• Tidak ada hasil yang ditemukan

02. Buku KKN-T Masbagik Selatan Universitas Mataram 2017-2018

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "02. Buku KKN-T Masbagik Selatan Universitas Mataram 2017-2018"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

©2018, KKN Masbagik Selatan

©2018, KKN Masbagik Selatan

x + 57 hlm; 14.8 x 21 cm

x + 57 hlm; 14.8 x 21 cm

Judul

:

Judul

:

Pengembangan Potensi Desa Masbagik Selatan Melalui

Pengembangan Potensi Desa Masbagik Selatan Melalui

Pertanian Organik

Pertanian Organik

dan

dan

Pemberdayaan U

Pemberdayaan U

MKM

MKM

Penulis

:

Penulis

:

Dr. Gito Hadiprayitno, S.Pd., M.Si.

Dr. Gito Hadiprayitno, S.Pd., M.Si.

Abdullah

Abdullah

Ely Susanti

Ely Susanti

I Gede Mahendra Jaya

I Gede Mahendra Jaya

Editor

:

Editor

:

Eliysa Gustini

Eliysa Gustini

Idil Anhar

Idil Anhar

Khaerunisa

Khaerunisa

Muhammad Arizal

Muhammad Arizal

Desain

:

Desain

:

Baiq Cindy Novelia

Baiq Cindy Novelia

Dana Hadiswara

Dana Hadiswara

Eka Aprilia Saptiana

Eka Aprilia Saptiana

 Ninig Herfina

 Ninig Herfina

Layout

:

Layout

:

Baiq Azizah Tauhida

Baiq Azizah Tauhida

Baiq Icha Fitriana

Baiq Icha Fitriana

Harisman Dani

Harisman Dani

Idham Kholid

(5)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan

rahmat dan hidayah–Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan

rahmat dan hidayah–Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan

Buku Profil Desa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram

Buku Profil Desa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Mataram

tahun akademik 2017/2018 di Desa Masbagik Selatan Kecamatan Masbagik

tahun akademik 2017/2018 di Desa Masbagik Selatan Kecamatan Masbagik

Kabupaten Lombok Timur. Buku Desa ini disusun berdasarkan keadaan

Kabupaten Lombok Timur. Buku Desa ini disusun berdasarkan keadaan

desa, program kerja dan hasil pelaksanaan kegiatan KKN Tematik

desa, program kerja dan hasil pelaksanaan kegiatan KKN Tematik

Universitas Mataram tahun akademik 2017/2018, pada tanggal 15 Januari

Universitas Mataram tahun akademik 2017/2018, pada tanggal 15 Januari

2017 sampai dengan 5 Maret 2018. Kegiatan KKN Tematik “Pemanfaatan

2017 sampai dengan 5 Maret 2018. Kegiatan KKN Tematik “Pemanfaatan

Sampah Organik melalui Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Masbagik

Sampah Organik melalui Pembuatan Pupuk Kompos di Desa Masbagik

Selatan Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur” yang telah

Selatan Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur” yang telah

dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa bantuan dari

dilaksanakan tidak akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa bantuan dari

segenap pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena

segenap pihak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena

itu, kami ucapkan terima kasih Kepada:

itu, kami ucapkan terima kasih Kepada:

1.

1.

Ketua LPPM Universitas Mataram Bapak Muhammad Ali, Ph.

Ketua LPPM Universitas Mataram Bapak Muhammad Ali, Ph.

D.

D.

2.

2.

Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok KKN Tematik Desa

Dosen Pembimbing Lapangan Kelompok KKN Tematik Desa

Masbagik Selatan Bapak Dr.

Masbagik Selatan Bapak Dr.

Gito Hadiprayitno, SPd., M.Pd.

Gito Hadiprayitno, SPd., M.Pd.

3.

3.

Kepala Desa Masbagik Selatan Bapak H. Wiriyawan, SH.

Kepala Desa Masbagik Selatan Bapak H. Wiriyawan, SH.

4.

4.

Kepala Dusun Gubuk Motong Timur Bapak Muliadi

Kepala Dusun Gubuk Motong Timur Bapak Muliadi

5.

5.

Kepala Dusun Kebon Lauk Selatan Bapak Izzudin

Kepala Dusun Kebon Lauk Selatan Bapak Izzudin

6.

(6)

7.

7.

Kepala Dusun Nyakap Selatan Bapak Huliadi

Kepala Dusun Nyakap Selatan Bapak Huliadi

8.

8.

Ketua RT Karang Siswa

Ketua RT Karang Siswa

9.

9.

Sekretaris Kelompok Tani Ujan Rintis Bapak Mukhtar

Sekretaris Kelompok Tani Ujan Rintis Bapak Mukhtar

10.

10.

Kepala bagian kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Lombok

Kepala bagian kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Lombok

Timur Bapak Suhardan

Timur Bapak Suhardan

11.

11.

Kepala TPA Ijo Balit

Kepala TPA Ijo Balit

12.

12.

Serta anggota-anggota KKN Tematik Universitas Mataram Desa

Serta anggota-anggota KKN Tematik Universitas Mataram Desa

Masbagik Selatan

Masbagik Selatan

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu kami

Semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu kami

mengucapkan banyak terima kasih. Penyusun menyadari bahwa buku desa

mengucapkan banyak terima kasih. Penyusun menyadari bahwa buku desa

ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusun sangat

ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu penyusun sangat

mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi

mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi

kesempurnaan buku desa ini.

kesempurnaan buku desa ini.

Akhir kata penyusun berharap buku desa ini dapat berguna dan

Akhir kata penyusun berharap buku desa ini dapat berguna dan

 bermanfaat bagi semua pihak yang terkait.

 bermanfaat bagi semua pihak yang terkait.

Masbagik Selatan, 26 Februari 2018

Masbagik Selatan, 26 Februari 2018

KKN-T Masbagik Selatan

KKN-T Masbagik Selatan

(7)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

iii

DAFTAR TABEL

v

DAFTAR GAMBAR

vi

BAB I

PENDAHULUAN

1

1.1

Sejarah Desa Masbagik Selatan ...1

1.2

Visi dan Misi Desa Masbagik Selatan ...3

BAB II

GAMBARAN UMUM DESA MASBAGIK SELATAN

5

2.1

Karakteristik Wilayah ...5

2.2

Iklim ...5

2.3

Wilayah Administrasi ...6

BAB III

KEHIDUPAN

MASYARAKAT

DESA

MASBAGIK

SELATAN

9

3.1

Kependudukan ...9

3.2

Kondisi Infrastruktur ...13

3.3

Sarana Prasarana Desa ...16

BAB IV

POTENSI,

PERMASALAHAN,

DAN

PROSPEK

PENGEMBANGAN DESA MASBAGIK SELATAN

20

4.1

Potensi Desa ...20

4.2

Masalah Desa ...23

BAB V

DIFUSI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

DI DESA MASBAGIK SELATAN

28

5.1

Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi dan

Pengembangan Produk. ...28

5.2

Pemanfaatan Limbah Sampah Buah Nanas Menjadi Pupuk

Organik ...32

5.3

Pembuatan Rumah Pangan Lestari ...38

5.4

Penyuluhan Gaya Hidup Sehat ...41

(8)

5.5

Bimbingan Belajar ...43

BAB VI

PENUTUP

46

6.1

Kesimpulan ...46

6.2

Saran ...46

(9)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1

Iklim Desa

6

Tabel 3.1

Jumlah Penduduk

10

Tabel 3.2

Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

11

Tabel 3.3.

Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

12

Tabel 3.4.

Sarana dan Prasarana Kesehatan Desa Masbagik Selatan

17

Tabel 3.5.

Sarana dan Prasarana Ekonomi Desa Masbagik Selatan

19

Tabel 3.6.

Tabel Sarana dan Prasarana Keagamaan

19

(10)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Peta Desa

8

Gambar 5.1 Penyuluhan UMKM bersama BB-POM Mataram dan

Dinas Perindag Lombok Timur

30

Gambar 5.3 Pendampingan Pembuatan Dodol

31

Gambar 5.4 Salah satu proses pembuatan dodol dan pembuatan

krupuk

32

Gambar 5.5 Proses pemilahan limbah buah nanas

34

Gambar 5.6 Penyuluhan pembuatan pupuk organik dari limbah

 buah nanas

34

Gambar 5.7 Proses pencampuran pupuk organik

34

Gambar 5.8 Proses pengadukan pupuk organik dan pencampuran

EM-4

35

Gambar 5.9 Kunjungan ke TPA Ijobalit bersama mitra Dinas

Lingkungan Hidup Lombok Timur

36

Gambar 5.10 Proses pembuatan pupuk kompos skala besar

36

Gambar 5.11 Pembuatan pupuk dengan menggunakan dedaunan

kering sebagai bahan utama.

37

Gambar 5.12 Kunjungan kedua ke TPA Ijobalit bersama mitra

kelompok tani Ujan Rintis

38

Gambar 5.13 Pembuatan RPL

40

Gambar 5.14 Proses pencakulan lahan

41

Gambar 5.15 Proses penanaman dan pemupukan bibit sawi

41

Gambar 5.16 Proses penyiraman bibit sawi

41

Gambar 5.17 Proses penutupan

41

Gambar 5.18 Penyuluhan gaya hidup sehat bersama Puskesmas

Masbagik di SDN 04 Masbagik Selatan

42

Gambar 5.19 Penyuluhan Gaya Hidup Sehat

43

(11)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Sejarah Desa Masbagik Selatan

Kata “Desa” berasal dari Bahasa Sansekerta yakni “Dhesi” yang

artinya tanah kelahiran. Istilah Dhesi telah digunakan sejak tahun 1114 M

yang ketika itu di Indonesia hanya terdiri beberapa kerajaan.

Desa memiliki pengertian yaitu pembagian wilayah administratif di

 bawah Kecamatan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa. Menurut

Sutardjo Kartohadikusumo (1953) suatu kesatuan hukum dan di dalamnya

 bertempat tinggal sekelompok masyarakat yang berkuasa mengadakan

 pemerintahan sendiri (dalam Bintaro, 1983). Bintaro (1983) memandang

desa sebagai suatu hasil perpaduan antara kegiatan masyarakat dengan

lingkungannya. Hasil dari perpaduan itu ialah suatu wujud atau kenampakan

di muka bumi yang ditimbulkan oleh unsur-unsur fisiografi, sosial,

ekonomi, politik dan kultural yang saling berinteraksi antar unsur tersebut

dan juga dalam hubungannya dengan daerah-daerah lain. Dari definisi

tersebut masyrakat desa sebagai sebuah komunitas kecil yang memiliki

ciri-ciri aktivitas ekonomi yang beragam. Salah satu contohnya adalah Desa

Masbagik Selatan.

Desa Masbagik Selatan merupakan salah satu desa yang berada di

wilayah Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok timur, Provinsi Nusa

Tenggara Barat. Desa Masbagik Selatan juga merupakan salah satu desa

(12)

tertua dikarenakan telah berdiri sejak tahun 1913, oleh sebab itu Desa

Masbagik Selatan ini kini berusia 105 tahun.

Menurut data yang berhasil

kami himpun

dari para sesepuh

Masbagik Selatan, Masbagik berasal dari kata  “amasbage”. Amas

maksudnya Emes berarti

 peras dan bagek berarti “asam” Amasbage berarti

 peras Asam”.

Pendapat lain menyebutkan bahwa Masbagik berasal dari kata

“emas”

dan

“bage”  berarti emas dan asam yang kelihatan seperti emas dan asam.

Maksudnya adalah bunga dari asam yang kelihatan seperti emas jika dilihat

dari kejauhan bunga asam yang dimaksudkan adalah bunga asam yang

terletak di Kampung Montong Mentagi (pedalaman) Masbagik Utara,

dibawah pohon tersebut terdapat Makam Raden Melaya Kusuma (seorang

tokoh yang sagat gesit melawan penjajah Bali).

Sedangkan asal kata “selatan” pada nama desa berasal dari letak

geografis desa yang mana berada di sebelah selatan dari Kecamatan

Masbagik. Oleh karenanya desa ini diberi nama Masbagik Selatan.

Sejak dibentuknya Desa Masbagik Selatan, desa ini telah mengalami

 beberapa kali pergantian kepala desa. Secara lengkap berikut adalah

nama-nama orang yang pernah menjabat kepala desa (Kades) Desa Masbagik

Selatan:

1) Tahun 1913 -1940

: H. MOH. SAID

2) Tahun 1940 -1950

: LALU CITRANOM

(13)

4) Tahun 1969

: H. PAUZI

5) Tahun 1969-1971

: H. NASRUDIN

6) Tahun 1971- 1975

: A. MARSIUN

7) Tahun 19775-1980

: H. MOH.ASYARI HASBULLAH

8) Tahun 1980- 1985

: ABDUL KARIM IBRAHIM

9) Tahun 1985- 1990

: DRS H. NASIUN S

10) Tahun 1990- 1998

: H. HARIYADI MASHUD

11) Tahun 1998- 2011

: H. WIRIYAWAN, SH

12) Tahun 2011- 2017

: MASDAR

13) Tahun 2018-Sekarang : H. WIRIYAWAN, SH

1.2

Visi dan Misi Desa Masbagik Selatan

Visi Desa Masbagik Selatan

Mengembangkan masyarakat Desa Masbagik Selatan yang mandiri,

 beradab, setara, berkeadilan serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha

Esa.

Misi Desa Masbagik Selatan

Dalam meraih Visi Desa Masbagik Selatan seperti yang sudah

dijabarkan diatas, dengan mempertimbangkan potensi dan hambatan

 baik internal maupun ekstenal. Maka disusunlah Misi Desa Masbagik

Selatan:

1.

Mengembangkan dan membangun sistem pemerintahan desa yang

 profesional, efektif dan efisien. Serta membangun system

(14)

2.

Memperkuat sumber-sumber ekonomi rakyat dan kelembagaan

ekonomi masyarakat.

3.

Mengembangkan potensi desa sebagai potensi unggulan di semua

 bidang.

4.

Membangun dan mendorong usaha-usaha untuk optimalisasi

sektor pertanian, perkebunan, petemakan dan perikanan, baik

tahap produksinya maupun pengolahan hasilnya

5.

Mengembangkan solidaritas antar tokoh masyarakat dan semua

komponen masyarakat untuk membangun desa yang berlandaskan

moral serta menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan adat istiadat.

(15)

BAB II

GAMBARAN UMUM DESA MASBAGIK SELATAN

2.1

Karakteristik Wilayah

Wilayah secara umum merupakan suatu bagian dari permukaan bumi

yang teritorialnya ditentukan atas dasar pengertian, batasan, dan perwujudan

fisik-geografis (Nia K. Pontoh, 2008). Wilayah Desa Masbagik Selatan

merupakan salah satu wilayah desa yang terluas di Kabupaten Lombok

Timur. Desa ini memiliki areal tanah yang luas yang terbagi ke dalam 8

kekadusan dengan karakteristik dan keunggulan yang berbeda-beda. Selain

itu desa ini merupakan salah satu desa tertua yang menghubungkan ke

 berbagai tempat penting di Kabuapaten Lombok Timur maupun NTB

karena lokasinya yang strategis sebagai jalur distribusi barang dan jasa dan

transportasi serta hal-hal penting lainnya.

2.2

Iklim

Menurut Trewarth and Horn (1995) mengatakan bahwa iklim

merupakan suatu konsep yang abstrak dimana iklim merupakan komposit

dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu

kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Iklim merupakan salah

satu faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia karena iklim

mempunyai peranan yang besar terhadap berbagai bidang kehidupan seperti

dalam bidang pertanian. Desa Masbagik Selatan sebagai salah satu desa

(16)

yang mengembangkan pertanian memiliki iklim tropis, yang dapat

dijelaskan dalam tabel 2.1.

Tabel 2.1 Iklim Desa

 NO

IKLIM

KET

1

Curah hujan

1585 mm

2

Jumlah bulan Hujan

4 bulan

3

Kelembapan

65%

4

Suhu rata-rata harian

29-31 °C

5

Tinggi tempat dari permukaan laut

281,45 mdpl

2.3

Wilayah Administrasi

Wilayah administrasi merupakan wilayah yang batasnya ditentukan

 berdasarkan kepentingan administrasi pemerintahan atau politik, seperti

 propinsi, kabupaten, kecamatan, desa atau kelurahan. Wilayah dalam

 pengertian administratif sering disebut juga daerah. Pengunaan wilayah

administrasi disebabkan oleh dua faktor, yakni berdasarkan satuan

administrasi dalam melaksanakan kebijakan dan rencana pembangunan

wilayah, dan wilayah didasarkan pada satuan adminstrasi pemerintahan

untuk mempermudah dianalisis dalam pengumpulan data di berbagai bagian

wilayah.

Hal ini juga berlaku pada daerah-daerah pada suatu wilayah pedasaan.

Desa Masbagik Selatan Sebagai salah satu desa dengan pembagian wilayah

(17)

terbanyak juga melakukan fungsi tersebut dengan wilayah yang dipimpin

oleh seorang kepala Dusun.

Menurut Wijayanto (2014) Dusun merupakan unsur wilayah dari

 pemerintah desa yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada

kepala desa. Dusun dipimpin oleh seorang kepala dusun yang merupakan

unsur pembantu kepala desa yang mempunyai tugas membantu kepala desa

dalam menjalankan kegiatan kepala desa dalam kepemimpinannya di

wilayah kerjanya. Adapun fungsi dari kepala dusun adalah membantu

kepala desa dalam pengurusan pelaksanaan kegiatan pemerintah,

 pembangunan dan kemasyarakatan serta ketentraman dan ketertiban di

wilayah kerjanya serta pengurusan pelaksanaan kebijakan kepala desa.

Secara geografis, adapun letak Desa Masbagik Selatan berada di

sebelah selatan Kecamatan Masbagik. Jarak dari Desa Masbagik Selatan ke

 pusat kecamatan sekitar 1 km, jarak ke pusat kabupaten sekitar 7 km dan

 jarak ke pusat provinsi sekitar 45 km.

Berikut ini adalah batas-batas Desa Masbagik Selatan:

a. Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Paokmotong

 b. Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Masbagik Timur

c. Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Nyiur Tebel Dasan

Lekong

d. Sebelah Utara perbatasan dengan Desa Masbagik Utara

Desa Masbagik Selatan terdiri dari 8 dusun, yaitu Dusun Kebon Lauq

Barat, Dusun Kebon Lauq Timur, Dusun Nyakap Utara, Dusun Nyakap

(18)

Selatan, Dusun Gubuk Motong Barat, Dusun Gubuk Motong Timur, Dusun

Tanak Malit Utara, dan Dusun Tanak Malit Selatan (Gambar 2.1).

(19)

BAB III

KEHIDUPAN MASYARAKAT DESA MASBAGIK

SELATAN

3.1

Kependudukan

Setiap wilayah atau negara umumnya memiliki unsur-unsur

 pembentuknya sendiri seperti wilayah tertentu, penduduk yang tetap,

 pemerintah yang berdaulat, dan diakaui oleh Negara atau pihak lain.

Adapun bila kita berbicara tentang ruang lingkup yang lebih kecil seperti

halnya desa, tentunya unsur-unsur pembentuk ini juga ada yang diantaranya

yaitu penduduk.

Umumnya masyarakat mengetahui akan pengertian dari pendududk

itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, penduduk merupakan warga negara

dan orang asing yang tinggal di negara atau wilayah tersebut. Akan tetapi

masyarakat banyak yang tidak tahu akan definisi dari kependudukan.

Kependudukan adalah hal-hal yang berhubungan dengan struktur, jumlah,

 jenis kelamin, umur, perkawinan, kehamilan, kelahiran, kematian dan

lain-lain hingga ketahanan yang berhubungan dengan ekonomi, soisal, budaya

serta politik.

1) Jumlah Penduduk

Penduduk adalah sekelompok orang yang tinggal atau menempati

suatu wilayah tertentu. Sebagai salah satu desa terpadat, Desa Masbagik

Selatan memiliki jumlah penduduk sebanyak 16.149 jiwa yang terdiri dari

(20)

5.879 kepala keluarga. Jika dilihat berdasarkan data perbedaan jenis

kelamin, jumlah penduduk perempuan lebih dominan dari pada jumlah

laki-laki. Jumlah perempuan sebanyak 8.256 jiwa sedangkan jumlah laki-laki

sebanyak 7.893 jiwa (Tabel 3.1).

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk

Karakteristik

Jumlah

Laki-laki

7.893 jiwa

Perempuan

8.256 jiwa

Jumlah Penduduk

16.149 jiwa

Jumlah Kepala Keluarga

5.879 KK

2) Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

Sementara itu, jumlah penduduk Desa Masbagik Selatan berdasarkan

usia dari uraian umur 0-1 sampai dengan ≥ 56 tahun terdiri dari jumlah

laki-laki sebanyak 7.893 jiwa sedangkan jumlah perempuan sebanyak 8.256 jiwa

(Tabel 3.2). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa di Desa

Masbagik Selatan mayoritas masyarakatnya berada dalam usia produkktif.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan bahwa usia produktif

adalah mereka yang berada dalam rentang usia mulai dari 15 tahun sampai

dengan 64 tahun (Maulana, 2016).

Apabila kelompok penduduk usia produktif berkualitas tinggi dan

 produktif maka Desa akan diuntungkan karena produktivitas yang tinggi.

(21)

Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia

URAIAN

LAKI – LAKI

PEREMPUAN

0 - 1 tahun

59

Orang

65

Orang

1 - 5 tahun

374

Orang

445

Orang

5 - 7 tahun

272

Orang

270

Orang

7 - 18 tahun

1.503

Orang

1.575

Orang

18 - 56 tahun

4.613

Orang

4.803

Orang

> 56 tahun

906

Orang

998

Orang

Jumlah

7.893

Orang

8.256

Orang

3) Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

Jumlah penduduk berdasarkan tingkat pendidkan adalah jumlah

 penduduk yang mampu mengenyam pendidikan di desa Masbagik Selatan.

Tabel 3.3 membuktikan bahwa cukup banyak masyarakat Desa Masbagik

Selatan yang tidak mampu mengenyam pendidikan sampai tingkatan

SMA/Sederajat dengan total sebanyak 2.736 orang dimana hampir setengah

dari jumlah masyrakat yang mengenyam pendidikan yang setingkat dengan

sebanyak 6.642 orang (Tabel 3.3).

(22)

Tabel 3.3. Jumlah Penduduk Menurut Tingkat Pendidikan

(Sumber: Data Umum Desa Masbagik Selatan)

URAIAN

JUMLAH

Usia 3-6 tahun yang belum masuk TK

534

Orang

Usia 3-6 tahun yang sedang TK/play group

542

Orang

Usia 7-18 tahun yang tidak pernah sekolah

Orang

Usia 7-18 tahun yang sedang sekolah

3.290

Orang

Usia 18-56 tahun tidak pernah sekolah

-

Orang

Usia 18-56 tahun pernah SD tetapi tidak

tamat

225

Orang

Tamatan SD sederajat

2.567

Orang

Jumlah Usia 18-56 tahun tidak tamat

SLTP

1.455

Orang

Jumlah usia 18-56 tahun tidak tamat SLTA

1.281

Orang

Tamatan SLTP sederajat

3.424

Orang

Tamatan SLTA sederajat

2.218

Orang

Tamatan D1

13

Orang

Tamatan D2

18

Orang

Tamatan D3

133

Orang

Tamatan S1

179

Orang

Tamatan S2

1

Orang

Tamatan S3

-

Orang

Jumlah

15.880 Orang

(23)

3.2

Kondisi Infrastruktur

Infrastruktur merupakan suatu wadah untuk menopang

kegiatan-kegiatan dalam satu ruang. Ketersediaan infrastruktur memberikan akses

mudah bagi masyarakat terhadap sumber da ya sehingga dapat meningkatkan

efisiensi dan produktivitas dalam melakukan kegiatan sosial maupun

ekonomi. Dengan meningkatnya efisiensi otomatis secara tidak langsung

meningkatkan perkembangan ekonomi dalam suatu wilayah. Sehingga

menjadi sangat penting peran infrastruktur dalam perkembangan ekonomi.

Infrastruktur mengacu pada fasilitas kapital fisik dan termasuk pula dalam

kerangka kerja organisasional, pengetahuan dan teknologi yang penting

untuk organisasi masyarakat dan pembangunan ekonomi mereka.

Menurut Tatom (1993) infrastruktur meliputi undang-undang, sistem

 pendidikan dan kesehatan publik, sistem distribusi dan perawatan air,

 pengumpulan sampah dan limbah, pengelolaan dan pembuangannya, sistem

keselamatan publik, seperti pemadam kebakaran dan keamanan, sistem

komunikasi, sistem transportasi, dan utilitas publik.

Dari pengertian tersebut dapat diketahui bahwa infrastruktur

merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang perkembangan

ekonomi, khususnya ekonomi Desa Masbagik Selatan. Adapun infrastruktur

yang ada di Desa Masbagik Selatan adalah sebagai berikut:

1) Transportasi Darat

Transportasi adalaah adalah pemindahan manuasia, hewan, atau

 barang dari suatu tempat ke tempat lainnyadengan menggunakan sebuah

(24)

wahana yang digerakkan oleh manusia dalam melakukan aktifitas

sehari-hari (Salim, 1993)

Transportasi terbagi ke dalam 3 jenis yaitu transportasi darat, laut

dan udara. Karena letaknya yang berada di tengah pulau Lombok dan jauh

dari pesisir, maka Desa Masbagik Selatan tidak memiliki transportasi laut,

namun memiliki transportasi darat. Sedangkan untuk transportasi udara,

Desa Masbagik Selatan tidak memiliki Bandar Udara (Bandara) sehingga

tidak memungkinkan adanya penggunaan transportasi udara seperti pesawat.

Oleh karena itu, Desa Masbagik Selatan hanya memiliki transportasi darat.

Transportasi

darat

merupakan

segala

bentuk

transportasi

menggunakan jalan untuk mengangkut penumpang atau barang. Bentuk

awal dari transportasi darat adalah menggunakan kuda, keledai, atau

manusia untuk membawa barang melewati jalan setapak (Rahayu:2014).

Desa Masbagik Selatan memiliki transportasi darat yang dapat

dikatakan cukup memadai dan merata. Ada beberapa jenis kendaraan yang

sering digunkan oleh masyarakat seperti cidomo, bemo, engkel (minibus),

taxi, dan lainnya. Selain itu pembangunan sarana prasarana jalan di desa ini

sudah sangat baik karena kondisi desa yang cukup maju. Hal ini dapat

dibuktikan dengan adanya jalan-jalan yang terdapat di Desa Masbagik

Selatan menghubungkan hampir ke semua tempat strategis baik yang berada

di Kabupaten maupun Povinsi.

(25)

Konstruksi jalan yang ada di Desa Masbagik Selatan tergolong baik

karena merupakan jalan yang terbuat dari aspal, walaupun di beberapa

wilayah yang dekat dengan areal persawahan terdapat jalan yang masih

 berupa aspal kasar. Hal di atas berdampak pada akses jalan yang cukup

lanacar, efisien, dan efektif untuk menyalurkan barang dan jasa ke berbagai

wilayah. Dikatakan cukup lancar karena masih ada para pedagang kaki lima

yang menggunakan trotoar yang ada untuk berjualan sehingga parkir

kendaraan yang dihasilkan terpaksa menggunakan badan jalan. Hal ini

 berdampak pada arus barang dan jasa yang sedikit terganggu akibat adanya

 penggunaan trotoar yang tidak sesuai peranan dan fungsi sebenarnya. Selain

itu, fungsi utama dari adanya trotoar adalah untuk pejalan kaki, bukan untuk

Pedagang Kaki Lima (PKL).

3) Air Bersih

Secara umum dapat didefinisikan bahwa air bersih merupakan air

yang aman dan nyaman untuk dikonsumsi manusia yang memiliki ciri fisik

tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa serta tidak mengandung zat

 berbahaya lainnya.

Desa Masbagik Selatan memiliki ketersediaan air bersih yang

memadai. Umumnya masyarakat menggunakan air yang bersumber dari

sungai, air permukaan, air bawah tanah. Di desa ini juga terdapat PDAM

yang mengelola penyaluran air bersih untuk masyarakat desa.

(26)

Hampir seluruh masyrakat Desa Masbagik Selatan sudah

menggunakan listrik prabayar sehingga dapat dikatakan bahwa Desa

Masbagik Selatan sudah terjangkau dengan ketersediaan listrik. Adanya

ketersediaan listrik ini akan mendorong terjadinya peningkatan

 produktivitas baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya.

Kelistrikan yang baik akan berperan strategis dalam mendorong

 pembangunan sektor telekomunikasi maupun ekonomi digital.

5) Sarana Telekomunikasi

Telekomunikasi saat ini

menjadi sebuah hala yamg mendasar

terhadap perekonomian saat ini. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan

teknologi dari tahun ke tahun yang semakin maju. Perkembangan teknologi

telekomunikasi ini dapat menjadi indikator bagi perkembangan ekonomi

maupun sosial. Jaringan telekomunikasi memberikan maasukan yang positif

 bagi perkembangan bisnis lokal maupun sevara global.

Di Desa Masbgik Selatan juga memiliki jaringan telekomunikasi yang

cukup baik, terbukti dengan adanya berbagi hotspot Wi-Fi di beberapa

tempat dan juga adanya ketersediaan jaringan beberapa operator jaringan

seperi XL, Telkomsel, Indosat dan sebagainya sehingga memudahkan

komunikasi bagi masyarakat Desa Masbagik Selatan.

3.3

Sarana Prasarana Desa

1) Sarana Prasarana Kesehatan

(27)

unit, posyandu ada 15 unit, toko obat 2 unit, jumlah rumah/kantor praktek

dokter 2 unit , dan rumah bersalin ada 2 unit.

Tabel 3.4. Sarana dan Prasarana Kesehatan Desa Masbagik Selatan

Uraian

Jumlah

Rumah Sakit Umum Daerah

- Unit

Rumah Sakit Umum Swasta

- Unit

Puskesmas Umum

- Unit

Puskesmas Perawatan

- Unit

Puskesmas Pembantu

1 Unit

Poliklinik/Balai Pengobatan

- Unit

Apotik

- Unit

Posyandu

15 Unit

Toko Obat

2 Unit

Balai

Pengobatan

Masyarakat

Yayasan/Swasta

- Unit

Gudang Menyimpan Obat

- Unit

Jumlah

Rumah/Kantor

Praktek

Dokter

2 Unit

Rumah Bersalin

2 Unit

Balai Kesehatan Ibu dan Anak

- Unit

(28)

(Sumber: Data Umum Desa Masbagik Selatan)

Poskesdes

- Unit

Puskesling

- Unit

Sehingga hal ini menunjukkan bahwa di Desa Masbagik Selatan jika

kita lihat dari jumlah prasarana kesehatan yang terdapat di Desa bisa

dikatakan

kurang memadai.Contohnya seperti, satu puskesmas yang

standarnya dapat menampung sekitar 8.000 jiwa (1:8000) sedangkan

 jumlah penduduk di Desa Masbagik Selatan adalah 16.149 jiwa sehingg

fasilitas kesehatan seperti puskesmas harus ditambah. Idealnya Desa

Masbagik Selatan memiliki setidaknya minimal 2 unit puskesmas.

2) Sarana dan Prasarana Ekonomi

Berdasarkan Tabel 3.5. fasilitas ekonomi di Desa Masbagik Selatan

memiliki beberapa pertokoan, pasar, dan industri rumah tangga. Hal ini

dibuktikan dengan jumlah pertokoaan sebanyak 129 unit, pasar sebanyak 2

unit dan industri rumah tangga sebanyak 52 unit.

Sehinga hal ini menunjukkan bahwa di Desa Masbagik Selatan mata

 pencaharian masyarakatnya dominan berwirausaha baik di perokoan, pasar

(29)

Tabel 3.5. Sarana dan Prasarana Ekonomi Desa Masbagik

Selatan

Uraian

Jumlah

Pertokoan

129 unit

Pasar

2 unit

Industri rumah tangga

52 unit

Pabrik

-(Sumber: Data Umum Masbagik Selatan)

3) Sarana Dan Prasarana Keagamaan

Sarana dan prasarana peribadatan dalam Desa Masbagik Selatan

antara lain: masjid dengan jumlah sarana dan prasarana sebanyak 3 masjid

dan 43 mushola (Tabel 3.6).

Tabel 3.6. Tabel Sarana dan Prasarana Keagamaan

Uraian

Jumlah

Jumlah Masjid

3

Jumlah

Langgar/Surau/Mushola

43

Jumlah Gereja Kristen

Protestan

-Jumlah Gereja Katholik

-Jumlah Wihara

-Jumlah Pura

-Jumlah Klenteng

-Jumlah

Total

Sarana

(30)

BAB IV

POTENSI, PERMASALAHAN, DAN PROSPEK

PENGEMBANGAN DESA MASBAGIK SELATAN

4.1

Potensi Desa

4.1.1

Potensi Geografis

Desa Masbagik Selatan memiliki beberapa keunggulan dalam

 beberapa hal diantaranya yaitu, letak desa yang strategis yang dimana

 posisinya berada pada jalur utama yang menghubungkan antar wilayah

kecamatan maupun kabupaten yang lain dan juga akses ke pusat atau ke ibu

kota. Kondisi ini memberikan indikasi bahwa dalam wilayah regional

(Kecamatan) Desa Masbagik Selatan mempunyai fungsi dan peranan yang

 penting.

Lokasi yang strategis ini memberikan beberapa keunggulan bagi

Desa Masbagik Selatan berupa aksesibilitas yang baik dalam menjalankan

 berbagai aktivitasnya baik aktivitas ekonomi maupun lainnya. Hal lainny

yaitu lokasi ini memberi keunggulan bagi para pelaku usaha di desa

masbagik selatn dalam memasarkan produknya. Dikarenkan jarak tempuh

ke pusat pasar cukup dekat sehingga meminimkan biya transportasi ari

distribusi produk mereka.

Manfaat lainnya yakni dalam bidang ivestasi, lokasi strategis akan

meningkatkan daya jual tanah di desa masbagik selatan. Lokasi yang

(31)

desa masbagik selatan. Ditambah dengan fasilias ekonomi yang cukup

memadai berupa took, pasar tekstil, pasar sayuran, pasar ternak dan lainnya

tersedia di desa ini.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pendatang ke desa masbagik

selatan yang man tiap tahunnya para imigran yang masuk ke dsa masbagik

seltan selalu mengalami peningkatan. Ini membuktikan bahwa desa

masbagik selatan memiliki daya tarik bagi pendatang untuk berwirausaha di

desa ini.

4.1.2

Potensi Sumber Daya Manusia

Desa Masbagik Selatan memiliki komposisi penduduk yang

mayoritasnya berwirausaha seperti menjadi pedagang pasar, pedagang

keililing, pedagang kaki lima, pengusaha dan sebagainya. Sehingga potensi

sumber daya manusia yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan

wirausahaan, seperti industri rumahan kerupuk dan jajanan khas lokal yang

mana sangat berpotesial apabila dikembangkan melalui peningkatan

kapasitas dan kualitas, apabila hal ini dapat terwujud maka potensi sumber

daya manusia Desa Masbagik Selatan dapat meningkat.

Budaya kewirausahaan yang berkembang di desa masbagik selatan

ini harus dimanfaatkan dengan baik. Para wirausahwan baik yang muda

maupun tua, baik yang skala kecil maupun industry harus dapat

dimaksimalkan melalui peningkatan kualitas produksi lokal masbagik

selatan agar bisa bersaing tidak hanya sebatas di lokal maupun regional,

akan tetapi mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.

(32)

 pihak desa , dinas terkait dan pelaku usaha untuk meningkatkan kulitas

 produksinya.

4.1.3

Potensi Sumber Daya Alam

Jika dilihat dari potensi sumber daya alam Desa Masbagik Selatan

memiliki potensi di bidang pertanian. Potensi sumber daya alam yang dapat

dikembangkan adalah pertanian

 Hortikultural Organik 

. Peluang dari usaha

 pertanian organik terhgolong berprospek besar dikarenakan adanya

 peningkatan jumlah wisatawan yang datang ke NTB berdampak pada

 permintaan terhadap produk pertanian organik meningkat tajam. Hal ini

disebakan oleh trend hidup masyarakat modern dewasa ini yaitu kembali ke

alam (back to nature). Terlebih mayoritas petani di desa masbagik selatan

mulai beralih dari memproduksi produk pertanian non organik ke produk

 pertanian organik seperti menanam sayuran dan buah.

Untuk mendukung itu, perlu digalakkannya trend penggunaan pupuk

organik. Pupuk oranik sendiri sangat baik untuk produk pertanian di desa

masbagik selatan karena di dalam pupuk organik tersebut dapat

meningkatkan kesuburan tanah. Hal ini dapat membantu para petani di desa

masbagik selatan yang pada umumny sawah-sawah mereka mengalami

 penuruan kualitas kesuburan tanah akibat penggunaan pupuk non organik

secara berlebihan akan tetapi pupuk organik ini mulai popular dikalangan

kelompok tani di Desa Masbagik Selatan sehingga dapat menjadi pendorong

 bagi para petani untuk menghasilkan produk pertanian organik khas dari

(33)

4.2

Masalah Desa

Dari kondisi yang tergambar diatas, dapat dianalisa berbagai persoalan

yang muncul akibat berbagai keadaan, situasi dan kendala pembangunan

yang selama ini masih menjadi pemikiran bagi berbagai pihak untuk

mengatasinya secara bijak dengan melihatkan kepedulian penuh dari

aspirasi masyarakat Desa Masbagik Selatan. Berbagai permasalahan yang

harus segera mendapat perhatian dan penanganan pihak-pihak yang terkait

antara lain:

4.2.1

Pendidikan

a) Sarana dan prasarana pendidikan butuh segera dilakukan renovasi

karena banyaknya gedung-gedung yang rusak.

 b) Perlengkapan prasarana seperti alat bermain bagi TK dan PAUD

masih belum memadai serta banyak yang rusak.

c) Belum tersedianya gedung Taman Bacaan yang mampu mendorong

minat masyarakat gemar membaca.

d) Mahalnya biaya Perguruan Tinggi, sehingga anak desa ekonomi

menengah kebawah tidak mampu melanjutkan pendidikannya ke

Perguruan Tinggi.

e) Pendidik atau guru tidak tetap belum optimal dalam pengabdiannya

karena minimnya tingkat kesejahteraan

f) Terdapat beberapa anak putus sekolah dan tidak mampu sekolah

karena kesejahteraan ekonomiya sangat lemah.

(34)

4.2.2

Kesehatan

a) Kurangnya fasilitas sanitasi seperti WC Umum masyarakat

lingkungan padat penduduk.

 b) Kurangya dokter jaga yang ada di Puskesmas Pembantu sehingga

 pelayanan kepada masyarakat menjadi kurang optimal.

c) Selain

penerima

JAMKESMAS/

JAMKESDA,

banyaknya

masyarakat Desa yang belum memperoleh pelayanan kesehatan

secara murah dan terjangkau dari Pemerintah.

d) Sarana dan prasarana sanitasi di kantor desa kurang mencukupi

sehingga kurang memenuhi standart kesehatan.

4.2.3

Bidang Fisik dan Sarana Prasarana

a) Kualitas jalan dengan struktur tanah yang lembek dan bergelombang,

sehingga di musim hujan sering menimbulkan kecelakaan akibat

 becek dan licinnya jalan. Demikian pula jalan yang.sudah di

makadam, perlu untuk segera diaspal agar makin memperlancar lalu

lintas perekonomian desa serta pendidikan bagi anak anak sekolah

yang melewatinya.

 b) Jembatan penghubung antar dusun masih membutuhkan perhatian

untuk segera dilakukan perbaikan karena kondisinya yang tidak lagi

layak.

4.2.4

Lingkungan Hidup

a) Saluran air dan irigasi yang rusak karena dipakai pembuangan

sampah menyebabkan aliran air kurang lancar, sehingga di musim

(35)

 b) Bila musim penghujan kawasan sekitar jalan raya/ jalan desa air

selalu menggenang. Sehingga mengakibatkan jalan menjadi

 berlubang dan rusak.

4.2.5

Bidang Sosial dan Budaya

a) Gedung atau sarana dan prasarana sosial kemasyarakatan masih

kurang layak dan memprihatinkan kondisinya

 b) Masih banyaknya usia jompo dan anak yatim yang tidak memiliki

akses untuk hidup layak akibat tidak mempunyai keluarga atau

 bahkan keluarganya tidak lagi mempedulikan kondisi mereka,

sehingga bantuan santunan bagi mereka akan sangat menolong bagi

terbangunnya kualitas hidup yang lebih baik.

c) Kurangnya fasilitas dan sarana prasara untuk mendukung

 perkembangan dan kemajuan, karena Desa Panjerejo termasuk desa

yang mempunyai mobilitas perkembangan dan kemajuan yang

sangat pesat

d) Desa Masbagik Selatan juga memiliki Pasar daerah yang cukup

ramai, bahkan paling ramai dibanding dengan pasar lain di wilayah

kecamatan Kecamatan Lain. Selama ini pasar yang potensial ini

masih dikelola tunggal oleh Dispenda, tanpa ada sharing dengan

 pihak pemerintahan desa yang selama ini sedikit banyak terkait

langsung dengan semua aktivitas pasar (pajak, keamanan, sanitasi,

dll). Maka untuk ke depannya, pengelolaan pasar ini akan

diupayakan kerjasama berbagai pihak terutama dengan pihak

(36)

mendorong terjadinya integrasi berbagai kepentingan dalam bentuk

nyata

dalam

rangka

meningkatkan

potênsi

desa

dan

 perekonomiannya.

4.2.6

Pemerintahan

a) Dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat terdapat

kekurangan-kekurangan fasilitas sarana prasana dan keterbatasan

SDM dari pemerintahan desa, lembaga desa dan organisasi yang ada

di desa untuk menunjang kinerja/ kelancaran.

 b) Kurangnya tingkat kesejahteraan bagi perangkat desa, dan l

Lembaga kemasyakatan di Desa Masbagik Selatan.

4.2.7

Koperasi dan Usaha Masyarkat

a) Usaha kecil seperti toko pracangan, pedagang ethek, pedagang pasar,

dan masih banyak yang kurang berkembang akibat keterbatasan dana

/ modal. Tambahan modal sangat diperlukan bagi perkembangan

usaha kecil mereka agar bisa mengelola kegiatan usahanya secara

lebih maksimal dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga secara

layak. Demikian pula bagi usaha produktif seperti pemilik kolam

ikan, petemak, dan usaha produktif lainnya juga terkendala dalam

hal modal, sekaligus juga kemampuan pengelolaan usaha yang

terbatas sehingga membutuhkan .pembinaan dan pelatihan

managerial yang intensif dan dinas-dinas terkait.

4.2.8

Bidang Pertanian

(37)

dan prasarana pertanian sangat tidak mendukung terutama dalam

 bidang pengairan/ irigasi.

 b) Kurangnya bantuan modal dan bibit bibit unggul untuk menunjang

 pendapatan para petani lebih optimal.Kurang/ keterlambatan

informasi tentang tehnologi dan komodite tepat guna dibidang

 pertanian, peternakan,dan perikanan.

(38)

BAB V

DIFUSI ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

DI DESA MASBAGIK SELATAN

Permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat yang ada di Desa

Masbagik Selatan, sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, beberapa

diantaranya akan diatasi dengan melakukan kegiatan difusi pengetahuan dan

teknologi melalui kegiatan KKN Tematik. Penjabaran secara teknis kegiatan

difusi tersebut akan dibahas pada uraian berikut.

5.1

Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Inovasi dan

Pengembangan Produk.

Dalam melakukan pengembangan produk di Desa Masbagik Selatan

KKN Tematik Unram memilih industri dodol dan krupuk sebagai mitra

untuk menjadi contoh bagi usaha-usaha mikro lainnya. Terkait dengan hal

tersebut, kami memberikan solusi melalui beberapa tahap, yaitu:

1) Penyuluhan terkait dengan produksi pengemasan dan promosi serta

 perizinan

2) Pendampingan dalam mengaplikasikan produksi dan pengemasan

yang sesuai dengan standar DEPKES

3) Pendampingan dalam pembuatan perizinan

4) Promosi

(39)

Persiapan kegiatan

1) Observasi lokasi

Observasi lokasi tempat UMKM terpilih yaitu UMKM kerupuk dan

dodol yang dilakukan secara bersama-sama dan didampingi oleh kekadusan

dusun Nyakap Utara untuk UMKM dodol dan kekadusan dusun Kebon

Lauk Selatan untuk UMKM kerupuk pada minggu pertama. Hasil dari

observasi ini memberikan informasi mengenai apa saja masalah yang

dihadapi oleh UMKM tersebut, sehingga dapat diberikan solusi yang tepat.

2) Diskusi kegiatan

Diskusi ini dilakukan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang

diperlukan saat program akan dilaksanakan. Diskusi dilakukan di posko

KKN Tematik bersama seluruh anggota KKN, kemudian dilanjutkan dengan

diskusi bersama perwakilan dari UMKM terkait kegiatan yang akan

dilaksanakan.

3) Pelaksanaan

Kegiatan program kerja yang berkaitan dengan UMKM ini

dilaksanakan pada minggu ketiga. Adapun beberapa kegiatan yang kami

lakukan yaitu secara bertahap mulai yang dimulai dari dilakukannya

 penyuluhan tentang peningkatan daya saing UMKM melalui pengembangan

dan inovasi produk yang materinya disampaikan oleh perwakilan dari Dinas

Perindustrian dan Perdagangan (PERINDAG) Kabupaten Lombok Timur.

Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan tentang higienitas dalam

(40)

 produksi yang materinya disampaikan oleh perwakilan DARI BB-POM

Mataram (gambar 5.1)

Gambar 5.1 Penyuluhan UMKM bersama BB-POM Mataram dan Dinas

Perindag Lombok Timur

Adapun program lanjutan dari kegiatan ini adalah dilakukannya

 pendampingan dalam proses pengemasan dan peningkatan daya saing

UMKM melalui inovasi pengembangan produk,

re-branding 

  logo dan

kemasan serta penggunaan media sosial dan situs

e-commerce

 (Tokopedia,

Lazada, dll) sebagai sarana promosi.

Kegiatan pendampingan ini kami lakukan dengan cara mengunjungi

langsung dua pemilik usaha yaitu industri krupuk dan industri dodol

(gambar 5.2) yang merupaka jenis usaha yang paling dominan yang ada di

Desa Masbagik Selatan.

(41)

Gambar 5.2. Seorang pemilik industri krupuk (kiri) dan dodol (kanan).

Dengan adanya kegiatan pendampingan ini diharapkan adanya

 peningkatan daya saing dan inovasi dari masing-masing industri. Dalam

kegiatan ini juga diharapkan keuntungan timbal-balik untuk kami sebagai

mahasiswa KKN-T Unram yaitu dengan mengetahui berbagai macam proses

atau tahapan-tahapan dari masing-masing perindustrian serta berbagai

kendala yang dihadapi oleh para pelaku usaha. (gambar 5.3. dan gambar

5.4.)

(42)

Gambar 5.4. Salah satu proses pembuatan dodol (kiri) dan pembuatan

krupuk (kanan)

5.2

Pemanfaatan Limbah Sampah Buah Nanas Menjadi Pupuk

Organik

Pembuatan pupuk organik dengan bahan baku yang berasal dari

 pedagang nanas di Desa Masbagik Selatan yaitu berupa kulit dari kupasan

 buah nanas atau buah nanas yang sudah membusuk. Bermodalkan kreatifitas

dan pengetahuan yang kami miliki bahan baku tersebut akan diolah menjadi

 pupuk organik yang memiliki nilai jual di pasaran.

Selama ini limbah nanas hanya dianggap sebagai sampah biasa yang

tidak memiliki nilai ekonomi bagi pedagang. Oleh karena itu, untuk masalah

ini kami memberikan solusi untuk merubah limbah nanas menjadi sesuatu

hal yang menguntungkan dalam segi ekonomi.

(43)

Persiapan Kegiatan

1) Observasi lokasi

Observasi lokasi tempat pembuangan sampah dilakukan secara

 bersama-sama dan didampingi oleh kekadusan dusun Gubuk Motong Timur

 pada minggu pertama. Hasil dari observasi ini memberikan informasi

mengenai sampah-sampah yang akan digunakan untuk dalam pembuatan

sampah organik.

2) Diskusi kegiatan

Diskusi ini dilakukan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang

diperlukan saat program akan dilaksanakan. Diskusi dilakukan di posko

KKN Tematik bersama seluruh anggota KKN.

3) Pelaksanaan

Kegiatan program kerja pengolahan sampah menjadi pupuk organik

dilakukan di minggu kedua. Kegiatan dilakukan secara bertahap dimulai

dengan dilakukan penyuluhan tentang pentingnya memisahkan sampah

organik dan non-organik yang dilanjutkan dengan pemilahan sampah buah

nanas (gambar 5.5), penyuluhan cara membuat pupuk organik dari sampah

organik beserta demonstrasinya yang dilakukan bersama Dinas Lingkungan

Hidup Lombok Timur dan wakil dari pihak P.T. Petrokimia (gambar 5.6),

serta pendampingan pembuatan pupuk organik yang dilakukan selama 30

hari.

(44)

Gambar 5.5. Proses pemilahan limbah

 buah nanas

Gambar 5.6. Penyuluhan pembuatan

 pupuk organik dari limbah buah

nanas

Dalam pembuatan pupuk organik yang menggunakan beberapa bahan

sederhana seperti; limbah buah nanas, pupuk kompos dari kotoran sapi,

EM-4, dan sedikit air gula yang nantinya akan dicampur dan didiamkan selama

kurang lebih 21 hari. Berikut ini merupakan tahap-tahapan dalam

 pembuatan pupuk organik dengan menggunakan limbah buah nanas:

(45)

Pada gambar 5.7 merupakan proses pencampuran dari limbah buah

nanas dengan kotoran sapi yang kemudian diaduk secara merata dan disiram

dengan air gula yang sudah dicampuri dengan EM-4 (gambar 5.8).

Gambar 5.8. Proses pengadukan pupuk organik (kiri) dan pencampuran

EM-4 (kanan)

Kegiatan ini bertujuan untuk lebih memanfaatkan limbah-limbah yang

ada disekitar lingkungan terutama limbah organik seperti buah nanas yang

cukup sering ditemukan dipasar-pasar buah di daerah Desa Masbagik

Selatan sehingga mempunyai nilai ekonomis. Selain itu, pupuk ini juga

 berguna untuk bidang pertanian yang dapat dikatakan cukup mampu

menggantikan peran pupuk kimia.

Adapun program lanjutan kami dari kegiatan ini adalah dengan

melakukan kunjungan langsung ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)

Ijobalit untuk pembuatan pupuk skala besar yang ternyata lokasinya

 berdekatan langsung dengan pantai (gambar 5.9.). Kunjungan ini

dilaksanakan tak lama setelah dilaksanakannya penyuluhan tentang cara

 pembuatan pupuk organik dari sampah organik atau limbah nanas. Tujuan

dilakukannya kunjungan ini yaitu untuk melihat dan mempraktekan

(46)

dengan menggunakan alat-alat pencacah (gambar 5.10) dan daun kering

sebagai bahan utama (gambar 5.11).

Gambar 5.9. Kunjungan ke TPA Ijobalit bersama mitra Dinas

Lingkungan Hidup Lombok Timur

(47)

Gambar 5.11. Pembuatan pupuk dengan menggunakan dedaunan kering

sebagai bahan utama.

Kunjungan ini tidak hanya dilakukan sekali saja tetapi juga kedua

kalinya dengan melibatkan langsung para petani dari kelompok tani Ujan

Rinitis (gambar 5.12) sehingga nantinya mereka mendapatkan pengetahuan

tentang cara pembuatan pupuk organik dengan alat-alat pencacah dan

melanjutkan kegiatan ini secara mandiri untuk pembuatan pupuk dari

bahan- bahan sampah organik.

(48)

Gambar 5.12. Kunjungan kedua ke TPA Ijobalit bers ama mitra kelompok

tani Ujan Rintis.

5.3

Pembuatan Rumah Pangan Lestari

RPL (

 Rumah Pangan Lestari) adalah rumah penduduk yang

mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan

 berbagai sumber daya lokal secara

bijaksana

yang menjamin

kesinambungan penyedian bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan

 beragam.

Terkait dengan hal tersebut, kami membuat RPL di Desa Masbagik

Selatan untuk merealisasikan penggunaan pupuk organik yang dibuat dari

limbah nanas oleh anggota KKN Tematik Unram yang bekerjasama dengan

kelompok tani Ujan Rintis di Desa Masbagik Selatan. Pembuatan RPL ini

(49)

Kegiatan ini merupakan sebuah program kerja yang telah di susun

kelompok KKN Tematik Desa Masbagik Selatan untuk melengkapi

 program-program lainnya di dalam kegiatan KKN yang di laksanakan.

Program ini bisa di tinjau anggota kelompok KKN yang dibantu langsung

oleh salah satu kelompok tani yang ada di Desa Masbagik Selatan.

Pembuatan Rumah Pangan Lestari ini juga merupakan salah satu program

kerja lanjutan dari program utama yaitu pembuatan pupuk organik, yang

dimana hasil dari pupuk organik yang sudah dibuat akan aplikasikan pada

 pembuatan Rumah Pangan Lestari tersebut pada saat penanaman benih.

Persiapan Kegiatan

1) Observasi Lokasi

Observasi lokasi tempat pembuatan Rumah Pangan Lestari terpilih

yaitu di dusun Motong Timur yang langsung bermitra dengan Kelompok

Tani Ujan Rintis dan didampingi langsung oleh kakadusan dusun Motong

Timur pada minggu ketiga.

2) Diskusi Kegiatan

Diskusi ini dilakukan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang

diperlukan saat program akan dilaksanakan. Diskusi dilakukan di posko

KKN Tematik bersama seluruh anggota KKN, kemudian dilanjutkan dengan

diskusi bersama perwakilan dari Kelompok Tani Ujan Rintis terkait

kegiatan yang akan dilaksanakan.

(50)

3) Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan program kerja Rumah Pangan Lestari ini dilaksanakan pada

minggu ketiga bulan Februari. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan

dari pembuatan pupuk kompos dari limbah buah nanas yang telah

difermentasikan kurang lebih 21 hari. Implementasinya dilakukan areal

 persawahan dengan ukuran 5x1 m menggunakan bibit sawi dan pupuk

organik padat yang telah dihasilkan (gambar 5.13).

Gambar 5.13. Pembuatan RPL

Kegiatan pembuatan RPL ini kami awali dengan meminta izin

kepada salah seorang petani dari kelompok tani Ujan Rintis perihal

 peminjaman lahan yang akan kami gunakan sebagai tempat pembuatan

RPL. Dalam pembuatan RPL kami menggunakan cara yang sederhana yaitu

 pertama-tama dengan mencakul lahan hingga cukup rata (gambar 5.14),

(51)

dilanjutkan dengan proses penyiraman (gambar 5.16) dan terakhir adalah

 proses penutupan dengan menggunakan daun pisang (gambar 5.17).

Gambar 5.14. Proses pencakulan lahan

Gambar 5.15. Proses penanaman

dan pemupukan bibit sawi

Gambar 5.16. Proses penyiraman bibit

sawi

Gambar 5.17. Proses penutupan

5.4

Penyuluhan Gaya Hidup Sehat

Kegiatan ini merupakan sebuah program kerja yang telah di susun

KKN Tematik Desa Masbagik Selatan untuk melengkapi program-program

lainnya di dalam kegiatan KKN yang di laksanakan. Pogram kerja ini

dilakukan dengan diadakannya penyuluhan yang materinya langsung

diberikan oleh pihak Puskemas Masbagik Selatan. Tujuan kegiatan ini

adalah untuk membudidayakan budaya hidup sehat kepada siswa-siswi SDN

04 Desa Masbagik Selatan terutama untuk kesehatan gigi. Selain itu

(52)

kegiatan ini dilakukan untuk melakukan kunjungan atau silaturahmi kepada

 pihak sekolah yang lokasinya berdekatan dengan posko kelompok KKN

Tematik Unram (gambar 5.18).

Gambar 5.18. Penyuluhan gaya hidup sehat bersama Puskesmas Masbagik

di SDN 04 Masbagik Selatan

Persiapan kegiatan:

1) Observasi Lokasi

Observasi lokasi tempat Penyuluhan membudayakan hidup sehat yang

terpilih yaitu di salah satu sekolah dasar yang ada di Masbgik Selatan yang

didampingi lansung oleh pihak sekolah yang bersangkutan.

2) Diskusi Kegiatan

Diskusi ini dilakukan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang

diperlukan saat program akan dilaksanakan. Diskusi dilakukan di posko

KKN Tematik bersama seluruh anggota KKN, kemudian dilanjutkan dengan

(53)

diskusi bersama perwakilan dari Kelompok Tani Ujan Rintis terkait

kegiatan yang akan dilaksanakan.

3)  Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan program kerja yang berkaitan dengan penyuluhan

membudayakan hidup sehat ini dilaksanakan pada minggu kedua. Kegiatan

dilakukan dengan diadakannya penyuluhan pada salah satu sekolah dasar

yang ada di Masbagik Selatan yaitu SDN 04 Masbagik Selatan.

Gambar 5.19. Penyuluhan Gaya Hidup Sehat

5.5

Bimbingan Belajar

Bimbingan belajar merupakan salah satu kegiatan lainnya yang

diprogramkan oleh tim KKN Tematik UNRAM dalam rangka membantu

 proses pendidikan yang ada di Desa Masbagik Selatan. Program ini

melibatkan seluruh anggota KKN Tematik dengan memfokuskan pada mata

(54)

kemungkinan untuk membantu para peserta dengan mata pelajaran lainnya.

Target utama kegiatan ini yaitu siswa-siswi sekolah dasar.

1) Observasi

Observasi lokasi tempat bimbingan belajar yaitu posko KKN yang

 berada disekitar Lingkungan Karang Siswa.

2) Diskusi Kegiatan

Diskusi ini dilakukan untuk mempersiapkan alat-alat dan bahan yang

diperlukan saat program bimbingan belajar dilaksanakan. Diskusi dilakukan

di posko KKN Tematik bersama seluruh anggota KKN.

3) Pelaksanaan Kegiatan

Pelaksanaan kegiatan bimbingan belajar ini dilakukan setiap hari

kecuali hari minggu mulai pukul 16.00 sampai dengan 17.30.

Masing-masing mahasiswa anggota KKN mendapatkan tugas piket mengajar yang

sesuai dengan keahlian mereka (gambar 5.20).

(55)

Gambar 5.20. Bimbel

Kegiatan bimbel diharapkan mampu meningkatan motivasi adik-adik

TK dan siswa-siswi sekolah dasar yang ada di Lingkungan Karang Siswa

sehingga mereka mampu mendapatkan peningkatan dalam proses

 pembelajaran yang ada disekolah mereka.

(56)

BAB VI

PENUTUP

6.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang dapat di peroleh setelah melaksanakan kegiatan KKN

Tematik di Desa Masbagik Selatan , diantaranya ialah:

1.

Masyarakat memiliki pengetahuan tentang cara mengolah sampah

organik yang melimpah di sekitar mereka menjadi pupuk organik.

Dalam hal ini dipilih limbah buah nanas (nanas busuk, kulit nanas).

Sehingga hal ini mampu mengurangi penumpukan sampah, khususnya

sampah buah-buahan

2.

Sentra industri memiliki pengetahuan tentang keamanan pangan

sehingga mampu memperbaiki sistem produksinya, dan berpotensi

untuk memasarkan produknya ke pasar yang lebih besar karena sudah

memiliki kemasan dan label baru yang lebih menarik

3.

Masyarakat umumnya dapat menerapkan pupuk yang telah di buat ke

 pertaniannya, sehingga tanaman lebih subur dan sehat dengan pupuk

organik dan mengurangi kemungkinan untuk gagal panen

4.

Masyarakat menjadi sadar akan pentingnya lingkungan, dibuktikan

dengan mulai dijalankannya iuran wajib kebersihan dan meminta

fasilitas pengangkut sampah ke Dinas Lingkungan Hidup dan

Kebersihan Lombok Timur untuk mengangkut sampah di rumah atau di

dusun masing-masing.

6.2 Saran

Saran-saran yang bisa kami berikan adalah sebagai berikut:

1)

Permasalahan Sampah

a. Warga tidak membuang sampah ke saluran irigasi dan melakukan

 pemilahan sampah organik dan non-organik.

(57)

 b. Pihak desa membuat peraturan atau sanksi terkait dengan

 pembuangan sampah sembarangan.

c. Pihak desa berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait untuk

 pengadaan bank sampah sehingga mampu menyadarkan masyarakat

untuk tidak membuang sampah disembarang tempat.

2)

Permasalahan UMKM

a. Pelaku usaha hendaknya menjaga higenitas dalam proses

 produksinya.

 b. Pelaku usaha melakukan koordinasi dengan pihak desa terkait

dengan perizinan usaha.

c. Pelaku usaha melakukan inovasi dalam pengemasan yang berstandar

dan menarik.

Gambar

Tabel 2.1 Iklim Desa
Gambar 2.1 Peta Desa
Tabel 3.1 Jumlah Penduduk
Tabel 3.2 Jumlah Penduduk Berdasarkan Usia
+7

Referensi

Dokumen terkait