1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Keluarga merupakan suatu penggabungan kata yang artinya adalah suatu kesatuan didalamnya terdapat anggota yang terdiri dari tiga atau lebih individu yang tercampur karena adanya ikatan sedarah, ikatan perkawinan, maupun karena ikatan asuh, di hidup seorang individu dalam serumah yang mempunyai hak, kewajiban, serta tanggungjawab untuk mengabdikan dirinya kepada kepentingan dan tujuan yang akan dicapai bersama yang dilandasi oleh rasa kasih, rasa cinta, dan sayang kepada masing- masing anggota keluarga untuk menciptakan sebuah kesejahteraan.1
Tercapainya kesuksesan sebuah keluarga dalam rangka membangun terciptanya rumah tangga yang dikatakan sejahtera tidak terlepas dari peranan ganda seorang wanita sebagai istri atau ibu yang mempunyai tugas untuk menuntun dan mendidik seorang anak, memelihara dan mengurus keluarga. Selain itu peran yang lain adalah wanita berperan aktif dibidang publik, sebagai seorang pekerja yang dapat membantu meringankan perekonomian dalam keluarga. Hal tersebut menunjukkan bahwa eksistensi wanita yang memiliki tugas dan tanggung jawab sesuai dengan perannya di berbagai bidang.2
Adanya transformasi peran ganda wanita dalam rumah tangga didasarkan pada faktor ekonomi keluarga. Semakin berkembangnya kemajuan ekonomi yang meningkat serta keperluan keluarga yang sangat besar, hal tersebut yang menjadikan faktor utama dimana para wanita atau istri memutuskan untuk bekerja dalam rangka membantu meringankan dan menambah penghasilan suami sehingga keperluan keluarga terpenuhi. Othman berpendapat bahwa peran dan tugas wanita saat ini telah beralih dalam memenuhi keperluan diri sendiri serta orang-orang terdekat di dalam keluarga untuk memperoleh kesejahteraan bersama dan memajukan kondisi ekonomi keluarga menjadi lebih baik sebagai
1 Fitriana, Ilmu Kesejahteraan Keluarga, (Banda Aceh: Syah Kuala University Press, 2018), 11.
2 Samsidar, Peran Ganda Wanita dalam Rumah Tangga, Jurnal An Nisa’ Vol. 12, No. 2 (2019), 656.
2
suatu metode yang digunakan untuk menghindari kemiskinan dan kemelaratan.3
Relevansi wanita yang bekerja memberikan dampak yang baik dalam peningkatan perekonomian keluarga. Tingkat wanita yang bekerja di sektor publik di Indonesia ataupun negara-negara lain mengalami peningkatan setiap tahunnya, disebabkan oleh beberapa faktor yaitu kemajuan teknologi, kesempatan wanita untuk belajar atau berpendidikan, serta tercapainya program Keluarga Berencana oleh pemerintah sehingga wanita yang berperan ganda dapat mengatasi segala permasalahan dalam keluarga maupun pekerjaannya. Tetapi peningkatan yang lebih signifikan pada wanita yang bekerja adalah meningkatnya penghasilan ekonomi keluarga dengan tidak meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga.4
Diketahui bahwa dari partisipasi peran yang dilaksanakan seorang wanita dalam kehidupan rumah tangga yaitu terdapat tiga kelompok peran, antaralain peran tradisi, peran transisi, dan peran kontemporer. Pertama, peran tradisi adalah peran wanita yang meliputi tugas dan perannya di bidang domestik yaitu mengerjakan dan mengurus semua pekerjaan rumah, mendidik dan mengasuh anak. Kedua, peran transisi adalah mencakup arti dimana wanita yang telah terbiasa bekerja untuk mencari penghasilan dalam membantu mencukupi kebutuhan dalam keluarga. Ketiga, peran kontemporer adalah peran dimana seorang wanita diposisikan hanya sebagai seorang wanita yang berkerja diluar rumah atau wanita karir.5
Salah satu tujuan dan target pembangunan berkelanjutan adalah tercapainya kesetaraan gender. Peran serta wanita telah menemui adanya kesamaan dan kesetaraan gender dalam persoalan penerimaan tenaga kerja wanita yang semakin luas
3 Eka Putri Hardiyanti, Dkk, Peran Ganda Wanita Dalam Menunjang Perekonomian RumahTangga Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga Di Sungai Musi Sumatera Selatan, Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol 3, No. 6 (2019), 1550.
4 Azizah Hibri, Wanita Dalam Masyarakat Indonesia Akses, Pemberdayaan dan Kesempatan, (Yogyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2001), 189.
5 Widyatmike Gede Mulawarman dkk, Kajian Pembangunan Manusia Berbasis Gender 2019: Perempuan Kepala Rumah Tangga Miskin yang Mempunyai Usaha Ekonomi di Bontang, Samarinda, dan Kutai Timur, (Yogyakarta: CV Istana Agency, 2020), 15-16.
3
untuk bekerja.6 Hal tersebut dilakukan oleh para wanita atau istri dalam mencapai terciptanya keluarga yang sejahtera.7
Kesejahteraan sosial merupakan suatu kondisi dimana individu merasa aman baik terhindar dari masalah fisik maupun dari masalah sosial. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa kesejahteraan sosial terdapat tiga unsur antaralain unsur fisik atau badan, unsur sosial dan unsur rohani. Ketiga unsur dalam Al- Qur’an tersebut yang membedakan kesejahteraan dengan berbagai paradigma ilmu kesejahteraan lainnya.8
Dalam Islam kesejahteraan meliputi dua pengertian, yaitu kesejahteraan yang seimbang dan menyeluruh serta kesejahteraan di dunia dan akhirat. Kesejahteraan yang seimbang dan menyeluruh artinya, kehidupan manusia haruslah seimbang antara fisik dan jiwanya. Kesejahteraan di dunia dan akhirat artinya bahwa seorang manusia memiliki kehidupan yang sementara selama di dunia, akan tetapi di akhiratlah manusia akan hidup abadi. Tercukupinya kebutuhan materi didunia semata-mata hanya bertujuan untuk mencapai kecukupan di akhirat. Karena pada dasarnya kesejahteraan di akhirat lebih diutamakan daripada kehidupan dunia atau disebut dengan maslahah.9
Menurut ulama Imam Ghazali, maslahah merupakan pemeliharaan hukum-hukum syara’. Sedangkan maslahah dalam pengertian syar’i adalah mencapai kemanfaatan dan mencegah kemudharatan untuk memelihara tujuan dari syara’. Ulama’ Al- Khawarizmi menyebutkan bahwa maslahah yaitu pemeliharaan tujuan syara’ dengan cara menjauhkan segala kerusakan dari manusia. Seluruh ulama dan Imam al-Syatibi membenarkan bahwa Allah SWT menetapkan beberapa tuntutan syariah yang
6 Lusia Palulungan dkk, Perempuan, Masyarakat Patriarki &
Kesetaraan Gender, (Makassar: BaKTI, 2020), 121.
7 Eka Pariyanti, Peran Ibu Rumah Tangga Dalam Meningkatkan
Pendapatan Keluarga Studi Kasus Para Pengupas Bawang di Desa 22 Hadi Mulyo Kecamatan Metro Pusat Kota Metro, Jurnal Dinamika, Vol. 3 No. 2 (2017), 2-3.
8 Waryono Abdul Ghofur, dkk, Interkoneksi Islam dan Kesejahteraan Sosial: Teori, Pendekatan, dan Studi Kasus, (Yogyakarta: Samudra Biru, 2012), 18.
9 Melis, Relevansi Peran Gender dan Kontribusi Ekonomi Perempuan untuk Mencapai Falah dalam Rumah Tangga, An Nisa’a: Jurnal Kajian Gender dan Anak, Vol. 12, No. 01 (2017), 68-69.
4
bertujuan untuk pemeliharaan lima indikator utama manusia, antara lain pemeliharaan agama, pemeliharaan jiwa, pemeliharaan akal, pemeliharaan keturunan, serta pemeliharaan harta yang disebut sebagai tujuan-tujuan syara’ (maqashid syariah atau al-mawasid al-syar’i).10
Maqashid syariah diartikan sebagai makna-makna, hikmah, serta tujuan akhir yang akan dicapai oleh syar’i dalam suatu hukum yang ditetapkan oleh Allah SWT sehingga dapat terealisasikan kemaslahatan manusia baik didunia maupun diakhirat.11
Kesejahteraan ditinjau dari perspektif maqashid syariah penting dilakukan karena kesejahteraan individu bukanlah dilihat dari terpenuhinya kebutuhan dalam bentuk harta saja, tetapi juga dengan terpenuhinya kebutuhan spiritual atau rohani. Oleh karena itu, kesejahteraan dalam Islam tidak hanya dilihat dari kebutuhan ekonomi saja, tetapi dilihat dari perspektif maqashid syariah yang terdiri dari lima konsep, yaitu hifzh ad din (pemeliharaan agama), hifzh al nafs (pemeliharaan jiwa), hifzh al aql (pemeliharaan akal), hifzh al nasl (pemeliharaan jiwa), dan hifzh al mal (pemeliharaan harta)12.
Salah satu bukti nyata yaitu dalam kehidupan masyarakat di Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara Provinsi Jawa tengah, para wanita melakoni peran ganda yaitu sebagai ibu rumah tangga dan pekerja pabrik. Alasan peneliti memilih lokasi di Desa Nalumsari adalah dikarenakan banyak keluarga di Desa Nalumsari dimana faktor kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi serta lokasi pabrik-pabrik yang strategis yaitu di sekitar Desa Nalumsari terdapat banyak industri padat karya yang didirikan, misalnya industri pabrik garmen di sekitar daerah Nalumsari dan Mayong, industri pabrik rokok di daerah Kaliwungu dan sekitarnya.
Banyaknya industri pabrik di sekitar Desa Nalumsari menyerap banyak lapangan pekerjaan yang dibutuhkan lebih
10 Amany Lubis dkk, Ketahanan Keluarga dalam Perspektif Islam, (Jakarta: Pustaka Cendekiawan Muda, 2018), 9.
11 Busyro, Maqashid Al-Syari’ah Pengetahuan Mendasar Memahami Maslahah, (Jakarta: Kencana, 2019), 11.
12 Ika Rinawati dan A.Fahrur Rozi, Analisis Tingkat Kesejahteraan Pegawai PT Greendfield Indonesia Dalam Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus Pada Pegawai Warga Desa Palaan Kabupaten Malang), Jurnal Muslim Heritage, Vol. 5, No. 1 (2020), 30-31.
5
utamanya adalah pekerja wanita. Sebab industri pabrik-pabrik tersebut hanya menuntut ketelitian, keuletan, kerapian dan kecepatan dalam perkerjaannya serta tidak dibutuhkan keahlian khusus dan tingkat pendidikan yang tinggi. Hal tersebut sesuai dengan konstruksi sosial wanita yang memiliki sifat yang lembut, rajin,dan ulet sebagai modal untuk bekerja.13
Mayoritas masyarakat Desa Nalumsari khususnya suami atau kepala rumah tangga dalam mencukupi kebutuhan keluarganya adalah mereka bekerja sebagai kuli bangunan, kuli panggul, buruh tani, dan lainnya. Tetapi hal tersebut dikatakan belum mampu dalam mencukupi kebutuhan rumah tangganya.
Faktor yang menyebabkan terhambatnya pekerjaan yang dilakukan oleh suami di Desa Nalumsari, misalnya petani apabila kegiatan petani di sawah kurang maksimal dikarenakan musim kemarau, secara otomatis kegiatan bekerja sebagai petani di sawah mengakibatkan terganggu. Hal ini yang menjadi banyaknya pengangguran akibat faktor-faktor yang tidak dapat diatasi oleh manusia.
Semakin tingginya pengangguran menjadi salah satu keadaan dimana terjadi beban tambahan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga yang semakin meningkat, sehingga keseimbangan ekonomi dalam keluarga menjadi tidak dinamis yang menjadi faktor utama bagi wanita atau para istri melaksanakan peran gandanya di Desa Nalumsari dalam membantu suaminya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.14
Beberapa penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan dan dikaji adalah, penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Hasan Sebyar yang berjudul Peran Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Perspektif Maqashid Syariah, pada tahun 2021. Penelitian tersebut mengkaji tentang peran perempuan yang yang berpartisipasi dalam dunia kerja yaitu sebagai pedagang di Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten
13
http://www.kompasiana.com/fitriana31260/616e2cbe06310e0338203622/.
Diakses pada tanggal 28 Desember 2021 pukul 15.20 WIB.
14 Stevany Afrizal Polelah, Peran Ganda Perempuan Dalam Peningkatan
Perekonomian Keluarga (Studi Kasus Pada Perempuan Bekerja Di Kecamatan Padarincang Kabupaten Serang), Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development (IJSED), Vol. 3, No. 1 (2021), 55.
6
Mandailing Natal serta dampaknya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dilihat dari perspektif maqashid syariah.
Hasil penelitiannya yaitu ditemukan keterkaitan bahwa peran perempuan sebagai pedagang memberikan dampak positif dalam peningkatan kesejahteraan keluarga serta sesuai dengan kesejahteraan dalam Islam (falah), juga sesuai dengan lima konsep yang ada dalam Islam, antaralain hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-aql, hifz an-nasl, dan hifz al-maal.15
Penelitian yang dilakukan oleh Norcahyono dan M.Arni dengan judul Strategies Of Career Women at Islamic Universities In Kalimantan In Carrying Out Household Obligation From The Perspective Of Maqashid As-Syari’ah, pada tahun 2021.
Mengkaji tentang strategi peran wanita karir sebagai pejabat di Universitas Islam di Kalimantan dalam menjalankan kewajiban rumah tangga dilihat dari maqashid syariah.
Hasil penelitiannya adalah terdapat kendala yang dijalankan para wanita karir, antaralain tidak memiliki waktu produktif yang cukup dalam menjalankan kewajibannya sebagai ibu rumah tangga, merasa kualahan dan kelelahan akibat menjalani dua peran sekaligus. Strategi yang dilakukan adalah menyiapkan tugas seorang ART, meminta bantuan kepada keluarga atau orang lain disekitar, serta bekerja sama dengan suami dan keluarga. Dalam perspektif maqashid syariah strategi peran wanita karir termasuk dalam tingkatan Maqashid al- Hajiyyah.16
Penelitian yang dilakukan oleh Arif Zunadi dan Facrial Lailatul Maghfiroh dengan judul The Role Of Woman In Improving The Family Economy, pada tahun 2021. Penelitian ini membahas mengenai peran perempuan dalam peningkatakan ekonomi keluarga, khususnya pada perempuan pekerja buruh eceran bawang merah di Desa Pehserut Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk.
Hasil penelitian adalah bahwa perempuan mempunyai peran yang penting dalam membantu meningkatkan ekonomi
15 Muhammad Hasan Sebyar, Peran Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Perspektif Maqashid Syariah, Jurnal Hukum Islam,Vol.
21, No. 2 (2021), 186.
16 Norcahyono dan M.Arni, Strategies Of Career Woman At Islamic Universities In Kalimantan In Carrying Out Household Obligations From The Perspective Of Maqashid As-Syari’ah, Jurnal Hukum dan Pemikiran, Vol. 21, No.1 (2021), 88.
7
keluarga yaitu dengan bekerja sebagai pekerja buruh eceran bawang merah. Adapun alasan para perempuan bekerja diluar rumah sebagai buruh eceran bawang merah adalah faktor ekonomi yang kurang terpenuhi, juga sebagai aktualisasi diri untuk membantu penghasilan suami.17
Penelitian yang dilakukan oleh Melis dengan judul Analisis Gender: Peran Ganda Istri Pekerja Buruh harian Di Perkebunan Sawit Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga Dalam Perspektif Ekonomi Islam, tahun 2018. Penelitian tersebut mengkaji dan meneliti mengenai peran ganda seorang istri dimana dalam membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, seorang istri bekerja sebagai buruh harian di perkebunan sawit pada PT. London Sumatera, Trans Subur Muara Lakitan, Musi Rawas sehingga dapat memenuhi kebutuhan keluarga.
Hasil penelitian tersebut adalah peran ganda istri sebagai ibu rumah tangga dan pekerja buruh harian Di Perkebunan Sawit dapat membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Dilihat dari teori ekonomi Islam seorang istri harus mementingkan kewajiban sebagai ibu rumah tangga disamping melaksanakan peran gandanya sebagai pekerja harian di perkebunan sawit. Karena dalam perspektif ekonomi Islam, seorang wanita diperbolehkan untuk bekerja serta derajat dan kedudukan seorang wanita dengan laki-laki adalah sama.18
Penelitian yang dilakukan oleh Febriana Fitriasari dan Moch. Khoirul Anwar dengan judul Peran Istri Dalam Membantu Perekonomian Keluarga Ditinjau Dari Ekonomi Islam, tahun 2019. Penelitian tersebut mengkaji tentang peran istri sebagai pedagang di pasar Kedurus-Karang Pilang Surabaya dalam meningkatkan perekonomian keluarga serta faktor yang mengakibatkan mereka bekerja.
Hasil penelitiannya adalah peran istri yang bekerja sebagai pedagang hanya pekerjaan sampingan saja, dikarenakan para istri atau wanita sudah diberikan nafkah dan penghasilan
17 Arif Zunaidi dan Facrial Lailatul Maghfiroh, The Role Of Woman In Improving The Family Economy, Dinar: Islamic Economics & Financial Journal, Vol. 8, No.1 (2021), 61.
18 Melis, Analisis Gender: Peran Ganda Istri Pekerja Buruh Harian di Perkebunan Sawit Untuk Memenuhi Kebutuhan Keluarga Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Deskriptif Pada PT. London Sumatera, Trans Subur Muria Lakitan, Musi Rawas), An Nisa’ Jurnal Kajian Gender dan Anak, Vol. 13, No.
02 (2018), 109.
8
dari suami, serta tidak meninggalkan perannya sebagai ibu rumah tangga. Dilihat dari ekonomi Islam, seorang wanita yang bekerja tidak melanggar ketentuan yang telah ditetapkan syariat Islam merupakan bentuk bakti kepada suami untuk membantu menambah penghasilan bagi keluarganya. Adapun faktor para istri bekerja sebagai pedagang adalah karena faktor ekonomi, aktualisasi diri, dan sosial.19
Penelitian yang dilakukan oleh Iwan Abdul Jalil dan Yurisna Tanjung dengan judul Peran Ganda perempuan Pada keluarga Masyarakat Petani Di Desa Simpang Duhu Dolok Kabupaten Mandailing Natal, pada tahun 2020. Mengkaji tentang peran ganda perempuan pada keluarga masyarakat yang bekerja sebagai petani di Desa Simpang Duhu Dolok Kabupaten Mandailing Natal dalam meningkatkan ekonomi keluarga, serta dampak peran ganda perempuan masyarakat petani terhadap peningkatan ekonomi keluarganya.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Iwan Abdul Jalil dkk, adalah bahwa peran ganda perempuan sebagai petani memberi kontribusi peran dalam peningkatan dilihat dari perekonomian keluarga, yaitu seorang ibu rumah tangga dapat melaksanakan peran ganda sebagai petani untuk keluarga dengan memberikan penghasilan dari bekerja untuk meringankan dan membantu suami serta pendidikan anaknya. Sedangkan peran ganda dilihat dari keluarga adalah seorang ibu rumah tangga dapat melaksanakan tugasnya dalam mengelola rumah tangga dengan bekerja sama dengan keluarganya.20
Dari beberapa penelitian terdahulu yang telah disebutkan diatas, yaitu sama-sama meneliti tentang peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga, yaitu sebagai pekerja buruh harian, pedagang di pasar, petani, dan buruh eceran bawang merah. Sedangkan penelitian ini akan mengkaji peran ganda wanita sebagai pekerja pabrik. Hal tersebut dilaksanakan para wanita atau istri karena belum tercukupinya kebutuhan
19 Febriana Fitriasari dan Moch. Khoirul Anwar, Peran Istri Dalam Membantu Perekonomian Keluarga Ditinjau Dari Ekonomi Islam, Jurnal Ekonomi Islam, Vol. 2, No. 3 (2019), 1-2.
20 Iwan Abdul Jalil dan Yurisna Tanjung, Peran Ganda Perempuan Pada Keluarga Masyarakat Petani di Desa Simpang Duhu Dolok Kabupaten Mandailing Natal, Jurnal Intervensi Sosial dan Pembangunan(JISP),Vol. 1, No.
1 (2020), 58.
9
rumah tangga yang semakin besar, sedangkan pendapatan suami yang rendah dan tidak tetap, sehingga wanita memutuskan untuk bekerja sebagai upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan dalam keluarga sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga dan tercapai kesejahteraan.
Research gap penelitian terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan adalah terdapat perbedaan pada subyek penelitian, yaitu penulis akan memfokuskan pada wanita pekerja pabrik. Hasil penelitian terdahulu terdapat kesamaan bahwa peran wanita yang bekerja memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Sedangkan dalam perspektif maqashid syariah mengenai peran ganda wanita telah dilakukan oleh Muhammad Hasan Sebyar dimana hasil penelitiannya bahwa peran perempuan yang bekerja sebagai pedagang sangat positif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga serta sesuai dengan kesejahteraan dalam Islam (falah), juga sesuai dengan lima konsep yang ada dalam Islam, antaralain hifz ad-din, hifz an-nafs, hifz al-aql, hifz an-nasl, dan hifz al- maal.21
Berbanding terbalik dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Norcahyono dan M. Arni bahwa peran wanita karir sebagai pejabat wanita di Universitas Islam Kalimantan terdapat kendala yang dijalankan oleh wanita karir antaralain tidak memiliki waktu produktif yang cukup dalam tugasnya sebagai ibu rumah tangga, merasa kualahan dan kelelahan.
Sedangkan dilihat dari perspektif maqashid syariah strategi peran wanita karir difokuskan dan termasuk dalam tingkatan Maqashid al-Hajiyyah saja, belum dikaji sesuai dengan lima konsep dalam maqashid syariah. Peneliti akan mengkaji mengenai peran ganda wanita dalam perspektif maqashid syariah, yang terdiri dari lima indikator yaitu pemeliharaan agama, pemeliharaan jiwa, pemeliharaan akal, pemeliharaan keturunan, dan pemeliharaan harta.22
Peneliti menyebutkan bahwa kesejahteraan keluarga bukan hanya terpenuhinya kebutuhan materi berbentuk harta saja, tetapi dalam Islam kesejahteraan harus sesuai dengan konsep maqashid syariah yang meliputi indikator lain seperti agama, jiwa, akal, serta keturunan. Hal tersebut yang menjadi
21 Muhammad Hasan Sebyar, Peran Perempuan dalam Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Perspektif Maqashid Syariah, Jurnal Hukum Islam,188.
22
10
permasalahan dalam penelitian ini, yaitu bagaimana peran ganda wanita sebagai pekerja pabrik dalam meningkatkan ekonomi keluarga perpektif maqashid syariah di Desa Nalumsari.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas dengan perbedaan hasil penelitian terdahulu, maka penulis berminat dan ingin mengkaji ulang penelitian tentang peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga dengan judul penelitian
“Analisa Peran Ganda Wanita Sebagai Ibu Rumah Tangga dan Pekerja Pabrik dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga Perspektif Maqashid Syariah (Studi Kasus Di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara)”
B. Fokus Penelitian
Fokus penelitian berisi tentang paparan penjelasan mengenai tema atau topik yang akan dibahas dan diteliti oleh penulis. Berdasarkan judul yang diangkat, maka penulis dalam penelitian ini fokus penelitiannya adalah peran ganda wanita atau istri dimana sebagai ibu rumah tangga dan pekerja pabrik yang dapat berkontribusi dalam meningkatkan ekonomi keluarga sehingga tercapai kesejahteraan dalam keluarga yang berlokasi di Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.
Pengembangan dari fokus penelitian diatas yaitu penulis akan mengkaji bahwa kesejahteraan dalam keluarga tidak hanya terpenuhinya kebutuhan dalam bentuk materi saja, tetapi dengan kebutuhan rohani yang didalamnya terkait dengan konsep maqashid syariah. Sehingga pengembangan dari fokus penelitian adalah mengkaji peran ganda wanita sebagai pekerja pabrik dalam meningkatkan ekonomi keluarga ditinjau dari perspektif maqashid syariah, yang terdiri dari pemeliharaan dan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, serta harta.
Sehingga kesejahteraan keluarga akan tercapai sesuai dengan konsep maqashid syariah sesuai dengan syariat agama Islam.
C. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peran wanita sebagai ibu rumah tangga di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara?
2. Bagaimana peran wanita sebagai pekerja pabrik di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara?
3. Bagaimana peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara?
11
4. Bagaimana peran ganda wanita sebagai ibu rumah tangga dan pekerja pabrik dalam meningkatkan ekonomi keluarga dilihat dari perspektif maqashid syariah di Desa Nalumsari?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah yang telah dirumuskan diatas, maka tujuan dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Untuk menganalisis peran wanita sebagai ibu rumah tangga di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara
2. Untuk menganalisis peran wanita sebagai pekerja pabrik di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara
3. Untuk menganalisis peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara 4. Untuk menganalisis peran ganda wanita sebagai ibu rumah
tangga dan pekerja pabrik dalam meningkatkan ekonomi keluarga perspektif maqashid syariah di Desa Nalumsari Kabupaten Jepara
E. Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian diatas, akan diperoleh hasil penelitian yang dapat membagikan manfaat untuk sejumlah pihak yang memiliki kepentingan yang sama, baik secara teoritis maupun praktis, yaitu sebagai berikut : 1. Manfaat secara teoritis
a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan informasi tentang ilmu pengetahuan dalam bidang Ekonomi rumah tangga, khususnya tentang peran ganda wanita.
b. Dapat dijadikan sebagai referensi dalam penelitian- penelitian selanjutnya mengenai teori-teori tentang peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga perspektif maqashid syariah.
2. Manfaat secara praktis a. Bagi Masyarakat
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumbangsih pikiran dan sebagai bahan peninjauan bagi masyarakat khususnya bagi wanita yang bekerja dalam rangka peningkatan ekonomi dalam keluarga.
b. Bagi Pemerintah
12
Penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sumber informasi, gagasan serta gambaran yang digunakan sebagai referensi khususnya bagi masyarakat mengenai peran ganda wanita dalam meningkatkan ekonomi keluarga.
c. Bagi Informan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan para wanita pekerja pabrik dalam meningkatkan ekonomi keluarga perspektif maqashid syariah.
F. Sistematika Penulisan
Sistematika dalam penelitian ini yang dimaksud adalah penempatan unsur permasalahan yang terstruktur dan berkaitan, kemudian nantinya akan menghasilkan penelitian ilmiah yang sistematis, rapi dan logis. Sistematika penulisan yang akan disusun oleh penulis dalam penelitian adalah :
1. Bagian awal
Bagian awal ini berisikan: halaman judul, halaman pengesahan, halaman motto, halaman persembahan, kata pengantar, halaman abstrak, halaman daftar isi dan daftar tabel.
2. Bagian isi
Bagian isi memuat garis besar bab I sampai bab V, yaitu sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Pendahuluan meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian untuk mengetahui urgensi penelitian, serta sistematika penulisan.
BAB II : KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka berisi tentang teori peran, peran ganda wanita, tenaga kerja wanita, ekonomi keluarga, konsep kesejahteraan, teori maqashid syariah, penelitian terdahulu, dan kerangka berfikir.
BAB III : METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tentang jenis dan pendekatan penelitian, setting penelitian, subyek penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, pengujian keabsahan data, dan teknik analisis data.
13
BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bab ini berisi tentang hasil penelitian yang telah dilakukan beserta dengan pembasahan oleh peneliti.
BAB V : PENUTUP
Bab ini meliputi kesimpulan, saran, dan penutup.
3. Bagian akhir yang meliputi: daftar pustaka dan lampiran- lampiran.