak jadi menghadap dan pada saat pelaksanaan penatris (Penataran istri Pasis Seskoau 47) saksi1

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

mengikuti kegiatan tersebut walaupun sebelumnya telah melaksanakan hal yang menghebohkan.

e. Pada Saat Terdakwa berdinas di Mabesau sebagai Pabandyalatgab, saksi1 sering keruangan pembanding dan menitipkan kedua buah hati an.

Willem dan Joanna Singal diruangan kerja Terdakwa, tindakan ini dilakukan tanpa koordinasi dengan pembanding sehingga walaupun terdakwa tidak berada diruangan kerena sedang mengikuti rapat diluar ruangan kedua anak tetap ditinggalkan diruangan.

f. Pada tanggal 10 September 2014 Saksi1 melaporkan Terdakwa ke Puspomau atas dugaan tindak pidana KDRT dengan maksud agar Terdakwa tidak jadi dilantik menjadi Komandan Lanud Dumatubun.

g. Bahwa apabila terjadi pertengkaran, Terdakwa sering diusir dari rumah, hal tersebut karena saksi-1 merasa diatas angin dimana rumah yang dijadikan sebagai tempat tinggal bukan merupakan rumah Terdakwa namun rumah orang tua dari Saksi1.

2. Bahwa Saksi 1 sebagai istri Terdakwa memiliki suatu tujuan/keinginan untuk menghancurkan kehidupan Pembanding, hal ini dapat dilihat dalam fakta hukum yang terungkap di persidangan sebagai berikut:

a. Bahwa saksi1 sudah mengetahui keberadaan Terdakwa di apartemen tersebut sejak tanggal 3 januari padahal Terdakwa menyewa apartemen tersebut tertanggal 5 Januari 2015 dan mulai menempatinya pada tanggal 8 s.d 11 Januari, pada tanggal 12 s.d 26 Januari Terdakwa tinggal dirumah Saksi-1 karena mengikuti arahan dari Asops Kasau, sehingga sejak tanggal 12 s.d 26 Januari 2015 (2 Minggu) dimana waktu 2 minggu tersebut dimaksudkan untuk memikirkan kembali dan memperbaiki hubungan dan pada durasi waktu yang diberikan tersebut Terdakwa melaksanakan kewajiban sebagai suami dengan baik dengan memberikan nafkah lahir dan bathin namun pada tanggal 26 januari 2015 saksi1 tetap tidak mau mencabut laporan tersebut.

b. Bahwa Saksi1 sejak sore hari pada tanggal 4 Februari 2015 sudah berada disekitar apartemen dan mengetahui bahwa Terdakwa berada dalam kamar 10 lantai 2, dan pada pukul 18.00 WIB saksi1 menghubungi Kolonel Pnb DJ H (saat itu menjabat Kalambangja Koopsau II dan sekarang menjabat sebagai Kedep Matra AAU), Pada pukul 19.30 Saksi1 dan Kol.

Pnb DJ H melihat Terdakwa keluar dari kamar dan menuju parkiran untuk menjemput saksi1 karena Terdakwa menolong saksi1 mengangkat air mineral yang dibawa, selanjutnya masuk kekamar dan melaksanakan makan malam, berbicara, Terdakwa mandi sampai dengan mulai bermesraan sampai dengan terjadinya hubungan badan selayaknya suami istri.

Dari kejadian tersebut sangat jelas bahwa saksi1 dengan sengaja ingin menghancurkan kehidupan Terdakwa dengan cara membiarkan tindak pidana ini terjadi hal tersebut nyata dengan upaya saksi1 mendokumentasikan kejadian tersebut menggunakan HP saksi1 dan dilakukannya sendiri tanpa bantuan orang lain melalui lubang pintu yang sebelumnya dalam kondisi baik, apabila dilihat dari aspek psykologi wanita normal maka sungguh tidak mungkin ini bisa dilakukan oleh seorang istri, pada normalnya seorang istri akan sangat emosi dan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

akan menyerang apabila melihat pasangan hidupnya berjalan dengan seorang wanita apalagi masuk kedalam kamar, pada saat Terdakwa dan Saksi2 mulai bermesraan dan diketahui oleh saksi1 namun saksi1 tidak berusaha untuk menghentikan kejadian tersebut namun justru sebaliknya membiarkan dan mendokumentasikan sampai hubungan tersebut selesai yang memakan waktu sekiranya 45 menit.

3. Bahwa dalam pertimbangannya Majelis Hakim sama sekali tidak mempertimbangkan bahwa sebelum Terdakwa menghadapi proses hukum atas dugaan tindak pidana yang dilakukan, Terdakwa merupakan seorang prajurit yang memiliki didikasi, loyalitas dan disiplin baik dan tidak pernah pernah melakukan tindak pidana maupun disiplin serta telah berjasa dalam menjalankan operasi militer.

4. Bahwa Majelis Hakim dalam perkara aquo kurang mempertimbangkan hal- hal sebagai berikut :

a. Terdakwa adalah penerbang berkualifikasi penerbang tempur, keahlian yang jarang dimiliki oleh prajurit tempur (TNI) dimana tenaganya masih sangat dibutuhkan oleh TNI AU.

b. Majelis Hakim perkara aquo kurang mempertimbangkan bahwa untuk mencetak seorang penerbang tempur diperlukan biaya yang sangat mahal, dengan menjatuhkan pidana pemecatan dari dinas TNI terhadap Terdakwa akan berpengaruh terhadap proses regenerasi penerbang tempur maupun berpengaruhnya terhadap berkurangnya jumlah penerbang tempur di satuan sementara saat ini TNI AU sedang meningkatkan jumlah alutsistanya.

Sehingga sangat disayangkan apabila kemudian Terdakwa harus keluar dan kemampuannya digunakan oleh pihak lain, yang bisa jadi justru merugikan negara sendiri.

c. Bahwa Terdakwa telah banyak melaksanakan tugas-tugas operasi dengan kesungguhan hati dan berkorban untuk bangsa dan negara dengan siap mengorbankan jiwa dan raga. Namun pengorbanan yang Terdakwa berikan sama sekali tidak diberikan arti dalam putusan perkara aquo dengan kurang mempertimbangkannya.

5. Bahwa Majelis Hakim kurang memperhatikan dan mempertimbangkan terhadap beberapa putusan pengadilan yang telah ada sebelumnya yang mengadili perkara yang serupa atau hampir sama dengan perkara Terdakwa saat ini, diantaranya adalah :

a Putusan Mahkamah Agung RI Nomor. 77 K/MIL/2009 yang diputus pada tanggal 19 Mei 2009 atas nama Terdakwa Lettu Sus Sunarno.

b Putusan Pengadilan Militer Utama, atas nama terdakwa Letkol Pnb Ali Sudibyo.

Berdasarkan uraian diatas, Penasihat Hukum Terdakwa dalam Memori Banding ini, mohon kiranya Majelis Hakim yang mulia sebagai pemeriksa dalam perkara ini berkenan untuk menjatuhkan putusan sebagai berikut :

1. Menerima dan mengabulkan Permohonan Banding dari Pembanding seluruhnya.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

2. Menyatakan membatalkan Putusan Pengadilan Militer II Jakarta Nomor 21- K/PM II/AU/IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015.

3. Membebaskan atau setidak-tidaknya melepaskan Pembanding dari segala tuntutan hukum.

4. Mengembalikan hak dan martabat pembanding seperti sediakala.

Apabila Majelis Hakim Yang Mulia berpendapat lain mohon berkenan mempertimbangkan hal-hal yang Penasehat Hukum uraikan diatas.

Menimbang : Bahwa terhadap Memori Banding dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa tersebut, Pengadilan Militer Utama selaku Pengadilan Tingkat Banding menanggapi sebagai berikut :

1. Bahwa keberatan-keberatan yang disampaikan Penasihat Hukum Terdakwa dalam memori bandingnya, semuanya itu menjadi fakta-fakta sebagaimana terungkap dipersidangan Pengadilan Tingkat Pertama dan sudah dipertimbangkan oleh Pengadilan Tingkat Pertama.

2. Berdasarkan uraian tersebut Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat penjatuhan hukuman tambahan berupa pemecatan dari dinas militer sebagaimana yang telah dijatuhkan oleh Majelis Hakim Tingkat Pertama sudah tepat, karena perbuatan Terdakwa bertentangan dengan tata kehidupan Militer dan tingkah laku Terdakwa tidak mencerminkan jati diri seorang Pamen, sehingga Judex Factie (Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta) berpendapat terhadap Terdakwa dijatuhi pidana tambahan pemecatan dari dinas Militer. Dengan demikian Memori Banding Penasihat Hukum Terdakwa tentang hal tersebut dinyatakan tidak dapat diterima dan harus ditolak.

Menimbang : Bahwa oleh karena Oditur Militer tidak mengajukan kontra atas memori banding yang diajukan oleh Penasihat Hukum Terdakwa, maka Majelis Hakim Pengadilan Militer Utama selaku Pengadilan Tingkat Banding tidak akan mempertimbangkan secara khusus.

Menimbang : Bahwa berdasarkan uraian tersebut di atas dan setelah mengkaji Putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/PMT-II/AU/IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015, maka Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat bahwa Putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta dalam mempertimbangkan unsur- unsur tindak pidana yang didakwakan Ormilti, Majelis Hakim Tingkat pertama telah dipertimbangkan secara tepat dan benar berdasarkan fakta-fakta yang diperoleh dipersidangan sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa pada saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini Terdakwa menjabat sebagai Pabandya Latgab Paban III/Lat Sopsau dengan pangkat Letkol Pnb NRP. 000000.

2. Bahwa benar Terdakwa menikah dengan Saksi-1 (drg. W M, Sp.Kg) secara resmi di GPIB Pelita DKI Jakarta pada tanggal 21 Juni 2005 sesuai dengan kutipan akta perkawinan nomor 217/Jp/2005 tanggal 25 Juni 2005 yang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

dikeluarkan oleh Kepala Suku Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Madya Jakarta Pusat dan pernikahan tersebut telah dikaruniai 2 (dua) orang anak dan pada saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini Terdakwa masih berstatus sebagai suami dari Saksi-1 (drg. W M, Sp.Kg).

3. Bahwa Saksi-2 (Serma R I P) telah menikah secara resmi dengan Mayor Sus A E R di Kantor Urusan Agama (KUA) Kec. Makasar Jakarta Timur pada tanggal 20 Nopember 2005 sesuai dengan Buku Kutipan Akta Nikah nomor 1291/53/XI/2005 tanggal 20 Nopember 2005.

4. Bahwa benar Terdakwa dengan Saksi-2 pada tanggal 3 dan 4 Pebruari 2015, bertemu di Apartemen Cibubur Comport blok A lantai 2 No.10 Kel.

Cibubur Kec. Ciracas Jakarta Timur, kemudian di tempat tersebut Terdakwa dan Saksi-2 melakukan persetubuhan layaknya suami isteri sebanyak 2 (dua) kali, dengan cara Terdakwa dan Saksi-2 makan malam di dalam kamar tersebut sampai dengan Terdakwa dan Saksi-2 mulai bermesraan dengan cara Terdakwa mencium dan meremas payudara Saksi-2 kemudian Terdakwa dan Saksi-2 naik di atas tempat tidur dalam keadaan telanjang bulat lalu Terdakwa dan Saksi-2 melakukan hubungan layaknya suami isteri yaitu Terdakwa di bawah sedangkan Saksi-2 di atas badan Terdakwa selanjutnya Terdakwa berganti gaya dengan Saksi-2 yaitu Terdakwa berada di atas badan Saksi-2 sambil Terdakwa memasukkan kelaminnya ke dalam kelamin Saksi-2 dan Terdakwa menggoyang- goyangkan pantatnya naik turun lalu Terdakwa dan Saksi-2 kembali berganti- ganti gaya dalam melakukan hubungan badan tersebut dan selang beberapa menit Terdakwa mengeluarkan spermanya/air mani di dalam kemaluan Saksi-2.

5. Bahwa benar Saksi-1 sebagai isteri yang sah dari Terdakwa mengetahui dan melihat langsung adanya persetubuhan antara Terdakwa dengan Saksi-2.

6. Bahwa benar selanjutnya Saksi-1 mengadukan perbuatan suaminya (Terdakwa) dengan cara Saksi-1 membuat pengaduan tertulis pada tanggal 4 Pebruari 2015 dengan maksud agar perbuatan Terdakwa untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

7. Bahwa benar Terdakwa pada saat melakukan hubungan badan layaknya suami isteri dengan Saksi-2, Saksi-3 adalah keluarga besar TNI (KBT) karena Saksi-2 adalah isteri sah dari Saksi-3.

Berdasarkan fakta tersebut diatas, bahwa perbuatan Terdakwa telah memenuhi unsur tindak pidana perzinahan dalam pasal 284 ayat (1) ke-1 huruf a KUHP, oleh karenanya putusan judex facti Pengadilan tingkat pertama haruslah dikuatkan.

Menimbang : Bahwa mengenai pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tingkat Pertama terhadap Terdakwa yaitu pidana pokok penjara selama 7 (tujuh) bulan, haruslah diperbaiki karena judex facti dalam putusannya kurang tepat dalam memberikan pertimbangan hukum, yakni sesuai fakta dipersidangan terdapat keadaan- keadaan yang meringankan pemidanaan yang tidak turut dipertimbangkan oleh judex facti, diantaranya :

1. Karena Terdakwa dijatuhi hukuman tambahan pemecatan dari dinas militer sudah merupakan hukuman yang sangat berat bagi seorang anggota militer karena itu hukuman badan berupa pidana pokoknya tidak perlu terlalu lama di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dalam penjara, selain itu karena Terdakwa dijatuhi hukuman tambahan pemecatan. Terdakwa memerlukan waktu untuk segera bersosialisasi dengan masyarakat sipil, sehingga hukuman yang terlalu lama akan menghambat proses sosialisasi tersebut, untuk itu demi rasa keadilan lebih manusiawi jika hukuman pokok yang telah dijatuhkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta haruslah dikurangi.

2. Bahwa atas perbuatan Terdakwa yang melakukan tindak pidana perzinahan dengan Saksi-2 (Serma R I P) dan Saksi-3 (Mayor Sus A E R, S.Kom) selaku suami sah dari Saksi-2 memaafkan perbuatan tersebut serta tidak menuntut secara hukum.

Keadaan-keadaan tersebut di atas merupakan hal-hal yang meringankan pemidanaan kepada Terdakwa dalam kasus aquo, oleh karenanya terdapat alasan untuk memperbaiki pidananya yaitu dengan memperingan pidana yang dijatuhkan kepada Terdakwa.

Menimbang : Bahwa mengenai pidana tambahan dipecat dari dinas militer yang dijatuhkan oleh Pengadilan tingkat pertama kepada Terdakwa adalah sudah tepat dan benar karena Pengadilan tingkat pertama dalam putusannya telah memberikan pertimbangan hukum yang cukup mengenai keadaan-keadaan yang membuatkan pidananya antara lain :

1. Bahwa Terdakwa melakukan perzinahan dengan Saksi-2 (Serma R I P) yang merupakan istri sah dari Saksi-3 (Mayor Sus A E R, S.Kom) sedang melaksanakan pendidikan S2 di Bogor dan Terdakwa yang merupakan atasan langsung dari Saksi-2 seharusnya menjadi contoh dan tauladan dalam lingkup pelaksanaan tugas dalam dinas maupun diluar dinas.

2. Bahwa perbuatan Terdakwa telah merusak citra dan martabat status serta kepangkatan yang disandangnya, disamping itu dapat menimbulkan citra negatif nama baik kesatuan dimasyarakat apabila Terdakwa tidak diberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan kualitas kesalahan Terdakwa.

3. Bahwa perbuatan-perbuatan tersebut dipandang layak dan tidak pantas dilakukan terdakwa karenanya sesuai ketentuan pasal 26 KUHPM Terdakwa harus diberhentikan dengan tidak hormat dari Militer.

Oleh karena itu pidana yang dijatuhkan oleh Pengadilan tingkat pertama harus dikuatkan karena dipandang adil dan setimpal dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa mengenai pertimbangan-pertimbangan untuk selebihnya yang dilakukan oleh Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/ PMT-II/AU/

IX/2015 tanggal 28 Oktober 2015, Majelis Hakim Tingkat Banding berpendapat sudah tepat dan benar oleh karenanya harus dikuatkan.

Menimbang : Bahwa penjatuhan pidana sebagaimana dimaksud dalam amar Putusan ini telah adil dan seimbang dengan perbuatan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa dipidana, maka biaya perkara tingkat banding dibebankan kepada Terdakwa.

Menimbang : Bahwa saat ini Terdakwa berada dalam tahanan, apabila Terdakwa berada di luar tahanan dikhawatirkan akan melarikan diri dan mengulangi perbuatannya maka Terdakwa perlu tetap ditahan.

Mengingat : Pasal 284 Ayat (1) Ke-1 huruf a KUHP jo Pasal 26 KUHPM jo Pasal 190 Ayat (3) Undang-undang Nomor 31 Tahun 1997 dan ketentuan perundang- undangan lain yang bersangkutan.

MENGADILI

Menyatakan : 1. Menerima secara formal permohonan banding yang diajukan oleh Terdakwa Letkol Pnb J Y S NRP 000000.

2. Memperbaiki putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/

PMT-II/AU/IX/ 2015 tanggal 28 Oktober 2015, sekedar mengenai penjatuhan pidana pokok, sehingga menjadi :

Pidana Pokok : Penjara selama 4 (empat) bulan 15 (lima belas) hari. Menetapkan selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dikurang seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas militer.

3. Menguatkan Putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta Nomor 21-K/

PMT-II/AU/IX/ 2015 tanggal 28 Oktober 2015, untuk selebihnya.

4. Memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan.

5. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah).

6. Memerintahkan kepada Panitera untuk mengirimkan salinan resmi Putusan ini beserta berkas perkaranya kepada Kepala Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta.

Demikian Putusan ini diambil dalam musyawarah Majelis Hakim pada hari Selasa tanggal 8 Desember 2015, oleh kami Mayor Jenderal TNI Mulyono, S.H., S.IP., M.H. selaku Hakim Ketua serta Brigadir Jenderal TNI A.A.A Putu Oka Dewi Iriani, S.H., M.H. dan Laksamana Pertama TNI Bambang Angkoso Wahyono. S.H., M.H masing-masing selaku Hakim Anggota-I dan Hakim Anggota-II, putusan mana diucapkan pada hari itu juga dalam sidang yang terbuka untuk umum oleh Hakim Ketua dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas dan Panitera Mayor Sus Abuzar Hafari, SH., MH NRP 524431 tanpa dihadiri oleh Ormilti dan Terdakwa.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hakim Ketua Cap. Ttd.

Mulyono, S.H., S.IP., M.H.

Mayor Jenderal TNI Panitera

Ttd.

Abuzar Hafari, SH., MH Mayor Sus NRP. 524431

Untuk salinan sesuai aslinya

Panitera

Abuzar Hafari, SH., MH Mayor Sus NRP 524431 Hakim Anggota I

Ttd.

A.A.A Putu Oka Dewi Iriani, S.H., M.H Brigadir Jenderal TNI

Hakim anggota II

Ttd.

Bambang Angkoso Wahyono. S.H., M.H Laksamana Pertama TNI

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui : Email : [email protected]

Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

Referensi

Dokumen terkait

Planar cage merupakan sangkar yang terbuat dari material polimer untuk menghitung dan mengamati pergerakan vertikal dan horisontal (Rabe, 1991). Sangkar ini terdiri

Ada hubungan yang sangat kuat antara perilaku petani dalam hal umur, pengalaman dalam bertani dan aktivitas keikut sertaan dalam penyuluhan dengan kepadatan cacing

Dengan mengetahui jumlah akurat pemesanan bahan baku yang dibutuhkan pada tiap periode dan pencatatan pemakaian bahan baku dapat menunjang perkembangan usaha bagi

Pengamatan yang dilakukan adalah: (1) angka kerapatan panen (AKP) dilakukan selama enam hari pada enam blok contoh dengan jumlah pohon yang diamati 400 pohon dengan mengamati

Kesimpulan penelitian ini, pemberian fraksi etil asetat akar senggani menyebabkan efek toksik pada organ testis ditunjukkan dengan adanya nekrosis pada tubulus seminiferus.. Kata

Nilai koefisien regresi harga pupuk Urea adalah sebesar 0.10935 artinya jika ada kenaikan satu satuan harga pupuk Urea maka akan ada peningkatan sebesar

Menurut Sutabri (Fitri Ayu1, 2015) “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian yang mendukung

Tahuru (2013) melakukan penelitian tentang hubungan tingkat kecemasan pasien post secsio caesarea dengan kemampuan mobilisasi, menunjuk- kan bahwa ada hubungan antara