DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... LEMBAR PENGESAHAN... KATA PENGANTAR... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR... DAFTAR LAMPIRAN... ABSTRACT...

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ix DAFTAR LAMPIRAN ... x ABSTRAK ... xi ABSTRACT ... xii I. PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 3 1.3 Tujuan Penelitian ... 4 1.4 Manfaat Penelitian ... 4

II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Flamboyan (Delonix regia Hook Raf.) ... 5

2.2 Tanaman Cabai Merah Besar (Capsicum annuum L.) ... 7

2.3 Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum L.) ... 10

(2)

III. METODE PENELITIAN ... 17

3.1 Metode Pengumpulan Data ... 17

3.1.1. Tempat dan Waktu Penelitian ... 17

3.2 Metode Penelitian ... 17

3.2.1. Pengambilan Sampel ... 17

3.2.2. Pembuatan Ekstrak Bunga Flamboyan ... 17

3.2.3. Pembuatan Media Perkecambahan ... 17

3.2.4. Penanaman Biji ... 18

3.2.5. Pembuatan Media Tanam... 18

3.2.6. Penanaman Bibit ... 18

3.3 Metode Pengolahan Data ... 18

3.3.1. Rancangan Penelitian ... 18

3.3.2. Variabel Pengamatan ... 19

3.4 Analisis Data ... 19

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 20

4.1 Hasil ... 20

4.1.1. Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Flamboyan Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Tomat dan Cabai Merah Besar ... 20

4.2 Pembahasan ... 27

4.2.1. Pengaruh Pemberian Ekstrak Bunga Flamboyan Terhadap Perkcambahan Dan Pertumbuhan Tanaman Tomat

(3)

dan Cabai Merah Besar ... 27

4.2.2.Tanaman Yang Paling Cocok Digunakan Sebagai Tanaman Di Bawah Naungan Pohon Flamboyan ... 32

V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 34

5.1 Kesimpulan ... 34

5.2 Saran... 34

DAFTAR PUSTAKA ... 35

(4)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1. Sidik Ragam Persentase Perkecambahan Tomat

dan Cabai Merah Besar ... 40

Tabel 2. Hasil Uji Lanjut Duncan Persentase Perkecambahan

Tanaman Tomat ... 40

Tabel 3. Hasil Uji Lanjut Duncan Perkecambahan

Tanaman Cabai Merah Besar ... 40

Tabel 4. Signifikasi Pengaruh Jenis Tanaman (A) dan Konsentrasi

Ekstrak (B) Terhadap Variabel Pertumbuhan ... 41

Tabel 5. Hasil Uji Lanjut Duncan Terhadap Tanaman Tomat ... 42

Tabel 6. Hasil Uji Lanjut Duncan Terhadap Tanaman

(5)

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1. Pohon Flamboyan (Delonix regia Hook Raf.) ... 5

Gambar 2. Bentuk Buah, Bunga, Daun Flamboyan... 6

Gambar 3. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap persentase

perkecambahan tanaman tomat ... 21 Gambar 4. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap persentase

perkecambahan tanaman cabai merah besar ... 21 Gambar 5. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap tinggi tanaman

tomat minggu ke 15... 22

Gambar 6. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap tinggi tanaman

cabai merah besar minggu ke 15 ... 22 Gambar 7. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap jumlah daun

tanaman tomat minggu ke 15 ... 23 Gambar 8. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap jumlah daun

tanaman cabai merah besar minggu ke 15 ... 24 Gambar 9. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap panjang akar

tanaman tomat ... 25 Gambar 10. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap panjang akar

tanaman cabai merah besar ... 25 Gambar 11. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap berat kering

tanaman tomat ... 26 Gambar 12. Pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap berat kering

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Sidik Ragam Persentase Perkecambahan Tomat

dan Cabai Merah Besar ... 40

Lampiran 2. Hasil Uji Lanjut Duncan Persentase Perkecambahan

Tanaman Tomat dan Cabai Merah Besar ... 40

Lampiran 3. Signifikasi Pengaruh Jenis Tanaman (A) dan Konsentrasi

Ekstrak (B) Terhadap Variabel Pertumbuhan ... 41

Lampiran 4. Hasil Uji Lanjut Duncan Terhadap Tanaman Tomat ... 42

Lampiran 5. Hasil Uji Lanjut Duncan Terhadap Tanaman

(7)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia Hook Raf.) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.) dan cabai merah besar (Capsicum annum L.), serta memilih tanaman budidaya yang mampu bertahan tumbuh dari pengaruh ekstrak bunga flamboyan untuk pemanfaatan lahan dibawah naungan pohon flamboyan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Shade House, Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Udayana. Penelitian dilakukan mulai bulan Febuari 2014 sampai dengan Mei 2014. Sampel diambil dari bunga flamboyan yang dikering anginkan selama kurang lebih 4 hari. Konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 0%, 5%, 10%, 15 %, 20%. Masing masing kombinasi perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diamati adalah persentase perkecambahan, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar dan berat kering tanaman. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok 2 faktor tanpa interaksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova dilanjutkan uji Duncan ‘s Multiple Range Test taraf uji 5%.

Hasil penelitian menunjukkan pemberian esktrak bunga flamboyan dengan konsentrasi 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% memberikan pengaruh terhadap persentase perkecambahan tanaman tomat dan cabai merah besar. Tanaman tomat mengalami penurunan persentase perkecambahan 68,8%, sedangkan cabai merah besar mengalami penurunan 49,6% dibandingkan dengan kontrol. Pada tinggi tanaman tomat dan cabai merah besar konsentrasi 5%, 10%, 15 %, 20% berbeda nyata dengan kontrol. Sedangkan pada jumlah daun, panjang akar, dan berat kering tidak ada perbedaan yang nyata (P > 0,05). Tanaman budidaya yang cocok ditanam di bawah naungan pohon flamboyan adalah tanaman cabai merah besar.

(8)

ABSTRACT

This research was aimed to study the effects of flowers flamboyant (Delonix regia Hook Raf.) extracts treatment on the germination and growth of tomato plants (Lycopersicum esculentum L.) and large red chilli (Capsicum annuum L.), and choose the crops that can survive grow from the effects of extracts. The flamboyant flowers for land use under the auspices of flame trees. The research was conducted at the Laboratory of Plant Physiology and Shade House, Department of Biology, Faculty, University of Udayana. Study started in February 2014 to May 2014. The samples were taken from the flamboyant flowers wind dried for about 4 days. The extract used is 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Each combination treatment was repeated five times. Parameters measured were percentage of germination, plant height, leaf number, root length and plant dry weight. The design used was a randomized block design two factors without the interaction. Data were analyzed by Anova continued test of Duncan 's Multiple Range Test test level 5%.

The results showed award flamboyant flower extracts with concentrations of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20% give effect to the percentage of germination of tomato and red chili is great. Tomato plant germination percentage decreased to 68.8%, while the large red chili decreased 49.6% compared with controls. At the height of tomato and red pepper large concentration of 5%, 10%, 15%, 20% significantly different from controls. While the number of leaves, root length and dry weight of no significant differences (P> 0.05). Suitable cultivated plants grown in the shade of the flamboyant tree is a large red pepper plants

(9)

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Permasalahan lingkungan hidup pada saat ini, terutama pencemaran udara di perkotaan semakin meningkat, sehingga perlu dilakukan pencegahan yang lebih parah lagi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan udara adalah dengan program penghijauan, agar dapat memperkecil tingkat polusi yang disebabkan oleh asap kendaraan. Program penghijauan tidak selalu kita lakukan di pinggir jalan, tetapi bisa juga kita lakukan di taman pekarangan rumah. Pekarangan rumah dapat ditanami tanaman berbunga dan berbuah, agar rumah dapat terlihat indah dan asri. Tanaman bunga dapat menampakkan suasana yang indah, sedangkan hasil dari tanaman buah dapat dinikmati hasilnya (Dahlan, 2004). Salah satu tanaman berbunga yang banyak ditanam di pekarangan rumah untuk penghijauan adalah Flamboyan (Delonix regia Hook Raf.). Tanaman berbuah bermanfaat yang dapat ditanam di pekarangan rumah adalah tanaman tomat (Lycopersicum esculentum L.) dan cabai (Capsicum annuum L.)

Flamboyan memiliki tinggi yang bervariasi, dan dapat mencapai tinggi hingga 12 meter. Flamboyan bisa hidup di tempat terbuka dan cukup sinar matahari. Batangnya berwarna coklat, sangat keras, berat dengan akar yang cukup kuat (Syarifah, 2007). Tanaman ini cukup toleran di daerah kering. Di daerah dengan kondisi kemarau panjang, daun flamboyan tumbuh hampir sepanjang musim. Namun, di daerah lain, flamboyan malah menggugurkan daun - daunnya seperti terjadi di Suriname dan sebagian Indonesia. Flamboyan juga tumbuh di Australia, Florida, Rio Grande Valley sebelah selatan Texas, dataran rendah Arizona dan California, Hawaii, Pulau Virgin. Karibia, Puerto Rico, dan Kepulauan Guam (Syarifah, 2006). Di sejumlah negara, flamboyan sudah menjadi komoditas penting sebagai tanaman hias yang diperdagangkan. Di Indonesia tanaman ini juga sudah cukup banyak dikenal dan dibudidayakan di berbagai tempat. Namun, umumnya masyarakat kita menanam flamboyan lebih karena alasan fungsinya sebagai peneduh yang cepat tumbuh. Tetapi, beberapa tahun belakangan, di area kompleks perumahan, pohon flamboyan mudah dijumpai sebagai pohon hias pekarangan rumah (Syarifah, 2007).

Flamboyan banyak mengandung senyawa alelopati, bagian kulit batang mengandung : β−sitosterol, saponin, alkaloid, carotin, dan flavonoid. Bagian bunga mengandung : tannin, saponin, flavonoid, steroid, alkaloid, dan β−sitosterol (Jungalwala, 1962).

(10)

Alelopati adalah zat yang dikeluarkan oleh tumbuhan yang seringkali memiliki sifat menghambat pertumbuhan tumbuhan di sekitarnya. Zat – zat penghambat tumbuh yang paling umum adalah senyawa – senyawa aromatik seperti fenol dan laktan, alkaloid tertentu, asam organik dan asam lemak bahkan ion – ion logam dapat juga bertindak sebagai penghambat (Gardner et al., 1991). Hambatan alelopati dapat juga berbentuk pengurangan dan kelambatan perkecambahan biji, pertumbuhan tanaman, klorosis, gangguan sistem perakaran, layu, bahkan kematian tanaman (Salampessy, 1998).

Alelopati mampu menurunkan perkecambahan benih dan memperlambat perkecambahan maupun kemunculan bibit di permukaan tanah dibanding tanpa alelopati, karena alelopati mengakibatkan hambatan aktivitas enzim-enzim yang melakukan degradasi cadangan makanan dalam benih sehingga energi tumbuh yang dihasilkan sangat rendah dan dalam waktu lebih lama yang selanjutnya menurunkan potensi perkecambahan (Kristanto, 2003).

Alelopati juga menyebabkan terhambatnya proses pembelahan, pemanjangan dan pembesaran sel yang berhubungan dengan pertambahan dan ukuran sel dan organ tanaman, sehingga pertumbuhan tanaman terhambat. Hal ini menyebabkan penurunan tinggi tanaman maupun daun dengan jumlah lebih sedikit dan ukuran yang kecil (Kristanto, 2003). Bucholtz (1971) dalam Sastroutomo (1990) menyatakan bahwa alelopati menghambat pembelahan sel yang selanjutnya menghambat pertumbuhan.

Tanaman cabai (Capsicum annuum L.) berasal dari dunia tropika dan subtropika Benua Amerika, khususnya Colombia, Amerika Selatan. Tanaman cabai mudah tumbuh di mana saja. Buktinya, tanaman cabai telah berhasil dibudidayakan serta dikembangkan secara luas di India, Sri Lanka, Malaysia, Indonesia, Amerika Tengah. Di Indonesia, tanaman cabai banyak ditemukan dari Sabang hingga Merauke. Umumnya jenis cabai yang paling banyak ditanam, yaitu cabai merah besar, cabai keriting, cabai rawit, dan paprika. Tanaman cabai mampu ditanam baik di lahan sawah, tegalan, dataran rendah, dan dataran tinggi (Dermawan, 2002).

Tanaman tomat berasal dari Amerika Latin, kemudian menyebar ke Spanyol, Amerika Serikat, dan Asia. Tanaman tomat bisa tumbuh baik di dataran tinggi (lebih dari 700 m dpl), dataran medium (200 m – 700 m dpl) maupun di dataran rendah (kurang dari 200 m dpl) (Sunarjono, 2004).

Menurut penelitian Suardani (1996), ekstrak daun tanaman perindang seperti : akasia, flamboyan, bungur, angsana dan asam keranji mengandung senyawa alelopati yang dapat

(11)

menurunkan persentase perkecambahan biji kedelai dan jagung. Pada biji kedelai terjadi penurunan perkecambahan sebesar 20%, dan pada biji jagung mengalami penurunan sebesar 25%. Penelitian lain yaitu alelopati dari jenis gulma C. rotundus, A. conyzoides dan D. adscendens tidak berbeda dalam menurunkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Konsentrasi ekstrak gulma dapat mempengaruhi jumlah daun, jumlah cabang, dibandingkan kontrol, dan terdapat interaksi jenis gulma dengan konsentrasi ekstrak gulma terhadap bobot kering dan panjang akar tanaman tomat (Fitria, 2011).

Salah satu usaha dalam mengoptimalkan penggunaan lahan untuk meningkatkan nilai tambah yaitu dengan pemanfaatan lahan di bawah naungan pohon flamboyan. Namun karena sifat alelopati flamboyan, perlu diteliti tanaman apa yang dapat tumbuh dan bertahan hidup di bawah naungan flamboyan. Dalam penelitian ini akan dicobakan tanaman budidaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi yaitu cabai dan tomat dan akan dipelajari respon tanaman budidaya terhadap pelepasan alelopati tumbuhan flamboyan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia HookRaf) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.) dan tomat (Lycopersicum esculentum L.) ?

2. Dari tanaman yang diujikan, tanaman manakah yang mampu bertahan tumbuh dari pengaruh ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia Hook Raf.) untuk pemanfaatan lahan dibawah naugan pohon flamboyan?

1.3 Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui pengaruh ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia Hook Raf.) terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.) dan tomat (Lycopersicum esculentum L.)

2. Untuk mengetahui tanaman budidaya manakah yang mampu bertahan tumbuh dari pengaruh ekstrak bunga flamboyan (Delonix regia) untuk pemanfaatan lahan dibawah naungan pohon flamboyan.

(12)

1.4 Manfaat Penelitian

1. Memberi informasi kepada masyarakat tentang pengaruh ekstrak bunga flamboyan terhadap perkecambahan dan pertumbuhan tanaman cabai merah besar dan tomat. 2. Memberikan informasi kepada masyarakan tentang tanaman budidaya yang cocok

digunakan untuk pemanfaatan lahan pekarangan rumah di bawah naungan pohon flamboyan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :