• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perhitungan Effektivitas Mesin Takamaz x-150 di PT X Menggunakan Overall Equipment Effectiveness

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Analisis Perhitungan Effektivitas Mesin Takamaz x-150 di PT X Menggunakan Overall Equipment Effectiveness"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Perhitungan Effektivitas Mesin Takamaz x-150 di PT X Menggunakan Overall Equipment Effectiveness

Rizky Mulana1*, Dene Herwanto2, Sutrisna Sunjaya Stepanus Pamungkas Sitorus 3

1,2,3Program Studi Teknik Industri, Universitas Singaperbangsa Karawang, Indonesia

*Koresponden email: [email protected]

Diterima: 14 Februari 2023 Disetujui: 25 Februari 2023

Abstract

PT. X is active in the field of motorcycle spare parts. The main topic research is the problematic on Takamaz x-150 engine, in which the engine’s downtime takes too long thus it’s affecting the effectiveness and efficiency of department of production. This study aims to find the effectiveness of the machine Takamaz x-150 and calculate the losses from the lack of effectiveness of this machine. The purpose of this research is to find out the results of calculating the overall equipment effectiveness (OEE) which is used to calculate the reliability of the machine Takamaz x-150. The results of the OEE research for January- December 2021, namely 65,36%, are still far from the global OEE standard, which is 85%. In general, the World Class criteria have not yet been reached. The low OEE value obtained on the machine Takamaz x- 150 can be caused by several factors in the supply of goods from the production of external NG plants (materials), limited human resources (humans), jammed machines and insufficient maintenance time regularly (method) and unclean workplace (environment).

Keywords: overall equipment effectiveness, Takamaz x-150, maintenance, diagram fishbone

Abstrak

PT. X bergerak di bidang pengadaan sparepart motor. Pada penelitian ini, yang menjadi objek utamanya adalah mesin Takamaz x-150 yang mana permasalahan dari mesin tersebut terletak pada downtime terlalu lama sehingga mengakibatkan terhambatnya divisi produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari effektivitas mesin Takamaz x-150dan menghitung kerugian dari kurangnya effektivitas mesin ini. Tujuan dalam penelitian kali ini adalah untuk mengetahui hasil perhitungan overall equipment effectiveness (OEE) yang digunakan untuk menghitung keandalan mesin Takamaz-x 150. Hasil dari penelitian OEE untuk Januari-Desember 2021 yaitu sebesar 65,36% masih kurang dari standar global JIPM yaitu sebesar 85%.

Secara umum masih belum tercapai kriteria World Class. Rendahnya nilai OEE yang di dapatkan pada mesin Takamaz x-150dapat di sebabkan oleh beberapa faktor suplai barang dari produksi plant luar NG (material), tenaga manusia terbatas (manusia), Mesin macet (mesin), waktu maintenance tidak teratur (metode) dan tempat kerja yang kurang bersih (lingkungan).

Kata Kunci: overall equipment effectiveness, Takamaz-x 150, maintenance, diagram fishbone

1. Pendahuluan

Kebutuhan untuk menunjang kelancaran dalam produktivitas dan daya saing perusahaan adalah ketersediaan mesin yang dapat bekerja dalam memenuhi target yang ditetapkan. Persaingan diantara perusahaan di bidang manufaktur mengharuskan setiap perusahaan melakukan perbaikan secara berkelanjutan (continuous) agar proses produksi berjalan lancar [1][2][3]. Utilasi peralatan manufaktur hanya setengah dari kemampuan mesin yang sebenarnya [4]. Perawatan mesin secara berkala bertujuan untuk menekan tingkat biaya peralatan serendah mungkin, dengan melakukan kegiatan maintenance secara efektif dan efisien [5]. Untuk masalah downtime disebabkan oleh kurangnya perawatan pada mesin, yang tidak secara berkala dan kelalaian pada operator tersebut. Hal ini arus diperbaiki karena downtime yang terlalu sering akan mengarah pada breakdown yang mengakibatkan kerugian yang makin besar terhadap perusahaan [6].

PT. X merupakan industri sparepart bagian tubuh untuk kendaraan jalanan roda dua, roda empat, jasa industri untuk berbagai barang dari logam. Penelitian pada PT. X saat ini yaitu melakukan sebuah peninjauan mesin yaitu Takamaz x-150 yang menjadi mesin yang penting dalam menghasilkan produk guna memberikan kepuasan costumer. Mesin yang menjadi objek yang diteliti adalah mesin Takamaz x- 150. Penyebab masalah yang muncul adalah terhambatnya kinerja produksi. Seperti waktu mesin yang terbuang, waktu berhenti mesin dan persiapan mulainya peralatan dan menghidupkan mesin Takamaz x- 150 yang merupakan penyebab terjadinya produktivitas di perusahaan mengalami pengurangan.

(2)

Tujuan untuk penelitian ini untuk mengetahui berapa hasil dari analisis overall equipment effectiveness pada mesin Takamaz-x 150, terdapat hasil yang kurang baik atau dimana rendahnya tingkat effektivitas pada produksi yang dimana masih jauh dari rata-rata world class, dan faktor yang menjadi penyebab penurunan tingkat produksi yang dihasilkan.

Manfaat yang di dapatkan yaitu sebagai pertimbangan atau saran bagi perusahaan dalam pengambilan kebijakan dalam upaya peningkatan produktivitas dalam perusahaan. Total Productive Maintenance merupakan update dari productive maintenance adalah metode dari pemeliharaan mesin.

TPM berkembang dari sistem pemeliharaan tradisional melibatkan semua divisi dan ikut dalam berpartisipasi tanggung jawab dalam pemeliharaan mesin dan peralatan. OEE adalah output dari pengaplikasian program yaitu TPM. OEE merupakan metode yang digunakan untuk pengukuran effektivitas mesin yang didasarkan pada penggunaan tiga rasio utama yaitu: Availability, performance dan quality [7]. Total Availability dalam suatu rasio yang pemanfaatan waktu yang tersedia untuk kegiatan operasi mesin atau peralatan (tools), performance merupakan suatu rasio yang menggambarkan kemampuan dari perlatan dalam menghasilkan barang, Quality merupakan suatu rasio yang menggambarkan kualitas dari barang yang dihasilkan [8].

Berdasar pada sebelumnya maka dalam penelitian ini digunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), adapun dari tesis terdahulu yang dijadikan sebagai menambah refrensi antara lain, penelitian yang dilakukan [9]. metode ini merupakan ukuran tingkat effektivitas kerja mesin beserta peralatan. Membandingkan data dari Overall Equipment Effectiveness (OEE) dalam kurun waktu satu tahun yaitu dimulai Januari-Desember 2021, membuat fishbone diagram untuk mencari akar dari permasalahan, mencari solusi terbaik untuk menemukan permasalahan yang ada di dalam perusahaan.

2. Metode Penelitian

Metode penelitian yaitu ditunjukkan untuk mengetahui tingkat effektivitas pada mesin Takamaz x- 150 selama satu tahun penuh. Dalam penelitian ini metode penelitian yang menggambarkan proses penelitian yang dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian.

1. Waktu dan lokasi

Pelaksanaan penelitian dilakukan pada PT. X yang berlokasi di Kawasan KIIC (Karawang Internasional Industrial City). Penelitian ini berlangsung dalam kurun waktu Januari-Desember 2022.

2. Data Penelitian

Dalam mendapatkan data untuk keberlangsungan penelitian kali ini, digunakan beberapa data yang di klasifikasikan yaitu.

a. Data primer, data ini didapatkan dengan sesuai dari izin perusahaan dan secara langsung dalam objek penelitian. Data yang termasuk ke dalam data seperti sejarah perusahaan identitas secara total. Kemudian untuk data terperinci seperti jumlah produksi, produk cacat dan downtime.

b. Data Sekunder, data ini didapatkan dengan cara mengumpulkan informasi dari luar dan sumber- sumber lainya. Data ini seperti studi literatur dan lapangan untuk mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan penelitian.

3. Metode Pengumpulan Data

Dari beberapa data yang telah ada sebelumnya, data tersebut didapatkan dan diakumulasi dengan dua cara yaitu dengan interview dan observasi. Interview, data diakumulasi dengan cara yaitu tanya jawab terkait dengan data yang dibutuhkan. peninjauan, data diakumulasi oleh peneliti langsung pada objek yang diamati ketika mengumpulkan data.

4. Analisis data

Data yang diakumulasi kemudian dilakukan analisis, adapun analisis yang dipakai pada penelitian dengan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE). Metode ini digunakan untuk mencapai tujuan penelitian yaitu mengukur tingkat effektivitas dan efisiensi di PT X. dari hasil yang didapatkan, ditentukan tingkat ketinggian effektivitas mesin tersebut. dapat ditarik kesimpulan dan analisis untuk memberikan usulan dan saran serta perbaikan yang dapat dilakukan guna meningkatkan tingkat effektivitas mesin tersebut.

5. Alur Penelitian

Adapun alur penelitian yang dilakukan, digambarkan dalam bentuk sebagai berikut seperti pada Gambar 1.

(3)

Gambar 1. Alur penelitian Sumber: Data Peneliti (2023)

3. Hasil dan Pembahasan

Melakukan pengolahan data menggunakan alat-alat statistik, Data yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan pengumpulan data pada kurun waktu Januari-Desember 2021. Digunakan beberapa data yaitu produksi, downtime, siklus, barang bagus dan barang cacat produksi. Berikut adalah hasil data menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE).

1. Kerangka Berfikir

Kerangka desain yang baik dapat memungkinkan langkah dalam pengamatan dalam penelitian lebih sistematis, pengamatan dapat dilakukan landasan untuk melakukan pengamatan adalah paradigma ini. Gambar 2 memberikan kerangka kerja untuk mempertimbangkan pada proses produksi.

Gambar 2. Kerangka berpikir Sumber: Data Peneliti (2023)

2. Pengumpulan data

Pengumpulan data lembar bulanan dari perusahaan yang berisi jumlah ketersediaan mesin dan jumlah breakdown yang terjadi. Tabel 1 merupakan tampilan kesimpulan lembar yang di teliti.

Tabel 1. Hasil data ketersediaan mesin Takamaz x-150 Bulan Operation

(Jam)

Preparation (Jam)

Breakdown (Jam)

Calendar (Jam)

Standby (Jam)

Januari 203 5 72 720 412

Februari 201 7 67 720 456

Maret 205 6 81 720 476

April 205 4 53 720 432

Mei 204 8 98 720 462

Juni 207 5 61 720 401

Juli 209 6 53 720 434

Agustus 206 7 65 720 464

September 201 4 56 720 456

Oktober 204 5 87 720 476

November 205 6 62 720 424

Desember 207 4 87 720 481

Sumber: Data Peneliti (2023)

proses produksi (X1)

downtime (X2)

Jam Kerja (X3)

efektivitas mesin Takamaz x -150

Analisis Efektivitas mesin

takamaz x-150

recomendasi pada perusahaan Observasi

Pendahuluan Studi Literatur Identifikasi Masalah

Perumusan Masalah

Penetapan Tujuan Observasi

Pengumpulan Data

Analsisis dan Pemecahan

Kesimpulan dan Saran

(4)

Data Kinerja mesin yang merupakan data dari operation dan breakdown selama kurun waktu Januari 2021 – Desember 2021 dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil data kinerja mesin Takamaz x-150 Bulan Operation

(jam)

Breakdown (jam)

Januari 203 72

Februari 201 67

Maret 205 81

April 205 53

Mei 204 98

Juni 207 61

Juli 209 53

Agustus 206 65

September 201 56

Oktober 204 87

November 205 62

Desember 207 87

Sumber: Data Peneliti (2023)

Data kualitas mesin dari takamaz x-150 berupa jumlah produksi baik, reject/rework dan produksi total selama kurun waktu Januari 2021 – Desember 2021 dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3. Hasil data kualitas Produksi mesin Takamaz x-150 Bulan Total

Production Reject/Rework Good Product

Januari 8326 471 7855

Februari 15200 433 14767

Maret 12935 769 12166

April 33164 1228 31936

Mei 22304 277 22027

Juni 24304 316 23988

Juli 12026 172 11854

Agustus 16794 194 16600

September 19243 107 19136

Oktober 4276 647 3629

November 60874 908 59966

Desember 42096 384 41712

Sumber : Data Peneliti (2023)

3. Perhitungan Availability Rate

Availability Rate adalah ukuran kesiapan mesin dalam pengoperasian mesin dengan lancar tanpa adanya ketimpangan dari kerusakan yang mengganggu bahkan menghentikan proses produksi [10].

Rumus berikut digunakan untuk menentukan availability rate.

𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑒 =𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 (𝑗𝑎𝑚) + 𝑠𝑡𝑎𝑛𝑑𝑏𝑦(𝑗𝑎𝑚)

𝑐𝑎𝑙𝑒𝑛𝑑𝑎𝑟 (𝑗𝑎𝑚) 𝑋 100%

Dan dilakukan perhitungan Availability rate dengan menggunakan contoh pada Januari 2021.

𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑖𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑒 = 203 + 412

720 𝑋 100% = 85,42%

Hasil dari availability rate pada bulan Januari adalah 85,42%, Hasil analisis Availability Rate berikut ditunjukkan pada Tabel 4 berikut merupakan gambaran dari analisis pada bulan Januari 2021 – Desember 2021 yang di dapatkan.

(5)

Tabel 4. perhitungan Availability Rate mesin Takamaz x-150 Bulan Operation

(Jam)

Preparation (Jam)

Breakdown (Jam)

Calendar (Jam)

Standby (Jam)

Availability (%)

Januari 203 5 72 720 412 85,42%

Februari 201 7 67 720 456 91,25%

Maret 205 6 81 720 476 94,58%

April 205 4 53 720 432 88,47%

Mei 204 8 98 720 462 92,50%

Juni 207 5 61 720 401 84,44%

Juli 209 6 53 720 434 89,31%

Agustus 206 7 65 720 464 93,06%

September 201 4 56 720 456 91,25%

Oktober 204 5 87 720 476 94,44%

November 205 6 62 720 424 87,36%

Desember 207 4 87 720 481 95,56%

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2023)

Gambar 3. Grafik availability Sumber : Data Peneliti (2023)

4. Perhitungan performance rate

Performance rate adalah ukuran dari kekuatan mesin produksi untuk memproduksi barang mentah menjadi barang yang berbentuk. Pada perhitungan performance rate maka memerlukan data yaitu operation dan breakdown [11]. Rumus berikut digunakan untuk menentukan performance rate.

𝑝𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 (𝑗𝑎𝑚)

𝑜𝑝𝑒𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜𝑛 (𝑗𝑎𝑚) + 𝑏𝑟𝑒𝑎𝑘𝑑𝑜𝑤𝑛 (𝑗𝑎𝑚) 𝑋 100%

Kemudian dilakukan perhitungan Performance Rate dengan contoh perhitungan pada bulan Januari 2021.

𝑝𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 𝑟𝑎𝑡𝑒 = 203

203 + 72 𝑋 100% = 73,82%

Hasil Performance Rate pada bulan Januari adalah 73,82%. Hasil analisis Performance Rate berikut ditunjukkan pada Tabel 5 berikut merupakan gambaran dari analisis pada bulan Januari 2021 – Desember 2021 yang di dapatkan.

78%

80%

82%

84%

86%

88%

90%

92%

94%

96%

98%

nilai OEE availability (%)

(6)

Tabel 5. Hasil perhitungan Performance rate mesin Takamaz x-150 Bulan Operation

(Jam)

Preparation (Jam)

Breakdown (Jam)

Calendar (Jam)

Standby (Jam)

Performance (%)

Januari 203 5 72 720 412 73,82%

Februari 201 7 67 720 456 75,00%

Maret 205 6 81 720 476 71,68%

April 205 4 53 720 432 79,46%

Mei 204 8 98 720 462 67,55%

Juni 207 5 61 720 401 77,24%

Juli 206 6 53 720 434 80,69%

Agustus 206 7 65 720 464 76,01%

September 201 4 56 720 456 78,21%

Oktober 204 5 87 720 476 70,10%

November 205 6 62 720 424 76,78%

Desember 207 4 87 720 481 70,41%

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2023)

Gambar 4. Grafik performance Sumber : Data Peneliti (2023)

5. Perhitungan Quality rate

Quality Rate adalah metrik menunjukkan kekuatan suatu mesin dalam memproduksi barang sesuai dengan spesifikasi perusahaan [12]. Pada perhitungan ini diperlukan data jumlah produksi baik, reject/rework dan produksi total. Berikut adalah rumus untuk mencari quality rate.

𝑄𝑢𝑎𝑙𝑖𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑒 = 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑏𝑎𝑖𝑘

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑟𝑜𝑑𝑢𝑘𝑠𝑖 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑋 100%

dilakukan contoh perhitungan dengan quality Rate dengan contoh pada bulan Januari 2021.

𝑄𝑢𝑎𝑙𝑖𝑦 𝑅𝑎𝑡𝑒 = 7855

8326 𝑋 100% = 94,34%

Hasil Quality Rate pada bulan Januari 2021 adalah 94,34%, Hasil analisis Quality rate berikut ditunjukkan pada Tabel 6 berikut merupakan gambaran dari analisis pada bulan Januari 2021 – Desember 2021 yang di dapatkan.

0,00%

10,00%

20,00%

30,00%

40,00%

50,00%

60,00%

70,00%

80,00%

90,00%

100,00%

Performance (%) nilai OEE

(7)

Tabel 6. Hasil perhitungan Quality rate mesin Takamaz x-150 Bulan Total

Production Reject/Rework Good Product

quality (%)

Januari 8326 471 7855 94,34%

Februari 15200 433 14767 97,15%

Maret 12935 769 12166 94,05%

April 33164 1228 31936 96,30%

Mei 22304 277 22027 98,76%

Juni 24304 316 23988 98,70%

Juli 12026 172 11854 98,57%

Agustus 16794 194 16600 98,84%

September 19243 107 19136 99,44%

Oktober 4276 647 3629 84,87%

November 60874 908 59966 98,51%

Desember 42096 384 41712 99,09%

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2023)

Gambar 5. Grafik Quality Sumber : Data Peneliti (2023)

6. Hasil analisis Overall Equipmnet Effectiveness

Overall Equipmnet Effectiveness (OEE) adalah metode dalam menggunakan data effektivitas waktu, kinerja mesin, dan kualitas produk yang dihasilkan untuk mengukur effektivitas alat produksi yaitu mesin [13]. Setelah menganalisis dan mengetahui nilai Availability, Performance dan Quality dan terakhir yaitu menghitung nilai OEE. Nilai OEE dapat ditemukan dengan cara mengalikan semua nilai dari Availability, Performance dan Quality. Berikut adalah rumus penentuan nilai OEE.

𝑂𝐸𝐸 = 𝐴𝑣𝑎𝑖𝑙𝑎𝑏𝑖𝑙𝑖𝑡𝑦 𝑋 𝑃𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 𝑋 𝑄𝑢𝑎𝑙𝑖𝑡𝑦 Kemudian dilakukan contoh perhitungan pada bulan Januari 2021.

𝑂𝐸𝐸 = 85,42% 𝑋 73,82% 𝑋 94,34% = 59,48%

Berdasarkan Nilai OEE pada bulan Januari yaitu 59,48%. Hasil analisis OEE berikut ditunjukkan pada Tabel 7 merupakan gambaran analisis bulan Januari 2021 – Desember 2021.

75,00%

80,00%

85,00%

90,00%

95,00%

100,00%

105,00%

quality (%) nilai OEE

(8)

Tabel 7. Hasil perhitungan Overall Equipmnet Effectiveness mesin Takamaz x-150

Availability (%)

Performance (%)

Quality

(%) OEE

85,42% 73,82% 94,34% 59,48%

91,25% 75,00% 97,15% 66,48%

94,58% 71,68% 94,05% 63,76%

88,47% 79,46% 96,30% 67,69%

92,50% 67,55% 98,76% 61,70%

84,44% 77,24% 98,70% 64,37%

89,31% 80,69% 98,57% 71,03%

93,06% 76,01% 98,84% 69,91%

91,25% 78,21% 99,44% 70,96%

94,44% 70,10% 84,87% 56,19%

87,36% 76,78% 98,51% 66,07%

95,56% 70,41% 99,09% 66,66%

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2023)

Gambar 6. Grafik OEE Sumber : Data Peneliti (2023)

Hasil perhitungan yang di dapat menujukan hasil dari analisis OEE rata-rata yang di dapatkan pada kurun waktu Januari 2021-Desember 2021 yaitu mendapatkan sebesar 65,36%. Menelaah pada batas standar pada nilai OEE yaitu sebesar 85% yang telah ditetapkan oleh JIPM [14]. Maka dapat disimpulkan nilai OEE yang di dapatkan untuk mesin takamaz x-150 masih tergolong dalam tingkat sedang namun untuk nilai dalam standar OEE masih dikatakan kurang.

7. Diagram Fishbone

Fishbone Diagram diperkenalkan pertama kali oleh Kaoru Ishikawa. Diagram ini merupakan salah satu metode dalam manajemen resiko dengan identifikasi penyebab terhadap potensi yang terjadi pada suatu masalah untuk menemukan akar masalahnya. Langkah dalam melakukan perbaikan lebih mudah diakukan jika akar masalah dapat diketahui [15]. Dengan menggunakan metode ini maka masalah yang terjadi sebab dan akibat dalam suatu masalah yang berdasarkan pada beberapa faktor yaitu manusia, mesin metode, material, dan lingkungan. Hasil untuk penyelesaian diagram fishbone dapat dilihat pada Gambar 7 yang menyebabkan hasil OEE yang kurang baik.

0,00%

10,00%

20,00%

30,00%

40,00%

50,00%

60,00%

70,00%

80,00%

90,00%

OEE Nilai OEE

(9)

Gambar 7. Diagram Fishbone penyebab rendahnya OEE Sumber : Data Peneliti (2023)

4. Kesimpulan

Hasil analisis telah dilakukan perhitungan dari Overall equipment effectiveness pada mesin Takamaz x-150, pada kurun waktu Januari-Desember 2021. Adapun kesimpulan yang diambil untuk penelitian kali ini yaitu dari hasil perhitungan Overal Equiment Effectiveness (OEE) yang merupakan ukuran keberhasilan Total Productive Maintenance (TPM) diketahui bahwa penerapan TPM di PT. X belum memenuhi standar.

Dengan rata-rata nilai dalam kurun waktu Januari 2021 – Desember 2021 sebesar 65,36% masih jauh dari standar global JIPM yaitu sebesar 85%. Terdapat rasio yang memiliki nilai OEE terendah pada mesin Takamaz x-150yaitu performance dengan rata-rata nilai sebesar 74,75% Sehingga faktor tersebut masih berada dibawah standar seharusnya.

Rendahnya nilai OEE yang didapatkan pada mesin takamaz-x150 terdampak akibat beberapa faktor yaitu rendahnya di sebabkan oleh beberapa faktor suplai barang dari produksi plant luar NG (material), tenaga manusia terbatas (manusia), Mesin macet (mesin), dan waktu maintenance tidak teratur (Metode) tempat kerja yang kurang bersih (lingkungan)Saran untuk Penelitian adalah PT. X untuk lebih mengevaluasi faktor yang dapat mempengaruhi rendahnya dalam produktivitas hasil produksi berdasarkan kepada nilai dari overall equipment effectiveness agar mampu mencapai standar dari world class. Jika selesai dengan apa yang menjadi masalah dalam produksi senantiasa untuk menjaga dalam performa produksi maupun dalam hal lainya.

5. Referensi

[1] A. Rinaldi, N. Rahmadani, P. Papilo, Silvia, and M. Rizki, “Analisa Pengambilan Keputusan Pemilihan Bahan Dalam Pembuatan Kemeja Menggunakan Metode TOPSIS,” Jurnal Sains, Teknologi dan Industri, vol. 18, no. 2, hal. 163–172, 2021.

[2] A. Wicaksono dan F. Yuamita, “Pengendalian Kualitas Produksi Sarden Menggunakan Metode Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) Dan Fault Tree Analysis (FTA) Untuk Meminimalkan Cacat Kaleng Di PT XYZ,” J. Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, no. 3, hal. 145–154, 2022, doi: 10.55826/tmit.v1iiii.44.

[3] S. Adi dan F. Yuamita, “Analisis Ergonomi Dalam Penggunaan Mesin Penggilingan Pupuk Menggunakan Metode Quick Exposure Checklist Pada PT. Putra Manunggal Sakti,” J. Teknol. dan Manaj. Ind. Terap., vol. 1, no. I, hal. 22–34, 2022, doi: 10.55826/tmit.v1ii.7.

[4] S. Nakajima, TPM - Total Productive Maintenance. Japan: Industrial Press inc, 2010.

[5] D. Wibisono, “Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dalam Meminimalisasi Six Big Losses Pada Mesin Bubut (Studi Kasus di Pabrik Parts PT XYZ),” J. Optimasi Tek. Ind., vol. 3, no.

1, hal. 7–13, 2021, doi: 10.30998/joti.v3i1.6130.

[6] A. Muhazir, Z. Sinaga, dan Z. Abidin, “Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) Untuk Meningkatkan Performance Mesin Cerruti-2 Di PT. UIS,” J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 10, no. 2, hal. 89–

97, 2022, doi: 10.33558/jitm.v10i2.4550.

"Nilai OEE yang di dapat masih dibawah

standar JIPM"

FAKTOR MESIN FAKTOR MANUSIA

FAKTOR LINGKUNGAN FAKTOR MATERIAL

FAKTOR METODE

Perbaikan Mesin dan pembersihan

Waktu kerja mesin terhambat Mesin mengalami breakdown arus listrik bermasalah

Mesin tidak beroprasi secara optimal Rendahnya disiplin pekerja terhadap waktu

Hasil output tidak sebanding dengan waktu yg dikeluarkan mesin Kurangnya pekerja

pada proses produksi

Waktu kerja tidak efektif Area Produksi kecil

Terjadi produk defect Kurang memperhatikan kondisi bahan baku Set-up mesin tidak tepat

Waktu kerja mesin terhambat

(10)

[7] S. Saiful, A. Rapi, dan O. Novawanda, “Pengukuran Kinerja Mesin Defekator I Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (Studi Kasus pada PT. Perkebunan XY),”

J. Eng. Manag. Industial Syst., vol. 2, no. 2, hal. 5–11, 2014, doi: 10.21776/ub.jemis.2014.002.02.2.

[8] A. Rahman dan S. Perdana, “Perhitungan Produktivitas Mesin Perfect Binding (Yoshino) dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada PT. XYZ,” STRING (Satuan Tulisan Ris. dan Inov. Teknol., vol. 3, no. 1, hal. 16, 2018, doi: 10.30998/string.v3i1.2723.

[9] D. Alvira, Y. Helianty, dan H. Prassetiyo, “Usulan Peningkatan Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada Mesin Tapping Manual Dengan Meminimumkan Six Big Losses,” J. Itenas Bandung, vol. 03, no. 03, hal. 240–251, 2015.

[10] A. B. Sulistyo dan T. Zakaria, “Analisis Overall Equipment Effectiveness Mesin Vertical Roller Mill ( Vrm ),” Jurnal InTent, vol. 2, no. 1, 2019.

[11] H. Suliantoro, N. Susanto, H. Prastawa, I. Sihombing, dan A. Mustikasari, “Penerapan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Dan Fault Tree Analysis (FTA) Untuk Mengukur Efektifitas Mesin Reng,” J@ti Undip J. Tek. Ind., vol. 12, no. 2, hal. 105, 2017, doi:

10.14710/jati.12.2.105-118.

[12] H. Suliantoro dan N. S. Aulia, “Pengukuran Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan Usulan Perbaikan Dengan Metode 5S Pada Line 8 PT. Coca Cola Bottling Indonesia Central Java,”

J. Ind. Eng. UNDIP, vol. 3, no. 4, 2014.

[13] K. Hafiz dan E. Martianis, “Analisis Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Caterpillar Type 3512B,” SINTEK J. J. Ilm. Tek. Mesin, vol. 13, no. 2, hal. 87, 2019, doi:

10.24853/sintek.13.2.87-96.

[14] A. L. Fahira dan S. Hartini, “Analisis Kinerja Mesin Produksi Mills MNO Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Studi Kasus : PT ISM Tbk Bogasari Flour Mills,” Ind. Eng.

Online J., vol. 9, no. 4, hal. 1–5, 2020.

[15] Y. Hisprastin dan I. Musfiroh, “Ishikawa Diagram dan Failure Mode Effect Analysis (FMEA) sebagai Metode yang Sering Digunakan dalam Manajemen Risiko Mutu di Industri,” Maj.

Farmasetika, vol. 6, no. 1, hal. 1, 2020, doi: 10.24198/mfarmasetika.v6i1.27106.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor yang mempengaruhi nilai OEE adalah Quality Rate dan dari perhitungan yang telah dilakukan dapat dinyatakan bahwa kualitas yang dihasilkan oleh mesin pada

Informasi yang dapat diperoleh adalah nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada bulan Januari 2017 sebesar 29,852%, artinya efektivitas penggunaan mesin exuder

ANALISIS OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) DAN SIX BIG LOSSES PADA MESIN SPEEDMASTER XL 105 DI PT X LAPORAN TUGAS AKHIR Millenia Riza Sugiarto 1806311046 Teknik Grafika JURUSAN

Berdasarkan data yang telah diolah antara bulan Agustus hingga Desember tahun 2021, dapat ditarik kesimpulan bahwa perhitungan efektivitas mesin shearing dengan metode

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengetahui komponen kritis mesin Centrifugal Dengan diketemukan Risk Priority

Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan efektifitas mesin KMF 250 A melalui 3 (tiga) rasio perhitungan OEE (availability, performance, quality) dan mengidentifikasi

Hal tersebut perlu dilakukannya sebuah evaluasi terhadap mesin injection untuk dapat mengetahui nilai efektivitas mesin injection menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness OEE

Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu nilai Overall Equipment Effectiveness OEE mesin filling ACS 1 periode Januari 98,0%, Februari 98,5%, Maret 95,2% dan rata-rata nilai OEE