• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

6

2.1 Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi 2.1.1 Konsep Dasar Sistem

Menurut TMBooks (2017:3) Sistem adalah dua atau lebih komponen yang saling berkaitan yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Sebagian besar sistem terbentuk dari beberapa subsistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar. Misalnya, fakultas merupakan suatu sistem yang terbentuk dari berbagai jurusan, yang merupakan subsistemnya. Sedangkan fakultas sendiri juga merupakan subsistem dari universitas.

Menurut Pratama (2014:7) Sistem didefinisikan sebagai sekumpulan prosedur yang saling berkaitan dan saling terhubung untuk melakukan suatu tugas bersama-sama. Secara garis besar, sebuah sistem informasi terdiri atas tiga komponen utama. Ketiga komponen tersebut mencakup software, hardware, dan brainware. Ketiga komponen ini saling berkaitan satu sama lain. Software mencakup semua perangkat lunak yang dibangun dengan bahasa pemrograman tertentu, pustaka, untuk kemudian menjadi sistem operasi, aplikasi, dan driver. Sistem operasi, aplikasi, driver, saling bekerja sama agar komputer dapat berjalan dengan baik. Hardware mencakup semua perangkat keras (motherboard, processor, VGA dan lainnya) yang disatukan menjadi sebuah komputer.

A. Karakteristik sistem

Menurut Pujiastuti (2015:15) Adapun karakteristik yang dimaksud yaitu:

Komponen sistem, batasan Sistem (Boundary), lingkungan luar sistem (Environtment), penghubung Sistem (Interface), masukan sistem (Input), Keluaran Sistem (output), pengolah sistem (Procces), dan sasaran sistem (Objective).

B. Klasifikasi sistem

Menurut Amin ( 2017:114) “mengatakan Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa

(2)

pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan. Sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Misalnya sistem komputer, sistem akutansi, sistem produksi dan lain sebgainya.

2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat manusia. Misalnya sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine sistem atau ada yang menyebut dengan man-machine sistem. Sistem informasi merupakan contoh man- machine sistem, karena menyangkut penggunaan komputer yang berinteraksi dengan manusia.

3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu (probabilitas sistem). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi interaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti. Sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem komputer adalah contoh dari sistem interaksi yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksikan karena mengandung unsur probabilitas.

4. Sistem diklasisfikasikan sebagai sistem tertutup (close system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak

(3)

berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sitem yang benar- benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed sistem (secara relatip tertutup, tidak benar-benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya. Karena sistem sifatnya terbuka dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya, maka system harus mempunyai suatu sistem pengendalian yang baik. Sistem yang baik harus dirancang sedemikian rupa, sehingga secara relatip tertututp karena sistem tertutup akan bekerja secara otomatis dan terbuka hanya untuk pengaruh yang baik saja.

2.1.2 Konsep Dasar Informasi

Menurut Pratama (2014:9) menyimpulkan bahwa:

Informasi merupakan hasil pengolahan data dari satu atau berbagai sumber, yang kemudian diolah, sehingga memberikan nilai, arti, dan manfaat. Proses pengolahan ini memerlukan teknologi. Berbicara mengenai teknologi memang tidak harus selalu berkaitan dengan komputer, namun komputer sendiri merupakan salah satu bentuk teknologi. Dengan kata lain, alat tulis dan mesin ketik pun dapat dimasukkan sebagai salah satu teknologi yang digunakan selain komputer dan jaringan komputer.

Menurut TMBooks (2017:4-5) Informasi adalah data yang telah diorganisir dan diproses sehingga bermanfaat bagi proses pengambilan keputusan.

Semakin banyak dan semakin berkualitas informasi yang tersedia, maka pengambilan keputusan menjadi semakin baik namun jika informasi terlalu banyak sehingga melebihi kemampuan otak untuk menyerap dan memprosesnya,

(4)

maka hanya akan menurunkan kualitas pengambilan keputusan dan meningkatkan biaya penyediaan informasi tersebut. Manfaat informasi (seperti mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kualitas keputusan, dan meningkatkan kemampuan untuk merencanakan dan menjadwalkan aktivitas) harus melebihi biaya penyediaanya (yang meliputi waktu dan sumber daya yang digunakan untuk menyediakan dan mendistribusikan informasi)

Terdapat 7 Karakteristik suatu informasi dikatakan bermanfaat yaitu : 1. Relevan, yaitu dapat mengurangi ketidakpastian, meninngkatkan kualitas

pengambillan keputusan, serta mengkonfirmasi atau mengkoreksi ekspektasi awal.

2. Andal, yaitu bebas dari kesalahan atau bias.

3. Lengkap, informasi dikatakan lengkap jika tidak menghilangkan aspek penting dari suatu kejadian atau aktivitas yang diukur.

4. Tepat waktu, yaitu tersedia saat diperlukan untuk mengambil keputusan.

5. Dapat dipahami. Disajikan dalam format yang mudah dipahami dan bermanfaat.

6. Dapat diverifikasi. Jika informasi tersebut dibaca oleh dua orang berbeda yang berpengetahuan memadai akan menghasilkan informasi yang sama.

7. Dapat diakses oleh pengguna jika diperlukan 2.1.3 Konsep Dasar Sistem Informasi

Menurut Pratama (2014:10-25) Sistem informasi merupakan gabungan dari empat bagian utama. Keempat bagian utama tersebut mencakup perangkat lunak (software), perangkat keras (hardware), infrastruktur, dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang terlatih. Keempat bagian utama ini saling berkaitan untuk

(5)

menciptakan sebuah sistem yang dapat mengolah data menjadi informasi yang bermanfaat. Sistem informasi dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Ini berarti ada banyak jenis sistem informasi dengan tujuan berbeda. Komponen- komponen pada Sistem Informasi.

1. Input (Masukan)

Sebuah informasi berasal dari data yang telah diolah dan diverifikasi sehingga akurat, bermanfaat, dan memiliki nilai. Komponen input ini berfungsi untuk menerima semua input (masukan) dari pengguna.

2. Output (Keluaran)

Sebuah sistem informasi akan menghasilkan keluaran (output) berupa informasi. Komponen output berfungsi untuk menyajikan hasil akhir ke pengguna sistem informasi. Informasi yang disajian ini merupakan hasil dari pengolahan data yang telah diinputkan sebelumnya (lihat penjelasan komponen input)

3. Software (Perangkat Lunak)

Komponen software (perangkat lunak) mencakup semua perangkat lunak yang digunakan didalam sistem informasi. Adanya komponen perangkat lunak ini akan membantu sistem informasi di dalam menjalankan tugasnya dan untuk dapat dijalankan sebagaimana mestinya.

4. Hardware (Perangkat Keras)

Komponen hardware (perangkat keras) mencakup semua perangkat keras komputer yang digunakan secara fisik didalam sistem informasi, baik di komputer server maupun di komputer client.

(6)

5. Database (Basis Data)

Mengingat bahwa sistem informasi menyajikan informasi yang berasal dari satu maupun beberapa data yang diinputkan dan diolah, maka tentu diperlukan sebuah aplikasi untuk penyimpanan, mengolah, dan menyajikan data dan satu maupun beberapa data yang diinputkan dan diolah, maka tentu diperlukan sebuah aplikasi untuk penyimpanan, mengolah, dan menyajikan data dan informasi tersebut secara komputerisasi.

6. Kontrol dan Prosedur

Kontrol dan prosedur adalah dua buah komponen yang menjadi satu.

Komponen kontrol berfungsi untuk mencegah terjadinya beragam gangguan dan ancaman terhadap data dan informasi yang ada di dalam sistem informasi, termasuk juga sistem informasi itu sendiri beserta fisiknya (dalam hal ini komputer server).

7. Teknologi dan Jaringan Komputer

Komponen terakhir di dalam sistem informasi ini, yaitu teknologi dan jaringan komputer, memegang peranan terpenting untuk sebuah sistem informasi. Komponen teknologi mengatur software, hardware, database, kontrol dan prosedur, input dan output, sehingga sistem dapat berjalan dan terkendali dengan baik.

2.1.4 Konsep Dasar Sistem Informasi Akuntansi

Menurut TMBooks (2017:6-7) “Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data sehingga menghasilkan informasi bagi para pengambil keputusan. SIA dapat

(7)

berupa sistem manual maupun sistem kompleks yang menggunakan teknologi informasi terbaru

SIA terdiri dari enam komponen, yaitu:

1. User yang menggunakan sistem.

2. Prosedur dan instruksi yang digunakan untuk mengumpulkan, memproses, dan menyimpan data.

3. Data mengenai organisasi dan aktivitas bisnisnya.

4. Software yang digunakan untuk memproses data.

5. Infrastruktur teknologi informasi, yang terdiri dari komputer, peripheral device, dan perangkat jaringan.

6. Pengendalian internal untuk menjaga keamanan data SIA 2.1.5 Konsep Dasar Akuntansi

Menurut Badriyah (2015:7-8) menyimpulkan bahwa:

Akuntansi merupakan salah satu bidang ilmu dalam ekonomi, untuk orang awam mungkin mendefinisikan akuntansi itu sebagai suatu kegiatan menghitung uang, dan memanage keuangan saja, definisi itu tidak salah hanya saja dalam akuntansi tidak hanya berkaitan dengan perhitungan uang tapi ada beberapa proses dalam suatu siklus akuntansi.

2.1.6 Konsep Dasar Pendapatan

Menurut Nena (2015:122) menyimpulkan bahwa:

Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat-manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas-aktivitas normal perusahaan selama suatu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Pengendalian internal pendapatan merupakan rencana dan metode yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan untuk mengendalikan pendapatan yang diperoleh dari aktivitas yang dilakukannya dalam suatu periode, dimana akan menghasilkan laporan keuangan yang handal mengenai pendapatan, efektif dan efisien serta tetap mentaati peraturan-peraturan yang berlaku dalam memperoleh pendapatannya.

(8)

Menurut Badriyah (2015:64) “Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dari aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa(fess) bunga, defiden, royalty dan sewa”.

Kas (D)

Pendapatan (K)

2.2 Peralatan Pendukung ( Tools Sistem ) 2.2.1 Unitified Modeling Language ( UML )

Menurut Pratama (2014:48-49) UML (Unified Modelilling Language) adalah standarisasi internasional untuk notasi dalam bentuk grafik, yang menjelaskan tentang analisis dan desain perangkat lunak yang dikembangkan dengan pemrograman berorientasi objek. Sebuah UML memiliki setidaknya sembilan buah diagram di dalamnya, namun umumnya digunakan tiga buah diagram saja. Ketiga diagram tersebut mencakup Use Case diagram, Class Diagram, dan Sequence diagram, Activity diagram, Deployment diagram.

1. Use Case diagram menggambarkan aliran kegiatan dan proses bisnis yang dilakukan oleh pengguna (aktor). Pada diagram Use Case ini, setiap kegiatan digambarkan ke dalam sebuah Use Case berbentuk lonjong dan terdapat minimal seorang aktor.

2. Class diagram menggambarkan struktur kelas yang terdapat pada perangkat lunak yang akan dibangun. Itu sebabnya UML digunakan untuk pemodelan aplikasi yang dibangun dengan konsep object oriented (karena object oriented kental dengan kelas, objek, pewarisan, method, dan sebagainya).

(9)

1. Sequence diagram menggambarkan sequence (aliran) pengiriman pesan (messageo yang terjadi di aplikasi, sebagai bentuk interaksi dengan pengguna (user). Sequence diagram erat kaitannya dengan Use Case diagram

1. Konsep Dasar Use Case Diagram

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:155-158) Use Case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk kelakuan (behaviour) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunkan fungsi-fungsi itu.

Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.

1. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

2. Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

(10)

2. Konsep Dasar Activity Diagram

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:161-163) Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkat lunak. Yang perlu diperhatikan disini adalah bahwa diagram aktivitas menggambarkan aktivitas sistem bukan apa yang dilakukan aktor, jadi aktivitas yang dapat dilakukan oleh sistem. Diagram aktivitas juga banyak digunakan untuk mendefinisikan hal-hal berikut:

1. Rancangan proses bisnis dimana setiap urutan aktivitas yang digambarkan merupakan proses bisnis sistem yang didefinisikan.

2. Urutan atau pengelompokan tampilan dari sistem / user interface dimana setiap aktivitas dianggap memiliki sebuah rancangan antarmuka tampilan.

3. Rancangan pengujian dimana setiap aktivitas dianggap memerlukan sebuah pengujian yang perlu didefinisikan kasus ujinya.

4. Rancangan menu yang ditampilkan pada perangkat lunak

3. Konsep Dasar Sequence Diagram

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:165-167) Diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek. Oleh karena itu untuk menggambar diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu. Membuat diagram sekuen juga dibutuhkan untuk melihat skenario yang ada pada use case.

(11)

4. Konsep Dasar Deployment Diagram

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:154-155) Diagram deployment atau deployment diagram menunjukan konfigurasi komponen dalam proses eksekusi aplikasi. Diagram deployment juga dapat digunakan untuk memodelkan hal-hal berikut:

1. Sisetm tambahan (embedded system) yang menggambarkan rancangan device, node, dan hardware

2. Sistem client/server 3. Sistem terdistribusi murni 4. Rekayasa ulang aplikasi

2.2.2 Konsep Dasar ERD (Entity Relationship Diagram)

Menurut Pratama (2014:49-50) ERD (Entity Relationship Diagram) adalah diagram yang menggambarkan keterkaitan antarkabel beserta dengan field-field di dalamnya pada suatu database sistem. Sebuah database memuat minimal sebuah tabel dengan sebuah atau beberapa buah field (kolom) di dalamnya. Namun pada kenyataanya, database lebih sering memiliki lebih dari satu buah tabel (dengan beberapa field di dalamnya). Setiap tabel umumnya memiliki keterkaitan hubungan. Keterkaitan antarkabel ini biasa disebut dengan Relasi. Terdapat tiga buah jenis relasi antar tabel di dalam bagan ERD. Ketiga relasi tersebut yaitu:

1. One to One (satu ke satu) Relasi ini menggambarkan hubungan satu field pada tabel pertama ke satu field pada tabel kedua. Relasi ini paling sederhana. Sebagai contoh, pada sistem informasi perpustakaan terdapat tabel Buku (dengan field Kode_Buku, Kode_Kategori, Kode_Penulis, Nama_Penulis, Judul, Penerbit) dan tabel Kategori (Kode_Kategori,

(12)

Nama_Kategori, Alamat). Field Kode_Kategori memiliki keterkaitan (relasi) satu ke satu pada tabel Buku dan tabel Kategori.

2. One to Many (Satu ke Banyak) Relasi ini menggambarkan hubungan satu field pada tabel pertama ke dua atau beberapa buah field di tabel kedua.

3. Many to Many (Banyak ke Banyak) Sebagai contoh, sebuah sistem informasi sekolah memiliki pengguna guru dan siswa di dalamnya. Sistem informasi ini memiliki sebuah database bernama sisfo sekolah dengan tiga buah tabel di dalamnya. Ketiga tabel tersebut adalah tabel Guru (memuat field NIP, Nama_Guru, Jabatan, Pangkat_Golongan, Alamat), tabel Mata Pelajaran (memuat field Kode_Mata_Pelajaran, Nama_Mata_Pelajaran), dan tabel Mengajar (memuat field NIP, Kode_Mata_Pelajaran, Kelas).

Tabel Mengajar terbentuk dari relasi antara tabel Guru dan tabel Mata Pelajaran. Relasi dalam hal ini berupa relasi N ke N, yang artinya satu atau lebih field pada tabel pertama dapat dihubungkan ke satu atau lebih ke field pada tabel kedua dan membentuk tabel ketiga. Pada contoh ini, satu guru (pada tabel Guru) dapat dapat mengajar lebih dari satu mata pelajaran (pada tabel Mata Pelajaran) dan satu mata pelajaran dapat memiliki lebih dari satu guru pengajar, untuk kemudian membentuk tabel mengajar”

Menurut Sukamto & Shalahuddin (2016:53) “ERD adalah bentuk paling awal dalam melakukan perancangan basis data relasional. Jika menggunakan OODBMS maka perancangan ERD tidak perlu dilakukan”

2.2.3 Konsep Dasar LRS (Logical Record Structur)

Menurut Taufik & Ernawati (2017:3) “sebelum tabel dibentuk dari field atau atribut entitas secara fisik atau level internal, maka harus dibuatkan suatu

(13)

bentuk relational model yang dibuat secara logic atau level external dan konsep, dari pernyataan tersebut dibutuhkan yang disebut dengan Logical Record Structure (LRS)” Pembuatan Logical Record Structure (LRS) terdapat tiga hal yang dapat mempengaruhi, yaitu:

1. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka digabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.

2. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.

3. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS

Menurut Supriyanta & Tina (2017:11) menyimpulkan bahwa:

LRS merupakan suatu bentuk relational model yang dibuat secara logic atau external level dan terkonsep sebelum tabel terbentuk dari field atau atribut entitas secara fisik atau internal level. Logical Record Structures juga merupakan hasil dari pemodelan Entity Relationship (ERD) beserta atributnya yang saling terhubung dengan entitas.

2.2.4 Konsep Dasar Spesifikasi File

Menurut Mubarok & Hadianti (2016:6-7) menyimpulkan bahwa:

Spesifikasi file merupakan semua sistem informasi dapat membuat, membaca, memperbaharui dan menghapus data. Data disimpan dalam file dan database. File merupakan kumpulan record yang serupa. Sedangkan database adalah kumpulan file yang saling terkait. Data tersebut kemudain diproses seperti yang diinginkan, seperti membuat, membaca, memperbaharui, dan menghapus sebuah data.

2.2.5 Konsep Dasar User Interface

Menurut Nugraha & Octasia (2016:301) “User interface merupakan tampilan program aplikasi yang digunakan dalam perancangan system informasi”

(14)

Menurut Ikhsan & Kurniawan (2015:14) menyimpulkan bahwa:

Pengertian antarmuka (interface) adalah salah satu layanan yang disediakan sistem operasi sebagai sarana interaksi antara pengguna dengan sistem operasi. Antarmuka adalah komponen sistem operasi yang bersentuhan langsung dengan pengguna. Terdapat dua jenis antarmuka, yaitu Command Line Interface (CLI) dan Graphical User Interface (GUI).

2.2.6 Konsep Dasar Code Generation

Menurut Sholikhah, et all (2017:20) “Generaation merupakan penggambaran dari rincian tabel pada database yang menjadi rangkaian dari perancangan proses pembuatan aplikasi pembelian dan penjualan barang dagang”.

2.2.7 Konsep Dasar Blackbox Testing

Menurut Supriyanta & Hidayati (2015:48) menyimpulkan bahwa:

Blackbox Testing adalah fokus pada apakah unit program memenuhi kebutuhan (requirement) yang disebutkan dalam spesifikasi. Cara pengujian hanya dilakukan dengan menjalankan atau mengeksekusi unit atau modul, kemudian diamati apakah hasil dari unit itu sesuai dengan proses bisnis yang diinginkan.

2.2.8 Konsep Dasar Spesifikasi Hardware & Software

Menurut Setiawan & Khairuzzaman (2017:109) Spesifikasi Hardware &

Software merupakan Suatu sistem yang baik tidak akan berhasil dengan baik apabila tidak didukung oleh sarana pendukung yang baik pula. Sarana pendukung yang dimaksud bukan harus menggunakan suatu unit komputer dengan merek tertentu dan harga yang mahal tetapi harus berintegrasi dengan baik antara satu dengan yang lainnya. Sistem dikatakan baik dan akan berhasil digunakan atau diterapkan jika didukung dengan beberapa unsur atau beberapa aspek antara lain, perangkat keras (Hardware), perangkat lunak (Software).Diantara unsur tersebut yaitu prasarana atau peralatan pendukung yang dibutuhkan harus sesuai dengan spesifikasi sistem yang diusulkan.

(15)

a. Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras adalah seluruh komponen yang membentuk suatu sistem komputer dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan tugasnya

b. Perangkat Lunak (Software)

Bagian penting lain yang mendukung program adalah perangkat lunak yang digunakan dalam mengeksekusi program aplikasi serta sistem operasi yang akan digunakan untuk menjalankan program tersebut.

Gambar

Tabel  Mengajar  terbentuk  dari  relasi  antara  tabel  Guru  dan  tabel  Mata  Pelajaran

Referensi

Dokumen terkait

Pada laporan kasus ini terdapat keterbatasan karena dari 5 pasien yang dilaporkan hanya 2 pasien yang dapat dilakukan pemeriksaan serologi ulangan dan melanjutkan

Konten media komik ini juga didukung dari hasil survey terhadap 100 orang responden yang dilakukan penulis, bahwa mayoritas responden mengetahui pencak silat dari jurus -

Berikut merupakan tabel nilai Z sambungan geser ganda 4 jenis kayu yang diteliti.Tabel 5-8 memperlihatkan bahwa standar Amerika (Forest Products Laboratory, 1999)

Saat kondisi kemiringan kapal sudah lebih dari 15°, Nakhoda selanjutnya memerintahkan Awak Kapal untuk meninggalkan kapal (abandonship). Tidak lama kemudian KM. Pemudi mulai

Akan tetapi posisi Pangeran Dipati Rangga Gempol Kusumadinata, selain sebagai bupati yang memimpin pemerintahan Kabupaten Sumedang, juga sebagai kordinator para

Ketika tanpa beban, kecepatan putar mencapai 600 rpm, tapi ketika dibebani, putaran menjadi berkurang sangat drastis. Pengurangan kecepatan putar turbin ini tidak

Beberapa penelitian mengenai burnout ditemukan bahwa burnout berhubungan dengan tiga faktor lain yang memiliki hubungan dengan prokrastinasi akademik, yaitu perfeksionis, minat

Model sistem deteksi terdistribusi pada jaringan sensor nirkabel yang dipengaruhi kanal fading, dengan topologi paralel dapat dilihat pada gambar.. Dari gambar tersebut terdapat