vii
ABSTRACT
Companies that can not properly manage working capital will experience insolvency or unable to meet maturing obligations. In addition, the working capital excess can cause companies overlikuid causing the funds idle. Therefore a company should have a high profit to avoid it. Thus this study attempts to identify variable that affect profitability. The variables used include the level of cash turnover, inventory turnover and working capital turnover. Samples were taken by using a non-probability sampling method by using purposive sampling. Multiple linear regression model used in this research as a model of data analysis. The results showed cash turnover, inventory turnover, and working capital turnover has no significant effect on profitability.
viii
ABSTRAK
Perusahaan yang tidak bisa mengelola modal kerja dengan baik akan mengalami insolvency atau tak mampu memenuhi kewajiban jatuh tempo. Selain itu juga modal kerja yang berlebih dapat menyebabkan perusahaan overlikuid sehingga menimbulkan dana yang menganggur. Maka dari itu suatu perusahaan harus memiliki profit yang tinggi untuk menghindari hal tersebut. Sehingga penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi varabel yang mempengaruhi profitabilitas. Adapun variabel yang digunakan meliputi tingkat perputaran kas, tingkat perputaran persediaan dan tingkat perputaran modal kerja. Sampel diambil dengan menggunakan metode non-probability sampling dengan menggunakan purposive sampling. Model regresi linier berganda digunakan dalam penelitan ini sebagai model analisis data. Hasil penelitian menunjukkan perputaran kas, perputaran persediaan dan perputaran modal kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
ix
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
HALAMAN PENGESAHAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
ABSTRACT ... vii
ABSTRAK ... viii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 8
1.3 Tujuan Penelitian ... 9
x
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN
PENGEMBANGAN HIPOTESIS ... 12
2.1 Kajian Pustaka ... 12
2.1.1 Modal Kerja ... 12
2.1.2 Profitabilitas ... 22
2.1.3 Perputaran Kas (Cash Turnover) ... 26
2.1.4 Perputaran Persediaan (Inventory Turnover) ... 28
2.1.5 Perputaran Modal Kerja ... 31
2.2 Rerangka Teoritis ... 33
2.3 Rerangka Pemikiran ... 36
2.4 peneliti terdahulu ... 40
2.5 Pengembangan Hipotesis ... 49
2.6 Model penelitian ... 53
BAB III METODE PENELITIAN... 54
3.1 Jenis Penelitian ... 54
3.2 Populasi dan Sampel ... 55
xi
3.2.2 Sampel ... 55
3.3 Teknik Pengambilan Sampel ... 55
3.4 Definisi Operasional Variabel ... 57
3.5 Metode Pengumpulan Data ... 61
3.6 Metode Anaslisis Data ... 62
3.6.1 Analisis Statistik ... 62
3.6.2 Uji Hipotesis ... 65
3.6.3 Uji t ... 65
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 67
4.1 Deskripsi Objek Penelitian... 67
4.2 Pengolahan data ... 68
4.2.1 Analisis Perputaran Kas ... 68
4.2.2 Analisis Perputaran Persediaan ... 71
4.2.3 Analisis Perputaran Modal Kerja ... 74
1.1.4 Analisis Statistik ... 80
1.1.5 Analisis Regresi.Berganda ... 84
xii
4.3 Pembahasan ... 90
BAB V KESIMPULAN ... 93
5.1 Simpulan ... 93
5.1.1 Keterbatasan Penelitian ... 93
5.2 Saran Teoritis / Akademisi ... 94
DAFTAR PUSTAKA ... 95
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Rerangka Teoritis ... 35
Gambar 2 Rerangka Pemikiran ... 39
xiv
DAFTAR TABEL
Tabel I Penelitian Terdahulu ... 40
Tabel II Definisi Operasional Variabel ... 58
Tabel III Analisis Rasio Perputaran Kas Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan ... 68
Tabel IV Perubahan Rasio Perputaran kas Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan ... 68
Tabel V Analisis Rasio Perputaran PersediaanSektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012. ... 71
Tabel VI Perubahan Rasio Perputaran PersediaanSektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012 ... 72
Tabel VII Analisis Rasio Perputaran Modal Kerja Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012. ... 74
Tabel VIII Perubahan Rasio Perputaran Modal Kerja Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012. ... 75
Tabel IX Analisis Rasio ROA Sektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012. 77 Tabel X Perubahan Rasio ROASektor Pertanian Sub Sektor Perkebunan Tahun 2008-2012. ... 78
Tabel XI Uji Normalitas ... 81
Tabel XII Uji Heterokedastisitas ... 82
Tabel XIII Uji Autokorelasi ... 84
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Data Variabel Penelitian ... 99
Lampiran B Hasil Pengolahan SPSS... 100
BAB I PENDAHULUAN
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan perusahaan manufaktur di Indonesia semakin pesat, Hal ini
dapat dilihat dari jumlah perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
dari periode ke periode semakin bertambah banyak karena melihat adanya prospek
yang menjanjikan di Indonesia. Salah satu tujuan dari sebuah perusahaan adalah
mendapatkan laba yang maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan
manajemen dengan tingkat efektifitas yang tinggi. Pengukuran tingkat efektifitas
tesebut yang ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan dari
pendapatan investasi, dapat dilakukan dengan mengetahui seberapa besar rasio
profitabilitas yang dimiliki.
Menurut Munawir (2004) Kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba
selama periode tertentu disebut profitabilitas. Suatu perusahaan melakukan aktivitas
untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Aktivitas-aktivitas tersebut
selalu memerlukan dana baik untuk membiayai operasional perusahaan maupun
investasi jangka panjangnya. Dana yang digunakan untuk melangsungkan kegiatan
operasional perusahaan sehari-harinya disebut modal kerja. Modal kerja yang
dikeluarkan diharapkan akan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam
waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya. Modal kerja tersebut akan
BAB I PENDAHULUAN
2
Menurut Esra dan Apriweni (2002), dalam pengelolaan modal kerja perlu
diperhatikan tiga elemen utama modal kerja, yaitu kas, piutang dan persediaan. Dari
semua elemen modal kerja dihitung perputarannya. Semakin cepat tingkat perputaran
masing-masing elemen modal kerja, maka modal kerja dapat dikatakan efisien.
Tetapi jika perputarannya semakin lambat, maka penggunaan modal kerja dalam
perusahaan kurang efisien. Dalam penelitian ini, elemen modal kerja yang akan
dibahas adalah kas dan persediaan.
Kas merupakan salah satu komponen modal kerja yang paling tinggi tingkat
likuiditasnya (Riyanto, 2001). Kas digunakan oleh perusahaan untuk membeli
persediaan, membayar hutang, membayar upah dan gaji pegawai, membeli
perlengkapan kantor, dll. Kemampuan uang kas berputar selama satu periode tertentu
untuk memperoleh pendapatan disebut perputaran kas. Jumlah kas yang berlebih
disertai dengan perputaran kas yang rendah dapat menimbulkan sejumlah dana yang
menganggur, sehingga penggunaan kas kurang efisien dan menyebabkan
menurunnya profitabilitas (Rahma, 2011). Akan tetapi, jumlah kas yang cukup
disertai dengan periode perputaran kas yang tinggi, mampu mempengaruhi
minimnya kemungkinan risiko ketidakmampuan perusahaan membayar kewajiban,
berarti penggunaan kas semakin efisien dan memperbesar kemungkinan perusahaan
dalam memperoleh profitabilitas.
Komponen penting modal kerja selain kas adalah persediaan. Persediaan
sangat dibutuhkan oleh perusahaan guna menjaga kelancaran proses produksi
BAB I PENDAHULUAN
3
manufaktur yang sebagian besar aktivitas proses produksi membutuhkan adanya
persediaan. Inventory atau persediaan adalah elemen utama dari modal kerja yang
merupakan aktiva yang selalu berputar dan mengalami perubahan (Riyanto, 2001),
karena persediaan selalu mengalami perubahan maka manajer harus berhati-hati
dalam mengelola dan menentukan jumlah persediaan, agar tidak timbul kelebihan
atau kekurangan persediaan. Apabila persediaan terlalu besar, maka biaya yang
ditanggung perusahaan untuk pemeliharaan dan penyimpanan di gudang bertambah,
dan meningkatkan risiko kerusakan karena penyimpanan yang terlalu lama, sehingga
menurunkan kualitas dan profitabilitas. Apabila perusahaan mengalami kekurangan
persediaan, akan berakibat pada tersendatnya proses produksi sehingga biaya
produksi rata-rata mengalami kenaikan dan menekan perolehan keuntungan
perusahaan (Riyanto, 2001). Guna mencegah hal tersebut, pengelolaan persediaan
sangat diperlukan.
Modal kerja merupakan hal penting yang sering kali dihadapi oleh
perusahaan, karena setiap perusahaan selalu membutuhkan modal kerja untuk
membiayai operasinya sehari-hari, misalkan untuk memberikan uang muka
pembelian bahan mentah, membayar upah buruh, gaji pegawai, dan lain sebagainya.
Dana yang telah dikeluarkan itu diharapkan dapat kembali lagi masuk dalam
perusahaan dalam waktu yang pendek melalui hasil penjualan produksinya (husaini,
2012). Uang masuk yang berasal dari penjualan produk tersebut akan dikeluarkan
lagi untuk membiayai operasi selanjutnya. Oleh karena itu, perusahaan dituntut untuk
selalu meningkatkan efisiensi kerjanya sehingga dicapai tujuan yang diharapkan oleh
BAB I PENDAHULUAN
4
penting karena akan berdampak pada profitabilitas dan risiko perusahaan yang
mempengaruhi nilai perusahaan .
Grablowsky (1984) menunjukkan bahwa manajemen modal kerja penting
untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan kecil. Dalam pengelolaan
aset, perusahaan memerlukan perhatian yang lebih terhadap pengelolaan modal
kerjanya agar lebih efisien. Hal ini karena proporsi modal kerja yang merupakan
bagian yang cukup besar dari aktiva. Modal kerja dibutuhkan oleh setiap perusahaan
untuk membelanjai operasinya sehari-hari, misalnya: untuk persekot pembelian
bahan mentah, membiayai upah gaji pegawai, dan lain-lain. Uang atau dana yang
dikeluarkan tersebut diharapkan dapat kembali lagi masuk dalam perusahaan dalam
waktu singkat melalui hasil penjualan produksinya.
Aktiva lancar cukup besar untuk dapat menutup hutang lancar, sedemikian
rupa, sehingga menggambarkan adanya tingkat keamanan yang memuaskan.
Sementara itu, jika perusahan menetapkan modal kerja yang berlebih akan
menyebabkan perusahaan overlikuid sehingga menimbulkan dana menganggur yang
akan mengakibatkan inefisiensi perusahaan, membuang kesempatan memperoleh
laba. Indikator adanya manajemen modal kerja yang baik adalah adanya efisiensi
modal kerja. Modal kerja dapat dilihat dari perputaran modal kerja (working capital
turnover), perputaran persediaan (Inventory turnover), Rasio manajemen aktiva
(asset management ratio). Perputaran modal kerja dimulai dari saat kas
diinvestasikan dalam komponen modal kerja sampai saat kembali menjadi kas.
BAB I PENDAHULUAN
5
perputaran modal kerja makin tinggi dan perusahaan makin efisien yang pada
akhirnya rentabilitas semakin meningkat. Jika perusahaan memutuskan menetapkan
modal kerja dalam jumlah yang besar, kemungkinan tingkat likuiditas akan terjaga
namun kesempatan untuk memperoleh laba yang besar akan menurun yang pada
akhirnya berdampak pada menurunnya profitabilitas. Sebaliknya jika perusahaan
ingin memaksimalkan profitabilitas, kemungkinan dapat mempengaruhi tingkat
likuiditas perusahaan.
Jenis perusahaan yang akan menjadi objek dalam penelitian ini adalah
manufaktur dari sektor pertanian sub sektor perkebunan. Perusahaan manufaktur
merupakan perusahaan yang melakukan proses produksi mulai dari pembelian bahan
baku, pengolahan bahan baku, hingga berbentuk barang jadi, guna memperoleh laba
yang semaksimal mungkin.
Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai jenis tanah yang
subur maka Indonesia memiliki daya dukung yang cukup besar untuk
mengembangkan berbagai aspek pertanian salah satunya adalah aspek perkebunan
yang dinilai berprospek cerah. Budidaya perkebunan secara umum merupakan
kegiatan usaha tanaman yang hasilnya untuk diekspor atau bahan baku industri
(Suwarto dan Octavianty, 2010 : 6).
Salah satu hasil perkebunan Indonesia yang memberikan kontribusi devisa
terbesar bagi Negara adalah sawit. Data BPS (2009) menunjukkan bahwa
BAB I PENDAHULUAN
6
rakyat dan 20% oleh pemerintah. Pengelolaan lahan kelapa sawit rakyat yang berada
di Sumatera Utara masih terpusat di daerah kabupaten Labuhan Batu dengan luas
lahan produkti sekitar 126.000 hektar, diikuti dengan kabupaten Asahan dengan luas
lahan produktif sebesar 49.000 hektar, sedangkan luas lahan sawit yang tidak
produktif terdapat di Kabupaten Labuhan Batu sebesar 11.000 hektar, dan Kabupaten
Langkat sebesar 1000 hektar.
Dengan luas lahan sawit yang begitu luas maka banyak perusahaan
pengekspor sawit yang dapat mempengaruhi kondisi ekonomi Indonesia, khususnya
penyedia lapangan kerja, sumber pandapatan dan devisa Negara.
Perusahaan-perusahaan tersebut harus bisa mengelola modal kerjanya dengan baik demi
keberlangsungan perusahaan khususnya dalam perolehan profit maupun sebagai
penghasil devisa negara. Oleh karena itu peneliti tertarik meneliti jenis perusahaan
yang berada pada sub sektor perkebunan.
Selain itu menurut Nugroho (2012) dalam jurnal analisis yuridis terhadap
insolvensi, Perusahaan yang tidak dapat memperhitungkan tingkat modal kerja yang
memuaskan, maka perusahaan kemungkinan mengalami “insolvency”(tak mampu
memenuhi kewajiban jatuh tempo) dan bahkan mungkin terpaksa harus dilikuidasi.
Terjadinya delisting beberapa perusahaan public di Bursa Efek Indonesia karena
kesulitan likuiditas merupakan fenomena bahwa suatu perusahaan cenderung akan
mengalami insolvency seperti: PT. Bahtera Adimina Samudera Tbk. Yang bergerak
di sektor perikanan. Perusahaan tersebut telah dihapus dari daftar Bursa Efek
BAB I PENDAHULUAN
7
operasionalnya. Perusahaan ini mengalami keterpurukan sejak terjadinya
penghapusan subsidi BBM pada bulan Oktober tahun 2005. Perusahaan lain yang
mengalami hal yang sama yaitu PT. Texmaco Jaya Tbk. (TEJA) yang juga dihapus
dari Bursa Efek Indonesia sejak Ovency seperti: PT. Bahtera Adimina Samudera
Tbk. Yang bergerak di sector perikanan. Perusahaan tersebut telah dihapus dari
daftar Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 25 agustus 2008 karena tidak ada lagi
kegiatan operasionalnya. Perusahaan ini mengalami keterpurukan sejak terjadinya
penghapusan subsidi BBM pada bulan Oktober tahun 2005. Perusahaan lain yang
mengalami hal yang sama yaitu PT. Texmaco Jaya Tbk. (TEJA) yang juga dihapus
dari Bursa Efek Indonesia sejak Oktober 2008 karena kesulitan likuiditas
(http://www.idx.co.id, 2008).
Adanya perbedaan hasil penelitian terdahulu seperti penelitian yang dilakukan
oleh Amalendu (2012) menunjukkan perputaran kas berpengaruh positif terhadap
ROI. Sedangkan menurut, Rajesh dan Reddy (2011) menunjukkan bahwa perputaran
kas berpengaruh negatif terhadap ROI.
Penelitian yang dilakukan oleh Rajesh dan Reddy (2011) menunjukkan bahwa
perputaran persediaan berpengaruh positif terhadap ROI. Namun, hasil penelitian
dari Amalendu (2012), menunjukkan perputaran persediaan berpengaruh negatif
terhadap ROI.
Dengan adanya perbedaan dari hasil penelitian terdahulu, maka penelitian ini
BAB I PENDAHULUAN
8
Berdasarkan uraian diatas maka penelitian ini akan mengambil judul Pengaruh
Perputaran Kas, Perputaran Persediaan, Perputaran Modal Kerja Terhadap Profitabilitas Perusahaan (Analisis Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Pertanian sub Sektor Perkebunan yang Terdaftar di BEI Periode 2008-2012).
Dengan variable yang akan digunakan yaitu variabel dependen atau variabel Y
adalah Return on Investment (ROI). Sedangkan variabel independen atau variable X
adalah perputaran kas (Cash Turnover), dan perputaran persediaan (inventory
turnover).
1.2 Rumusan Masalah
Maka permasalahan dalam penelitian ini terhadap suatu profitabilitas perusahaan
adalah:
1. Bagaimana pengaruh perputaran kas (cash turnover) terhadap Return on
Investment (ROI) pada perusahaan manufaktur sektor pertanian sub sektor
perkebunan yang terdaftar di BEI?
2. Bagaimana pengaruh perputaran persediaan (inventory turnover) terhadap
Return on Investment (ROI) pada perusahaan manufaktur sektor pertanian sub
sektor perkebunan yang terdaftar di BEI ?
3. Bagaimana pengaruh perputaran modal kerja (working capital turnover)
terhadap Return on Investment (ROI) pada perusahaan manufaktur sektor
BAB I PENDAHULUAN
9
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perputaran kas (cash turnover)
terhadap Return on Investment (ROI) pada perusahaan manufaktur sektor
pertanian sub sektor perkebunan yang terdaftar di BEI.
2. untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perputaran persediaan
(inventory turnover) terhadap Return on Investment (ROI) pada perusahaan
manufaktur sektor pertanian sub sektor perkebunan yang terdaftar di BEI.
3. untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perputaran modal kerja
(working capital turnover) terhadap Return on Investment (ROI) pada
perusahaan manufaktur sektor pertanian sub sektor perkebunan yang terdaftar
di BEI.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan dan manfaat yaitu :
1. Secara praktis bagi :
a. Perusahaan
Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan sebagai suatu pertimbangan
untuk mengambil keputusan manajerial dalam hal pengelolaan modal kerja
yang berhubungan dengan keberlangsungan perusahaan terkait dengan
masalah pengelolaan dana perusahaan baik yang berasal dari internal maupun
BAB I PENDAHULUAN
10
Membantu bagi para pengusaha untuk melakukan pengelolaan modal kerja
yang baik sehingga perusahaan-perusahaan yang berada di sektor pertanian
tidak akan mengalami “insolvency” (tak mampu memenuhi kewajiban jatuh
tempo) atau perusahaan harus dilikuidasi.
b. Investor
Dapat membantu investor dalam melakukan pemilihan
perusahaan-perusahaan industri pertanian yang berada di Bursa Efek Indonesia
berdasarkan faktor yang mempengaruhi profitabilitas suatu perusahaan
tersebut. Dengan mengetahui suatu laporan keuangan perusahaan yang sehat
maka investor bisa menginvestasikan uangnya di perusahan-perusahaan
tersebut.
Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan bagi pemakai laporan keuangan
dalam membuat keputusan ekonomis di masa yang akan datang seperti
melihat rasio profitabilitas untuk menjadi pertimbangan investor berinvestasi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada investor
dan calon investor untuk merumuskan kebijakan dalam melakukan investasi
pada perusahaan pertanian yang terdaftar di BEI supaya tingkat pengembalian
dari penanaman investasi tersebut memperoleh hasil yang maksimum.
2. Secara akademisi :
Membantu para akademik mengembangkan teori efisiensi modal kerja yang
BAB I PENDAHULUAN
11
dapat digunakan untuk kemajuan bidang ilmu pengetahuan dengan
memperhatikan rasio-rasio yang terdapat di laporan keuangan.
Memberikan bukti empiris mengenai adanya pengaruh positif perputaran
modal kerja, likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas pada
perusahaan pertanian di BEI tahun 2010-2013.
Menambah pengetahuan tentang penerapan teori-teori yang ada dalam
masalah yang sesungguhnya.
Bagi peneliti berikutnya penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan
BAB V KESIMPULAN
93
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis ada pengaruh rasio
perputaran kas, perputaran persediaan, dan perputaran modal kerja terhadap
profitabilitas. Dari pembahasan Bab IV dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Tidak terdapat pengaruh rasio perputaran kas profitabilitas perusahaan.
2. Tidak terdapat pengaruh perputaran persediaan terhadap profitabilitas
perusahaan.
3. Tidak terdapat pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas
perusahaan.
5.1.1 Keterbatasan Penelitian
Penelitian ini hanya dilakukan pada perusahaan di Bursa Efek Indonesia pada
sektor pertanian sub sektor perkebunan.
Penelitian ini hanya mengidentifikasi rasio perputaran kas, perputaran
persediaan dan perputaran modal kerja yang mempengaruhi profitabilitas
Penelitian ini hanya melakukan pengujian secara parsial dari setiap pengaruh
BAB V KESIMPULAN
94 5.2 Saran Teoritis ata Akademisi
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat diuji dengan menggunakan objek lain
seperti perusahaan pada sektor pertambangan, pangan, dll sehingga dapat
menggambarkan lebih jelas besar pengaruh manajemen modal kerja terhadap
profitabilitas.
Penelitian selanjutnya diharapkan juga dapat mengidentiifikasi faktor-faktor
lain yang dapat memengaruhi profitabilitas misalnya: likuiditas, PBV,
solvabilitas dan lain sebagainya.
Sebaiknya pengujian menggunakan structure equition model (SEM) dengan
bantuan program AMOS atau Lisrel. Karena dengan menggunakan SEM
mampu menguji model structural yang hubungan antar variabelnya komplek
secara simultan, dengan demikian jika model sudah komplek dan variablenya
laten, maka spss tidak mampu mengolahnya sehingga harus menggunakan
95
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, Husaini. (2012). Pengaruh Variabel Return Return On Assets,Return On Equity, Net Profit Margin Dan Earning Per Share Terhadap Harga Saham Perusahaan. Jurnal Profit, Volume 6, Nomor 1, Juni, Halaman 45-48.
Amalendu Bhunia, Bhaskar Bagchi dan Basanta Khamrui. (2012). The Impact of Liquidity on Profitability: A Case Study of FMCG Companies in India. India.
Brigham, E., and Daves, P. ( 2010). Intermediate Finnancial Management. Tenth Edition. Cengage Learning. South Western.
Caballero, S.B., Garcia Teruel, P.J., dan Martinez Solano, P. (2012) How does working capital management affect the profitability of Spanish SMEs?. Small Bus Econ, 39, 517-529.
Cooper, D. R., & Schindler, P. S. (2006). Business Research Methods (9rh edition). USA: McGraw-Hill.
Esra, Martha Ayerza dan Prima Apriweni. (2002). Manajemen Modal Kerja. Jurnal Ekonomi Perusahaan. STIE iBii.
Fahmi, Irham. (2013). Analisis Laporan Keuangan. Alfabeta. Bandung.
Ghozali, Imam. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS RegresiI, edisi 7. Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang.
Grablowsky, B. J. (1984). Financial Management of Inventory, Journal of Small Business Management, Padachi 57, July, pp. 59-65.
Gujarati, Damodar. (1999). Ekonomitrika Dasar, Terjemahan Sumarno Zain, Erlangga, Jakarta.
96
Handoko, T. Hani. (2003). Manajemen. Edisikedelapan belas. BPFE. Yogyakarta.
Harahap, Syafri Harahap. (2009). Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Harahap, Syafri Harahap. (2010). Teori Akuntansi Edisi Revisi, Raja Grafindo Persada. : Jakarta.
Husen Umar. (2008). Metode Riset Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Husnan, Suad. (2001). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Husnan, Suad. (2002). Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi Ketiga. Akademi Manajemen Perusahaan YKPN, Yogyakarta.
James C, Van Home dan John M. Wachowicz. (2005). Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan. Edisi kedua belas. Salemba Empat. Jakarta.
Jumingan. (2006). Analisa Laporan Keuangan. Bumi Aksara. Jakarta.
Kasmir (2010). Analisis Laporan Keuangan, PT Raja Grafindo. Jakarta.
Kasmir (2011). Dasar-dasar Perbankan, PT. Raja Grafindo. Jakarta
Margono. (2004). Metodologi Penelitian Pendidika. Rineka Cipta. Jakarta.
Menuh Ni Nyoman. (2008). Pengaruh efektivitas dan efisiensi penggunaan modal kerja terhadap rentabilitas ekonomis pada koperasi “Kamadhuk” RSUP Sanglah Denpasar. Denpasar.
Munawir. (2004). Analisa Laporan Keuangan. Liberty. Yogyakarta.
Nafarin,M.(2007).Penganggaran Perusahaan. Salemba Empat. Jakarta.
97
Nugroho, Adi. (2012). Analisis Yuridis Terhadap Keadaan Insolvensi Dalam Kepailitan.Universitas Brawijaya.
Nurcahyo, Nico. (2009). ANALISIS Kinerja likuiditas, aktivitas, rentabilitas, dan analisis hubungan modal kerja terhadap laba usaha pada industry otomotif di BEI periode 2006-2008. Universitas Gunadarma.
Rahma, L. (2011). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Profitabilitas. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro.
Rajesh, M., and Ramana Reddy, N.R.V. (2011). Impact of Working Capital
Management on Firm’s Profitability. Global Journal of Finance and
Management, 3(1), 151-158.
Riyanto, B. (2001). Dasar-Dasar Pembelanjaan Perusahaan, Edisii keempat, BPFE, Yogyakarta.
Sawir, A. (2005). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Singagerda Faurani I Santi. (2004). Pengaruh Modal Kerja terhadap profitabilitas dan rentabilitas pada koperasi “Mandalika”. Mataram Nusa Tenggara Barat
Sugiono. (2007). Metode Peneliitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, ALFABETA. Bandung.
Sugiono. (2011). Statistik untuk penelitian, Alfabeta. Bandung.
Sugiyarso, G.Winarni, F. (2005). Manajemen keuangan. Media Pressindo, Yogyakarta.
Suliyanto, (2005). Analisis Data Dalam Aplikasi Pemasaran, Ghalia Indonesia. Bogor.
98
Umar, Husein. (2003). Metode Riset Akuntansi Terapan. Cetakan Pertama, Ghalia Indonesia. Jakarta.
Van Horne, James C., dan Wachowicz, John M.( 2005). Fundamentals of Financial: Management Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan. Salemba Empat. Jakarta.
Weston, J. fred., dan Eugene, F. Brigham. Dasar-dasar ManajemenKeuangan. Edisi ke-7, Penerbit Erlangga, Jakarta.