Quality of Life Pada Lansia Di Posyandu Lansia (Autosaved)

Teks penuh

(1)

Q

QU

UALITY O

ALITY OF

F LI

LI FE

FE

PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIAPADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA

DI KELURAHAN BARENG KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG DI KELURAHAN BARENG KECAMATAN KLOJEN KOTA MALANG

LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH

Praktikum Gerontologi Praktikum Gerontologi

Yang dibina oleh dr. Anindya Hapsari & Septa Katmawati S. Gz. M. Kes Yang dibina oleh dr. Anindya Hapsari & Septa Katmawati S. Gz. M. Kes

Oleh: Oleh: Anisa

Anisa Nidya Nidya Eka Eka Putri Putri (1306126079(130612607900)00) Ayu

Ayu Nindhi Nindhi Kistianita Kistianita (1306126078(130612607859)59) Bayu

Bayu Jaya Jaya Noor Noor (1306126078(130612607882)82) Beatrix

Beatrix Rifana Rifana K. K. I. I. (1306126078(130612607896)96) Dewi

Dewi Anggia Anggia Hapsari Hapsari (1306126078(130612607864)64) Dhia

Dhia Irfan Irfan Hanif Hanif (1306126078(130612607892)92) Hamidah

Hamidah Indrihapsari Indrihapsari (1306126078(130612607876)76)  Nurin Marfidlotul Iftitah

 Nurin Marfidlotul Iftitah (1306126078(130612607861)61) Redhita

Redhita Fatrisia Fatrisia (1306126078(130612607852)52) Yulinda

Yulinda Nur Nur Maulidya Maulidya (1306126078(130612607855)55)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN JURUSAN ILMU KESEHATAN

(2)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI

HALAMAN

HALAMAN JUDUL JUDUL ... ... ii DAFTAR

DAFTAR ISI ...ISI ... ... iiii BAB

BAB 1. 1. PENDAHULUAN PENDAHULUAN ... ... 11 1.1

1.1 Analisis Analisis Situasi...Situasi... ... 11 1.2 Program

1.2 Program yang Pernah yang Pernah dan atau dan atau Sedang Sedang Dilaksanakan Dilaksanakan ... .... 22 1.3

1.3 Kesulitan Kesulitan dan Hambatadan Hambatan n dalam dalam Pelaksanaan Pelaksanaan Program Program ... .... 22 1.4 Evaluasi

1.4 Evaluasi Kekurangan Program Kekurangan Program yang Telah yang Telah Berjalan ...Berjalan ... ... 33 BAB

BAB 2. 2. TINJAUAN TINJAUAN PUSTAKA PUSTAKA ... ... 44 2.1

2.1 Posyandu Posyandu Lansia Lansia ... ... 44 2.2

2.2 Quality of LifeQuality of Life ... 5... 5 BAB

BAB 3. 3. HASIL HASIL DAN DAN PEMBAHASAN PEMBAHASAN ... ... 1111 3.1

3.1 Hasil Hasil dan dan Pembahasan ...Pembahasan ... ... 1111 BAB

BAB 4. 4. GAGASAN GAGASAN ... ... 1818 4.1

4.1 Gagasan Gagasan yang yang Diusulkan Diusulkan ... . 1818 4.2

4.2 Kehandalan Kehandalan Gagasan ...Gagasan ... ... 1818 4.3

4.3 Strategi Strategi Penerapan Penerapan Gagasan Gagasan ... ... 1919 4.4

4.4 Teknik Teknik Implementasi Implementasi yang Akan yang Akan Dilakukan ...Dilakukan ... ... 1919 4.5

4.5 Prediksi Prediksi Manfaat ...Manfaat ... ... 2020 4.6

4.6 Pihak-pihak Pihak-pihak Terkait ...Terkait ... ... 2020 BAB

BAB 5. 5. PENUTUP ..PENUTUP ... 22... 22 5.1 5.1 Kesimpulan Kesimpulan ... 22.. 22 DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN LAMPIRAN

(3)

BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Analisis Situasi

Posyandu Lansia Leli Kelurahan Bareng terletak di Jalan Bareng Raya IIC/360 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen Kota Malang. Posyandu lansia Leli Bareng merupakan salah sayu posyandu yang berada di RW 08 Kelurahan Bareng, dimana RW 08 Kelurahan Bareng ini memiliki 3 posyandu lansia yang masing masing posyandu mencakup 5 wilayah RT. Posyandu Leli Bareng ini diadakan untuk seluruh lansia yang berada di RW 08 Kelurahan Bareng yang cakupan wilayahnya meliputi warga RT 06, RT 07, RT 08, RT 09, dan RT 10. Posyandu lansia tersebut diadakan pada hari Kamis minggu ke-2 setiap bulannya  pukul 08.00 WIB di balai RW 08 Kelurahan Bareng.

Petugas yang memeriksa para lansia di berasal dari petugas Puskesmas Bareng Kecamatan Klojen. Terdapat dua petugas kesehatan yang berasal dari  puskesmas Bareng Kecamatan Klojen sedangkan 6 kader yang berasal dari 5 RT di RW 08 Kelurahan Bareng. Kader tersebut ditunjuk oleh para petugas kesehatan atas rekomendasi dari Lurah Bareng.

Data lansia yang dilayani oleh Posyandu Leli Bareng ini sebanyak 35 orang lansia yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Pada posyandu ini, para lansia dapat berkonsultasi dan berkeluh-kesah mengenai masalah kesehatan mereka. Di posyandu tersebut terdapat tiga pembagian tahapan. Tahap pertama yang akan dilayani oleh petugas kesehatan. Pada tahap pertama ini lansia akan melakukan pendaftaran dan pengisian formulir selain itu petugas kesehatan mengecek buku Kartu Menuju Sehat (KMS) lanjut usia. Pada tahap kedua yang dilakukan oleh petugas kesehatan juga yakni pengukuran tinggi badan dan  penimbangan. Tahap ketiga cek kesehatan yaitu berupa tes tekanan darah, tes kadar kolesterol, dan tes asam urat. Tahap terakhir, yaitu pemberian makanan tambahan pada lansia, biasanya berupa buah, kue atau susu khusus lansia.

Di Posyandu ini tidak melayani pemberian obat untuk lansia yang sakit, namun petugas puskesmas disini menerapkan sistem kepada lansia untuk melakukan segala jenis pengobatan dan pemeriksaan lebih lanjut ke Puskesmas

(4)

Bareng. Sehingga, posyandu ini sifatnya hanya dijadikan sebagai fasilitas bagi lansia untuk melakukan cek kesehatan secara rutin tiap bulannya.

1.2 Program yang Pernah dan atau Sedang Dijalankan

Program yang telah dilaksanakan oleh pengurus Panti Wredha Simon Petrus guna meningkatkan olahraga serta aktivitas fisik para lansia, yaitu :

1. Senam Lansia

Senam lansia ini rutin diadakan setiap hari minggu pagi pukul 06.00 WIB di Balai RW 08 Kelurahan Bareng. Antusias lansia warga RW 08 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen ini cukup baik. Hal ini dikarenakan peserta senam lansia di setiap minggunya semakin bertambah. Senam ini biasanya dipandu oleh instruktur senam profesional yang didatangkan dari luar. Sampai saat ini senam lansia di RW 08 Kelurahan Bareng masih dijalankan.

2. Kunjungan rumah

Kunjungan rumah ini diadakan untuk lansia peserta posyandu Lansia Leli dimana mereka yang tidak bisa hadir untuk melakukan cek kesehatan di  posyandu akan didatangi oleh petugas posyandu ke rumah lansia untuk

dilakukan tes kesehatan seperti tensi, cek gula darah, cek kolesterol dan cek asam urat. Namun, kunjungan rumah ini tidak selalu dilakukan ketika lansia  banyak yang tidak hadir saat cek kesehatan di posyandu.

1.3 Kesulitan dan Hambatan dalam Pelakasanaan Program

Kesulitan dan hambatan dalam pelaksanaan program di Posyandu Leli di RW 08 Kelurahan Bareng Kecamatan Klojen adalah dari 5 RT yang merupakan wilayah kerja dari posyandu Leli RW 08 Bareng ini lansia yang sadar akan kesehatan cukup baik. Hal ini nampak saat antusias para lansia yang banyak  berkunjung ke posyandu ini dan mengikuti program senam lansia setiap minggunya. Namun, terkadang saat jumlah lansia yang datang ke posyandu sedikit, maka petugas posyandu tidak dapat melakukan kunjungan ke rumah-rumah secara merata karena terbatas waktu,jarak dan tenaga. Senam lansia yang diadakan rutin setiap minggu meskipun cukup banyak pesertanya, namun masih tergolong sedikit dari jumlah keseluruhan lansia yang ada di RW 08 yang terdiri

(5)

dari 15 RT. Hal ini dikarenakan, kurangnya antusias lansia karena berbagai faktor, yaitu seperti faktor fisik yang tidak cukup kuat untuk bergerak dan berjalan menuju tempat senam, kurangnya pengetahuan akan manfaat senam bagi lansia, dan untuk lansia yang bertempat tinggal jauh dari tempat senam diadakan mereka  juga malas untuk berjalan menuju ke sana, karena jaraknya cukup jauh.

1.4 Evaluasi Kekurangan Program yang Telah Berjalan

Program dapat terus terlaksana apabila ada kemauan, kemampuan, dan kerjasama yang baik dari pihak para lansia. Apabila para lansia tidak dapat mengubah cara pandang dan sikap mereka maka program olahraga yang berguna  bagi kesehatan mereka tidak dapat berjalan secara teratur. Selain itu untuk

kunjungan rumah seharusnya dilakukan secara rutin dan merata tiap bulannya, diharapkan para petugas bisa datang berkunjung kerumah-rumah lansia yang tidak  bisa datang ke posyandu, sehingga kesehatan lansia yang ada di RW 08 ini bisa

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Posyandu Lansia

Lanjut usia atau lansia adalah orang yang telah mencapai usia 60 tahun ke atas yang memiliki hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (UU RI No. 13 Tahun 1998). Menurut World Health Organization (WHO) membagi masa usia lanjut sebagai berikut:

a. Usia 45-60 tahun disebut sebagai middle age (setengah baya atau A-Teda Madya).

 b. Usia 60-75 tahun disebut elderly (usia lanjut atau wreda utama) c. Usia 75-90 tahun disebut old  (tua atau wreda prawasana)

d. Usia di atas 90 tahun disebut very old  (tua sekali atau wreda wasana) Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami pertumbuhan  penduduk lansia (lanjut usia) yang cukup cepat. Akibatnya proporsi penduduk usia lanjut yang semakin banyak ini membutuhkan dukungan dan perhatian yang lebih dari pihak Pemerintah. Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan karena secara tidak langsung tingkat kesejahteraan warga lansia yang semakin meningkat akan mendukung terjadinya pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah Indonesia dalam hal ini terus berusaha meningkatkan kesejahteraan lansia yakni dengan menyediakan berbagai fasilitas kesehatan dan  penyelenggaraan upaya kesehatan, salah satunya adalah dengan adanya  penyelenggaraan Posyandu Lansia. Posyandu Lansia merupakan salah satu bentuk  pelayanan kesehatan yang dilakukan untuk dan oleh masyarakat dengan dukungan teknis dari Petugas Kesehatan (dalam hal ini Petugas Kesehatan atau dokter dari Puskesmas). Adanya Posyandu Lansia ini membantu mencukupi kebutuhan masyarakat lansia untuk memenuhi kebutuhan minimal pelayanan kesehatan yang tidak dapat mereka nikmati dikarenakan kesulitan akses ke pelayanan kesehatan.

Psoyandu Lansia bertujuan secara umum untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan usia lanjut sebagai bagian dari proses deteksi dini dan peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit lansia agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat

(7)

sesuai dengan keberadaannya. Dengan adanya Posyandu Lansia terbentuk diharapkan dapat:

a. Meningkatkan kesadaran pada usia lanjut untuk membina kesehatan diri sendiri.

 b. Meningkatkan kemampuan dan peran serta masyarakat dalam menyadari dan menghayati kesehatan lansia secara optimal.

c. Meningkatkan jenis dan jangkauan pelayanan kesehatan lansia secara lebih menyeluruh dan merata.

d. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan para lansia.

Menurut Depkes (2006) posyandu lansia hanya menggunakan sistem pela yanan 3 meja, dengan kegiatan sebagai berikut:

a. Meja I : Pendaftaran lansia, pengukuran tinggi badan dan penimbangan  berat badan.

 b. Meja II : Melakukan pencatatan berat badan, tinggi badan, Indeks Masa Tubuh (IMT). Pelayanan kesehatan seperti pengobatan sederhana dan rujukan kasus juga dilakukan di meja II ini.

c. Meja III: Melakukan kegiatan penyuluhan atau konseling, disini juga. d. Seperti pemeriksaan aktivitas kegiatan sehari-hari meliputi kegiatan dasar

dlam kehidupan, seperti makan/minum, berjalan, mandi, berpakaian, naik turun tempat tidur, buang air besar/kecil dan sebagainya (Depkes, 2006). e. Pemeriksaan status mental. Pemeriksaan ini berhubungan dengan mental

 bisa dilakukan pelayanan pojok gizi.

2.2

Quality of L ife

WHO mendefinisikan kualitas hidup sebagai individuals perceptions of their position in life in the context of the culture and value systems in which they live and inrelation to their goals, expectations, standards and concerns'. Kualitas hidup adalah persepsi individu mengenai posisi mereka dalam kehidupannya dalam lingkup budaya dan sistem nilai kehidupan mereka serta dalam hubungan dengan tujuan, harapan, standar yang mereka anut dan perhatian. Definisi ini juga menggambarkan suatu konsep dengan sebaran yangluas yang dipengaruhi oleh

(8)

keadaan kompleks dari kesehatan fisik individu, psikis, derajat ketergantungan, hubungan sosial dan hubungan mereka terhadap lingkungannya (WHO, 2004).

Menurut WHO (1994) kualitas hidup didefenisikan sebagai persepsi individu sebagai laki-laki atau wanita dalam hidup, ditinjau dari konteks budaya dan sistem nilai dimana mereka tinggal, dan berhubungan dengan standar hidup, harapan, kesenangan, dan perhatian mereka.Hal ini merupakan konsep tingkatan, terangkum secara kompleks mencakup kesehatan fisik, status psikologis, tingkat kebebasan, hubungan sosial dan hubungan spiritual kepada karakteristik lingkungan mereka.

Menurut Donald (2001), Kualitas hidup mendeskripsikan istilah yang merujuk pada emosional, sosial dan kesejahteraan fisik seseorang juga kemampuan mereka untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari.

2.2.1 Komponen

Quality of L ife

World Health Organization Quality Of Life (WHOQOL) membagi kualitas hidup dalam enam domain yaitu fisik, psikologis, tingkat kebebasan, hubungan sosial, lingkungan, spiritual, agama atau kepercayaan seseorang (WHO, 1998).

a) Domain I

Yaitu domain yang menyangkut kondisi fisik seseoprang. WHOQOL membagi domain fisik pada tiga bagian, yaitu:

a.  Nyeri dan ketidaknyamanan

Aspek ini mengeksplor sensasi fisik yang tidak menyenangkan yang dialami individu, dan selanjutnya berubah menjadi sensasi yang menyedihkan dan mempengaruhi hidup individu tersebut. Sensasi yang tidak menyenangkan meliputi kekakuan, sakit, nyeri dengan durasi lama atau pendek, bahkan penyakit gatal juga termasuk. Diputuskan nyeri bila individu mengatakan nyeri, walaupun tidak ada alasan medis yang membuktikannya (WHO, 1998).

b. Tenaga dan lelah

Aspek ini mengeksplor tenaga, antusiasme dan keinginan individu untuk selalu dapat melakukan aktivitas sehari-hari, sebaik aktivitas lain seperti rekreasi. Kelelahan membuat individu tidak mampu mencapai kekuatan yang cukup untuk

(9)

merasakan hidup yang sebenarnya.Kelelahan merupakan akibat dari beberapa hal seperti sakit, depresi, atau pekerjaan yang terlalu berat (WHO, 1998).

c. Tidur dan istirahat

Aspek ini fokus pada seberapa banyak tidur dan istirahat. Masalah tidur termasuk kesulitan untuk pergi tidur, bangun tengah malam, bangun di pagi hari dan tidak dapat kembali tidur dan kurang segar saat bangun di pagi hari (WHO, 1998).

b) Domain I I

Yaitu yang menyangkut kondisi psikologis. WHOQOL membagi domain  psikologis pada lima bagian, yaitu:

a.  Perasaan positif

Aspek ini menguji seberapa banyak pengalaman perasaan positif individu dari kesukaan, keseimbangan, kedamaian, kegembiraan, harapan, kesenangan dan kenikmatan dari hal-hal baik dalam hidup. Pandangan individu, dan perasaan pada masa depan merupakan bagian penting dari segi ini (WHO, 1998).

b.  Berfikir, belajar, ingatan dan konsentrasi

Aspek ini mengeksplor pandangan individu terhadap pemikiran,  pembelajaran, ingatan, konsentrasi dan kemampuannya dalam membuat

keputusan. Hal ini juga termasuk kecepatan dan kejelasan individu memberikan gagasan (WHO, 1998).

c.  Harga diri

Aspek ini menguji apa yang individu rasakan tentang diri mereka sendiri. Hal ini bisa saja memiliki jarak dari perasaan positif sampai perasaan yang ekstrim negatif tentang diri mereka sendiri. Perasaan seseorang dari harga sebagai individu dieksplor.Aspek dari harga diri fokus dengan perasaan individu dari kekuatan diri, kepuasan dengan diri dan kendali diri (WHO, 1998).

d. Gambaran diri dan penampilan

Aspek ini menguji pandangan individu dengan tubuhnya. Apakah  penampilan tubuh kelihatan positif atau negatif. Fokus pada kepuasan individu

(10)

e.  Perasaan negatif

Aspek ini fokus pada seberapa banyak pengalaman perasaan negatif individu, termasuk patah semangat, perasaan berdosa, kesedihan, keputusasaan, kegelisahan, kecemasan, dan kurang bahagia dalam hidup. Segi ini termasuk  pertimbangan dari seberapa menyedihkan perasaan negatif dan akibatnya pada

fungsi keseharian individu (WHO, 1998).

c) Domain I I I

Yaitu menggambarkan tingkat kebebasan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari. WHOQOL terbagi menjadi:

a.  Pergerakan

Aspek ini menguji pandangan individu terhadap kemampuannya untuk  berpindah dari satu tempat ke tempat lain, bergerak di sekitar rumah, bergerak di

sekitar tempat kerja, atau ke dan dari pelayanan transportasi (WHO, 1998). b.  Aktivitas hidup sehari-hari

Aspek ini mengeksplor kemampuan individu untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Hal ini termasuk perawatan diri dan perhatian yang tepat pada kepemilikan. Tingkatan dimana individu tergantung pada yang lain untuk membantunya dalam aktivitas kesehariannya juga berakibat pada kualitas hidupnya (WHO, 1998).

c.  Ketergantungan pada pengobatan atau perlakuan

Aspek ini menguji ketergantungan individu pada medis atau pengobatan alternatif (seperti akupuntur dan obat herbal) untuk mendukung fisik dan kesejahteraan psikologisnya. Pengobatan pada beberapa kasus dapat berakibat negatif pada kualitas hidup individu (seperti efek samping dari kemoterapi) di saat yang sama pada kasus lain menambah kualitas hidup individu (WHO, 1998).

d.  Kapasitas pekerjaan

Aspek ini menguji penggunaan energi individu untuk bekerja. Bekerja didefenisikan sebagai aktivitas besar dimana individu disibukkan. Aktivitas besar termasuk pekerjaan dengan upah, pekerjaan tanpa upah, pekerjaan sukarela untuk masyarakat, belajar dengan waktu penuh, merawat anak dan tugas rumah tangga (WHO, 1998).

(11)

d) Domain I V

Yaitu yang menggambarkan tingkat hubungan sosial dengan lingkungan sekitar. WHOQOL membagi domain hubungan sosial pada tiga bagian, yaitu:

a.  Hubungan perorangan

Aspek ini menguji tingkatan perasaan individu pada persahabatan, cinta, dan dukungan dari hubungan yang dekat dalam kehidupannya. Aspek ini termasuk  pada kemampuan dan kesempatan untuk mencintai, dicintai dan lebih dekat

dengan orang lain secara emosi dan fisik. Tingkatan dimana individu merasa mereka bisa berbagi pengalaman baik senang maupun sedih dengan orang yang dicintai.(WHO, 1998).

b.  Dukungan sosial

Aspek ini menguji apa yang individu rasakan pada tanggung jawab, dukungan, dan tersedianya bantuan dari keluarga dan teman. Aspek ini fokus pada seberapa banyak yang individu rasakan pada dukungan keluarga dan teman, faktanya pada tingkatan mana individu tergantung pada dukungan di saat sulit (WHO, 1998).

c.  Aktivitas seksual

Aspek ini fokus pada dorongan dan hasrat pada seks, dan tingkatan dimana individu dapat mengekspresikan dan senang dengan hasrat seksual yang tepat (WHO, 1998).

e) Domain V

Yaitu menggambarkan bagaimana seseorang melihat keadaan lingkungan sekitarnya. Terbagi menjadi:

a.  Keamanan fisik dan keamanan

Aspek ini menguji perasaan individu pada keamanan dari kejahatan fisik. Ancaman pada keamanan bisa timbul dari beberapa sumber seperti tekanan orang lain atau politik. Aspek ini berhubungan langsung dengan perasaan kebebasan individu (WHO, 1998).

b.  Lingkungan rumah

Aspek ini menguji tempat yang terpenting dimana individu tinggal (tempat  berlindung dan menjaga barang-barang).Kualitas sebuah rumah dapat dinilai pada

(12)

c. Sumber penghasilan

Aspek ini mengeksplor pandangan individu pada sumber penghasilan (dan sumber penghasilan dari tempat lain). Fokusnya pada apakah individu dapat mengahasilkan atau tidak dimana berakibat pada kualitas hidup (WHO, 1998).

d.  Kesehatan dan perhatian sosial: ketersediaan dan kualitas

Aspek ini menguji pandangan individu pada kesehatan dan perhatian sosial di kedekatan sekitar. Dekat berarti berapa lama waktu yang diperlukan untuk mendapatkan bantuan (WHO, 1998).

e.  Kesempatan untuk memperoleh informasi baru dan keterampilan

Aspek ini menguji kesempatan individu dan keinginan untuk mempelajari keterampilan baru, mendapatkan pengetahuan baru, dan peka pada apa yang terjadi. Termasuk program pendidikan formal, atau pembelajaran orang dewasa atau aktivitas di waktu luang, baik dalam kelompok atau sendiri (WHO, 1998).

 f.  Patisipasi dalam kesempatan berekreasi dan waktu luang

Aspek ini mengeksplor kemampuan individu, kesempatan dan keinginan untuk berpartisipasi dalam waktu luang, hiburan dan relaksasi (WHO, 1998).

 g.  Lingkungan fisik (polusi/ keributan/ kemacetan/ iklim)

Aspek ini menguji pandangan individu pada lingkungannya. Hal ini mencakup kebisingan, polusi, iklim dan estetika lingkungan dimana pelayanan ini dapat meningkatkan atau memperburuk kualitas hidup (W HO, 1998).

h. Transportasi

Aspek ini menguji pandangan individu pada seberapa mudah untuk menemukan dan menggunakan pelayanan transportasi (WHO, 1998).

 f) Domain VI

Aspek ini menguji kepercayaan individu dan bagaimana dampaknya pada kualitas hidup. Hal ini bisa membantu individu untuk mengkoping kesulitan hidupnya, memberi kekuatan pada pengalaman, aspek ini ditujukan pada individu dengan perbedaan agama (Buddha, Kristen, Hindu, dan Islam), sebaik individu dengan kepercayaan individu dan kepercayaan spiritual yang tidak sesuai dengan orientasi agama (WHO, 1998).

(13)

BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk mengetahui tingkat quality of life para peserta Posyandu Lansia Balai RW VIII di Jalan Bareng Raya II C/360 Malang, dilakukan wawancara dengan menggunakan kuisioner yang telah ada berdasarkan WHOQOL-bref.

Kuisioner dibagikan pada 10 peserta Posyandu Lansia dari rentangan usia 62 hingga 84 tahun.

Berikut adalah data dari kesepuluh peserta Posyandu Lansia yang sempat mendapatkan diwawancarai (Tabel 1):

TABEL 1

Data Peserta Posyandu Lansia Balai RW VIII Bareng Malang

 No Kategori N 1. Usia: 10 60 – 64 tahun 2 65 – 69 tahun 2 70 – 74 tahun 3 75 – 79 tahun 2 80 – 84 tahun 1 2. Jenis Kelamin 10 Perempuan 10 Laki-laki -3. Status Perkawinan 10 Lajang -Menikah 3 Bercerai -Cerai mati 7 4. Tingkat Pendidikan 10 Sekolah Dasar/sederajat 6

Sekolah Menengah Pertama/sederajat 3

Sekolah Menengah Atas/sederajat 1

Perguruan Tinggi

-Kemudian setelah dilakukan penghitungan skor menggunakan instruksi dari WHO, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

(14)

a. Domain I

Domain I merupakan domain yang menggambarkan kondisi fisik seseorang. Domain ini mencakup pertanyaan poin Q3, Q4, Q10, Q15, Q16, Q17, Q18. Pertanyaan yang diajukan meliputi:

Q03 –  Seberapa besarkan Anda merasakan rasa sakit yang mencegah Anda melakukan hal yang butuh Anda lakukan?

Q04 –  Berapa besarkah Anda membutuhkan pelayanan medis sehingga Anda dapat melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik?

Q10 –  Apakah Anda memiliki energi yang cukup untuk melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik?

Q15 –  Seberapa baikkah Anda berjalan-jalan? Q16 –  Seberapa puaskah Anda dengan tidur Anda?

Q17 –  Seberapa puaskah Anda dengan kemampuan Anda melakukan kegiatan sehari-hari?

Q18 –  Seberapa puaskah Anda dengan besar kapasitas Anda untuk melakukan aktivitas/pekerjaan?

Poin pertanyaan Q03 dan Q04 merupakan pertanyaan yang bersifat reversible yang artinya, semakin rendah poin yang diberikan oleh r esponden maka nilainya akan semakin naik. Maka perhitungan nilainya adalah: 6-Q03 dan 6-Q04.

0 1 2 3 4 5 6 Q03 Q04 Q10 Q15 Q16 Q17 Q18

Frekuensi Jawaban Responden:

Physical H ealth

Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala 5

(15)

Dari hasil diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: No Pertanyaan

Poin Hasil Nilai

1. Q03 23 46 2. Q04 27 54 3. Q10 29 58 4. Q15 28 56 5. Q16 24 48 6. Q17 31 62 7. Q18 23 46 TOTAL 370

Dari total nilai di atas, WHO menentukan bahwa nilai tertinggi untuk  physical health domain adalah 92,86 maka akan diperoleh hasil domain dari  physical health adalah:

DOMAIN I =

370

(92,86∗7)

 *

100 = 56,92

Hasil ini masih jauh lebih rendah dari nilai yang direkomendasikan oleh WHO, yaitu 66,8.

b. Domain I I

Domain II merupakan domain  psychological  yang menggambarkan kondisi  psikologis, seperti adanya depresi, stress, dan lain sebagainya. Domain ini mencakup pertanyaan poin Q05, Q06, Q07, Q11, Q19, dan Q26. Pertanyaan yang diajukan meliputi:

Q05 –  Seberapa besar Anda menikmati kehidupan Anda? Q06 –  Berapa besar Anda merasa kehidupan Anda berarti?

Q07 –  Berapa besar Anda mampu berkonsentrasi pada suatu hal? Q11 –  Apakah Anda merasa puas terhadap penampilan fisik Anda

sekarang?

(16)

Q26 –  Apakah sering merasakan perasaan negatif seperti mood yang buruk, kecemasan, putus asa, dan depresi?

Poin Q26 bersifat reversible sehingga penghitungan nilai diperoleh dari : 6-Q26. Berikut adalah hasil dari pertanyaan QOL:

Dari hasil diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: No Pertanyaan

Poin Hasil Nilai

1. Q05 32 64 2. Q06 30 60 3. Q07 30 60 4. Q11 37 74 5. Q19 26 52 6. Q26 30 60 TOTAL 370

Dari total nilai di atas, WHO menentukan bahwa nilai tertinggi untuk  Psychological domain adalah 95,83 maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

DOMAIN II =

370

(95,83∗6)

 *

100 = 64,33

0 1 2 3 4 5 6 7 Q05 Q06 Q07 Q11 Q19 Q26

Frekuensi Jawaban Responden:

Phychological

Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala 5

(17)

Hasil tersebut masih lebih rendah dari hasil yang direkomendasikan oleh WHO, yaitu 73,5.

c. Domain I I I

Domain III merupakan domain yang menggambarkan  social relation  atau hubungan sosial seseorang terhadap lingkungan sekitarnya. Domain ini mencakup  pertanyaan poin Q20, Q21 dan Q22. Pertanyaan yang diajukan meliputi:

Q20 –  Seberapa puaskah Anda dengan hubungan personal Anda? Q21 –  Seberapa puaskah Anda dengan kehidupan seksual Anda?

Q22 –  Seberapa puaskah Anda dengan dukungan yang Anda dapatkan dari teman-teman yang Anda miliki?

Pada domain ini diperoleh hasil sebagai berikut:

Dari hasil diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: No Pertanyaan

Poin Hasil Nilai

1. Q05 34 68 2. Q06 33 66 3. Q07 34 68 TOTAL 202 0 1 2 3 4 5 6 7 Q20 Q21 Q22

Frekuensi Jawaban Responden:

 Social Relationship

Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala 5

(18)

Dari total nilai di atas, WHO menentukan bahwa nilai tertinggi untuk  social relationship domain adalah 100,00 maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

DOMAIN III =

202

(100∗3)

 *

100 = 67,33

Hasil tersebut masih lebih rendah dari nilai yang direkomendasikan oleh WHO yaitu 73,1.

d. Domain I V

Domain ini merupakan domain menyangkut environment   atau keadaan lingkungan yang terlihat dari sudut pandang seseorang. Domain ini mencakup  pertanyaan poin Q08, Q09, Q12, Q13, Q14, Q23, Q24, Q25. Berikut adalah  pertanyaannya:

Q08 –  Seberapa besarkah keamanan yang Anda rasakan di lingkungan Anda?

Q09 –  Seberapa baikkah keadaan fisik lingkungan Anda?

Q12 –  Seberapa besarkah Anda memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan Anda (apakah harga barang-barang di lingkungan tinggal murah atau tidak) ?

Q13 –  Berapa besarkah ketersediaan informasi yang Anda butuhkan dari lingkungan Anda?

Q14 –  Seberapa besar Anda memiliki kesempatan untuk beristirahat? Q23 –  Seberapa puaskah Anda dengan kondisi tempat tinggal Anda? Q24 –  Seberapa puas Anda dengan akses Anda menuju pelayanan

kesehatan?

(19)

Pada domain ini diperoleh hasil sebagai berikut:

Dari hasil diatas, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: No Pertanyaan

Poin Hasil Nilai

1. Q08 36 72 2. Q09 34 68 3. Q12 31 62 4. Q13 29 58 5. Q14 40 80 6. Q23 41 82 7. Q24 38 76 8. Q25 42 84 TOTAL 582

Dari total nilai di atas, WHO menentukan bahwa nilai tertinggi untuk  environment domain adalah 100,00 maka akan diperoleh hasil sebagai berikut:

DOMAIN IV =

582

(100∗8)

 *

100 = 72,75

Hasil tersebut masih lebih rendah dari nilai yang direkomendasikan oleh 0 1 2 3 4 5 6 Q08 Q09 Q12 Q13 Q14 Q23 Q24 Q25

Frekuensi Jawaban Responden:

E nvironment 

Skala 1 Skala 2 Skala 3 Skala 4 Skala 5

(20)

BAB IV

GAGASAN TERTULIS

4.1 Gagasan yang Diusulkan

Dari hasil perhitungan didapatkan hasil sebagai berikut:  physical health 56,92; psychological 64,33; social relationship 67,33; environment  72,75. Seluruh hasil tersebut masih lebih rendah dari anjuran minimal dari WHO untuk quality life. Hanya domain environment  yang cukup mendekati anjuran dari WHO, yaitu 72,8.

Hal tersebut menunjukkan bahwa para lansia yang menjadi peserta di Posyandu Lansia Bareng masih membutuhkan banyak perhatian terkait  peningkatan quality of life.  Dalam hal ini  physical health atau kesehatan fisik

memiliki nilai yang paling rendah. Padahal, kesehatan fisik dapat mempengaruhi seluruh sendi kehidupan seorang lansia, mulai dari tingkat psikologis (mempengaruhi tingkat stress dan depresi), kegiatan untuk bersosialisasi dan  bagaimana seorang lansia memandang lingkungan di sekitarnya.

Kesehatan fisik seorang lansia sangat dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi sehari-hari. Melihat hal tersebut, sangat perlu dilakukan penyuluhan terkait dengan berbagai makanan yang harus dan tidak harus dimakan oleh seorang lansia.

“Sadarkah Anda?” merupakan program berisi penyuluhan mengenai  berbagai bahan makanan yang seharusnya dikurangi untuk meningkatkan kesehatan lansia, diantara adalah gula, garam, minyak dan santan. Selain dilakukan penyuluhan singkat mengenai hal tersebut, juga dilakukan pembagian  phamlet sebagai salah satu media dalam promosi kesehatan lansia. Selain itu, juga

dilakukan konsultasi gizi mengenai apa yang sebenarnya boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh seorang lansia

4.2 Kehandalan Gagasan

Program ini merupakan salah satu media promosi kesehatan yang cukup lengkap dan tepat jika dihadirkan di Posyandu Lansia. Hal ini dikarenakan lansia akan mengetahui dengan baik apa yang seharusnya dihindari untuk menjaga

(21)

kesehatan fisiknya masing-masing. Juga dengan adanya phamlet yang dibagikan kepada para lansia, hal tersebut akan lebih memudahkan para lansia untuk mengingat dan membaca kembali. Konsultasi yang diberikan juga memberikan dampak yang positif bagi perkembangan kesehatan fisik lansia terutama yang  berhubungan dengan masalah konsumsi makanan yang dapat menurunkan

kesehatan fisik lansia.

4.3 Strategi Penerapan Gagasan

“Sadarkah Anda?”  dapat dilakukan dengan melakukan kerja sama antar lembaga pemerintahan dan lembaga swadaya untuk mendapatkan tenaga ahli sebagai narasumber dalam pelaksanaan program, akan tetapi juga dapat memanfaatkan tenaga sukarela seperti mahasiswa kesehatan masyarakat untuk  berperan di dalam pelaksanaan program. Selain itu, kader akan menjadi  penanggung jawab dan membantu pelaksanaan program yang diselenggarakan.

Monitoring dan evaluasi dilakukan secara teratur untuk melihat bagaimana  perkembangan para lansia dan juga untuk mengukur tingkat kesehatan fisik lansia

di setiap pelaksaan Posyandu Lansia.

4.4 Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan

Kerja sama antar berbagai pihak akan sangat dibutuhkan di dalam  pelaksanaan program ini. Demi mendukung kelangsungan “Sadarkah Anda?”, fasilitator sebaiknya menggaet lebih banyak lagi berbagai pihak yang bersedia untuk mendukung terlaksananya hal tersebut.

Dengan kerja sama yang baik, diharapkan beberapa kekurangan dan hambatan dalam pelaksanaan “Sadarkah Anda?” akan tertutupi sehingga program dapat dijalankan dengan maksimal dan berkesinambungan.

“Sadarkah Anda?”  juga merupakan salah satu langkah dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup para lansia yang ada di Indonesia, sehingga pihak pemerintah juga merupakan pihak yang seharusnya ikut  bertanggung jawab dalam pelaksanaan “Sadarkah Anda?”.

(22)

 banyak lagi pihak yang tergerak untuk mendukung tercapainya pemenuhan gizi yang sehat dan berimbang bagi seluruh lansia di Indonesia, terutama di Posyandu Lansia Bareng.

4.5 Prediksi Manfaat

Dengan dilaksanakannya “Sadarkah Anda?”, maka akan diperoleh berbagai macam keuntungan:

a. Bagi Lansia :

1. Mengetahui makanan apa yang seharusnya dihindari untuk meningkatkan kesehatan fisiknya.

2. Mengetahui bagaimana mengolah makanan dengan baik.

3. Mengetahui pantangan makanan sesuai dengan kondisi fisik mereka masing-masing.

 b. Bagi Posyandu Lansia:

1. Peserta lansia menjadi lebih sehat dan memiliki tingkat quality of life yang tinggi, sehingga target Posyandu terpenuhi.

c. Bagi Pemerintah :

1. Peningkatan kondisi fisik lansia, yang secara umum berpengaruh terhadap peningkatan quality of life  lansia akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang juga akan berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan ekonomi negara.

d. Bagi tenaga ahli dan lihak terkait lainnya:

1. Sebagai sarana untuk mengembangkan keahliannya untuk lansia. 2. Salah satu sarana dalam membagi pengetahuan mengenai

 pemenuhan gizi lansia yang seharusnya, dan lain sebagainya.

2.6 Pihak-pihak Terkait

1. Tenaga kesehatan masyarakat UM

Dalam hal ini berperan sebagai fasilitator dalam pelaksanaan “Sadarkah Anda?”  dan juga terus mengawasi selama berlangsungnya program secara kontinu dan teratur.

(23)

2. Pemerintah –  Puskesmas, Dinas Kesehatan Kab. Malang

Berperan aktif dalam membantu memenuhi berbagai keperluan pelaksanaan “Sadarkah Anda?”, dalam bentuk materiil maupun nonmateriil.

(24)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil perhitungan didapatkan hasil sebagai berikut:  physical health 56,92; psychological 64,33; social relationship 67,33; environment  72,75. Seluruh hasil tersebut masih lebih rendah dari anjuran minimal dari WHO untuk quality life.  Domain  physical health memiliki range sebesar 9,88,  psychological   9,17,  social relationship  5,77, dan domain environment   0,05 dengan anjuran minimal dari WHOQOL-bref. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan fisik, kesehatan fisik dan psikis dari para lansia perlu ditingkatkan. Keadaan yang cukup memuaskan dari tempat tinggal para lansia dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kondisi fisik dari para lansia tersebut. Dari hasil perhitungan, maka didapatkan bahwa quality of life dari para lansia di Posyandu Lansia Desa Bareng masih rendah.

Kesehatan fisik yang memiliki nilai terendah pada dasarnya mempengaruhi  berbagai domain lainnya di dalam quality of life, oleh karena itulah peningkatan kesehatan fisik lansia perlu ditingkatkan melalui program “Sadarkah Anda?” yang merupakan program berisi penyuluhan mengenai bahan makanan yang seharusn ya dihindari untuk meningkatkan kondisi fisik lansia.

“Sadarkah Anda?”  berisi kegiatan penyuluhan, konsultasi dan juga  pembagian phamlet yang kesemuanya bertujuan untuk mendukung adanya  peningkatan kesehatan fisik terutama yang dipengaruhi oleh pemakaian bahan

(25)

DAFTAR PUSTAKA

UU RI No. 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lansia. Jakarta: Pemerintah Indonesia RI.

World Health Organization. 1998. WHOQOL-bref . (Online),

(26)
(27)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...