• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAFSIR AL-QUR’AN : Sebuah Tunjauan Pustaka

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "TAFSIR AL-QUR’AN : Sebuah Tunjauan Pustaka"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

TAFSIR AL-QUR’AN : Sebuah Tunjauan Pustaka Oleh: Drs. Mochammad Asrukin, M.Si.

Abstrak : Tafsir Al-Qur’an merupakan rangkaian kata tafsir dan Al-Qur’an. Al- Qur’an adalah kitab yang diturunkan kepada rasul terakhir, tertulis dalam mushaf-mushaf, yang diriwayatkan dengan cara sambung menyambung tanpa keraguan. Selanjutnya, kata tafsir diambil dari kata tafsiroh, yaitu suatu alat yang digunakan oleh dokter untuk menyelidiki penyakit orang sakit. Menurut arti kata tafsir ialah membuka dan menjelaskan. Sedangkan secara rinci tafsir berarti menjelaskan makna ayat, keadaannya, kisahnya dan sebab turunnya ayat dengan kata yang memberi penunjukan dengan jelas. Pengembangan tafsir harus didasarkan pada ilmu tafsir dan ilmu- ilmu lain yang berkaitan dengan agama, bahasa dan kesusasteraan Arab.

Pada akhirnya tafsir di kelompokkan menjadi tafsir naqli dan tafsir aqli.

Kata kunci : Al-Qur’an, tafsir

1

Referensi

Dokumen terkait

Kajian ini menyingkap tentang aspek penulisan dan aspek hermeneutik dari kelima tafsir tersebut, meskipun belum rinci dan mendalam.59 Tulisan serupa dalam versi yang lebih

Dengan demikian, maka penulis melihat terdapat keunikan di dalam tafsir al-Mishbah dan al-Azhar, berangkat dari sampel ayat yang dapat mewakili konsepsi fitrah

Menjelaskan sejarah tafsir Al-Qur’an di Indonesia dengan tidak semata-mata berkaitan dengan tahun penulisan dan publikasinya, tetapi juga menyangkut basis sosial- politik

Dalam menafsirkan al-Qur’an para sufi tidak membatasi diri dengan hanya menjelaskan makna lahir ayat yang bertumpu pada analisis bahasa, tetapi lebih dari itu mereka berusaha

Hamka menafsirkan ayat tersebut: Dengan jelas kalimat dalam ayat ini dijelaskan, bahwa orang bisa merasakan takut kepada Allah ialah orang-orang yng

Para ulama tafsir, dalam hal ini Ibnu Jarȋr, Ibnu Katsȋr dan Wahbah Zuhaili menafsirkan ayat-ayat Nashārā hampir dengan nada yang sama, bahwa mereka ada yang baik, ada yang tidak

Tafsir al-Misbah karya Quraish Shihab ditulis dalam bahasa Indonesia yang berisi 30 juz ayat-ayat al-Quran yang terbagi menjadi 15 jilid berukuran besar. Pada setiap jilidnya

Teks tersebut menjelaskan tentang metode tafsir tahlili yang digunakan untuk menjelaskan ayat-ayat