• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bulan Februari 2013 Kota Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,43 persen. Dari 66 kota di Indonesia, tercatat 60 kota mengalami inflasi, sedangkan 6 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 3,15 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,12 persen, sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 2,29 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sampit sebesar 0,01 persen.

Inflasi Kota Banjarmasin terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 1,68 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,64 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,06 persen dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,38 persen. Sementara itu, kelompok bahan makanan turun sebesar 0,44 persen, dan kelompok sandang turun sebesar 0,78 persen.

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,71 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) deflasi sebesar 0,73 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,63 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Februari-Februari) 2013 sebesar 1,58 persen, sedangkan laju inflasi “year on year” (Februari 2013 terhadap Februari 2012) sebesar 4,90 persen.

No.012/03/63/Th. XVII, 1 Maret 2013

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

KALIMANTAN SELATAN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Februari 2013 secara umum menunjukkan adanya kenaikan. Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan penghitungan tahun dasar 2007 = 100, pada bulan Februari 2013 Kota Banjarmasin mengalam inflasi 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 145,11 pada bulan Januari 2012 menjadi 145,73 pada bulan Februari 2013.

Inflasi Kota Banjarmasin terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks pada; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,73 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 1,68 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,64 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga sebesar 0,06 persen dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,38 persen. Sementara itu, kelompok bahan makanan turun sebesar 0,44 persen, dan kelompok sandang turun sebesar 0,78 persen.

Sepuluh komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi selama bulan Februari 2013 adalah: tarip air minum PAM, bawang putih, ayam goreng, sewa rumah, ikan patin, angkutan udara, tarip listrik, pepaya, kue basah, dan tarip rumah sakit. Sedangkan sepuluh komoditas utama yang menahan terjadinya inflasi

(2)

adalah: ikan gabus, daging ayam ras, emas perhiasan, sepat siam, gula pasir, telur itik, ikan peda, kol putih/ kubis, udang basah, dan ikan nila.

Pada bulan Februari 2013 ini laju inflasi Kota Banjarmasin mencapai 0,43 persen, sedangkan dilihat dari inflasi yoy (bulan Februari 2012 terhadap bulan Februari 2013), secara umum Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 4,90 persen. Jika dilihat dari kelompok pengeluarannya, inflasi yoy tertinggi terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau yaitu sebesar 8,18 persen dan inflasi yoy terendah terjadi pada kelompok sandang yang mengalami inflasi sebesar 1,45 persen.

Tabel 1

Laju inflasi Kota Banjarmasin bulan Februari 2013 dan inflasi Year on Year 2013 menurut Kelompok Pengeluaran

(2007 = 100)

IHK IHK IHK Inflasi

b l Inflasi Inflasi Feb 2012 Des 2012 Feb 2013 Feb 2013 *) Tahun Kalender Tahun ke tahun **) ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] U m u m 138.92 143.47 145.73 0.43 1.58 4.90 1 Bahan Makanan 166.47 173.50 180.05 -0.44 3.78 8.16

2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan

Tembakau 143.58 154.01 155.32 0.73 0.85 8.18

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan

Bahan bakar 135.53 135.96 138.31 1.68 1.73 2.05

4 Sandang 144.79 147.74 146.89 -0.78 -0.58 1.45

5 Kesehatan 120.39 124.73 126.84 1.64 1.69 5.36

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 121.16 124.64 124.73 0.06 0.07 2.95 7 Transpor, Komunikasi dan Jasa

Keuangan 109.10 109.26 109.06 0.38 -0.18 -0.04

Kelompok Pengeluaran

[1]

*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan Februari 2012 Tabel 2

Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Banjarmasin bulan Februari 2013

No. Kelompok Andil

[1] [2] [3]

1 U M U M / T O T A L 0.4287 

2 Bahan Makanan ‐0.1245 

3 Makanan Jadi, Minuman dan Tembakau 0.1682 

4 Perumahan, Air Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.3343 

5 Sandang ‐0.0592 

6 Kesehatan 0.0568 

7 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 0.0026 

(3)

Tabel 3

Laju Inflasi Kota Banjarmasin Tahun 2013 Menurut Komponen

IHK IHK IHK Inflasi bulan Inflasi Inflasi Februari 2012 Desember 2012 Februari 2013 Februari 2013 *) Tahun kalender Tahun ke tahun **) ***) [2] [3] [4] [5] [6] [7] [8] U m u m 138.92 143.47 145.73 0.43 1.58 4.90 0.4287 Diatur Pemerintah 140.74 141.95 144.58 1.71 1.85 2.73 0.2803 Bergejolak (Volatile) 166.85 177.46 183.13 ‐0.73 3.20 9.76 -0.2006 Inti (core) 128.54 131.87 132.82 0.63 0.72 3.33 0.3490 Komponen [1] Andil Inflasi Februari 2013

*) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan sebelumnya. **) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012 ***) Persentase perubahan IHK bulan Februari 2013 terhadap IHK bulan Februari 2012

Menurut komponennya, barang-barang yang harganya dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,71 persen, harga yang bergejolak (volatile goods inflation) deflasi sebesar 0,73 persen dan komponen inti (core inflation) mengalami inflasi sebesar 0,63 persen.

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Februari 2013 mengalami inflasi -0,44 persen atau terjadi penurunan indeks dari 180,84 pada bulan Januari 2013 menjadi 180,05 pada bulan Februari 2013.

Tabel 4

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok bahan makanan dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok Perubahan Harga Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013 1 BAHAN MAKANAN -0.44 -0.1245 1.0363 

101 Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 0.11 0.0091 0.0175 

102 Daging dan Hasil-hasilnya -5.35 -0.1820 0.0886 

103 Ikan Segar -5.40 -0.3539 ‐0.0768 

104 Ikan Diawetkan -0.48 -0.0039 0.0574 

105 Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 0.35 0.0091 0.1138 

106 Sayur-sayuran 3.56 0.0470 0.1393 

107 Kacang - kacangan 0.59 0.0025 0.0067 

108 Buah - buahan 8.54 0.1164 0.1549 

109 Bumbu - bumbuan 9.51 0.2360 0.5405 

110 Lemak dan Minyak -0.40 -0.0053 ‐0.0054 

(4)

Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan, 7 sub kelompok mengalami inflasi dan 4 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan sebesar 9,51 persen dan inflasi terendah pada terjadi pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya sebesar 0,11 persen.

Deflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok ikan segar sebesar 5,40 persen diikuti oleh kelompok daging dan hasil-hasilnya, yaitu sebesar -5,35 persen. Pada Bulan Februari, dua komoditas yang paling besar menyumbang deflasi adalah ikan gabus (kelompok ikan segar) diikuti oleh daging ayam ras (kelompok daging dan hasil-hasilnya). Ikan gabus mengalami penurunan harga karena ketersediaannya di pasar sudah mulai banyak. Sedangkan daging ayam ras mengalami penurunan harga karena dua hal, yaitu:

- Jalan menuju ke daerah Kalteng yang sempat mengalami kebanjiran sehingga pengiriman daging ayam ras dari Banjarmasin ke daerah Kalteng sempat dihentikan. Akibatnya, stok daging ayam ras di Banjarmasin melimpah dan harga daging ayam pun turun.

- Di minggu terakhir Bulan Februari, daerah Kalteng sedang panen daging ayam ras sehingga tidak memerlukan kiriman daging ayam ras dari Banjarmasin. Hal ini juga turut mendukung turunnya harga daging ayam ras dikarenakan stok daging ayam ras di Banjarmasin yang banyak.

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,1245 persen. Andil deflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok ikan segar sebesar 0,3539 persen dan andil deflasi terendah diberikan oleh sub kelompok ikan diawetkan sebesar 0,0039 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 mengalami inflasi 0,73 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 154,20 pada bulan Januari 2013 menjadi 155,32 pada bulan Februari 2013.

Tabel 5

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok makanan jadi dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok

Perubahan Harga Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013

2 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK &

TEMBAKAU 0.73 0.1682 0.1982 

201 Makanan Jadi 0.96 0.1456 0.1652 

202 Minuman yang Tidak Beralkohol -0.24 -0.0090 ‐0.0229 

203 Tembakau dan Minuman Beralkohol 0.75 0.0316 0.0556 

Dari 3 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, 2 sub kelompok mengalami inflasi dan 1 sub kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok makanan jadi sebesar 0,96 persen dan inflasi terendah pada terjadi pada sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,75 persen.

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1682 persen. Andil inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok makanan jadi sebesar 0,1456 dan andil inflasi terendah diberikan oleh sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,0316 persen.

(5)

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 mengalami inflasi sebesar 1,68 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 136,02 pada bulan Januari 2013 menjadi 138,31 pada bulan Februari 2013.

Tabel 6

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok Perubahan Harga

Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013

3 PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS &

BAHAN BAKAR 1.68 0.3343 0.3466 

301 Biaya Tempat Tinggal 0.89 0.0843 0.0890 

302 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 3.27 0.2498 0.2530 

303 Perlengkapan Rumahtangga -0.19 -0.0021 ‐0.0021 

304 Penyelenggaraan Rumahtangga 0.14 0.0023 0.0071 

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, 3 sub kelompok mengalami inflasi dan 1 sub kelompok tidak mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 3,27 persen dan inflasi terendah pada terjadi pada sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,14 persen. Sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini dikarenakan naiknya tarip air minum PAM, sewa/ kontrak rumah, tarip listrik, dan upah pembantu rumah tangga.

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3343 persen. Andil inflasi tertinggi diberikan oleh sub kelompok bahan bakar, penerangan, dan air sebesar 0,2498 dan andil inflasi terendah diberikan oleh sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,0023 persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada bulan Februari 2013 mengalami deflasi sebesar 0,78 persen atau terjadi penurunan indeks dari 148,05 pada bulan Januari 2013 menjadi 146,89 pada bulan Februari 2013.

Tabel 7

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok sandang dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok Perubahan Harga Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013 4 SANDANG -0.78 -0.0592 ‐0.0441  401 Sandang Laki-laki -0.22 -0.0028 0.0013  402 Sandang Wanita 0.08 0.0013 0.0023  403 Sandang Anak-anak 0.00 0.0000 0.0000 

404 Barang Pribadi dan Sandang Lain -1.56 -0.0575 ‐0.0476 

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok sandang, 1 sub kelompok mengalami inflasi, 2 sub kelompok mengalami deflasi, dan 1 sub kelompok tidak mengalami perubahan. Deflasi tertinggi terjadi pada sub

(6)

kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 1,56 persen dan deflasi terendah pada terjadi pada sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,22 persen. Pendukung deflasi tertinggi pada kelompok ini adalah turunnya harga emas (kelomopok barang pribadi dan sandang lainnya).

Kelompok ini pada bulan Februari 2013 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,0587 persen. Andil deflasi tertinggi diberikan oleh sub barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 0,0575 dan andil deflasi terendah diberikan oleh sub kelompok sandang laki-laki sebesar 0,0028 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada bulan Februari 2013 mengalami inflasi 1,64 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,79 pada bulan Januari 2013 menjadi 126,84 pada bulan Februari 2013.

Tabel 8

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok kesehatan dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok Perubahan Harga

Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013 5 KESEHATAN 1.64 0.0568 0.0590  501 Jasa Kesehatan 4.89 0.0498 0.0503  502 Obat-obatan 1.14 0.0076 0.0077 

503 Jasa Perawatan Jasmani 0.00 0.0000 0.0000 

504 Perawatan Jasmani dan Kosmetika -0.04 -0.0006 0.0011 

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok kesehatan, 2 sub kelompok mengalami inflasi, 1 sub kelompok yang mengalami deflasi dan 1 sub kelompok tidak mengalami perubahan. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok jasa kesehatan sebesar 4,89 persen dan inflasi terendah pada sub kelompok obat-obatan sebesar 1,14 persen. Sumbangan inflasi terbesar berasal dari naiknya tarif RS (kelompok jasa kesehatan), tarif dokter umum dan spesialis (kelompok jasa kesehatan), harga obat-obatan, dan biaya check up (kelompok jasa kesehatan).

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Februari 2013 mengalami inflasi 0,06 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 124,66 pada bulan Januari 2013 menjadi 124,73 pada bulan Februari 2013.

(7)

Tabel 9

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2013

Kode Kelompok/Sub Kelompok

Perubahan Harga Februari 2013 Andil Inflasi Februari 2013 Andil Inflasi Januari - Februari 2013

6 PENDIDIKAN, REKREASI DAN

OLAHRAGA 0.06 0.0026 0.0032 

601 Pendidikan 0.00 0.0000 0.0000 

602 Kursus-kursus / Pelatihan 0.96 0.0026 0.0026 

603 Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 0.00 0.0000 ‐0.0007 

604 Rekreasi 0.00 0.0000 0.0014 

605 Olahraga 0.00 0.0000 0.0000 

Dari 5 sub kelompok dalam kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, hanya 1 sub kelompok mengalami inflasi, sedangkan 4 sub kelompok tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada sub kelompok kursus-kursus/ pelatihan sebesar 0,96 persen dan memberikan andil inflasi sebesar 0,0026.

7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan Februari 2013 mengalami inflasii sebesar 0,38 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 108,65 persen pada bulan Januari 2013 menjadi 109,06 persen pada bulan Februari 2013.

Tabel 10

Perubahan harga dan andil inflasi/inflasi kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan dirinci menurut sub kelompok pada bulan Februari 2012

Kode Kelompok/Sub Kelompok Perubahan Harga

Februari 2013

Andil Inflasi Februari 2013

Andil Inflasi Januari - Februari 2013

7 TRANSPOR, KOMUNIKASI DAN

JASA KEUANGAN 0.38 0.0505 ‐0.0243 

701 Transpor 0.53 0.0505 ‐0.0242 

702 Komunikasi Dan Pengiriman 0.00 0.0000 0.0000

703 Sarana dan Penunjang Transpor 0.00 0.0000 0.0000 

704 Jasa Keuangan 0.00 0.0000 0.0000 

Dari 4 sub kelompok dalam kelompok transpor, komuniskasi, dan jasa keuangan, hanya 1 sub kelompok yang mengalami inflasi sedangkan 3 sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan. Inflasi terjadi pada sub kelompok transpor sebesar 0,53 persen dan memberi andil inflasi sebesar 0,0505 persen. Inflasi pada kelompok ini terjadi karena naiknya tarip angkutan udara (kelompok transpor) yang dikarenakan perayaan Imlek.

(8)

INFLASI TAHUNAN

Pada bulan Februari 2013 ini, laju inflasi year on year mencapai 4,90 persen. Dilihat dari 5 tahun terakhir, kondisi tahun 2013 adalah yang terendah dibandingkan kondisi tahun 2009 hingga 2010.

Tabel 10

Inflasi Bulanan, Tahun kalender, Year on Year Tahun 2009 – 2013

PERBANDINGAN ANTAR KOTA

Dari 66 kota di Indonesia, tercatat 60 kota mengalami inflasi dan 4 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Jayapura sebesar 3,15 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Sibolga sebesar 0,12 persen. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 2,29 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Sampit sebesar 0,01 persen.

Dari 8 kota-kota IHK di wilayah pulau Kalimantan, 6 kota mengalami inflasi dan 2 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Pontianak sebesar 1,04 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Tarakan sebesar 0,28 persen. Sedangkan kota yang mengalami deflasi adalah Palangka Raya (sebesar 0,10 persen) dan Sampit (sebesar 0,01 persen).

Tabel 12

Perbandingan Indeks dan Inflasi bulan Februari 2013 Kota-kota di Pulau Kalimantan

IHK Inflasi (%) Kalender Yoy

[2] [3] [4] [5] 1 PONTIANAK 147.84 1.04 1.05 4.95 2 SINGKAWANG 143.10 0.87 1.92 3.72 3 SAMPIT 141.45 -0.01 2.90 5.47 4 PALANGKA RAYA 147.15 -0.10 1.53 5.91 5 BANJARMASIN 145.73 0.43 1.58 4.90 6 BALIKPAPAN 146.56 0.54 1.64 6.19 7 SAMARINDA 148.90 0.68 2.78 5.89 8 TARAKAN 163.88 0.28 2.45 6.06 K O T A [1] Februari 2013 Inflasi 2009 2010 2011 2012 2013 1. Februari -0.03 0.13 0.80 -0.31 0.43 2. Februari – Februari (Tahun Kalender) -0.16 0.73 0.46 2.60 1.58 3. Februari terhadap Februari (year on year) (tahun n) (tahun n-1)

(9)

Lampiran 1

Tabel 1. IHK Gabungan 66 Kota Bulan Februari 2013 menurut Urutan Inflasi

No Kota IHK Februari 2013 % perub thd Des 2012 Tahun Kalender Y o Y IHK Des 2012 1 JAYAPURA 137.44 3.15 3.56 7.18 132.71 2 LHOKSEUMAWE 138.27 1.78 3.56 3.29 133.52 3 MANADO 134.81 1.30 0.81 6.41 133.73 4 CILEGON 137.25 1.23 2.50 5.88 133.90 5 PANGKAL PINANG 152.52 1.19 2.45 7.34 148.87 6 DENPASAR 140.17 1.19 2.61 5.81 136.60 7 PEMATANG SIANTAR 143.57 1.16 3.19 5.95 139.13 8 SERANG 142.87 1.10 2.53 5.95 139.34 9 SORONG 153.65 1.09 0.10 6.02 153.50 10 PONTIANAK 147.84 1.04 1.05 4.95 146.31 11 BANDUNG 130.72 1.03 1.67 4.51 128.57 12 SURAKARTA 127.41 1.03 2.38 4.99 124.45 13 SURABAYA 137.64 1.03 1.93 5.72 135.04 14 TANGERANG 138.67 1.02 1.77 5.38 136.26 15 MATARAM 150.81 1.01 2.59 3.64 147.00 16 TASIKMALAYA 139.87 1.00 2.17 4.54 136.90 17 SUMENEP 136.83 1.00 2.55 6.82 133.43 18 BIMA 149.76 1.00 2.44 4.49 146.19 19 JEMBER 138.75 0.95 2.13 6.13 135.86 20 KEDIRI 137.31 0.94 2.01 6.21 134.61 21 SUKABUMI 137.96 0.93 2.03 4.82 135.21 22 YOGYAKARTA 138.29 0.93 1.89 5.91 135.72 23 SEMARANG 136.84 0.90 1.90 6.00 134.29 24 TERNATE 137.81 0.89 0.69 3.34 136.87 25 MALANG 138.37 0.88 1.83 6.04 135.88 26 SINGKAWANG 143.10 0.87 1.92 3.72 140.41 27 PROBOLINGGO 143.22 0.86 1.89 6.84 140.56 28 TANJUNG PINANG 138.63 0.82 2.73 5.79 134.95 29 MEDAN 137.88 0.80 2.02 5.07 135.15 30 MADIUN 141.15 0.75 2.15 5.25 138.18 31 BANDAR LAMPUNG 149.88 0.73 1.74 5.56 147.31 32 MAKASSAR 137.51 0.73 1.93 4.89 134.91 33 DEPOK 136.23 0.72 2.02 5.56 133.53

(10)

Lanjutan .... Lampiran 1 No Kota IHK Februari 2013 % perub thd Des 2012 Tahun Kalender Y o Y IHK Des 2012 34 PALEMBANG 135.24 0.71 1.35 4.38 133.44 35 PALOPO 143.95 0.70 1.22 3.88 142.22 36 BENGKULU 145.02 0.69 1.88 6.54 142.35 37 SAMARINDA 148.90 0.68 2.78 5.89 144.87 38 BEKASI 135.52 0.67 2.16 5.07 132.65 39 PAREPARE 137.24 0.67 1.84 4.76 134.76 40 JAKARTA 135.63 0.65 1.53 5.44 133.58 41 PADANG 142.93 0.63 1.98 6.59 140.15 42 CIREBON 140.50 0.58 1.18 4.20 138.86 43 PALU 143.42 0.58 0.76 6.24 142.34 44 BOGOR 136.72 0.57 1.15 4.89 135.16 45 PEKAN BARU 137.12 0.56 2.57 5.28 133.68 46 KUPANG 148.09 0.56 1.83 6.23 145.43 47 MANOKWARI 149.81 0.56 -0.19 5.80 150.10 48 BATAM 129.72 0.54 1.49 3.50 127.82 49 BALIKPAPAN 146.56 0.54 1.64 6.19 144.20 50 JAMBI 141.88 0.52 1.98 6.51 139.12 51 WATAMPONE 151.04 0.51 1.48 2.98 148.83 52 BANJARMASIN 145.73 0.43 1.58 4.90 143.47 53 DUMAI 140.63 0.41 1.70 5.14 138.28 54 PURWOKERTO 136.79 0.40 2.03 5.55 134.07 55 BANDA ACEH 129.12 0.30 1.52 1.83 127.19 56 PADANG SIDEMPUAN 139.20 0.30 1.59 4.67 137.02 57 TARAKAN 163.88 0.28 2.45 6.06 159.96 58 MAMUJU 138.97 0.25 0.53 3.12 138.24 59 TEGAL 135.61 0.23 1.01 3.71 134.26 60 SIBOLGA 146.13 0.12 3.90 5.99 140.64 61 SAMPIT 141.45 -0.01 2.90 5.47 137.47 62 GORONTALO 140.12 -0.06 0.57 3.47 139.32 63 PALANGKA RAYA 147.15 -0.10 1.53 5.91 144.93 64 KENDARI 141.10 -0.10 -0.04 3.01 141.15 65 MAUMERE 156.74 -0.92 1.01 6.60 155.17 66 AMBON 140.01 -2.29 -0.52 3.12 140.74

(11)

Lampiran 2 Tabel 2 : IHK dan Persentase Perubahannya Bulan Februari 2013 (2007=100) Kota Banjarmasin

Sub Kelompok/Kelompok IHK % Perubahan

Februari 2012 Des 2012 Februari 2013 MoM Kalender YoY

UMUM 138.92 143.47 145.73 0.43 1.58 4.90

BAHAN MAKANAN 166.47 173.50 180.05 -0.44 3.78 8.16

Padi-padian. Umbi-umbian dan Hasilnya 176.77 174.54 174.92 0.11 0.22 -1.05

Daging dan Hasil-hasilnya 186.19 204.17 209.88 -5.35 2.80 12.72

Ikan Segar 183.87 204.06 201.59 -5.40 -1.21 9.64

Ikan Diawetkan 179.28 182.83 196.88 -0.48 7.68 9.82

Telur. Susu dan Hasil-hasilnya 134.90 133.97 139.93 0.35 4.45 3.73

Sayur-sayuran 151.08 142.39 158.36 3.56 11.22 4.82

Kacang - kacangan 140.27 152.14 154.55 0.59 1.58 10.18

Buah - buahan 140.81 155.39 173.33 8.54 11.55 23.09

Bumbu - bumbuan 193.97 217.71 271.01 9.51 24.48 39.72

Lemak dan Minyak 118.07 116.48 116.00 -0.40 -0.41 -1.75

Bahan Makanan Lainnya 102.84 105.62 104.21 0.46 -1.33 1.33

MAKANAN JADI. MINUMAN. ROKOK &

TEMBAKAU 143.58 154.01 155.32 0.73 0.85 8.18

Makanan Jadi 139.95 149.48 151.10 0.96 1.08 7.97

Minuman yang Tidak Beralkohol 145.37 161.05 160.08 -0.24 -0.60 10.12

Tembakau dan Minuman Beralkohol 156.56 165.69 167.88 0.75 1.32 7.23

PERUMAHAN.AIR.LISTRIK.GAS & BAHAN BAKAR 135.53 135.96 138.31 1.68 1.73 2.05

Biaya Tempat Tinggal 123.48 125.23 126.39 0.89 0.93 2.36

Bahan Bakar. Penerangan dan Air 164.88 162.62 167.93 3.27 3.27 1.85

Perlengkapan Rumahtangga 116.45 117.94 117.72 -0.19 -0.19 1.09 Penyelenggaraan Rumahtangga 114.29 115.96 116.47 0.14 0.44 1.91 SANDANG 144.79 147.74 146.89 -0.78 -0.58 1.45 Sandang Laki-laki 123.07 126.89 127.02 -0.22 0.10 3.21 Sandang Wanita 119.89 120.96 121.14 0.08 0.15 1.04 Sandang Anak-anak 118.33 118.64 118.64 0.00 0.00 0.26

Barang Pribadi dan Sandang Lain 184.01 188.91 186.49 -1.56 -1.28 1.35

KESEHATAN 120.39 124.73 126.84 1.64 1.69 5.36

Jasa Kesehatan 120.73 130.17 136.54 4.89 4.89 13.10

Obat-obatan 120.53 123.25 124.65 1.14 1.14 3.42

Jasa Perawatan Jasmani 183.18 186.21 186.21 0.00 0.00 1.65

Perawatan Jasmani dan Kosmetika 108.99 111.03 111.12 -0.04 0.08 1.95

PENDIDIKAN. REKREASI DAN OLAH RAGA 121.16 124.64 124.73 0.06 0.07 2.95

Pendidikan 127.96 135.53 135.53 0.00 0.00 5.92

Kursus-kursus / Pelatihan 124.83 124.83 126.03 0.96 0.96 0.96

Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 118.90 118.57 118.45 0.00 -0.10 -0.38

Rekreasi 112.18 112.45 112.57 0.00 0.11 0.35

Olahraga 108.12 108.12 108.12 0.00 0.00 0.00

TRANSPOR.KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 109.10 109.26 109.06 0.38 -0.18 -0.04

Transpor 114.35 114.12 113.83 0.53 -0.25 -0.45

Komunikasi Dan Pengiriman 82.03 82.03 82.03 0.00 0.00 0.00

Sarana dan Penunjang Transpor 147.75 151.99 151.99 0.00 0.00 2.87

(12)

Gambar

Tabel 1.  IHK Gabungan 66 Kota Bulan Februari 2013 menurut Urutan Inflasi

Referensi

Dokumen terkait

, sebagai badan khusus yang bertugas mengadministrasi kan semua perjanjian di bidang HAKI telah membuat model mengenai perjanjian lisensi untuk negara berkembang. Di dalam

Elevasi ekstremitas bawah ini diharapkan bisa menjadi salah satu metode perawatan pasien dengan ulkus diabetik untuk mempercepat proses penyembuhan ulkus. The

Serta pihak-pihak lain yang turut membantu penulis baik secara langsung.. maupun

Berangkat dari masalah yang ada, muncul pemikiran dan ide-ide untuk mengaplikasikan sekam padi yang dianggap sebagian besar masyarakat hanya sebagai sampah sisa untuk menjadi

Luas Wilayah, Ketinggian dari Permukaan Laut dan Kedalaman Air Tanah (Sumur) Dirinci Menurut Desa dalam Wilayah Kecamatan Patani Utara,

Abstrak: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang

Memohon ampunan kepada Allah adalah cara terbaik untuk terus memperbaiki diri, sungguh Allah maha pengampun atas segala kesalahan – kesalahan hambanya. Allah akan

Iktiyanto (2010) menyatakan bahwa Nitrogen merupakan unsur yang paling dominan diantara unsur yang diperlukan oleh tanaman tebu karena berfungsi untuk