JURNAL SEKRETARIS DAN ADMINISTRASI BISNIS
Journal homepage: http://jurnal.asmtb.ac.id/index.php/jsab
Digital Filing Management as a Form of E-business Implementation in PT Dirgantara Indonesia
Pengelolaan Digital Filing sebagai Bentuk Penerapan E-business di PT Dirgantara Indonesia
1)Fenny Damayanti, 2)Salma Alkindira
1,2)Akademi Sekretari dan Manajemen Taruna Bakti
1)[email protected], 2)[email protected]
Article info Abstract
Article history: Received 25th June 2019
Received in revised form 27th June 2019
Accepted 20th August 2019
Nowadays many companies have make use of information technology. Implementation of information technology has been done partly of wholly, depending on each company’s need. Companies are aware of the benefit in making use of information technology to win the competition in business which is tighter and competitive. The decision to make use of information technology should be started by having the blue print so that the implementation of information technology can be sustained and bring a competitive advantage to the company. One of the form of information technology’s implementation in company is known as e-business. Digital filing is one of the form of e-business implementation in company. Most of work done in company is producing or making documents. Digital filing’s role as a part of information technology is important in managing the company’s documents. By having an excellent document management, documents as an important assets for company, could be maintained and easily found when needed. PT Dirgantara Indonesia as one of the well known state-owned company in Indonesia and overseas has implemented the digital filing as a form of e-business implementation. PT Dirgantara Indonesia is aware of the benefit in using the digital filing in keeping and finding documents needed. This study uses descriptive methodology, while data collections are collected through observation, interview, literature and documentation studies. The results show that the decision in implementing digital filing is a right decision that PT Dirgantara Indonesia have taken, which is in line with PT Dirgantara Indonesia’s vision: “To become the world-class company in the industry based on mastering a high technology and being able to compete in the global market by focusing on cost efficiency”. It proves that PT Dirgantara Indonesia aware to change its business processes platform to digital. Documents management done by PT Dirgantara Indonesia consists of 2 (two) main activities they are filing and finding documents needed. PT Dirgantara Indonesia needs to maintain the hardware and software, internet connection so that documents management can be done smoothly. @ 2019 ASMTB PRESS Keywords: E-business, Digital filing, Document management, Information technology
Jurnal Sekretaris dan Administrasi Bisnis Volume III, Number 2, 2019
Pendahuluan
Saat ini banyak perusahaan di dunia sudah menerapkan teknologi informasi. Penerapan teknologi informasi tersebut sudah dilaksanakan secara keseluruhan maupun sebagian atau bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan juga kondisi internal dan eksternal dari perusahaan masing-masing. Penerapan teknologi informasi di banyak perusahaan menunjukkan bahwa penerapan teknologi informasi ini memang sudah menjadi suatu kebutuhan terlebih jika ingin memenangkan kompetisi bisnis yang semakin ketat saat ini.
Keputusan perusahaan memanfaatkan teknologi informasi harus diawali dengan penyusunan blue print yang matang sehingga penerapan teknologi informasi bisa sustain mendukung aktivitas perusahaan dan memberikan keunggulan bersaing. Hal ini sejalan dengan pendapat Aslizadeh (2014) dalam jurnalnya mengenai pengaruh teknologi informasi dalam membangun keunggulan bersaing yang sustainable bagi perusahaan mengatakan bahwa peningkatan teknologi dan proses memiliki peran yang nyata dalam mencapai kinerja dan sasaran yang berkualitas.
Salah satu bentuk penerapan teknologi informasi di perusahaan dikenal dengan istilah
e-business, salah satunya melalui pemanfaatan digital filing. Sebagian besar pekerjaan yang dilakukan
di kantor adalah memproduksi atau menghasilkan dokumen. Peran digital filing sebagai bagian dari teknologi informasi sangat membantu perusahaan dalam mengelola dokumen. Hal ini sejalan dengan pendapat Putra, Apriyansyah dalam Nur dan Sutarni (2017) Digital filing perlu dikelola untuk mendapatkan manfaat yaitu (1) pengumpulan informasi yang lebih baik, konsisten dan mudah dicari kembali (2) memudahkan penggunaan dokumen secara bersamaan antar unit organisasi (3) memudahkan penyusunan informasi organisasi secara terstruktur (4) memudahkan pengambilan keputusan (5) meningkatkan kualitas layanan sistem (6) mengelola infomrasi sebagai suatu sistem yang tumbuh dan berkembang (7) lebih responsif terhadap perubahan. Sistem pengarsipan berbasis komputer memiliki banyak manfaat bagi organisasi, Sugiarto dan Wahyono dalam Priansa (2013) menyatakan bahwa manfaat penggunaan media elektronik dalam pengelolaan arsip adalah: (1) Kecepatan. Melalui penggunaan media elektronik maka proses pencarian, penemuan, pendistribusian, dan juga pengolahan data akan dapat dilakukan dengan waktu yang singkat. (2) Kemudahan.
Kita akan diberikan kemudahan dalam hal pencarian, penemuan, pendistribusian, dan juga pengolahan data, cukup memberi perintah kepada media tersebut, maka media tersebut akan mengerjakan apa yang diperintahkan. (3) Penghematan. Penggunaan media elektronik kita bisa menggunakan lebih sedikit tenaga, pikiran, dan juga biaya yang diperlukan dalam pengelolaan arsip. Sugiarto, Agus (2015) menyatakan bahwa kelebihan utama kearsipan elektronik adalah memberikan kemudahan dalam pengelolaan dan manajemen arsip. Beberapa kemudahan pengelolaan arsip
elektronik sebagai berikut: (1) Mudah dioperasikan. Dalam pemrograman computer dikenal istilah
Human Computer Interactive. Konsep tersebut diimplementasinya akan menghasilkan
program-program aplikasi yang berorientasi virtual sehingga mudah dioperasikan oleh penggunanya. (2) Tampilan yang menarik. Dengan kelebihannya dalam melakukan visualisasi, maka computer mampu memberikan tampilan yang menarik sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunanya. (3) Fasilitas pencarian dokumen. Salah satu kecepatan utama sistem berbasis computer adalah kecepatan proses pencarian dokumen. (4) Pencatatan lokasi fisik dokumen. Fasilitas pencarian lokasi fisik, berarti memudahkan pengguna dalam melakukan pencarian hard copy arsip yang dibutuhkan. (5) Fasilitas gambar dan suara. Penggunaan scanner memudahkan dalam melakukan transfer dari bentuk dokumen fisik ke dalam bentuk virtual. (6) Keamanan data. Keamanan dokumen akan lebih terjamin dengan adanya level keamanan bertingkat yang menggunakan ID pengguna dan password. (7) Retensi otomatis. Retensi adalah suatu daftar yang memuat informasi ketentuan waktu lamanya arsip disimpan. Pengguna computer juga akan memungkinkan pemeriksaan secara otomatis retensi dokumen. (8) Laporan kondisi arsip. Penggunaan arsip elektronik memberikan kemudahan dalam penyusunan atau menampilkan laporan-laporan kearsipan yang dibutuhkan oleh pihak manajemen. (9) Bisa tehubung jaringan computer. Penggunaan bisa menghubungkan sistem kearsipan elektronik ke dalam sistem jaringan local maupun wide area netwotk. (10) Memungkinkan fasilitas recognition (OCR). Fasilitas OCR memudahkan pengguna memproses satu dokumen tanpa harus mengetik kembali dokumen tersebut. Computer juga akan dengan mudah mengirimkan dokumen secara otomatis ketujuan tertentu yang diinginkan, baik secara e-mail maupun faksimile.
Menurut Tung et al. (2011) e-business adalah pertukaran bisnis di internet yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kegiatan dan proses bisnis.
E-business dianggap sebagai faktor penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif menurut Ferreira
(2011). Menurut Wagner et al., (dalam Ferreira, 2011) mengemukakan bahwa manfaat utama yang terkait dengan e-business adalah peningkatan efisiensi operasional dan peningkatan layanan pelanggan. Hasil beragam telah diperoleh tentang konsekuensi e-business terhadap kinerja. Beberapa penulis menyimpulkan bahwa ada hubungan positif dan langsung antara e-business dan kinerja (Wu
et al. dalam Migdadi, 2015). Menurut Kim dan Ramkaran (dalam Migdadi, 2015) mengatakan bahwa
sangat penting untuk strategi inovasi dalam teknologi, karena mengintegrasikan sistem berbasis internet dengan bisnis inti yang berpotensi memengaruhi seluruh bisnis.) E-business dapat meningkatkan efisiensi bisnis dan produktivitas staf dalam organisasi ketika sumber daya pelengkap ada/tersedia (Chircu dan Kauffman dikutip dari Migdadi, 2015). Inisiatif penerapan e-business untuk tugas-tugas administrasi internal dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dalam berbagai cara (Wu
PT Dirgantara Indonesia merupakan salah satu perusahaan penerbangan yang memiliki kompetensi utama dalam merancang pesawat terbang regional baik peruntukan sipil maupun militer. Perusahaan yang dibangun oleh Bapak B. J Habibie ini, mengawali kegiatanya dengan membangun dasar penguasaan teknologi melalui kerja sama lisensi dengan negara-negara yang sudah lebih dulu memproduksi pesawat terbang dan helikopter. Dalam rangka memantapkan kehadirannya dalam masyarakat industri kedirgantaraan dunia serta meningkatan kemampuan sebagai industri pesawat terbang, PT Dirgantara Indonesia melakukan kerja sama internasional, antara lain dengan Boeing
Company, menghasilkan komponen pesawat Boeing, dengan Bell Heliopte Textronr, memproduksi
NBELL412 sebagai pusat keunggulan pada bidang industri dirgantara, terutama dalam rekayasa, rancang, bangun, manufaktur, produksi serta pemeliharaan untuk kepentingan komersil dan militer juga untuk aplikasi diluar industri dirgantara. Menjadikan perusahaan sebagai pemain kelas dunia pada industri global yang mampu bersaing dan melakukan aliansi strategis dengan industri dirgantara kelas dunia lainnya. Visi PT Dirgantara Indonesia: “Menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri berbasis pada penguasaan teknologi tinggi dan mampu bersaing dalam pasar global dengan mengandalkan keunggulan biaya”.
Menurut Putranto (2017) pengelolaan arsip di era digital ini juga memiliki paling tidak 2 (dua) tantangan, yaitu: pertama arsip elektronik dengan bentuknya yang tidak memiliki wujud fisik masih menimbulkan perdebatan terkait aspek legalitasnya, misalnya beberapa institusi masih belum sepakat mengenai kedudukan surat fisik dan e-mail, kemudian mengenai stempel dan tanda tangan. Kedua mengingat arsip elektronik ini hanya dapat diakses melalui komputer, maka dibutuhkan jaringan internet yang stabil, pencegahan data terkena virus, dan segi keamanan data. Masalah dalam pengelolaan arsip digital menurut Pratiwi dalam Muhidin, Hendri, dan Budi (2016) yaitu: (1) sangat sulit menjaga realibilitas dan autentisitas arsip elektronik (2) keberadaan arsip elektronik sangat tergantung pada lingkungan elektroniknya. Keusangan teknologi, baik perangkat lunak dan keras yang sangat cepat terjadi karena perkembangan teknologi informasi (3) kontroversi aspek legak dari arsip elektronik (4) kegagalan organisasi dalam menjalankan arsip elektronik baik karena manajemen maupun staf (5) pengaturan hukum, perlindungan hukum bagi konsumen dalam transaksi, perlindungan data pribadi, dan pengakuan keabsahan dalam perspektif hukum pembuktian (6) media yang akan disimpan, teknologi yang akan digunakan, sistem penyimpanan, sistem penemuan kembali, migrasi dari media lama ke generasi baru. Menurut Nur dan Nani (2017) variabel penerapan sistem kearsipan elektronik dapat diukur melalui 6 (enam) indikator yaitu: (1) hardware, (2) software, (3) data, (4) sumber daya manusia, (5) jaringan komunikasi, dan (6) prosedur sistem kearsipan elektronik.
Berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian mengenai penerapan digital filing di sebuah perusahaan sebagai bagian dari
e-business dan bagaimana tahapan pengelolaan digital filing. Pada penelitian ini peneliti akan fokus
pada 2 (dua) hal yaitu penerapan digital filing sebagai salah satu bentuk implementasi e-business dan pengelolaan digital filing di PT Dirgantara Indonesia.
Menurut Turban, Rainer, dan Potter dalam Rifauddin (2016) teknologi informasi berkaitan dengan segala sesuatu yang berbasis komputer yang digunakan orang untuk melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan informasi untuk mendukung dan mengolah informasi tersebut sesuai dengan kebutuhan organisasi. Menurut Nurdin dalam Rifauddin (2016) teknologi informasi sebagai suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data termasuk memroses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, menghasilkan informasi strategis yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu untuk pengambilan keputusan.
National Archive and Record Administration (NARA) mendefinisikan arsip elektronik yaitu
merupakan arsip-arsip yang disimpan dan diolah di dalam suatu format, di mana hanya komputer yang dapat memprosesnya. Australia Archieve dalam buku Managing Electronic Record, menyatakan bahwa arsip elektronik adalah arsip yang tercipta dan terpelihara sebagai bukti dari transaksi, aktivitas dan fungsi lembaga atau individu yang di-transfer dan diolah di dalam dan di antara sistem komputer. Menurut Wallace dalam Rifauddin (2016) mengatakan bahwa berkas elektronik terdiri dari himpunan informasi yang terekam dalam bentuk kode yang dapat dibaca dan disimpan pada beberapa media sehingga dapat ditemukan kembali, dibaca, dan digunakan.
Muhidin dkk. (2016) menyebutkan bahwa kegiatan pengelolaan arsip digital meliputi dua hal, yaitu (1) Penyimpanan arsip. Kegiatan penyimpanan arsip digital merupakan kegiatan pengelolaan arsip yang dimulai dari kegiatan alih media arsip sampai pada penataan arsip dalam media baru. Alih media arsip adalah proses pengalihan media arsip dari satu bentuk media ke bentuk media lainnya, dengan menggunakan alat pemindai (scanner) dalam rangka penyelamatan fisik dan informasi arsip. Pada Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang kearsipan pasal 40, disebutkan bahwa alih media arsip menggunakan salah satu cara (kegiatan) dalam pengelolaan arsip. Jika dilihat dari tujuan dilakukannya alih media arsip, yaitu untuk mempercepat pelayanan akses (aktif dan inaktif), untuk pelestarian arsip (statis dan dinamis), tujuan alih media arsip untuk mempercepat layanan akses arsip, dilakukan terkait tujuan pengelolaan arsip yang efektif dan efisien. Tahapan dalam kegiatan penyimpanan adalah menyiapkan surat/naskah yang akan dialihmediakan, melakukan scanning, membuat folder pada komputer, membuat hyperlink dan kelengkapan administrasi alih media (2) Penemuan kembali arsip, merupakan kegiatan penemuan kembali arsip yang dibutuhkan untuk kepentingan pelaksanaan kegiatan organisasi. Tahapan dalam kegiatan penemuan kembali arsip
adalah menyiapkan komputer di mana arsip tersimpan, membuka folder, melakukan pencarian file pada daftar arsip, membuka file dan melakukan pencetakan. Variabel penerapan sistem kearsipan elektronik menurut Haryadi (2009) dapat diukur melalui 6 (enam) indikator, yaitu: hardware,
software, data, sumber daya manusia, jaringan komunikasi, dan prosedur sistem kearsipan elektronik.
Pengelolaan arsip secara digital menurut Abubakar (2012) secara garis besar dilaksanakan sebagai berikut: (1) dokumen berbentuk kertas (2) transformasi digital (3) recognition (4) digital signing. Menurut Rifauddin (2016) pengelolaan arsip elektronik dimulai dari (1) Creation dan storage. Dalam mengelola arsip elektronik, penciptaan dan penyimpanan dapat dilakukan dalam satu tahap. Arsip elektronik yang dibuat dari awal menggunakan teknologi komputer dapat secara langsung diintegrasikan kedalam sistem pengelolaan arsip elektronik. Untuk arsip yang merupakan hasil digitalisasi maka perlu dialihmediakan melalui cara scanning yaitu memindai dokumen yang akan menghasilkan data gambar yang dapat disimpan di komputer, conversion yaitu mengubah dokumen
word atau spreadsheet menjadi data gambar kemudian disimpan di komputer, dan importing yaitu
memindahkan data secara elektronik seperti e-mail dengan cara drag, drop atau copy paste kemudian di-save ke dalam computer. (2) Distribution dan use, pendistribusian dan penggunaan arsip elektronik juga dapat dilakukan dalam satu tahap.
Pemilihan peralatan dalam pendistribusian dan penggunaan arsip elektronik sangat bergantung pada kebutuhan, kemampuan, dan tujuan organisasi. Pemilihan peralatan dan perlengkapan yang tepat akan memperlancar kegiatan kearsipan organisasi. Penggunaan arsip elektronik dapat melestarikan dan menjaga dokumen yang dimiliki oleh perusahaan. Arsip elektronik (hasil scanning) juga memiliki nilai yang sama dengan arsip aslinya. (3) Maintenance, mengingat bentuk arsip elektronik yang berbeda dengan arsip cetak maka pemeliharaannya juga berbeda. Pemeliharaan arsip elektronik dapat berupa pengamanan arsip, pemeliharaan media penyimpanan, sistem pengelolaan dan perangkat untuk pengelolaan arsip dan yang terakhir adalah disposition (ke-4).
Metodologi Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara:
1. Pengamatan (Observasi). Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan pengamatan secara langsung di PT Dirgantara Indonesia. Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2015:204) observasi merupakan kegiatan pemuatan penelitian terhadap suatu objek.
2. Studi Pustaka. Teknik ini dilakukan dengan cara membaca buku, jurnal yang berhubungan dengan materi yang penulis bahas khususnya pada bidang kearsipan. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiono (2016:248), yang menyatakan: “ Studi Pustaka berkaitan dengan kajian
teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya dan norma yang berkembang pada situasi social yang teliti, selain itu studi kepustakaan sangat penting dalam melakukan penelitian hal ini dikarenakan penelitian tidak akan lepas dari literasi-literatur ilmiah.” 3. Wawancara. Teknik ini dilakukan dengan cara melakukan komunikasi secara langsung
terhadap narasumber yang dapat memberikan informasi tentang prosedur penataan kearsipan. Hal ini sejalan dengan pendapat Esterberg yang di kutip dalam Sugiyono (2013:231) “Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.”
4. Dokumentasi. Teknik ini dilakukan dengan cara mengumpulkan data yang kemudian dapat ditelaah yang dapat mendukung penelitian. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2015: 329) bahwa teknik dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan, angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukun penelitian.
Hasil dan Diskusi
PT Dirgantara Indonesia umumnya dan divisi perawatan & modifikasi khususnya menerapkan
digital filing dalam pengelolaan arsipnya sesuai dengan tuntutan kebutuhan di tempat/lingkungan
kerja, sebagai bentuk penerapan e-business. Hal ini sesuai dengan visi PT Dirgantara Indonesia yaitu menjadi perusahaan kelas dunia dalam industri berbasis pada penguasaan teknologi tinggi dan mampu bersaing dalam pasal global dengan mengandalkan keunggulan biaya. Hal ini membuktikan bahwa PT Dirgantara Indonesia sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia bidang kedirgantaraan bahkan juga terkenal di dunia, sudah memiliki awareness untuk mengganti platform proses bisnisnya menjadi digital. PT Dirgantara Indonesia juga beradaptasi dengan perkembangan bidang teknologi infomasi, merespon kebutuhan pasar baik internal maupun eksternal dalam rangka memenangkan persaingan bisnis. Inisiatif penerapan e-business untuk tugas-tugas administrasi internal dapat memengaruhi kepuasan pelanggan dalam berbagai cara menurut Wu et al. (dalam Migdadi 2015).
E-business dianggap sebagai faktor penting untuk menciptakan keunggulan kompetitif menurut Ferreira
(2011). Menurut Wagner et al., (dalam Ferreira, 2011) mengemukakan bahwa manfaat utama yang terkait dengan e-business adalah peningkatan efisiensi operasional dan peningkatan layanan pelanggan.
Pengelolaan arsip secara digital berbasis komputer membuat pengelolaan arsip menjadi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang memilih memanfaatkan pengelolaan arsip secara digital dalam pengelolaan dokumennya, mulai dari yang sederhana sampai dengan yang paling canggih. Saat ini banyak organisasi yang menggunakan penataan arsip secara digital, proses
penciptaan arsip dengan proses digital sering disebut proses digitalisasi dimana digitalisasi mempunyai arti secara umum yaitu proses penciptaan arsip elektronik dan arsip konvensional dengan tujuan untuk melindungi arsip onvensional dari kerusakan secara fisik. Hal ini sesuai dengan pendapat Suyuti dalam Nur dan Nani (2017) yang mengatakan bahwa arsip merupakan salah satu sumber informasi yang berperan penting dan tidak pernah lepas dalam proses kegiatan administrasi maupun pelaksanaan fungsi manajemen. Sedarmayanti dalam Nur dan Nani (2017) mengatakan bahwa untuk kantor yang memerlukan pelayanan yang cepat dan memiliki volume arsip yang cukup banyak, Indrayana dalam Nur dan Nani (2017) perlu ditata dengan komputerisasi untuk membangun manajemen organisasi yang efektif. Putra, Apriyansyah dalam Nur dan Sutarni (2017) Digital filing perlu dikelola untuk mendapatkan manfaat yaitu (1) pengumpulan informasi yang lebih baik, konsisten dan mudah dicari kembali (2) memudahkan penggunaan dokumen secara bersamaan antar unit organisasi (3) memudahkan penyusunan informasi organisasi secara terstruktur (4) memudahkan pengambilan keputusan (5) meningkatkan kualitas layanan sistem (6) mengelola infomrasi sebagai suatu sistem yang tumbuh dan berkembang (7) lebih responsif terhadap perubahan. Menurut Muhidin (2016) pengelolaan arsip meliputi 2 (dua) kegiatan utama yaitu (1) Penyimpanan arsip.
Tahapan dalam kegiatan penyimpanan yang dilakukan di PT Dirgantara Indonesia adalah a. menyiapkan naskah yang akan dialihmedia (b) melakukan scanning terhadap naskah/surat (c) membuat folder-folder pada komputer dengan menggunakan sistem tanggal (2) Penemuan kembali arsip. Tahapan dalam kegiatan penemuan kembali arsip yang dilakukan di PT Dirgantara Indonesia yaitu (a) Menyiapkan komputer dimana arsip tersimpan (b) membuka folder daftar arsip yang menyimpan file arsip yang akan dicari pada aplikasi MsExcel (c) melakukan pencarian file arsip pada daftar arsip menggunakan perintah search (d) membuka file arsip yang sudah ditemukan (e) melakukan pencetakan atau print arsip. Dengan penyusunan arsip menggunakan sistem tanggal arsip tersusun dengan baik dan rapi sehingga informasi dalam arsip senantiasa terjaga kerahasiaan dan nilainya. Dengan penyusunan arsip yang baik tersebut, arsip dengan mudah dapat ditemukan kembali pada saat dibutuhkan.
Simpulan
PT Dirgantara Indonesia sudah menyadari perlunya penerapan digital filing sesuai kebutuhan di tempat kerja dan sebagai bentuk penerapan e-business. Hal ini sejalan dengan visi PT Dirgantara Indonesia. Pengelolaan arsip digital meliputi kegiatan penyimpanan dan penemuan kembali arsip. Dengan pengelolaan arsip digital yang dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia arsip dapat dikelola dengan baik, tersusun dengan rapi, dan mudah dalam penemuan kembali arsip ketika suatu saat dibutuhkan. PT Dirgantara Indonesia perlu memperhatikan kestabilan jaringan internet agar
pelayanan terhadap kebutuhan arsip dapat dilaksanakan dengan baik, memelihara perangkat yang ada baik hardware maupun software juga memelihara arsip yang ada.
Arah Penelitian di Masa Depan
Penelitian yang akan datang dapat meneliti efektivitas penggunaan digital filing di PT Dirgantara Indonesia. Agar efektivitas tersebut dapat terukur, penelitian yang akan datang dapat menggunakan metodologi kuantitatif. Penelitian ke depan juga dapat mengevaluasi penggunaan sistem lain yang dapat diintegrasikan dengan sistem kearsipan misalnya penggunaan document
Referensi
Abubakar, H. (2012). Pola Kearsipan Modern. Jakarta: Djambatan
Aslizadeh. (2014). Indian Journal of Fundamental and Applies Life Sciences ISSN: 2231-6345 (online) Vol. 4 (S4), pp. 1595-1603/Research Article 2-14/Centre for Info Bio Technology (CIBTech) 1595 Impact of Using Information Technology on Creating a Sustainable
Competitive Advantage for Companies (Case Study: Golestan Food Companies).
Ferreira. (2011). SMEs and E-Business: Implementation. Strategies and Policy (page 1-22).
Haryadi. (2009). Administrasi Perkantoran untuk Manajemen dan Staf. Jakarta: Transmedia Pustaka. Migdadi, M.M et al. (2015). An Empirical Assessment of the Antecedents of Electronic-Business
Implementation and the Resulting Organizational Performance (page 661-688).
Muhidin, A.S. (2016). Pengelolaan Arsip Digital (hal. 178-183). Jurnal Pendidikan Bisnis dan
Manajemen, Vol 2(3).
Priansa. D.J. 2013. Kesekretarisan Profesional. Bandung: Alfabeta. Putranto, A.W. (2017). Pengelolaan Arsip di Era Digital (hal 1-11).
Rifauddin, Machsun. (2016). Pengelolaan Arsip Elektronik Berbasis Teknologi (hal 168-178). Khizanah Al Hikmah Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan.
Nur dan Nani. (2017). Penerapan Sistem Kearsipan Elektronik sebagai Determinan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, Vol. 2 (2), hal 40-48.
Sugiarto, A. (2015). Manajemen Kearsipan Modern. Yogya : Gava Media.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tung, H., et al. (2011). Conservation of Information and E-Business Success and Challenges: A Case