• Tidak ada hasil yang ditemukan

AB STRAK Linkage program merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Bank Umum dengan BPR. Kerjasama tersebut dalam rangka mempermudah Bank Umum untu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "AB STRAK Linkage program merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Bank Umum dengan BPR. Kerjasama tersebut dalam rangka mempermudah Bank Umum untu"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Analisis Uji Beda Kinerja BPR Yang Mengikuti

Linkage Program

Dengan

BPR Yang Tidak Mengikuti

Linkage Program

Pada Wilayah DPC Depok

Rian Kumara

Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma ABSTRACK

Linkage program is one of cooperation program between commercial banks with BPR. Linkage program was created in order to facilitate the commercial banks to distribute funds to SMEs through BPR. On the other hand, this program is expected to improve the BPR

performance in distributing funds to SMEs. This research examined the differences BPR’s performance between BPR in which gets involved in this program with BPR which does not. BPR performance can be measured through LDR, NPL, and ROA. Therefore this research will test the differences of LDR, NPL, ROA of BPR which follows the linkage program with BPR which does not follow the program.

The primary data used in this research is about the membership of BPR in linkage program. This data was obtained through the interview with board of directors of BPR. Secondary data used are BPR’s ROA, LDR, NPL. This data was collected from the BI website. T-Test is used to do differences statistical test to the data.

The result of the research shows that BPR’s performance which follows the linkage program is not better than BPR’s performance which does not. So it can be concluded that the

existence of the linkage program cannot increase the BPR’s performance that represented by ROA, LDR, and the NPL.

(2)

AB STRAK

Linkage program merupakan salah satu bentuk kerjasama antara Bank Umum dengan BPR. Kerjasama tersebut dalam rangka mempermudah Bank Umum untuk menyalurkan dana ke UMKM melalui BPR. Dengan adanya program ini, maka diharapkan dapat mendorong kinerja BPR dalam meningkatkan penyaluran kredit ke UMKM. Penelitian ini menguji perbedaan kinerja BPR yang mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program. Kinerja BPR dapat diukur melalui LDR, NPL, dan ROA, sehingga diuji perbedaan LDR, NPL dan ROA BPR yang mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program.

Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepesertaan BPR dalam linkage program. Data ini diperoleh melalui proses wawancara dengan pimpinan BPR. Data sekunder yang digunakan adalah ROA, LDR, NPL BPR. Data ini diperoleh melalui situs BI. Alat uji yang digunakan yaitu Uji beda t (t-test).

Hasil pengujian menunjukkan BPR yang mengikutilinkage program tidak lebih baik dari BPR yang tidak mengikuti linkage program, sehingga dapat disimpulkan bahwa keberadaan linkage program tidak dapat mendorong kinerja BPR terhadap ROA, LDR, dan NPL menjadi lebih baik.

(3)

A. Pendahuluan

Landasan hukum BPR adalah UU No.7/1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU No.10/1998. Dalam UU tersebut secara tegas disebutkan bahwa BPR sebagai salah satu jenis bank yang kegiatan usah any a ter u tama ditujukan untuk melayani usaha-usaha kecil dan masyarakat di daerah pedesaan. Dalam pelaksanaan kegiatan usahanya BPR dapat menjalankan usahanya secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan usaha yang diperkenankan dilakukan oleh BPR sangat terbatas dibandingkan dengan bank umum, yaitu hanya meliputi penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan berupa deposito berjangka, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu, memberikan kredit serta menempatkan dana dalam bentuk Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito berjangka, sertifikat deposito, dan tabungan pada bank lain. BPR tidak diperkenankan menerima simpanan berupa giro dan i k u t s er t a d al a m l al u l i n t as pembayaran serta melakukan

kegiatan usaha selain yang diperkenankan.

Kegiatan usaha yang dilakukan BPR salah satunya adalah memberikan kredit untuk Usaha Mi kr o, Kecil dan Mene nga h (UMKM), maka dari itu Bank Indonesia membuat suatu program untuk mempermudah penyaluran kredit tersebut, sehingga dibuatlah Peraturan Bank Indonesia NOMOR: 9/6/PBI/2007 yang berisi perubahan Laporan Keuangan Tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi BPR yang lebih akomodatif terhadap pelaksanaan linkage program. Linkage Program merupakan kerjasama Bank Umum dan BPR dalam rangka pembiayaan kepada UMKM sehingga mempermudah bank umum dalam hal meminjamkan dananya ke BPR untuk disalurkan lagi ke UMKM dalam hal pemberian kredit. Dengan adanya linkage program ini, diharapkan dapat mendorong kinerja BPR dalam m e n y a l u r k a n k r e d i t k e p a d a masyarakat.

Peningkatan kinerja pada BPR dapat dilihat pada Return On Assets(ROA),Loan to Deposit Ratio

(4)

(LDR), dan Non Performing Loan (NPL) yang terdapat pada website Bank Indonesia. ROA yaitu Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan secara keseluruhan. LDR yaitu rasio antara seluruh jumlah kredit yang diberikan bank dengan dana yang diterima oleh bank. NPL yaitu kredit yang tidak lancar atau kredit dimana debiturnya tidak memenuhi persyaratan yang diperjanjikan.

3.Non Performing Loan(NPL) 2. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah BPR yang ada di DPC Depok tahun 2006 sampai dengan tahun 2009. Jumlah BPR yang berada di kota depok tersebut berjumlah 30 BPR. Dari jumlah 30 populasi BPR yang ada di kota depok, diambil sampel sebanyak 15 BPR untuk dijadikan sampel penelitian.

B. METODOLOGI

1. Variabel dan Pengukurannya a. Variabel Terikat (Y)

Dalam penelitian ini adalah linkage program yaitu kerjasama yang saling menguntungkan antara Bank Umum dengan BPR dalam hal penyalura n kr e dit ke pada UMKM.

b. Variabel Bebas (X)

Variabel Bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain. Dalam penelitian ini adalah :

1. Return On Assets(ROA) 2. Loan to Deposit Ratio(LDR)

3. Metode Pengumpulan Data Data yang digunakan dalam penelitin ini adalah data primer dan data sekunder. Pada data primer, data diperoleh dari hasil wawancara untuk konfirmasi kepersetaan BPR pa da li nkage pr ogra m. Data sekunder diperoleh dari data yang berbentuk laporan keuangan tahunan yang telah diaudit dan dipublikasikan di Website BI www.bi.go.id.

4. Analisis Data

Uji-t Dua Sampel Independen digunakan untuk menguji beda tiap variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Uji ini digunakan untuk pengujian secara

(5)

satu per satu beda dari masing-masing variabel dependen. Dalam hal ini variable independennya adalah ROA, LDR, dan NPL. Sedangkan variabel dependennya adalahLinkage Program.

Langkah-langkah pengujian : 1)Merumuskan hipotesis

H0: â1= 0, artinya tidak terdapat per b ed aa n a nt a r a B PR ya ng mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program.

H1 : â 1 ~ 0, a r t i n y a t e r d a p a t per b ed aa n a nt a r a B PR ya ng mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program.

2)Tentukan level signifikan Tingkat signifikan (significant level) yang digunakan sebesar 5%.

3)Uji t dapat ditentukan dengan rumus :

t = b i Sbi Dimana :

bi = koefisien regresi

Sbi = deviasi standar koefisien regresi

4)Jika P-value <α= 0.05, maka Ho ditolak dan H1

diterima.

Hal ini berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara BPR yang mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program.

5)Jika P-value >α= 0.05, maka Ho diterima dan H1ditolak.

Hal ini berarti Hal ini berarti tidak m e m p un ya i per b ed aa n ya ng s i gni f i ka n a nt a r a B PR ya n g mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program

Hipotesis Penelitian :

1. H0 = BPR yang mengikuti

linkage program tidak memiliki kinerja yang lebih baik dari BPR yang tidak mengikuti linkage program.

2. H1 = BPR yang mengikuti

linkage program memiliki kinerja yang lebih baik dari BPR yang tidak mengikuti linkage program.

(6)

5. Hasil dan Pembahasan

Tema sentral penelitian ini adalah menguji perbedaan kinerja ROA, LDR, dan NPL antara BPR yang mengikuti linkage program dengan BPR yang tidak mengikuti linkage program. Populasi penelitian ini adalah BPR DPC Depok tahun 2006 sampai dengan 2009. Dari 30 BPR yang ada dibawah koordinasi DPC Depok diambil sampel 15 BPR. 15 BPR tersebut di a nt ar an ya 8 BP R yan g mengikuti linkage program, sedangkan 7 lainnya tidak mengikuti linkage program. Data sekunder penelitian yaitu ROA, LDR, NPL dan data primer yaitu linkage program.

1. Analisis Uji Beda ROA

Besar sampel untuk setiap group adalah 31 dan 27. Treatment (ikut linkage program) sampelnya berjumlah 31 dan Kontrol ( Tidak ikut Linkage Program) berjumlah 27. Rata-rata (mean ) ROA yang mengikuti linkage program adalah 2.2474 % dengan standar deviasi 10.38341%. rata-rata (mean) untuk

ROA yang tidak mengikuti linkage program adalah -12.6489 % dengan standar deviasi 102.29583 %. Interperasi Hasil :

Untuk uji-t dua sampel independen,

SPSS juga melakukan uji hipotesis Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi kedua variance ada perbedaan atau tidak terda pat perbedaan dengan hipotesis :H0:β1= β1 terhadap H1 :β1≠β2 di m an a â1

=

variance group 1 danβ2= variance

group 2. Dari hasil Levene’s Test didapatp-value= 0,077 lebih besar dari

a= 0,05 sehingga H0 :β1 =β1tidak

dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar ( equal variance assumed)terpenuhi.

a. Karena hasil Levene’s Test diatas menyatakan bahwa asumsi kedua variance sama besar(equal variance assumed ) t e r p e n u h i , m a k a k i t a menggunakan hasil uji-t dua

sampel independen dengan asumsi kedua variance sama ( equal variance assumed ) untuk hipotesisH0 :

u

1<

u

2terhadap

H1 :

u

1>

u

2yang memberikan

nilai t = -0,807 dengan derajat

(7)

– 2 =56danp-value (2-tailed)

= 0,423. Dengan melakukan uji hipotesis satu sisi (one tailed) H1:

u

1>

u

2, maka nilaip-value

(2-tailed) harus dibagi menjadi dua menjadi 0,423 : 2 = 0,2115. Hasil yang didapat p-value = 0,2115 lebih besar dariα= 0,05

maka H0:

u

1<

u

2diterima.

Dari hasil penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa BPR y an g m en gi ku ti link ag e program tidak memiliki kinerja ROA yang lebih baik dari pada BPR yang tidak mengikuti linkage program.

Linkage program merupakan bentuk kerjasama antara Bank Umum dengan BPR. Kerjasama t e r s e b u t d a l a m r a n g k a mempermudah bank umum untuk menyalurkan dana ke UMKM melalui BPR. Dengan menggunakan linkage program ini diharapkan return BPR dapat meningkat, s e h i n g g a R O A B P R d a p a t meningkat. Dari hasil pengujian, dapat diketahui bahwa BPR yang mengikuti linkage program tidak memiliki kinerja ROA yang lebih baik dari BPR yang tidak mengikuti linkage program.

2 Analisis Uji Beda LDR

Besar sampel untuk setiap group adalah 31 dan 27. Treatment (ikut linkage program) sampelnya berjumlah 31 dan Kontrol ( Tidak ikut Linkage Program) berjumlah 27. Rata-rata (mean ) ROA yang mengikuti linkage program adalah 104.4758 % dengan standar deviasi 142.21504 %. rata-rata ( m e a n ) u nt uk R O A ya n g t i d a k mengikuti linkage program adalah 68.8278 % dengan standar deviasi 23.71756 %.

Interperasi Hasil

1. Untukuji-t dua sampel independen, SPSS juga melakukan uji hipotesis Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi kedua variance ada perbedaan atau tidak terdapat perbedaan dengan hipotesis :H0

: β 1 = â 1 t e r h a d a p H1 : â 1 ≠ â 2 dimanaâ1= variance group 1 dan â2= variance group 2. Dari hasil Levene ’s Test didapat p-value = 0,144 lebih besar dari α = 0,05 sehingga H0: â1= â1tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar ( equal variance assumed) terpenuhi. 2. Karena hasil Levene’s Test diatas

(8)

variance sama besar ( equal variance assumed) terpenuhi, maka kita menggunakan hasil uji-t dua sampel independen dengan asumsi kedua variance sama ( equal variance assumed ) untuk hipotesis

H0:

u

1<

u

2terhadap H1:

u

1>

u

2

yang memberikan nilait=

-

0,807 dengan derajat kebebasan

n

1+

n

1–

2 = 27 + 31 – 2 =56danp-value (2-tailed)= 0, 204. Dengan melakukan uji hipotesis satu sisi (one tailed)H1

:

u

1>

u

2, maka nilaip-value (2-tailed) harus dibagi menjadi dua menjadi 0,204 : 2 = 0,102. Hasil yang didapat adalahp-value= 0,102 lebih besar dari

α

= 0,05 makaH0:

u

1<

u

2diterima. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa BPR yang mengikuti linkage program tidak memiliki kinerja LDR yang lebih baik dari pada BPR yang tidak mengikuti linkage program.

sehingga dapat meningkatkan kinerja LDR BPR tersebut. Dengan meningkatnya kinerja LDR BPR tersebut, maka diharapkan dapat memperbaiki kinerja LDR. Dari hasil pengujian diatas, diketahui bahwa BPR yang mengikuti linkage program tidak memiliki kinerja LDR yang lebih baik dari BPR yang tidak mengikutilinkage program.

3. Analisis Uji Beda NPL

Besar sampel untuk setiap group adalah 31 dan 27. Treatment (ikut linkage program) sampelnya berjumlah 31 dan Kontrol ( Tidak ikut Linkage Program) berjumlah 27. Rata-rata (mean ) ROA yang mengikuti linkage program adalah 7.3642 % dengan standar deviasi 10.70684 %. rata-rata ( m e a n) un t uk R O A ya n g t i d a k mengikuti linkage program adalah 9.0859 % dengan standar deviasi 8.63824 %

Linkage program merupakan bentuk kerjasama antara Bank U m u m d e n g a n B P R u n t u k menyalurkan dana ke UMKM m e l a l u i B P R . P r o g r a m i n i diharapkan dapat meningkatkan pemberian kredit kepada UMKM,

Interperasi Hasil

1. Untuk uji-t dua sampel independen, SPSS juga melakukan uji hipotesis Levene’s Test untuk mengetahui apakah asumsi kedua variance ada perbedaan atau tidak terdapat perbedaan dengan hipotesis :H0

(9)

: β 1 = â 1 t e r h a d a p H1 : â 1 ≠ â 2 dimana â1= variance group 1 dan â2= variance group 2. Dari hasil Levene ’s Test didapat p-value = 0,577 lebih besar dari α = 0,05 sehingga H0: â1= â1tidak dapat ditolak. Dengan kata lain asumsi kedua varians sama besar ( equal variance assumed) terpenuhi. 2. Karena hasil Levene’s Test diatas

menyatakan bahwa asumsi kedua vari ance sa m a bes a r ( equal variance assumed) terpenuhi, maka kita menggunakan hasil uji

-

t dua sampel independen dengan asumsi kedua variance sama ( equal variance assumed ) untuk hipotesis

H0:

u

1<

u

2terhadap H1:

u

1>

u

2

yang memberikan nilai t= 0,667 dengan derajat kebebasan

n

1+

n

1–

2 = 27 + 31 – 2 =56danp-value (2-tailed) = 0,507. Dengan melakukan uji hipotesis satu sisi (one tailed)H1

:

u

1>

u

2, maka nilaip-value (2-tailed) harus dibagi menjadi dua menjadi 0,507 : 2 = 0,2535. Hasil yang didapat adalah nilai p-value = 0,0,2535lebih besar dariα= 0,05

m a k a H0 :

u

1 <

u

2 d i t e r i m a .

Sehingga dapat disimpulkan bahwa BP R y an g me ngi k uti linkage

program tidak memiliki kinerja NPL yang lebih baik dari pada BPR yang tidak mengikutilinkage program.

Linkage program merupakan bentuk kerjasama antara bank umum dengan BPR untuk m e m p e r m u d a h b a n k u m u m menyalurkan dana ke UMKM melalui BPR. Dengan adanya program ini, diharapkan BPR dapat memperbaiki kinerja penyaluran k r e d i t , s e h i n g g a t i n g k a t p e n g e m b a l i a n k r e d i t a k a n meningkat, dengan demikian NPL BPR diharapkan dapat menurun karena BPR lebih bersifat hati-hati dan teliti dalam memberikan kredit ke UMKM. Hal ini mengingat adanya kewajiban BPR untuk mengembalikan pinjamannya kepada bank umum. Tetapi dari pengujian diatas, dapat diketahui bahwa BPR yang mengikuti linkage program tidak memiliki kinerja NPL yang lebih baik dari BPR yang tidak mengikutilinkage program.

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

(10)

1. Pengujian Terhadap ROA

ROA BPR yang mengikuti linkage program tidak lebih baik dari ROA BPR yang tidak mengikuti linkage program.

2. Pengujian Terhadap LDR

LDR BPR yang mengikuti linkage program tidak lebih baik dari LDR BPR yang tidak mengikuti linkage program.

3. Pengujian Terhadap NPL

NPL BPR yang mengikuti linkage program tidak lebih baik dari NPL BPR yang tidak mengikuti linkage program.

Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan yang ada, penulis mengemukakan saran-s ar a n ba gi B I m a u pu n p e ne l i t i selanjutnya, yaitu :

1. Untuk Bank Indonesia, sebaiknya dilakukan evaluasi agar program linkage program ini bisa berjalan dengan baik.

2. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan penelitian serupa dengan sampel yang lebih luas.

3. Untuk penelitian selanjutnya, dapat dilakukan untuk penelitian yang menguji faktor-faktor yang menyebabkan mempengaruhi kinerjalinkage program.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Bank Indonesia. 2006. Cetak Biru Bank Perkreditan Rakyat.

Bank Indonesia. 2004. Peraturan Bank I n d o n e s i a N O M O R : 6/10/PBI/2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum.

Bank Indonesia. 2010. Statistik Perbankan Indonesia.

Kasmir.2002. Dasar – Dasar Perbankan. PT. Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Peraturan Bank Indonesia NOMOR: 9/6/PBI/2007 tentang perubahan Laporan Keuangan Tahunan dan Laporan Keuangan Publikasi BPR yang lebih akomodatif terhadap pelaksanaan linkage program.

Stanislaus Suryadi Uyanto. 2006. Pedoman Analisis Data dengan SPSS. Yogyakarta : Graha ilmu.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 0 t a h u n 1 9 8 8 . T e n t a n g perubahan atas Undang-undang

Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan.

Referensi

Dokumen terkait