• Tidak ada hasil yang ditemukan

Burung Api.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Burung Api."

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Makalah ini membahas tetang pembuatan karya pakaian bertemakan burung api. Dengan berlatar belakang masalah makin bebasnya kebudayaan Cina dapat di rayakan di Indonesia setelah pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid,, penulis tertarik untuk membuat pakaian bertema Cina kuno namun tetap disesuaikan dengan pakaian jaman sekarang ini.

Dalam pembuatan karya kali ini, penulis memakai landarasan teori seperti teori fashion trickle down dan trickle across. Sedangkan untuk teori rupa dasar, menampilkan busana dengan potongan A-line, sack dress, halter neck, dan overslag. Ditambah dengan teori reka bahan menggunakan patchwork.

Karya kali ini terinpirasi dari Phoenix dan Cina. Phoenix adalah raja burung dan merupakan burung keberuntungan paling terkenal dalam Cina kuno. Phoenix sendiri mengadopsi kualitas feminin dan menjadi simbol bagi permaisuri. Selama ribuan tahun, Phoenix melambangkan kecantikan, keberuntungan, kebaikan, ketenangan, kebajikan, alam, serta mengarah pada Kemahakuasaan Tuhan dan menganjurkan kultivasi umat manusia, membawa perdamaian dan kecerahan. Sedanngkan Cina yang diambil merupakan Cina kuno yang masih mengadopsi sistem kerajaan. Cina yang terkenal dengan kekayaan budayanya dan juga merupakan salah satu kebudayaan tertua di dunia. Busana kali ini memiliki target market wanita usia 25-35 tahun, seorang wanita karir (business woman), berpenghasilan tetap (minimal penghasilan Rp 5.000.000, - ke atas), menyukai busana ready to wear yang elegan.

(2)

ABSTRACT

This paper discusses the work of fashion design themed Burung Api. With a background in cultural issues more freely in China can be celebration in Indonesia after the government of President Abdurrahman Wahid, the authors are interested in creating a blend clothing of ancient China but still tailored to today's clothing.

In making this work, the authors use many theory as the theory of trickle-down fashion and trickle across. As for the theory of the basic form, featuring a dress with A-line cut, sack dress, halter neck, and overslag. Coupled with their theory using a patchwork of materials.

The work this time inspired by Phoenix and China. Phoenix is the king of birds and is the most famous bird fortune in ancient China. Phoenix itself adopted the feminine qualities and became a symbol for the empress. For thousands of years, the Phoenix symbolizes beauty, luck, kindness, peace, virtue, nature, and leads to the omnipotence of God and encourage cultivation of humanity, bringing peace and brightness. China imperial system was adopted. China is famous for its cultural richness and is also one of the oldest cultures in the world. This fashion has a target market of women aged 25-35 years, a career woman (business woman), fixed income (minimum income of Rp 5,000,000, - and above), like ready to wear clothing elegant.

In designing this clothing design work, the author inspired by Trend Research in 2012. Taking the Cosmic chapter with Chimera and Minerals section. Chimera is manifested in the form of manipulating geometric fabric repeated. As for the mineral applied in unfinish impression of manipulating them.

(3)

DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN

LEMBAR PERNYATAAN LEMBAR PUBLIKASI

ABSTRAK ..……….… i

ABSTRACT ………..………. ii

KATA PENGANTAR ………..……… iii

DAFTAR ISI ………..………... iv

DAFTAR GAMBAR ……….... vi

DAFTAR LAMPIRAN ……… BAB I PENDAHULUAN ………...… 1

LATARBELAKANG ……….. 1

IDENTIFIKASI MASALAH. ……… ..2

TUJUAN PERANCANGAN ……….….. 2

SISTEMATIKA PENULISAN ……… 2

BAB II LANDASAN TEORI ……….... 5

TEORI FASHION ……….….. 4

TEORI RUPA DASAR ………...…… 4

TEORI REKA BAHAN TEKSTIL ………...…….. 6

TEORI WARNA ………..…… 6

(4)

PHOENIX ………. 11

CINA ……….. 12

CINA DI INDONESIA ……… 12

ANALISA TREND RESEARCH ………..…… 14

IDENTIFIKASI OBJEK RANCANGAN ………. 14

TARGET MARKET ……….……. 14

KONSEP DAN TEMA ………..…… 15

BAB IV KONSEP PERANCANGAN ………...…. 16

PERANCANGAN UMUM ………. 16

PERANCANGAN KHUSUS ………..…… 16

BAB V PENUTUP ………...… 18

KESIMPULAN ………..……. 18

SARAN ……… 18

DAFTAR PUSTAKA ………... 19

BIODATA ………. 20

POLA ………...…… 22

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1, Sketsa ……… … 21 Gambar 2, Manipulating ………. 21

(6)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Sekarang ini masyarakat Indonesia mulai mengakui kebudayaan Cina yang ada di

Indonesia.. Masyarakat non Cina pun mulai sedikit banyak mengenal atau bahkan

mendalami kebudayaan tersebut. Dengan mulai diperbolehkannya masyarakat Cina

merayakan imlek sampai pada diperbolehkannya acara tapekong secara besar-besaran

di Bandung.

Akan tetatpi saya merasa bahwa pakaian seperti pakaian Cina masih kurang

diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Yang sebagian besar tentu saja lebih tertarik

pada batik yang merupakan khas Indonesia. Disini saya sebagai designer yang masih

berdarah Cina, ingin agar tidak hanya kebudayaan namun juga pakaian masyarakat

Cina lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Untuk mengangkat hal tersebut, saya memilih tema Burung Api sebagai tema untuk

karya tugas akhir ini. Burung api yang memiliki berbagai macam sebutan yang

berbeda di setiap Negara, biasa lebih dikenal dengan sebutan Phoenix di Cina.

Phoenix merupakan salah satu lambang yang sering digunakan pada jaman kerajaan

Cina kuno. Di Cina phoenix merupakan lambang dari kebajikan dan kasih karunia

yang tinggi, kekuasaan dan kemakmuran yang mewakili serikat yin dan yang.

Ia dianggap sebagai makhluk yang lembut, sangat lembut sehingga ketika hinggap

tidak meremukkan apa-apa, dan makan hanya embun.

Yang lebih ingin saya kenalkan kepada masyarakat adalah pakaian Cina kuno yang

terkesan bertumpuk-tumpuk namun tetap elegant dan tetap bisa di pakai oleh

(7)

2 1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan terdahulu, maka dapat

diidentifikasikan masalah dalam penelitian ini :

1. Apakah tradisi Cina itu sendiri masih dipelihara oleh orang-orang Cina di Indonesia?

2. Apa tanggapan masyarakat non Cina terhadap budaya Cina itu sendiri?

3. Apakah sekarang ini sudah ada pergeseran tetang budaya Cina di mata masyarakat

Indonesia?

1.3. Kegunaan Penelitian

Saya ingin agar masyarakat Indonesia lebih mengenal kebudayaan luar khususnya

kebudayaan Cina, karena bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam kebudayaan

dan suku yang harus dilestarikan. Keanekaragaman budaya ini sudah semestinya kita

jaga karena merupakan kelebihan dari bangsa Indonesia. Sesuai dengan kata Bhineka

Tunggal Ika yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Indonesia.

1.4. Sistematika Penulisan

Bab I Menjelaskan tentang latar belakang

• Identifikasi masalah

• Tujuan perancangan

• Sistematika penulisan

Bab II Menjelaskan tentang teori

• Teori Fashion

• Teori Rupa Bahan

• Teori Reka Bahan Tekstil

(8)

3 Bab III Menjelaskan tentang analisa Tren Research

• Menjelaskan tentang Phoenix

• Menjelaskan tentang Cina

• Identifikasi objek rancangan

• Target market

• Konsep tema

• Deskripsi dan survey

Bab IV Menjelaskan tentang Perancangan design

• Perancangan umum • Perancangan khusus

(9)

18 BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Penulis menyimpulkan bahwa ternyata masih banyak masyarakat Indonesia

khususnya keturunan Cina yang masih menyukai busana khas Cina. Walaupun tidak

sedikit masyarakat non-Cina yang juga menyukainya. Hal ini terjadi karena ternyata

sudah terjadi perkawinan antara budaya asli Cina dengan budaya asli Indonesia yang

secara tidak sadar telah bersatu dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Di tambah sekarang ini budaya Cina lebih dapat dirayakan secara lebih bebas,

sehingga masyarakat non-Cina dapat lebih melihat secara jelas bagaimana dan seperti

apa budaya asli Cina.

5.2 SARAN

Seiringan dengan dibuatnya karya serta makalah ini, penulis ingin memberikan saran

agar masyarakat non-Cina dapat juga memakai baju kebudayaan chia. Karena

sekarang ini baju budaya Cina sudah bukan laki busana yang hanya bisa dipakai oleh

orang Cina, khususnya karena sekarang ini para pemimpin Cina juga sudah tidak

mengenakan baju kebudayaan Cina setiap hari. Melainkan sekarang ini busana

dengan kerah overslag contohnya sudah diterapkan pada baju-baju lainnya di seluruh

(10)

19

DAFTAR PUSTAKA

Ma’ruf, Hendri. 2005. Pemasaran Ritel. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Swasty, Wirania. 2010. A-Z Warna Interior Rumah Tinggal. Depok : Griya Kreasi

Swasty, Wirania. 2010. 99 Inspirasi Warna Interior Rumah Tinggal. Depok, Penerbit

Griya Kreasi

Tjahjadi, Stepahine. 2006. Terampil Membuat Patchwork dan Quilting Untuk

Pemula. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Barnard, Malcolm. (2002). Fashion as Communication. London: Routledge

Dr. Ir. Eko Nugroho, M.Si. 2008. Pengenalan Teori Warna. Yogyakarta: Cv. Andi

offset

Qoer Evans Niady,

Wikipedi

Wikipedi

Wikipedi

Wikipedi

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait